Sebanyak 35 item atau buku ditemukan

POTENSI ANTIKOLESTEROL FRAKSI n-HEXAN ETILASETAT DAN AIR DARI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JATI KARET (Ficus elastica L) SECARA IN VITRO

No. 646 Hiperkolesterol adalah peningkatan kadar kolesterol dalam serum di atas batas normal. Berdasarkan penelitian sebelumnya Daun jati karet (Ficus elastica L) mengandung senyawa aktif tanin, karbohidrat, fitosterol, fenol dan flavonoid Secara empiris daun jati karet dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai pengobatan stoke. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas anti kolesterol Ekstrak etanol 96% , Fraksi etilasetat, n-hexan dan air daun jati karet (Ficus elastic L ) dengan mengamati kemampuan Ekstrak etanol 96% , fraksi etilasetat, n-hexan dan air dalam menurunkan kadar kolesterol dari larutan standart kolesterol, larutan standart yang digunakan dalam penelitian ini yaitu larutan kolesterol 2000ppm. Daun jati karet dibuat serbuk simplisa, kemudian dimaserasi menggunakan etanol 96%. Hasil maserasi dipekatkan dengan rotaryevaporator, menghasilkan ekstrak pekat, kemudian diuji fitokimia . Ekstrak pekat difraksinasi mengunakan n-hexan, Etilasetat dan air. Ektrak etanol 96% fraksi etilasetat, nhexan dan air), diuapkan dengan waterbath dan menghasilkan ekstrak pekat , dan kemudian diuji fitokimia. Hasil fraksinasi masing-masing dibuat seri konsentrasi 100, 125,150, 175 dan 200 ppm. Analisis konsentrasi kolesterol dilakukan menggunakan metode specktrofotometri dengan menambahkan larutan standart kolesterol dan asam asetat anhidrat serta asam sulfat pekat kedalam larutan sample, yang kemudian dibaca absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menujukan bahawa ekstrak etanol 96% dan fraksi n-hexan mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid, sedangkan pada fraksi etil asetat dan air mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan triterpenoid. Dari hasil penelitin ini Ekstrak etanol 96%, fraksi etilasetat, n-hexan dan air daun jati karet (Ficus elastica L ) memiliki aktivitas antikoleserol, ektrak etanol 96 % memiliki IC50 190,59 ppm, fraksi n-hexan IC50 159,08ppm, etilasetat 174,7096ppm dan fraksi air 149,748ppm.. Fraksi air memiliki aktivitas antikolesterol yang paling baik karena memiliki nilai IC50 paling rendah.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK n – HEKSAN, ETIL ASETAT DAN ETANOL 96% BIJI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

No. 617 Jerawat adalah masalah kulit paling umum yang tidak hanya timbul pada bagian wajah namun bisa juga pada bagian tubuh lain seperti leher, dada dan punggung. Munculnya jerawat dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya bakteri Propionibacterium acnes, Propionibacterium acnes merupakan bakteri gram positif yang terlibat dalam patogenesis pembentukan jerawat. Biji kopi arabika (Coffea arabica L) telah diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstak n – heksan, etil asetat dan etanol 96% biji kopi arabika (Coffea arabica L) dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol 96% biji kopi arabika (Coffea arabica L) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak biji kopi arabika divariasikan menjadi 3 konsentrasi yaitu 15% ,25% dan 35% pada masing-masing pelarut menggunakan metode sumuran yang berdiameter 7 mm pada media agar yang telah ditanami dengan mikroorganisme. Pada setiap ekstrak positif mengandung alkaloid, saponin, tannin dan steroid. Namun senyawa flavonoid hanya positif terdapat pada ekstrak etanol 96% dan etil asetat. Ekstrak biji kopi arabika (Coffea arabica L) dari konsentrasi 15%, 25% dan 35% pada setiap pelarut didapat diameter zona hambat dengan kategori kekuatan antibakteri berturut – turut ekstrak n-heksan 5,24 mm (sedang), 7,98 mm (sedang) dan 11,08 mm (kuat). Ekstrak etil asetat 10,33 mm (kuat), 11,90 mm (kuat) dan 12,78 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% 9,24 mm (sedang), 11,03 mm (kuat) dan 13,05 mm (kuat).