GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) RAWAT JALAN DI APOTEK KIMIA FARMA RSUPN Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA
Potensi interaksi obat yaitu suatu kemungkinan interaksi yang terjadi ketika efek dari satu obat berubah karena penggunaan bersamaan dengan obat lain. Penggunaan obat dalam jumlah yang banyak adalah salah satu faktor potensi interaksi obat. Pasien dengan penyakit Systemic Erythematosus Lupus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan kerusakan jaringan dan sel oleh autoantibodi patogen dan kompleks imun, dimana selalu mendapatkan obat lebih dari satu sehingga berisiko terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pola penggunaan obat dan potensi interaksi obat pada pasien SLE rawat jalan di apotek Kimia Farma RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan data rekam medis pasien. Jumlah sampel yang diambil yaitu 291 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pola penggunaan obat pada pasien SLE terdiri dari terapi utama dan terapi lain. Terapi utama yang digunakan pasien SLE di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta yaitu obat golongan kortikosteroid (15%); NSAID (3,1%) dan antibiotik (1,7%), sedangkan terapi lain yang digunakan yaitu kalsium karbonat (12,1%); vitamin B complex (0,3%), vitamin B6 (0,3%) kolkatriol (4,4%) calcium laktat (0,1%). Dari 291 pasien yang berpotensi interaksi obat, diketahui terjadi 217 pasien yang mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahannya diketahui 3,3% Major, 56% moderat, dan 40,5% Minor.