EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT FMC BOGOR
Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikiatri yang kompleks , ditandai dengan adanya gangguan berpikir berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau dan perubahan perilaku. Penanganan skizofrenia salah satunya dengan menggunakan pengobatan antipsikotik. Obat antipsikotik merupakan terapi utama yang efektif mengobati skizofrenia. Antipsikotik dibedakan menjadi dua generasi, yaitu generasi pertama (tipikal) dan generasi kedua (atipikal). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit FMC Bogor. Parameter evaluasi meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Data yang digunakan diambil dari rekam medik 96 pasien yang berusia 16 – 45 tahun periode Januari – Desember 2019. Dari hasil penelitian, skizofrenia lebih banyak dialami oleh laki-laki (62%) dan berusia 26-35 tahun (42%). Gambaran penggunaan antipsikotik terbanyak adalah antipsikotik golongan atipkal : Risperidon, Klozapin sebanyak 50 pasien (52%), antipsikotik golongan tipikal : Haloperidol, Klorpromazin sebanyak 5 pasien (5,2%) dan antipsikotik kombinasi atipikal dan tipikal : Risperidon + Klozapin + Haloperidol sebanyak 29 pasien (30%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan obat antipsikotik yaitu kategori tepat obat 96%, tepat pasien 96%, tepat dosis 97%, tepat frekuensi pemberian obat 97%.