DEWI NATALIA; Eem Masaenah; Lilik Sulastri
2023 · Book · Open Access
Daun alpukat ( Persea americana Mill) merupakan tanaman yang sudah sejak
lama dikenal masyarakat Indonesia serta digunakan sebagai obat tradisional untuk
mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kolesterol. Kandungan
senyawa yang terdapat pada daun alpukat adalah polifenol, flavonoid, saponin,
kuersetin. Daun alpukat yang di ekstrak dengan metode infus, dipekatkan dan dibuat
deret konsentrasi hingga diperoleh persen hambat dan nilai IC50 kemudian
ditentukan kadar fenol, flavonoid dan steroidnya. Hasil penelitian menunjukan
bahwa ekstrak air daun alpukat mengandung senyawa fenolik dengan aktivitas
penurunan kadar kolesterol dengan nilai IC50 48.30ppm, kadar total fenol 201.1 mg
GAE/g, kadar total flavonoid 37.3 mgQE/g, kadar total steroid 92.06 mg/g sitosterol,
hasil tersebut menyatakan bahwa daun alpukat dapat dijadikan sebagai bahan baku
obat alternatif dalam menurunkan kadar kolesterol.
M. Ikhwan Setiawan; Sitaresmi Yuningtyas; Zessica zendra zulia
2023 · Book · Open Access
GINA PERMATA AYU; Noneng Kurniasih; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Demam tifoid adalah infeksi akut pada usus halus dengan gangguan saluran
cerna dan gejala demam lebih dari seminggu, atau tanpa gangguan kesadaran.
Antibiotik yang digunakan pasien demam tifoid yaitu kloramfenikol, thiampenicol,
cefixime, amoxicillin, cotrimoxazole, dan ciprofloxacin. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid
dewasa di Puskesmas Tanah Sareal berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini
bersifat retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis. Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan berdasarkan profil pasien demam tifoid dewasa
paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 58 pasien dengan persentase
(60%) dan rentang usia 17-25 tahun dan 36-45 sebanyak sebanyak 25 pasien (27
%). Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan pasien demam tifoid dewasa di
Puskesmas Tanah Sareal adalah thiampenikol dengan persentase (48%). Evaluasi
penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens pada pasien demam tifoid
dewasa di Puskesmas Tanah Sareal dalam kategori III B yaitu penggunaan
antibiotik terlalu singkat mendapatkan nilai presentasi tertinggi sebesar 52%,
kategori II B 2 %, kategori II A 13%, kategori IV A 6%, kategori IV B 27%.
DIKA WAHYUNINGTIAS RAHAYU; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2023 · Book · Open Access
Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab
kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang
jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar
dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas
pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik
purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis
multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil
penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik),
kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati
72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian
simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan
empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05.
Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.
Nanang Hermawan; SITI FATIMAH; Wati Kusniati
2023 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai
peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu dengan apoteker sebagai
bagian dari tenaga kesehatan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam
mewujudkna pelayanan kefarmasian yang berkualitas.
Kepuasan merupakan fungsi dari kinerja dan harapan. Jika kinerja
dibawah harapan maka konsumen tidak puas, sebaliknya bila kinerja memenuhi
harapan maka konsumen akan puas dan konsumen akan sangat puas jika kinerjanya
melebihi harapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien
terhadap pelayanan kefarmasian terhadap lima dimensi, jenis penelitian ini yang
dilakukan yaitu penelitian deskriptif, cara pengambilan sampel yaitu dengan cara
purposive sampling dengan kriteria berumur 26-65 tahun. Dapat berkomunikasi
dengan baik, bersedia diwawancarai dengan mengisi kuesioner, keluarga pasien
atau pasien yang berkunjung di Apotek Sambuja Pabuaran Bojonggede.
Berdasarkan perhitungan tingkat kepuasan pasien terhadap indikator
kehandalan (reliability) sebesar 3,90 memberikan nilai puas, ketanggapan
(responsiveness) 4,16 memberikan nilai puas, keyakinan (assurance) sebesar 4,01
memberikan nilai puas, empati (emphaty) sebesar 4,01 memberikan nilai puas,
fasilitas berwujud (tangible) sebesar 4 dengan memberikan nilai puas.
Nina Imaniar; Rapi firmansyah; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Anna P. Roswiem; ERMAWATI; Eem Masaenah
2023 · Book · Open Access
Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk
diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan
perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah
dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat
aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah
jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat
radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa
metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit
jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang
diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan.
Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1
(0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4
(0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas
DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang
gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid,
saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid,
saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50
berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan
serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012
ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi
mutu fisik sediaan.
Citra Oktaviyani; DINA OKTAVIANA; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access
DELENA; Harry Noviardi; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access
Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang banyak digunakan dalam
produksi susu fermentasi yang memiliki efek positif pada kesehatan saluran
pencernaan. Ekstrak ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978 memiliki
senyawa metabolit yang diduga berpotensi sebagai antioksidan.Tujuan penelitian
ini untuk menentukan aktivitas antioksidan yang terdapat pada metabolit
ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978. Analisis metabolit ekstraseluler
bakteri Lactobacillus fermentum B978 diperoleh dari hasil fermentasi susu UHT
rendah lemak yang disentrifugasi. Supernatan diuji antioksidan dengan metode
1,1- difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif, untuk
memeroleh nilai IC50 yang ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometri
UV-Vis. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak ekstraseluler diperoleh
nilai IC50 sebesar 23,745 ppm yang lebih besar dari aktivitas antioksidan vitamin
C diperoleh nilai IC50 sebesar 7,023 ppm masuk kedalam kategori antioksidan
sangat kuat
Andi Ahriansyah; Tunggal Bagus Wahono; WELIUS
2023 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terpadu
dalam mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah obat serta masalah
yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan adalah perasaaan seseorang yang
timbul setelah membandingkan hasil kinerja dengan harapan, perasaan tersebut
dapat berupa perasaan senang atau kecewa. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal
yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu
memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di
Puskesmas Mulyaharja. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan prospektif
menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Seluruh pasien BPJS
rawat jalan yang mendapat obat dari Instalasi Puskesmas Mulyaharja periode Mei-
Juli 2021 digunakan sebagai populasi pada penelitian ini. Sampel penelitian
sebanyak 100 orang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (76%), usia
mayoritas 26-35 tahun (44%), pendidikan SMA (41%), dan pekerjaan wiraswasta
(33%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas
Mulyaharja menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi
kehandalan adalah (79,6%), dimensi empati (79,6%), dimensi jaminan (78,6%),
dimensi ketanggapan (77,2%), dan dimensi bukti fisik sebanyak (74,8%).
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan
kefarmasian pada pasien rawat jalan di Instalasi Puskesmas Mulyaharja adalah puas
dengan persentase sebanyak (77,9%).
ANNISA EKA FEBRYANTI; Andi Ahriansyah; Fitri Purbandini
2023 · Book · Open Access
Diabetes merupakan istilah yang menggambarkan sekelompok gangguan
metabolisme yang diidentifikasikan dengan adanya peningkatan kadar glukosa
dalam darah. Komplikasi kronis banyak terjadi pada lansia yang menderita
diabetes melitus. Pada kondisi tersebut kebutuhan untuk minum obat dalam
jumlah banyak sering kali dibutuhkan. Hal ini mendorong terjadinya over
prescribing atau polifarmasi sehingga dapat meningkatkan risiko kejadian DRPs
(Drug Related Problems). Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan
pendekatan retrospektif terhadap data sekunder resep dan rekam medik pasien
yang kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan format S-O-A-P
(Subjective-Objective-Assesment-Plan). Pada penelitian ini Plan diganti dengan
Recommendation karena data yang dievaluasi sudah terjadi. Dari 52 pasien yang
dianalisis, diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin perempuan
sebanyak 59,6% yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak
adalah pada kelompok usia 60-74 tahun yaitu sebanyak 92,31%. Sebanyak 35
pasien (67,3%) dari 52 sampel pasien mengalami kejadian DRPs. Dan sebanyak
61 kasus DRPs teridentifikasi yang terdistribusi ke dalam kategori interaksi obat
(72,1%), obat tanpa indikasi (16,4%), indikasi tanpa obat (8,2%) dan dosis obat
terlalu tinggi (3,3%). Sedangkan kategori dosis obat terlalu rendah tidak
ditemukan pada semua sampel yang dianalisis.
MUTIARA SHIMA; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Pneumonia adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme
seperti bakteri, virus, jamur dan parasit yang menyebabkan peradangan akut
parenkim pada paru-paru (PDPI, 2014), sehingga dibutuhkan terapi empiris yaitu
agen antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak rasional dapat memberikan
dampak negatif, seperti meningkatkan efek samping dan toksisitas, serta resistensi
antibiotik terhadap bakteri. Metode Gyssens adalah salah satu indikator untuk
menilai ketepatan pemakaian antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
kerasionalan penggunaan antibiotik pasien pneumonia rawat inap di RS Azra Bogor
dengan menggunakan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif
observasional menggunakan data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian
yang telah dilakukan berdasarkan data sosiodemografi pasien pneumonia paling
banyak yaitu pasien laki-laki sebanyak 48 orang dengan persentase 62% dan pada
usia lansia akhir sebanyak 27 orang dengan persentase 38%. Penggunaan antibiotik
pasien pneumonia di RS Azra Bogor yang paling banyak yaitu antibiotik seftriakson
dengan persentase 36%. Evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode
gyssens menunjukkan kategori 0 yaitu penggunaan antibiotik yang rasional
sebanyak 37 peresepan dengan persentase 48%.
Ferry Effendi; LENI LOVITA; Nidaul Hasanah;
2023 · Book · Open Access
Hipertensi seringkali disebut pembunuh senyap dengan gejala yang dapat
bervariasi. Hipertensi secara umum didefinisikan dengan kondisi tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan
minum obat antihipertensi yang kurang baik dapat menyebabkan tekanan darah
tidak terkontrol, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat antihipertensi
yang teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi, gambaran penyakit penyerta pasien hipertensi, gambaran tingkat
kepatuhan minum obat antihipertensi, gambaran tekanan darah dan hubungan
tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien
hipertensi di RSU Jampangkulon Sukabumi periode Februari-Mei 2022. Penelitian
ini menggunakan metode prospektif dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis
univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran
sosiodemografi untuk usia 46-55 tahun sebanyak 38,2%, jenis kelamin perempuan
sebanyak 58,8% dan pendidikan SD sebanyak 51,5%. Gambaran penyakit penyerta
diabetes sebanyak 55,9%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi
kategori sedang sebanyak 45,6%. Gambaran tekanan darah terkontrol sebanyak
79,4%. Ada Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan
tekanan darah yaitu didapat nilai signifikasi p=0,001 ≤ 0,05.
Lilik Sulastri; MUHAMMAD ZULFADHLI; Partomuan Simanjuntak
2023 · Book · Open Access
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan
gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan pankreas gagal
memproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau
glukosa). Pada umunya pengobatan diabetes melitus menggunakan terapi
insulin dan berbagai obat-obatan sintetik, namun pengobatan tersebut
memiliki efek samping, maka perlu dicari alternatif lain dengan pengobatan
herbal. Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) adalah salah satu
jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan kadar β-
sitosterol dari fraksi etil asetat daun salam yang memiliki aktivitas
penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode
maserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dipartisi dengan pelarut etil
asetat dan air (1:1), setelah itu dilakukan pencarian sub fraksi etil asetat
dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT serta dipandu
dengan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase hingga diperoleh
isolat. Isolat diidentifikasi menggunakan spektro UV-Vis dan IR serta
ditentukan kadarnya. Hasil penelitian menujukkan bahwa isolat 4.5
merupakan β-sitosterol yang memiliki aktivitas IC50 sebesar 93,7 ppm
dalam menghambat enzim α-glukosidase, dengan kadar β-sitosterol 177,13
mg/gram.
Inawati; Intan ayuni karinina; Rakhmat Ramdhani
2023 · Book · Open Access
Fredy Arifta Nasel; Nidaul Hasanah YULI MARLIANI
2023 · Book · Open Access
Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang menyerang paru-paru yang
disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap
Kategori 1 meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian
serta keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RSU Jampangkulon
Sukabumi, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2016.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan
pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada
bulan Juli-Desember 2021 dengan sampel sebanyak 66 pasien. Hasil dari
penelitian ini menunjukan sosiodemografi : jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki
45 pasien (68%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun
(Dewasa Awal) 31 pasien (47%.), berat badan terbanyak yaitu 38-54 kg sebanyak
43 pasien (65%). Profil penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap
Kategori 1 dengan Fase intensif 66 pasien (100%), Fase lanjutan 61 pasien (92%).
Evaluasi pengobatan antituberkulosis menunjukan tepat obat fase intensif dan fase
lanjutan (100%), tepat indikasi fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat dosis
pada fase intensif (92,2%) dan fase lanjutan (92,2%), tepat lama pemberian obat
pada fase intensif (100%) fase lanjutan (92,2%). Keberhasilan pengobatan
antituberkulosis paru yang ditandai dengan pemeriksaan BTA negatif 59 pasien
(89%) BTA positif 7 pasien (11%).
Dwi Fitra Ulfah; Febi Ishfahani; RULI NUR TRIANI
2023 · Book · Open Access
ALGI RAMDONI; Harry Noviardi; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access
Kelangsungan hidup probiotik dalam produk pangan dan seluruh
pencernaan saat ini masih rendah. Untuk meningkatkan peran probiotik dalam
menjaga kesehatan sistem pencernaan maka probiotik yang terdapat dalam
makanan perlu dilindungi dan dipertahankan jumlahnya melalui enkapsulasi
probiotik dengan material enkapsulasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk
enkapsulasi bakteri Lactobacillus fermentum dengan terlapis kitosan, mengetahui
efisiensi enkapsulasi, dan viabilitas bakteri setelah enkapsul bakterinya direndam
dalam cairan asam lambung, serta mengetahui bentuk dan keadaan permukaan
kapsul bakteri melalui analisis Scanning Electrone Microscope (SEM). Hasil
penelitian menunjukkan enkapsulasi bakteri L. fermentum terlapis kitosan dapat
dilakukan pada matriks enkapsulasi natrium alginat 1%, 2%, dan 3% dengan masa
kapsul berturut-turut 23,02 gram, 13,85 gram, dan 19,5 gram dan memiliki jumlah
koloni bakteri 3,2 x 107 CFU/gram, 8,9 x 107 CFU/gram, dan 3,1 x 107 CFU/g.
Efisiensi enkapsulasi yang terbaik didapatkan pada matriks natrium alginat 2%,
yaitu 45,18%. Viabilitas enkapsulasi bakteri setelah direndam dalam cairan
simulasi asam lambung pH 6,0 adalah 64%. Analisis morfologi enkapsulasi
probiotik bakteri Lactobacillus fermentum dengan SEM menunjukkan butiran
kapsul yang membulat dengan kerutan bergelombang, butiran terlapis kitosan
lebih besar (θ =1400μm – 1600μm) dengan permukaan lebih kasar dari pada
butiran tak terlapis kitosan (θ = 450μm – 800μm).
Keri Lestari
2023 · Book · Open Access
Keri Lestari
2023 · Book · Open Access