Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 54 dari 125

AKTIVITAS PENURUNAN KADAR KOLESTEROL EKSTRAK AIR DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) SECARA IN VITRO

DEWI NATALIA; Eem Masaenah; Lilik Sulastri
2023 · Book · Open Access

Daun alpukat ( Persea americana Mill) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia serta digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kolesterol. Kandungan senyawa yang terdapat pada daun alpukat adalah polifenol, flavonoid, saponin, kuersetin. Daun alpukat yang di ekstrak dengan metode infus, dipekatkan dan dibuat deret konsentrasi hingga diperoleh persen hambat dan nilai IC50 kemudian ditentukan kadar fenol, flavonoid dan steroidnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak air daun alpukat mengandung senyawa fenolik dengan aktivitas penurunan kadar kolesterol dengan nilai IC50 48.30ppm, kadar total fenol 201.1 mg GAE/g, kadar total flavonoid 37.3 mgQE/g, kadar total steroid 92.06 mg/g sitosterol, hasil tersebut menyatakan bahwa daun alpukat dapat dijadikan sebagai bahan baku obat alternatif dalam menurunkan kadar kolesterol.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN TIFOID RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL TAHUN 2021

GINA PERMATA AYU; Noneng Kurniasih; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Demam tifoid adalah infeksi akut pada usus halus dengan gangguan saluran cerna dan gejala demam lebih dari seminggu, atau tanpa gangguan kesadaran. Antibiotik yang digunakan pasien demam tifoid yaitu kloramfenikol, thiampenicol, cefixime, amoxicillin, cotrimoxazole, dan ciprofloxacin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid dewasa di Puskesmas Tanah Sareal berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan profil pasien demam tifoid dewasa paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 58 pasien dengan persentase (60%) dan rentang usia 17-25 tahun dan 36-45 sebanyak sebanyak 25 pasien (27 %). Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan pasien demam tifoid dewasa di Puskesmas Tanah Sareal adalah thiampenikol dengan persentase (48%). Evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens pada pasien demam tifoid dewasa di Puskesmas Tanah Sareal dalam kategori III B yaitu penggunaan antibiotik terlalu singkat mendapatkan nilai presentasi tertinggi sebesar 52%, kategori II B 2 %, kategori II A 13%, kategori IV A 6%, kategori IV B 27%.

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

DIKA WAHYUNINGTIAS RAHAYU; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2023 · Book · Open Access

Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggungjawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan adalah konsep dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan dan pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 98 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis multivariat dengan uji secara simultan (uji f) dan parsial (uji t). Data hasil penelitian menghasilkan kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 88% (baik), kehandalan 79% (baik), ketanggapan 73% (baik), jaminan 76% (baik), empati 72% (baik), dan tingkat kepuasan pelanggan 82% (sangat puas). Hasil pengujian simultan (uji f) dimensi bukti langsung, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Pada pengujian secara parsial (uji t) tidak ada dimensi yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan.

PENGUKURAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK SAMBUJA PABUARAN-BOJONGGEDE

Nanang Hermawan; SITI FATIMAH; Wati Kusniati
2023 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu dengan apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkna pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Kepuasan merupakan fungsi dari kinerja dan harapan. Jika kinerja dibawah harapan maka konsumen tidak puas, sebaliknya bila kinerja memenuhi harapan maka konsumen akan puas dan konsumen akan sangat puas jika kinerjanya melebihi harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian terhadap lima dimensi, jenis penelitian ini yang dilakukan yaitu penelitian deskriptif, cara pengambilan sampel yaitu dengan cara purposive sampling dengan kriteria berumur 26-65 tahun. Dapat berkomunikasi dengan baik, bersedia diwawancarai dengan mengisi kuesioner, keluarga pasien atau pasien yang berkunjung di Apotek Sambuja Pabuaran Bojonggede. Berdasarkan perhitungan tingkat kepuasan pasien terhadap indikator kehandalan (reliability) sebesar 3,90 memberikan nilai puas, ketanggapan (responsiveness) 4,16 memberikan nilai puas, keyakinan (assurance) sebesar 4,01 memberikan nilai puas, empati (emphaty) sebesar 4,01 memberikan nilai puas, fasilitas berwujud (tangible) sebesar 4 dengan memberikan nilai puas.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM WAJAH EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus x aurantifolia (Christm) Swingle.)

Anna P. Roswiem; ERMAWATI; Eem Masaenah
2023 · Book · Open Access

Serum merupakan bentuk sediaan kosmetik yang mudah untuk diaplikasikan ke kulit dalam jumlah yang sedikit dan mampu memberikan perasaan nyaman pada pengguna. Keunggulan utama dari sediaan serum adalah dapat menghasilkan efek yang diinginkan lebih cepat karena mengandung zat aktif dengan konsentrasi tinggi dan cepat diabsorbsi kulit. Daun dan kulit buah jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid, yang berperan dalam menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun jeruk nipis (XDJ) dan kulit jeruk nipis (XKJ), mendapatkan formulasi serum wajah dari XDJ dan XKJ yang diuji aktivitas antioksidannya, serta yang memenuhi syarat mutu fisik sediaan. Kemudian serum wajah dibuat dengan variasi formula ekstrak daun jeruk nipis F1 (0,50%) dan F3 (0,80%) ,serta ekstrak kulit jeruk nipis F2 (0,50%) dan F4 (0,80%). Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian menunjukan XDJ mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan XKJ mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Aktivitas antioksidan pada XDJ dan XKJ memiliki hasil IC50 berturut-turut 69,740 ppm dan 50,297 ppm. Aktivitas antioksidan pada sediaan serum wajah F1, F2, F3, dan F4 dengan IC50 berturut-turut 88,622 ppm, 74,012 ppm, 66,732, 60,494 ppm, dan semua formulasi sediaan serum wajah memenuhi mutu fisik sediaan.

EKSTRAK METABOLIT EKSTRASELULER Lactobacillus fermentum B978 SEBAGAI ANTIOKSIDAN

DELENA; Harry Noviardi; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang banyak digunakan dalam produksi susu fermentasi yang memiliki efek positif pada kesehatan saluran pencernaan. Ekstrak ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978 memiliki senyawa metabolit yang diduga berpotensi sebagai antioksidan.Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas antioksidan yang terdapat pada metabolit ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978. Analisis metabolit ekstraseluler bakteri Lactobacillus fermentum B978 diperoleh dari hasil fermentasi susu UHT rendah lemak yang disentrifugasi. Supernatan diuji antioksidan dengan metode 1,1- difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif, untuk memeroleh nilai IC50 yang ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak ekstraseluler diperoleh nilai IC50 sebesar 23,745 ppm yang lebih besar dari aktivitas antioksidan vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 7,023 ppm masuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat

TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS KESEHATAN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS MULYAHARJA BOGOR

Andi Ahriansyah; Tunggal Bagus Wahono; WELIUS
2023 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terpadu dalam mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah obat serta masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan adalah perasaaan seseorang yang timbul setelah membandingkan hasil kinerja dengan harapan, perasaan tersebut dapat berupa perasaan senang atau kecewa. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Mulyaharja. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Seluruh pasien BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari Instalasi Puskesmas Mulyaharja periode Mei- Juli 2021 digunakan sebagai populasi pada penelitian ini. Sampel penelitian sebanyak 100 orang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (76%), usia mayoritas 26-35 tahun (44%), pendidikan SMA (41%), dan pekerjaan wiraswasta (33%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Mulyaharja menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan adalah (79,6%), dimensi empati (79,6%), dimensi jaminan (78,6%), dimensi ketanggapan (77,2%), dan dimensi bukti fisik sebanyak (74,8%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan di Instalasi Puskesmas Mulyaharja adalah puas dengan persentase sebanyak (77,9%).

IDENTIFIKASI DRPs RESEP POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI DENGAN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PERMATA JONGGOL

ANNISA EKA FEBRYANTI; Andi Ahriansyah; Fitri Purbandini
2023 · Book · Open Access

Diabetes merupakan istilah yang menggambarkan sekelompok gangguan metabolisme yang diidentifikasikan dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Komplikasi kronis banyak terjadi pada lansia yang menderita diabetes melitus. Pada kondisi tersebut kebutuhan untuk minum obat dalam jumlah banyak sering kali dibutuhkan. Hal ini mendorong terjadinya over prescribing atau polifarmasi sehingga dapat meningkatkan risiko kejadian DRPs (Drug Related Problems). Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap data sekunder resep dan rekam medik pasien yang kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan format S-O-A-P (Subjective-Objective-Assesment-Plan). Pada penelitian ini Plan diganti dengan Recommendation karena data yang dievaluasi sudah terjadi. Dari 52 pasien yang dianalisis, diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin perempuan sebanyak 59,6% yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak adalah pada kelompok usia 60-74 tahun yaitu sebanyak 92,31%. Sebanyak 35 pasien (67,3%) dari 52 sampel pasien mengalami kejadian DRPs. Dan sebanyak 61 kasus DRPs teridentifikasi yang terdistribusi ke dalam kategori interaksi obat (72,1%), obat tanpa indikasi (16,4%), indikasi tanpa obat (8,2%) dan dosis obat terlalu tinggi (3,3%). Sedangkan kategori dosis obat terlalu rendah tidak ditemukan pada semua sampel yang dianalisis.

ANALISIS RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT AZRA BOGOR

MUTIARA SHIMA; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit yang menyebabkan peradangan akut parenkim pada paru-paru (PDPI, 2014), sehingga dibutuhkan terapi empiris yaitu agen antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak rasional dapat memberikan dampak negatif, seperti meningkatkan efek samping dan toksisitas, serta resistensi antibiotik terhadap bakteri. Metode Gyssens adalah salah satu indikator untuk menilai ketepatan pemakaian antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotik pasien pneumonia rawat inap di RS Azra Bogor dengan menggunakan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data sosiodemografi pasien pneumonia paling banyak yaitu pasien laki-laki sebanyak 48 orang dengan persentase 62% dan pada usia lansia akhir sebanyak 27 orang dengan persentase 38%. Penggunaan antibiotik pasien pneumonia di RS Azra Bogor yang paling banyak yaitu antibiotik seftriakson dengan persentase 36%. Evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode gyssens menunjukkan kategori 0 yaitu penggunaan antibiotik yang rasional sebanyak 37 peresepan dengan persentase 48%.

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

Ferry Effendi; LENI LOVITA; Nidaul Hasanah;
2023 · Book · Open Access

Hipertensi seringkali disebut pembunuh senyap dengan gejala yang dapat bervariasi. Hipertensi secara umum didefinisikan dengan kondisi tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan minum obat antihipertensi yang kurang baik dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat antihipertensi yang teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran penyakit penyerta pasien hipertensi, gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi, gambaran tekanan darah dan hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSU Jampangkulon Sukabumi periode Februari-Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode prospektif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran sosiodemografi untuk usia 46-55 tahun sebanyak 38,2%, jenis kelamin perempuan sebanyak 58,8% dan pendidikan SD sebanyak 51,5%. Gambaran penyakit penyerta diabetes sebanyak 55,9%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi kategori sedang sebanyak 45,6%. Gambaran tekanan darah terkontrol sebanyak 79,4%. Ada Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah yaitu didapat nilai signifikasi p=0,001 ≤ 0,05.

KADAR β-SITOSTEROL HASIL ISOLASI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

Lilik Sulastri; MUHAMMAD ZULFADHLI; Partomuan Simanjuntak
2023 · Book · Open Access

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan pankreas gagal memproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa). Pada umunya pengobatan diabetes melitus menggunakan terapi insulin dan berbagai obat-obatan sintetik, namun pengobatan tersebut memiliki efek samping, maka perlu dicari alternatif lain dengan pengobatan herbal. Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp) adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menentukan kadar β- sitosterol dari fraksi etil asetat daun salam yang memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), setelah itu dilakukan pencarian sub fraksi etil asetat dipisahkan dengan metode kromatografi kolom dan KLT serta dipandu dengan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase hingga diperoleh isolat. Isolat diidentifikasi menggunakan spektro UV-Vis dan IR serta ditentukan kadarnya. Hasil penelitian menujukkan bahwa isolat 4.5 merupakan β-sitosterol yang memiliki aktivitas IC50 sebesar 93,7 ppm dalam menghambat enzim α-glukosidase, dengan kadar β-sitosterol 177,13 mg/gram.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS KOMBINASI DOSIS TETAP KATEGORI 1 PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU RAWAT JALAN DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

Fredy Arifta Nasel; Nidaul Hasanah YULI MARLIANI
2023 · Book · Open Access

Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Kategori 1 meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian serta keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RSU Jampangkulon Sukabumi, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Juli-Desember 2021 dengan sampel sebanyak 66 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukan sosiodemografi : jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki 45 pasien (68%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun (Dewasa Awal) 31 pasien (47%.), berat badan terbanyak yaitu 38-54 kg sebanyak 43 pasien (65%). Profil penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Kategori 1 dengan Fase intensif 66 pasien (100%), Fase lanjutan 61 pasien (92%). Evaluasi pengobatan antituberkulosis menunjukan tepat obat fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat indikasi fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat dosis pada fase intensif (92,2%) dan fase lanjutan (92,2%), tepat lama pemberian obat pada fase intensif (100%) fase lanjutan (92,2%). Keberhasilan pengobatan antituberkulosis paru yang ditandai dengan pemeriksaan BTA negatif 59 pasien (89%) BTA positif 7 pasien (11%).

ENKAPSULASI BAKTERI PROBIOTIK Lactobacillus fermentum DENGAN TERLAPIS KITOSAN

ALGI RAMDONI; Harry Noviardi; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access

Kelangsungan hidup probiotik dalam produk pangan dan seluruh pencernaan saat ini masih rendah. Untuk meningkatkan peran probiotik dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan maka probiotik yang terdapat dalam makanan perlu dilindungi dan dipertahankan jumlahnya melalui enkapsulasi probiotik dengan material enkapsulasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk enkapsulasi bakteri Lactobacillus fermentum dengan terlapis kitosan, mengetahui efisiensi enkapsulasi, dan viabilitas bakteri setelah enkapsul bakterinya direndam dalam cairan asam lambung, serta mengetahui bentuk dan keadaan permukaan kapsul bakteri melalui analisis Scanning Electrone Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan enkapsulasi bakteri L. fermentum terlapis kitosan dapat dilakukan pada matriks enkapsulasi natrium alginat 1%, 2%, dan 3% dengan masa kapsul berturut-turut 23,02 gram, 13,85 gram, dan 19,5 gram dan memiliki jumlah koloni bakteri 3,2 x 107 CFU/gram, 8,9 x 107 CFU/gram, dan 3,1 x 107 CFU/g. Efisiensi enkapsulasi yang terbaik didapatkan pada matriks natrium alginat 2%, yaitu 45,18%. Viabilitas enkapsulasi bakteri setelah direndam dalam cairan simulasi asam lambung pH 6,0 adalah 64%. Analisis morfologi enkapsulasi probiotik bakteri Lactobacillus fermentum dengan SEM menunjukkan butiran kapsul yang membulat dengan kerutan bergelombang, butiran terlapis kitosan lebih besar (θ =1400μm – 1600μm) dengan permukaan lebih kasar dari pada butiran tak terlapis kitosan (θ = 450μm – 800μm).