Sebanyak 1914 item atau buku ditemukan

PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA METABOLIT BAKTERI LACTOBACILLUS DAN PEDIOCOCCUS TERHADAP PROTEIN 3CL PROTEASE SARS-COV-2

No.780 COVID-19 merupakan salah satu penyakit infeksi pernapasan menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. 3CL protease merupakan salah satu struktur dari virus SARS-CoV-2 yang memiliki peran dalam replikasi perbanyakan virus. Bakteri Asam Laktat (BAL) dapat memproduksi metabolit seperti asam laktat, hidrogen proksida, dan bakteriosin yang telah dipelajari kemampuannya untuk menurunkan aktivitas virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh kandidat senyawa potensial yang dapat berinteraksi dengan protein 3CL protease dengan metode penambatan molekul menggunakan perangkat lunak Autodock Vina, PLANTS, dan Molegro Virtual Docker. Berdasarkan hasil penambatan tersebut didapatkan 10 kandiat senyawa metabolit bakteri Lactobacillus dan Pediococcus yang mempunyai potensi sebagai antivirus SARS-CoV-2 yaitu Asam Tetradekanoat, Asam Heksadekanoat, Tetradekana, Heksadekana, Asam Dodekanoat, (Z)-9-Oktadekenamida, Dodekana, Heptil Hidroperoksida, Asam Eikosanoat, dan Undekana. Namun hasil penambatan molekul dengan menggunakan tiga perangkat lunak tersebut masih memiliki aktivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan senyawa pembanding Lopinavir. Berdasarkan hasil analisis visualisasi hasil penambatan, senyawa tersebut menunjukan adanya interaksi terhadap asam amino protein 3CL protease SARS-CoV-2. Hasil analisis Lipinski’s Rule of Five serta analisis toksisitas menunjukan bahwa senyawa uji sudah masuk kriteria obat oral dan tidak bersifat toksik maupun karsinogenik

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI POLI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SALAK BOGOR

No.781 Hipertensi adalah penyakit yang ditandai dengan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi dan farmakologi. Terapi farmakologi golongan obat yang sering diberikan yaitu: penghambat RAS (ACEI dan ARB), CCB, beta blocker, alpha blocker dan diuretik. Adapun penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien poli rawat jalan di Rumah Sakit Salak Bogor. Metode pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Total penderita hipertensi sebanyak 426 pasien selanjutnya diambil sampel sebanyak 81 pasien. Karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 54,32% dan perempuan 45,68%. Karakteristik berdasarkan umur yang terbanyak adalah kelompok manula (lebih dari 65 tahun) 37%, lansia awal 32,10%, lansia akhir 21%, dewasa akhir 9,90%. Dengan pola penggunaan obat antihipertensi secara monoterapi 29,63%, kombinasi 2 obat 43,57%, kombinasi 3 obat 24,69% dan kombinasi 4 obat 11,11%. Selain itu, dilakukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi di Rumah Sakit Salak Bogor periode Oktober – Desember 2020 dengan literatur Indonesia Society of Hypertension (InaSH) tahun 2019, yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 77,78% dan tepat dosis 95,06%.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

No.782 Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh penyakit menular dari manusia ke manusia. Timbulnya gejala biasanya sangat cepat dalam beberapa jam atau paling lama dalam beberapa hari. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan menimbulkan infeksi dan resiko timbulnya resistensi. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien, gambaran kategori penyakit ISPA, gambaran penggunaan antibiotik ISPA dan mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan panduan Pharmaceutical Care 2005 dan Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter 2013 meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian dan tepat frekuensi pada pasien ISPA di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data sekunder secara retrospektif dengan data sekunder berupa rekam medik sebanyak 96 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi berjenis kelamin perempuan lebih tinggi sebanyak 56 pasien (58%), usia paling tinggi 17-25 tahun sebanyak 25 pasien (26%), Kategori penyakit ISPA terbanyak yaitu faringitis sebanyak 68 pasien (71%). Antibiotik yang digunakan pada ISPA 100% diberikan antibiotik amoksisilin dengan evaluasi ketepataan obat yaitu 100% , ketepatan dosis 100%, ketepatan frekuensi 100% dan ketepatan lama pemberian 0 pasien (0%). Hasil dapat disimpulkan penggunaan antibiotik pasien ISPA cukup tinggi dan ketepatan lama pemberian yang masih tidak rasional.

UJI INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE SECARA IN VITRO EKSTRAK ETANOL 70% KENTOS KELAPA (Cocos nucifera L.)

No.783 Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit gangguan metabolik dikarenakan insulin yang diproduksi oleh pankreas tidak cukup atau tubuh kurang berdaya mengaplikasikan insulin yang dihasilkan secara efektif. Pengobatan DM bisa dilakukan dengan terapi insulin atau oleh antidiabetik oral seperti penghambat α- glukosidase. Obat penghambatan enzim α-glukosidase digunakan untuk DM tipe 2. Banyak tumbuh-tumbuhan yang memiliki aktivitas menghambat enzim α- glukosidase, diantaranya tumbuhan yang mengadung flavonoid. Tujuan dilakukannya penelitian ialah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak etanol 70% kentos kelapa menggunakan metode maserasi. Pengujian hambatan enzim α-glukosidase dilakukan secara in vitro dengan menggunakan ELISA Reader (Bioteck). Kandungan fitokimia ekstrak etanol 70% kentos kelapa menunjukan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan terpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase menunjukan rata-rata pada tiap ulangan persen inhibisi berturut-turut pada ekstrak adalah 2,144%, 1,942%, 2,063%, 2,589%, dan 3,762%, dan pada akarbosa berturut-turut adalah 30,284%, 70,478%, 81,913%, 93,832% dan 97,99%

EVALUASI PENGGUNAAN AMOKSISILIN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA PEDIATRI DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

No.784 Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menjadi penyebab utama mortalitas serta morbiditas penyakit infeksi dunia, menyebabkan tingginya penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik anak harus diperhatikan dengan benar. Masalah yang sering terjadi pada resep anak yakni menerima dosis berlebih (menyebabkan toksisitas) atau dosis kurang (menyebabkan resistensi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien ISPA pediatri, gambaran penyakit ISPA pediatri, pola penggunaan amoksisilin pada pengobatan ISPA pediatri dan mengetahui ketepatan penggunaan amoksisilin pada pasien ISPA pediatri dengan melihat tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005 dan Panduan Praktik Klinik Bagi dokter (IDI) edisi 1 tahun 2013. Penelitian ini meggunakan metode deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder penelitian ini diambil secara retrospektif dari simpus pasien, berjumlah 88 pasien periode September- Desember 2020 di Puskesmas Bogor Selatan. Hasil penelitian menunjukkan umur yang mendominasi yaitu 4-5 tahun sebanyak 66 pasien (75%), 48 pasien (55%) adalah laki-laki, dengan BB paling banyak ditemui yakni 13-19 kg sebanyak 78 pasien (89%). Terdapat 56 pasien (64%) tonsillitis dan 32 pasien (36%) faringitis dengan tingkat penggunaan amoksisilin 100%. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan penggunaan amoksisilin diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 41 pasien (47%), tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 100% tidak tepat.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ORAL PADA PASIEN DIARE BALITA DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

No.785 Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya, dengan frekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Dalam penatalaksanaan diare pada balita, obat yang digunakan terdiri dari oralit dan zink. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan pengobatan pada pasien diare balita di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospktif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September – Desember 2020.Sampel yang diambil sebanyak 106 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 2-3 tahun (54%), jenis kelamin laki-laki (61%), penggunaan oralit (38%), zink (1%), dan oralit+zink (61%). Evaluasi penggunaan obat oral pada pasien diare balita; Evaluasi tepat pemilihan obat oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 100% sudah tepat; Evaluasi tepat pemberian dosis oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 97%, 100%, dan 74% tidak tepat dosis; Evaluasi tepat interval/frekuensi zink 100% sudah tepat, oralit dan oralit+zink terdapat 97% dan 74% tidak tepat; Evaluasi tepat lama pemberian oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 100% sudah tepat.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RS MEDIKA DRAMAGA

No.772 Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau di berbagai organ tubuh yang lainnya. TB paru merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat. Untuk mencapai kesembuhan diperlukan pengetahuan yang baik dan keteraturan kepatuhan pengobatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RS Medika Dramaga. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif obeservasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi diambil dari seluruh pasien Tuberkulosis di RS Medika Dramaga. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 72 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberculosis di RS Medika Dramaga dengan nilai signifikansi 0,800

POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METABOLIT SEKUNDER BAKTERI ENDOFIT TANAMAN BAWANG DAYAK (Eleutherine sp.)

No.771 Tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai senyawa antioksidan. Bakteri endofit tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) sebagai bahan uji yang diisolasi dari suatu tanaman inang yang telah diketahui mampu menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman aslinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan isolat bakteri endofit tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi, golongan senyawa aktif yang terkandung dan senyawa aktif yang bersifat antioksidan. Pada penelitian ini, uji aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH dan secara kuantitatif dengan metode ABTS. Hasil pengujian menunjukkan dari 17 isolat bakteri endofit didapat 2 isolat yang menunjukkan adanya aktivitas antioksidan secara kuantitatif. Isolat bakteri endofit tersebut adalah BD TB 1.1 K memiliki nilai IC50 19,31 ppm dan BD TU 4 memiliki nilai IC50 54,40 ppm, dan trolox sebagai kontrol positif sebesar 4,04 ppm. Isolat BD TB 1.1 K dipilih dan diketahui memilliki golongan senyawa flavonoid sebagai antioksidan pada penapisan fitokimia yang dilanjut dengan pengujian analisis GC-MS. Hasil analisis GS-MS diduga senyawa 1-Nonadecene memiliki persentasi kemiripan 96% dan luas area yang tinggi 10,48% dan senyawa ini termasuk dalam golongan hidrokarbon alkena yang juga berperan sebagai metabolit bakteri.

EVALUASI PENATALAKSANAAN TERAPI PERDARAHAN PASCA PERSALINAN DI RUMAH SAKIT MARY CILEUNGSI HIJAU BOGOR

No.770 Berdasarkan SUPAS 2015, Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR) di Indonesia untuk periode tahun 2011-2014, adalah sebesar 305. Artinya terdapat 305 kematian ibu yang disebabkan karena kehamilan, persalinan sampai 42 hari setelah melahirkan pada periode tersebut per 100.000 kelahiran hidup, salah satu penyebabnya adalah perdarahan postpartum. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kesesuaian terapi perdarahan postpartum di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau Bogor periode Januari 2020 – Februari 2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini sebanyak 54 pasien, penelitian ini menunjukan perdarahan postpartum sebesar 12,85 %, distribusi frekuensi usia terbesar pada usia 20 – 35 tahun ( 74 % ), paritas tertinggi pada kelahiran ke 1 ( 47 % ), yang mendapatkan trasfusi darah ( 28 %). Obat yang digunakan oksitosin ( 100 %), Methergin (85,185 %), Misoprostol (16,667 %), Asam tranexamat (12,963%) dan obat lain yang digunakan Antibiotik (100%), Obat antihipertensi (14,815%), Analgetik(100%), Vitamin (100%), Hasil evaluasi terapi penatalaksanaan PPS 100 % sesuai dengan panduan POGI ( 2016).

AKTIVITAS PENUMBUH RAMBUT TIKUS JANTAN DARI SEDIAAN HAIR TONIC KOMBINASI EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) DAN DAUN KACANG PANJANG (Vigna unguiculata subsp. Sesquipedalis (L.) Verdc.)

No.769 Permasalahan rambut yang sering timbul yakni kerontokan akut ataupenipisan rambut sehingga menimbulkan kebotakan yang disebabkan oleh aktivitas diluar ruangan yang berlebihan atau abnormalitas bawaan. Ekstrak daun kacang panjang dan daun mangkokan perbandingan 1 : 1 telah dilakukan penelitian sebelumnya memiliki aktivitas sebagai penumbuh rambut yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif minoksidil. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan hair tonic kombinasi ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) dan daun kacang panjang (Vigna unguiculata subsp. Sesquipedalis (L.) Verdc.) perbandingan 1 : 1 konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5%, kombinasi ekstrak daun mangkokan dan kacang panjang selanjutnya dibuat sediaan hair tonic dan dilakukan uji aktivitas sebagai penumbuh rambut. Uji aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengoleskan sediaan hair tonic pada punggung tikus lalu diamati panjang rambut pada minggu ke1, 2, 3 dan bobot rambut pada minggu ke 3. Hasil menunjukan sediaaan kombinasi hair tonic ekstrak daun mangkokan dan daun kacang panjang konsentrasi 7,5% memiliki aktivitas penumbuh rambut yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif minoksidil.