Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Perbandingan Kombinasi Daun Pepaya (Carica papaya L.) Hook.f. & Thomson) yang memiliki aktivitas penambah nafsu makan pada mencit putih jantan

No. 411 Daun pepaya dan batang brotowali sudah digunakan oleh masyarakat sebagai ramuan yang dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan. Masyarakat biasanya menggunakan daun pepaya dan batang brotowali segar ini dengan cara direbus kemudian diminum sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis optimal dari kombinasi antara daun pepaya dan batang brotowali yang memiliki aktivitas penambah nafsu makan pada mencit putih jantan. Penapisan fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam masing-masing tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan metode infusa dan maserasi yang berlangsung selama 28 hari dengan menggunakan 12 kelompok perlakuan yaitu akuades (kontrol negatif), curvit® (kontrol positif), dosis tunggal dari infusa dan ekstrak masing-masing tanaman, kombinasi infusa dan ekstrak dari daun pepaya dan batang brotowali dengan perbandingan 3:1, 2:2, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang memberikan aktivitas penambah nafsu makan tertinggi dibandingkan dengan curvit® (kontrol positif) yaitu ekstrak kombinasi 1:3 dan infusa batang brotowali dengan kenaikan berat bdan sebesar 15,92 gram dan 15,71 gram. Analisis data dengan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Nemenyi diketahui bahwa masing-masing perlakuan memiliki perbedaan yang signifikan.

EFEKTIVITAS FLUOXETIN DIBANDINGKAN DENGAN SERTRALIN PADA GANGGUAN JIWA DEPRESI DI RUMAH SAKIT Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

No: 261 Gangguan jiwa depresi merupakan penyakit mental yang mempengaruhi mood,fisik, dan perilaku seseorang.Dalam pengobatan depresi secara farmakologi antidepresi golongan SSRI menjadi pilihan lini pertama karena hanya mengambil serotonin secara spesifik.Obat golongan SSRI yang direkomendasikan oleh DepKes RI yaitu Setralin dan Fluoxetin.Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas terapi antidepresi sertralin dibandingkan dengan fluoxetine pada pasien gangguan jiwa depresi di RS.Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor selama periode Januari 2013 sampai dengan Juni 2015.Efektivitas kedua obat tersebut dapat diketahui dari lama terapi pasien gangguan jiwa depresi.kemudian dianalisi secara deskriptif dan uji anova. Data yang diteliti sebanyak 59sampel.Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut pasien dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 52% dan pasien laki-laki sebanyak 48%.Berdasarkan pekerjaan, sebagai ibu rumah tangga 45%, swasta 27%, PNS 11%, pensiunan5%, dan yang tidak bekerja 5%.Pasien dengan terapi sertraline 14% dan fluoxetine 86%. H0 akan diterima jika H0 ditolak, jika P value ≤ α ; α = 0,05 dan H0 diterima, jika P value > α ; α = 0,05. Pada rawat jalan P value = 0,791 > 0,05. artinya H0 diterima lalu pada rawat inap P value = 0,410 > 0,05. Artinya H0 diterima. Perbandingan lama pengobatan rawat jalan dan rawat inap pasien gangguan jiwa depresi dengan terapi sertraline tidak berbeda nyata dengan lama pengobatan rawat jalan dan rawat inap pasien gangguan jiwa depresi dengan terapi antidepresi fluoxetine.