Sebanyak 14 item atau buku ditemukan

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN ANALISIS BIAYA PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RAWAT INAP KLINIK INSANI PERIODE OKTOBER-DESEMBER 2018

No. 552 Penyakit Demam Tifoid merupakan penyakit infeksi yang bersifat endemik dan merupakan salah satu penyakit menular yang tersebar hampir di sebagian besar Negara berkembang termasuk Indonesia dan menjadi masalah yang sangat penting. Antibiotik merupakan suatu kelompok obat yang paling sering digunakan untuk menyembuhkan penyakit infeksi.Biaya pelayanan kesehatan khususnya biaya obat telah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik serta biaya dan faktor – faktor yang mempengaruhi total biaya rawat inap pada pasien demam tifoid di klinik . Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data melalui data rekam medik dan catatan keuangan pasien yang terdiagnosa demam tifoid. Hasil penggunaan antibiotik dihitung sebagai Defined Daily Dose (DDD)/100 patient-day,kemudian biaya yang dikeluarkan dianalisa.hasil penelitian menunjukan bahwa antibiotik yang paling banyak di gunakan adaalah ceftriaxone dengan nilai DDD 87,61. Total biaya rata-rata yang dikeluarkan pasien rawat inap sebesar Rp 1,863,222 dan umur (p value 0,001),kelas perawatan (p value 0,000) serta jenis antibiotik (p value 0,003) termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi total biaya rawat inap,karena p value > 0,005 sedangkan jenis kelamin (p value 0,008) tidak termasuk faktor yang mempengaruhi total biaya rawat inap.

Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada pasien anak demam Tifoid rawat inap di rumah sakit Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2018

No. 531 Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien anak demam tifoid rawat inap di RS Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2018 . Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif dengan parameter karakteristik dan rasionalitas obat berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis (4T). Dari sampel 176 pasien anak demam tifoid menunjukkan bahwa pasien anak laki-laki sebesar 44,9% dan perempuan sebesar 55,1%, jumlah pasien tertinggi berada pada rentang usia 10-14 tahun sebesar 52,3% dan berat badan tertinggi pada berat 16-20 kg sebesar 36,9%. Parameter tepat pasien sebesar 100%, tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat sebesar 100%, serta tepat dosis sebesar 74 %.

Analisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan informasi obat (PIO) di Puskesmas Cileungsi kabupaten Bogor periode Otober- November tahun 2018

No. 481 Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker untuk memberikan informasi secara akuran, tidak bias dan terkini kepada dokter, perawat, profesi kesehatan lainnya dan pasien, untuk mencegah penggunaan obat yang salah dan adanya interaksi obat yang tidak dikehendaki. Kepuasan pelanggan merupakan perbedaan antara harapan dan hasil kerja yang diterimanya, jika hasil kerja yang diterima melebihi harapan maka terdapat kepuasan pasien terhadap pelayanan informasi obat (PIO) di Puskesmas Cileungsi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, hasil pengolahan data menggunakan skala Linkert dengan bantuan SPSS versi 16.00. Responden pada pelayanan informasi obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Cileungsi berusia 36-49 tahun sebanyak 39 responden, dengan tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 55 responden dan status pekerjaan bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 41 responden. Berdasarkan hasil uji skala Linkert didapatkan hasik presentasi sebesar 60,8%,yang termasuk dalam kriteria sangat puas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa responden merasa puas terhadap pelayanan informasi obat (PIO) di Puskesmas Cileungsi