HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN GANJA TERHADAP PENYALAHGUNAAN NAPZA JENIS LAIN DI JABODETABEK
Ketergantungan dan penyalahgunaan Napza bukan merupakan masalah baru di Indonesia. Diperkirakan di Indonesia terdapat peningkatan jumlah penyalahgunaan Napza dari tahun ke tahun. Beberapa ilmuwan menganggap ganja sebagai Gateway Drugs, dimana konsumsinya membuka kesempatan bagi kemungkinan memakai zat-zat psikotropika atau narkotika yang lebih berbahaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui hubungan tingkat penggunaan ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek. penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data menggunakan kuisioner CUDIT-R dan DAST-10. Penelitian ini dilakukan pada 60 responden pengguna ganja dan penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball Sampling. Hubungan tingkat pengguna ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan Tingkat penyalahgunaan ganja Cannabis Use sebanyak (83,33%), dan tingkat Cannabise Use Disorder sebanyak 16,67%. Tingkat penyalahgunaan napza jenis lain tingkat sedang sebanyak (78,33%), dan tingkat Subtansial sebanyak (21,67%). Hasil uji statistic (Chi-Square) nilai P Value = 0,123 > (0,05), hasil tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengguna ganja dengan tingkat penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.