BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Gagal Ginjal (renal atau kidney failure) merupakan kasus penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara akut (kambuhan) maupun kronik (menahun). Gagal kronik gejala awalnya muncul secara bertahap biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga penurunan fungsi ginjal tersebut tidak sering dirasakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji ketepatan obat berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi, pada pasien rawat jalan penderita gagal
ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Data yang digunakan adalah data
rekam medik, dengan data yang diambil meliputi , usia, jenis kelamin dan jenis obat yang digunakan pada pasien rawat jalan penderita gagal ginjal kronik periode Januari – Maret 2022. Data dianalisis dengan menggunakan data deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang diambil sebanyak 103 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan
data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 55,3%, usia terbanyak 56-65 tahun 31,1%, berat badan terbanyak 51,60 kg 35%. Distribusi pasien berdasarkan diagnosis penyakit penyerta terbanyak yaitu penyakit hipertensi dengan persentase 72,82%. Evaluasi ketepatan pengobatan berdasarkan tepat pasien diperoleh hasil sebanyak 99%, pada tepat obat sebanyak 98%, pada tepat dosis diperoleh sebanyak 83%, dan tepat frekuensi sebanyak 99%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit stadium akhir yang sangat
progresif dan irreversibel yang ditandai dengan ketidakmampuan fungsi ginjal
dalam mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit akibat
kerusakan struktur ginjal yang progresif dan dimanifestasikan oleh sisa metabolit
(toksin uremik) yang terakumulasi di dalam darah. Pasien GGK membutuhkan
terapi dalam jangka waktu lama, selain itu penderita yang disertai dengan
penyakit penyerta atau komplikasi akan mendapatkan beberapa terapi obat atau
kombinasi. Peluang terjadinya interaksi obat semakin tinggi, yang dapat
memperberat efek samping, meningkatkan atau menurunkan efektivitas
pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi obat pada
pasien GGK. Penelitiani ini merupakan penelitian deskriptif observasional.
Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode total sampling
berdasarkan data rekam medis dari 96 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan penderita terbanyak yaitu perempuan
(53,13%) dengan rentan usia terbanyak 46-55 tahun (30,21%). Penyakit penyerta
paling banyak yaitu hipertensi (72,92%). Penggunaan obat antihipertensi
terbanyak yaitu kombinasi 2 obat (45,83%) dan penggunaan obat selain
antihipertensi terbanyak yaitu golongan obat vitamin dan suplemen (77,08%).
Terdapat 85 potensi interaksi obat dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu
interaksi farmakodinamik (75,29%) dan level keparahan moderate (71,76%), serta
kejadian interaksi sebanyak 34 kejadian dengan mekanisme interaksi terbanyak
yaitu interaksi farmakodinamik (88,24%) dan level keparahan moderate (79,41%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia komplikasi GGK terjadi 80-90% karena defisiensi eritropoietin. Terapi
Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) pilihan utama di RSUD Ciawi. Gagal
Ginjal Kronik (GGK) termasuk 10 penyakit terbesar ke 7 di RSUD Ciawi. Tujuan
penelitian mengevaluasi keberhasilan tatalaksana Erythropoietin Stimulating
Agent (ESA) pasien Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi. Penelitian bersifat
deskriptif, pengumpulan data retrospektif dari data sekunder rekam medis, data
laboratorium Hb pasien. Pengambilan sampel dengan metode total sampling yaitu
seluruh pasien rawat jalan Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi periode Oktober-
Desember 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 47 pasien.
Hasil penelitian ini menunjukan gambaran sosiodemografi pasien Gagal Ginjal
Kronik (GGK) dengan komplikasi anemia rentang usia terbanyak 46-55 tahun 18
pasien (38,30%), jenis kelamin terbanyak laki-laki 25 pasien (53,19%). Gambaran
lama terapi Hemodialisa (HD) yaitu terbanyak ≤ 12 bulan 27 pasien (57,45%).
Gambaran frekuensi pemberian ESA terbanyak pada frekuensi 2 kali sebulan
bulan Oktober 26 pasien (55,31%), bulan November 33 pasien (70,21%) dan
bulan Desember 32 pasien (68,08%). Gambaran kadar rata-rata Hemoglobin (Hb)
pasien selama 3 bulan terapi ESA bulan Oktober 8,1 g/dl, November 7,9 g/dl,
Desember 8,4 g/dl. Gambaran keberhasilan terapi ESA kategori Hb meningkat
sebanyak 28 pasien (59,57%), kategori tetap sebanyak 4 pasien (8,52%), kategori
menurun sebanyak 15 pasien (31,91%).