Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 88 dari 125

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% KOMBINASI DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

Harry Noviardi; POPY AUDINA OCTAVIANI; Sofyan Ramani
2021 · Book · Open Access

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji : daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar 20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat

AKTIVITAS TABIR SURYA DARI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)

Eem Masaenah; HILDA FAHIRA MALIHATUNNISA; Inawati
2021 · Book · Open Access

Tabir surya merupakan zat yang mengandung bahan pelindung kulit terhadap sinar UV. Tabir surya alami dapat berasal dari tanaman yang banyak mengandung senyawa fenolik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) dan daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa antioksidan golongan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol 70% daun alpukat dan daun sirsak secara tunggal maupun kombinasi dengan metode spektrofotometri. Ekstrak tunggal maupun kombinasi dibuat konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250 ppm. Perbandingan kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun sirsak dibuat 1:1, 1:2, dan 2:1. Hasil penelitian nilai SPF ekstrak daun alpukat dan daun sirsak pada 5 konsentrasi tersebut termasuk kategori perlindungan minimal. Nilai SPF tertinggi konsentrasi 250 ppm untuk ekstrak daun alpukat dan daun sirsak sebesar 2,4375 dan 7,7812. Kombinasi dengan perbandingan 1:2 mempunyai aktivitas tabir surya paling tinggi, konsentrasi 250 ppm dengan nilai SPF 19,873 termasuk kategori perlindungan sedang.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DALAM PENGOBATAN TB PARU DI PUSKESMAS CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

Fredy Arifta Nasel; RANI AFRIANI; Restu Permatasari
2021 · Book · Open Access

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kepatuhan pengobatan tuberkulosis berlangsung cukup lama dan memerlukan tingkat kepatuhan tinggi untuk mencegah resistensi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam pengobatan adalah faktor predisposing meliputi sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan, dan sikap. Faktor enabling meliputi ketersediaan sarana atau fasilitas kesehatan dan faktor reinfactoring yaitu dukungan keluarga dan peran PMO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi faktor predisposing dan faktor reinfactoring terhadap kepatuhan dalam pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini 67 sampel ditentukan dengan metode purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel faktor predisposing dan faktor reinfactoring dengan kepatuhan dalam pengobatan TB paru dengan nilai (p-value < 0,05) adalah ditunjukan tidak berhubungan dengan pengetahuan (p value = 0,514), sikap responden (p value = 0,233), motivasi keluarga (p value = 0,117), dan peran PMO (p value =0,077).

HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN GANJA TERHADAP PENYALAHGUNAAN NAPZA JENIS LAIN DI JABODETABEK

Febi Ishfahani; MOHAMAD FAUZI ILYASA; Silvi Nurafni
2021 · Book · Open Access

Ketergantungan dan penyalahgunaan Napza bukan merupakan masalah baru di Indonesia. Diperkirakan di Indonesia terdapat peningkatan jumlah penyalahgunaan Napza dari tahun ke tahun. Beberapa ilmuwan menganggap ganja sebagai Gateway Drugs, dimana konsumsinya membuka kesempatan bagi kemungkinan memakai zat-zat psikotropika atau narkotika yang lebih berbahaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui hubungan tingkat penggunaan ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek. penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data menggunakan kuisioner CUDIT-R dan DAST-10. Penelitian ini dilakukan pada 60 responden pengguna ganja dan penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball Sampling. Hubungan tingkat pengguna ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan Tingkat penyalahgunaan ganja Cannabis Use sebanyak (83,33%), dan tingkat Cannabise Use Disorder sebanyak 16,67%. Tingkat penyalahgunaan napza jenis lain tingkat sedang sebanyak (78,33%), dan tingkat Subtansial sebanyak (21,67%). Hasil uji statistic (Chi-Square) nilai P Value = 0,123 > (0,05), hasil tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengguna ganja dengan tingkat penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.

EVALUASI DRUGS RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN KANKER PAYUDARA RAWAT JALAN YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD KOTA BOGOR

Dian Ekasari; Ferry Effendi; MUHAMMAD TAUFIK RACHMAN
2021 · Book · Open Access

Drug Related Problems (DRP’s) merupakan kejadian yang tidak diinginkan yang menimpa penderita dengan terapi obat. Dalam pemberian terapi obat kepada penderita seorang farmasis diharapkan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat DRP’s baik yang telah terjadi atau berpotensi terjadi. Identifikasi DRP’s dalam pengobatan penting dalam rangka mengurangi kematian serta biaya terapi. Beberapa jenis masalah yang berhubungan dengan obat yaitu adanya penyakit yang tidak terobati, adanya obat yang tidak memiliki indikasi, adanya obat dengan dosis yang tidak tepat, penggunaan obat yang tidak tepat waktu, dan terjadi Advere Drug Reaction (ADR) seperti efek samping, keracunan, reaksi alergi makanan. Telah dilakukan penelitian pada Penderita Pasien Kanker Payudara yang menjalani Kemoterapi Di RSUD Kota Bogor yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian DRP’s, penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan kejadian DRP’s yang dievaluasi sebanyak 100 pasien yang memenuhi kategori inklusi. Hasil evaluasi menunjukan 40 kasus yang meliputi diantaranya DRP’s terbanyak terjadi pada kasus interaksi obat yaitu sebesar 20 kejadian (20%), kemudian Drug Related Problems (DRP’s) juga terjadi pada kasus terapi tanpa indikasi sebanyak 10 kejadian (10 %), over dosis sebanyak 9 kejadian (9%), dan dosis subterapetik 1 kejadian (1 %).

KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), DAN KOMBINASINYA

EKA ROHMATUL FAZRIAH; Herson Cahaya Himawan; Lilik Sulastri
2021 · Book · Open Access

Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1. Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak; 17,6 mg QE/g ekstrak.

AKTIVITAS DAN KINETIKA INHIBISI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAYU MANIS JAWA (CINNAMOMUM VERUM) TERHADAP ENZIM a-GLUKOSIDAS

Anna P. Roswiem; Herson Cahaya Himawan; NOVIANTI TRY UTAMI
2021 · Book · Open Access

Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na. Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa (C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435 g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.

GAMBARAN INTERAKSI OBAT POTENSIAL ANALGETIK ANTIINFLAMASI NON STEROID (AINS) PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIPAKU BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2019

Ana Lusina; Andi Ahriansyah; LUFFY ISMIATU SADELLA
2021 · Book · Open Access

Interaksi obat adalah keadaan saat suatu zat berpengaruh terhadap aktivitas obat yang akan menimbulkan peningkatan efek atau penurunan, atau mungkin akan menimbulkan efek baru. Interaksi ini akan terjadi dari kesalahan dalam penggunaan yang disengaja atau karena kurangnya pengetahuann mengenai bahan-bahan aktif yang terkandung dalam zat tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien dan profil penggunaan obat Hipertensi dan Analgetik AINS secara bersamaan, dan tingkat keparahan interaksi obat potensial yang terjadi di Puskesmas Cipaku Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Hasil penelitian dari 141 data menunjukan, jenis kelamin pada pasien paling banyak terjadi pada perempuan sebesar 105 (74%) dan usia tertinggi terjadi pada 56-65 tahun sebanyak 50 pasien (36%), dan pekerjaan paling banyak sebagai IRT sebanyak 104 pasien (73,76%). Obat hipertensi yang paling banyak digunakan yaitu amlodipin sebanyak 129 (91%) dan obat analgetik AINS yang paling banyak digunakan yaitu natrium diklofenak sebesar 107 (76%). Hasil penelitian jumlah interaksi obat potensial sebanyak 141 kejadian interaksi dengan tingkat keparahan (100%) moderat, kejadian yang paling banyak terjadi pada kombinasi amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 97 kejadian (68.8%).

PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI YANG MENGGUNAKAN OBAT AMLODIPINE DAN CANDESARTAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD SEKARWANGI

ANA NUR AMALIA; Firsa Novellasari; Siti Mariam
2021 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan didunia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari suatu periode. Menurut Word Health Organizations (WHO) batasan normal tekanan darah adalah 120/80 mmHg, sedangkan seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan darahnya > 140/90 mmHg. Batasan WHO tersebut tidak membedakan usia atau jenis kelamin. Penelitian bertujuan untuk membandingkan penurunan tekanan darah obat anti hipertensi amlodipine dan candesartan pada pasien hipertensi berdasarkan lama penggunaan obat terhadap outcome terapi, yaitu lama penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik di RSUD Sekarwangi. Desain penelitian yang dipilih obsevasi dan pengambilan data dilakukan secara cross-sectional dari data retrospektif pada pasien hipertensi rawat inap. Data yang dikumpulkan adalah rekam medik dan resep penderita hipertensi rawat inap dari bulan Januari- Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 128 sampel. Hasil penelitian diperoleh data pada pasien perempuan (55%), usia 56-65 tahun (40%), pendidikan SD (55%), status pekerjaan tidak bekerja (50%). Obat yang digunakan paling banyak amlodipine (93%). Lama rawat paling lama 4 hari (30%), dan 5 hari (30%). Rata-rata penurunan TD obat amlodipine untuk TD Sistol 64,07, diastolik 63,96 mmHg untuk candesartan TD sistol 70,17, dan diastolik 71,61. Berdasarkan uji statistik , uji Mann Whitney dengan nilai α 0,005, diperoleh nilai untuk sig sitolik 0,634, dan diastolik 0,546. Penurunan tekanan darah menggunakan obat antihipertensi yaitu amlodipine dan candesartan yang digunakan pada pasien hipertensi di rawat inap Di RSUD Sekarwangi periode Januari-Desember 2019 tidak berbeda nyata. Dari uji normalitas Mann-whitney test. Disimpulkan bahwa setelah 1-7 hari menjalani terapi, tekanan darah sitolik : 0,634 dan diastolik : 0,546 pasien yang mendapatkan amlodipine dan candesartan tidak berbeda nyata.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETILASETAT DAUN SIRIH HIJAU (Piper Betle Linn) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

Achmad Fauzi Isa; Eem Masaenah; HASNAH BAINATI
2021 · Book · Open Access

Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT FMC BOGOR

Aulia Irfaniafshah; BILZON GOMBUINIS TOBIA; Fredy Arifta Nasel
2021 · Book · Open Access

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikiatri yang kompleks , ditandai dengan adanya gangguan berpikir berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau dan perubahan perilaku. Penanganan skizofrenia salah satunya dengan menggunakan pengobatan antipsikotik. Obat antipsikotik merupakan terapi utama yang efektif mengobati skizofrenia. Antipsikotik dibedakan menjadi dua generasi, yaitu generasi pertama (tipikal) dan generasi kedua (atipikal). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit FMC Bogor. Parameter evaluasi meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian obat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Data yang digunakan diambil dari rekam medik 96 pasien yang berusia 16 – 45 tahun periode Januari – Desember 2019. Dari hasil penelitian, skizofrenia lebih banyak dialami oleh laki-laki (62%) dan berusia 26-35 tahun (42%). Gambaran penggunaan antipsikotik terbanyak adalah antipsikotik golongan atipkal : Risperidon, Klozapin sebanyak 50 pasien (52%), antipsikotik golongan tipikal : Haloperidol, Klorpromazin sebanyak 5 pasien (5,2%) dan antipsikotik kombinasi atipikal dan tipikal : Risperidon + Klozapin + Haloperidol sebanyak 29 pasien (30%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan obat antipsikotik yaitu kategori tepat obat 96%, tepat pasien 96%, tepat dosis 97%, tepat frekuensi pemberian obat 97%.

PENGARUH KADAR GULA DARAH TERHADAP WAKTU RIGOR MORTIS (KAKU MAYAT) JENAZAH DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUD CIAWI BOGOR

ACHMAD FARID; Barnad; Febi Ishfahani
2021 · Book · Open Access

Achmad Farid, 16010073, Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Waktu Rigor Mortis (Kaku Mayat) Jenazah Di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Ciawi Bogor, Skripsi, Program studi strata 1 (S1) Farmasi, STTIF Bogor, 2021. Kadar gula darah merupakan kadar glukosa yang terkandung dalam darah dalam suatu periode tertentu sebelum kematian (PERKENI, 2015). Tingginya kadar gula darah sangat berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan penyakit yang tidak menular dan dapat menyebabkan kematian. Kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Dimana cadangan gula dalam tubuh akan disimpan didalam otot sebagai glikogen dan ada sebagian dalam darah. Hal ini cadangan glikogen yang ada diotot akan mempengaruhi cepat atau lambatnya waktu rigor mortis. Gambaran usia pada sampel usia 36 tahun keatas sebanyak 83,33%, jenis kelamin 50% : 50%, riwayat penyakit sampel jenazah yang mempunyai riwayat diabetes sebanyak 20 pasien atau sebesar 66,67% , dan obat antibiotik sebanyak 36%. Gambaran kadar gula darah pasien sebelum meninggal dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL sebelum meninggal sebanyak 20 jenazah atau sebesar 66,67%. Gambaran waktu rigor mortis terbanyak di 60 menit sebanyak 10 jenazah atau sebesar 33,33%. Sedangkan waktu rigor mortis tercepat di 30 menit sebanyak 2 jenazah atau sebesar 7%. Pengaruh kadar gula darah terhadap waktu rigor mortis bahwa jenazah dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL mendominasi waktu rigor mortis di menit ke 60 setelah kematian dan sebanyak 10 jenazah. Sedangkan menit tercepat waktu rigor mortis di menit ke 30 setelah kematian mempunyai riwayat penyakit diabetes dengan kadar gula darah tinggi yaitu diatas ≥ 125 mg/dL dan tidak terkontrol. Jenazah yang mempunyai riwayat kadar gula darah ≥ 125 mg/dL mempengaruhi waktu rigor mortis lebih cepat yaitu 30 menit hingga 75 menit setelah waktu kematian. Hal ini dapat mempengaruhi alibi seseorang pada tindakan kriminal karena berhubungan dengan keterangan perkiraan waktu kematian yang ditentukan pada pemeriksaan rigor mortis (kaku mayat).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY LOTION EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.)

Eem Masaenah; NADDYA SYAFITRI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access

Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50 dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI, F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm, sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu 35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi 3.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT, ETANOL DAN AIR DARI BUAH SEGAR SAWO DUREN (Chrysophyllum cainito) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

AULIA PUSPITA SARI; Herson Cahaya Himawan; Rakhmat Ramdhani Alwie
2021 · Book · Open Access

Buah sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai antimikroba dan obat alternatif dalam pengobatan atau kontrol infeksi bakteri enterik. Sawo duren memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid, flavonoid, steroid dan glikosida jantung yang berasal dari ekstrak jus buah dan biji. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etil asetat, etanol 96%, dan air dari buah segar sawo duren. Uji aktivitas antibakteri ini dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren yang akan diuji dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% yang selanjutnya dilakukan uji aktivitas bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli di dapat hasil penghambatan pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak akuades yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai aktivitas terbaik 20,3 mm. Penghambatan terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli terdapat pada ekstrak etil asetat yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai 17,8 mm.

KRIM EKSTRAK AIR SARANGBURUNG WALET (Aerodramus fuchipagus) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM TIROSINASE

Lilik Sulastri; Sofyan Ramani; TIFA JANINA
2021 · Book · Open Access

Kosmetik yang banyak diminati di Indonesia adalah kosmetik yang berbasis whitening, dengan berbahan dasar sintetis yang penggunaan dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping, Sehingga peneliti tertarik untuk mencari alternatif bahan whitening alami yang dijadikan sediaan krim dengan kontrol positif asam kojat. Bahan alam yang dipilih adalah sarangburung walet (Aerodramus fuchipagus). Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, untuk mengetahui krim sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, dan mengetahui nilai optimal inhibisi tirosinase krim sarangburung walet. Ekstrak sarangburung walet diperoleh melalui proses hidrolisis dan freeze drying, kemudian dilakukan uji kualitatif, fitokimi, pembuatan krim. Pengujian inhibisi pada ekstrak dan krim dilakukan dengan menggunakan substrat L-tirosin dengan panjang gelombang 492 nm. Ekstrak sarangburung walet mengandung protein, karbohidrat dan saponin. Aktivitas inhibisi tirosinase pada ekstrak air sarangburung burung walet dengan nilai IC50 38.636,69 ppm dan krim A dan B dengan nilai > 50 ppm. Krim dinyatakan stabil dengan metode cycling test selama 6 siklus.

POTENSI SALEP ANTIJERAWAT EKSTRAK MAHKOTA BUNGA MAWAR (Rosa chinensis Jacq) TERHADAP BAKTERI (Propionibacterium acnes)

ASTARI SIMANJUNTAK; Eem Masaenah; Herson Cahaya Himawan
2021 · Book · Open Access

Jerawat adalah kelainan berupa peradangan pada lapisan pilosebaseus yang disertai penyumbatan dan penimbunan bahan keratin yang dipicu oleh bakteri. Salah satu agen utama penyebab terjadinya inflamasi jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Sediaan salep merupakan bentuk sediaan yang memiliki konsistensi yang cocok digunakan untuk terapi penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri. Bunga mawar merah (Rosa chinensis Jacq). mengandung flavonoid yang bersifat antibakteri yang merupakan turunan flavonoid yaitu senyawa antosianin. Senyawa ini merupakan zat pewarna alami yang larut air, mudah diserap tubuh yang berfungsi menghentikan infeksi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah terhadap bakteri Propionibacterium acne serta menetukan mutu fisik sediaan salep dari ekstrak mahkota bunga mawar merah. dengan uji menggunakan metode sumuran. mutu fisik meliputi: uji organoleptik, homogenitas, pH, uji daya sebar dan viskositas dari ekstrak sediaan salep mahkota bunga mawar merah. dibuat tiga formula sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak yang diformulasi kebasis sebesar 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukan ekstrak mahkota bunga mawar merah mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Aktivitas antibakteri ekstrak mahkota bunga mawar merah konsentrasi 5%, 10%, 15% diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 13,99 mm, 17,05 mm, 21,02 mm, 22,36 mm. Sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah F1, F2, dan F3 diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 11,2 mm, 12,83 mm, 17,8 mm, 21,94 mm yang menunjukan sediaan salep dengan kategori kuat pada konsentrasi 15%. Pada uji mutu fisik sediaan salep dengan hasil organoleptik warna coklat, aroma khas ekstrak mawar merah, memiliki pH 4,5-6,5 viskositas pada kisaran 2000-50000 cPs sesuai dengan literatur.

HUBUNGAN.DRUG RELATED.PROBLEMS (DRPs) KATEGORI.DOSIS.OBAT.ANTIHIPERTENSI.DENGAN KONDISI.TEKANAN.DARAH DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT DR. HAFIZ KABUPATEN CIANJUR

ANISA NURHASANAH; Fredy Ariefta Nasel; M. Reyhan Riksamuliman
2021 · Book · Open Access

Hipertensi.merupakan.salah.satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Pada pemberian obat antihipertensi sering terjadi Drug Related Problems (DRPs) kategori dosis. DRPs merupakan suatu kejadian yang berpotensi mengganggu keberhasilan penyembuhan yang dikehendaki. DRPs domain kategori dosis meliputi dosis obat terlalu rendah, dosis obat terlalu tinggi, frekuensi pemberian regimen dosis terlalu rendah, frekuensi pemberian regimen dosis terlalu tinggi, informasi waktu dosis salah, tidak jelas atau hilang. Tujuan penelitian.ini adalah untuk mengetahui.hubungan DRPs kategori dosis.pada pemberian obat antihipertensi dengan kondisi tekanan darah penderita hipertensi di rawat inap Rumah Sakit Dr. Hafiz Kabupaten Cianjur. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan desain retrospektif yang berasal dari rekam medis. Analisis.data.yang.digunakan adalah univariat.dan bivariat. Analisis data bivariat penelitian ini menggunakan analisis Chi square. Hasil penelitian dari 105 pasien secara total sampling diperoleh: pasien paling banyak berusia 56-65 tahun sebanyak 40 pasien (38,1%); pasien jenis kelamin perempuan 61 pasien (58,1%) dan laki laki 44 pasien (41,9%);.obat antihipertensi yang paling.banyak digunakan adalah Amlodipine sebanyak 75 resep (33,5%); kejadian DRPs kategori dosis pada pasien hipertensi sebesar 18 kejadian (17,1%); DRPs kategori dosis yang mengalami penurunan tekanan darah yang tidak tercapai yaitu 12 pasien (66,7%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara kejadian DRPs kategori dosis dengan ketidaktercapaian.tekanan darah target.(p=0,418)

UJI EFEKTVITAS RAKSINASI EKSTRAK ETILASETAT TANAMAN PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli L.) SEBAGAI DIURETIKA

AMELIA ABIDIN; Padmono Citroreksoko; Sofyan Ramani
2021 · Book · Open Access

Tanaman PatahTulang(Euphorbia tirucalli L.). merupakan tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah daratan rendah serta mampu tumbuh di iklim tropis, dan sering dimanfaatkan sebagai obatberbagaipenyakit Salah satunya adalah Diuretik yaitu yang berguna sebagai penambahanvolumeurin yang diproduksi dan yang keduamenunjukanjumlah pengeluaran (kehilangan) zat- zat terlarut air urin. Penelitian ini bersifat eksperimental bertujuan untuk mengetahui fektivitas fraksinasi ekstrak etil asetat tanaman patah tulang(Euphorbia tirucalli L.) sebagai diuretika. Proses pembuatan ekstrak tanaman patah tulang diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat kemudian di fraksi dengan 3 pelarut yaitun-Heksana, air, danetilasetat. Selanjutnya hasil fraksi kembali dipekatkanhasilpekat ekstrak etil asetattanaman Patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) kemudian di larutkandenganCMC(carboxymethyl cellulose). selanjutnya eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive, sebanyak 15ekor mencit yang terbagikdalam 5 kelompok perlakuan., masing-masing kelompok larutan Furosemida 0,104mg dan 0,208mg, larutan kejibeling 1,56mg, ekstrak fraksi tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) dan Aquadest secara oral dan ukur volume urin selang waktu 30menit selama 3 jam. Hasil penelitian diperoleh kontrol negatif yaitu air 0,76ml dan untuk larutan furosemide 0,104mg dan 0,208mg sebagai kontrol positif masing-masing 3,69mL dan 5,15mL serta untuk kejibeling 1,56mg sebagai kontrol positif diperoleh 3,08mL dan ekstrak etil asetat tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) diperoleh 1,93mL dengan hasil analisis menunjukan adanya perbedaan yang bermakna dalam volume urin yang dihasilkan tiap perlakuan denga p=0,000 (p<0,05). Ekstrak etil asetat tanaman patah (Euphorbia tirucalli L.) tulang memiliki efekdiuretik.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL, ETIL ASETAT, DAN HEKSANA BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN Pityrosporum ovale

Anna P. Roswiem; RIFHA SHAFIRA AWALIA; Sitaresmi Yuningtyas
2021 · Book · Open Access

Indonesia merupakan negara yang memiliki kelembapan tinggi, dimana kelembapan tersebut merupakan media tumbuhnya mikroorganisme seperti jamur. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu ketombe. Salah satu penyebab utama timbulnya ketombe yaitu Pityrosporum ovale. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol, etil asetat dan heksana dari biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap jamur Pityrosporum ovale dengan metode difusi sumuran. Serbuk simplisia dimaserasi secara bertingkat menggunakan pelarut heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Dan pengujian aktivitas antijamur Pityrosporum ovale dari masing – masing ekstrak dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol, etil asetat, dan heksana dari biji pepaya mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Ketiga ekstrak biji pepaya mempunyai aktivitas antifungi terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale berbeda nyata (α<0,05) satu sama lain. Aktivitas penghambatan pertumbuhan Pityrosporum ovale tertinggi pada ekstrak etanol biji pepaya dengan respon hambat pertumbuhan yaitu kuat (10,9-16,0 mm).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN BALITA PNEUMONIA DI KLINIK CARITAS BOGOR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2019

Andi Ahriansyah; DEWI YULIANA; Krysantus Surya Nugroho
2021 · Book · Open Access

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur yang menimbulkan peradangan pada paru-paru sehingga alveoli dipenuhi cairan seperti nanah dan menyebabkan kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Nasional tahun 2011, diketahui bahwa pneumonia menjadi penyebab kematian balita tertinggi (22,8%). Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan kurang efektif dalam pengobatan. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia balita di Klinik Caritas Bogor periode Januari-Desember 2019. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan retrospektif, populasi dalam penelitian ini sebanyak 89 pasien rawat jalan di Klinik Caritas Bogor. Pengambilan sampel ini menggunakan metode purposive sampling, maka sampel yang diperoleh berjumlah 60 pasien. Hasil penelitian mengenai profil penggunaan antibiotik yang terbanyak adalah sefiksim sebanyak 58,33%. Tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, dan tepat dosis mencapai 81,25%.