Harry Noviardi; POPY AUDINA OCTAVIANI; Sofyan Ramani
2021 · Book · Open Access
Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill)
merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, tanin,
saponin, dan steroid yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui daya hambat ekstrak tunggal daun jambu biji dan daun alpukat serta
kombinasi keduanya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas antibakteri
dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak tunggal daun jambu
biji dan daun alpukat dibuat ke dalam konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kemudian hasil
terbaiknya dibuat kombinasi dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 yang selanjutnya
di uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasilnya menunjukan
bahwa pada daun jambu biji dan daun alpukat menunjukan aktivitas terbaiknya pada
konsentrasi 50% dengan diameter daya hambat sebesar 16,7 mm dan 18,59 mm yang
termasuk kedalam kategori kuat. Selanjutnya dari konsentrasi 50% tersebut dibuat
perbandingan, hasil perbandingan terbaik yaitu pada perbandingan 1:2 (daun jambu biji
: daun alpukat) yang memberikan efek sinergis dengan diameter daya hambat sebesar
20 mm yang termasuk kategori antibakteri kuat
Eem Masaenah; HILDA FAHIRA MALIHATUNNISA; Inawati
2021 · Book · Open Access
Tabir surya merupakan zat yang mengandung bahan pelindung kulit
terhadap sinar UV. Tabir surya alami dapat berasal dari tanaman yang banyak
mengandung senyawa fenolik. Daun alpukat (Persea americana Mill.) dan daun
sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa antioksidan golongan
flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Sun Protection Factor
(SPF) dari ekstrak etanol 70% daun alpukat dan daun sirsak secara tunggal
maupun kombinasi dengan metode spektrofotometri. Ekstrak tunggal maupun
kombinasi dibuat konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250
ppm. Perbandingan kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun sirsak dibuat 1:1,
1:2, dan 2:1. Hasil penelitian nilai SPF ekstrak daun alpukat dan daun sirsak
pada 5 konsentrasi tersebut termasuk kategori perlindungan minimal. Nilai SPF
tertinggi konsentrasi 250 ppm untuk ekstrak daun alpukat dan daun sirsak sebesar
2,4375 dan 7,7812. Kombinasi dengan perbandingan 1:2 mempunyai aktivitas
tabir surya paling tinggi, konsentrasi 250 ppm dengan nilai SPF 19,873 termasuk
kategori perlindungan sedang.
Fredy Arifta Nasel; RANI AFRIANI; Restu Permatasari
2021 · Book · Open Access
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Kepatuhan pengobatan tuberkulosis berlangsung
cukup lama dan memerlukan tingkat kepatuhan tinggi untuk mencegah resistensi.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam pengobatan adalah
faktor predisposing meliputi sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan), pengetahuan, dan sikap. Faktor enabling meliputi ketersediaan sarana
atau fasilitas kesehatan dan faktor reinfactoring yaitu dukungan keluarga dan peran
PMO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
faktor predisposing dan faktor reinfactoring terhadap kepatuhan dalam
pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini 67 sampel ditentukan dengan
metode purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner.
Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa variabel faktor predisposing dan faktor reinfactoring dengan
kepatuhan dalam pengobatan TB paru dengan nilai (p-value < 0,05) adalah
ditunjukan tidak berhubungan dengan pengetahuan (p value = 0,514), sikap
responden (p value = 0,233), motivasi keluarga (p value = 0,117), dan peran PMO
(p value =0,077).
Febi Ishfahani; MOHAMAD FAUZI ILYASA; Silvi Nurafni
2021 · Book · Open Access
Ketergantungan dan penyalahgunaan Napza bukan merupakan masalah baru di
Indonesia. Diperkirakan di Indonesia terdapat peningkatan jumlah
penyalahgunaan Napza dari tahun ke tahun. Beberapa ilmuwan menganggap ganja
sebagai Gateway Drugs, dimana konsumsinya membuka kesempatan bagi
kemungkinan memakai zat-zat psikotropika atau narkotika yang lebih berbahaya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui hubungan tingkat
penggunaan ganja terhadap penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.
penelitian ini bersifat Prosfektif Non Eksperimental dengan pengambilan data
menggunakan kuisioner CUDIT-R dan DAST-10. Penelitian ini dilakukan pada
60 responden pengguna ganja dan penyalahgunaan napza jenis lain di
Jabodetabek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Snowball
Sampling. Hubungan tingkat pengguna ganja terhadap penyalahgunaan napza
jenis lain dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan
Tingkat penyalahgunaan ganja Cannabis Use sebanyak (83,33%), dan tingkat
Cannabise Use Disorder sebanyak 16,67%. Tingkat penyalahgunaan napza jenis
lain tingkat sedang sebanyak (78,33%), dan tingkat Subtansial sebanyak
(21,67%). Hasil uji statistic (Chi-Square) nilai P Value = 0,123 > (0,05), hasil
tersebut menujukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat
pengguna ganja dengan tingkat penyalahgunaan napza jenis lain di Jabodetabek.
Dian Ekasari; Ferry Effendi; MUHAMMAD TAUFIK RACHMAN
2021 · Book · Open Access
Drug Related Problems (DRP’s) merupakan kejadian yang tidak
diinginkan yang menimpa penderita dengan terapi obat. Dalam pemberian terapi
obat kepada penderita seorang farmasis diharapkan dapat mengidentifikasi
masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat DRP’s baik yang telah
terjadi atau berpotensi terjadi. Identifikasi DRP’s dalam pengobatan penting
dalam rangka mengurangi kematian serta biaya terapi. Beberapa jenis masalah
yang berhubungan dengan obat yaitu adanya penyakit yang tidak terobati, adanya
obat yang tidak memiliki indikasi, adanya obat dengan dosis yang tidak tepat,
penggunaan obat yang tidak tepat waktu, dan terjadi Advere Drug Reaction
(ADR) seperti efek samping, keracunan, reaksi alergi makanan. Telah dilakukan
penelitian pada Penderita Pasien Kanker Payudara yang menjalani Kemoterapi Di
RSUD Kota Bogor yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian
DRP’s, penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan kejadian DRP’s yang
dievaluasi sebanyak 100 pasien yang memenuhi kategori inklusi. Hasil evaluasi
menunjukan 40 kasus yang meliputi diantaranya DRP’s terbanyak terjadi pada
kasus interaksi obat yaitu sebesar 20 kejadian (20%), kemudian Drug Related
Problems (DRP’s) juga terjadi pada kasus terapi tanpa indikasi sebanyak 10
kejadian (10 %), over dosis sebanyak 9 kejadian (9%), dan dosis subterapetik 1
kejadian (1 %).
EKA ROHMATUL FAZRIAH; Herson Cahaya Himawan; Lilik Sulastri
2021 · Book · Open Access
Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas
yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung
aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan
senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu
bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid
pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1.
Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu
bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan
metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg
GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil
Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan
kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode
kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak;
17,6 mg QE/g ekstrak.
Anna P. Roswiem; Herson Cahaya Himawan; NOVIANTI TRY UTAMI
2021 · Book · Open Access
Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan
hiperglikemia kronis. Penderita diabetes 90% mengalami diabetes tipe 2 yang
disebabkan oleh kurang efektifnya insulin di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian
ini yaitu menguji aktivitas dan kinetika inhibisi ekstrak etanol 30% kulit batang
kayu manis Jawa (C.verum) terhadap enzim -glukosidase, identifikasi senyawa
metabolit sekunder, serta menganalisis kandungan mineral Cr, Mg dan Na.
Penentuan kandungan mineral pada simplisia kulit batang kayu manis Jawa dengan
menggunakan instrument ICP-OES. Kulit batang kayu manis Jawa dimaserasi
dengan etanol 30% selama 3 kali 24 jam, setelah itu dipekatkan dengan
menggunakan rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% kulit batang kayu manis Jawa
(C.verum) berpotensi sebagai antidiabetes dengan nilai IC50 sebesar 71,779 ppm
dan berfungsi sebagai inhibitor unkompetitif. Simplisia kulit batang kayu manis
Jawa dalam setiap 100 gram mengandung 68,02 mg Mg, 73,24 mg Na dan 0,435
g Cr. Sedangkan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol 30% kulit
batang kayu manis Jawa, yaitu flavonoid, saponin, tanin, fenolik dan terpenoid.
Ana Lusina; Andi Ahriansyah; LUFFY ISMIATU SADELLA
2021 · Book · Open Access
Interaksi obat adalah keadaan saat suatu zat berpengaruh terhadap aktivitas
obat yang akan menimbulkan peningkatan efek atau penurunan, atau mungkin
akan menimbulkan efek baru. Interaksi ini akan terjadi dari kesalahan dalam
penggunaan yang disengaja atau karena kurangnya pengetahuann mengenai
bahan-bahan aktif yang terkandung dalam zat tersebut. Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien dan profil penggunaan obat
Hipertensi dan Analgetik AINS secara bersamaan, dan tingkat keparahan interaksi
obat potensial yang terjadi di Puskesmas Cipaku Bogor. Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara
retrospektif pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Hasil penelitian dari 141 data
menunjukan, jenis kelamin pada pasien paling banyak terjadi pada perempuan
sebesar 105 (74%) dan usia tertinggi terjadi pada 56-65 tahun sebanyak 50 pasien
(36%), dan pekerjaan paling banyak sebagai IRT sebanyak 104 pasien (73,76%).
Obat hipertensi yang paling banyak digunakan yaitu amlodipin sebanyak 129
(91%) dan obat analgetik AINS yang paling banyak digunakan yaitu natrium
diklofenak sebesar 107 (76%). Hasil penelitian jumlah interaksi obat potensial
sebanyak 141 kejadian interaksi dengan tingkat keparahan (100%) moderat,
kejadian yang paling banyak terjadi pada kombinasi amlodipin dengan natrium
diklofenak sebanyak 97 kejadian (68.8%).
ANA NUR AMALIA; Firsa Novellasari; Siti Mariam
2021 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan didunia.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan
darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari suatu periode.
Menurut Word Health Organizations (WHO) batasan normal tekanan darah adalah
120/80 mmHg, sedangkan seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan
darahnya > 140/90 mmHg. Batasan WHO tersebut tidak membedakan usia atau
jenis kelamin. Penelitian bertujuan untuk membandingkan penurunan tekanan
darah obat anti hipertensi amlodipine dan candesartan pada pasien hipertensi
berdasarkan lama penggunaan obat terhadap outcome terapi, yaitu lama penurunan
tekanan darah sistolik dan diastolik di RSUD Sekarwangi. Desain penelitian yang
dipilih obsevasi dan pengambilan data dilakukan secara cross-sectional dari data
retrospektif pada pasien hipertensi rawat inap. Data yang dikumpulkan adalah
rekam medik dan resep penderita hipertensi rawat inap dari bulan Januari-
Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan
jumlah 128 sampel. Hasil penelitian diperoleh data pada pasien perempuan (55%),
usia 56-65 tahun (40%), pendidikan SD (55%), status pekerjaan tidak bekerja
(50%). Obat yang digunakan paling banyak amlodipine (93%). Lama rawat paling
lama 4 hari (30%), dan 5 hari (30%). Rata-rata penurunan TD obat amlodipine
untuk TD Sistol 64,07, diastolik 63,96 mmHg untuk candesartan TD sistol 70,17,
dan diastolik 71,61. Berdasarkan uji statistik , uji Mann Whitney dengan nilai α
0,005, diperoleh nilai untuk sig sitolik 0,634, dan diastolik 0,546. Penurunan
tekanan darah menggunakan obat antihipertensi yaitu amlodipine dan candesartan
yang digunakan pada pasien hipertensi di rawat inap Di RSUD Sekarwangi periode
Januari-Desember 2019 tidak berbeda nyata. Dari uji normalitas Mann-whitney
test. Disimpulkan bahwa setelah 1-7 hari menjalani terapi, tekanan darah sitolik :
0,634 dan diastolik : 0,546 pasien yang mendapatkan amlodipine dan candesartan
tidak berbeda nyata.
Achmad Fauzi Isa; Eem Masaenah; HASNAH BAINATI
2021 · Book · Open Access
Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya
peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus
aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn)
mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas
antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper
betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik
sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep
menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol
negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik
sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya
sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki
aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat
ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm
dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi
2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori
kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan
mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar
dan viskositas.
Aulia Irfaniafshah; BILZON GOMBUINIS TOBIA; Fredy Arifta Nasel
2021 · Book · Open Access
Skizofrenia merupakan salah satu gangguan psikiatri yang kompleks ,
ditandai dengan adanya gangguan berpikir berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau
dan perubahan perilaku. Penanganan skizofrenia salah satunya dengan
menggunakan pengobatan antipsikotik. Obat antipsikotik merupakan terapi utama
yang efektif mengobati skizofrenia. Antipsikotik dibedakan menjadi dua generasi,
yaitu generasi pertama (tipikal) dan generasi kedua (atipikal). Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antipsikotik pada
pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit FMC Bogor. Parameter evaluasi
meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat dosis dan tepat frekuensi pemberian obat.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Data
yang digunakan diambil dari rekam medik 96 pasien yang berusia 16 – 45 tahun
periode Januari – Desember 2019. Dari hasil penelitian, skizofrenia lebih banyak
dialami oleh laki-laki (62%) dan berusia 26-35 tahun (42%). Gambaran
penggunaan antipsikotik terbanyak adalah antipsikotik golongan atipkal :
Risperidon, Klozapin sebanyak 50 pasien (52%), antipsikotik golongan tipikal :
Haloperidol, Klorpromazin sebanyak 5 pasien (5,2%) dan antipsikotik kombinasi
atipikal dan tipikal : Risperidon + Klozapin + Haloperidol sebanyak 29 pasien
(30%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketepatan penggunaan obat
antipsikotik yaitu kategori tepat obat 96%, tepat pasien 96%, tepat dosis 97%,
tepat frekuensi pemberian obat 97%.
ACHMAD FARID; Barnad; Febi Ishfahani
2021 · Book · Open Access
Achmad Farid, 16010073, Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Waktu Rigor
Mortis (Kaku Mayat) Jenazah Di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Ciawi
Bogor, Skripsi, Program studi strata 1 (S1) Farmasi, STTIF Bogor, 2021. Kadar
gula darah merupakan kadar glukosa yang terkandung dalam darah dalam suatu
periode tertentu sebelum kematian (PERKENI, 2015). Tingginya kadar gula darah
sangat berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan
penyakit yang tidak menular dan dapat menyebabkan kematian. Kadar gula darah
yang tinggi akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Dimana cadangan
gula dalam tubuh akan disimpan didalam otot sebagai glikogen dan ada sebagian
dalam darah. Hal ini cadangan glikogen yang ada diotot akan mempengaruhi
cepat atau lambatnya waktu rigor mortis. Gambaran usia pada sampel usia 36
tahun keatas sebanyak 83,33%, jenis kelamin 50% : 50%, riwayat penyakit
sampel jenazah yang mempunyai riwayat diabetes sebanyak 20 pasien atau
sebesar 66,67% , dan obat antibiotik sebanyak 36%. Gambaran kadar gula darah
pasien sebelum meninggal dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL sebelum meninggal
sebanyak 20 jenazah atau sebesar 66,67%. Gambaran waktu rigor mortis
terbanyak di 60 menit sebanyak 10 jenazah atau sebesar 33,33%. Sedangkan
waktu rigor mortis tercepat di 30 menit sebanyak 2 jenazah atau sebesar 7%.
Pengaruh kadar gula darah terhadap waktu rigor mortis bahwa jenazah dengan
kadar gula ≥ 125 mg/dL mendominasi waktu rigor mortis di menit ke 60 setelah
kematian dan sebanyak 10 jenazah. Sedangkan menit tercepat waktu rigor mortis
di menit ke 30 setelah kematian mempunyai riwayat penyakit diabetes dengan
kadar gula darah tinggi yaitu diatas ≥ 125 mg/dL dan tidak terkontrol. Jenazah
yang mempunyai riwayat kadar gula darah ≥ 125 mg/dL mempengaruhi waktu
rigor mortis lebih cepat yaitu 30 menit hingga 75 menit setelah waktu kematian.
Hal ini dapat mempengaruhi alibi seseorang pada tindakan kriminal karena
berhubungan dengan keterangan perkiraan waktu kematian yang ditentukan pada
pemeriksaan rigor mortis (kaku mayat).
Eem Masaenah; NADDYA SYAFITRI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetik berbentuk emolien cair yang
digunakan pada daerah tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan
kulit. Lotion adalah pilihan paling tepat sebagai pelembab yang ringan atau bila
digunakan untuk seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai IC50
dari ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dan juga pada sediaan body lotion
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu, serta untuk mengetahui nilai IC50 yang
terbaik dari beberapa formulasi. Dalam penelitian ini digunakan 3 formulasi (FI,
F2, F3), Konsentrasi ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu dalam sediaan body
lotion adalah 0,34%; 0,37% dan 0,40%. Pengujian aktivitas antioksidan pada
ekstrak etanol 70% daun ubi jalar ungu memiliki nilai IC50 sebesar 24,11 ppm,
sedangkan nilai IC50 pada sediaan formulasi I, II dan III secara berturut-turut yaitu
35,71 ppm, 32,92 ppm, dan 30,61 ppm. Nilai IC50 terbaik berada pada formulasi
3.
AULIA PUSPITA SARI; Herson Cahaya Himawan; Rakhmat Ramdhani Alwie
2021 · Book · Open Access
Buah sawo duren (Chrysophyllum cainito) merupakan tumbuhan yang dapat
digunakan sebagai antimikroba dan obat alternatif dalam pengobatan atau kontrol
infeksi bakteri enterik. Sawo duren memiliki kandungan senyawa tanin, alkaloid,
flavonoid, steroid dan glikosida jantung yang berasal dari ekstrak jus buah dan
biji. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etil
asetat, etanol 96%, dan air dari buah segar sawo duren. Uji aktivitas antibakteri ini
dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etil asetat, etanol
96% dan air dari buah segar sawo duren yang akan diuji dibuat ke dalam
konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50% yang selanjutnya dilakukan uji aktivitas
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil uji aktivitas antibakteri
ekstrak etil asetat, etanol 96% dan air dari buah segar sawo duren terhadap
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli di dapat hasil penghambatan
pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada ekstrak akuades
yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai aktivitas terbaik 20,3 mm.
Penghambatan terbaik pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli terdapat pada
ekstrak etil asetat yaitu pada konsentrasi 50%, dengan nilai 17,8 mm.
Lilik Sulastri; Sofyan Ramani; TIFA JANINA
2021 · Book · Open Access
Kosmetik yang banyak diminati di Indonesia adalah kosmetik yang berbasis
whitening, dengan berbahan dasar sintetis yang penggunaan dalam jangka waktu
panjang dapat menimbulkan efek samping, Sehingga peneliti tertarik untuk
mencari alternatif bahan whitening alami yang dijadikan sediaan krim dengan
kontrol positif asam kojat. Bahan alam yang dipilih adalah sarangburung walet
(Aerodramus fuchipagus). Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak
sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, untuk mengetahui krim
sarangburung walet dapat menginhibisi enzim tirosinase, dan mengetahui nilai
optimal inhibisi tirosinase krim sarangburung walet. Ekstrak sarangburung walet
diperoleh melalui proses hidrolisis dan freeze drying, kemudian dilakukan uji
kualitatif, fitokimi, pembuatan krim. Pengujian inhibisi pada ekstrak dan krim
dilakukan dengan menggunakan substrat L-tirosin dengan panjang gelombang
492 nm. Ekstrak sarangburung walet mengandung protein, karbohidrat dan
saponin. Aktivitas inhibisi tirosinase pada ekstrak air sarangburung burung walet
dengan nilai IC50 38.636,69 ppm dan krim A dan B dengan nilai > 50 ppm. Krim
dinyatakan stabil dengan metode cycling test selama 6 siklus.
ASTARI SIMANJUNTAK; Eem Masaenah; Herson Cahaya Himawan
2021 · Book · Open Access
Jerawat adalah kelainan berupa peradangan pada lapisan pilosebaseus yang
disertai penyumbatan dan penimbunan bahan keratin yang dipicu oleh bakteri.
Salah satu agen utama penyebab terjadinya inflamasi jerawat yaitu bakteri
Propionibacterium acnes. Sediaan salep merupakan bentuk sediaan yang memiliki
konsistensi yang cocok digunakan untuk terapi penyakit kulit yang disebabkan oleh
bakteri. Bunga mawar merah (Rosa chinensis Jacq). mengandung flavonoid yang
bersifat antibakteri yang merupakan turunan flavonoid yaitu senyawa antosianin.
Senyawa ini merupakan zat pewarna alami yang larut air, mudah diserap tubuh yang
berfungsi menghentikan infeksi dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menentukan aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak mahkota bunga
mawar merah terhadap bakteri Propionibacterium acne serta menetukan mutu fisik
sediaan salep dari ekstrak mahkota bunga mawar merah. dengan uji menggunakan
metode sumuran. mutu fisik meliputi: uji organoleptik, homogenitas, pH, uji daya
sebar dan viskositas dari ekstrak sediaan salep mahkota bunga mawar merah. dibuat
tiga formula sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak yang diformulasi kebasis
sebesar 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukan ekstrak mahkota bunga
mawar merah mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin.
Aktivitas antibakteri ekstrak mahkota bunga mawar merah konsentrasi 5%, 10%,
15% diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 13,99 mm, 17,05 mm, 21,02
mm, 22,36 mm. Sediaan salep ekstrak mahkota bunga mawar merah F1, F2, dan
F3 diperoleh zona hambat masing-masing sebesar 11,2 mm, 12,83 mm, 17,8 mm,
21,94 mm yang menunjukan sediaan salep dengan kategori kuat pada konsentrasi
15%. Pada uji mutu fisik sediaan salep dengan hasil organoleptik warna coklat,
aroma khas ekstrak mawar merah, memiliki pH 4,5-6,5 viskositas pada kisaran
2000-50000 cPs sesuai dengan literatur.
ANISA NURHASANAH; Fredy Ariefta Nasel; M. Reyhan Riksamuliman
2021 · Book · Open Access
Hipertensi.merupakan.salah.satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di
Indonesia. Pada pemberian obat antihipertensi sering terjadi Drug Related
Problems (DRPs) kategori dosis. DRPs merupakan suatu kejadian yang berpotensi
mengganggu keberhasilan penyembuhan yang dikehendaki. DRPs domain kategori
dosis meliputi dosis obat terlalu rendah, dosis obat terlalu tinggi, frekuensi
pemberian regimen dosis terlalu rendah, frekuensi pemberian regimen dosis terlalu
tinggi, informasi waktu dosis salah, tidak jelas atau hilang. Tujuan penelitian.ini
adalah untuk mengetahui.hubungan DRPs kategori dosis.pada pemberian obat
antihipertensi dengan kondisi tekanan darah penderita hipertensi di rawat inap
Rumah Sakit Dr. Hafiz Kabupaten Cianjur. Penelitian ini merupakan penelitian
analitik komparatif dengan desain retrospektif yang berasal dari rekam medis.
Analisis.data.yang.digunakan adalah univariat.dan bivariat. Analisis data bivariat
penelitian ini menggunakan analisis Chi square. Hasil penelitian dari 105 pasien
secara total sampling diperoleh: pasien paling banyak berusia 56-65 tahun sebanyak
40 pasien (38,1%); pasien jenis kelamin perempuan 61 pasien (58,1%) dan laki laki
44 pasien (41,9%);.obat antihipertensi yang paling.banyak digunakan adalah
Amlodipine sebanyak 75 resep (33,5%); kejadian DRPs kategori dosis pada pasien
hipertensi sebesar 18 kejadian (17,1%); DRPs kategori dosis yang mengalami
penurunan tekanan darah yang tidak tercapai yaitu 12 pasien (66,7%). Tidak ada
hubungan yang signifikan antara kejadian DRPs kategori dosis dengan
ketidaktercapaian.tekanan darah target.(p=0,418)
AMELIA ABIDIN; Padmono Citroreksoko; Sofyan Ramani
2021 · Book · Open Access
Tanaman PatahTulang(Euphorbia tirucalli L.). merupakan tanaman yang
banyak tumbuh liar di daerah daratan rendah serta mampu tumbuh di iklim
tropis, dan sering dimanfaatkan sebagai obatberbagaipenyakit Salah satunya
adalah Diuretik yaitu yang berguna sebagai penambahanvolumeurin yang
diproduksi dan yang keduamenunjukanjumlah pengeluaran (kehilangan) zat-
zat terlarut air urin. Penelitian ini bersifat eksperimental bertujuan untuk mengetahui fektivitas fraksinasi ekstrak etil asetat tanaman patah tulang(Euphorbia
tirucalli L.) sebagai diuretika. Proses pembuatan ekstrak tanaman patah tulang
diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu
dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat kemudian di fraksi dengan 3
pelarut yaitun-Heksana, air, danetilasetat. Selanjutnya hasil fraksi kembali
dipekatkanhasilpekat ekstrak etil asetattanaman Patah tulang (Euphorbia
tirucalli L.) kemudian di larutkandenganCMC(carboxymethyl cellulose).
selanjutnya eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive, sebanyak
15ekor mencit yang terbagikdalam 5 kelompok perlakuan., masing-masing kelompok
larutan Furosemida 0,104mg dan 0,208mg, larutan kejibeling 1,56mg, ekstrak fraksi
tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) dan Aquadest secara oral dan ukur
volume urin selang waktu 30menit selama 3 jam. Hasil penelitian diperoleh kontrol
negatif yaitu air 0,76ml dan untuk larutan furosemide 0,104mg dan 0,208mg sebagai
kontrol positif masing-masing 3,69mL dan 5,15mL serta untuk kejibeling 1,56mg
sebagai kontrol positif diperoleh 3,08mL dan ekstrak etil asetat tanaman patah tulang
(Euphorbia tirucalli L.) diperoleh 1,93mL dengan hasil analisis menunjukan adanya
perbedaan yang bermakna dalam volume urin yang dihasilkan tiap perlakuan denga
p=0,000 (p<0,05). Ekstrak etil asetat tanaman patah (Euphorbia tirucalli L.) tulang
memiliki efekdiuretik.
Anna P. Roswiem; RIFHA SHAFIRA AWALIA; Sitaresmi Yuningtyas
2021 · Book · Open Access
Indonesia merupakan negara yang memiliki kelembapan tinggi, dimana
kelembapan tersebut merupakan media tumbuhnya mikroorganisme seperti jamur.
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu ketombe. Salah satu
penyebab utama timbulnya ketombe yaitu Pityrosporum ovale. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol, etil asetat dan heksana dari biji
pepaya (Carica papaya L.) terhadap jamur Pityrosporum ovale dengan metode
difusi sumuran. Serbuk simplisia dimaserasi secara bertingkat menggunakan
pelarut heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Dan pengujian aktivitas antijamur
Pityrosporum ovale dari masing – masing ekstrak dengan konsentrasi 10%, 15%,
dan 20% menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukan
bahwa ekstrak etanol, etil asetat, dan heksana dari biji pepaya mengandung
alkaloid, flavonoid, dan tanin. Ketiga ekstrak biji pepaya mempunyai aktivitas
antifungi terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale berbeda nyata (α<0,05) satu
sama lain. Aktivitas penghambatan pertumbuhan Pityrosporum ovale tertinggi
pada ekstrak etanol biji pepaya dengan respon hambat pertumbuhan yaitu kuat
(10,9-16,0 mm).
Andi Ahriansyah; DEWI YULIANA; Krysantus Surya Nugroho
2021 · Book · Open Access
Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan
oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur yang menimbulkan
peradangan pada paru-paru sehingga alveoli dipenuhi cairan seperti nanah dan
menyebabkan kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Berdasarkan hasil
Survey Kesehatan Nasional tahun 2011, diketahui bahwa pneumonia menjadi
penyebab kematian balita tertinggi (22,8%). Penggunaan antibiotik yang tidak
tepat dapat menyebabkan kurang efektif dalam pengobatan. Berdasarkan hal
tersebut, maka dilakukan evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien
pneumonia balita di Klinik Caritas Bogor periode Januari-Desember 2019.
Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan retrospektif, populasi
dalam penelitian ini sebanyak 89 pasien rawat jalan di Klinik Caritas Bogor.
Pengambilan sampel ini menggunakan metode purposive sampling, maka sampel
yang diperoleh berjumlah 60 pasien. Hasil penelitian mengenai profil penggunaan
antibiotik yang terbanyak adalah sefiksim sebanyak 58,33%. Tepat indikasi 100%,
tepat pasien 100%, tepat obat 100%, dan tepat dosis mencapai 81,25%.