Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 87 dari 125

Alkaloids

Joanna Kurek
2021 · Book · Open Access

TOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT PETAI ( Parkia Speciosa ) DAN..KULIT..JENGKOL ( Archidendron jiringa..( Jack )..I.C.Nielsen )..DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

Harry Noviardi; Herson Cahaya Himawan; MUHAMMAD TJANDRA WIDJAYA
2021 · Book · Open Access

Kulit petai dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku Leguminosae atau polong polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas masing masing ekstrak dan kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol. Maserasi dan rotary evaporator adalah proses ekstraksi penelitian ini. Metode Brine Shrimp Lethaly Test ( BSLT ) digunakan sebagai penetapan uji toksisitas dengan hewan uji Artemia salina Leach pada ekstrak kulit petai dan kulit jengkol. LC50 (Lethality Concentration ) diukur sebagai parameter yang digunakan . Nilai LC50 diperoleh sebesar 68,706 ppm dari ekstrak tunggal kulit petai, 32,583 ppm dari ekstrak tunggal kulit jengkol. Dan diperoleh 56,623 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:1 dan 35,645 ppm kombinasi kulit petai dan kulit jengkol 1:2. Hasil penelitian ini menunjukan masing masing ekstrak tunggal maupun kombinasi dari kulit petai dan kulit jengkol termasuk dalam katagori sangat toksik. Dapat disimpulkan keempat sampel memiliki potensi sebagai antikanker.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Achmad Fauzi Isa; SITI RUMSIAH; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access

Jerawat (Acne vulgaris) adalah penyakit kulit yang terjadi akibat adanya peradangan yang dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Daun sirih hijau (Piper betle Linn) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri dari ekstrak dan sediaan salep ekstrak etilasetat daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan mengevaluasi mutu fisik sediaan salep. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan salep menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 2%, 4% dan 6% kontrol negatif basis tanpa ekstrak dan kontrol positif tetrasiklin. Parameter uji mutu fisik sediaan salep ekstrak daun sirih meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ekstrak dan sedian salep memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne. Zona hambat ekstrak konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 12,06 mm; 13,46 mm dan 15,2 mm termasuk kategori kuat. Zona hambat sediaan salep konsentrasi 2%,4% dan 6% berturut-turut sebesar 10,63 mm; 12,2 mm; 14,1 mm kategori kuat. Uji mutu fisik sediaan salep pada 2%, 4% dan 6% memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan yang baik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas.

SEDIAAN BODY LOTION DARIEKSTRAK BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens A.DC) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Antonius Padua Ratu; HUSNA FITRIANI; Nanang Hermawan
2021 · Book · Open Access

Buah carica (Vasconcellea pubescens A.DC) merupakan buah yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Berdasarkan hasil yang didapat dari uji fitokimia pada buah carica memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, alkaloid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan buah carica, membuat sediaan body lotion ekstrak buah carica kemudian diuji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl1) dan diukur serapannya menggunakan alat spektrofotometri UV- Vis pada panjang gelombang 517 nm. Kemudian diuji stabilitas pada suhu 4°C, 40°C dan 27°C. Sediaan body lotion dilakukan evaluasi dan stabilitas organoleptis, pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lengket, tipe emulsi, pemisahan fase. Hasil organoleptis, pH, viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lengket, tipe emulsi, dan pemisahan fase memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak buah carica memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 30,753 μg/mL dan aktivitas antioksidan sediaan body lotion ekstrak buah carica dengan konsentrasi 0,3%, 1,5%, dan 3% memiliki aktivitas yang sangat kuat yaitu sebesar 7,035 μg/mL, 10,534 μg/mL dan, 20,730 μg/mL.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA DI PUSKESMAS KEMANG KABUPATEN BOGOR

AYU RIZKI YUNIAR; Febi Ishfahani; Yunia Kartika
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang: Kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh banyak faktor, dimana salah satu faktornya adalah dukungan keluarga. Keluarga merupakan pendukung utama yang memberi perawatan langsung pada setiap keadaan pasien, baik sakit maupun sehat. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan gangguan jiwa, karena pada umumnya pasien gangguan jiwa belum mampu mengatur dan mengetahui jadwal dan jenis obat yang akan diminum. Keluarga harus selalu membimbing dan mengarahkan agar pasien gangguan jiwa dapat minum obat dengan benar dan teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan keluarga pasien di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling, dengan jumlah responden 57 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan data kuesioner. Penelitian ini telah dilakukan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dan didapatkan p-value 0,000 yang berarti p-value < 0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: yaitu ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Saran: Perlunya kesadaran akan pemberian dukungan dari keluarga, dukungan yang baik sangat berpengaruh terdahap kesembuhan dan kepatuhan pasien dalam minum obat

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAKETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius(Poepp.) H. Rob) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana (Bertoni))

Achmad Fauzi Isa; Lilik Sulastri; NENENG HAERUNISA
2021 · Book · Open Access

Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob)) dan Daun Stevia (Stevia rebaudiana (Bertoni)) diketahui mengandung flavonoid, fenol, tanin berfungsi sebagai antioksidan, senyawa antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun yakon dan ekstrak etanol 96% stevia serta kombinasinya, mengetahui kandungan total fenol dan flavonoidnya. Ekstrak etanol 96% daun yakon, daun stevia diperoleh melalui metode maserasi kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dengan deret konsentrasi 10, 20, 40, 60, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan pereaksi DPPH (100 ppm) diukur pada panjang gelombang 516,0 nm. Ekstrak daun yakon dan daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, triterpenoid dan steroid, tannin, quinon. Ekstrak daun yakon memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 (50 ppm) lebih baik dari daun stevia dengan nilai IC50 (80 ppm), kombinasi terbaik terdapat pada perbandingan 2:1 dengan nilai IC50 (49 ppm) sedangkan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar (78 ppm), 1:2 nilai IC50 sebesar (69 ppm). Total fenol ekstrak daun yakon 10,831 mg GAE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 7,996 mg GAE/gram ekstrak. Total flavonoid ekstrak daun yakon 8,432 mg QE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 8,193 mg QE/gram ekstrak. Hal ini berbanding lurus dengan penelitian yang dilakukan dimana semakin tinggi nilai total fenol maka semakin baik aktivitas antioksidan.