ARISTRIANA; Oriza Safrini; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Penyimpanan adalah suatu kegiatan penyimpanan dan memeliharaan cara
menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari
pencuri serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan obat dan alat kesehatan di RS
Azra Bogor berdasarkan Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif melalui pengumpulan data dan dokumentasi yang
dilakukan secara observatif sebagai evaluasi dan analisis kesesuaian. Pengambilan
data dimulai dari bulan Maret - April 2022 dengan tehnik total sampling dengan
subjek penelitian adalah obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor. Hasil penelitian
dari kesesuaian Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 antara persyaratan penyimpanan
di IFRS Azra Bogor mencapai 100% yang berarti memenuhi standar, lalu antara
metode penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 60% yang berarti belum
maksimalnya metode penyimpanan obat dan alkes di IFRS Azra Bogor, lalu antara
peralatan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 90% yang berarti sudah
memenuhi standar. Kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan
standar Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 menunjukan bahwa belum maksimalnya
penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar tersebut.
Neilli Apolina CCI; Ni Nyoman Rimawati; RAS RIKA
2023 · Book · Open Access
Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai
dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa
resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak
terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh
masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap
pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara
purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan
karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26
responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden
berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak
50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan
diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran
perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh
yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju
0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki
pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek
sukahati Cibinong Bogor.
Destiara Anisa Rohmani; Yusra hidayah Nasution; assjada lizikri
2023 · Book · Open Access
Assajadda Lizikri; NURUL SOBAH; Oriza Safrini
2023 · Book · Open Access
Waktu tunggu pelayanan resep adalah tenggang waktu mulai dari pasien
menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui Evaluasi ketepatan waktu tunggu pelayanan resep rawat
jalan di Instalasi Farmasi RS Azra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari bulan
Januari – Maret tahun 2022 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat
jalan di Rumah Sakit Azra Bogor. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara
purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanayak 346 lembar
resep pasien rawat jalan yang berobat ke dokter spesialis di Rs Azra. Analisis data
dilakukan dengan cara melihat waktu tunggu pelayanan resep , baik resep racikan
maupun resep non racikan. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu
tunggu pelayanan resep menggunakan microsoft Excell. Hasil penelitian dengan
indikator jenis resep terbanyak adalah resep non racikan sebanyak 194 resep
dengan persentase 56,07 %. Resep racikan sebanyak 152 resep dengan persentase
43,93%. Untuk indikator waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh rata-
rata waktu tunggu 54 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤60 menit) dan
untuk obat non racikan memperoleh hasil rata- rata waktu tunggu pelayanan
sebesar 29 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤30 menit), Sedangkan
persentase kesesuaian waktu tunggu terhadap obat racikan sebanyak 61,18% dan
untuk non racikan 61,86%. Hasil ini menunjukan bahwa waktu tunggu pelayanan
resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Azra sudah memenuhi standar
pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep
ARIE TRI UMAM; Ferry Effendi; Reyka Aurora Sintia
2023 · Book · Open Access
Kepuasan adalah perasaan seseorang terhadap hasil yang diterima serta memenuhi
harapan dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma
Metland Cileungsi Bogor, serta melihat dimensi apa saja yang paling berpengaruh
terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan
model pendekatan dan metode survey. Data dikumpulkan dari 80 responden
melalui penyebaran kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive
sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada tanggal 1 Februari – 30
Maret 2020. Terdapat lima dimensi yang digunakan untuk pengukuran tingkat
kepuasan pasien JKN Apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor terhadap
pelayanan kefarmasian yaitu Tangibles (bukti nyata), Reliability (kehandalan),
Responsive (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Ditinjau
dari dimensi kepuasan tersebut dimensi Assurance (jaminan) memperoleh hasil
tertinggi yaitu 78,6% yang menilai pelayanan kefarmasian dengan puas terhadap
pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma Metland Cileungsi Bogor.
ELISA AMELIA; Fredy Arifta Nasel; Teguh Alamsah
2023 · Book · Open Access
Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl
disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml
meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul
faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat
antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang
ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl
sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl
serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien
tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang
digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl
dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl
purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl
tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel
Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di
usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak
berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah
Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%).
Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl
sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam
mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.
Muhammad Afqary; NUR FITRIA INDRIYANI; Oriza Safrini
2023 · Book · Open Access
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan
penyakit pada hewan atau manusia. Bberapa jenis Coronavirus diketahui
menyebabkan saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang
lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Servere Acute
Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan
menyebabkan COVID-19. Berdasarkan buku panduan protokol tatalaksana
COVID-19 di Indonesia, antivirus jenis oseltamivir dan favipiravir dapat
diberikan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, berat, hingga
kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antivirus
oseltamivir dan favipiravir pada pasien COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RS
Azra Periode 2021. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan
data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan
berdasarkan data sosiodemografi pasien COVID-19 paling banyak yaitu 57% dan
usia lansia awal (46 – 55 Tahun) sebanyak 28%. Penggunaan antivirus terbanyak
pasien COVID-19 di RS Azra Bogor yaitu antivirus favipiravir sebanyak 64% dan
penggunaan antivirus favipiravir dan oseltamivir terhadap lama rawat inap pasien
COVID-19 di RS Azra Bogor rata-rata lama rawat tersingkat yaitu 7,75 hari
dengan menggunakan terapi favipiravir, sedangkan penggunaan oseltamivir rata-
rata lama rawat inap 9,73 hari.
ATISTA MUSTIKAROPA; Febi Ishfahani; Fitri Purbandini
2023 · Book · Open Access
Salah satu faktor yang penting untuk terlaksananya pelayanan farmasi
yaitu dengan tercukupinya kebutuhan obat obatan dengan stok yang sesuai dengan
kebutuhan. Ketidakcukupan obat-obatan disebabkan oleh berbagai faktor. Salah
satu faktor yang sangat menentukan yaitu faktor perencanaan/perhitungan
perkiraan kebutuhan obat yang belum tepat,belum efektif dan kurang efisien atau
pengadaan obat yang belum tepat dengan perencanaan yang telah dibuat. Tujuan
penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian berdasarkan persentase antara
perencanaan obat terhadap pengadaan obat di RS Permata Jonggol periode Juli-
Desember tahun 2019. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif
observasional dengan pendekatan retrospektif. Berdasarkan hasil penelitian
persentase kesesuaian perencanaan dan pengadaan didapat total 552 obat yang
sesuai antara perencanaan dengan pengadaan obat atau memiliki persentase 100%.
54 obat yang jumlah persentasenya rentang 90%-99%, 25 obat yang jumlah
persentasenya rentang 80%-89%, 9 obat yang jumlah persentasenya rentang 70%-
79%, 8 obat yang jumlah persentasenya rentang 60%-69%, dan 3 obat lainnya
persentasenya dibawah 50%.
Eem Masaenah; Lilik Sulastri; STALYN MARGARETHA LIKUMAHUA
2023 · Book · Open Access
Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit.
Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak
buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena
memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari
ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang
baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol
96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung
alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk
pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28%
dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit
dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun
padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi
yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan
parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa
dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun
padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68
ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun
padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.
Eem Masaenah; SYLVYA ANGGRAENI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika
penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa
masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu
diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna
alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif
untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut
dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai
pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3
variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada
rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi
dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat
muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan
sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah
dua perlakuan..
Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna
rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena
memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan
iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada
viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya
sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan
beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling
banyak disukai oleh panelis.
Fredy Arifta Nasel; Lilik Sulastri; Meisyi Dwi Suryani
2023 · Book · Open Access
CHINDY IMMANUELA JOHANNES; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Kulit buah pisang raja (Musa paradisiaca (L)) merupakan salah satu tanaman yang
memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antioksidan dari ekstrak etanol 96% kulit buah pisang raja yang dibuat menjadi
sediaan Hair Mask dan pengujian mutu fisik sediaan. Kulit buah pisang diekstraksi
menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas
antioksidan menggunakan peredaman DPPH. Hasil penelitian menunjukkan
aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% metode maserasi menunjukkan nilai IC50
sebesar 46,82 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil
ekstrak tertinggi dijadikan sebagai zat aktif Hair Mask. Hair Mask F1 mengandung
5%, F2 mengandung 7,5% dan F3 mengandung 10% ekstrak. Hasil aktivitas
antioksidan tertinggi pada F3 dengan IC50 sebesar 11,48 ppm. Hair Mask ekstrak
kulit buah pisang raja semua konsentrasi homogen, tidak mengiritasi kulit, memiliki
pH tidak sesuai dengan ketentuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula
yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dan mutu fisik baik adalah formula 3
dengan ekstrak kulit buah pisang raja 10%. akan tetapi formula 2 dengan ekstrak
kulit buah pisang raja 7,5% menjadi formula yang paling diminati.
Eem Masaenah; MAULIDA SULISTYANA; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access
Daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan
termasuk betalain (pigmen warna nabati), karotenoid, vitamin C, flavonoid dan
polifenol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 pada ekstrak
daun bayam merah dan memformulasikan ekstrak etanol daun bayam merah
menjadi sediaan masker gel peel-off dengan mutu fisik yang baik dan memilki
aktivitas antioksidan. Daun bayam merah dimaserasi dengan pelarut etanol 96%
hingga diperoleh ekstrak, sediaan masker gel peel-off dibuat dengan variasi
konsentrasi yaitu 1%(FI), 1,25%(FII) dan 1,50%(FIII). FI dan FII memiliki nilai
IC50 termasuk dalam kategori lemah sedangkan FIII memiliki nilai IC50 yang
termasuk dalam kategori sedang. Nilai IC50 ekstrak, FI, FII, dan FIII berturut-turut
adalah 128,279, 291,346, 270,624 dan 245,695 ppm. Berhubungan dengan diantara
ketiga formula pada FI memiliki mutu fisik yang baik dari parameter uji
organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, homogenitas dan waktu
mengering. Sedangkan sediaan dengan aktivitas antioksidan tertinggi adalah FIII.
ARIO; Nina Imaniar; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Sirup parasetamol sering digunakan sebagai antipiretik bagi anak-anak karena sirup
parasetamol mengandung gula yang dapat menyamarkan rasa tidak nyaman di indra
perasa anak-anak juga kemudahan dalam pemberian dosis dibanding dengan
bentuk sediaan lainnya. Sediaan oral yang mengandung gula dapat berfungsi
sebagai nutrisi bagi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kualitas sediaan sirup parasetamol terhadap kontaminasi mikroba dan kadar
parasetamol selama masa penggunaan. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 Generik
dengan merek dagang dan 2 Generik tanpa merek dagang (generik berlogo) dengan
masing-masing sampel bernomor batch yang sama. Sampel sirup parasetamol
diberi perlakuan buka tutup kemasan selama 3 hari dan pengeluaran isi sebanyak
45 ml, setelah itu pada hari ke 7 setelah perlakuan sisa volume parasetamol
dilakukan uji kadar parasetamol dengan spektrofotometri UV-Vis dan uji cemaran
mikroba dengan metode Angka Lempeng Total. Hasil penelitian kadar parasetamol
menyatakan bahwa terjadi penurunan kadar pada sampel Generik 1, Generik 2,
Merek 1 dan Merek 2 dengan rata-rata penurunan secara berurutan sebesar
15,309%, 10,049%, 6,476% dan 0,638%. Hasil penelitian cemaran mikroba
menyatakan hasil yang negatif, tidak terjadi cemaran mikroba pada sampel dan
kontrol negatif.
Achmad Fauzi Isa; Lilik Sulastri; METI RAHMA SARI
2023 · Book · Open Access
Tanaman salam ( Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) adalah salah satu
tumbuhan yang berkhasiat diantaranya sebagai antioksidan. Daun salam diketahui
mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kadar total fenol dan falavonoid serta penetapan kadar sun
protecting factor pada ekstrak etil asetat daun salam ( Syzygium polyanthum (Wight)
Walp.) ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% hasil
ekstrak kental kemudian di partisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1) fraksi etil
asetat tersebut di uji kadar total fenol dan flavonoid serta SPF menggunakan
Spektrofotometer UV-Vis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat
daun salam mengandung total fenol sebesar 534,285 mg GAE/gram dan total
flavonoid pada fraksi etil asetat sebesar 419,66 mg GAE/gram serta Sun Frotecting
Factor (SPF) dari fraksi etil asetat daun salam sebesar 39,27 yang termasuk kategori
ultra sebagai tabir surya, kesimpulan penelitian ini bahwa fraksi etil asetat daun
salam memiliki kemampuan SPF ultra dan dapat dijadikan sediaan tabir surya.
ANNISA GITA PERTIWI; Adrian Christianus; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Jenis gangguan jiwa yang sering dialami penduduk diantaranya episode
depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan panik dan lain sebagainya.
Pasien dengan diagnosis gangguan jiwa memerlukan ketepatan pengobatan agar
tercapai pengobatan yang optimal. Ketepatan pengobatan meliputi tepat pasien, tepat
obat, tepat indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional menggunakan metode pengambilan data sekunder secara
retrospektif pada pasien gangguan jiwa di RS Swasta X Bogor. Data yang diambil
adalah data rekam medis dengan resep periode September-November 2021. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa pasien gangguan jiwa di RS Swasta X Bogor paling
banyak adalah perempuan yaitu sebesar 80,3%, usia paling banyak pada rentang 16-25
tahun sebanyak 53.6%, jenis gangguan jiwa yang banyak di alami adalah gangguan
kecemasan dan depresi episode. Obat yang paling banyak digunakan adalah
escitalopram sebesar 21.6%, dan ketepatan pengobatan gangguan jiwa untuk tepat
pasien mencapai 100%, tepat obat 94%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 93% dan tepat
frekuensi 97%.
Inawati; NIDA AZIZAH; Nina Imaniar
2023 · Book · Open Access
Masalah kesehatan mulut dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri. Karies
gigi dapat disebabkan oleh bakteri gram positif yaitu Streptococcus mutans dan
Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak etanol 96% herba meniran hijau terhadap bakteri gram positif
penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus.
Sampel ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia untuk mengetahui kandungan
metabolit sekunder yang dikandung setelah itu dilakukan uji aktivitas antibakteri
menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil penelitian penapisan
fitokimia pada ekstrak etanol 96% herba meniran hijau mengandung flavonoid,
saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil nilai rata-rata zona hambat yang dilakukan
secara triplo pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans
yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan zona hambat sebesar 20,70 mm (kuat), ekstrak
2,5% sebesar 19,45 mm (kuat), ekstrak 1,25% sebesar 13,50 mm (kuat) dan pada
kontrol positif amoxicillin menghasilkan zona hambat sebesar 23,55mm (sangat
kuat). Pada pengujian Staphylococcus aureus yaitu pada ekstrak 5% menghasilkan
zona hambat sebesar 12,40 mm (kuat), ekstrak 2,5% sebesar 10.27 mm (sedang),
ekstrak 1,25% sebesar 9,65 mm (sedang) dan pada kontrol positif amoxicillin
menghasilkan zona hambat sebesar 16,45 mm (kuat). Ekstrak etanol 96% herba
meniran hijau memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri gram
positif penyebab karies gigi yaitu bakteri Streptococcus mutans dan Staphylococcus
aureus.
Nanang Hermawan; RISMA RISTANTI; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh adanya tungau Sarcoptes
scabiei var hominis yang penularannya bisa secara kontak langsung maupun tidak
langsung. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian perilaku
yang berperan aktif dalam mewujudkan dibidang kesehatan. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian skabies
di Pesantren SPQ At-Tartil Sukabumi. Penelitian ini bersifat non-eksperimental
menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data secara deskriptif
dengan prospektif menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh santriwati di Pesantren SPQ At-Tartil. Sampel penelitian diambil secara
total sampling yaitu sebanyak 110 responden. Analisis data menggunakan analisis
univariat dan bivariat dengan menggunakan metode uji chi-square. Hasil penelitian
menunjukkan usia 12-13 sebanyak 48 responden (43,64%), kelas paling banyak 7-
8 sebanyak62 responden (67,27%), dimensi kebersihan pakaian cukup (51,8%),
kebersihan kulit cukup (49,1%), kebersihan tangan dan kuku kurang (65,5%),
kebersihan handuk cukup (53,6%), kebersihan tempat tidur dan sprei kurang
(59,1%), PHBS kurang (46,36%), kejadian tungau skabies sebanyak (68,18%),
Nilai signifikasi yang didapat 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menunjukkan
terdapat hubungan yang signifikan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
dengan kejadian skabies di Pesantren SPQ At-Tartil Sukabumi.
Muhammad Afqary; NURMAGHFIROH; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Swamedikasi adalah perilaku manusia yang biasanya dilakukan masyarakat
untuk mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini
swamedikasi harus diawasi oleh apoteker. Masyarakat membutuhkan pengetahuan
yang sesuai untuk mendapatkan perilaku yang tepat dalam swamedikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gambaran pengetahuan dan perilaku
swamedikasi siswi SMK Farmasi Cipto kota Cirebon dalam menghilangkan nyeri
haid (dismenore). Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan
pengambilan data secara prospektif. Sampel yang digunakan sebanyak 66
responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Desember 2020.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 97% siswi SMK farmasi cipto kota
cirebon mengalami dismenore,
AYU FITRIANIS; Karuma Barza Afida; Neni Rahmani
2023 · Book · Open Access
Swamedikasi merupakan pengobatan diri sendiri yang dilakukan untuk
mengatasi masalah kesehatan. Sedangkan batuk merupakan keluhan yang sering
dialami masyarakat, dan dianggap ringan sehingga masyarakat lebih memilih
untuk melakukan swamedikasi dalam menanganinya. Namun pada
pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan
pengobatan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan
penggunannya. Sehingga masyarakat harus memiliki pengetahuan yang baik
dalam swamedikasi batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk
di Apotek Mekarwangi Kota Bogor. Desain penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kuantitatif dengan pendekatan prospektif dengan model penelitian
menggunakan metode cross sectional. Alat ukur berupa data primer yang
menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel sebanyak 76 responden yang di
dapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian di
dapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada
usia 26-35 tahun (42%), jenis kelamin laki-laki (55%), pendidikan perguruan
tinggi (51%), pekerjaan karyawan swasta (45%), pendapatan <3 juta (46%).
tingkat pengetahuan pasien swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota
Bogor menunjukan presentasi 84% baik. Hasil chi square diperoleh nilai
signifikan >0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh faktor
sosiodemografi tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan
swamedikasi batuk.