Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 31 dari 125

GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN RS. UMMI BOGOR

ADINDA PUTRI RIZKI ILLAHI; Karuma Barza Afida; Nazmi
2024 · Book · Open Access

Depo farmasi rawat jalan harus dilengkapi fasilitas yang cukup dan sistem penyimpanan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan obat, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok, persentase obat kedaluwarsa, dan persentase obat yang tidak bergerak di RS. Ummi Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan menggunakan data retrospektif dan concurrent. Data penyajian yang diperoleh berupa laporan obat kedaluwarsa, dan laporan obat yang tidak bergerak (dead stock). Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi data penyimpanan sediaan farmasi berupa form ceklis kesesuaian penyimpanan. Sampel yang digunakan adalah seluruh sediaan farmasi dengan jumlah 626 item. Hasil penelitian menunjukan persentase kesesuaian metode penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan dan alfabetis 100%, berdasarkan stabilitas 99%, berdasarkan FIFO/FEFO 91%, berdasarkan kelas terapi 10%, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 43%, obat kedaluwarsa 10%, obat yang tidak bergerak 29%.

STUDI IN SILICO PENAMBATAN PROTEIN PRO INFLAMASI DENGAN SENYAWA AKTIF KAYU MANIS ( Cinnamomum sp. )

Antonius Padua Ratu; DIMAS SETYADI PUTRA; Harry Noviardi
2024 · Book · Open Access

Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial) dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4 kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan pembanding.

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PASIR MULYA KOTA BOGOR

ASTARI HAMID; Febi Ishfahani; Pritha Listya Anggraini
2024 · Book · Open Access

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor. Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta (42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) , dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan.

EVALUASI PENERAPAN CPOB PADA SALAH SATU GUDANG FINISHED GOODS INDUSTRI FARMASI OBAT GENERIK DI CIKARANG

Abdul Hafidz; MOKHAMAD ALWAN RAKHDIYANSYAH; Sofyan Ramani
2024 · Book · Open Access

Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi 5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini, penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu 100 Lux.

INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS FAMILY MEDICAL CENTER BOGOR

FITRI YANI MAHDALENA; Nelly Fronika Situmorang; Siti Mariam
2024 · Book · Open Access

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat. Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari- Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi (51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%) dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus (14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).

EFEKTIVITAS EDUKASI DENGAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS LEUWILIANG

KHOERUNISA; Karuma Barza Afida; Putri Marani Permata Sari
2024 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan mikroogranisme Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang pada hampir seluruh bagian dalam tubuh seperti kelenjar di leher, kulit, tulang, ginjal, nodus limfe, selaput otak dan organ tubuh lainnya. Media leaflet bisa membantu publik menerima informasi lebih mudah, membangun komunikasi dalam upaya mendukung keberhasilan program pengobatan dan pencegahan TB paru. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan leaflet terhadap tingkat pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional yang besifat prospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 55 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan terdapat perpedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media leaflet dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang.

FORMULASI TABLET KOMBINASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcumma domestica) DAN DAUN SALAM (Syzigium polyanthum) DENGAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

ANNISA SITI NURJANAH; Eem Masaenah; Sofyan Ramani
2024 · Book · Open Access

Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1 menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.

TOKSISITAS EKSTRAK AIR SARANG SEMUT DARI PAPUA DAN PANGANDARAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

Halimatussa’diyah; IVAN SALMAN AZHAR; Nina Imaniar
2024 · Book · Open Access

Sarang semut merupakan tanaman umbi yang banyak tumbuh di Papua, Sumatera dan Jawa yang memiliki banyak manfaat untuk menjadi obat berbagai jenis penyakit dan berpotensi sebagai obat antikanker. Dua genus sarang semut yang berkhasiat sebagai obat yaitu Myrmecodia dan Hydnophytum. Namun mutu suatu tanaman dapat berbeda bergantung lingkungan tempat tumbuh dan cuaca tempat tumbuh tanaman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendaptkan informasi terkait kandungan fitokimia dan perbedaan toksisitas ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran diuji fitokimia kemudian diuji toksisitasnya menggunakan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak air sarang semut dari Papua mempunyai nilai LC50 sebesar 159,09 ppm sedangkan ekstrak air sarang semut dari Pangandaran sebesar 368,37 ppm serta mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin dan tanin. Dengan demikian ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran termasuk dalam kategori toksik sedang dan berpotensi sebagai obat antikanker.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF FRAKSI ETIL ASETAT DARI Skeletonema costatum DENGAN GAS CROMATOGRAPHY – MASS SPECTROMETRY (GC- MS)

Lilik Sulastri; Ni Wayan Sri Agustini; UCI LESTARI
2024 · Book · Open Access

Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis diatom yang dominan di laut dan tumbuh subur diperairan sekitar pantai terutama setelah musim hujan. Skeletonema costatum mempunyai potensi menghasilkan senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteriterbaik dari ekstrak etanol 96%, n-heksana dan etil asetat mikroalga S.costatum terhadap E.coli dan S.aureus dan identifikasi fraksi terbaik dari ekstrak mikroalga S.costatum. S.costatum diekstraksi dengan etanol kemudian dipartisi dengan n- heksana dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji aktivitasnya hingga diperoleh fraksi terbaik serta didentifikasi senyawa menggunakan GCMS. Hasil pengukuran bahwa ekstrak etil asetat terbaik dalammenghambat E.coli dan S.aureus dengan zona hambatsebesar 8,31 mm, 8,91mm, 9,9 mm dan 6,93 mm, 7,63 mm, 8,33 mm. Hasil Kromatografi kolom didapatkan 83 fraksi dan hasil KLT didapatkan 11 fraksi hanya 2 fraksi yang menunjukan aktivitas antibakteri. Dari hasil zona hambat antibakteri dipilih ekstrak etil asetat adalah fraksi 2 dan fraksi 11 dianalisis dengan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan ekstrak etil asetat pada fraksi 2 diduga mengandung senyawa Neophytadiene dengan kemiripan 95 % dan fraksi 11 diduga mengandung senyawa n-Hexadecanoid acid dengan persantese kemiripan 99 %.

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DARI INFUSA DAUN SALAM DAN KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

EVI TRI RAHMAYANTI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2024 · Book · Open Access

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid. Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97 sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI HAID PADA SISWI SMK INSAN MEDIKA KOTA DEPOK

Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan; TASYYA MUTIARA
2024 · Book · Open Access

Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16 tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar (52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%). Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p – Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.

GAMBARAN HASIL TERAPI PENGGUNAAN OBAT KRIM PERMETHRIN DI KLINIK MARDI WALUYA

IRA ALFIRA; Magdalena Suryani Manik; Neilli Apolina CCI
2024 · Book · Open Access

Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var hominis, yang ditularkan melalui kontak langsung. Prevalensi skabies di Klinik Mardi Waluya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran hasil terapi penggunaan obat krim permethrin yang diresepkan terhadap penyakit skabies di Klinik Mardi Waluya. Jenis dan desain penelitian adalah deskriptif observasional, dengan menganalisis data pasien secara rektrospektif dari rekam medis pasien rawat jalan pada bulan September – November 2022. Penelitian ini telah dilakukan di Klinik Mardi Waluya Cianjur pada bulan Februari 2023.data Diolah secara analisis deskriptif dengan menggunakan microsoft excel. Pasien terbanyak penderita skabies yaitu pada usia remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 75 orang (39%). Jumlah pasien laki-laki 66% (127 orang). Pekerjaan paling banyak yang menderita penyakit skabies adalah pelajar dengan persentase 72% (138 orang) dan pendidikan paling banyak penderita skabies adalah sekolah tingkat dasar dengan persentase 36 % (68 ) pasien. Hasil efek terapi obat krim permethrin dalam durasi pemakaian dalam 2 minggu yang sembuh yaitu 78% (149 orang) pasien yang belum sembuh 22% (42 orang).

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BAYAM BRAZIL (Althernanthera sisso) DAN DAUN MURBEI (Morus alba L.) DENGAN PENGHAMBATAN RADIKAL BEBAS BERSERTA KOMBINASINYA

LIRA SUKMA DJUNIAR; Nanang Hermawan; Sofyan Ramani
2024 · Book · Open Access

Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular, karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel, semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya nilai absorbansi .

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN YANG DITERIMA DI APOTEK PALEDANG FARMA BOGOR

Karuma Barza Afida; RESTU ROBY ISLAMIATY; Rita Kartikawati
2024 · Book · Open Access

Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13. Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.

ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI DAN INSIDEN PATIENT SAFETY DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI

Binar Nursanti; EGI SAPIKI; Yesi Mariyana
2024 · Book · Open Access

Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera (KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi sebanyak 1 insiden.

EVALUASI EFEKTIVITAS PENERAPAN CLINICAL PATHWAY TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) RAWAT INAP DI RS X BOGOR

DESI KRISTINA PUTRI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2024 · Book · Open Access

Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020). Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017 dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%) pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 GUNUNG PUTRI

Iryan Desti; Nanang Hermawan; VINANDA ARLIANI
2024 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap. Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%, pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%. Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%), jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan (95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20), dan daya tanggap (-1,17).

HUBUNGAN PERILAKU SANTRI PUTRA TERHADAP KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN DARUL MUTTAQIEN KECAMATAN PARUNG

Nanang Hermawan; Ria Puspita Wardhani; WAHYUNI PERMATASARI
2024 · Book · Open Access

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren. Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933 santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin. Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku terhadap kejadian skabies.

UJI STABILITAS FISIK NEKTAR SERBUK DARI NIRA KELAPA

Halimatussa’diyah; LAMANDA ANISA DIPUTRI; Rakhmat Ramdhani Alwie
2024 · Book · Open Access

Diabetes merupakan suatu keadaan glukosa tidak dapat diserap secara sempurna oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat, penggunaan gula tebu sangat dihindari penderita diabetes. Gula kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena nilai IG yang rendah menjadikan gula ini bersifat aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Gula kelapa berasal dari nektar atau nira kelapa, produk yang berasal dari bahan alami memiliki kestabilan relatif rendah sehingga bisa merugikan pengguna gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data stabilitas fisik berdasarkan variasi suhu simpan nektar serbuk, sesuai dengan yang disyaratkan SNI. Metode penelitian ini adalah pengujian stabilitas fisik mencakup uji organoleptik, uji pH, dan uji kadar air pada nektar serbuk yang disimpan selama 28 hari dalam suhu berbeda-beda yaitu suhu 4oC, 25oC, dan 40oC dengan pengamatan pada hari ke- 0, 7, 14, 21, dan 28. Berdasarkan hasil penelitian nektar serbuk pada suhu 4oC dan 25oC terjadi perubahan tekstur, pada suhu 40oC terjadi perubahan warna, aroma, tekstur. Pengukuran pH diperoleh nilai tertinggi 6,71 di suhu 4oC dan terendah 6,52 di suhu 40oC. Persentase kadar air diperoleh tertinggi 2,62% di suhu 25oC dan terendah 1,24% di suhu 40oC. Pengujian stabilitas fisik suhu penyimpanan semua parameter masih termasuk kriteria SNI.

PENGARUH PEMBERIAN NEKTAR GULA KELAPA TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

Eem Masaenah; FAZRIA NURSUKMA; Triyani Sumiati
2024 · Book · Open Access

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya. Gula seringkali dihindari oleh penderita diabetes meskipun gula merupakan kebutuhan sehari-hari. Gula kelapa dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir yang aman dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik lebih rendah dari gula pasir. Gula kelapa berasal dari nira atau nektar kelapa yang secara empiris dipercaya dapat menurunkan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan senyawa fitokimia dan menentukan aktivitas antidiabetes nektar gula kelapa yang dibandingkan dengan kontrol positif terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah pengujian in vivo pada mencit hiperglikemia. Nektar gula kelapa mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Masing-masing perlakuan diberikan selama 14 hari dengan pengecekan kadar glukosa pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Perlakuan kontrol negatif akuades mengalami penurunan sebesar 63,01%. Perlakuan kontrol positif glibenklamid mengalami penurunan sebesar 85,16%. Perlakuan dengan pemberian nektar gula kelapa dengan dosis 2,5 mg/KgBB, 5 mg/KgBB dan 7,5 mg/KgBB mengalami penurunan kadar glukosa darah berturut-turut sebesar 69,33%; 57,90%; dan 68,76%. Dari hasil statistik menyatakan bahwa nektar gula kelapa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif glibenklamid.