ADINDA PUTRI RIZKI ILLAHI; Karuma Barza Afida; Nazmi
2024 · Book · Open Access
Depo farmasi rawat jalan harus dilengkapi fasilitas yang cukup dan sistem
penyimpanan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem
penyimpanan obat, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok, persentase obat
kedaluwarsa, dan persentase obat yang tidak bergerak di RS. Ummi Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan menggunakan
data retrospektif dan concurrent. Data penyajian yang diperoleh berupa laporan
obat kedaluwarsa, dan laporan obat yang tidak bergerak (dead stock). Instrumen
penelitian ini menggunakan lembar observasi data penyimpanan sediaan farmasi
berupa form ceklis kesesuaian penyimpanan. Sampel yang digunakan adalah
seluruh sediaan farmasi dengan jumlah 626 item. Hasil penelitian menunjukan
persentase kesesuaian metode penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan dan
alfabetis 100%, berdasarkan stabilitas 99%, berdasarkan FIFO/FEFO 91%,
berdasarkan kelas terapi 10%, kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 43%, obat
kedaluwarsa 10%, obat yang tidak bergerak 29%.
Antonius Padua Ratu; DIMAS SETYADI PUTRA; Harry Noviardi
2024 · Book · Open Access
Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap
rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau
radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan
memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan
senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas
inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari
kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan
konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial)
dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan
penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan
konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery
Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria
Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa
tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari
penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu
Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4
kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki
afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan
pembanding.
ASTARI HAMID; Febi Ishfahani; Pritha Listya Anggraini
2024 · Book · Open Access
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
Abdul Hafidz; MOKHAMAD ALWAN RAKHDIYANSYAH; Sofyan Ramani
2024 · Book · Open Access
Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi
untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan
pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu
dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu
industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow
proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi
5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif.
Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran
ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di
gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase
kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu
sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang
mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan
Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini,
penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat
generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan
perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area
penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu
100 Lux.
FITRI YANI MAHDALENA; Nelly Fronika Situmorang; Siti Mariam
2024 · Book · Open Access
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang
disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat.
Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga
membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien
diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari-
Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep
sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan
website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan
rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi
(51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat
antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%)
dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi
terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan
level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus
(14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan
kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).
KHOERUNISA; Karuma Barza Afida; Putri Marani Permata Sari
2024 · Book · Open Access
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan
mikroogranisme Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang pada hampir
seluruh bagian dalam tubuh seperti kelenjar di leher, kulit, tulang, ginjal, nodus
limfe, selaput otak dan organ tubuh lainnya. Media leaflet bisa membantu publik
menerima informasi lebih mudah, membangun komunikasi dalam upaya
mendukung keberhasilan program pengobatan dan pencegahan TB paru. Tujuan
penelitian untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan leaflet terhadap
tingkat pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang. Penelitian ini
menggunakan penelitian kuantitatif observasional yang besifat prospektif. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden
55 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data
menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari
penelitian ini menunjukan terdapat perpedaan signifikan antara tingkat
pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media leaflet
dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan
pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang.
ANNISA SITI NURJANAH; Eem Masaenah; Sofyan Ramani
2024 · Book · Open Access
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
Halimatussa’diyah; IVAN SALMAN AZHAR; Nina Imaniar
2024 · Book · Open Access
Sarang semut merupakan tanaman umbi yang banyak tumbuh di Papua, Sumatera
dan Jawa yang memiliki banyak manfaat untuk menjadi obat berbagai jenis
penyakit dan berpotensi sebagai obat antikanker. Dua genus sarang semut yang
berkhasiat sebagai obat yaitu Myrmecodia dan Hydnophytum. Namun mutu suatu
tanaman dapat berbeda bergantung lingkungan tempat tumbuh dan cuaca tempat
tumbuh tanaman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendaptkan informasi
terkait kandungan fitokimia dan perbedaan toksisitas ekstrak air sarang semut dari
Papua dan Pangandaran menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).
Ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran diuji fitokimia kemudian diuji
toksisitasnya menggunakan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil
penelitian menunjukan bahwa ekstrak air sarang semut dari Papua mempunyai nilai
LC50 sebesar 159,09 ppm sedangkan ekstrak air sarang semut dari Pangandaran
sebesar 368,37 ppm serta mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid,
saponin dan tanin. Dengan demikian ekstrak air sarang semut dari Papua dan
Pangandaran termasuk dalam kategori toksik sedang dan berpotensi sebagai obat
antikanker.
Lilik Sulastri; Ni Wayan Sri Agustini; UCI LESTARI
2024 · Book · Open Access
Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis diatom yang dominan
di laut dan tumbuh subur diperairan sekitar pantai terutama setelah musim hujan.
Skeletonema costatum mempunyai potensi menghasilkan senyawa antibakteri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteriterbaik
dari ekstrak etanol 96%, n-heksana dan etil asetat mikroalga S.costatum terhadap
E.coli dan S.aureus dan identifikasi fraksi terbaik dari ekstrak mikroalga
S.costatum. S.costatum diekstraksi dengan etanol kemudian dipartisi dengan n-
heksana dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji aktivitasnya hingga
diperoleh fraksi terbaik serta didentifikasi senyawa menggunakan GCMS. Hasil
pengukuran bahwa ekstrak etil asetat terbaik dalammenghambat E.coli dan
S.aureus dengan zona hambatsebesar 8,31 mm, 8,91mm, 9,9 mm dan 6,93 mm,
7,63 mm, 8,33 mm. Hasil Kromatografi kolom didapatkan 83 fraksi dan hasil
KLT didapatkan 11 fraksi hanya 2 fraksi yang menunjukan aktivitas antibakteri.
Dari hasil zona hambat antibakteri dipilih ekstrak etil asetat adalah fraksi 2 dan
fraksi 11 dianalisis dengan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan ekstrak etil asetat
pada fraksi 2 diduga mengandung senyawa Neophytadiene dengan kemiripan 95
% dan fraksi 11 diduga mengandung senyawa n-Hexadecanoid acid dengan
persantese kemiripan 99 %.
EVI TRI RAHMAYANTI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2024 · Book · Open Access
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk
pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid.
Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan
hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh
SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari
daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan
aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada
penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat
dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam
yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji
fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas
antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol
infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas
Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97
sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L
berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin,
saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g.
Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan
total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha
daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.
Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan; TASYYA MUTIARA
2024 · Book · Open Access
Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi
saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang
dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala
keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau
toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat
pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan
perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross
sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika
Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive
Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami
nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian
menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16
tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar
(52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan
gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%).
Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square
diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p –
Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.
IRA ALFIRA; Magdalena Suryani Manik; Neilli Apolina CCI
2024 · Book · Open Access
Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var
hominis, yang ditularkan melalui kontak langsung. Prevalensi skabies di Klinik
Mardi Waluya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Gambaran hasil terapi penggunaan obat krim permethrin yang diresepkan terhadap
penyakit skabies di Klinik Mardi Waluya. Jenis dan desain penelitian adalah
deskriptif observasional, dengan menganalisis data pasien secara rektrospektif dari
rekam medis pasien rawat jalan pada bulan September – November 2022. Penelitian
ini telah dilakukan di Klinik Mardi Waluya Cianjur pada bulan Februari 2023.data
Diolah secara analisis deskriptif dengan menggunakan microsoft excel. Pasien
terbanyak penderita skabies yaitu pada usia remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 75
orang (39%). Jumlah pasien laki-laki 66% (127 orang). Pekerjaan paling banyak
yang menderita penyakit skabies adalah pelajar dengan persentase 72% (138 orang)
dan pendidikan paling banyak penderita skabies adalah sekolah tingkat dasar
dengan persentase 36 % (68 ) pasien. Hasil efek terapi obat krim permethrin dalam
durasi pemakaian dalam 2 minggu yang sembuh yaitu 78% (149 orang) pasien yang
belum sembuh 22% (42 orang).
LIRA SUKMA DJUNIAR; Nanang Hermawan; Sofyan Ramani
2024 · Book · Open Access
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
Karuma Barza Afida; RESTU ROBY ISLAMIATY; Rita Kartikawati
2024 · Book · Open Access
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
Binar Nursanti; EGI SAPIKI; Yesi Mariyana
2024 · Book · Open Access
Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit
Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat
mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti
Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data
sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen
Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis
menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil
penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan
Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja
Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas
yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera
(KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi
sebanyak 1 insiden.
DESI KRISTINA PUTRI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2024 · Book · Open Access
Infeksi Dengue merupakan sekelompok penyakit yang disebabkan oleh
virus Dengue pada manusia. DHF ditandai dengan adanya kebocoran plasma
seperti peningkatan hematokrit, efusi pleura, hipoalbuminemia (Kemenkes, 2020).
Clinical pathway digunakan sebagai kendali mutu dan biaya dalam pelayanan
kesehatan yang dapat dilihat dari rata-rata lama rawat dan outcomes terapi. Kasus
DHF masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat inap di RS X Bogor. Penelitian
ini bertujuan untuk mengukur perbedaan rata-rata lama rawat dan outcomes terapi
pasien DHF antara sebelum dan setelah clinical pathway. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif observasional rancangan penelitian cross sectional, data
dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medis. Persentase
terbesar pasien DHF rawat inap mendapatkan masa pengobatan cepat atau lama
rawat 5 hari, sebanyak 51 pasien (70%) dengan mean 4,68 hari pada tahun 2017
dan 61 pasien (67%) dengan mean 3,75 hari pada tahun 2018. Persentase outcomes
terapi terbesar pasien DHF rawat inap adalah sembuh sebanyak 38 pasien (52%)
pada tahun 2017 dan 45 pasien (62%) pada tahun 2018. Hasil ujistatistik lama rawat
yaitu P-Value > 0,05 (P-Value = 0,051), uji statistik outcomes terapi yaitu P-Value
> 0,05 (P-Value = 0,244), tidak terdapat perbedaan bermakna antara sebelum
dengan sesudah clinical pathway pada kedua kategori.
Iryan Desti; Nanang Hermawan; VINANDA ARLIANI
2024 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan
meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap.
Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode
ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis
(IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian
antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian
adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang
telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%,
pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%.
Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas
dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%),
jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan
harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan
dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan
(95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara
harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan
dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20),
dan daya tanggap (-1,17).
Nanang Hermawan; Ria Puspita Wardhani; WAHYUNI PERMATASARI
2024 · Book · Open Access
Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei,
yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya
menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren.
Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat
pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau
tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok
Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan
metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap
kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933
santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin.
Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari
kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan
pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi
frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di
Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu
sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna
antara perilaku terhadap kejadian skabies.
Halimatussa’diyah; LAMANDA ANISA DIPUTRI; Rakhmat Ramdhani Alwie
2024 · Book · Open Access
Diabetes merupakan suatu keadaan glukosa tidak dapat diserap secara
sempurna oleh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi sehingga kadar glukosa
dalam darah meningkat, penggunaan gula tebu sangat dihindari penderita
diabetes. Gula kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alami karena nilai IG
yang rendah menjadikan gula ini bersifat aman untuk dikonsumsi penderita
diabetes. Gula kelapa berasal dari nektar atau nira kelapa, produk yang berasal
dari bahan alami memiliki kestabilan relatif rendah sehingga bisa merugikan
pengguna gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data stabilitas
fisik berdasarkan variasi suhu simpan nektar serbuk, sesuai dengan yang
disyaratkan SNI. Metode penelitian ini adalah pengujian stabilitas fisik mencakup
uji organoleptik, uji pH, dan uji kadar air pada nektar serbuk yang disimpan
selama 28 hari dalam suhu berbeda-beda yaitu suhu 4oC, 25oC, dan 40oC dengan
pengamatan pada hari ke- 0, 7, 14, 21, dan 28. Berdasarkan hasil penelitian nektar
serbuk pada suhu 4oC dan 25oC terjadi perubahan tekstur, pada suhu 40oC terjadi
perubahan warna, aroma, tekstur. Pengukuran pH diperoleh nilai tertinggi 6,71 di
suhu 4oC dan terendah 6,52 di suhu 40oC. Persentase kadar air diperoleh tertinggi
2,62% di suhu 25oC dan terendah 1,24% di suhu 40oC. Pengujian stabilitas fisik
suhu penyimpanan semua parameter masih termasuk kriteria SNI.
Eem Masaenah; FAZRIA NURSUKMA; Triyani Sumiati
2024 · Book · Open Access
Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan
kadar glukosa dalam darah karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau
keduanya. Gula seringkali dihindari oleh penderita diabetes meskipun gula
merupakan kebutuhan sehari-hari. Gula kelapa dapat digunakan sebagai pengganti
gula pasir yang aman dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik lebih rendah
dari gula pasir. Gula kelapa berasal dari nira atau nektar kelapa yang secara empiris
dipercaya dapat menurunkan glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
kandungan senyawa fitokimia dan menentukan aktivitas antidiabetes nektar gula
kelapa yang dibandingkan dengan kontrol positif terhadap penurunan kadar glukosa
darah mencit (Mus musculus). Metode penelitian ini adalah pengujian in vivo pada
mencit hiperglikemia. Nektar gula kelapa mengandung senyawa flavonoid dan
triterpenoid. Masing-masing perlakuan diberikan selama 14 hari dengan
pengecekan kadar glukosa pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Perlakuan kontrol negatif
akuades mengalami penurunan sebesar 63,01%. Perlakuan kontrol positif
glibenklamid mengalami penurunan sebesar 85,16%. Perlakuan dengan pemberian
nektar gula kelapa dengan dosis 2,5 mg/KgBB, 5 mg/KgBB dan 7,5 mg/KgBB
mengalami penurunan kadar glukosa darah berturut-turut sebesar 69,33%; 57,90%;
dan 68,76%. Dari hasil statistik menyatakan bahwa nektar gula kelapa tidak ada
perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif glibenklamid.