COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Penuntun Praktikum Imunoserologi: Bagi Teknologi Laboratorium Medis
Kimia Dasar untuk Diploma III Farmasi
Farmakologi 1 untuk mahasiswa farmasi
Epidemiologi Penyakit Tidak menular
PEDOMAN PENGKAJIAN OBAT BAHAN ALAM, SUPLEMENKESEHATAN, DAN KOSMETIK
Emerging Paradigms for Antibiotic-Resistant Infections: Beyond the Pill
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TERHADAP OBAT GENERIK DAN OBAT BERMEREK DI APOTEK GOLDEN
Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap suatu objek dari indra yang dimilikinya. Obat generik adalah obat yang apabila nama patennya habis masa berlakunya, maka perusahaan lain dapat memproduksi obat tersebut. Obat bermerek adalah obat yang di pasarkan dengan nama dagang tertentu yang didaftarkan oleh produsennya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, merupakan penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang membeli obat di Apotek Golden 66% berjenis kelamin perempuan, persentase berdasarkan usia yaitu konsumen 26-35 tahun sebesar 43%, sedangkan berdasarkan pendidikan konsumen berlatar belakang SMA/SMK yaitu sebesar 59%, berdasarkan pekerjaan konsumen yaitu pekerjaan pegawai swasta 33%, berdasarkan sumber informasi yaitu sumber informasi tenaga kesehatan sebanyak 79% dan lingkungan keluarga sebanyak 42%. Tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden menunjukan bahwa dari 100 responden tingkat pengetahuan di nilai ̎ Cukup ̎ sebanyak 48(48%) responden.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI RESEP BPJS KRONIS DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA
GAMBARAN SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK MUTIARA FARMA KOTA BOGOR
Penyimpanan obat farmasi di apotek yang bervariasi memerlukan manajemen pengelolaan yang baik, agar obat farmasi terjaga kualitas dan keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, sistem penyimpanan obat di Apotek Mutiara Farma Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data observasional. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi data yang berupa form ceklis. Sampel yang digunakan adalah seluruh obat farmasi yang terdapat di Apotek Mutiara Farma Bogor dengan jumlah 520 produk obat OTC, Keras dan LASA. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk obat OTC sebesar 94,40 %, berdasarkan stabilitas sebesar 86,21%, berdasarkan kelas terapi sebesar 77,16%, berdasarkan bentuk sediaan sebesar 100%, berdasarkan alfabetis 0%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%, persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk obat Ethical sebesar 86,81%, berdasarkan stabilitas sebesar 100%, berdasarkan kelas terapi 0%, berdasarkan bentuk sediaan 100%, berdasarkan alfabetis 31,25%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%, persentase kesesuaian wadah dengan informasi yang jelas untuk obat LASA 87,32%, berdasarkan stabilitas sebesar 100%, berdasarkan kelas terapi 0%, berdasarkan bentuk sediaan 100%, berdasarkan alfabetis 45,07%, kesesuaian FIFO/FEFO 0%.
GAMBARAN TINGKAT MINAT KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN OBAT GENERIK DAN MEREK DAGANG DI APOTEK KIMIA FARMA TAJUR 113 BOGOR
Minat konsumen adalah sebuah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalam membeli atau memilih suatu produk, berdasarkan pengalaman dalam memilih, menggunakan dan mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan merek dagang di Apotek Kimia Farma Tajur 113 Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat minat konsumen terhadap pembelian obat generik dan merek dagang. Sampel yang digunakan sebanyak 96 responden utuk mendapatkan data. Seluruh data yang telah didapat dianalisis secara deskriptif dalam bentuk pemaparan dan analisis perhitungan dalam bentuk persentase. Gambaran tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan obat merek dagang. Minat terhadap obat merek dagang memiliki persentase lebih tinggi (67.92%) daripada minat terhadap obat generik (32.08%).
GAMBARAN TERAPI PENGOBATAN PENYAKIT DIARE ANAK DI PRAKTEK DOKTER MAHYUDI
Diare adalah suatu keadaan buang air besar (BAB) cair atau encer dengan frekuensi lebih dari tiga kali sehari (atau lebih sering buang air besar daripada yang normal). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pada terapi pengobatan penyakit diare anak meliputi: usia dan jenis kelamin di Praktek Dokter Mahyudi dan untuk mengetahui gambaran terapi pengobatan penyakit diare anak. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Observasional dengan menganalisis data dengan pendekatan Retrospektif dari data rekam medis dengan pendekatan secara Cross Sectional. Hasil penelitian ini kelompok usia terbanyak menderita diare ialah usia 0-5 tahun 43 anak (63%). Jenis kelamin anak penderita diare adalah laki-laki sebanyak 41 anak (60%) dari total sampel 68 sampel dan terapi obat yang sering digunakan di Praktek Dokter Mahyudi menggunakan Zinc Sulfate Monohydrate sebanyak 49 kasus (72%).
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI POLI DOKTER IN HOUSE APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR
Pelayanan Kefarmasiankadalah pelayananilangsungmdanibertanggung jawab kepadajpasien terkait sediaan farmasiidengan tujuan untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkannkualitas hidup pasien. Kepuasan adalahukonsep dasar dalam memahami hubungan perusahaan dengan pelanggannya. Penelitian ini bertujuanpuntuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian berdasarkan 5 dimensi di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian iniumerupakan penelitianudeskriptif observasional menggunakan data prospektif dengan pendekatan crossisectional. Teknik pengambilan sampel terbagi menjadi dua bagian, pertama pengambilan 30 sampel untuk uji validitas dan reliabilitas dan yang kedua menggunakan Teknik purposivejsampling dengan jumlah 86 responden. Pengumpulanudata menggunakan kuesioner. Data hasil penelitianumenunjukkan gambaran tingkatmkepuasan terhadap pelayanan kefarmasian berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti langsung kategori sangat puas (52,33%), dimensi kehandalan kategori sangat puas (38,37%), dimensi ketanggapan kategori sangat puas (29,07%), dimensi jaminan kategori sangat puas (44,19%) dan dimensi empati kategoribsangat puas (46,51%).
EFEK NEKTAR CAIR TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS HIPERGLIKEMIK
Hiperglikemik adalah keadaan glukosa darah meningkat sampai di atas 200 mg/dl. Nektar ialah cairan manis yang dihasilkan dari kelenjar nektaris tanaman pada bunga, daun, dan batang. Nektar mengandung laktosa, galaktosa, dan fruktosa dalam jumlah sedikit. Nektar juga mengandung ion K+, antioksidan asam askorbat, lipid fenol, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung di dalam nektar cair, perubahan kadar glukosa darah pada tikus dengan dosis nektar cair 0,09 ml/200 gram, 0,18 ml/200 gram, 0,27 ml/200 gram. Tikus diukur kadar glukosa darah normal kemudian diiduksi dengan aloksan sebanyak 120 mg/KgBB. Setelah hari ke-3 tikus diukur kembali kadar glukosa darah kemudian tikus yang sudah memiliki kadar glukosa >200 mg/dl diberikan perlakuan nektar cair dan metformin. Kadar glukosa darah diukur kembali pada hari ke-10 dan 17 setelah pemberian perlakuan. Hasil penelitian menunjukan nektar cair mengandung golongan senyawa kimia alkaloid dan flavonoid. Hasil uji antihiperglikemik menunjukan bahwa nektar cair dapat menurunkan kadar glukosa darah, dimana penurunan yang paling tinggi terdapat pada dosis 2 sebesar 72,30% dibanding kontrol positif sebesar 57,58% dan kontrol negatifsebesar 14,82%. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan dan kontrol.
UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SACHA INCHI (Plukentia volubilis L) SECARA IN VITRO
Kolesterol merupakan suatu lemak yang bersifat amfipatik yang memiliki komponen struktural, senyawa ini banyak berasal dari jaringan KoA, kolesterol dalam darah dan limfe. Sacha Inchi (Plukenetia volbilis L) dikenal sebagai kacang inka atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Kadar kolesterol total dapat dikategorikan normal apabila kolesterol < 200 mg/dl, menghawatirkan 200-239 mg/dl, tinggi > 240 mg/dl. Identifikasi masalah dari penelitian ini untuk melihat berapa jumlah konsentrasi ekstrak etanol 96% kacang sacha inchi yang paling aktif sebagai menurunkan kolesterol secara in vitro . Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh memperoleh data aktivitas ekstrak etanol 96% sebagai penghambat kolesterol secara In vitro. Hasil uji kadar air yang didapat yaitu sebesar 6%. Hasil positif pengujian kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak etanol 96% daun sacha inchi yaitu saponin, tanin, dan flavonoid. Hasil pengujian aktivitas kolesterol ekstrak etanol 96% daun sacha inchi pada panjang gelombang maksimum 670 nm dan operating time 20 menit dengan konsentrasi 10, 20, 40, 80, didapatkan hasil nilai % inhibisi tertinggi pada 57,56% dengan IC50 33,43 ppm dan hasil kontrol positif dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm didapatkan hasil nilai % inhibisi tertingg yaitu 46,30% dengan IC50 -398,11.
UJI TOKSISITAS DENGAN PENENTUAN LD50 TEH SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) PADA MENCIT (Mus musculus)
Sarang semut adalah istilah Indonesia untuk menyebut genus Myrmecodia. Istilah Myrmecodia berasal dari bahasa Yunani yaitu Myrmekodes yang berarti "mirip semut" atau "dikerumuni semut". Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang banyak berada di dataran tinggi Papua, senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman sarang semut adalah flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki khasiat seperti membantu pengobatan berbagai jenis tumor dan kanker. Masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan tepatnya pada Kampung Wendi dan Kampung Sasnek Distrik Sawiat telah memanfaatkan sarang semut dalam bentuk seduhan teh. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak air sarang semut dan memperoleh informasi mengenai toksisitas ekstrak air sarang semut sebagai agent anti kanker. Metode yang digunakan yaitu pengujian toksisitas akut dengan fixed dose method sesuai dengan kriteria dari BPOM Nomor 10 tahun 2022 tentang uji toksisitas praklinik secara in vivo memakai dosis Thirteenth Addendum to The OECD Guidelines for the Testing of Chemicals tentang acute oral toxicity - acute toxic class method. Hasil pengujian yang diperoleh termasuk kategori toksik sedang (LD50 > 500-2000 mg/kg BB) dengan jumlah kematian 4 mencit dari 25 ekor dengan 5 mencit tiap kelompoknya.
KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RSAU dr. M. HASSAN TOTO
Tingkat kepuasan pasien ditinjau dari lima dimensi yakni dimensi keandalan, daya tanggap, kepastian, empati, dan berwujud. Ketanggapan, yaitu berkaitan kecepatan pelayanan obat .Kehandalan adalah pemberian informasi obat oleh petugas apotek. Jaminan adalah kelengkapan obat dan kemurahan harga obat. Empati adalah keramahan petugas apotek. Bukti langsung adalah kecukupan tempat duduk di ruang tunggu apotek, kebersihan ruang tunggu, kenyamanan ruang tunggu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran sosiodemografi yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan responden, serta mengetahui seberapa tingkat kepuasaan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSAU dr. M. Hassan Toto. Peneliti akan menggunakan kuisioner kemudian disebarkan kepada pasien rawat jalan atau keluarga pasien yang menebus resep di instalasi farmasi. Tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi. Waktu penelitian selama bulan februari 2023 di RSAU dr. M. Hassan Toto dengan total sampel 98 orang responden. Hasil Penelitian berdasarkan sosiodemografi usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 35-49 tahun sebanyak 45 orang (45,92 %), berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 68 (69,39%), berdasarkan tingkat pendidikan sebanyak SMA 71 orang (72,45%), dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai lain-lain 68 orang (69,39%). Nilai tertinggi yaitu pada dimensi kehandalan yaitu 82,58%, dimensi bukti langsung 78,78%, dimensi empati 77, 86%, dimensi jaminan 77,55%, dimensi ketanggapan 77,5%.
GAMBARAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN APOTEK DI DESA CIDERUM KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR
Kualitas pelayanan merupakan faktor dan akar penting yang mampu memberikan kepuasan bagi pelanggannya yang terkait dengan hasil prilaku dari mulut ke mulut seperti keluhan, rekomendasi dan pertukaran atau perpindahan. Harapan adalah apa yang dipikirkan oleh konsumen yang harus disediakan oleh penyedia jasa. Harapan atau ekspektasi bukan merupakan prediksi dari apa yang akan disediakan oleh penyedia jasa. Harapan akan timbul saat konsumen memerlukan suatu barang atau jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan gambaran harapan masyarakat di Kelurahan Ciderum Kabupaten Bogor terhadap kualitas pelayanan kefarmasian apotek. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data secara prospektif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian gambaran sosiodemografi yang menunjukan persentase terbanyak adalah usia 26- 35 tahun (39%), jenis kelamin laki-laki (54%), pendidikan SMA (40%), pekerjaan wiraswasta (37%), pendapatan Rp. 1.500.000- Rp. 3.000.000 (37%). Hasil penelitian gambaran harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kefarmasian adalah bukti langsung skor rata-rata (334,2), keandalan (337,6), ketanggapan (353), jaminan (367,5), empati (348,8).
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TRIMITRA CIBINONG
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak 32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.
AKTIVITAS ANTIDIABETES NEKTAR KRISTAL DENGAN METODE PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SECARA IN VITRO
Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berperan penting dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dalam sistem pencernaan. Nektar kelapa sama dengan gula kelapa mempunyai indeks glikemik yang rendah, yaitu hanya 35. Nilai indeks glikemik rendah sangat aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Senyawa metabolit sekunder di dalam nektar kristal dapat menghambat enzim α-glukosidase yaitu flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai IC50 dari nektar kristal yang dapat menghambat enzim α- glukosidase. Nektar kristal dilakukan skrining fitokimia dan aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Nektar kristal dibuat deret konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm untuk memperoleh nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nektar kristal memiliki kandungan flavonoid dan triterpenoid. Aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 38,04 ppm termasuk kedalam kategori aktif sebagai antidiabetes. Jika dibandingkan dengan nektar kristal, akarbosa memiliki nilai IC50 paling kecil sebesar 9,92 ppm termasuk kedalam kategori sangat aktif sebagai antidiabetes.