Sebanyak 368 item atau buku ditemukan

STANDARISASI FRAKSI AIR DARI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.)

No. 848 Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp).) memiliki manfaat sebagai antidiabetes, antikolesterol, antihipertensi, dan antidiare. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas pada fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun salam, meliputi parameter spesifik, parameter non spesifik, dan kandungan kimia ekstrak berdasarkan aturan BPOM dan Farmakope Herbal Indonesia. Fraksi air daun salam diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan etil asetat dan air, fraksi air daun salam dilakukan pengujian parameter spesifik, parameter non spesifik, dan kandungan kimia ekstrak. Hasil penelitian yang diperoleh pada fraksi air daun salam berbentuk kental, warna coklat kehitaman, bau yang khas dan berbentuk kental, kadar sari larut air 72,3%, kadar sari larut etanol 65,5%, kadar air 20,7%, bobot jenis 1,0411 g/mL, kadar abu total 1,75%, kadar abu yang tidak larut asam 0,25%, kadar abu larut air 99,75%, tidak tercemar logam Cd dan Hg, logam Pb 0,14 ppm, pada cemaran mikroba ALT sebesar 6,5×101 cfu/gram, kapang 1×101 dan khamir < 10 cfu/gram, kadar total fenol 212,14 mg GAE/ gram, kadar total flavonoid 160 mg/QE/gram. Fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun salam perlu dilakukan standarisasi lebih spesifik dan teliti agar diperoleh hasil yang sesuai standar. Kata kunci : Syzygium polyanthum, Fraksi air, Standarisasi, Kadar total fenol dan flavonoid

HUBUNGAN FAKTOR – FAKTOR PREFERENSI CUSTOMER DALAM MEMILIH OBAT TRADISIONAL DAN OBAT SINTETIK DI APOTEK DAMAI DEPOK

No. 846 Preferensi adalah proses seseorang dalam memilih informasi atau sesuatu hal yang lebih disukai oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor preferensi serta hubungan dalam pemilihan obat tradisional dan obat sintetik di Apotek Damai Depok periode Juli – Agustus 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pendekatan dilakukan dengan metode penelitian survey menggunakan kuesioner pada 95 responden untuk mendapatkan data. Data Bivariat yang diperoleh dianalisa uji perbandingan yaitu uji Chi Square untuk mengetahui hubungan preferensi customer dalam memilih obat dengan tampilan diagram dan persentase. Hasil penelitian menunjukan gambaran sosiodemografi customer Apotek Damai terbanyak terdapat pada usia Remaja Akhir ( 34,80% ), berjenis kelamin perempuan ( 76% ) dengan suku jawa ( 42,10%) dan betawi ( 37,9% ) dengan pendidikan menengah dan berstatus sudah menikah (64,3%). Pemilihan obat terbanyak terdapat pada kelompok obat sintetik (68,40%) dengan faktor psikologi sebagai faktor preferensi mendapat nilai setuju terbanyak ( 90%). Pada faktor sosiodemografi pekerjaan customer memiliki hubungan dalam pemilihan obat dengan hasil chi square nilai signifikansi < 0,05% serta pada faktor budaya dan psikologi juga memiliki hubungan dalam pemilihan obat dengan hasil chi square nilai signifikansi < 0,05% tetapi faktor sosial tidak memiliki hubungan dalam pemilihan obat dengan hasil chi square nilai signifikansi > 0,05%. Kata Kunci : Preferensi, Obat Tradisional, Obat Sintetik

AKTIFITAS MINYAK ATSIRI KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANII) SEBAGAI SEDIAAN LOSION ANTI NYAMUK

No. 842 Tanaman kayu manis (Cinnamomum burmannii) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan sinamaldehid, sinamat, asam sinamat dan beberapa jenis senyawa minyak atsiri seperti trans sinamaldehid, sinamil asetat, eugenol, Lborneol, kariopilen oksida, β-kariopilen, Lbornil asetat, α-cubebene, αterpineol, terpinolen, dan α-thujene berkhasiat sebagai membunuh larva nyamuk Aedesaegypty (Budiarti et al., 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak atsiri minyak kayu manis yang diaplikasikan pada losion memiliki aktivitas sebagai antinyamuk. Simplisia kayu manis dimasukan kedalam alat destilasi uap untuk mendapatkan minyak atsiri, minyak atsiri dicampurkan kedalam bahan bahan pembuatan sediaan losion sebagai bahan zat anti nyamuk kemudian diformulasikan kedalam sediaan losion dengan variasi konsentrasi 1%, 3%, dan 5% dan dilakukan evaluasi. Pengujian losion anti nyamuk meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, uji daya sebar, uji iritasi, uji daya tolak nyamuk. Hasil menunjukkan pada formulasi ke 5% memberikan aktivitas yang efektif sebagai antinyamuk dengan daya tolak nyamuk sebesar 93,33% dan memenuhi persyaratan uji. Kata kunci : Anti nyamuk , Destilasi, Kayu manis (Cinnamomum burmannii), Losion, Minyak atsiri.