Sebanyak 49 item atau buku ditemukan

DELIGNIFIKASI BAHAN BERLIGNOSELULOSA DAUN NANAS (Ananas comosus (L) Merr) UNTUK PRODUKSI SELULOSA

No. 616 Lignoselulosa adalah komponen polisakarida alam yang berlimpah dan terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Proses delignifikasi dilakukan untuk mengisolasi selulosa dari bahan berlignoselulosa. Daun nanas memiliki kandungan selulosa yang tinggi sekitar 69.5% - 71.5%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan selulosa dengan kemurnian tinggi dari bahan baku daun nanas dan mengetahui konsentrasi NaOH optimum melalalui proses delignifikasi, serta mengkarakterisasi selulosa yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kandungan kimia daun nanas sebelum proses delignifikasi terlebih dahulu. Proses delignifikasi secara kimia dengan menggunakan variasi konsentrasi NaOH 4%, 6%, dan 8% (b/v). Proses bleaching (pemutihan) menggunakan NaOCl 5%. Analisis kandungan kimia daun nanas setelah proses delignifikasi meliputi kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa yang telah diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR dan dibandingkan dengan selulosa komersial. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar kandungan kimia daun nanas yang paling baik pada proses delignifikasi yaitu pada konsentrasi NaOH 8% dengan kadar selulosa sebesar 66% dan lignin sisa sebesar 1%. Sedangkan kadar hemiselulosa yang paling baik terdapat pada konsentrasi NaOH 4% dengan kadar sebesar 15,6%. Karakterisasi FTIR selulosa dari daun nanas mempunyai spektrum yang mirip dengan selulosa komersial.

SITOTOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BUAH BISBUL (Diospyros discolor Willd.) DAN KULIT JENGKOL (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) TERHADAP PENGHAMBATAN SEL KANKER PAYUDARA MCF-7

No. 549 Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Kanker payudara menduduki peringkat pertama kasus kanker pada wanita. Buah bisbul (Diospyros discolor Willd.) merupakan tumbuhan yang memiliki kadar antioksidan yang cukup tinggi dengan kandungan senyawa flavonoid, tanin dan saponin, dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack). I.C. Nielsen) mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Kulit jengkol dimaserasi dalam etanol 70% dan buah bisbul dengan etanol 96%, ekstraknya dipekatkan dengan rotary vacuum evaporator dan waterbath. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antikanker kombinasi ekstrak etanol buah bisbul dan kulit jengkol terhadap sel kanker payudara MCF-7. Pengujian sitotoksik dilakukan dengan menggunakan MTT assay. Parameter yang diukur adalah nilai inhibition concentration (IC50). Perbandingan kombinasi ekstrak buah bisbul:ekstrak kulit jengkol yang digunakan adalah 1:1,1:2 dan 2:1 dengan nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 173,8; 32,36 dan 186,2 ppm, sedangkan nilai IC50 dari doxorubicin yaitu 19,5 ppm. Nilai IC50 dari kombinasi 1:2 kurang dari 100 μg/mL menunjukkan kategori sitotoksisitas potensial, maka kombinasi ekstrak buah bisbul dan ekstrak kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.