Sebanyak 14 item atau buku ditemukan

Analisis Interaksi Obat Antidiabetik pada pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Bogor

No. 523 Interaksi obat merupakan interaksi antara suatu obat dengan bahan lainnnya yang mencegah obat tersebut memberikan efek seperti yang diharapkan. Interaksi obat dianggap penting secara klinik jika berakibat meningkatkan toksisitas atau mengurangi efektifitas obat yang berinteraksi, jadi terutama jika menyangkut obat dengan batas keamanan yang sempit. Demikian juga interaksi yang menyangkut obat-obat yang biasa digunakan atau yang sering diberikan bersama tentu lebih penting dari pada obat yang jarang dipakai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran jenis obat antidiabetik yang digunakan, jumlah interaksi obat dan tingkat potensial interaksi obat dalam penggunaan obat antidiabetik di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasi dengan metode analisis deskriptif dengan mengambil data resep obat antidiabetik secara retrospektif pada bulan Maret 2019. Hasil penelitian menunjukan dari 117 resep, obat antidiabetik yang banyak digunakan yaitu metformin sebesar 56 resep (25,93%), jumlah interaksi obat dalam satu resep paling banyak yaitu 2 kejadian (23,93%). Hasil penelitian menunjukan jumlah interaksi obat secara potensial sebanyak 203 kejadian interaksi, potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan yaitu kejadian minor sebanyak 17 (8,37%), moderate 184 (90,64%) dan major 2 (0,99%).

evaluasi ketepatan pengobatan diare pada balita usia 0-5 tahun di instalasi rawat inap rumah sakit azra Bogor periode Januari-Juli 2018

No. 503 Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi Buang Air Besar lebih dari 3 kali dalam satu hari disertai dengan konsistensi tinja cair dan disertai ada atau tidaknya darah atau lendir. Penatalaksanaan diare balita terdiri dari terapi rehidrasi oral, terapi suplemen Zink, Probiotik dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antidiare dan antibiotik pada pasien balita diare di instalasi rawat inap Rumah Sakit Azra. Penelitian ini termasuk penelitian non-eksperimental, pengambilan data dilakukan secara retrospektif observasional dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22 dengan uji frekuensi. Pengambilan sampel sebanyak 93 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian evaluasi ketepatan pengobatan di Rumah Sakit Azra tepat pasien sebanyak 99%, tepat obat sebanyak 96.8%, dan tepat dosis sebanyak 100%. Hasil evalusi penggunaan antidiare zink dengan probiotik sebanyak 70%. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik golongan sefalosforin sebanyak 57%.

INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI EKSTRAK AIR DAN ETANOL KULIT BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria)

No: 382 Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya serta menyebabkan komplikasi kronis (Depkes 2005). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan potensi aktivitas ekstrak air dan etanol dengan konsentrasi 30%, 70%, dan 96% kulit labu air dalam menginhibisi aktivitas enzim α-glukosidase. Simplisia kulit buah labu diekstraksi dengan air dan etanol menggunakan metode maserasi. Ekstrak kental diidentifikasi senyawa kimianya dan diuji aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase. Pada uji fitokimia ekstrak kulit buah labu air positif mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Ekstrak kulit buah labu air memiliki nilai inhibisi terendah terletak pada ekstrak air dengan pelarut 1.2% dan nilai tertinggi terletak pada ekstrak etanol 30%. Berdasarkan hasil uji analisis one way ANOVA perlakuan terdapat perbedaan inhibisi enzim α-glukosidase yang cukup signifikan dan berdasarkan uji Pos Hoct Test Duncan keempat perlakuan berbeda nyata diperoleh hasil nilai IC50 yang terbaik terletak pada ekstrak etanol 96% dengan konsentrasi 1.2%, 1.4%, 1.6%, dan 1.8% dengan rerata 0.487%.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN RAWAT INAP INFEKSI KAKI DIABETIK DI RSUD PALABUHANRATU

No: 324 Infeksi kaki diabetik adalah salah satu bentuk komplikasi kronik diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang dapat disertai adanya kematian jaringan setempat akibat penghentian supply darah ke organ. Oleh sebab itu diperlukan penggunaan antibiotik. Untuk mengetahui apakah penggunaan antibiotik tersebut sudah rasional maka dilakukan evaluasi dengan metode Gyssens yaitu suatu metode untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik. Penelitian dilakukan terhadap 35 sampel dan dilakukan secara retrospektif menggunakan data sekunder pada pasien infeksi kaki diabetik yang diberi antibiotik injeksi selama periode Januari 2015 sampai dengan Oktober 2016, dan hasilnya disajikan dalam bentuk grafik dan tabel. Hasil Penelitian dengan metode Gyssens pada pemberian antibiotik sebelum dilakukan pembuangan jaringan yang rusak (debridement) ditemukan sebanyak 25 pasien atau 71,43% masuk kategori 0 (antibiotik tepat/bijak), 10 pasien atau 28,57% masuk kategori IVA(ada antibiotik lain yang lebih efektif). Pada pemberian antibiotik sesudah dilakukan debridement ditemukan sebanyak 6 pasien atau 17,14% masuk kategori 0 (antibiotik tepat/bijak), 12 pasien atau 34,29% masuk kategori IVA (ada antibiotik lain yang lebih efektif), 6 pasien atau 17,14% masuk kategori VI (antibiotik tidak tepat/bijak).