EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI SESAR (SECTIO CAESAREA) MENURUT METODE GYSSENS DI RSUD DEPOK
Operasi Sesar (Sectio caesarea) adalah proses persalinan janin dengan cara buatan, proses persalinan ini melalui insisi pada dinding abdomen. Resiko operasi sesar bagi ibu sering terjadi, contoh resiko yang sering terjadi seperti pendarahan, nyeri dan infeksi. Infeksi luka operasi perlu diatasi dengan pemberian antibiotik profilaksis yang rasional.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengobatan dan evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien operasi sesar (Sectio caesarea) menurut metode Gyssens di RSUD Depok periode Oktober sampai Desember 2021 dengan melihat kriteria tepat indikasi,tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu pemberian, tepat interval pemberian dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dan dianalisis secara alur Gyssens. Dari sampel 62 pasien operasi sesar dianalisis rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis sesuai dengan pedoman Kementrian Kesehatan tahun 2011 dan The American Society of Health-System Pharmacists tahun 2013. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien operasi sesar di RSUD Depok berdasarkan usia paling banyak pada rentang usia 26-35 tahun kategori dewasa awal 42%, Indeks Massa Tubuh yaitu obesitas 53%, penyakit Penyerta terbanyak seperti hipertensi sebesar 18%. Penggunaan Antibiotik Profilaksis paling banyak ceftriaxone dosis tunggal sebesar 90%, penggunaan obat kombinasi ceftriaxone + metronidazole sebesar 7% dan kombinasi ceftriaxone + gentamicine sebesar 3%. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis berdasarkan Metode Gyssens didapatkan berhenti di Kategori IV D sebanyak 56 pasien, Kategori IV B sebanyak 6 pasien.