ARIEF MUHAMAD AL RACHMAN; Ferry Effendi; Novita Ika Mayasari Atmaputri
2021 · Book · Open Access
Salah satu faktor penyebab gagal jantung yaitu hipertensi yang tidak
terkontrol. Pemberian kombinasi obat Carvedilol – Ramipril dan Bisoprolol –
Candesartan dilaporkan efektif menurunkan tekanan darah sampai batas normal.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas 2 kombinasi obat
tersebut. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pengumpulan data
secara retrospektif melalui rekam medik. Data dianalisis dengan SPSS versi 25.
Pasien dengan kelompok umur 46-55 tahun paling mendominasi sebanyak 88
pasien dari total 116 pasien (75,86 %), kategori jenis kelamin lebih banyak terjadi
pada laki-laki sebanyak 66 pasien dari total 116 pasien (56,89%). Sedangkan pada
kategori kelas gagal jantung, kelas NYHA II paling mendominasi dengan jumlah
63 pasien dari total 116 pasien (54,31%). Perbandingan efektivitas kategori
sistolik maupun diastolik tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai P
value sebesar 0,237 > 0,05 (sistolik), dan 0,075 > 0,05 (diastolik). Dari hasil uji
distribusi frekuensi, pencapaian target tekanan darah kombinasi Bisoprolol –
Candesartan (89,7%) lebih baik dibandingkan dengan kombinasi Carvedilol –
Ramipril (81%).
ROHMAH; Sitaresmi Yuningtyas; Tiwit Widowati
2021 · Book · Open Access
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) memiliki banyak manfaat, salah
satunya sebagai penghasil senyawa antioksidan. Bakteri endofit yang diisolasi dari
tanaman kakao diduga dapat menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan
tanaman inangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada
tidaknya senyawa antioksidan dari bakteri endofit tanaman kakao dengan
menggunakan metode ABTS. Pada penelitian ini, uji aktivitas antioksidan
dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH dan secara kuantitatif
dengan metode ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 bakteri
endofit yang diuji, diperoleh 2 isolat yang menunjukkan adanya aktivitas
antioksidan secara kuantitatif. Isolat bakteri endofit tersebut adalah CGK DT 1
dengan nilai IC50 sebesar 51,36 ppm, CGK DM 6 dengan nilai IC50 sebesar 295.42
ppm dan trolox sebagai kontrol positif sebesar 4,04 ppm. Ekstrak etil asetat isolat
CGK DT 1 selanjutnya dipilih untuk pengujian analisis GC-MS. Berdasarkan
hasil analisis GC-MS, senyawa yang terkandung dalam ekstrak etil asetat fraksi II
isolat CGK DT 1 diduga adalah senyawa 1-Heptacosanol dengan persentasi
kemiripan 95% dan luas area yang 8,99%. Senyawa ini diduga mempunyai
aktivitas antioksidan.
NUR HAPSARI FITRIYAH; Sofyan Ramani; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering
mengakibatkan penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang tidak bersih.
Staphylococcus aureus mengakibatkan penyakit bisul, abses kulit dan infeksi
kulit, sedangkan Escherichia coli dapat mengakibatkan demam, mual dan muntah,
serta diare dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah.
Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri
Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diperlukan sediaan gel yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber
Officinale Rosc) memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui aktivitas ekstrak rimpang jahe untuk menghambat pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rimpang jahe emprit di
ekstrak menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dari hasil
ekstraksi didapatkan 56,19 gram lalu dilakukan uji fitokimia, dan hasil uji
fitokimia pada ekstrak rimpang jahe menunjukkan hasil positif untuk alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin dan terpen/steroid. Ekstrak kental rimpang jahe emprit
dibuat 4 sediaan gel yaitu : basis, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan
konsentrasi 15%. Sediaan yang dibuat dilakukan uji stabilitas dengan uji
organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji
antibakteri. Uji stabilitas yang dilakukan pada sediaan menggunakan metode
cycling test, metode ini dilakukan dengan cara menyimpan sediaan gel pada suhu
4
oC selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 40oC selama 24
jam. Perlakuan ini disebut dengan 1 siklus , dan dilakukan sebanyak 6 siklus.
Puspita Kusuma Putri; Silvi Nurafni; Vina Fransisca
2021 · Book · Open Access
ALIFIA CAHYA AMALIA PUTRI; Inawati; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Jerawat (Acne vulgaris) merupakan permasalahan fisik yang banyak
dialami pada masa remaja. Salah satu penyebab jerawat karena adanya
aktivitas bakteri Propionibacterium acne (P.acnes). Pengobatan jerawat
menggunakan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan
iritasi dan resistensi pada kulit wajah. sehingga dibutuhkan alternatif
lain berasal dari bahan alam. Kulit buah pisang Ambon Musa
acuminata Colla (Group AAA)) tumbuhan berkhasiat sebagai
antibakteri pada penelitian ini digunakan bagian kulit buah pisang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan gel facial
wash yang mengandung ekstrak kulit buah pisang Ambon dengan
variasi konsentrasi ekstrak 3%, 6%, dan 9%. Selanjutnya dibuat
formulasi dengan zona hambat terbaik. Dilakukan evaluasi mutu fisik
sediaan gel facial wash meliputi uji organoleptik, uji homogentias, uji
pH, uji daya busa, uji daya sebar, uji viskositas dan uji stabilitas sediaan
.Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit
buah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap
Propionibacterium acne yang paling besar. Nilai zona hambat ekstrak
etanol 96% kulit buah pisang ambon 3%, 6%, dan 9% berturut – turut
6,13 mm ; 11,42 mm; dan 14,22 mm. Sediaan gel facial wash
konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon memiliki
zona hambat sebesar 15,24 mm. Hasil menunjukkan bahwa semakin
besar konsentrasi ekstrak maka semakin besar nilai daerah zona hambat
yang terbentuk.
Irmin; ROSNAH HAYATI; Silvi Nurafni
2021 · Book · Open Access
Pemberian terapi obat lebih dari satu zat sering kali menimbulkan masalah
salah satunya pada pasien geriatri dalam upaya pengobatan suatu penyakit,
dimana obat – obatan yang digunakan tersebut dapat menyebabkan terjadinya
interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran potensi interaksi obat
polifarmasi yang terjadi pada pasien geriatri di Klinik Insani periode Juni-
Desember 2019. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive
sampling dimana sampel memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 83
pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 83 pasien terdapat 29 (34,93%)
pasien laki laki dan 54 (65,06%) pasien perempuan. Usia paling banyak pada usia
55 – 65 tahun 48 pasien (57,14%) dan >65 tahun 36 pasien (42,85%). Polifarmasi yang
sering diberikan pada pasien geriatri adalah 5 jenis obat 68 pasien (81,92%), 6
jenis obat 12 pasien (14,45%), dan 7 jenis obat 3 pasien (3,61%). Obat yang
paling banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak 38 (17,67%). Penyakit
terbanyak adalah dispepsia sebanyak 28 pasien (40%). Potensi terjadi interaksi
obat sebanyak 79 pasien (95,18%) dan sebanyak 4 pasien (4,81%) tidak
berpotensi terjadi interaksi obat. Mekanisme interaksi tertinggi adalah
farmakodinamik yaitu 133 (72,28%) dan farmakokinetik 51 (27,71%). Level
keparahan interaksi obat paling banyak terjadi adalah moderate 127 (69,02%%),
minor 54 (29,34%), dan mayor 3 (1,63%).
Anna P Roswiem; DEYANI AULIYA AYU; Eem Masaenah
2021 · Book · Open Access
Penggunaan produk kosmetika maupun perawatan tubuh yang mengandung
bahan alami akhir-akhir ini lebih dipilih oleh masyarakat, salah satu jenis kosmetika
yang digemari adalah pewarna rambut. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor
L.) dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung antosianin. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik dari pewarna rambut
dalam bentuk sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% daun bayam merah
(Amaranthus tricolor L.) berdasarkan mutu fisik dan kesukaan. Ekstrak kental
diperoleh dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut
etanol 70% dan penambahan asam sitrat 3% kemudian maserat di rotary evaporator
kemudian di waterbath hingga didapatkan ekstrak kental. Formula sediaan gel
pewarna rambut dibuat dengan 3 konsentrasi ekstrak daun bayam merah yang
berbeda, yaitu konsentrasi 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Hasil sediaan
berbentuk gel dan berwarna coklat. Hasil seluruh sediaan gel (basis gel, F1, F2 dan
F3) diuji stabilitas menggunakan metode cycling test. Pada uji pH, kisaran 2,5
hingga 3,56. Uji viskositas kisaran 5.500 sampai 49.000 cps. Uji daya sebar kisaran
5,35 sampai 5,89 cm. Rambut hasil bleaching yang telah direndam di dalam sediaan
gel selama 4 jam pada basis gel, F1, F2 dan F3 secara berturut-turut menghasilkan
warna black brown, nut brown, pearl copper, dan olive brown. Hasil stabilitas
terhadap pencucian dapat bertahan 4 kali pencucian pada F1. Hasil stabilias
terhadap sinar matahari tidak mengalami perubahan terhadap rambut yang diberi
perlakuan. Uji kesukaan menunjukan pada sampel rambut yang telah diberi
pewarna, panelis lebih menyukai F1 untuk parameter warna dan tekstur, sedangkan
aroma lebih menyukai F2. Uji kesukaan pada sediaan gel, panelis menyukai F1.
Kenli Kendi Tampoliu; M ALWAH ALPIANDI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Daun ubi jalar ungu merupakan tumbuhan suku convolvulaceae yang
mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
steroid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas ekstrak daun ubi jalar
ungu dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan n- heksan. Uji toksisitas
menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji
Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50).
Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol
70%,etil asetat dan n-heksan secara berturut-turut sebesar 233.46, 150.04 dan
171.82 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun ubi jalar ungu tersebut
termasuk kedalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat
disimpulkan ekstrak daun ubi jalar ungu memberikan efek toksik yang diduga
berpotensi sebagai antikanker.
Herson Cahaya Himawan; M. Ikhwan Setiawan; SINTIA FITRIANI KHOERUNNISA
2021 · Book · Open Access
Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri
diantaranya adalah Propionibacterium acnes. Penelitian Alamsyah 2019
menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala
(Lam) de Wit) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes
pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat sebesar 11,39 mm. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel
ekstrak etanol 70% daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada
penelitian ini ekstrak daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel
dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji
mutu fisik meliputi: uji organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, stabilitas Cycling
test dan uji antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode
difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun lamtoro mengandung
senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Aktivitas
antibakteri ekstrak daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan
konsentrasi 10%, 20%, 30% adalah 10,6 mm, 15,9 mm, dan 18,3 mm. Sediaan gel
ekstrak daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri
sediaan gel daun lamtoro dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% secara berturut-turut
6,4 mm, 8,2 mm, 10,1 mm dengan kategori sedang yang menunjukan sediaan gel
ini dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium
acnes.
Elmiawati Latifah
2021 · Book · Open Access
Yohana S. Kusuma Dewi
2021 · Book · Open Access
Yohana S. Kusuma Dewi
2021 · Book · Open Access
Elmiawati Latifah
2021 · Book · Open Access
Siya Hamdani
2021 · Book · Open Access
Siya Hamdani
2021 · Book · Open Access
Syahrial Harun
2021 · Book · Open Access
Agung Endro Nugroho
2021 · Book · Open Access
Siya Hamdani
2021 · Book · Open Access
Elmiawati Latifah
2021 · Book · Open Access
Elmiawati Latifah
2021 · Book · Open Access