Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 90 dari 125

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KOMBINASI OBAT CARVEDILOL - RAMIPRIL DAN BISOPROLOL - CANDESARTAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RUANG RAWAT INAP RSUD CIAWI

ARIEF MUHAMAD AL RACHMAN; Ferry Effendi; Novita Ika Mayasari Atmaputri
2021 · Book · Open Access

Salah satu faktor penyebab gagal jantung yaitu hipertensi yang tidak terkontrol. Pemberian kombinasi obat Carvedilol – Ramipril dan Bisoprolol – Candesartan dilaporkan efektif menurunkan tekanan darah sampai batas normal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas 2 kombinasi obat tersebut. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif melalui rekam medik. Data dianalisis dengan SPSS versi 25. Pasien dengan kelompok umur 46-55 tahun paling mendominasi sebanyak 88 pasien dari total 116 pasien (75,86 %), kategori jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki sebanyak 66 pasien dari total 116 pasien (56,89%). Sedangkan pada kategori kelas gagal jantung, kelas NYHA II paling mendominasi dengan jumlah 63 pasien dari total 116 pasien (54,31%). Perbandingan efektivitas kategori sistolik maupun diastolik tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai P value sebesar 0,237 > 0,05 (sistolik), dan 0,075 > 0,05 (diastolik). Dari hasil uji distribusi frekuensi, pencapaian target tekanan darah kombinasi Bisoprolol – Candesartan (89,7%) lebih baik dibandingkan dengan kombinasi Carvedilol – Ramipril (81%).

POTENSI ANTIOKSIDAN BAKTERI ENDOFIT DARI TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

ROHMAH; Sitaresmi Yuningtyas; Tiwit Widowati
2021 · Book · Open Access

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai penghasil senyawa antioksidan. Bakteri endofit yang diisolasi dari tanaman kakao diduga dapat menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya senyawa antioksidan dari bakteri endofit tanaman kakao dengan menggunakan metode ABTS. Pada penelitian ini, uji aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif menggunakan metode DPPH dan secara kuantitatif dengan metode ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 bakteri endofit yang diuji, diperoleh 2 isolat yang menunjukkan adanya aktivitas antioksidan secara kuantitatif. Isolat bakteri endofit tersebut adalah CGK DT 1 dengan nilai IC50 sebesar 51,36 ppm, CGK DM 6 dengan nilai IC50 sebesar 295.42 ppm dan trolox sebagai kontrol positif sebesar 4,04 ppm. Ekstrak etil asetat isolat CGK DT 1 selanjutnya dipilih untuk pengujian analisis GC-MS. Berdasarkan hasil analisis GC-MS, senyawa yang terkandung dalam ekstrak etil asetat fraksi II isolat CGK DT 1 diduga adalah senyawa 1-Heptacosanol dengan persentasi kemiripan 95% dan luas area yang 8,99%. Senyawa ini diduga mempunyai aktivitas antioksidan.

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL SANITIZER EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE EMPRIT (Zingiber Officinale Rosc.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

NUR HAPSARI FITRIYAH; Sofyan Ramani; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access

Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering mengakibatkan penyakit akibat pola makan dan pola hidup yang tidak bersih. Staphylococcus aureus mengakibatkan penyakit bisul, abses kulit dan infeksi kulit, sedangkan Escherichia coli dapat mengakibatkan demam, mual dan muntah, serta diare dengan tingkat keparahan ringan hingga parah, dan bahkan berdarah. Untuk mencegah terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli diperlukan sediaan gel yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Rimpang Jahe Emprit (Zingiber Officinale Rosc) memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak rimpang jahe untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rimpang jahe emprit di ekstrak menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dari hasil ekstraksi didapatkan 56,19 gram lalu dilakukan uji fitokimia, dan hasil uji fitokimia pada ekstrak rimpang jahe menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpen/steroid. Ekstrak kental rimpang jahe emprit dibuat 4 sediaan gel yaitu : basis, konsentrasi 5%, konsentrasi 10% dan konsentrasi 15%. Sediaan yang dibuat dilakukan uji stabilitas dengan uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji antibakteri. Uji stabilitas yang dilakukan pada sediaan menggunakan metode cycling test, metode ini dilakukan dengan cara menyimpan sediaan gel pada suhu 4 oC selama 24 jam lalu dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 40oC selama 24 jam. Perlakuan ini disebut dengan 1 siklus , dan dilakukan sebanyak 6 siklus.

FORMULASI SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH PISANG AMBON (Musa acuminata Colla (Group AAA)) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne

ALIFIA CAHYA AMALIA PUTRI; Inawati; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan permasalahan fisik yang banyak dialami pada masa remaja. Salah satu penyebab jerawat karena adanya aktivitas bakteri Propionibacterium acne (P.acnes). Pengobatan jerawat menggunakan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan iritasi dan resistensi pada kulit wajah. sehingga dibutuhkan alternatif lain berasal dari bahan alam. Kulit buah pisang Ambon Musa acuminata Colla (Group AAA)) tumbuhan berkhasiat sebagai antibakteri pada penelitian ini digunakan bagian kulit buah pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan gel facial wash yang mengandung ekstrak kulit buah pisang Ambon dengan variasi konsentrasi ekstrak 3%, 6%, dan 9%. Selanjutnya dibuat formulasi dengan zona hambat terbaik. Dilakukan evaluasi mutu fisik sediaan gel facial wash meliputi uji organoleptik, uji homogentias, uji pH, uji daya busa, uji daya sebar, uji viskositas dan uji stabilitas sediaan .Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne yang paling besar. Nilai zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon 3%, 6%, dan 9% berturut – turut 6,13 mm ; 11,42 mm; dan 14,22 mm. Sediaan gel facial wash konsentrasi 9% ekstrak etanol 96% kulit buah pisang ambon memiliki zona hambat sebesar 15,24 mm. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak maka semakin besar nilai daerah zona hambat yang terbentuk.

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI DRUGS.COM DI KLINIK INSANI PERIODE JUNI – DESEMBER 2019

Irmin; ROSNAH HAYATI; Silvi Nurafni
2021 · Book · Open Access

Pemberian terapi obat lebih dari satu zat sering kali menimbulkan masalah salah satunya pada pasien geriatri dalam upaya pengobatan suatu penyakit, dimana obat – obatan yang digunakan tersebut dapat menyebabkan terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran potensi interaksi obat polifarmasi yang terjadi pada pasien geriatri di Klinik Insani periode Juni- Desember 2019. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 83 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 83 pasien terdapat 29 (34,93%) pasien laki laki dan 54 (65,06%) pasien perempuan. Usia paling banyak pada usia 55 – 65 tahun 48 pasien (57,14%) dan >65 tahun 36 pasien (42,85%). Polifarmasi yang sering diberikan pada pasien geriatri adalah 5 jenis obat 68 pasien (81,92%), 6 jenis obat 12 pasien (14,45%), dan 7 jenis obat 3 pasien (3,61%). Obat yang paling banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak 38 (17,67%). Penyakit terbanyak adalah dispepsia sebanyak 28 pasien (40%). Potensi terjadi interaksi obat sebanyak 79 pasien (95,18%) dan sebanyak 4 pasien (4,81%) tidak berpotensi terjadi interaksi obat. Mekanisme interaksi tertinggi adalah farmakodinamik yaitu 133 (72,28%) dan farmakokinetik 51 (27,71%). Level keparahan interaksi obat paling banyak terjadi adalah moderate 127 (69,02%%), minor 54 (29,34%), dan mayor 3 (1,63%).

SEDIAAN GEL PEWARNA RAMBUT DARI EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)

Anna P Roswiem; DEYANI AULIYA AYU; Eem Masaenah
2021 · Book · Open Access

Penggunaan produk kosmetika maupun perawatan tubuh yang mengandung bahan alami akhir-akhir ini lebih dipilih oleh masyarakat, salah satu jenis kosmetika yang digemari adalah pewarna rambut. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung antosianin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik dari pewarna rambut dalam bentuk sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) berdasarkan mutu fisik dan kesukaan. Ekstrak kental diperoleh dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan penambahan asam sitrat 3% kemudian maserat di rotary evaporator kemudian di waterbath hingga didapatkan ekstrak kental. Formula sediaan gel pewarna rambut dibuat dengan 3 konsentrasi ekstrak daun bayam merah yang berbeda, yaitu konsentrasi 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Hasil sediaan berbentuk gel dan berwarna coklat. Hasil seluruh sediaan gel (basis gel, F1, F2 dan F3) diuji stabilitas menggunakan metode cycling test. Pada uji pH, kisaran 2,5 hingga 3,56. Uji viskositas kisaran 5.500 sampai 49.000 cps. Uji daya sebar kisaran 5,35 sampai 5,89 cm. Rambut hasil bleaching yang telah direndam di dalam sediaan gel selama 4 jam pada basis gel, F1, F2 dan F3 secara berturut-turut menghasilkan warna black brown, nut brown, pearl copper, dan olive brown. Hasil stabilitas terhadap pencucian dapat bertahan 4 kali pencucian pada F1. Hasil stabilias terhadap sinar matahari tidak mengalami perubahan terhadap rambut yang diberi perlakuan. Uji kesukaan menunjukan pada sampel rambut yang telah diberi pewarna, panelis lebih menyukai F1 untuk parameter warna dan tekstur, sedangkan aroma lebih menyukai F2. Uji kesukaan pada sediaan gel, panelis menyukai F1.

TOKSISITAS EKSTRAK DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test

Kenli Kendi Tampoliu; M ALWAH ALPIANDI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access

Daun ubi jalar ungu merupakan tumbuhan suku convolvulaceae yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan n- heksan. Uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Nilai LC50 yang diperoleh dari ekstrak daun ubi jalar ungu dengan pelarut etanol 70%,etil asetat dan n-heksan secara berturut-turut sebesar 233.46, 150.04 dan 171.82 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak daun ubi jalar ungu tersebut termasuk kedalam kategori toksik sedang. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan ekstrak daun ubi jalar ungu memberikan efek toksik yang diduga berpotensi sebagai antikanker.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL ANTI ACNE EKSTRAK ETANOL 70% DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

Herson Cahaya Himawan; M. Ikhwan Setiawan; SINTIA FITRIANI KHOERUNNISA
2021 · Book · Open Access

Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri diantaranya adalah Propionibacterium acnes. Penelitian Alamsyah 2019 menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat sebesar 11,39 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mutu fisik sediaan gel ekstrak etanol 70% daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada penelitian ini ekstrak daun lamtoro diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 10%, 20%, dan 30% kemudian diuji mutu fisik meliputi: uji organoleptik, daya sebar, pH, viskositas, stabilitas Cycling test dan uji antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun lamtoro mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Aktivitas antibakteri ekstrak daun lamtoro terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% adalah 10,6 mm, 15,9 mm, dan 18,3 mm. Sediaan gel ekstrak daun lamtoro memiliki mutu fisik yang baik, dan aktivitas antibakteri sediaan gel daun lamtoro dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% secara berturut-turut 6,4 mm, 8,2 mm, 10,1 mm dengan kategori sedang yang menunjukan sediaan gel ini dapat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.