Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 89 dari 125

HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI ANTIBOTIK PADA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI WILAYAH KECAMATAN BEJI DEPOK

HANY SHALIHAT SETIAWATI; Muhammad Afqary; Wahyu Dwi Lesmono
2021 · Book · Open Access

Pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga teknis kefarmasian mengenai penggunaan antibiotik dapat mencegah terjadinya peningkatan risiko terhadap keamanan pasien, pengobatan yang kurang tepat dan kurang efektif, dan perluasan resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang antibiotik berserta hubungannya dengan faktor sosiodemografi di wilayah Kecamatan Beji Depok. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pengambilan data secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memberikan kuesioner secara online menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 171 tenaga teknis kefarmasian di wilayah Kecamatan Beji Depok. Pertanyaan kuesioner menggunakan standar Permenkes RI No 2406, 2011 tentang pedoman umum tentang antibiotik. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% tenaga teknis kefarmasian memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai antibiotik. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan wilayah kerja dengan tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian mengenai antibiotik. Hasil uji lanjut Bonferroni menunjukkan terdapat hubungan yang signfikan pada jenis kelamin laki-laki dengan tingkat pengetahuan antiobiotik pada tingkatan kurang dan wilayah kerja di Beji dan Kemiri Muka dengan tingkat pengetahuan antibotik pada tingkatan kurang.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAN ETIL ASETAT DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less) TERHADAP PENGHAMBATAN ENZIM TIROSINASE

Harry Noviardi; Lilik Sulastri; R.A JASUMANIA OKTAVIANI
2021 · Book · Open Access

Hiperpigmentasi adalah suatu gangguan pada kulit yang menyebabkan produksi melanin berlebih sehingga kulit manusia terdapat bercak berwarna coklat yang sering menimbulkan permasalahan pada keindahan kulit. Salah tau cara untuk mengurangi pigmentasi kulit adalah dengan cara membatasi produk melanin dengan mengghambat aktivitas tirosinase. Daun beluntas memiliki kandungan fenol, flavonoid sehingga dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai inhibisi dan IC50 terbaik dari ekstrak etanol 96% dan etil asetat daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) terhadap enzim tirosinase. Daun beluntas diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96% dan etil asetat daun beluntas kemudian diuji aktivitas penghambatan terhadap enzim tirosinase dengan konsentrasi 1000 ppm, 750 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm menggunakan substrat L-Dopa, ekstrak etanol 96% daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar 3431,224 dan ekstrak etil asetat daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar yaitu 37915,8181. Hasil ini menunjukan bahwa etanol 96% dan etil asetat daun beluntas memiliki aktivitas penghambatan pada enzim tirosinase tetapi hasil nya belum maksimal, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk aktivitas inhibisi enzim tirosinase menggunakan metode ekstraksi dan substrat yang berbeda.

KESESUAIAN PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI VAKSIN BCG DAN DPT BERDASARKAN PERMENKES NO. 12 TAHUN 2017 DI PUSKESMAS RATU JAYA PERIODE APRIL - SEPTEMBER 2020

ARUM HIDAYANTI; Ferry Effendi; Vivian Sugianti
2021 · Book · Open Access

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem penyimpanan dan distribusi vaksin BCG dan DPT berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017 di Puskesmas Ratu Jaya dengan 3 kategori untuk penyimpanan vaksin yaitu cara sarana dan prasarana, keadaan lemari es dan pengelolaan dalam penyimpanan vaksin, serta melihat data suhu cold chain dan vaccine carrier. Jenis penelitian ini adalah accidental sampling dan pengamatan langsung menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh persentase untuk sistem penyimpanan, yaitu kategori sarana dan prasarana dengan persentase 90%, keadaan lemari es dengan persentase 89,47%, pengelolaan dalam penyimpanan vaksin dengan persentase 94,44%, dan suhu cold chain dengan persentase 100%. Untuk sistem pendistribusian vaksin diperoleh persentase 81,25% dan suhu vaccine carrier dengan persentase 100%. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa kesesuaian sistem penyimpanan vaksin Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 93,48% dan kesesuaian pendistribusian vaksin BCG dan DPT di Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 90,62% dinyatakan baik atau sesuai dengan Permenkes No. 12 Tahun 2017.

PENGARUH MANAJEMEN OBAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALABUHANRATU

ALDI ALPIANDI; Nanang Hermawan; Teguh Alamsyah
2021 · Book · Open Access

Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Tugas Instalasi Farmasi adalah menyelenggarakan, mengkoordinasikan, mengatur, mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan professional serta sesuai dengan prosedur dan etik farmasi. penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh manajemen obat terhadap kualitas pelayanan instalasi farmasi rawat jalan di rumah sakit umum daerah palabuhanratu,menggunalan metode cross sectional dan pendekatan langsung ke pegawai serta pasien dengan pengumpulan data berupa kuisioner dengan menggunakan metode linkert, jumlah sampel dihutungan berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel untuk pasien 100 orang dan karyawan 50 orang. Data dianalisis dengan metode univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian metode univariate didapatkan kehandalan ( sangat puas 12%, puas 46%, cukup puas 40%, kurang puas 2% ), ketanggapan ( sangat puas 13%, puas 26%, cukup puas 54, kurang puas 6%, sangat tidak puas 1%%),jaminan (sangat puas 3%, puas 45%, puas 45%, kurang puas 7%, sangat tidak puas 0%), empaty ( sangat puas 8%, puas 34%, cukup puas 56%, kurang puas 1%, sangat tidak puas 1%), wujud/nyata ( sangat puas 5%, puas 36%, cukup puas 55%, kurang puas 4%), hasil analisis bivariate terdapat 4 variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualiatas pelayanan yang ditunjukan ( p-value <0,05) adalah perencanaan (p-value 0,035), pengadaan (p-value 0,024), distribusi (p-value 0,044), dan pengendalian (p-value 0,020). Hasil analisis mualtivaiate dari 4 variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah pengendalian yang ditunjukan dengan nilai Exp B tertinggi yaitu 2,685 hasil ini menunjukan bahwa pengendalian memilik pengaruh 2 kali lebih besar.

PERBEDAAN EFEKTIVITAS OBAT DIARE ZINK DENGANZINK PROBIOTIK PADA PASIEN ANAK DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

EMILDA WIRDATUL AWALIAH; Ferry Effendi; Rio Julyo
2021 · Book · Open Access

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak dinegaraberkembang.Pemberianzinkdanprobiotikpadadiareanaktelahmenunjukkan dampakyangpositifterhadapkejadiandiare.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuip erbedaanefektivitaszinkdenganzinkprobiotikdalampenanganan diare anak di Rumah Sakit islam Bogor pada bulan Januari sampaidengan Desember 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptifdengan karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, Berat Badan (BB), jenisobatyangdigunakandanlamaharirawatinappasien.Analisisdatapadapenelitianin i dilakukan dengan uji normalitas menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitianlebih baik dengan menggunakan terapi kombinasi zink probiotik dibanding obattunggal zink. Rerata lama rawat inap pada pemberian zink probiotik lebih cepatyaitu ± 2- 4 hari dibanding rerata lama inap pada pemberian zink yaitu ± 3-6 hari.Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai sig 0,00 lebih kecil dari taraf nyata0,05 maka pengujian tersebut memberikan keputusan tolak H0 terima H1 dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan obat tunggalzinkpada pasiendiareanakdibandingdenganobat kombinasizinkprobiotik.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BIJI DAN TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.)

AFRILLIYANTI WIJAYA; Febi Ishfahani; M. Ikhwan Setiawan
2021 · Book · Open Access

Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi dari radikal bebas. Jagung diketahui mengandung saponin, tannin, flavonoid, fenol, steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Flavonoid dan fenol diketahui berfungsi sebagai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan sediaan masker peel off ekstrak biji jagung (XBJ) dan tongkol jagung (XTJ) dengan viariasi formula F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%) dengan metode peredaman radikal bebas yang diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Ektrak etanol 96% biji dan tongkol jagung mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Pada XBJ dan XTJ memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 berturut-turut yaitu 35,406 ppm dan 33,223 ppm serta pada masker peel off F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%) memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 63,115 ppm, 57,094 ppm, 43,089 ppm dan 42,509 ppm.

FORMULASI SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Naphelium lappaceum) DAN DAUN URANG ARING (Eclipta prostrata) SEBAGAI PEWARNA RAMBUT

Inawati; M. Ikhwan Setiawan; YASICA NUR’HALIZA
2021 · Book · Open Access

Pewarna rambut adalah salah satu sediaan kosmetika yang digunakan dalam tata rias rambut untuk mengganti ataupun mengembalikan warna rambut. Daun urang aring (Eclipta prostrata) dan daun rambutan (Naphelium lappaceum) merupakan tumbuhan yang memiliki senyawa tanin yang berfungsi sebagai penghasil warna dari warna kuning, coklat sampai keemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa ekstrak daun rambutan dan ekstrak daun urang aring dengan perbedaan bahan pembangkit warna dapat memberikan efek dan stabilitas warna pada rambut, mutu fisik dan kesukaan dari warna rambut yang dihasilkan sediaan pewarna rambut. Penelitian ini membuat formula pewarna rambut dengan membandingkan pembangkit warna. Pembangkit warna pirogalol ditambah tembaga (II) sulfat dan asam askorbat ditambah besi (II) sulfat dapat diformulasikan ke dalam sediaan pewarna rambut dengan bahan pembangkit tersebut didapatkan hasil dari warna light ivory hingga warna chocolate brown. Jangka waktu perendaman rambut mempengaruhi warna rambut yang dihasilkan, pada formula 2 memiliki daya lekat warna yang lebih kuat pada rambut dapat bertahan hingga 15 kali pencucian, dan untuk stabilitas warna terhadap sinar matahari menunjukkan hasil tetap stabil. Sediaan pewarna rambut dari ekstrak urang aring dan daun rambutan berbentuk gel, beraroma khas, memiliki pH sediaan 4,5-6,5, viskositas pada kisaran 3000-49400 cps. Formula yang banyak diminati oleh masyarakat ialah F1 urang aring.

FORMULA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Antonius Padu Ratu; Kenli Kendi Tampoliu; RINA RUSTIYANINGSIH
2021 · Book · Open Access

Karies merupakan suatu penyakit yang ada di area mulut pada bagian gigi yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu tanaman simplisia yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans adalah batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) karena mengandung flavonoid yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formula sediaan obat kumur ekstrak batang serai wangi yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans. Pengujian stabilitas sediaan obat kumur dengan konsenstrasi 30%, 33% dan 36% dilakukan pada suhu ruang, suhu rendah, suhu tinggi dilakukan selama 28 hari dan metode Cycling test selama 12 siklus, pengujian ini meliputi uji antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram, organoleptik, ph dan viskositas. Hasil pengujian uji bakteri diawal stabilitas didapatkan zona hambat sebesar 12,70 mm, 14.10 mm dan 14.20 mm, diakhir stabilitas didapatkan zona hambat sebesar Suhu Ruang (8,60 mm, 8,80 mm dan 8,73 mm) Suhu Rendah (7,70 mm, 7,90 mm dan 8,32 mm) Suhu Tinggi (7,87 mm, 7,90 mm dan 7,36 mm) dan Cycling test (6,97 mm, 8,07 mm dan 8,57 mm). hasil pengujian stabilitas ph memenuhi persyaratan mutu yaitu dengan range 5,00-5,55 (syarat ph 5-7). Hasil stabilitas uji viskositas didapatkan nilai viskositas dengan range 1,04-3,21 Cps.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAGING BUAH BISBUL (Diospyros discolor Willd.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) GALUR Sparague dawley YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Fredy Ariefta Nasel; Inawati; STEPANY BR SEMBIRING
2021 · Book · Open Access

Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.) dikenal juga sebagai Velvet Apple atau buah mentega. Buah bisbul merupakan buah yang awalnya tumbuh liar di hutan- hutan Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Buah bisbul memiliki efek toksisitas dan kandungan kimia senyawa aktif flavonoid, tanin, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70 % buah bisbul dalam menurunkan kadar glukosa darah (antidiabetes) yang diinduksi aloksan. Simplisia daging buah bisbul diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diuji secara in vivo. Pengukuran kadar glukosa menggunakan alat glukometer selama 14 hari. Perlakuan hari ke-14 pada kontrol negatif mengalami penurunan sebesar 1,24 %. Perlakuan kontrol positif mengalami penurunan kadar glukosa darah sebesar 50,33%. Perlakuan dengan pemberian ekstrak dosis 200mg/KgBB, 400mg/KgBB, 600mg/KgBB, dan dosis 850 mg/KgBB menurunkan kadar glukosa sebesar 6 %,12,88%, 32,50 % dan 17,19 %. Hasil terbaik yang memiliki pengaruh menurunkan kadar glukosa darah yang mekanisme kerjanya hampir sama dengan metformin adalah ekstrak daging buah bisbul dengan dosis 600mg/KgBB.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) DAN DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus (L.) Rendle TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Inawati; M. Ikhwan Setiawan; MHD AGUS RIDUAN
2021 · Book · Open Access

Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23 mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1) dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat. Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25% yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus mutans.

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN BODY LOTION KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LEMON (Citrus limon (L.)Osbeck) dan HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.)Urb)

Ferry Effendi; SELVY FEBRIYANI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access

Lotion merupakan suatu sediaan kosmetika berbentuk emulsi cair yang digunakan pada daerah tangan dan tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit. Berdasarkan penelitian sebelumnya, tanaman kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck) dan herba Pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sediaan body lotion kombinasi kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck) dan herba pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) sebagai antioksidan. Sediaan body lotion dibuat dengan mevariasikan setil alkohol yaitu pada F1 (2g), F2 (4g), dan F3 (8g) dengan perbandingan konsentrasi ekstrak 2:1 (4g:2g). Evaluasi fisik dilakukan antara lain uji organoleptik, viskositas, pH, daya sebar, dan stabilitas mutu fisik. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil uji menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol kulit buah lemon sebesar 48,951 μg/mL (sangat kuat), herba pegagan sebesar 56,435 μg/mL (kuat), kombinasi ekstrak sebesar 46,499 μg/mL (sangat kuat). Sedangkan nilai IC50 untuk aktivitas antioksidan pada sediaan F1 sebesar 54,959 μg/mL (kuat), F2 sebesar 54,604 μg/mL (kuat), F3 sebesar 54,006 μg/mL (kuat). Vitamin C sebesar 5,288 μg/mL (sangat kuat). Formulasi body lotion F3 terpilih karena nilai IC50 lebih baik dibanding formula lainnya dan stabil secara mutu fisik.

AKTIVITAS ANTI FUNGI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JOHOR (Senna siamea (Lam.)H.S.IRWIN & BARRNEBY) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) TERHADAP Candida albicans

GEOFANY NUR HAYATI; Sitaresmi Yuningtyas; Sofyan Ramani
2021 · Book · Open Access

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun johor (Senna siamea (Lam)H.S.Irwin & Barrneby) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun johar (Senna siamea (Lam)) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun johar dan rimpang lengkuas merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan menentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun johar adalah tanin, alkoloid, saponin dan flavanoid. Sedangkan rimpang lengkuas merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun johor dan rimpang lengkuas merah yang tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai 14,25 mm (kategori kuat) dan 14,14 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun johar : rimpang lengkuas merah (2:1) dengan nilai 15,18 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun johar dan rimpang lengkuas merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK n-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN ETANOL 70% DAUN KAKTUS CENTONG (Optuntia cochenillifera) TERHADAP UDEMA KAKI TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus)

Herson Cahaya Himawan; MARIANA NURCAHAYA SILABAN; Siti Mariam
2021 · Book · Open Access

Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap cedera. Ditandai dengan adanya warna merah, panas serta nyeri akibat udema. Salah satu tanaman yang digunakan untuk pengobatan inflamasi yaitu daun kaktus centong. Daun kaktus centong mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin . Penelitian ini menggunakan tanaman daun kaktus centong (Optuntia cochenillifera) dengan tujuan untuk mengetahui ekstrak yang mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok. Yang terdiri dari kelompok CMC-Na (kontrol negatif), natrium diklofenak (kontrol positif), dan perlakuan ekstrak n- heksana dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, ekstrak etil asetat dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, dan ekstrak etanol 70% dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB diberikan secara oral. Telapak kaki tikus disuntikkan karagenin 1% untuk memicu inflamasi. Volume udema diukur dengan menggunakan alat plestimometer setiap 1 jam sekali selam 6 jam. Data dianalisis secara statistik (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% dengan dosis 1gr/kg BB (inhibisi : 68,212%) dan ekstrak etil asetat dengan dosis 1gr/kg BB (inhibisi : 52,77%) mempunyai efek antiinflamasi dengan persentase inhibisi diatas 50% dan adanya perbedaan bermakna pada pemberian ekstrak etanol 70% dan ekstrak etil asetat dengan kontrol negatif dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif.

ANALISA EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DAN COTRIMOXAZOLE PADA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS NANGGUNG BOGOR

ARMANDO SIMBOLON; Baringin TA Manik; Ferry Effendi
2021 · Book · Open Access

Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Obat yang digunakan dalam menanggulangi ISPA dengan penggunaan antibiotik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola terapi, dan evaluasi efektifitas penggunaan antibiotik untuk pasien rawat jalan ISPA di Puskesmas Nanggung. Data pasien rawat jalan ISPA diperoleh dari data rekam medis pasien rawat jalan sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian dari sosiodemografi pasien berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 45 pasien (45%) dan perempuan sebanyak 55 pasien (55%). Pasien ISPA berdasarkan usia yang lebih besar adalah pasien Balita sebanyak 60 pasien (60%). Pola terapi yang digunakan pada pasien ISPA Amoxicillin 75 (75%), Cotrimoxazole 25 (25%). Efektifitas penggunaan antibiotik yang lebih efektif dalam pengobatan ISPA adalah penggunaan obat antibiotik Amoxicillin yaitu sebanyak 74 (74%). Dari hasil uji Chi-Square P sig 0,000 menunjukan bahwa adannya hubungan yang signifikan antara efektifitas terhadap penggunaan antibiotik Amoxicillin dan Cotrimoxazole

POTENSI ANTIOKSIDAN BAKTERI ENDOFIT TANAMAN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile. Benth)

Eem Masaenah; Rumella Simarmata; SELVIA NASWITA
2021 · Book · Open Access

Bakteri endofit yang hidup di jaringan tanaman mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Bakteri endofit yang diperoleh dari tanamansirih merah (Piper cf. fragile. Benth) mempunyai potensi menghasilkan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyeleksi bakteri endofit yang mempunyai aktivitas antioksidan yang berasal dari daun, batang, dan akar tanaman sirih merah (Piper cf. fragile. Benth) dan mengetahui kandungan senyawa aktifnya yang berperan sebagai antioksidan. Masing-masing isolat difermentasikan dalam media NB (NutrientBroth). Hasil fermentasi dipisahkan antara supernatan dan biomassa. Supernatan diekstraksi dengan etilasetat. Ekstrak kental yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan pereaksi ABTS. Hasil uji menunjukan dari 15 isolat bakteri endofit hanya 4 isolat yang menunjukan aktivitas antioksidan secara kualitatif. Isolat dengan kode SMB1 dan SMD 3.1 mempunyai nilai IC50 berturut –turut 23,11 ppm dan 94,88 ppmdan trolox sebagai kontrol positif mempunyai nilai IC50 sebesar 4,041 ppm. Dari hasil uji kuantitatif dipilih isolat dengan kode SMB 1 untuk dianalisis dengan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan isolat dengan kode SMB 1yang diduga mengandung senyawa1,2-Benzenediccarboxylic acid, bis(2-ethylhexyl)ester dengan persentase kemiripan 93%.

AKTIVITASlANTIOKSIDANlSEDUHANlDAUN SALAM (Syzygiumlpolyanthuml(Wight) Walp.) DAN DAUN STEVIA (StevialrebaudianalBertoni) SERTA KOMBINASINYA

ANNISA NURMALASARI; Freddy Arifta Nassel; Lilik Sulastri
2021 · Book · Open Access

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal atau meredam efek negatif oksidan dalam tubuh. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki kandungan alkaloid, saponin, quinon, fenolik, triterpenoid, steroid dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) merupakan daun yang sering digunakan sebagai pemanis alami untuk bahan makanan dan minuman. Keunggulan dari stevia yaitu bersifat non karsinogenik, memiliki nilai kalori rendah yang cocok bagi penderita diabetes, antimikroba, antidiabetik serta memiliki senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan. Senyawa fitokimia yang terdapat dalam daun stevia adalah alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menentukan aktivitas antioksidan dari kombinasi seduhan daun salam dan daun stevia dengan metode perendaman radikal bebas. Seduhan daun salam dibuat dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm dan daun stevia dengan deret konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 pada deret konsentrasi 5, 10, 20, 40 dan 80 ppm. Diseduh air panas lalu di tambahkan dengan akuades dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Seduhan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin tanin dan steroid dan pada daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Seduhan daun salam memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 13,8 ppm (sangat kuat), daun stevia dengan nilai IC50 45,7 ppm (sangat kuat) serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 9,2 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 9,44 ppm dan pada 3:1 sebesar 37,15 ppm.

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA RAWAT JALAN DEWASA DIKLINIK CARITAS BOGOR PERIODE JULI–DESEMBER 2019

Fernanda Putri Setianingsih; Ferry Effendi; Krysantus Surya Nugroho
2021 · Book · Open Access

InfeksiSaluranPernafasanAkutmerupakanpenyakitinfeksiakutyang menyerangsalahsatubagianataulebihdarisalurannafasmulaidari hidung(saluranatas)hinggaalveoli(saluranbawah)termasukjaringan adneksanyasepertisinus,ronggatelingatengahdanpleura.Penggunaan obatsecaratepatmerupakanhalpentingyangperludilakukandalam meningkatkanmutupelayanankesehatankepadapasien.Berdasarkan KemenkesRI(2011)tentangPOR,penggunaanobatdapatdikatakan rasionalapabila pasien menerima obatyang sesuaidengan kondisi klinisnya,dalam periode waktu yang tepat,dan dengan biaya yang terjangkau untuk pasien dan kebanyakan masyarakat.Penelitian ini dilakukanuntukmengetahuigambarandatasosiodemografipasiendan rasionalitasantibiotikpadapasienISPA rawatjalandewasadiKlinik CaritasBogor.Penelitianinidilakukandenganmetodedeskriptifdengan mengambildatarekam medispasienISPAsecararetrospekifpadabulan JulisampaiDesember2019.Berdasarkandari82sampelyangteliti,hasil penelitianmenunjukkanbahwasosiodemografiberdasarkanusiayang palingbanyakmenderitaISPAyaitupadakategoridewasaakhirsebanyak 25pasien(30,49%),berdasarkanjeniskelaminyaitulaki-lakisebanyak51 paien(62,20%).Berdasarkanprofilpenggunaanantibiotikyangpaling banyakdigunakan yaitu Cefixime sebanyak48 pasien (58,54%).Dan berdasarkanrasionalitaspenggunaanobat,tepatindikasisebanyak77 pasien(93,90%),tepatdosissebanyak78pasien(95,12%),tepatlama pemberian sebanyak 79 pasien (96,34%)dan tepatintervalwaktu sebanyak78pasien(95,12%).

FORMULASI BODY LOTION TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SERTA PENENTUAN NILAI SPF

Herson C. Himawan; NURAINI RAHMADIANTI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access

Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat memberikan efek yang tidak diinginkan pada kulit sehingga diperlukan senyawa atau zat yang dapat memantulkan ataupun menyerap sinar UV yaitu tabir surya. Daun jambu biji memiliki potensi sebagai tabir surya karena mengandung senyawa flavonoid yang mampu menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan body lotion ekstrak etanol daun jambu biji yang memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Formulasi sediaan body lotion dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak daun jambu biji yang berbeda yaitu FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Ketiga formula menghasilkan sediaan homogen, memiliki pH antara 6.5-7.1. Viskositas antara 5000-6000 cps. Memiliki tipe emulsi minyak dalam air dan memiliki daya sebar antara 6,21-6,51 cm. Nilai SPF pada FI (5%) yaitu 21,627, pada FII (10%) yaitu 31,402 dan pada FIII (15%) yaitu 32,334 ketiga sediaan tersebut termasuk dalam kategori perlindungan ultra. Evaluasi karakteristik fisik yang dilakukan pada FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%) meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas, daya sebar, pH dan SPF masih termasuk pada rentang sediaan topikal namun setelah dilakukan cycling test viskositas, daya sebar dan nilai SPF dari sediaan cenderung tidak stabil selama peyimpanan.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK FRAKSI DAUN KARET KERBAU (FICUS ELASTICA Roxb. Ex Hornem) MENGGUNAKAN METODE PENGHAMBATAN RADIKAL BEBAS DPPH

DEVI SAFITRI; Sofyan Ramani; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access

Daun karet kerbau merupakan bagian tanaman yang efektif sebagai obat herbal. Aktivitas biologis dari daun karet kerbau diprediksi berpotensi sebagai senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat digunakan untuk pencegah serta obat penyakit degeneratif. Riset ini menentukan kemampuan serta aktivitas antioksidan pada daun karet kerbau dengan menggunakan DPPH. Ekstrak etanol 96% fraksinasi menggunakan ekstrasi cair- cair serta diperoleh 3 fraksi, ialah fraksi etil asetat dengan nilai IC50 93, 74 ppm, fraksi heksan dengan nilai IC50 141, 39 ppm serta air dengan nilai IC50 95, 57 ppm. Berdasarkan riset seluruh fraksi mempunyai potensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan teraktif ada pada fraksi etil asetat dengan presentase konsentrasi penghambatan sebesar 93,74 ppm. Fraksi tersebut tergolong sebagai antioksidan yang teraktif.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI ORAL PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RS. HARAPAN DEPOK DENGAN METODE ATC/DDD

Ferry Effendi; Ira Nilawati; UTAMI WIJAYANTI
2021 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan salah satu factor resiko utama penyebab kematian nomor satu di dunia dan nomor tiga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan obat antihipertensi oral dengan metode Anatomical Theurapetic Chemical (ATC)/ Defined Daily Dose (DDD) serta untuk mengetahui obat-obat antihipertensi oral apa saja yang masuk dalam segmen Drug Unilization (DU) 90%. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data rekam medis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi oral dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebt diolah untuk mengetahui kuantitas pengunaan antihipertensi oral dalam satuan DDD/100 patient-days dan profil DU90%. Hasil penelitian menunjukan bahwa obat antihipertensi oral yang digunakan pada pasien hipertensi yang dirawat inap di RS Harapan Depok selama tahun 2019 adalah amlodipin 46,8 %, captopril 22,10 %, furosemid 10,9%, ramipril 7,6%, bisoprolol 5,2%, candesartan 2,7%, spironolacton 2,2%, nifedipin 1,6%, valsartan 0,9%. Dari tabel DU90% obat yang masuk dalam segmen DU90% adalah amlodipin, captopril, furosemid dan ramipril.