HANY SHALIHAT SETIAWATI; Muhammad Afqary; Wahyu Dwi Lesmono
2021 · Book · Open Access
Pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga teknis kefarmasian mengenai penggunaan
antibiotik dapat mencegah terjadinya peningkatan risiko terhadap keamanan pasien,
pengobatan yang kurang tepat dan kurang efektif, dan perluasan resistensi. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis
kefarmasian tentang antibiotik berserta hubungannya dengan faktor sosiodemografi
di wilayah Kecamatan Beji Depok. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif
dengan pengambilan data secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel
yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memberikan kuesioner secara
online menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 171 tenaga teknis
kefarmasian di wilayah Kecamatan Beji Depok. Pertanyaan kuesioner
menggunakan standar Permenkes RI No 2406, 2011 tentang pedoman umum
tentang antibiotik. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel
dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 62% tenaga teknis kefarmasian memiliki tingkat pengetahuan
yang baik mengenai antibiotik. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan wilayah kerja dengan tingkat
pengetahuan tenaga teknis kefarmasian mengenai antibiotik. Hasil uji lanjut
Bonferroni menunjukkan terdapat hubungan yang signfikan pada jenis kelamin
laki-laki dengan tingkat pengetahuan antiobiotik pada tingkatan kurang dan wilayah
kerja di Beji dan Kemiri Muka dengan tingkat pengetahuan antibotik pada tingkatan
kurang.
Harry Noviardi; Lilik Sulastri; R.A JASUMANIA OKTAVIANI
2021 · Book · Open Access
Hiperpigmentasi adalah suatu gangguan pada kulit yang menyebabkan
produksi melanin berlebih sehingga kulit manusia terdapat bercak berwarna coklat
yang sering menimbulkan permasalahan pada keindahan kulit. Salah tau cara
untuk mengurangi pigmentasi kulit adalah dengan cara membatasi produk melanin
dengan mengghambat aktivitas tirosinase. Daun beluntas memiliki kandungan
fenol, flavonoid sehingga dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui nilai inhibisi dan IC50 terbaik dari ekstrak etanol
96% dan etil asetat daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) terhadap enzim
tirosinase. Daun beluntas diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%
dan etil asetat daun beluntas kemudian diuji aktivitas penghambatan terhadap
enzim tirosinase dengan konsentrasi 1000 ppm, 750 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125
ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm menggunakan substrat L-Dopa, ekstrak etanol 96%
daun beluntas memiliki nilai IC50 sebesar 3431,224 dan ekstrak etil asetat daun
beluntas memiliki nilai IC50 sebesar yaitu 37915,8181. Hasil ini menunjukan
bahwa etanol 96% dan etil asetat daun beluntas memiliki aktivitas penghambatan
pada enzim tirosinase tetapi hasil nya belum maksimal, maka perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut untuk aktivitas inhibisi enzim tirosinase menggunakan
metode ekstraksi dan substrat yang berbeda.
ARUM HIDAYANTI; Ferry Effendi; Vivian Sugianti
2021 · Book · Open Access
Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang
sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau
berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein
rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada
seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit
tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem penyimpanan dan
distribusi vaksin BCG dan DPT berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017 di
Puskesmas Ratu Jaya dengan 3 kategori untuk penyimpanan vaksin yaitu cara
sarana dan prasarana, keadaan lemari es dan pengelolaan dalam penyimpanan
vaksin, serta melihat data suhu cold chain dan vaccine carrier. Jenis penelitian ini
adalah accidental sampling dan pengamatan langsung menggunakan lembar
observasi. Hasil penelitian diperoleh persentase untuk sistem penyimpanan, yaitu
kategori sarana dan prasarana dengan persentase 90%, keadaan lemari es dengan
persentase 89,47%, pengelolaan dalam penyimpanan vaksin dengan persentase
94,44%, dan suhu cold chain dengan persentase 100%. Untuk sistem
pendistribusian vaksin diperoleh persentase 81,25% dan suhu vaccine carrier
dengan persentase 100%. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa kesesuaian
sistem penyimpanan vaksin Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 93,48% dan
kesesuaian pendistribusian vaksin BCG dan DPT di Puskesmas Ratu Jaya dengan
persentase 90,62% dinyatakan baik atau sesuai dengan Permenkes No. 12 Tahun
2017.
ALDI ALPIANDI; Nanang Hermawan; Teguh Alamsyah
2021 · Book · Open Access
Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit pelaksana fungsional yang
menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit.
Tugas Instalasi Farmasi adalah menyelenggarakan, mengkoordinasikan,
mengatur, mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan
professional serta sesuai dengan prosedur dan etik farmasi. penelitian ini untuk
mengetahui Pengaruh manajemen obat terhadap kualitas pelayanan instalasi
farmasi rawat jalan di rumah sakit umum daerah palabuhanratu,menggunalan
metode cross sectional dan pendekatan langsung ke pegawai serta pasien dengan
pengumpulan data berupa kuisioner dengan menggunakan metode linkert, jumlah
sampel dihutungan berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel untuk
pasien 100 orang dan karyawan 50 orang. Data dianalisis dengan metode
univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian metode univariate didapatkan
kehandalan ( sangat puas 12%, puas 46%, cukup puas 40%, kurang puas 2% ),
ketanggapan ( sangat puas 13%, puas 26%, cukup puas 54, kurang puas 6%,
sangat tidak puas 1%%),jaminan (sangat puas 3%, puas 45%, puas 45%, kurang
puas 7%, sangat tidak puas 0%), empaty ( sangat puas 8%, puas 34%, cukup puas
56%, kurang puas 1%, sangat tidak puas 1%), wujud/nyata ( sangat puas 5%, puas
36%, cukup puas 55%, kurang puas 4%), hasil analisis bivariate terdapat 4
variabel yang memiliki hubungan antara manajemen obat dengan kualiatas
pelayanan yang ditunjukan ( p-value <0,05) adalah perencanaan (p-value 0,035),
pengadaan (p-value 0,024), distribusi (p-value 0,044), dan pengendalian (p-value
0,020). Hasil analisis mualtivaiate dari 4 variabel yang memiliki hubungan antara
manajemen obat dengan kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh paling tinggi
adalah pengendalian yang ditunjukan dengan nilai Exp B tertinggi yaitu 2,685
hasil ini menunjukan bahwa pengendalian memilik pengaruh 2 kali lebih besar.
EMILDA WIRDATUL AWALIAH; Ferry Effendi; Rio Julyo
2021 · Book · Open Access
Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak
dinegaraberkembang.Pemberianzinkdanprobiotikpadadiareanaktelahmenunjukkan
dampakyangpositifterhadapkejadiandiare.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuip
erbedaanefektivitaszinkdenganzinkprobiotikdalampenanganan diare anak di
Rumah Sakit islam Bogor pada bulan Januari sampaidengan Desember 2019.
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptifdengan karakteristik
pasien meliputi usia, jenis kelamin, Berat Badan (BB),
jenisobatyangdigunakandanlamaharirawatinappasien.Analisisdatapadapenelitianin
i dilakukan dengan uji normalitas menggunakan SPSS versi 20. Hasil
penelitianlebih baik dengan menggunakan terapi kombinasi zink probiotik
dibanding obattunggal zink. Rerata lama rawat inap pada pemberian zink
probiotik lebih cepatyaitu ± 2- 4 hari dibanding rerata lama inap pada pemberian
zink yaitu ± 3-6 hari.Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai sig 0,00 lebih
kecil dari taraf nyata0,05 maka pengujian tersebut memberikan keputusan tolak
H0 terima H1 dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan
penggunaan obat tunggalzinkpada pasiendiareanakdibandingdenganobat
kombinasizinkprobiotik.
AFRILLIYANTI WIJAYA; Febi Ishfahani; M. Ikhwan Setiawan
2021 · Book · Open Access
Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi oksidasi
dari radikal bebas. Jagung diketahui mengandung saponin, tannin, flavonoid, fenol,
steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Flavonoid dan fenol diketahui berfungsi
sebagai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa
metabolit sekunder serta menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan sediaan
masker peel off ekstrak biji jagung (XBJ) dan tongkol jagung (XTJ) dengan viariasi
formula F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4 (XTJ 0,070%)
dengan metode peredaman radikal bebas yang diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Ektrak etanol 96% biji dan
tongkol jagung mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Pada XBJ dan XTJ memiliki
aktivitas antioksidan dengan IC50 berturut-turut yaitu 35,406 ppm dan 33,223 ppm serta
pada masker peel off F1 (XBJ 0,035%), F2 (XTJ 0,035%), F3 (XBJ 0,070%) dan F4
(XTJ 0,070%) memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 63,115 ppm, 57,094 ppm, 43,089
ppm dan 42,509 ppm.
Inawati; M. Ikhwan Setiawan; YASICA NUR’HALIZA
2021 · Book · Open Access
Pewarna rambut adalah salah satu sediaan kosmetika yang digunakan dalam
tata rias rambut untuk mengganti ataupun mengembalikan warna rambut. Daun
urang aring (Eclipta prostrata) dan daun rambutan (Naphelium lappaceum)
merupakan tumbuhan yang memiliki senyawa tanin yang berfungsi sebagai
penghasil warna dari warna kuning, coklat sampai keemasan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui bahwa ekstrak daun rambutan dan ekstrak daun urang
aring dengan perbedaan bahan pembangkit warna dapat memberikan efek dan
stabilitas warna pada rambut, mutu fisik dan kesukaan dari warna rambut yang
dihasilkan sediaan pewarna rambut. Penelitian ini membuat formula pewarna
rambut dengan membandingkan pembangkit warna. Pembangkit warna pirogalol
ditambah tembaga (II) sulfat dan asam askorbat ditambah besi (II) sulfat dapat
diformulasikan ke dalam sediaan pewarna rambut dengan bahan pembangkit
tersebut didapatkan hasil dari warna light ivory hingga warna chocolate brown.
Jangka waktu perendaman rambut mempengaruhi warna rambut yang dihasilkan,
pada formula 2 memiliki daya lekat warna yang lebih kuat pada rambut dapat
bertahan hingga 15 kali pencucian, dan untuk stabilitas warna terhadap sinar
matahari menunjukkan hasil tetap stabil. Sediaan pewarna rambut dari ekstrak
urang aring dan daun rambutan berbentuk gel, beraroma khas, memiliki pH sediaan
4,5-6,5, viskositas pada kisaran 3000-49400 cps. Formula yang banyak diminati
oleh masyarakat ialah F1 urang aring.
Antonius Padu Ratu; Kenli Kendi Tampoliu; RINA RUSTIYANINGSIH
2021 · Book · Open Access
Karies merupakan suatu penyakit yang ada di area mulut pada bagian gigi
yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Salah satu tanaman simplisia
yang dapat mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans adalah
batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) karena mengandung flavonoid yang
dapat mencegah perkembang biakan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan formula sediaan obat kumur ekstrak batang serai wangi yang dapat
mencegah perkembang biakan bakteri Streptococcus mutans. Pengujian stabilitas
sediaan obat kumur dengan konsenstrasi 30%, 33% dan 36% dilakukan pada suhu
ruang, suhu rendah, suhu tinggi dilakukan selama 28 hari dan metode Cycling test
selama 12 siklus, pengujian ini meliputi uji antibakteri dengan menggunakan
metode difusi cakram, organoleptik, ph dan viskositas. Hasil pengujian uji bakteri
diawal stabilitas didapatkan zona hambat sebesar 12,70 mm, 14.10 mm dan 14.20
mm, diakhir stabilitas didapatkan zona hambat sebesar Suhu Ruang (8,60 mm,
8,80 mm dan 8,73 mm) Suhu Rendah (7,70 mm, 7,90 mm dan 8,32 mm) Suhu
Tinggi (7,87 mm, 7,90 mm dan 7,36 mm) dan Cycling test (6,97 mm, 8,07 mm
dan 8,57 mm). hasil pengujian stabilitas ph memenuhi persyaratan mutu yaitu
dengan range 5,00-5,55 (syarat ph 5-7). Hasil stabilitas uji viskositas didapatkan
nilai viskositas dengan range 1,04-3,21 Cps.
Fredy Ariefta Nasel; Inawati; STEPANY BR SEMBIRING
2021 · Book · Open Access
Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.) dikenal juga sebagai Velvet Apple atau buah mentega. Buah bisbul merupakan buah yang awalnya tumbuh liar di hutan- hutan Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Buah bisbul memiliki efek toksisitas dan kandungan kimia senyawa aktif
flavonoid, tanin, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
ekstrak etanol 70 % buah bisbul dalam menurunkan kadar glukosa darah
(antidiabetes) yang diinduksi aloksan. Simplisia daging buah bisbul diekstraksi
dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diuji secara in vivo.
Pengukuran kadar glukosa menggunakan alat glukometer selama 14 hari. Perlakuan
hari ke-14 pada kontrol negatif mengalami penurunan sebesar 1,24 %. Perlakuan
kontrol positif mengalami penurunan kadar glukosa darah sebesar 50,33%. Perlakuan
dengan pemberian ekstrak dosis 200mg/KgBB, 400mg/KgBB, 600mg/KgBB, dan
dosis 850 mg/KgBB menurunkan kadar glukosa sebesar 6 %,12,88%, 32,50 % dan
17,19 %. Hasil terbaik yang memiliki pengaruh menurunkan kadar glukosa darah
yang mekanisme kerjanya hampir sama dengan metformin adalah ekstrak daging
buah bisbul dengan dosis 600mg/KgBB.
Inawati; M. Ikhwan Setiawan; MHD AGUS RIDUAN
2021 · Book · Open Access
Karies gigi ialah proses patologis yang berlangsung pada rongga mulut
yang berupa interaksi, karena melibatkan banyak faktor yaitu bakteri
Streptococcus mutans. Daun cocor bebek dan sereh wangi merupakan tanaman
obat yang memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 96% daun cocor
bebek dan daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan untuk
kombinasinya dengan perbandingan (1:1, 1:3, 3:1). Sampel ekstrak kental daun
cocor bebek dan daun sereh wangi dilakukan penapisan fitokimia dan sampel
tunggal serta kombinasinya diuji aktivitasnya terhadap Streptococcus mutans
secara in vitro menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan
ekstrak Cocor bebek dan Sereh wangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid,
saponin dan tannin. Konsentrasi 25% ekstrak tunggal Cocor bebek dan sereh
wangi memiliki aktivitas terbaik dengan diameter daya hambat 15 mm dan 16.23
mm. Kombinasi daun cocor bebek dan sereh wangi dengan perbandingan (3:1)
dengan diameter daya hambat sebesar 22.53 mm dengan kategori kuat.
Konsentrasi daun cocor bebek dan sereh wangi 25% dan perbandingan 3:1 lebih
baik dengan kedua ekstrak tunggal tersebut , dan hasilnya pada konsentrasi cocor
bebek 25% yaitu 16.18 mm (kuat) dan untuk sereh wangi pada konsentrasi 25%
yaitu 16.66 mm (kuat) dan untuk perbandingan 3:1 yaitu 18.13 mm (kuat), untuk
kontrol positif yaitu 17.49 mm (kuat). Ekstrak cocor bebek dan sereh wangi
memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro terhadap bakteri Streptococcus
mutans.
Ferry Effendi; SELVY FEBRIYANI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Lotion merupakan suatu sediaan kosmetika berbentuk emulsi cair yang digunakan
pada daerah tangan dan tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, tanaman kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck)
dan herba Pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) mengandung senyawa yang berpotensi
sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi
sediaan body lotion kombinasi kulit buah lemon (Citrus limon (L.)Osbeck) dan herba
pegagan (Centella asiatica (L.)Urb) sebagai antioksidan. Sediaan body lotion dibuat
dengan mevariasikan setil alkohol yaitu pada F1 (2g), F2 (4g), dan F3 (8g) dengan
perbandingan konsentrasi ekstrak 2:1 (4g:2g). Evaluasi fisik dilakukan antara lain uji
organoleptik, viskositas, pH, daya sebar, dan stabilitas mutu fisik. Pengujian aktivitas
antioksidan dilakukan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil uji menunjukkan
nilai IC50 ekstrak etanol kulit buah lemon sebesar 48,951 μg/mL (sangat kuat), herba
pegagan sebesar 56,435 μg/mL (kuat), kombinasi ekstrak sebesar 46,499 μg/mL (sangat
kuat). Sedangkan nilai IC50 untuk aktivitas antioksidan pada sediaan F1 sebesar 54,959
μg/mL (kuat), F2 sebesar 54,604 μg/mL (kuat), F3 sebesar 54,006 μg/mL (kuat). Vitamin
C sebesar 5,288 μg/mL (sangat kuat). Formulasi body lotion F3 terpilih karena nilai IC50
lebih baik dibanding formula lainnya dan stabil secara mutu fisik.
GEOFANY NUR HAYATI; Sitaresmi Yuningtyas; Sofyan Ramani
2021 · Book · Open Access
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun johor (Senna siamea (Lam)H.S.Irwin & Barrneby) dan
rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum). Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari kombinasi ektrak
etanol 96% daun johar (Senna siamea (Lam)) dan rimpang lengkuas merah
(Alpinia purpurata (Viell.) K.Schum) terhadap pertumbuhan jamur Candida
albicans. Daun johar dan rimpang lengkuas merah diekstraksi dengan maserasi
menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan
menentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang
terkandung dalam daun johar adalah tanin, alkoloid, saponin dan flavanoid.
Sedangkan rimpang lengkuas merah terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkoloid, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun johor
dan rimpang lengkuas merah yang tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai
14,25 mm (kategori kuat) dan 14,14 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi
terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun johar :
rimpang lengkuas merah (2:1) dengan nilai 15,18 mm (kategori kuat). Oleh
karena itu, ekstrak etanol daun johar dan rimpang lengkuas merah mempunyai
potensi antifungi terhadap Candida albicans.
Herson Cahaya Himawan; MARIANA NURCAHAYA SILABAN; Siti Mariam
2021 · Book · Open Access
Inflamasi adalah suatu respon protektif tubuh terhadap cedera. Ditandai
dengan adanya warna merah, panas serta nyeri akibat udema. Salah satu tanaman
yang digunakan untuk pengobatan inflamasi yaitu daun kaktus centong. Daun
kaktus centong mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin . Penelitian ini
menggunakan tanaman daun kaktus centong (Optuntia cochenillifera) dengan
tujuan untuk mengetahui ekstrak yang mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tikus putih jantan sebanyak
24 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok. Yang terdiri dari kelompok CMC-Na
(kontrol negatif), natrium diklofenak (kontrol positif), dan perlakuan ekstrak n-
heksana dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg BB, ekstrak etil asetat dengan dosis
0,5g/kg BB, 1g/kg BB, dan ekstrak etanol 70% dengan dosis 0,5g/kg BB, 1g/kg
BB diberikan secara oral. Telapak kaki tikus disuntikkan karagenin 1% untuk
memicu inflamasi. Volume udema diukur dengan menggunakan alat
plestimometer setiap 1 jam sekali selam 6 jam. Data dianalisis secara statistik
(ANOVA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% dengan dosis
1gr/kg BB (inhibisi : 68,212%) dan ekstrak etil asetat dengan dosis 1gr/kg BB
(inhibisi : 52,77%) mempunyai efek antiinflamasi dengan persentase inhibisi diatas
50% dan adanya perbedaan bermakna pada pemberian ekstrak etanol 70% dan ekstrak etil
asetat dengan kontrol negatif dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif.
ARMANDO SIMBOLON; Baringin TA Manik; Ferry Effendi
2021 · Book · Open Access
Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia
yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Obat yang digunakan dalam
menanggulangi ISPA dengan penggunaan antibiotik.Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola terapi, dan evaluasi efektifitas
penggunaan antibiotik untuk pasien rawat jalan ISPA di Puskesmas Nanggung.
Data pasien rawat jalan ISPA diperoleh dari data rekam medis pasien rawat jalan
sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian dari sosiodemografi pasien berdasarkan
jenis kelamin laki-laki sebanyak 45 pasien (45%) dan perempuan sebanyak 55
pasien (55%). Pasien ISPA berdasarkan usia yang lebih besar adalah pasien Balita
sebanyak 60 pasien (60%). Pola terapi yang digunakan pada pasien ISPA
Amoxicillin 75 (75%), Cotrimoxazole 25 (25%). Efektifitas penggunaan
antibiotik yang lebih efektif dalam pengobatan ISPA adalah penggunaan obat
antibiotik Amoxicillin yaitu sebanyak 74 (74%). Dari hasil uji Chi-Square P sig
0,000 menunjukan bahwa adannya hubungan yang signifikan antara efektifitas
terhadap penggunaan antibiotik Amoxicillin dan Cotrimoxazole
Eem Masaenah; Rumella Simarmata; SELVIA NASWITA
2021 · Book · Open Access
Bakteri endofit yang hidup di jaringan tanaman mampu menghasilkan
senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Bakteri endofit
yang diperoleh dari tanamansirih merah (Piper cf. fragile. Benth) mempunyai
potensi menghasilkan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menyeleksi bakteri endofit yang mempunyai aktivitas antioksidan yang
berasal dari daun, batang, dan akar tanaman sirih merah (Piper cf. fragile. Benth)
dan mengetahui kandungan senyawa aktifnya yang berperan sebagai antioksidan.
Masing-masing isolat difermentasikan dalam media NB (NutrientBroth). Hasil
fermentasi dipisahkan antara supernatan dan biomassa. Supernatan diekstraksi
dengan etilasetat. Ekstrak kental yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara
kualitatif dan kuantitatif dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan
pereaksi ABTS. Hasil uji menunjukan dari 15 isolat bakteri endofit hanya 4 isolat
yang menunjukan aktivitas antioksidan secara kualitatif. Isolat dengan kode
SMB1 dan SMD 3.1 mempunyai nilai IC50 berturut –turut 23,11 ppm dan 94,88
ppmdan trolox sebagai kontrol positif mempunyai nilai IC50 sebesar 4,041 ppm.
Dari hasil uji kuantitatif dipilih isolat dengan kode SMB 1 untuk dianalisis dengan
GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan isolat dengan kode SMB 1yang diduga
mengandung senyawa1,2-Benzenediccarboxylic acid, bis(2-ethylhexyl)ester
dengan persentase kemiripan 93%.
ANNISA NURMALASARI; Freddy Arifta Nassel; Lilik Sulastri
2021 · Book · Open Access
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal atau meredam
efek negatif oksidan dalam tubuh. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki
kandungan alkaloid, saponin, quinon, fenolik, triterpenoid, steroid dan flavonoid
yang berfungsi sebagai antioksidan. Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni)
merupakan daun yang sering digunakan sebagai pemanis alami untuk bahan
makanan dan minuman. Keunggulan dari stevia yaitu bersifat non karsinogenik,
memiliki nilai kalori rendah yang cocok bagi penderita diabetes, antimikroba,
antidiabetik serta memiliki senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai
antioksidan. Senyawa fitokimia yang terdapat dalam daun stevia adalah alkaloid,
saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder serta menentukan
aktivitas antioksidan dari kombinasi seduhan daun salam dan daun stevia dengan
metode perendaman radikal bebas. Seduhan daun salam dibuat dengan deret
konsentrasi 5, 10, 20, 40, 80 ppm dan daun stevia dengan deret konsentrasi 5, 10,
20, 40, 80 ppm serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 pada
deret konsentrasi 5, 10, 20, 40 dan 80 ppm. Diseduh air panas lalu di tambahkan
dengan akuades dan DPPH, kemudian diukur absorbansinya menggunakan
spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm. Seduhan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin tanin dan steroid dan pada daun stevia
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Seduhan daun
salam memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 13,8 ppm (sangat kuat),
daun stevia dengan nilai IC50 45,7 ppm (sangat kuat) serta pada kombinasi dengan
perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 9,2 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 9,44
ppm dan pada 3:1 sebesar 37,15 ppm.
Fernanda Putri Setianingsih; Ferry Effendi; Krysantus Surya Nugroho
2021 · Book · Open Access
InfeksiSaluranPernafasanAkutmerupakanpenyakitinfeksiakutyang
menyerangsalahsatubagianataulebihdarisalurannafasmulaidari
hidung(saluranatas)hinggaalveoli(saluranbawah)termasukjaringan
adneksanyasepertisinus,ronggatelingatengahdanpleura.Penggunaan
obatsecaratepatmerupakanhalpentingyangperludilakukandalam
meningkatkanmutupelayanankesehatankepadapasien.Berdasarkan
KemenkesRI(2011)tentangPOR,penggunaanobatdapatdikatakan
rasionalapabila pasien menerima obatyang sesuaidengan kondisi
klinisnya,dalam periode waktu yang tepat,dan dengan biaya yang
terjangkau untuk pasien dan kebanyakan masyarakat.Penelitian ini
dilakukanuntukmengetahuigambarandatasosiodemografipasiendan
rasionalitasantibiotikpadapasienISPA rawatjalandewasadiKlinik
CaritasBogor.Penelitianinidilakukandenganmetodedeskriptifdengan
mengambildatarekam medispasienISPAsecararetrospekifpadabulan
JulisampaiDesember2019.Berdasarkandari82sampelyangteliti,hasil
penelitianmenunjukkanbahwasosiodemografiberdasarkanusiayang
palingbanyakmenderitaISPAyaitupadakategoridewasaakhirsebanyak
25pasien(30,49%),berdasarkanjeniskelaminyaitulaki-lakisebanyak51
paien(62,20%).Berdasarkanprofilpenggunaanantibiotikyangpaling
banyakdigunakan yaitu Cefixime sebanyak48 pasien (58,54%).Dan
berdasarkanrasionalitaspenggunaanobat,tepatindikasisebanyak77
pasien(93,90%),tepatdosissebanyak78pasien(95,12%),tepatlama
pemberian sebanyak 79 pasien (96,34%)dan tepatintervalwaktu
sebanyak78pasien(95,12%).
Herson C. Himawan; NURAINI RAHMADIANTI; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Paparan sinar matahari secara terus-menerus dapat memberikan efek yang
tidak diinginkan pada kulit sehingga diperlukan senyawa atau zat yang dapat
memantulkan ataupun menyerap sinar UV yaitu tabir surya. Daun jambu biji
memiliki potensi sebagai tabir surya karena mengandung senyawa flavonoid yang
mampu menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan
body lotion ekstrak etanol daun jambu biji yang memiliki aktivitas sebagai tabir
surya. Formulasi sediaan body lotion dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak
daun jambu biji yang berbeda yaitu FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Ketiga
formula menghasilkan sediaan homogen, memiliki pH antara 6.5-7.1. Viskositas
antara 5000-6000 cps. Memiliki tipe emulsi minyak dalam air dan memiliki daya
sebar antara 6,21-6,51 cm. Nilai SPF pada FI (5%) yaitu 21,627, pada FII (10%)
yaitu 31,402 dan pada FIII (15%) yaitu 32,334 ketiga sediaan tersebut termasuk
dalam kategori perlindungan ultra. Evaluasi karakteristik fisik yang dilakukan pada
FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%) meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas,
daya sebar, pH dan SPF masih termasuk pada rentang sediaan topikal namun setelah
dilakukan cycling test viskositas, daya sebar dan nilai SPF dari sediaan cenderung
tidak stabil selama peyimpanan.
DEVI SAFITRI; Sofyan Ramani; Triyani Sumiati
2021 · Book · Open Access
Daun karet kerbau merupakan bagian tanaman yang efektif sebagai obat
herbal. Aktivitas biologis dari daun karet kerbau diprediksi berpotensi sebagai
senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dapat digunakan untuk pencegah serta
obat penyakit degeneratif. Riset ini menentukan kemampuan serta aktivitas
antioksidan pada daun karet kerbau dengan menggunakan DPPH. Ekstrak etanol
96% fraksinasi menggunakan ekstrasi cair- cair serta diperoleh 3 fraksi, ialah fraksi
etil asetat dengan nilai IC50 93, 74 ppm, fraksi heksan dengan nilai IC50 141, 39
ppm serta air dengan nilai IC50 95, 57 ppm. Berdasarkan riset seluruh fraksi
mempunyai potensi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan teraktif ada pada
fraksi etil asetat dengan presentase konsentrasi penghambatan sebesar 93,74 ppm.
Fraksi tersebut tergolong sebagai antioksidan yang teraktif.
Ferry Effendi; Ira Nilawati; UTAMI WIJAYANTI
2021 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu factor resiko utama penyebab kematian
nomor satu di dunia dan nomor tiga di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kuantitas penggunaan obat antihipertensi oral dengan metode
Anatomical Theurapetic Chemical (ATC)/ Defined Daily Dose (DDD) serta untuk
mengetahui obat-obat antihipertensi oral apa saja yang masuk dalam segmen Drug
Unilization (DU) 90%. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data
rekam medis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi oral dan
data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data
tersebt diolah untuk mengetahui kuantitas pengunaan antihipertensi oral dalam
satuan DDD/100 patient-days dan profil DU90%. Hasil penelitian menunjukan
bahwa obat antihipertensi oral yang digunakan pada pasien hipertensi yang
dirawat inap di RS Harapan Depok selama tahun 2019 adalah amlodipin 46,8 %, captopril 22,10 %, furosemid 10,9%, ramipril 7,6%, bisoprolol 5,2%, candesartan
2,7%, spironolacton 2,2%, nifedipin 1,6%, valsartan 0,9%. Dari tabel DU90%
obat yang masuk dalam segmen DU90% adalah amlodipin, captopril, furosemid
dan ramipril.