Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 82 dari 125

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA KASUS DIARE ANAK DI RAWAT INAP RSIA SAMMARIE BASRA JAKARTA

Ferry Effendi; TENY RIYANTI; Zahra Kesturi Rifandari
2022 · Book · Open Access

Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap, dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun). Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%, dan tepat cara pemberian 100%.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK YOGURT KEDELAI (Glycine max) DENGAN PENAMBAHAN SARI DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius)

NISA JULYANCA PERMATA GEA; Nina Imaniar; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access

Kacang kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi. Didalam proses pembuatan pangan fungsional kacang kedelai diperkaya dalam pembuatan yogurt nabati menggunakan fermentasi Lactobacillus casei Shirotta strain dan Lactobacillus acidophillus. Yogurt memiliki manfaat diantaranya untuk mencegah obesitas, mencegah diabetes, mencegah kanker, hiperkolestrolemia dan mengatasi gangguan pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai aktivitas antioksidan dan karakteristik dari yogurt kedelai yang ditambahkan sari daun pandan. Penelitian ini menggunakan sari kedelai pandan yang difermentasi dengan Lactobacillus casei Shirotta strain 3%, Lactobacillus acidophillus 3% dan kultur campuran selama 18 jam. Yogurt sari kedelai dengan penambahan sari daun pandan akan diuji karakteristik nilai pH, total asam, total BAL, organoleptik, aktivitas antioksidan dan total fenol. Berdasarkan hasil penelitian yogurt kedelai sari pandan didapat nilai pH, nilai total asam dan total BAL sudah masuk kedalam kriteria SNI 291:2009. Dengan nilai rerata antioksidan pada masing-masing sampel fermentasi 29,77%, 89,50%, 73,99%. Dengan analisis statistik ANOVA dengan uji lanjut Ducan menunjukkan (α < 0,05) beda nyata. Oleh karena itu yogurt sari kedelai dengan penambahan sari pandan dengan penambahan Lactobacillus acidophillus 3% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi mempunyai rerata pH 4,1, rerata kadar total asam 0,52%, rerata bakteri asam laktat 1,62x1012 dan total fenol 457,38 ppm.

UJI TOKSISITAS KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzigium polyantha Wigh Walp) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test

Achmad Fauzi Isa; M. ICHWAN MAHENDRA; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access

Kombucha adalah minuman ringan dari china yang merupakan hasil fermentasi teh yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk uji toksisitas kombucha daun salam (Syzigium polyantha (Wigh) Walp) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Kombucha daun salam dibuat melalui fermentasi hasil infusa daun salam dan gula dengan SCOBY (Symbotic Culture of Bacteria Yeast). Kombucha daun salam yang diperoleh di uji fitokimia dan ditetapkan nilai pH nya. Uji toksisitas kombucha dilakukan dengan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan kombucha daun salam mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin dan tanin, serta bersifat masam dengan nilai pH 3,09-3,17. Dalam Uji toksisitas diperoleh Nilai LC50 kombucha daun salam pada konsentrasi 0,625%, 1,25%, 1,875%, 2,5% dan 3,75% secara berturut-turut sebesar 476,43 ppm, 439,54 ppm, 434,51 ppm, 373,25 ppm, dan 370,68 ppm. Dengan demikian kombucha daun salam termasuk dalam kategori toksik yang berpotensi potensi sebagai antikanker.

PEMETAAN KEJADIAN EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TB-MDR (MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS) DI RUMAH SAKIT PARU DR.M. GOENAWAN PARTOWIDIGDO CISARUA BOGOR

DEWI LAELA RHAMIDANI; Freddy Arifta Nassel; Wellya Hartati
2022 · Book · Open Access

Multi Drug Resistant Tuberculosis atau TB-MDR adalah TB resistan obat terhadap minimal 2 obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Rifampisin secara bersama sama atau disertai resistan terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti Etambutol, Streptomisin dan Pirazinamid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemetaan kejadian efek samping OAT pada pasien TB-MDR di RSPG Cisarua Bogor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional yang dianalisis dan hasilnya dipaparkan secara deskriptif dengan metode pengambilan data secara purposive sampling pada rekam medik pasien. Hasil penelitian dari 67 pasien secara total sampling diperoleh: 26-35 tahun sebanyak 24 pasien (36%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 40 pasien (60%); OAT yang paling sering digunakan Levofloksasin 750mg sebanyak 55 orang (11,96%); efek samping OAT yang paling banyak dikeluhkan adalah mual muntah ringan sebanyak 60 pasien (25,32%); efek samping berdasarkan OAT paling banyak diterima adalah Etionamid (Eto) dengan efek samping mual muntah sebanyak 55 pasien (13,16%), disertai ruam kulit sebanyak 4 pasien (0,96%), sakit kepala sebanyak 21 pasien (5,02%), dan gangguan penglihatan sebanyak 5 pasien (1,20%); penggunaan OAT berdasarkan efek samping paling banyak dikeluhkan pasien TB-MDR adalah mual muntah dengan pemberian Etionamid (Eto) sebanyak 55 pasien (13,55%); waktu kejadian efek samping diperoleh data terbanyak pada bulan 1 sampai 6 yaitu sebanyak 96 keluhan (25,33%); total keluhan selama 20 bulan yang paling banyak adalah mual muntah ringan sebanyak 126 keluhan (33,25%).

STANDARDISASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp) H.Rob) DARI PERKEBUNAN DI WONOSOBO

Lilik Sulastri; Padmono Citroreksoko; WIRO JUANG TEGUH FAOMASI WARUWU
2022 · Book · Open Access

Daun yakon merupakan tanaman yang berasal dari pegunungan Andes yang memiliki khasiat sebagai anti diabetes, anti oksidan, dan lain-lain, daun yakon dapat digunakan sebagai bahan baku untuk obat herbal alternatif. agar bahan baku tersebut sesuai dengan persyaratan mutu, maka dilakukan standardisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai standar mutu serta identitas dari ekstrak etanol 96% daun yakon yang mengacu kepada Farmakope Herbal Indonesia. Metode yang dilakukan meliputi beberapa tahap antara lain, persiapan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, perhitungan rendemen, penapisan fitokimia, perhitungan bobot jenis ekstrak, penetapan kadar air dengan metode gravimetri, pengujian angka logam berat Pb dan Cd menggunakan metode spektrofotometri, dan pengujian cemaran mikroba angka lempeng total dan angka kapang khamir. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa ekstrak etanol daun yakon memiliki kandungan fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dengan nilai rendemen 9,59%, kadar total flavonoid sebesar 8,432 mg QE/g Ekstrak, kadar abu total sebanyak 5,59%, kadar air 3,6%, kadar logam Pb dan Cd tidak terdeteksi, angka lempeng total dan angka kapang khamir negatif. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak etanol 96% daun yakon yang berasal dari perkebunan di Wonosobo memenuhi standar mutu untuk dapat dijadikan sebagai bahan obat herbal.

POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE (CAD) DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD R.SYAMSUDIN S.H KOTA SUKABUMI

Fitriyah Silviyani; Fredy Ariefta Nasel; LADY NURDIYANI
2022 · Book · Open Access

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan, akibat yang tidak dikehendaki dari peristiwa interaksi ini ada dua kemungkinan yakni meningkatkannya efek toksik atau efek samping obat atau berkurangnya efek klinis yang diharapkan. Coronary Artery Disease (CAD) merupakan penyakit terbanyak dan menduduki peringkat pertama pada tahun 2019 di RSUD R.Syamsudin S.H Kota Sukabumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pasien CAD, mengetahui profil penggunaan obat, dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat dengan obat, yang terjadi pada pasien yang menderita penyakit CAD di Instalasi Rawat Jalan RSUD R.Syamsudin S.H Kota Sukabumi. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasi dengan metode analisis deskriptif, interaksi obat CAD dianalisis menggunakan aplikasi lexicomp untuk menganalisis potensi interaksi obat dengan mengambil data resep obat terapi CAD secara retrospektif pada bulan Januari- Desember 2019. Hasil penelitian dari 377 resep secara systematic random sampling diperoleh : pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 277 pasien (73,47%); obat untuk terapi CAD yang paling banyak digunakan yaitu aspirin sebanyak 214 resep (14,11%); Jumlah interaksi obat dalam satu resep paling banyak yaitu 1 kejadian (36,07%). Hasil penelitian menunjukan jumlah interaksi obat secara potensial sebanyak 261 kejadian interaksi; potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan yaitu kejadian moderate sebanyak 183 (64,66%), major sebanyak 63 (22,26%), minor sebanyak 37 (13,07%).

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DAN DAUN BAYAM (Amaranthus hybridus L) SERTA FORMULASI SEDIAAN Hair Tonic

DESRI; Devi Ratnasari; Herson Cahaya Himawan
2022 · Book · Open Access

Rambut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai proteksi terhadap lingkungan dan menunjang penampilan seseorang. Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain umur, genetik, hormonal, setres, radikal bebas, dan penyakit kulit tertentu. Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan secara alami. Senyawa seperti alkaloid, saponin, fenol dan flavonoid diketahui sebagai senyawa kimia yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mencegah kerontokan rambut yaitu buah mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bayam (Amaranthus hybridus L). Buah mengkudu dan daun bayam diekstraksi dengan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstak yang didapat diuji flavonoid, Hasil flavonoid total ekstrak buah mengkudu 7,982 dan ekstrak daun bayam 2,613. Sediaan Hair tonic diformulasikan menjadi tiga formula dengan konsentrasi ekstrak 20% Kemudian sediaan Hair Tonic diuji evaluasi meliputi uji organoleptik metiputi : warna , bau dan homogenitas lalu uji pH konsentrasi formula I 5,4 formula II 5,2 dan formula III 5,16 dari formula I,II dan III memiliki ph yang sesuai dengan pH kulit kepala 4,5 - 6,5.Uji viskositas menggunakan Viskometer Ostwald hasil uji sediaan hair tonic formula I sebesar 1,273cp formula II sebesar 1,416cp dan formula III sebesar 1,486cp Semakin tinggi nilai viskositas maka semakin tinggi nilai kekentalannya.

FORMULASI GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL 70% DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas, L) DENGAN METODE GRANULASI BASAH

AHMAD JAMALUDIN; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2022 · Book · Open Access

Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) telah diteliti memiliki kandungan polifenol dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan digunakan untuk meningkatkan kadar trombosit pada keadaan demam berdarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan granul effervescent dari ekstrak daun ubi jalar ungu yang memiliki mutu karakteristik yang sesuai sediaan formula standar menggunakan metode granulasasi basah. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental yaitu pembuatan formulasi sediaan granul effervescent ekstrak daun ubi jalar ungu. Pada granul effervescent yang telah dihasilkan, dilakukan uji mutu fisik karakteristik dan uji evaluasi stabilitas granul meliputi; kadar air,sudut istirahat,waktu larut, pH larutan, organoleptik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada formulasi 1, didapatkan hasil pengujian kadar air %LOD 2,2%,sudut istirahat 28°, waktu larut 15 gram/detik dengan pengadukan dan tanpa pengadukan 60 gram/detik, waktu alir 05.24 detik, pH 3,91, pada formulasi 2, didapatkan hasil pengujian kadar air %MC 2,04%, sudut istirahat 26°, waktu larut 20 gram/detik dengan pengadukan, tanpa pengadukan 60 gram/detik, waktu alir 06.40 detik,pH 3,81. Kedua formulasi memenuhi syarat mutu fisik granul efferves- cent, kecuali pH tidak memenuhi syarat, namun kurang stabil selama waktu penyimpanan

HUBUNGAN KADAR ALKOHOL DAN KARAKTERISTIK SENSORIS MAKANAN FERMENTASI BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa var glutinosa) DAN BERAS KETAN PUTIH (Oryza sativa L. var glutinosa) DENGAN VARIASI RAGI

INTAN TRI ASTUTI; Ikhwan Setiawan; Nina Imaniar
2022 · Book · Open Access

Tape merupakan hasil produk makanan tradisioanal yang berbahan dasar beras ketan yang dalam pengolahannya ditambahkan ragi tertentu sebagai agent biologis yang dapat melalukan fermentasi pada beras ketan. Dalam pembuatan tape terdapat peran mikroorganisme yaitu mikroba jenis khamir. Pada prinsipnya, selama fermentasi berlangsung, gula yang terkandung didalam beras ketan akan diubah oleh mikroba khamis menjadi bentuk alkohol dan bentuk karbondioksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar alkohol di dalam tape ketan dan karakteristik sensoris dengan waktu fermentasi. Pada penelitian ini, metode pengujian kadar alkohol pada tape ketan hitam dan tape ketan putih dilakukan menggunakan spectrofotometer UV Vis dengan variasi waktu fermentasi dan variasi suhu fermentasi. Variasi waktu fermentasi yang selanjutnya dijadikan sebagai waktu pengujian adalah pada waktu hasil fermentasi hari ke-3, hari ke-4, dan hari ke-5. Sedangkan variasi suhu pengujian dilakukan pada suhu ruang dan pada suhu dingin (4oC). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin lama waktu fermentasi maka akan mempengaruhi tingginya kadar alkohol dalam tape ketan hitam dan tape ketan putih, cita rasa tape dan pH tape . Dari seluruh perlakuan, kadar alkohol tertinggi dihasilkan pada fermentasi tape ketan hitam menggunakan ragi NK pada kondisi suhu 4 C dengan kadar alkohol 8,53% .

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT DISLIPIDEMIA PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RS BHAYANGKARA SETUKPA SUKABUMI

Febi Ishfahani; MUHAMAD PANJI ERLANGGA; Rizal M. Abidin
2022 · Book · Open Access

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Angka kematian yang disebabkan oleh PJK di Indonesia cukup tinggi mencapai 1,25 juta jiwa jika populasi penduduk Indonesia 250 juta jiwa. Obat dislipidemia merupakan salah satu pilihan terapi untuk PJK. Statin merupakan obat yang efektif digunakan untuk dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksprimental dengan rancangan penelitian observasional menggunakan pengambilan data retrospektif responden bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, profil penggunaan obat, dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat dislipidemia pada pasien PJK rawat jalan di RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Dari hasil pengambilan sampel didapatkan 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan pasien terbanyak wanita 53 orang dan pria 47 orang. Usia penderita terbanyak adalah lansia awal (56-65 tahun) 36 orang. Golongan obat terbanyak dipakai adalah statin 97% dan fibrat 3%. Adapun aspek ketepatan obat meliputi penilaian ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan interval waktu pemakaian. Hasil penelitian ini didapatkan yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 93%, dan tepat interval waktu pemberian 100%.

EVALUASI KESESUAIAN PENULISAN RESEP DENGAN FORMULARIUM NASIONAL PADA PASIEN RAWAT INAP DI INSTALASI FARMASI RSJ. dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

ENDANG MARIYANI; Euis Pudjasari H; Karuma Barza
2022 · Book · Open Access

Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai acuan dalam pelaksanaan jaminan kesehatan nasional. Ketidak sesuaian penulisan resep dengan Fomularium Nasional untuk peserta BPJS kesehatan akan menyebabkan terjadinya kekurangan dan kekosongan obat serta akan mempengaruhi biaya rawatnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian penulisan resep, gambaran obat-obatan yang diresepkan serta gambaran kelas terapi obat-obatan di luar Formularium Nasional. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dimana data yang diambil adalah data masa lalu yaitu resep-resep pasien rawat inap di RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor periode Oktober-Desember 2020. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan pencatatan dan menampilkan obat-obatan, kelas terapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian dengan Formularium Nasional pada bulan Oktober 98,10%, bulan Nopember 98,77%, bulan Desember 98,10%. Rata-rata kesesuaian dengan Formularium Nasional diperoleh data 98,32%. Obat-obatan golongan kelas terapi vasodilator menunjukkan banyak diresepkan di luar Formularium Nasional. Kesimpulannya adalah kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Nasional di RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit yaitu di atas 90%.

HUBUNGAN ANTARA WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP TUNAI DENGAN KEPUASAN PELANGGAN Dl APOTEK KIMIA FARMA JUANDA PERIODE MARET 2021

Kuandi Tandiara Tan; MAMIEK ROSYIDHA; Nanang Hermawan
2022 · Book · Open Access

Waktu tunggu pasien merupakan.salah satu komponen yang potensial menyebabkan. ketidakpuasan. Penelitian.ini bertujuan untuk.mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma Juanda, kepuasan pelanggan terkait waktu tunggu, dan hubungan.waktu,tunggu.resep,tunai dengan kepuasan.pelanggan. Metodenya adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data waktu tunggu di peroleh dari pencatatan waktu dari resep masuk sampai obat di terima, meliputi resep obat jadi dan racikan. Data kepuasan di peroleh dari kuesioner yang di berikan ke 120 responden. Kemudian di lakukan uji chi square untuk mengetahui apakah ada hubungan antara waktu tungggu resep dengan kepuasan pelanggan. Hasilnya menunjukkan waktu tunggu resep obat jadi, yang sesuai standar 88,3 % dan yang tidak sesuai standar 11,7 %. Obat racikan yang sesuai standar 61,7% dan yang tidak sesuai standar 38,3%. Data kepuasan untuk obat jadi, yang puas 46,7%, yang tidak puas 53,3%. Untuk obat racikan, yang puas 45% dan yang tidak puas 55%. Rata-rataawaktuutungguapelayanannobat jadi 10,7 menitndannobatnracikan 32,4 menit. Pada uji stastistik chi square di peroleh hasil dengan nilai Asymp.sig(2-sided) untuk obat jadi = 0,554 > 0,05 dan obat racik = 0,471n>0,05.nKesimpulannyanberartintidakaadaxhubunganaantaraawaktuatunggu pelayanan resep.tunai dengan. Kepuasan.pelanggan.

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP RAWAT JALAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT JIWA MARZOEKI MAHDI BOGOR

Euis Pujasari H; Karuma Barza; RUDI HARTONO
2022 · Book · Open Access

Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep, sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata- rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.

KESESUAIAN PERSEDIAAN OBAT PARETO A DENGAN MINIMUM - MAXIMUM STOCK LEVEL DI APOTEK KIMIA FARMA 389 NUSANTARA DEPOK

Chandra Haribowo; DIAN ANDRIANI; Fredy Arifta Nasel
2022 · Book · Open Access

Pengendalian persediaan obat sangat penting untuk menjamin efekfitas dan efisiensi pengelolaan persediaan obat itu sendiri, karena pengendalian persediaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokkan item obat berdasarkan analisis ABC dan untuk mengetahui hasil analisis metode Minimum – Maximum Stock Level di Apotek Kimia Farma 389 Nusantara Depok. Sampel yang diambil menggunakan data retrospektif berupa data pemakaian bulan Juli – Desember 2020. Enam puluh enam jenis obat yang memenuhi kriteria inklusi serta kriteria eksklusi pada obat kategori A hasil Metode Analisis Nilai Pakai menjadi sampel penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian Smin sistem Kimia Farma dengan Smin hitung terdapat 30 item (45.45%) yang Smin sistemnya melebihi 100 % Smin hitung, terdapat 33 item (54.55%) yang Smin sistemnya kurang dari 100 % Smin hitung. Sedangkan hasil perbandingan Smax sistem Kimia Farma dengan Smax hitung terdapat 30 item (45.45%) yang Smax sistemnya melebihi 100% Smax hitung, terdapat 33 item (54,55%) yang Smax sistemnya kurang dari 100% Smax hitung. Data tersebut menunjukkan Smin dan Smax yang ada di sistem Kimia Farma belum sesuai dengan Smin dan Smax hitung. Hal ini berpotensi menyebakan terjadinya obat yang mengalami stock out karena Smin sistem kurang dari Smin hitung dan ada beberapa obat yang mengalami stock over karena Smax sistem lebih dari Smax hitung.

OPTIMASI EMULGATOR TERHADAP MUTU FISIK SEDIAAN KRIM ANTI ACNE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma domesticae Val) DAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa)

M. Ikhwan Setiawan; Silvi Nurafni; WAHYUNI AYU LESTARI
2022 · Book · Open Access

Ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcumae domesticae Val) dan minyak jintan hitam (Nigella sativa) adalah kombinasi bahan alam yang menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococus aureus. Penelitian ini melakukan optimasi emulgator menggunakan tween 80 dan span 80 dengan 4 formulasi yang memiliki nilai HLB berbeda. Tujuannya untuk melihat pada nilai HLB berapa sediaan krim anti acne dengan emulgator tween 80 dan span 80 memiliki mutu fisik yang stabil dan optimal. Hasil Penelitian menunjukkan sediaan terbaik diperoleh dari Formulasi 1 dengan konsentrasi Emulgator 2,48% dengan perbandingan tween 80 sebanyak 1,1 gram dan span 80 sebanyak 0,14 gram. Krim dengan nilai HLB 9 merupakan formulasi dengan stabilitas fisik yang baik, karena kenaikan nilai viskositas yang terjadi sesudah cycling test tidak signifikan dan cenderung stabil. Dari analisis data menggunakan Two-Way Anova yang dilakukan terhadap hasil uji pH, viskositas dan daya sebar, dihasilkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna pada mutu fisik keempat formulasi krim pada nilai HLB yang berbeda dapat dilihat dari nilai p-value > 0,05.

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SERTA KOMBINASINYA

Halimatussa'adiyah; RUSTI VIA SARI; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Buah pepaya merupakan buah yang mengandung senyawa antioksidan tinggi antara lain vitamin C, polifenol dan β-karotena. Lidah buaya diantaranya mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang berfungsi untuk melembabkan kulit dan membuat kulit tidak cepat kering. Masker gel peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya, membuat formulasi sediaan masker gel peel off dan menguji sediaan yang memiliki mutu fisik yang baik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% disimpan 3 x 24 jam lalu diuapkan menjadi ekstrak kental. Setelah didapat ekstrak kental dilakukan uji fitokimia. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya terdapat senyawa alkaloid dan polifenol. Dibuat formulasi sediaan masker dengan konsentrasi ekstrak etanol buah pepaya 2,5%, ekstrak etanol lidah buaya 2,5%, perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1. Dilakukan evaluasi sediaan yaitu uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, waktu mengering dan uji iritasi. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas serta berwarna coklat dan hijau. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar sebesar 5,1 cm sampai 6,5 cm. pH sebesar 4,9 sampai 5,2. Waktu mengering 22,23 menit sampai 25,38 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Kelima formula sediaan masker gel peel off memenuhi mutu fisik yang baik. Hasil terbaik terdapat pada formula II (masker dengan bahan aktif ekstrak etanol lidah buaya 2,5%) dengan nilai pH sebesar 5,2 dan waktu mengering selama 22,23 menit. Serta pada formula III (masker dengan bahan aktif kombinasi ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya perbandingan 1:1) dengan daya sebar sebesar 6,5 cm.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK LARAS KABUPATEN SUKABUMI

AYU ULFA MAULIDA; Ferry Effendi; R. Noviana Nurmaulida M
2022 · Book · Open Access

Indikator kesuksesan pelayanan kesehatan di Apotek salah satunya adalah kepuasan pasien. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai hasil dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan pasien. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Laras, sosiodemografi pasien dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi (Tangible, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Asurance). Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Data di peroleh dari survey kepada pasien dengan kuesioner. Hasil penelitian pada dimensi Tangibel diperoleh sebesar 73.83% pasien merasa puas, pada dimensi Reliability didapatkan hasil sebesar 81.33% pasien merasa sangat puas, pada dimensi Responsiveness didapatkan hasil sebesar 76.67% pasien merasa sangat puas, pada dimensi Emphaty didapatkan hasil sebesar 77.11% pasien merasa sangat puas dan pada dimensi Assurance didapatkan hasil sebesar 79% pasien merasa sangat puas. Hasil rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan, pasien merasa sangat puas dengan nilai yang diperoleh sebesar 77.59%.

ANALISA TINGKAT.KEPATUHAN.PASIEN.HIPERTENSI TERHADAP.PENGGUNAAN.OBAT.ANTIHIPERTENSI.DI lNSTALASI.POLIKLINIK.RAWAT.JALAN.RUMAH.SAKIT SENTOSA.BOGOR

Binar Nursanti; NURSIAH; Ulfiaturohmah
2022 · Book · Open Access

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Analisa penggunaan obat antihipertensi untuk mengetahui kepatuhan penderita hipertensi terhadap penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien hipertensi dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi cross sectional. menggunakan data primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Hasil penelitian terhadap 68 responden berdasarkan data sosiodemografi yaitu jenis kelamin perempuan (51,5%), usia 46-55 tahun (36,8%), pendidikan terakhir SD (35,3%) dan pekerjaan ibu rumah tangga (44,1%). Hasil kuesioner MMAS-8 sebanyak 46 responden (67,6%) memiliki kepatuhan sedang, sebanyak 21 responden (30,9%) memiliki kepatuhan tinggi dan 1 responden (1,5%) memiliki kepatuhan rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan responden yaitu lupa meminum semua obat antihipertensi kemarin, responden terkadang lupa meminum obat antihipertensi yang diberikan oleh dokter dan selama 2 minggu terakhir terkadang tidak meminum obat antihipertensi.

EVALUASI.KELENGKAPAN.ADMINISTRASI RESEP DI.APOTEK.KIMIA.FARMA JUANDA BOGOR PERIODE.MARET 2021

Andi Ahriansyah; DIKA MEILINDA; Kuandi Tandiara Tan
2022 · Book · Open Access

Evaluasi resep merupakan aspek yang penting dalam peresepan karena dapat membantu meminimalisir terjadinya medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep dokter secara administratif yang telah dilayani di Apotek Kimia Farma Juanda pada periode bulan Maret 2021. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sebanyak 320 lembar resep. Hasil pengamatan menunjukan bahwa kelengkapan resep secara administrasi yaitu: data pasien 3,13% ( nama 98,75%, umur 65,94%, jenis kelamin 75% dan berat badan 3,44%), identitas dokter 22,81% ( nama dokter 96,56%, SIP 76,25%, alamat 96,56%, nomor telepon 85,63% dan paraf 32,19%) dan tanggal penulisan resep 82,5%. Hasil evaluasi kelengkapan resep ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan dapat mencegah terjadinya medication error.

PERBANDINGAN WAKTU TUNGGU PASIEN UMUM DAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUD PALABUHANRATU

RISKA PARIDA; Sofyan Ramani; Tety Padmasari
2022 · Book · Open Access

Instalasi farmasi di sebuah rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Oleh karena itu, instalasi farmasi dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanannya. Waktu tunggu pasien dalam menebus resep menjadiasalah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk tujuan peningkatan mutu pelayanan instalasi farmasi. Atas dasar halnyatersebut, penelitian ini dilakukan untuk menghitung dan membandingkan perbedaan waktu tunggu antara pasien umum dan pasien BPJS dalam penebusan resep di instalasi farmasi RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung (observasi) dengan melakukan pencatatan data berupa lama waktu tunggu untuk setiap pasien umum dan BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien BPJS sedikit lebih lama dibanding pasien umum karena ada perbedaan urutan proses pelayanan sesuai SOP yang berlaku.