Ferry Effendi; TENY RIYANTI; Zahra Kesturi Rifandari
2022 · Book · Open Access
Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih
tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24
jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang
disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan
menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap,
dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara
pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki
anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun).
Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA
Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan
terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada
aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%,
dan tepat cara pemberian 100%.
NISA JULYANCA PERMATA GEA; Nina Imaniar; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Kacang kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi. Didalam proses
pembuatan pangan fungsional kacang kedelai diperkaya dalam pembuatan yogurt
nabati menggunakan fermentasi Lactobacillus casei Shirotta strain dan
Lactobacillus acidophillus. Yogurt memiliki manfaat diantaranya untuk mencegah
obesitas, mencegah diabetes, mencegah kanker, hiperkolestrolemia dan mengatasi
gangguan pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai
aktivitas antioksidan dan karakteristik dari yogurt kedelai yang ditambahkan sari
daun pandan. Penelitian ini menggunakan sari kedelai pandan yang difermentasi
dengan Lactobacillus casei Shirotta strain 3%, Lactobacillus acidophillus 3% dan
kultur campuran selama 18 jam. Yogurt sari kedelai dengan penambahan sari daun
pandan akan diuji karakteristik nilai pH, total asam, total BAL, organoleptik,
aktivitas antioksidan dan total fenol. Berdasarkan hasil penelitian yogurt kedelai
sari pandan didapat nilai pH, nilai total asam dan total BAL sudah masuk kedalam
kriteria SNI 291:2009. Dengan nilai rerata antioksidan pada masing-masing sampel
fermentasi 29,77%, 89,50%, 73,99%. Dengan analisis statistik ANOVA dengan uji
lanjut Ducan menunjukkan (α < 0,05) beda nyata. Oleh karena itu yogurt sari
kedelai dengan penambahan sari pandan dengan penambahan Lactobacillus
acidophillus 3% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi mempunyai rerata pH 4,1,
rerata kadar total asam 0,52%, rerata bakteri asam laktat 1,62x1012 dan total fenol
457,38 ppm.
Achmad Fauzi Isa; M. ICHWAN MAHENDRA; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Kombucha adalah minuman ringan dari china yang merupakan hasil fermentasi
teh yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk uji toksisitas
kombucha daun salam (Syzigium polyantha (Wigh) Walp) dengan metode Brine
Shrimp Lethality Test (BSLT). Kombucha daun salam dibuat melalui fermentasi
hasil infusa daun salam dan gula dengan SCOBY (Symbotic Culture of Bacteria
Yeast). Kombucha daun salam yang diperoleh di uji fitokimia dan ditetapkan nilai
pH nya. Uji toksisitas kombucha dilakukan dengan metode BSLT untuk
mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan kombucha daun salam
mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin dan tanin, serta bersifat masam
dengan nilai pH 3,09-3,17. Dalam Uji toksisitas diperoleh Nilai LC50 kombucha
daun salam pada konsentrasi 0,625%, 1,25%, 1,875%, 2,5% dan 3,75% secara
berturut-turut sebesar 476,43 ppm, 439,54 ppm, 434,51 ppm, 373,25 ppm, dan
370,68 ppm. Dengan demikian kombucha daun salam termasuk dalam kategori
toksik yang berpotensi potensi sebagai antikanker.
DEWI LAELA RHAMIDANI; Freddy Arifta Nassel; Wellya Hartati
2022 · Book · Open Access
Multi Drug Resistant Tuberculosis atau TB-MDR adalah TB resistan obat
terhadap minimal 2 obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Rifampisin
secara bersama sama atau disertai resistan terhadap obat anti TB lini pertama
lainnya seperti Etambutol, Streptomisin dan Pirazinamid. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pemetaan kejadian efek samping OAT pada pasien TB-MDR di
RSPG Cisarua Bogor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional
yang dianalisis dan hasilnya dipaparkan secara deskriptif dengan metode
pengambilan data secara purposive sampling pada rekam medik pasien. Hasil
penelitian dari 67 pasien secara total sampling diperoleh: 26-35 tahun sebanyak
24 pasien (36%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 40 pasien (60%); OAT yang
paling sering digunakan Levofloksasin 750mg sebanyak 55 orang (11,96%); efek
samping OAT yang paling banyak dikeluhkan adalah mual muntah ringan
sebanyak 60 pasien (25,32%); efek samping berdasarkan OAT paling banyak
diterima adalah Etionamid (Eto) dengan efek samping mual muntah sebanyak 55
pasien (13,16%), disertai ruam kulit sebanyak 4 pasien (0,96%), sakit kepala
sebanyak 21 pasien (5,02%), dan gangguan penglihatan sebanyak 5 pasien
(1,20%); penggunaan OAT berdasarkan efek samping paling banyak dikeluhkan
pasien TB-MDR adalah mual muntah dengan pemberian Etionamid (Eto)
sebanyak 55 pasien (13,55%); waktu kejadian efek samping diperoleh data
terbanyak pada bulan 1 sampai 6 yaitu sebanyak 96 keluhan (25,33%); total
keluhan selama 20 bulan yang paling banyak adalah mual muntah ringan
sebanyak 126 keluhan (33,25%).
Lilik Sulastri; Padmono Citroreksoko; WIRO JUANG TEGUH FAOMASI WARUWU
2022 · Book · Open Access
Daun yakon merupakan tanaman yang berasal dari pegunungan Andes yang
memiliki khasiat sebagai anti diabetes, anti oksidan, dan lain-lain, daun yakon dapat
digunakan sebagai bahan baku untuk obat herbal alternatif. agar bahan baku
tersebut sesuai dengan persyaratan mutu, maka dilakukan standardisasi. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui nilai standar mutu serta identitas dari ekstrak etanol
96% daun yakon yang mengacu kepada Farmakope Herbal Indonesia. Metode yang
dilakukan meliputi beberapa tahap antara lain, persiapan simplisia, ekstraksi dengan
metode maserasi, perhitungan rendemen, penapisan fitokimia, perhitungan bobot
jenis ekstrak, penetapan kadar air dengan metode gravimetri, pengujian angka
logam berat Pb dan Cd menggunakan metode spektrofotometri, dan pengujian
cemaran mikroba angka lempeng total dan angka kapang khamir. Hasil dari
penelitian ini menyebutkan bahwa ekstrak etanol daun yakon memiliki kandungan
fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dengan nilai
rendemen 9,59%, kadar total flavonoid sebesar 8,432 mg QE/g Ekstrak, kadar abu
total sebanyak 5,59%, kadar air 3,6%, kadar logam Pb dan Cd tidak terdeteksi,
angka lempeng total dan angka kapang khamir negatif. Kesimpulan dari penelitian
ini bahwa ekstrak etanol 96% daun yakon yang berasal dari perkebunan di
Wonosobo memenuhi standar mutu untuk dapat dijadikan sebagai bahan obat
herbal.
Fitriyah Silviyani; Fredy Ariefta Nasel; LADY NURDIYANI
2022 · Book · Open Access
Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain
yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan, akibat yang tidak dikehendaki
dari peristiwa interaksi ini ada dua kemungkinan yakni meningkatkannya efek
toksik atau efek samping obat atau berkurangnya efek klinis yang diharapkan.
Coronary Artery Disease (CAD) merupakan penyakit terbanyak dan menduduki
peringkat pertama pada tahun 2019 di RSUD R.Syamsudin S.H Kota Sukabumi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pasien CAD, mengetahui profil
penggunaan obat, dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat dengan
obat, yang terjadi pada pasien yang menderita penyakit CAD di Instalasi Rawat
Jalan RSUD R.Syamsudin S.H Kota Sukabumi. Penelitian ini dilakukan dengan
desain observasi dengan metode analisis deskriptif, interaksi obat CAD dianalisis
menggunakan aplikasi lexicomp untuk menganalisis potensi interaksi obat dengan
mengambil data resep obat terapi CAD secara retrospektif pada bulan Januari-
Desember 2019. Hasil penelitian dari 377 resep secara systematic random
sampling diperoleh : pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 277 pasien
(73,47%); obat untuk terapi CAD yang paling banyak digunakan yaitu aspirin
sebanyak 214 resep (14,11%); Jumlah interaksi obat dalam satu resep paling
banyak yaitu 1 kejadian (36,07%). Hasil penelitian menunjukan jumlah interaksi
obat secara potensial sebanyak 261 kejadian interaksi; potensi interaksi obat
berdasarkan tingkat keparahan yaitu kejadian moderate sebanyak 183 (64,66%),
major sebanyak 63 (22,26%), minor sebanyak 37 (13,07%).
DESRI; Devi Ratnasari; Herson Cahaya Himawan
2022 · Book · Open Access
Rambut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai
proteksi terhadap lingkungan dan menunjang penampilan seseorang.
Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain
umur, genetik, hormonal, setres, radikal bebas, dan penyakit kulit tertentu.
Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan secara alami. Senyawa
seperti alkaloid, saponin, fenol dan flavonoid diketahui sebagai senyawa
kimia yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu tanaman
yang dapat digunakan untuk mencegah kerontokan rambut yaitu buah
mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bayam (Amaranthus hybridus
L). Buah mengkudu dan daun bayam diekstraksi dengan pelarut etanol 96%
dengan metode maserasi. Ekstak yang didapat diuji flavonoid, Hasil
flavonoid total ekstrak buah mengkudu 7,982 dan ekstrak daun bayam
2,613. Sediaan Hair tonic diformulasikan menjadi tiga formula dengan
konsentrasi ekstrak 20% Kemudian sediaan Hair Tonic diuji evaluasi
meliputi uji organoleptik metiputi : warna , bau dan homogenitas lalu uji pH
konsentrasi formula I 5,4 formula II 5,2 dan formula III 5,16 dari formula
I,II dan III memiliki ph yang sesuai dengan pH kulit kepala 4,5 - 6,5.Uji
viskositas menggunakan Viskometer Ostwald hasil uji sediaan hair tonic
formula I sebesar 1,273cp formula II sebesar 1,416cp dan formula III
sebesar 1,486cp Semakin tinggi nilai viskositas maka semakin tinggi nilai
kekentalannya.
AHMAD JAMALUDIN; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2022 · Book · Open Access
Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) telah diteliti memiliki kandungan
polifenol dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan digunakan untuk
meningkatkan kadar trombosit pada keadaan demam berdarah. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan granul effervescent dari ekstrak daun ubi jalar ungu
yang memiliki mutu karakteristik yang sesuai sediaan formula standar
menggunakan metode granulasasi basah. Rancangan penelitian ini menggunakan
penelitian eksperimental yaitu pembuatan formulasi sediaan granul effervescent
ekstrak daun ubi jalar ungu. Pada granul effervescent yang telah dihasilkan,
dilakukan uji mutu fisik karakteristik dan uji evaluasi stabilitas granul meliputi;
kadar air,sudut istirahat,waktu larut, pH larutan, organoleptik. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pada formulasi 1, didapatkan hasil pengujian kadar air %LOD
2,2%,sudut istirahat 28°, waktu larut 15 gram/detik dengan pengadukan dan tanpa
pengadukan 60 gram/detik, waktu alir 05.24 detik, pH 3,91, pada formulasi 2,
didapatkan hasil pengujian kadar air %MC 2,04%, sudut istirahat 26°, waktu larut
20 gram/detik dengan pengadukan, tanpa pengadukan 60 gram/detik, waktu alir
06.40 detik,pH 3,81. Kedua formulasi memenuhi syarat mutu fisik granul efferves-
cent, kecuali pH tidak memenuhi syarat, namun kurang stabil selama waktu penyimpanan
INTAN TRI ASTUTI; Ikhwan Setiawan; Nina Imaniar
2022 · Book · Open Access
Tape merupakan hasil produk makanan tradisioanal yang berbahan dasar
beras ketan yang dalam pengolahannya ditambahkan ragi tertentu sebagai agent
biologis yang dapat melalukan fermentasi pada beras ketan. Dalam pembuatan
tape terdapat peran mikroorganisme yaitu mikroba jenis khamir. Pada prinsipnya,
selama fermentasi berlangsung, gula yang terkandung didalam beras ketan akan
diubah oleh mikroba khamis menjadi bentuk alkohol dan bentuk karbondioksida.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar alkohol di dalam tape
ketan dan karakteristik sensoris dengan waktu fermentasi. Pada penelitian ini,
metode pengujian kadar alkohol pada tape ketan hitam dan tape ketan putih
dilakukan menggunakan spectrofotometer UV Vis dengan variasi waktu
fermentasi dan variasi suhu fermentasi. Variasi waktu fermentasi yang selanjutnya
dijadikan sebagai waktu pengujian adalah pada waktu hasil fermentasi hari ke-3,
hari ke-4, dan hari ke-5. Sedangkan variasi suhu pengujian dilakukan pada suhu
ruang dan pada suhu dingin (4oC). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin
lama waktu fermentasi maka akan mempengaruhi tingginya kadar alkohol dalam
tape ketan hitam dan tape ketan putih, cita rasa tape dan pH tape . Dari seluruh
perlakuan, kadar alkohol tertinggi dihasilkan pada fermentasi tape ketan hitam
menggunakan ragi NK pada kondisi suhu 4 C dengan kadar alkohol 8,53% .
Febi Ishfahani; MUHAMAD PANJI ERLANGGA; Rizal M. Abidin
2022 · Book · Open Access
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh
penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot
jantung. Angka kematian yang disebabkan oleh PJK di Indonesia cukup tinggi mencapai
1,25 juta jiwa jika populasi penduduk Indonesia 250 juta jiwa. Obat dislipidemia
merupakan salah satu pilihan terapi untuk PJK. Statin merupakan obat yang efektif
digunakan untuk dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksprimental
dengan rancangan penelitian observasional menggunakan pengambilan data retrospektif
responden bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, profil penggunaan obat, dan
mengevaluasi ketepatan penggunaan obat dislipidemia pada pasien PJK rawat jalan di
RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Dari hasil pengambilan sampel didapatkan 100
pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan pasien terbanyak wanita 53 orang dan pria
47 orang. Usia penderita terbanyak adalah lansia awal (56-65 tahun) 36 orang. Golongan
obat terbanyak dipakai adalah statin 97% dan fibrat 3%. Adapun aspek ketepatan obat
meliputi penilaian ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan interval
waktu pemakaian. Hasil penelitian ini didapatkan yaitu tepat indikasi sebesar 100%, tepat
obat 100%, tepat dosis 93%, dan tepat interval waktu pemberian 100%.
ENDANG MARIYANI; Euis Pudjasari H; Karuma Barza
2022 · Book · Open Access
Formularium Nasional merupakan daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan tersedia
di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai acuan dalam pelaksanaan jaminan kesehatan
nasional. Ketidak sesuaian penulisan resep dengan Fomularium Nasional untuk peserta BPJS
kesehatan akan menyebabkan terjadinya kekurangan dan kekosongan obat serta akan
mempengaruhi biaya rawatnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
kesesuaian penulisan resep, gambaran obat-obatan yang diresepkan serta gambaran kelas
terapi obat-obatan di luar Formularium Nasional. Penelitian ini bersifat deskriptif
retrospektif dimana data yang diambil adalah data masa lalu yaitu resep-resep pasien rawat
inap di RSJ. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor periode Oktober-Desember 2020. Pengolahan
data dilakukan dengan melakukan pencatatan dan menampilkan obat-obatan, kelas
terapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian dengan Formularium Nasional
pada bulan Oktober 98,10%, bulan Nopember 98,77%, bulan Desember 98,10%. Rata-rata
kesesuaian dengan Formularium Nasional diperoleh data 98,32%. Obat-obatan golongan
kelas terapi vasodilator menunjukkan banyak diresepkan di luar Formularium Nasional.
Kesimpulannya adalah kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Nasional di RSJ. dr.
H. Marzoeki Mahdi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit yaitu di
atas 90%.
Kuandi Tandiara Tan; MAMIEK ROSYIDHA; Nanang Hermawan
2022 · Book · Open Access
Waktu tunggu pasien merupakan.salah satu komponen yang potensial
menyebabkan. ketidakpuasan. Penelitian.ini bertujuan untuk.mengetahui gambaran
waktu tunggu pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma Juanda, kepuasan
pelanggan terkait waktu tunggu, dan hubungan.waktu,tunggu.resep,tunai dengan
kepuasan.pelanggan. Metodenya adalah deskriptif dengan teknik purposive
sampling. Data waktu tunggu di peroleh dari pencatatan waktu dari resep masuk
sampai obat di terima, meliputi resep obat jadi dan racikan. Data kepuasan di
peroleh dari kuesioner yang di berikan ke 120 responden. Kemudian di lakukan uji
chi square untuk mengetahui apakah ada hubungan antara waktu tungggu resep
dengan kepuasan pelanggan. Hasilnya menunjukkan waktu tunggu resep obat jadi,
yang sesuai standar 88,3 % dan yang tidak sesuai standar 11,7 %. Obat racikan yang
sesuai standar 61,7% dan yang tidak sesuai standar 38,3%. Data kepuasan untuk
obat jadi, yang puas 46,7%, yang tidak puas 53,3%. Untuk obat racikan, yang puas
45% dan yang tidak puas 55%. Rata-rataawaktuutungguapelayanannobat jadi 10,7
menitndannobatnracikan 32,4 menit. Pada uji stastistik chi square di peroleh hasil
dengan nilai Asymp.sig(2-sided) untuk obat jadi = 0,554 > 0,05 dan obat racik =
0,471n>0,05.nKesimpulannyanberartintidakaadaxhubunganaantaraawaktuatunggu
pelayanan resep.tunai dengan. Kepuasan.pelanggan.
Euis Pujasari H; Karuma Barza; RUDI HARTONO
2022 · Book · Open Access
Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah
waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat
jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau
keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep,
sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa
Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu
pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata-
rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di
Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit
untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum
memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.
Chandra Haribowo; DIAN ANDRIANI; Fredy Arifta Nasel
2022 · Book · Open Access
Pengendalian persediaan obat sangat penting untuk menjamin efekfitas dan efisiensi
pengelolaan persediaan obat itu sendiri, karena pengendalian persediaan obat yang
tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelompokkan item obat berdasarkan analisis
ABC dan untuk mengetahui hasil analisis metode Minimum – Maximum Stock Level
di Apotek Kimia Farma 389 Nusantara Depok. Sampel yang diambil menggunakan
data retrospektif berupa data pemakaian bulan Juli – Desember 2020. Enam puluh
enam jenis obat yang memenuhi kriteria inklusi serta kriteria eksklusi pada obat
kategori A hasil Metode Analisis Nilai Pakai menjadi sampel penelitian ini. Hasil
penelitian menunjukkan kesesuaian Smin sistem Kimia Farma dengan Smin hitung
terdapat 30 item (45.45%) yang Smin sistemnya melebihi 100 % Smin hitung, terdapat
33 item (54.55%) yang Smin sistemnya kurang dari 100 % Smin hitung. Sedangkan
hasil perbandingan Smax sistem Kimia Farma dengan Smax hitung terdapat 30 item
(45.45%) yang Smax sistemnya melebihi 100% Smax hitung, terdapat 33 item
(54,55%) yang Smax sistemnya kurang dari 100% Smax hitung. Data tersebut
menunjukkan Smin dan Smax yang ada di sistem Kimia Farma belum sesuai dengan
Smin dan Smax hitung. Hal ini berpotensi menyebakan terjadinya obat yang
mengalami stock out karena Smin sistem kurang dari Smin hitung dan ada beberapa
obat yang mengalami stock over karena Smax sistem lebih dari Smax hitung.
M. Ikhwan Setiawan; Silvi Nurafni; WAHYUNI AYU LESTARI
2022 · Book · Open Access
Ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcumae domesticae Val) dan
minyak jintan hitam (Nigella sativa) adalah kombinasi bahan alam yang
menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococus aureus.
Penelitian ini melakukan optimasi emulgator menggunakan tween 80 dan span 80
dengan 4 formulasi yang memiliki nilai HLB berbeda. Tujuannya untuk melihat
pada nilai HLB berapa sediaan krim anti acne dengan emulgator tween 80 dan span
80 memiliki mutu fisik yang stabil dan optimal. Hasil Penelitian menunjukkan
sediaan terbaik diperoleh dari Formulasi 1 dengan konsentrasi Emulgator 2,48%
dengan perbandingan tween 80 sebanyak 1,1 gram dan span 80 sebanyak 0,14 gram.
Krim dengan nilai HLB 9 merupakan formulasi dengan stabilitas fisik yang baik,
karena kenaikan nilai viskositas yang terjadi sesudah cycling test tidak signifikan
dan cenderung stabil. Dari analisis data menggunakan Two-Way Anova yang
dilakukan terhadap hasil uji pH, viskositas dan daya sebar, dihasilkan bahwa tidak
ada perbedaan bermakna pada mutu fisik keempat formulasi krim pada nilai HLB
yang berbeda dapat dilihat dari nilai p-value > 0,05.
Halimatussa'adiyah; RUSTI VIA SARI; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Buah pepaya merupakan buah yang mengandung senyawa antioksidan tinggi antara
lain vitamin C, polifenol dan β-karotena. Lidah buaya diantaranya mengandung
senyawa flavonoid dan saponin yang berfungsi untuk melembabkan kulit dan
membuat kulit tidak cepat kering. Masker gel peel off adalah salah satu jenis masker
wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung
dalam ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya, membuat
formulasi sediaan masker gel peel off dan menguji sediaan yang memiliki mutu fisik
yang baik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut
etanol 70% disimpan 3 x 24 jam lalu diuapkan menjadi ekstrak kental. Setelah
didapat ekstrak kental dilakukan uji fitokimia. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol
buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya terdapat senyawa alkaloid dan
polifenol. Dibuat formulasi sediaan masker dengan konsentrasi ekstrak etanol buah
pepaya 2,5%, ekstrak etanol lidah buaya 2,5%, perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1.
Dilakukan evaluasi sediaan yaitu uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH,
waktu mengering dan uji iritasi. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki
bentuk setengah padat, bau khas serta berwarna coklat dan hijau. Homogen dengan
tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar sebesar 5,1 cm
sampai 6,5 cm. pH sebesar 4,9 sampai 5,2. Waktu mengering 22,23 menit sampai
25,38 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Kelima formula sediaan masker gel peel
off memenuhi mutu fisik yang baik. Hasil terbaik terdapat pada formula II (masker
dengan bahan aktif ekstrak etanol lidah buaya 2,5%) dengan nilai pH sebesar 5,2
dan waktu mengering selama 22,23 menit. Serta pada formula III (masker dengan
bahan aktif kombinasi ekstrak etanol buah pepaya dan ekstrak etanol lidah buaya
perbandingan 1:1) dengan daya sebar sebesar 6,5 cm.
AYU ULFA MAULIDA; Ferry Effendi; R. Noviana Nurmaulida M
2022 · Book · Open Access
Indikator kesuksesan pelayanan kesehatan di Apotek salah satunya adalah
kepuasan pasien. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul
sebagai hasil dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan pasien. Pelayanan
kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada
pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Laras, sosiodemografi pasien dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5
dimensi (Tangible, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Asurance).
Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan teknik purposive
sampling. Data di peroleh dari survey kepada pasien dengan kuesioner. Hasil
penelitian pada dimensi Tangibel diperoleh sebesar 73.83% pasien merasa puas,
pada dimensi Reliability didapatkan hasil sebesar 81.33% pasien merasa sangat
puas, pada dimensi Responsiveness didapatkan hasil sebesar 76.67% pasien merasa
sangat puas, pada dimensi Emphaty didapatkan hasil sebesar 77.11% pasien merasa
sangat puas dan pada dimensi Assurance didapatkan hasil sebesar 79% pasien
merasa sangat puas. Hasil rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan, pasien merasa
sangat puas dengan nilai yang diperoleh sebesar 77.59%.
Binar Nursanti; NURSIAH; Ulfiaturohmah
2022 · Book · Open Access
Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Analisa penggunaan obat
antihipertensi untuk mengetahui kepatuhan penderita hipertensi terhadap
penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik sosiodemografi pasien hipertensi dan tingkat kepatuhan pasien
hipertensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan metode observasi cross sectional. menggunakan
data primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Hasil
penelitian terhadap 68 responden berdasarkan data sosiodemografi yaitu jenis
kelamin perempuan (51,5%), usia 46-55 tahun (36,8%), pendidikan terakhir SD
(35,3%) dan pekerjaan ibu rumah tangga (44,1%). Hasil kuesioner MMAS-8
sebanyak 46 responden (67,6%) memiliki kepatuhan sedang, sebanyak 21
responden (30,9%) memiliki kepatuhan tinggi dan 1 responden (1,5%) memiliki
kepatuhan rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan
responden yaitu lupa meminum semua obat antihipertensi kemarin, responden
terkadang lupa meminum obat antihipertensi yang diberikan oleh dokter dan
selama 2 minggu terakhir terkadang tidak meminum obat antihipertensi.
Andi Ahriansyah; DIKA MEILINDA; Kuandi Tandiara Tan
2022 · Book · Open Access
Evaluasi resep merupakan aspek yang penting dalam peresepan karena
dapat membantu meminimalisir terjadinya medication error. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep dokter secara
administratif yang telah dilayani di Apotek Kimia Farma Juanda pada periode
bulan Maret 2021. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Metode
pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling
dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sebanyak 320 lembar resep. Hasil
pengamatan menunjukan bahwa kelengkapan resep secara administrasi yaitu: data
pasien 3,13% ( nama 98,75%, umur 65,94%, jenis kelamin 75% dan berat badan
3,44%), identitas dokter 22,81% ( nama dokter 96,56%, SIP 76,25%, alamat
96,56%, nomor telepon 85,63% dan paraf 32,19%) dan tanggal penulisan resep
82,5%. Hasil evaluasi kelengkapan resep ini diharapkan dapat membantu
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan dapat mencegah terjadinya
medication error.
RISKA PARIDA; Sofyan Ramani; Tety Padmasari
2022 · Book · Open Access
Instalasi farmasi di sebuah rumah sakit merupakan salah satu sarana
pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan derajat
kesehatan setinggi-tingginya. Oleh karena itu, instalasi farmasi dituntut untuk
terus meningkatkan mutu pelayanannya. Waktu tunggu pasien dalam menebus
resep menjadiasalah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk tujuan
peningkatan mutu pelayanan instalasi farmasi. Atas dasar halnyatersebut,
penelitian ini dilakukan untuk menghitung dan membandingkan perbedaan waktu
tunggu antara pasien umum dan pasien BPJS dalam penebusan resep di instalasi
farmasi RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung (observasi) dengan
melakukan pencatatan data berupa lama waktu tunggu untuk setiap pasien umum
dan BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien
BPJS sedikit lebih lama dibanding pasien umum karena ada perbedaan urutan
proses pelayanan sesuai SOP yang berlaku.