Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 81 dari 125

PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL OLEH EKSTRAK DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) DENGAN METODE MASERASI BERTINGKAT

Achmad Fauzi Isa; DWI NUR HIDAYATI; Lilik Sulastri
2022 · Book · Open Access

Daun teh (Camellia sinensis L.) mengandung bahan aktif yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Daun teh diketahui mengandung flavonoid dan polifenol tinggi yang diduga memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat menghambat pembentukan kolesterol secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun teh sebagai penghambatan pembentukan kolesterol dan mengetahui kadar total fenol, total flavonoid dan total sterol dalam ekstrak daun teh. Pengujian penghambatan kolesterol dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan kolesterol yang paling aktif sebesar 53,61% dan memiliki nilai IC50 sebesar 54,79 ppm. Kemudian dilanjutkan dengan uji kadar total fenol didapatkan hasil sebesar 295,328 mgGAE/g, kadar total flavonoid sebesar 73,947 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 165,41 mg/g.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.)H. Rob) HASIL MASERASI BERTINGKAT DALAM PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL

Eem Masaenah; FITRIA SHETTY SY; Lilik Sulastri
2022 · Book · Open Access

Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang 672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.

PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN SONIKASI TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI Propionibacterium acnes EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SUKUN (Artocarpus altilis)

ALPA BIANUS GABE TUA SINURAT; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access

Jerawat merupakan penyakit kulit yang bersifat kronis dan berulang yang sering terjadi di ruang lingkup remaja. Penyebab jerawat dapat disebabkan oleh infeksi bakteri patogen yaitu bakeri Propionibacterium acnes dan Staphylococus epidemis. Propionibacterium acnes merupakan flora normal dari kelenjar pilobeseus kulit manusia, bakteri ini dapat menyebabkan jerawat dengan menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kulit. Penelitian ini bertujuan pada uji aktivitas ekstrak etanol 70% daun sukun (Artocarpus altilis) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan pembanding metode ekstraksi maserasi dan sonikasi. Penelitian ini menggunakan metode pembanding pada ekstraksi maserasi dan sonikasi terhadap bakteri propionibacterium acnes. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak maserasi etanol 70% daun sukun (Artocarpus altilis) mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi 15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter daya hambat sebesar 10,87 mm yang dikelompokkan sebagai antibakteri kategori kuat.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SOSIODEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PAMIJAHAN

Ferry Effendi; ISMAIL HASANUDIN; Rini Gusniati
2022 · Book · Open Access

Berdasarkan World Health Organization menunjukkan bahwa tahun 2016 terdapat 10,4 juta kasus TB Paru didunia. Pada tahun 2020 Indonesia menempati urutan ke-3 kasus TB Paru di dunia yaitu sebanyak 845.000 kasus, jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pamijahan, Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan Cross sectional dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang pengetahuan dan kepatuhan, Jumlah sampel dihitung berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel 61 pasien. Hasil data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52.5%, rata-rata usia pasien terbanyak 26-35 tahun yaitu 34.4%, pendidikan terbanyak yaitu SMA sebanyak 54.1%, dan pekerjaan terbanyak yaitu tidak bekerja sebanyak 42.6%, pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 50.8%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 86.9%. Tidak ada hubungan sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pamijahan nilai p-value usia 0.288, jenis kelamin 0.542, pendidikan 0.216, pekerjaan 0.058. Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Puskesmas Pamijahan nilai p-value 0.001.

TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ARUBA FARMA KOTA DEPOK

Ayumeta Chandradewi; DEWI MUTIA INDAH; Muhammad Afqary
2022 · Book · Open Access

Tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian menuntut adanya perubahan orientasi pelayanan, yang pada awalnya menuju perubahan pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. Apotek sebagai penyedia layanan, dituntut memberikan layanan terbaik untuk mencapai kepuasan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Aruba Farma Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada 95 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil studi ini menurut sosiodemografi responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil tertinggi yaitu wanita dengan skor 53%. Berdasarkan usia diperoleh hasil tertinggi yaitu pada usia 35-49 dengan skor 33%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir diperoleh hasil tertinggi yaitu pendidikan SMA dengan skor 58% dan berdasarkan pekerjaan diperoleh hasil tertinggi yaitu pegawai swasta dengan skor 40%. Data penelitian ini menghasilkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Dimensi Bukti Fisik sebesar 93% (sangat puas), Dimensi Keandalan sebesar 81% (sangat puas), Dimensi Ketanggapan sebesar 82% (sangat puas), Dimensi Jaminan sebesar 84% (sangat puas), dan Dimensi Empati sebesar 80% (puas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Aruba Farma Kota Depok sudah merasa sangat puas (84%) terhadap kualitas pelayanan kefarmasian.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS DI KLINIK INSANI

DELLA FAZRIAH; Febi Isfahani; Irmin
2022 · Book · Open Access

Indonesia adalah negara dengan iklim tropis. Sebagai daerah tropis, Indonesia mempunyai potensi menjadi wilayah endemik lantaran berbagai macam penyakit infeksi. Salah satunya yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi saluran napas sesuai wilayah infeksinya yaitu infeksi saluran napas atas dan bawah. Bila tidak diatasi dengan baik infeksi saluran napas atas bisa bertumbuh mengakibatkan infeksi saluran napas bawah. Antibiotik adalah obat yang sangat umum dipergunakan dan disalahgunakan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menyebabkan resistensi kuman meningkat sehingga mengakibatkan morbiditas serta mortalitas yang bermakna. Tujuan penelitian ini mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak ISPA bagian atas di Klinik Insani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Lokasi penelitian bertempat di Klinik Insani Citeureup. Sampel pada penelitian ini seluruh pasien anak usia 0–11 tahun dengan diagnosis ISPA bagian atas yang menggunakan antibiotik pada periode Juli–Desember 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sampel 96 pasien, 54.17% merupakan pasien laki-laki dan 45.83% pasien perempuan. Gambaran profil penggunaan antibiotik yang seringkali digunakan adalah amoxicillin yaitu sebesar 83.33%. Untuk hasil penelitian ketepatan penggunaan obat antibiotika diperoleh hasil tepat indikasi 47.92%, tepat obat 36.46%, tepat dosis 76.04%, tepat frekuensi waktu pemberian 98.95% dan tepat lama pemberian 93.75%.

AKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI INFUSA DAUN JAMBU BIJI BERDAGING MERAH (Psidium guajava L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN

DESTY PURWANDITA; Lilik Sulastri; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Analgesik merupakan suatu obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengurangi dan menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penggunaan obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang relatif lebih aman dari efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik dari perbandingan konsentrasi daun jambu biji berdaging merah (Psidium guajava L.) dan daun kemangi (Ocimum americanum L.) serta kombinasi keduanya terhadap mencit putih jantan galur (Deutschen Denken Yoken) yang diinduksi asam asetat 0,7% v/v sebagai perangsang nyeri. Dalam penelitian ini digunakan metode geliat (Writhing Test Reflex) pada mencit putih jantan 28 ekor dalam 7 kelompok dengan konsentrasi yang digunakan pada masing-masing infusa daun jambu biji dan daun kemangi yaitu 20%, kombinasi infusa perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1, serta serbuk aspirin 1,3 mg/gr BB (65 mg/Kg BB) sebagai kontrol positif. Skripsi menunjukkan bahwa masing-masing pemberian infusa tunggal serta kombinasinya memiliki aktivitas analgesik, kombinasi infusa perbandingan 2:1 memiliki aktivitas analgesik terbaik dalam penurunan jumlah geliat terhadap mencit putih jantan dengan presentase proteksi sebesar 63,80% dan presentase efektivitas tertinggi yaitu 92,92% yang mendekati kontrol positif.

SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEMANGI (Ocimum americanum Linn) DAN DAUN BINAHONG (Anredera cardifolia (Ten.) Steenis).

Harry Noviardi; Lilik Sulastri; MYDIANA NUR KHOTIMAH
2022 · Book · Open Access

Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Antioksidan merupakan senyawa yang secara nyata dapat memperlambat oksidasi. Antioksidan alami umumnya berupa senyawa fenolik atau polifenolik seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan asam organik polifungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan mutu fisik sediaan krim ekstrak etanol 70% kombinasi daun kemangi dan daun binahong dengan perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3. Hasil uji fitokimia menyatakan bahwa daun kemangi mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun binahong mengandung saponin, tanin, flavonoid dan alkaloid. Stabilitas krim dapat dilihat dari evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, vikositas dan uji Cycling test. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung % inhobisi dan nilai IC50 metode DPPH. Hasil IC50 dari perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3 berturut-turut sebesar 86,96 ppm, 41,39 ppm dan 28,27 ppm. Sediaan krim yang terbaik adalah formulasi 2 dengan perbandingan 3:1 (daun kemangi : daun binahong) memenuhi mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas dari sediaan krim.

AKTIVITAS PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL EKSTRAK AIR KOMBINASI DAUN TEH (Camellia sinensis (L) Kuntze) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

Lilik Sulastri; Padmono Citroreksoko; SAKINAH MUNCAHAYANI
2022 · Book · Open Access

Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol, daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid, Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD CIAWI

NAJIB ABDUL SYUKUR; Rahmat Riyadi; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Penyakit dispepsia di RSUD Ciawi cukup banyak. Dispepsia yang dialami pasien dikarenakan pola makan yang tidak teratur dan penyakit saluran pencernaan seperti maag yang telah diderita sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sesiodemografi pasien rawat inap di RSUD Ciawi dan membandingkan efektifitas obat dispepsia pada pasien rawat inap yang menderita dispepsia berdasarkan lama hari rawat inap. Penelitian ini bersifat restropektif observasional. Pengambilan data untuk gambaran sesiodemografi dan lama rawat inap melalui rekam medis pasien instalasi rawat inap di RSUD Ciawi periode Januari-Desember 2020. Terdapat 96 pasien yang memenuhi kriteri penelitan dan didapatkan data sesiodemografi pasien seperti jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan pasien. Data dianalisa statistik dalam bentuk tabel dan diagram. Obat yang digunakan pasien dispepsia adalah Antagonis Reseptor H2 (28,10%), PPI (39,60%), PPI + Antagonis Reseptor H2 (2,10%), PPI + Sitoproktetif (19,80%), PPI + Sitoproktetif + Antasida (1%), PPI + Sitoproktetif + Prokinetik (1%), PPI + Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (3,10%), Antagonis Reseptor H2 + Sitoproktetif (5,20%). Lama rawat inap pasien dispepsia yang menggunakan Antagonis Reseptor H2 (3,11 hari), PPI (3,89 hari), PPI + Antagonis Reseptor H2 (1,50 hari), PPI + Sitoproktetif (3,68 hari), PPI + Sitoproktetif + Antasida (3 hari), PPI + Sitoproktetif + Prokinetik (2 hari), PPI + Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (4,33 hari), Antagonis Reseptor H2 + Sitoproktetif (3,80 hari). Hasil efektifitas obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap di RSUD Ciawi pada periode Januari-Desember 2020 tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan nilai P- Value 0,273 pada uji kruskal wallis.

KESESUAIAN PENATALAKSANAAN TERAPI PASIEN HEPATITIS B DI RSUD CIAWI BOGOR

Rahmat Riyadi; Siti Mariam; YETI NURHASANAH
2022 · Book · Open Access

Hepatitis B adalah kelainan hati berupa peradangan hepar atau sel-sel hati yang merupakan penyakit dengan endemisitas tinggi di Indonesia. Hepatitis B dapat berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati bila tidak mendapat pengobatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi terapi yang diberikan kepada pasien hepatitis B meliputi obat, dosis, frekuensi serta profil pasien dan profil pengobatan pasien di RSUD Ciawi Bogor. Metode penelitian berupa observasional deskriptif potong lintang, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif melalui 86 rekam medis rawat jalan periode 2019-2020 berusia 17-65 tahun. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu, terapi antiviral (52,32%) menggunakan lamivudin, terapi hepatoprotektor yaitu curcuma (72,09%), terapi simtomatik ondansentron (45,35%), terapi supportif asam folat (9,30%). Kesesuaian obat yang diberikan (93,33%) sesuai, kesesuaian dosis (100%) sesuai, kesesuaian frekuensi (100%) sesuai.

EVALUASI KESESUAIAN PELAYANAN FARMASI KLINIK DI APOTEK KIMIA FARMA 335 SUKABUMI MENURUT PERMENKES NOMOR 73 TAHUN 2016

DEVI YULIANTI; Dhaifiana Alyani; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang berorientasi langsung dalam proses penggunaan obat, untuk menjamin keamanan, efektifitas dan kerasionalan penggunaan obat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan fungsi dalam perawatan pasien. Standar pelayanan kefarmasian sangat diperlukan dalam menjalankan suatu apotek. Suatu apotek tidak menggunakan standar pelayanan farmasi dalam menjalankan apotek maka tidak akan tercapai derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan farmasi klinik dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan PMK No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data melalui resep yang masuk ke apotek secara prosfektif pada periode Mei – Juni 2021. Penerapan standar pelayanan farmasi klinik belum dilaksanakan secara maksimal di apotek Kimia Farma 335 Sukabumi. Hasil penelitian dari 90 resep, gambaran pelayanan farmasi klinik yang dilakukan pada pengkajian resep 92,2%, dispensing 100%, PIO 100%, konseling 100%, PTO 7,78%, untuk home pharmacy care dan MESO tidak dilakukan 100%. Evaluasi kesesuaian pelayanan farmasi klinik dari 90 resep didapatkan hasil pengkajian resep sesuai 92,22%, dispensing sesuai 100%, Pelayanan Informasi Obat (PIO) sesuai 100%, Konseling sesuai 100%, serta pemantauan Terapi Obat (PTO) sesuai 7,78%.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK ISPA NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI PUSKESMAS CIPAKU BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2020

Ana Lusina; ELISA DARMAWATI; Febi Ishfahani
2022 · Book · Open Access

Indonesia memiliki angka kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20%-30% dari seluruh kematian anak. Berdasarkan Prevalensi ISPA di Indonesia tahun 2018 sebanyak 9,3%. ISPA Non Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas yang dengan gejala batuk pilek biasa, demam, tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat. Salah satu pengobatan ISPA adalah Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, reaksi alergi, toksisitas dan perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik ISPA Non Pneumonia pada pasien balita meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional dengan cara pengambilan data dari rekam medis pasien balita dengan diagnosa ISPA Non Pneumonia bulan Juli – Desember 2020 di Puskesmas Cipaku Bogor. Dari 48 sampel diperoleh 56,35% pasien perempuan dan 43,75% pasien laki-laki, Antibiotik yang sering digunakan amoxicillin 93,75%, diagnosa terbanyak adalah Commond Cold 68,75%. Kerasionalan penggunaan obat antibiotik diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,75% dan tepat dosis 6,25%. Persentase penggunaan antibiotik 20% yang dimana hasil sesuai standar indikator POR yaitu ≤ 20%.

FORMULASI DAN STABILITAS SEDIAAN TEH HERBAL DARI KOMBINASI DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Antonius Padu Ratu; NOVI ARINI KAIFA; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access

Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50 paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50 yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama 28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu 4°C selama 50 hari.

TOKSISITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96%DAUN SIRSAK (Annona mucirata) DAN DAUN JOHAR (Senna siamea) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST

ADRIAN GABRIEL HUKUBUN; Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access

Daun sirsak merupakan tumbuhan suku Annonaceae dan daun johar merupakan tumbuhan suku Fabaceae yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena pada daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa flavonoid, flavonoid adalah senyawa Fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh- tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakanuntuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari masing-masing ekstrak dan kombinasi antara daun sirsak dan daun johar. Uji toksisitas menggunakan metode (BSLT) Brine Shrimp Lethality Test dengan Artemia Salina L sebagai bioindikator. Parameter yang digunakan adalah LC50 (Lethality concentration). Nilai LC50 dari ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar yang diperoleh sebesar 297,16 ppm, 256,44 ppm, dan untuk kombinasi 1:1,1:3,3:1, diperoleh sebesar 129,41; 172,16 dan 67,764 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan masing-masing ekstrak tunggal dan kombinasi 1:1,1:3 termasuk kategori toksik sedang, untuk kombinasi 3:1 termasuk kategori sangat toksik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.

AKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI INFUSA DAUN RANTI (Solanum nigrum L) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT

Fredy Arifta Nasel; Siti Mariam; TANTI RAHAYU PRAMESTI
2022 · Book · Open Access

Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya) terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28 ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar 66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa 1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak lebih baik dari infusa tunggalnya.

FORMULASI DAN AKTIVITAS OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN KITOLOD (Hippobroma longiflora (L) G.Don) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Herson Cahaya Himawan; JAMALUDIN; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access

Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa. Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies. Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%, dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%, dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33 mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156 dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS CILODONG DEPOK SECARA KUANTITATIF DENGAN METODE ATC/DDD

CINDY CYNTIA DEWI; Emma Amalia; Nuzul Gyatana
2022 · Book · Open Access

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya dinegara berkembang. Salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah tersebut adalah antibiotik. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik.penggunaan antibiotik yang irrasional menjadi penyebab utama resistensi. Sekitar 80% antibiotik yang dikonsumsi dipakai untuk kepentingan manusia dan 40% dikonsumsi berdasarkan indikasi yang kurang tepat, misalnya infeksi virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD di UPTD Puskesmas Cilodong Depok terkait kuantitas penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD .Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dimana pengambilan data secara retrospektif, berupa resep diUPTD Puskesmas Cilodong Depok. Selama periode januari – desember 2019 ,berdasarkan kriteria jenis kelamin perempuan paling banyak menggunakan antibiotik, berdasarkan kriteria umur 17-25 paling banyak menggunakan antibiotik , Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan diUPTD Puskesmas Cilodong Depok tahun 2019 adalah Amoxicillin sebesar 252,132 DDD/1000 pasien/tahun

PENGARUH Chito Oligosaccharides DALAM MINUMAN SINBIOTIK MENGANDUNG BEKATUL BERAS PUTIH SEBAGAI ANTIBAKTERI Streptococcus mutans

Anna P. Roswiem; Ikhwan Setiawan; JUBAIR PUTRA HERMAWAN
2022 · Book · Open Access

Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik. Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.