Achmad Fauzi Isa; DWI NUR HIDAYATI; Lilik Sulastri
2022 · Book · Open Access
Daun teh (Camellia sinensis L.) mengandung bahan aktif yang dapat
digunakan sebagai bahan obat. Daun teh diketahui mengandung flavonoid dan
polifenol tinggi yang diduga memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat
menghambat pembentukan kolesterol secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun teh sebagai penghambatan pembentukan
kolesterol dan mengetahui kadar total fenol, total flavonoid dan total sterol dalam
ekstrak daun teh. Pengujian penghambatan kolesterol dilakukan dengan
menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh
untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan kolesterol yang paling
aktif sebesar 53,61% dan memiliki nilai IC50 sebesar 54,79 ppm. Kemudian
dilanjutkan dengan uji kadar total fenol didapatkan hasil sebesar 295,328
mgGAE/g, kadar total flavonoid sebesar 73,947 mgQE/g dan kadar total sterol
sebesar 165,41 mg/g.
Eem Masaenah; FITRIA SHETTY SY; Lilik Sulastri
2022 · Book · Open Access
Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial
yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein
plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan
cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga
menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan
dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah
daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan
pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total
fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian
penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan
Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang
672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol
menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm
dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368
mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.
ALPA BIANUS GABE TUA SINURAT; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Jerawat merupakan penyakit kulit yang bersifat kronis dan berulang yang
sering terjadi di ruang lingkup remaja. Penyebab jerawat dapat disebabkan oleh
infeksi bakteri patogen yaitu bakeri Propionibacterium acnes dan Staphylococus
epidemis. Propionibacterium acnes merupakan flora normal dari kelenjar
pilobeseus kulit manusia, bakteri ini dapat menyebabkan jerawat dengan
menghasilkan lipase yang memecah asam lemak bebas dari lipid kulit. Penelitian
ini bertujuan pada uji aktivitas ekstrak etanol 70% daun sukun (Artocarpus altilis)
terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan pembanding metode ekstraksi
maserasi dan sonikasi. Penelitian ini menggunakan metode pembanding pada
ekstraksi maserasi dan sonikasi terhadap bakteri propionibacterium acnes. Hasil
dari penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak maserasi etanol 70% daun sukun
(Artocarpus altilis) mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi pada konsentrasi
15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter daya hambat
sebesar 10,87 mm yang dikelompokkan sebagai antibakteri kategori kuat.
Ferry Effendi; ISMAIL HASANUDIN; Rini Gusniati
2022 · Book · Open Access
Berdasarkan World Health Organization menunjukkan bahwa tahun
2016 terdapat 10,4 juta kasus TB Paru didunia. Pada tahun 2020 Indonesia
menempati urutan ke-3 kasus TB Paru di dunia yaitu sebanyak 845.000 kasus,
jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di provinsi Jawa Barat, Jawa
Timur dan Jawa Tengah. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat
pengetahuan dan sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada
pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pamijahan, Jenis penelitian kuantitatif
observasional (non eksperimental) dengan pendekatan Cross sectional dan
pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang pengetahuan dan
kepatuhan, Jumlah sampel dihitung berdasarkan metode slovin dengan jumlah
sampel 61 pasien. Hasil data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52.5%,
rata-rata usia pasien terbanyak 26-35 tahun yaitu 34.4%, pendidikan terbanyak
yaitu SMA sebanyak 54.1%, dan pekerjaan terbanyak yaitu tidak bekerja
sebanyak 42.6%, pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 50.8%, dan
kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 86.9%. Tidak ada hubungan
sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis
di Puskesmas Pamijahan nilai p-value usia 0.288, jenis kelamin 0.542, pendidikan
0.216, pekerjaan 0.058. Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan
pengobatan pada pasien TB paru di Puskesmas Pamijahan nilai p-value 0.001.
Ayumeta Chandradewi; DEWI MUTIA INDAH; Muhammad Afqary
2022 · Book · Open Access
Tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian menuntut
adanya perubahan orientasi pelayanan, yang pada awalnya menuju perubahan
pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. Apotek sebagai penyedia layanan,
dituntut memberikan layanan terbaik untuk mencapai kepuasan konsumen. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Aruba Farma Kota Depok. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebar
kepada 95 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil studi ini
menurut sosiodemografi responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil
tertinggi yaitu wanita dengan skor 53%. Berdasarkan usia diperoleh hasil tertinggi
yaitu pada usia 35-49 dengan skor 33%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir
diperoleh hasil tertinggi yaitu pendidikan SMA dengan skor 58% dan berdasarkan
pekerjaan diperoleh hasil tertinggi yaitu pegawai swasta dengan skor 40%. Data
penelitian ini menghasilkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Dimensi Bukti
Fisik sebesar 93% (sangat puas), Dimensi Keandalan sebesar 81% (sangat puas),
Dimensi Ketanggapan sebesar 82% (sangat puas), Dimensi Jaminan sebesar 84%
(sangat puas), dan Dimensi Empati sebesar 80% (puas). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Aruba Farma Kota
Depok sudah merasa sangat puas (84%) terhadap kualitas pelayanan kefarmasian.
DELLA FAZRIAH; Febi Isfahani; Irmin
2022 · Book · Open Access
Indonesia adalah negara dengan iklim tropis. Sebagai daerah tropis, Indonesia
mempunyai potensi menjadi wilayah endemik lantaran berbagai macam penyakit
infeksi. Salah satunya yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi saluran
napas sesuai wilayah infeksinya yaitu infeksi saluran napas atas dan bawah. Bila
tidak diatasi dengan baik infeksi saluran napas atas bisa bertumbuh mengakibatkan
infeksi saluran napas bawah. Antibiotik adalah obat yang sangat umum
dipergunakan dan disalahgunakan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa
menyebabkan resistensi kuman meningkat sehingga mengakibatkan morbiditas
serta mortalitas yang bermakna. Tujuan penelitian ini mengevaluasi ketepatan
penggunaan antibiotik pada pasien anak ISPA bagian atas di Klinik Insani.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara
retrospektif. Lokasi penelitian bertempat di Klinik Insani Citeureup. Sampel pada
penelitian ini seluruh pasien anak usia 0–11 tahun dengan diagnosis ISPA bagian
atas yang menggunakan antibiotik pada periode Juli–Desember 2020. Teknik
pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan
sampel 96 pasien, 54.17% merupakan pasien laki-laki dan 45.83% pasien
perempuan. Gambaran profil penggunaan antibiotik yang seringkali digunakan
adalah amoxicillin yaitu sebesar 83.33%. Untuk hasil penelitian ketepatan
penggunaan obat antibiotika diperoleh hasil tepat indikasi 47.92%, tepat obat
36.46%, tepat dosis 76.04%, tepat frekuensi waktu pemberian 98.95% dan tepat
lama pemberian 93.75%.
AJENG NILAM CAHYA; Ana Lusina; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
DESTY PURWANDITA; Lilik Sulastri; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Analgesik merupakan suatu obat-obatan yang dapat digunakan untuk
mengurangi dan menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.
Penggunaan obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan masyarakat
dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang relatif lebih aman dari efek
samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
analgesik dari perbandingan konsentrasi daun jambu biji berdaging merah
(Psidium guajava L.) dan daun kemangi (Ocimum americanum L.) serta
kombinasi keduanya terhadap mencit putih jantan galur (Deutschen Denken
Yoken) yang diinduksi asam asetat 0,7% v/v sebagai perangsang nyeri. Dalam
penelitian ini digunakan metode geliat (Writhing Test Reflex) pada mencit putih
jantan 28 ekor dalam 7 kelompok dengan konsentrasi yang digunakan pada
masing-masing infusa daun jambu biji dan daun kemangi yaitu 20%, kombinasi
infusa perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1, serta serbuk aspirin 1,3 mg/gr BB (65
mg/Kg BB) sebagai kontrol positif. Skripsi menunjukkan bahwa masing-masing
pemberian infusa tunggal serta kombinasinya memiliki aktivitas analgesik,
kombinasi infusa perbandingan 2:1 memiliki aktivitas analgesik terbaik dalam
penurunan jumlah geliat terhadap mencit putih jantan dengan presentase proteksi
sebesar 63,80% dan presentase efektivitas tertinggi yaitu 92,92% yang mendekati
kontrol positif.
Harry Noviardi; Lilik Sulastri; MYDIANA NUR KHOTIMAH
2022 · Book · Open Access
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul
tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul
atau sel lain. Antioksidan merupakan senyawa yang secara nyata dapat
memperlambat oksidasi. Antioksidan alami umumnya berupa senyawa fenolik
atau polifenolik seperti golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin,
tokoferol dan asam organik polifungsional. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antioksidan dan mutu fisik sediaan krim ekstrak etanol 70%
kombinasi daun kemangi dan daun binahong dengan perbandingan 2:2, 3:1 dan
1:3. Hasil uji fitokimia menyatakan bahwa daun kemangi mengandung alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Daun binahong mengandung saponin,
tanin, flavonoid dan alkaloid. Stabilitas krim dapat dilihat dari evaluasi fisik yang
dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, vikositas dan uji
Cycling test. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung % inhobisi dan nilai
IC50 metode DPPH. Hasil IC50 dari perbandingan 2:2, 3:1 dan 1:3 berturut-turut
sebesar 86,96 ppm, 41,39 ppm dan 28,27 ppm. Sediaan krim yang terbaik adalah
formulasi 2 dengan perbandingan 3:1 (daun kemangi : daun binahong) memenuhi
mutu fisik yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, tekstur, pH, daya sebar,
daya lekat, dan viskositas dari sediaan krim.
Lilik Sulastri; Padmono Citroreksoko; SAKINAH MUNCAHAYANI
2022 · Book · Open Access
Kolesterol adalah prekursor dari semua steroid lain di dalam tubuh seperti
kortikosteroid, hormon seks, asam empedu serta pembentukan vitamin D. Banyak
tanaman yang memiliki aktivitas dapat menghambat pembentukan kolesterol,
daun teh dan daun stevia secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai
antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit
sekunder dan mengetahui aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol
ekstrak air daun teh (Camellia sinensis (L) Kuntze) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana Bertoni) serta kombinasi keduannya. Ekstrak diperoleh dengan metode
infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan
metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi biasanya untuk
menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun teh antara
lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendrof, Saponin, Tanin, Flavonoid,
Triterpenoid dan Fenol. Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain
Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Flavonoid, Steroid
dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun teh
sebesar 47,08 ppm dan daun stevia sebesar 354,71 ppm. Sedangkan untuk
kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun teh dan daun stevia diperoleh nilai
IC50 sebesar 82,52 ppm, 104,57 ppm dan 22,90 ppm.
NAJIB ABDUL SYUKUR; Rahmat Riyadi; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Penyakit dispepsia di RSUD Ciawi cukup banyak. Dispepsia yang dialami
pasien dikarenakan pola makan yang tidak teratur dan penyakit saluran
pencernaan seperti maag yang telah diderita sebelumnya. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui sesiodemografi pasien rawat inap di RSUD Ciawi
dan membandingkan efektifitas obat dispepsia pada pasien rawat inap yang
menderita dispepsia berdasarkan lama hari rawat inap. Penelitian ini bersifat
restropektif observasional. Pengambilan data untuk gambaran sesiodemografi dan
lama rawat inap melalui rekam medis pasien instalasi rawat inap di RSUD Ciawi
periode Januari-Desember 2020. Terdapat 96 pasien yang memenuhi kriteri
penelitan dan didapatkan data sesiodemografi pasien seperti jenis kelamin, usia,
pendidikan dan pekerjaan pasien. Data dianalisa statistik dalam bentuk tabel dan
diagram. Obat yang digunakan pasien dispepsia adalah Antagonis Reseptor H2
(28,10%), PPI (39,60%), PPI + Antagonis Reseptor H2 (2,10%), PPI +
Sitoproktetif (19,80%), PPI + Sitoproktetif + Antasida (1%), PPI + Sitoproktetif +
Prokinetik (1%), PPI + Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (3,10%), Antagonis
Reseptor H2 + Sitoproktetif (5,20%). Lama rawat inap pasien dispepsia yang
menggunakan Antagonis Reseptor H2 (3,11 hari), PPI (3,89 hari), PPI +
Antagonis Reseptor H2 (1,50 hari), PPI + Sitoproktetif (3,68 hari), PPI +
Sitoproktetif + Antasida (3 hari), PPI + Sitoproktetif + Prokinetik (2 hari), PPI +
Sitoproktetif + Antagonis Reseptor H2 (4,33 hari), Antagonis Reseptor H2 +
Sitoproktetif (3,80 hari). Hasil efektifitas obat dispepsia yang digunakan pada
pasien rawat inap di RSUD Ciawi pada periode Januari-Desember 2020 tidak
terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan nilai P-
Value 0,273 pada uji kruskal wallis.
Rahmat Riyadi; Siti Mariam; YETI NURHASANAH
2022 · Book · Open Access
Hepatitis B adalah kelainan hati berupa peradangan hepar atau sel-sel hati yang
merupakan penyakit dengan endemisitas tinggi di Indonesia. Hepatitis B dapat
berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati bila tidak mendapat
pengobatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi terapi yang
diberikan kepada pasien hepatitis B meliputi obat, dosis, frekuensi serta profil
pasien dan profil pengobatan pasien di RSUD Ciawi Bogor. Metode penelitian
berupa observasional deskriptif potong lintang, pengumpulan data dilakukan
secara retrospektif melalui 86 rekam medis rawat jalan periode 2019-2020 berusia
17-65 tahun. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu, terapi antiviral (52,32%)
menggunakan lamivudin, terapi hepatoprotektor yaitu curcuma (72,09%), terapi
simtomatik ondansentron (45,35%), terapi supportif asam folat (9,30%).
Kesesuaian obat yang diberikan (93,33%) sesuai, kesesuaian dosis (100%) sesuai,
kesesuaian frekuensi (100%) sesuai.
DEVI YULIANTI; Dhaifiana Alyani; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang berorientasi
langsung dalam proses penggunaan obat, untuk menjamin keamanan, efektifitas
dan kerasionalan penggunaan obat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan
fungsi dalam perawatan pasien. Standar pelayanan kefarmasian sangat diperlukan
dalam menjalankan suatu apotek. Suatu apotek tidak menggunakan standar
pelayanan farmasi dalam menjalankan apotek maka tidak akan tercapai derajat
kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran pelayanan farmasi klinik dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan PMK
No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data
melalui resep yang masuk ke apotek secara prosfektif pada periode Mei – Juni 2021.
Penerapan standar pelayanan farmasi klinik belum dilaksanakan secara maksimal
di apotek Kimia Farma 335 Sukabumi. Hasil penelitian dari 90 resep, gambaran
pelayanan farmasi klinik yang dilakukan pada pengkajian resep 92,2%, dispensing
100%, PIO 100%, konseling 100%, PTO 7,78%, untuk home pharmacy care dan
MESO tidak dilakukan 100%. Evaluasi kesesuaian pelayanan farmasi klinik dari
90 resep didapatkan hasil pengkajian resep sesuai 92,22%, dispensing sesuai 100%,
Pelayanan Informasi Obat (PIO) sesuai 100%, Konseling sesuai 100%, serta
pemantauan Terapi Obat (PTO) sesuai 7,78%.
Ana Lusina; ELISA DARMAWATI; Febi Ishfahani
2022 · Book · Open Access
Indonesia memiliki angka kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup
20%-30% dari seluruh kematian anak. Berdasarkan Prevalensi ISPA di Indonesia
tahun 2018 sebanyak 9,3%. ISPA Non Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi
pada saluran pernapasan bagian atas yang dengan gejala batuk pilek biasa,
demam, tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas
cepat. Salah satu pengobatan ISPA adalah Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang
tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, reaksi alergi, toksisitas dan
perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan
antibiotik ISPA Non Pneumonia pada pasien balita meliputi tepat obat, tepat
pasien, tepat indikasi dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan metode observasional dengan cara pengambilan data dari rekam
medis pasien balita dengan diagnosa ISPA Non Pneumonia bulan Juli – Desember
2020 di Puskesmas Cipaku Bogor. Dari 48 sampel diperoleh 56,35% pasien
perempuan dan 43,75% pasien laki-laki, Antibiotik yang sering digunakan
amoxicillin 93,75%, diagnosa terbanyak adalah Commond Cold 68,75%.
Kerasionalan penggunaan obat antibiotik diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat
indikasi 100%, tepat obat 93,75% dan tepat dosis 6,25%. Persentase penggunaan
antibiotik 20% yang dimana hasil sesuai standar indikator POR yaitu ≤ 20%.
Antonius Padu Ratu; NOVI ARINI KAIFA; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Antioksidan merupakan suatu subtansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan
mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada subtrat yang disebabkan oleh radikal
bebas. Daun salam dan rimpang jahe merah yang kaya akan senyawa antioksidan
mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
sediaan teh herbal dari kombinasi daun salam dan rimpang jahe merah yang memenuhi
syarat SNI 3945-2016 dan memperoleh data stabilitas yang diinterpretasikan sebagai
umur simpan sediaan. Pengujian fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun salam dan
rimpang jehe merah, kemudian dibuat sediaan teh herbal kombinasi daun salam dan
rimpang jahe merah dengan variasi 1:0, 0:1, 1:1, 3:1, dan 1:3 yang memiliki nilai IC50
paling baik, kemudia dilakukan uji stabilitas dengan metode ASLT untuk ditentukan
umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius. Teh herbal yang memiliki nilai IC50
yang baik adalah variasi 3:1 dengan hasil 699,244 ppm. Pengujian stabilitas teh herbal
kombinasi dikemas dengan kantong teh celup di masukan kedalam plastik klip dan
disimpan dalam box dilakukan pada 3 suhu penyimpanan 4°C, 27°C, dan 40°C selama
28 hari terhadap parameter mutu susut pengeringan dan aktivitas antioksidan. Suhu
penyimpanan optimum pada sediaan teh herbal kombinasi dengan penyimpanan suhu
4°C selama 50 hari.
ADRIAN GABRIEL HUKUBUN; Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Daun sirsak merupakan tumbuhan suku Annonaceae dan daun johar merupakan tumbuhan suku Fabaceae yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena pada daun sirsak dan daun johar mengandung senyawa flavonoid, flavonoid adalah senyawa Fenolik yang terdapat pada pigmen tumbuh- tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai antikanker. Uji toksisitas digunakanuntuk mendeteksi potensi senyawa antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari masing-masing ekstrak dan kombinasi antara daun
sirsak dan daun johar. Uji toksisitas menggunakan metode (BSLT) Brine Shrimp Lethality Test dengan Artemia Salina L sebagai bioindikator. Parameter yang digunakan adalah LC50 (Lethality concentration). Nilai LC50 dari ekstrak tunggal daun sirsak dan daun johar yang diperoleh sebesar 297,16 ppm, 256,44 ppm, dan untuk kombinasi 1:1,1:3,3:1, diperoleh sebesar 129,41; 172,16 dan 67,764 ppm. Hasil penelitian ini menunjukan masing-masing ekstrak tunggal dan kombinasi 1:1,1:3 termasuk kategori toksik sedang, untuk kombinasi 3:1 termasuk kategori sangat toksik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai antikanker.
Fredy Arifta Nasel; Siti Mariam; TANTI RAHAYU PRAMESTI
2022 · Book · Open Access
Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga
masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun
pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari
infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya)
terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa
daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi
yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya
adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan
perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28
ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit
digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun
ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan
pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.
Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar
66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa
1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada
kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek
analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak
lebih baik dari infusa tunggalnya.
Herson Cahaya Himawan; JAMALUDIN; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Karies adalah penyakit jaringan keras gigi yang dimulai dari permukaan gigi
meluas kebagian yang lebih dalam gigi, dari email ke dentin akhirnya ke pulpa.
Bakteri mempunyai peran penting pada proses terjadinya karies. Bakteri
Streptoccocus mutans diketahui sebagai bakteri penyebab utama terjadinya karies.
Daun kitolod mempunyai kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid,
flavonoid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antibakteri ekstrak dan formulasi daun kitolod terhadap pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran yang
terdiri dari 3 kelompok perlakuan masing – masing pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% dan 2 kelompok kontrol, terdiri dari kontrol negatif aquadest steril dan
kontrol positif klorheksidin 0,2%. Formula sediaan obat kumur diuji mutu fisik
sediaan yang berupa uji organoleptik, pH, viskositas, dan stabilitas. Hasil
penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 10%, 13%,
dan 15% memiliki diameter daya hambat sebesar 13,96 mm, 14,50 mm, dan 15,33
mm. Sedangkan pada sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod diameter daya
hambat yang diperoleh sebesar 9,46 mm, 11,56 mm, dan 13,31 mm. Ekstrak dan
sediaan obat kumur daun kitolod menunjukan konsentrasi terbaiknya pada
konsentrasi 15% yang termasuk kedalam kategori kuat. Hasil uji One Way
ANOVA didapatkan bahwa nilai diameter daya hambat yang diperoleh dari
ekstrak daun kitolod dan sediaan obat kumur ekstrak daun kitolod sebesar 0,156
dan 0,120 menunjukan hasil yang homogen karena nilai signifikan yang
didapatkan >0,05. Menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara kedua perlakuan.
CINDY CYNTIA DEWI; Emma Amalia; Nuzul Gyatana
2022 · Book · Open Access
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting,
khususnya dinegara berkembang. Salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah
tersebut adalah antibiotik. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi
menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi
kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik.penggunaan antibiotik
yang irrasional menjadi penyebab utama resistensi. Sekitar 80% antibiotik yang
dikonsumsi dipakai untuk kepentingan manusia dan 40% dikonsumsi berdasarkan
indikasi yang kurang tepat, misalnya infeksi virus. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD di
UPTD Puskesmas Cilodong Depok terkait kuantitas penggunaan antibiotik dengan
metode ATC/DDD .Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif
dimana pengambilan data secara retrospektif, berupa resep diUPTD Puskesmas
Cilodong Depok. Selama periode januari – desember 2019 ,berdasarkan kriteria
jenis kelamin perempuan paling banyak menggunakan antibiotik, berdasarkan
kriteria umur 17-25 paling banyak menggunakan antibiotik , Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan diUPTD Puskesmas
Cilodong Depok tahun 2019 adalah Amoxicillin sebesar 252,132 DDD/1000
pasien/tahun
Anna P. Roswiem; Ikhwan Setiawan; JUBAIR PUTRA HERMAWAN
2022 · Book · Open Access
Sinbiotik merupakan kombinasi antara campuran prebiotik dan probiotik.
Salah satu bahan pangan prebiotik adalah bekatul beras putih dan Chito
oligosaccharides. Inokulasi bakteri asam laktat menghasilkan minuman sinbiotik.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pada konsentrasi yang berbeda terhadap
pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik mengandung bekatul
beras putih sebagai antibakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian
menunjukan bahwa pengaruh Chito oligosaccharides dalam minuman sinbiotik
mengandung bekatul beras putih dengan inokulum Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus berpotensi sebagai penghambat pertumbuhan
Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan minuman sinbiotik formula
F1, F2 dan F3 secara berturut-turut memiliki nilai pH 4,5 ; 4,5 ; dan 4 ; total asam
laktat 1,31% ; 1,22% ; dan 0,98% ; jumlah bakteri asam laktat 1,44x106 CFU/mL ; 1,57x106 CFU/mL ; 1,71x106 CFU/mL ; dan diameter zona hambat 21,6 mm ; 24,33 mm ; dan 26,4 mm.