Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 80 dari 125

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

Rika Aryani; SELVIA FEBRIANI; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas normal (Kemenkes, 2018). Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019, prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan pengobatan pasien hipertensi meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien yang dilakukan secara retrospektif pada periode November – Desember 2020. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 72%. Berdasarkan kelompok usia paling banyak pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 34% yaitu pada masa lansia akhir. Mayoritas tingkat pendidikan SMA sebanyak 72%. Mayoritas pekerjaan pada IRT sebanyak 62%. Berdasarkan tingkat hipertensi paling banyak pada hipertensi stage 1 sebanyak 48,9%. Pola pengobatan pasien paling banyak menggunakan obat terapi tunggal sebanyak 96,3%. Golongan paling banyak pada Calcium Channel Blocker yaitu Amlodipin sebanyak 90,4%, jenis obat paling banyak digunakan pada obat kombinasi captopril + amlodipin sebanyak 2,2%. Pada evaluasi tepat penggunaan obat, berdasarkan tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (100%) tepat dosis (84,4%) dan tepat frekuensi (98,1%).

AKTIVITAS ANTIPIRETIK KOMBINASI INFUSA DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L) DAN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI PEPTON

Lilik Sulastri; MILTA RISKANDAWATI; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Demam adalah mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh melebihi suhu normal yaitu 37,5°C. Demam dapat diturunkan dengan menggunakan obat penurun demam seperti parasetamol. Parasetamol bila digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping seperti kerusakan hati, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan obat herbal seperti daun kemangi dan kembang sepatu untuk menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antipiretik dari kombinasi infusa daun kemangi (Ocimum americanum L) dan kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) terhadap mencit putih jantan galur Deutschland Denden Yoken (DDY). Penelitian ini terdiri dari 7 kelompok dan tiap kelompok digunakan 4 ekor mencit putih jantan. Masing-masing perlakuan diberi infusa daun kemangi dan kembang sepatu serta kombinasinya dengan volume 1 ml. Hewan uji diinduksi demam menggunakan pepton sebanyak 0,2 ml secara intraperitoneal. Pengukuran suhu tubuh hewan uji menggunakan termometer digital tiap 30 menit hinggam 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun kemangi dan kembang sepatu serta kombinasi dengan perbandingan (1:1) (1:2) dan (2:1) pada menit ke 180 masing-masing menunjukkan ∆t yaitu 2,3°C, 1,8°C, 1,8°C, 2,1°C, dan 2,7°C, yang berarti memiliki aktivitas antipiretik terhadap mencit putih jantan. Serta pada kombinasi infusa (2:1) menunjukkan aktivitas antipiretik yang sama seperti parasetamol yaitu 2,7°C.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GEL EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.)

ELMA AGNESILVIA; Eem Masaenah; Triyani Sumiati
2022 · Book · Open Access

Antioksidan merupakan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Daun jambu biji merah mengandung aktivitas antioksidan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan mengetahui nilai IC50 yang terbaik dari sediaan gel ekstrak etil asetat daun jambu biji merah. Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dibuat sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, daya sebar, viskositas. Uji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada formulasi I, II, dan III berturut-turut 78,56 ppm, 71,62 ppm dan 77,91 ppm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan mengggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan cycling test dengan formulasi yang terbaik menggunakan metode 6 siklus didapatkan hasil IC50 81,21 ppm.

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Achmad Fauzi Isa; RIZKI IMANUDIN FATWA; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access

Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g) Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil: kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat 30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas (Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif 730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.

GAMBARAN POLA PENGOBATAN PADA PASIEN MULTI DRUG RESISTANCE TUBERCULOSIS (MDR – TB) DAN TINGKAT KEBERHASILAN DI RS PARU DR. M. GOENAWAN PARTOWIDIGDO

AZIZ RAHMAN HAKIM; Rita Kartikawati; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Multi Drug Resistance tuberculosis (MDR – TB) adalah keadaan dimana bakteri Mycobacterium tuberculosis resistan obat terhadap minimal 2 obat antituberkulosis yaitu INH dan Rifampisin secara bersama atau disertai resisten terhadap OAT lini pertama seperti etambutol, streptomisin dan pirazinamid. Desain penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mengambil data yang diperoleh dari data rekam medis pasien secara retrospektif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adannya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Data anilisis secara deskriptif ini nantinya akan menghasilkan distribusi dan presentase dari setiap variabel dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan diagram. Sampel yang di ambil sebanyak 139 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien MDR-TB paling banyak perempuan (51,1%), usia terbanyak 36-44 tahun (25,2%), Pendidikan terbanyak SD (39,6%), Pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga (32,4%). Terapi yang digunakan pasien MDR- TB terbanyak terapi individual (72,7%) dengan regimen Z – E – Km – Lfx – Eto – Cs – B6 (28,1%). Lama pengobatan terbanyak 21- 24 bulan (21,3%). Efek samping obat yang terjadi sebayak 91,4% dengan efek samping terbanyak adalah mual muntah ringan (87 %). Kepatuhan berobat sebanyak (92,8%). Hasil terapi adalah sembuh (62,6%).

VALIDASI METODE ANALISA PENETAPAN KADAR CITRUS BIOFLAVANOID DAN PUREWAY C DALAM LOCO PROVE-C KSS SECARA HPLC

Achmad Fauzi Isa; NADYA PARAMITA RAHAYU; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevaliditasan metode analisis Citrus Bioflavanoid dan Pureway C secara HPLC. Karena metode analisa kadar dengan HPLC ini masih baru dan dikembangkan maka diperlukan validasi metode. Karena validasi metode analisis berguna untuk mengetahui dan menjamin metode analisis tersebut tepat atau valid untuk digunakan. Parameter validasi metode yang dilakukan meliputi uji presisi, akurasi, linearitas, limit deteksi, selektivitas , spesifitas, rugedness dan stabilitas .Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode HPLC dengan menggunakan fase gerak methanol dan aquadest yang dicampurkan dengan perbandingan (70:30) dengan panjang gelombang UV 280 nm. Kolom yang digunakan adalah jenis C18 dengan menginjeksikan sampel dan standar dengan volume injek 10 μl. Hasil uji kesesuaian sistem yang meliputi lempeng teoritis, asimetrisitas dan RSD memenuhi syarat . Hasil dari presisi kadar Citrus Bioflavanoid adalah sebesar 103,92% dan untuk Pureway C adalah sebesar 101,23% dengan nilai SBR sebesar 0,40 dan 0,60 . Hasil perolehan kembali dalam akurasi Citrus Bioflavanoid yaitu 99,99 % - 101,72% , dan perolehan kembali Pureway C yaitu 100,43%-101,84%. Metode ini memberikan linearitas yang baik dengan nilai korelasi untuk Citrus Bioflavanoid ( r2 = 0,9997) dan nilai korelasi untuk Pureway C ( r2 = 0,9999). Hasil SBR stabilitas untuk Citrus Bioflavanoid dari jam ke 0 hingga jam ke 12 sebesar 0,255 dan jam ke 12 hingga jam ke 24 sebesar 0,255 . Hasil SBR stabilitas untuk Pureway C dari jam ke 0 hingga jam ke 12 sebesar 0,346 dan jam ke 12 hingga jam ke 24 sebesar 0,940 dan nilai LOD dan LOQ untuk Citrus Bioflavanoid sebesar 0,00103 mg/mL dan 0,00345 mg/mL dan nilai LOD dan LOQ untuk Pureway C sebesar 0,00143 mg/mL dan 0,00426 mg/mL . Karena persyaratan validasi metode meliputi uji kesesuaian sistem , presisi ,akurasi, linearitas, spesifitas, selektivitas, stabilitas, rugedness, LOD dan LOQ sudah memenuhi syarat maka Metode analisa ini valid dan dapat digunakan untuk mengukur kadar Citrus Bioflavanoid dan Pureway C menggunakan HPLC

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS KOMBINASI DOSIS TETAP KATEGORI 1 PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI POLI DOTS RSUD KOTA BOGOR

Elin Herlina; Fredy Arifta Nasel; MELY NAZIF PUTRI
2022 · Book · Open Access

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar bakteri tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan OAT KDT pada terapi tuberkulosis meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat lama pemberian di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Januari-Juni 2020 dengan sampel sebanyak 64 pasien. Hasil dari penelitian ini menurut sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (57,8%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 17-25 tahun (remaja akhir) (35,9%), berat badan terbanyak yaitu pada berat badan 38-54 kg (62,5%). Profil penggunaan OAT KDT Kategori 1 fase intensif (100%) fase lanjutan (68,75%). Evaluasi pengobatan tuberkulosis menunjukkan tepat indikasi (100%); tepat obat fase intensif (92,2%) fase lanjutan (100%); tepat dosis fase intensif (96,9%) fase lanjutan (93,7%); dan tepat lama pemberian fase intensif (67,2%) fase lanjutan (60,9%).

ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA BERDASARKAN ANALISIS ABC INDEKS KRITIS DI RSUD CIAWI

ARI PERTIWI DIAH SULISTIYANINGRUM; Rahmat Riyadi; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang akan dilaksanakan guna menentukan keberhasilan kegiatan selanjutnya. Tujuan dari perencanaan tersebut untuk memperkirakan jenis dan jumlah obat yang mendekati permintaan, meningkatkan permintaan obat secara wajar, dan meningkatkan efisiensi penggunaan obat. Analisis indeks kritis digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana dengan mengelompokkan sediaan psikotropika dan narkotika berdasarkan dampaknya pada kesehatan. Nilai Indeks Kritis (NIK) dikelompokan dalam kriteria A dengan NIK 9,5 – 12, kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4, dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kesesuaian perencanaan terhadap pengadaan obat psikotropika dan narkotika di RSUD Ciawi periode Januari – Desember 2020. Desain penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif. Pada hasil analisis ABC Indeks Kritis dari 61 item yang terdiri dari 47 item sediaan psikotropika dan 14 item sediaan narkotika. Pada Sediaan Psikotropika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 – 12 : 5 item (10,64%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 27 item (57,45%), kelompok C dengan NIK 4 - 6,4 : 15 item (31,91%). Pada sediaan Narkotika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 -12 : 1 item (7,14%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 7 item (50,00 %), dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4 : 6 item (42,86%).

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) HASIL MASERASI BERTINGKAT DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL

Achmad Fauzi Isa; Lilik Sulastri; TIA AULIA BUDIMAN
2022 · Book · Open Access

Asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi secara teratur dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Beberapa tumbuhan obat yang dianggap memiliki khasiat anti kolesterol adalah Syzygium polyantum (Wight) Walp. Daun salam mengandung metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penghambatan pembentukan kolesterol, kadar total fenol, flavonoid dan steroid ekstrak daun salam. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol 96% dan air dengan metode dekok. Kemudian dilakukan uji aktivitas dan penapisan fitokimia. Hasil fitokimia menunjukan bahwa fraksi etanol 96% memiliki aktivitas tinggi dalam penghambatan pembentukan kolesterol dengan % inhibisi ekstrak etanol 96% sebesar 56,14%, n-heksan 45,88%, etil asetat 27,51 dan air 30,34%. Hasil IC50 93,94 ppm. Dengan kandungan flavonoid, tannin, saponin serta fenol. Ekstrak etanol 96% mengandung kadar total fenol sebesar 40,2 mg GAE/g, flavonoid 0,57 mg QE/g dan steroid 368,82 mg/g.

FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAN DAUN JAMBU BOL (Syzyguium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), MENGGUNAKAN METODE DPPH

Ferry Effendi; Rakhmat Ramdhani; SITI SALMA SALSABILA
2022 · Book · Open Access

Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v) untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2), 41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).

TOKSISITAS SEDIAAN INFUSA KOMBINASI DAUN KEMANGI (Ocimum tenuiflorum L.) DAN BUNGA KEMBANG SEPATU (Hybiscus rosa-sinensis L.) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)

Lilik Sulastri; RIZKA FITRIYAMAN; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access

Daun kemangi memiliki khasiat sebagai obat antipiretik, memperbaiki pencernaan, encok, urat syaraf dan sebagainya. Sedangkan bunga kembang sepatumemiliki khasiat untuk menurunkan panas, infeksi saluran kencing, batuk berdahak, mimisan, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji toksisitas teh daun kemangi dan teh kembang sepatu, serta kombinasinya, dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Infusa daun kemangi dan bunga kembang sepatu di uji fitokimia nya. Dilakukan uji toksisitas daun kemangi dan bunga kembang sepatu serta kombinasinya menggunakan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan daun kemangi mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. sedangkan bunga kembang sepatu mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Infusa daun kemangi memiliki nilai LC50 sebesar 1584,362 ppm, LC50 infusa bunga kembang sepatu sebesar 165,196 ppm, LC50 infusa kombinasi daun kemangi dan bunga kembang sepatu 1:1 sebesar 1119,383 ppm, kombinasi 1:2 sebesar 1146,783 ppm, kombinasi 2:1 sebesar 1180,189 ppm. Dengan demikian Kombinasi daun kemangiserta kombinasinya termasuk dalam kategori non toksik yang tidak berpotensi potensi sebagai antikanker, sedangkan untuk infusa bunga kembang sepatu termasuk kedalam kategori toksik sehingga memiliki potensi sebagai obat anti kanker.

GAMBARAN PERENCANAAN SEDIAAN FARMASI BERDASARKAN PARETO ABC DI APOTEK KIMIA FARMA KUSMAYADI KABUPATEN BOGOR

Deni Setiawan; Febi Ishfahani; SAADULLAH MUQSITH
2022 · Book · Open Access

Analisis ABC atau pareto adalah suatu analisis yang dapat digunakan dalam menganalisa pola konsumsi perbekalan farmasi, dengan analisis ABC maka dapat membantu pihak manajemen menentukan pengendalian yang tepat untuk masing- masing kelompok obat dan menentukan obat mana yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Perencanaan obat adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyusun daftar kebutuhan obat dengan kriteria yang tepat berupa jenis, jumlah dan harga obat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran untuk menghindari kekosongan obat.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pengelompokan sediaan farmasi yang dilakukan Apotek Kimia Farma Kusmayadi Bogor. Penelitian ini digolongkan dalam penelitian deskriptif,dapat dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variable yang diteliti dalam suatu situasi. Berdasarkan analisis ABC investasi terdapat obat yang masuk ke dalam kelompok A sebanyak 369 jenis obat atau 13,43% dari seluruh sampel, menyerap 69,97%investasi, kelompok B sebanyak 485 jenis obat atau 17,66 % dari seluruh obat,menyerap 20,03% investasi. Sementara kelompok C sebanyak 1892 jenis obat atau 68,19% dari seluruh sampel item obat hanya menyerap sebesar 10% investasi.

STANDARISASI FRAKSI AIR DARI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN TEH (Camellia sinensis L. Kuntze)

Achmad Fauzi Isa; FIANTI HARI PRATIWI; Lilik Sulastri
2022 · Book · Open Access

Camellia sinensis L. Kuntze yaitu daun teh, mempunyai khasiat sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas pada fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh, terdiri dari parameter spesifik dan parameter non spesifik, berdasarkan aturan BPOM dan Farmakope Herbal Indonesia. Fraksi air daun teh diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan etil asetat dan air, fraksi air daun teh dilakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non spesifik. Hasil penelitian yang diperoleh pada fraksi air daun teh berbentuk kental, warna coklat kehitaman dan bau yang khas, kadar sari larut air 77,92%, kadar sari larut etanol 61,14%, kadar air 15,3%, bobot jenis 1,0441746 g/mL, kadar abu total 1,562%, kadar abu yang tidak larut asam 0,28%, kadar abu larut air 99,672%, tidak tercemar logam Cd dan Hg, logam Pb 0,43 ppm, pada cemaran mikroba ALT sebesar2,5 101 cfu/gram, kapang dan khamir < 10 cfu/gram, kadar total fenol 419,286 mg GAE/ gram, kadar total flavonoid 270 mg/QE/gram. Fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh memiliki standar mutu yang baik untuk dijadikan bahan obat yaitu ekstrak terstandar.

PENGETAHUAN TENTANG SWAMEDIKASI DEMAM PADA MASYARAKAT DI DESA SANJA KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

Assajadah Lizikri; Febi Ishfahani; HEVI YANA AGUSTIN
2022 · Book · Open Access

Swamedikasi merupakan salah satu dari upaya masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri. Dasar hukum swamedikasi yaitu peraturan Menteri Kesehatan No. 919 Menkes/Per/X/1993 tentang standar obat yang dapat diserahkan tanpa resep dokter. Sebagian besar masyarakat dapat mengatasi demam dengan cara melakukan pengobatan sendiri di rumah dengan menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. Oleh karena itu, pentingnya pengetahuan pasien tentang swamedikasi mengenai demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan swamedikasi demam berdasarkan sosiodemografi pada masyarakat RT.02 di Desa Sanja Kecamatan Citeureup. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan tipe penelitian deskriptif dan pendekatan prospektif. Besar sampel minimal dihitung menggunakan teknik Slovin. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas karakteristik sosiodemografi responden yaitu perempuan (122 responden, 64,2%), usia lansia awal (46-55 tahun) (55 responden, 28,9%), pendidikan terakhir SMA (149 responden, 78,4%), serta pekerjaan karyawan (88 responden, 46,3%). Gambaran pengetahuan responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik (skor 76-100%) sebanyak 96 responden (50,5%), cukup (skor 60-75%) sebanyak 67 responden (35,3%), dan kurang (skor <60%) sebanyak 27 responden (14,2%). Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi demam berdasarkan sosiodemografi yang memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu laki-laki (68 responden, 52,94%), usia lansia awal (46-55 tahun) (69,90%), perguruan tinggi (84,38%), serta PNS (87,50%).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK YANG DI RAWAT INAP DI RS AZRA DENGAN METODE GYSSENS

Oriza Safrini; Siti Mariam; ZULHIJJAH KHOIRIYAH
2022 · Book · Open Access

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Thypi, penyakit tifus merupakan masalah kesehatan di daerah tropis terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Gejala umum pada pasien demam tifoid adalah gangguan kesadaran berupa penurunan kesadaran ringan, nyeri kepala, malaise, anoreksia, nausea, myalgia, nyeri perut dan radang tenggorokan. Antibiotik yang digunakan pada pasein demam tifoid yaitu kloramfenikol, ampisilin, kotrimoksasol, sefriakson dan sefiksim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid anak di Rawat Inap RS Azra berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data sosiodemografi pasien demam tifoid anak paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 49 pasien dengan presentase (58,33%) dan pada rentang usia 0-5 tahun sebanyak 47 pasien dengan presentase (55,95%). Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan pasien demam tifoid anak di RS Azra adalah seftriakson dengan presentase (82,14%). Evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens pada pasien demam tifoid anak yang di rawat di RS Azra dalam kategori 0 yaitu penggunaan antibiotik yang tepat dan rasional mendapat nilai presentasi tertinggi sebesar 58,33%, kategori IIIB 29,77%, kategori IVB 7,14%, kategori IIIA 3,57%, dan kategori IVA 1,19%.

HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN MEDIA LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIPAKU KOTA BOGOR

Ana Lusina; EFNI CINTIA ULANA; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan seseorang. Pemberian edukasi pada penelitian ini dengan media leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah dilakukan pemberian informasi obat dengan leaflet di Puskesmas Cipaku. Desain penelitian ini merupakan prospektif non experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan dari data primer. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan edukasi dengan leaflet responden dengan pengetahuan baik sebanyak 14 responden atau sebesar 47%, sedangkan responden dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 24 responden (80%). Namun setelah dilakukan edukasi dengan leaflet responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 80%. Kepatuhan rendah menurun menjadi 60%. Pada hasil uji Wilcoxon p>0,05, yaitu 0,000 untuk pengetahuan dan 0,009 untuk kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna antara hasil kuesioner pengetahuan dan hasil kuesioner kepatuhan dengan pemberian PIO melalui leaflet. Hasil pengujian korelasi pada penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pemberian informasi obat dengan leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan dengan p>0,05 dengan nilai signifikansi 0,205.

STABILITAS DAN AKTIVITAS SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

ANETA CITRA UTAMI; Antonius Padua Ratu; Eem Masaenah
2022 · Book · Open Access

Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, seperti email, dentin dan sementum yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu rimpang temu putih dan daun stevia. Oleh karena itu, rimpang temu putih dan daun stevia diformulasikan kedalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. Ekstraksi rimpang temu putih dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstraksi daun stevia menggunakan cara infusa dengan pelarut air. Ekstrak rimpang temu putih diformulasikan menjadi 3 konsentrasi, yaitu 15%, 20% dan 25%, sedangkan infus daun stevia dengan konsentrasi 0,2%. Sediaan pasta gigi ekstrak temu putih dan infus daun stevia diuji mutu fisik (organoleptik, pH, homogenitas, viskositas dan pembentukan busa) dan uji antibakteri. Hasil stabilitas pada uji pH dan uji antibakteri formula 2 (E20% I0,2%) dan formula 4 (I0,2%) selama 28 hari dianalisis secara statistik dengan metode ANOVA dan Kruskal-wallis, sediaan pasta gigi ekstrak etanol 96% temu putih dan infus daun stevia 0,2% memiliki mutu fisik yang memenuhi persyaratan mutu pada SNI 12-3254-1995 dan memiliki stabilitas yang baik.