Rika Aryani; SELVIA FEBRIANI; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan
kenaikan tekanan darah di atas normal (Kemenkes, 2018). Menurut data World
Health Organization (WHO) tahun 2019, prevalensi hipertensi secara global
sebesar 22% dari total penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
ketepatan pengobatan pasien hipertensi meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat
indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini bersifat observasional
dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien yang dilakukan secara
retrospektif pada periode November – Desember 2020. Hasil penelitian
berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 72%. Berdasarkan
kelompok usia paling banyak pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 34% yaitu pada
masa lansia akhir. Mayoritas tingkat pendidikan SMA sebanyak 72%. Mayoritas
pekerjaan pada IRT sebanyak 62%. Berdasarkan tingkat hipertensi paling banyak
pada hipertensi stage 1 sebanyak 48,9%. Pola pengobatan pasien paling banyak
menggunakan obat terapi tunggal sebanyak 96,3%. Golongan paling banyak pada
Calcium Channel Blocker yaitu Amlodipin sebanyak 90,4%, jenis obat paling
banyak digunakan pada obat kombinasi captopril + amlodipin sebanyak 2,2%. Pada
evaluasi tepat penggunaan obat, berdasarkan tepat pasien (100%), tepat indikasi
(100%), tepat obat (100%) tepat dosis (84,4%) dan tepat frekuensi (98,1%).
Desi Sagitaria; Fredy Ariefta Nasel; Karuma Barza
2022 · Book · Open Access
Lena Tiara Sany; Rahmaniar; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Lilik Sulastri; MILTA RISKANDAWATI; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Demam adalah mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi yang
mengakibatkan peningkatan suhu tubuh melebihi suhu normal yaitu 37,5°C.
Demam dapat diturunkan dengan menggunakan obat penurun demam seperti
parasetamol. Parasetamol bila digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat
menimbulkan efek samping seperti kerusakan hati, sehingga masyarakat lebih
memilih menggunakan obat herbal seperti daun kemangi dan kembang sepatu
untuk menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
aktivitas antipiretik dari kombinasi infusa daun kemangi (Ocimum americanum L)
dan kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) terhadap mencit putih jantan galur
Deutschland Denden Yoken (DDY). Penelitian ini terdiri dari 7 kelompok dan tiap
kelompok digunakan 4 ekor mencit putih jantan. Masing-masing perlakuan diberi
infusa daun kemangi dan kembang sepatu serta kombinasinya dengan volume 1
ml. Hewan uji diinduksi demam menggunakan pepton sebanyak 0,2 ml secara
intraperitoneal. Pengukuran suhu tubuh hewan uji menggunakan termometer
digital tiap 30 menit hinggam 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan infusa
daun kemangi dan kembang sepatu serta kombinasi dengan perbandingan (1:1)
(1:2) dan (2:1) pada menit ke 180 masing-masing menunjukkan ∆t yaitu 2,3°C,
1,8°C, 1,8°C, 2,1°C, dan 2,7°C, yang berarti memiliki aktivitas antipiretik
terhadap mencit putih jantan. Serta pada kombinasi infusa (2:1) menunjukkan
aktivitas antipiretik yang sama seperti parasetamol yaitu 2,7°C.
ELMA AGNESILVIA; Eem Masaenah; Triyani Sumiati
2022 · Book · Open Access
Antioksidan merupakan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat
oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk
radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Daun jambu biji merah mengandung
aktivitas antioksidan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan mengetahui nilai IC50
yang terbaik dari sediaan gel ekstrak etil asetat daun jambu biji merah. Daun
Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) di ekstraksi dengan metode maserasi
menggunakan pelarut etil asetat dan dibuat sediaan gel menggunakan variasi
konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III berturut-turut 2%, 4%, dan 6%.
Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, daya sebar,
viskositas. Uji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai
IC50 pada formulasi I, II, dan III berturut-turut 78,56 ppm, 71,62 ppm dan 77,91
ppm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada
formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan mengggunakan spektrofotometri
UV-Vis dan dilakukan cycling test dengan formulasi yang terbaik menggunakan
metode 6 siklus didapatkan hasil IC50 81,21 ppm.
Achmad Fauzi Isa; RIZKI IMANUDIN FATWA; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi kental
mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas sediaan krim ekstrak daun
mengkudu (Morinda citrifolia L) dengan metode cycling test dan untuk evaluasi
sediaan krim ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai
antioksidan. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, Maserasi
bertujuan untuk menarik zat-zat berkhasiat oleh pelarut, dengan prinsip meode
pencapaian konsentrasi pada keseimbangan. Krim antioksidan dibuat menjadi 3
formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda-beda yaitu Formulasi 1 (0,5g)
Formulasi 2 (1g) Formulasi 3 (1,5g). Formulasi krim ektrak etanol daun mengkudu
memenuhi persyaratan evaluasi krim, meliputi pengujian kadar air, organoleptik,
homogenitas, pH, daya lekat, diameter globul, kecuali uji daya sebar. Formulasi
krim ekstrak etanol daun mengkudu dengan uji evaluasi sediaan memiliki hasil:
kadar air 3,64%, homogenitas: homogen, pH 5,34, daya sebar 3,53 cm, daya lekat
30,90 detik, diameter globul 2,851, antioksidan 24,56ppm. Hasil uji stabilitas
(Cycling test) homogenitas dan organoleptis pada F1,F2,dan F3 yaitu warna coklat
kehijauan, bau khas aromatik, Bentuk kental/semi solid, homogenitas homogen, pH
cycling test F1 5,04, F2 4,98, F3 4,99 . Hasil uji antioksidan yaitu kontrol negatif
730ppm, F1 71,41ppm, F2 59,13ppm, F3 24,56ppm, dan kontrol negatif 10,48ppm.
AZIZ RAHMAN HAKIM; Rita Kartikawati; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Multi Drug Resistance tuberculosis (MDR – TB) adalah keadaan dimana
bakteri Mycobacterium tuberculosis resistan obat terhadap minimal 2 obat
antituberkulosis yaitu INH dan Rifampisin secara bersama atau disertai
resisten terhadap OAT lini pertama seperti etambutol, streptomisin dan
pirazinamid. Desain penelitian ini menggunakan desain potong lintang
dengan mengambil data yang diperoleh dari data rekam medis pasien secara
retrospektif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan cara mendeskripsikan
atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adannya tanpa
bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Data anilisis
secara deskriptif ini nantinya akan menghasilkan distribusi dan presentase
dari setiap variabel dan disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan diagram.
Sampel yang di ambil sebanyak 139 pasien. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pasien MDR-TB paling banyak perempuan (51,1%), usia terbanyak
36-44 tahun (25,2%), Pendidikan terbanyak SD (39,6%), Pekerjaan
terbanyak ibu rumah tangga (32,4%). Terapi yang digunakan pasien MDR-
TB terbanyak terapi individual (72,7%) dengan regimen Z – E – Km – Lfx
– Eto – Cs – B6 (28,1%). Lama pengobatan terbanyak 21- 24 bulan
(21,3%). Efek samping obat yang terjadi sebayak 91,4% dengan efek
samping terbanyak adalah mual muntah ringan (87 %). Kepatuhan berobat
sebanyak (92,8%). Hasil terapi adalah sembuh (62,6%).
Achmad Fauzi Isa; NADYA PARAMITA RAHAYU; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevaliditasan metode analisis
Citrus Bioflavanoid dan Pureway C secara HPLC. Karena metode analisa kadar
dengan HPLC ini masih baru dan dikembangkan maka diperlukan validasi
metode. Karena validasi metode analisis berguna untuk mengetahui dan menjamin
metode analisis tersebut tepat atau valid untuk digunakan. Parameter validasi
metode yang dilakukan meliputi uji presisi, akurasi, linearitas, limit deteksi,
selektivitas , spesifitas, rugedness dan stabilitas .Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode HPLC dengan menggunakan fase gerak methanol dan
aquadest yang dicampurkan dengan perbandingan (70:30) dengan panjang
gelombang UV 280 nm. Kolom yang digunakan adalah jenis C18 dengan
menginjeksikan sampel dan standar dengan volume injek 10 μl. Hasil uji
kesesuaian sistem yang meliputi lempeng teoritis, asimetrisitas dan RSD
memenuhi syarat . Hasil dari presisi kadar Citrus Bioflavanoid adalah sebesar
103,92% dan untuk Pureway C adalah sebesar 101,23% dengan nilai SBR sebesar
0,40 dan 0,60 . Hasil perolehan kembali dalam akurasi Citrus Bioflavanoid yaitu
99,99 % - 101,72% , dan perolehan kembali Pureway C yaitu 100,43%-101,84%.
Metode ini memberikan linearitas yang baik dengan nilai korelasi untuk Citrus
Bioflavanoid ( r2 = 0,9997) dan nilai korelasi untuk Pureway C ( r2 = 0,9999).
Hasil SBR stabilitas untuk Citrus Bioflavanoid dari jam ke 0 hingga jam ke 12
sebesar 0,255 dan jam ke 12 hingga jam ke 24 sebesar 0,255 . Hasil SBR stabilitas
untuk Pureway C dari jam ke 0 hingga jam ke 12 sebesar 0,346 dan jam ke 12
hingga jam ke 24 sebesar 0,940 dan nilai LOD dan LOQ untuk Citrus Bioflavanoid
sebesar 0,00103 mg/mL dan 0,00345 mg/mL dan nilai LOD dan LOQ untuk
Pureway C sebesar 0,00143 mg/mL dan 0,00426 mg/mL . Karena persyaratan
validasi metode meliputi uji kesesuaian sistem , presisi ,akurasi, linearitas,
spesifitas, selektivitas, stabilitas, rugedness, LOD dan LOQ sudah memenuhi
syarat maka Metode analisa ini valid dan dapat digunakan untuk mengukur kadar
Citrus Bioflavanoid dan Pureway C menggunakan HPLC
Elin Herlina; Fredy Arifta Nasel; MELY NAZIF PUTRI
2022 · Book · Open Access
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis. Sebagian besar bakteri tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga
mengenai organ tubuh lainnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan
OAT KDT pada terapi tuberkulosis meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan
tepat lama pemberian di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor, berdasarkan
Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional.
Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Januari-Juni 2020 dengan
sampel sebanyak 64 pasien. Hasil dari penelitian ini menurut sosiodemografi jenis
kelamin terbanyak adalah perempuan (57,8%), usia terbanyak terdapat pada kelompok
usia 17-25 tahun (remaja akhir) (35,9%), berat badan terbanyak yaitu pada berat badan
38-54 kg (62,5%). Profil penggunaan OAT KDT Kategori 1 fase intensif (100%) fase
lanjutan (68,75%). Evaluasi pengobatan tuberkulosis menunjukkan tepat indikasi
(100%); tepat obat fase intensif (92,2%) fase lanjutan (100%); tepat dosis fase intensif
(96,9%) fase lanjutan (93,7%); dan tepat lama pemberian fase intensif (67,2%) fase
lanjutan (60,9%).
ARI PERTIWI DIAH SULISTIYANINGRUM; Rahmat Riyadi; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Perencanaan merupakan kegiatan pertama yang akan dilaksanakan guna
menentukan keberhasilan kegiatan selanjutnya. Tujuan dari perencanaan tersebut
untuk memperkirakan jenis dan jumlah obat yang mendekati permintaan,
meningkatkan permintaan obat secara wajar, dan meningkatkan efisiensi
penggunaan obat. Analisis indeks kritis digunakan untuk meningkatkan efisiensi
penggunaan dana dengan mengelompokkan sediaan psikotropika dan narkotika
berdasarkan dampaknya pada kesehatan. Nilai Indeks Kritis (NIK) dikelompokan
dalam kriteria A dengan NIK 9,5 – 12, kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4, dan
kelompok C dengan NIK 4 – 6,4. Penelitian dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian perencanaan terhadap pengadaan obat psikotropika dan narkotika di
RSUD Ciawi periode Januari – Desember 2020. Desain penelitian dilakukan
dengan analisis deskriptif. Pada hasil analisis ABC Indeks Kritis dari 61 item yang
terdiri dari 47 item sediaan psikotropika dan 14 item sediaan narkotika. Pada
Sediaan Psikotropika diperoleh kelompok A dengan NIK 9,5 – 12 : 5 item (10,64%),
kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 27 item (57,45%), kelompok C dengan NIK 4
- 6,4 : 15 item (31,91%). Pada sediaan Narkotika diperoleh kelompok A dengan
NIK 9,5 -12 : 1 item (7,14%), kelompok B dengan NIK 6,5 – 9,4 : 7 item (50,00
%), dan kelompok C dengan NIK 4 – 6,4 : 6 item (42,86%).
Achmad Fauzi Isa; Lilik Sulastri; TIA AULIA BUDIMAN
2022 · Book · Open Access
Asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi secara teratur dapat
menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Beberapa tumbuhan obat
yang dianggap memiliki khasiat anti kolesterol adalah Syzygium polyantum (Wight)
Walp. Daun salam mengandung metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid,
saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penghambatan
pembentukan kolesterol, kadar total fenol, flavonoid dan steroid ekstrak daun
salam. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat
dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol 96% dan air dengan metode dekok.
Kemudian dilakukan uji aktivitas dan penapisan fitokimia. Hasil fitokimia
menunjukan bahwa fraksi etanol 96% memiliki aktivitas tinggi dalam
penghambatan pembentukan kolesterol dengan % inhibisi ekstrak etanol 96%
sebesar 56,14%, n-heksan 45,88%, etil asetat 27,51 dan air 30,34%. Hasil IC50
93,94 ppm. Dengan kandungan flavonoid, tannin, saponin serta fenol. Ekstrak
etanol 96% mengandung kadar total fenol sebesar 40,2 mg GAE/g, flavonoid 0,57
mg QE/g dan steroid 368,82 mg/g.
Ferry Effendi; Rakhmat Ramdhani; SITI SALMA SALSABILA
2022 · Book · Open Access
Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau
meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh, Kombinasi Daun
Jambu Mawar Dan Daun Jambu Bol Mengandung senyawa
antioksidan dengan potensi aktivitas yang sangat kuat, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif ekstrak daun
jambu mawar dan daun jambu bol, mengetahui mutufisik sediaan
yang baik dan mengetahui nilai IC50 kombinasi terbaik dari sediaan
masker gel peel off ekstrak etanol 70% daun jambu mawar dan daun
jambu bol,metode yang dilakukan adalah daun jambu mawar, daun
jambu bol ,pembuatan serbuk simplisia daun jambu mawar dan daun
jambu bol , uji fitokimia, formulasi pembuatan masker gel pell off dan
uji antioksidan,formula mengandung kombinasi ekstrak etanol 70%
daun jambu mawar dan daun jambu bol dengan konsentrasi (% b/v)
untuk F1, F2, F3, F4, dan F5 adalah 2%,3%,5%, dan 6% yang
kemudian di uji antioksidannya dan di evaluasi sediaannya meliputi uji
organoleptic, daya sebar, pH, viskositas, waktu mengering, stabilitas
dan cycling test. Hasil penelitian kombinasi ekstrak etanol 70% daun
jambu mawar dan daun jambu bol dalam sediaan masker gel peel off
semuanya memiliki stabilitas yang baik, dan pada masing masing
formulasi memiliki nilai IC50 sebesar 68,74 ppm (F1), 65,24 ppm (F2),
41,30 ppm (F3), 33,99 ppm (F4), 30,65 ppm (F5).
Lilik Sulastri; RIZKA FITRIYAMAN; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
Daun kemangi memiliki khasiat sebagai obat antipiretik, memperbaiki pencernaan,
encok, urat syaraf dan sebagainya. Sedangkan bunga kembang sepatumemiliki
khasiat untuk menurunkan panas, infeksi saluran kencing, batuk berdahak,
mimisan, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji toksisitas teh daun
kemangi dan teh kembang sepatu, serta kombinasinya, dengan menggunakan
metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Infusa daun kemangi dan bunga
kembang sepatu di uji fitokimia nya. Dilakukan uji toksisitas daun kemangi dan
bunga kembang sepatu serta kombinasinya menggunakan metode BSLT untuk
mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukkan daun kemangi mengandung
senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin.
sedangkan bunga kembang sepatu mengandung metabolit sekunder alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Infusa daun kemangi memiliki nilai LC50
sebesar 1584,362 ppm, LC50 infusa bunga kembang sepatu sebesar 165,196 ppm,
LC50 infusa kombinasi daun kemangi dan bunga kembang sepatu 1:1 sebesar
1119,383 ppm, kombinasi 1:2 sebesar 1146,783 ppm, kombinasi 2:1 sebesar
1180,189 ppm. Dengan demikian Kombinasi daun kemangiserta kombinasinya
termasuk dalam kategori non toksik yang tidak berpotensi potensi sebagai
antikanker, sedangkan untuk infusa bunga kembang sepatu termasuk kedalam
kategori toksik sehingga memiliki potensi sebagai obat anti kanker.
Deni Setiawan; Febi Ishfahani; SAADULLAH MUQSITH
2022 · Book · Open Access
Analisis ABC atau pareto adalah suatu analisis yang dapat digunakan dalam
menganalisa pola konsumsi perbekalan farmasi, dengan analisis ABC maka dapat
membantu pihak manajemen menentukan pengendalian yang tepat untuk masing-
masing kelompok obat dan menentukan obat mana yang harus diprioritaskan untuk
meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Perencanaan obat adalah kegiatan
yang dilakukan dalam rangka menyusun daftar kebutuhan obat dengan kriteria yang
tepat berupa jenis, jumlah dan harga obat yang sesuai dengan kebutuhan dan
anggaran untuk menghindari kekosongan obat.. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perencanaan dan pengelompokan sediaan farmasi yang dilakukan
Apotek Kimia Farma Kusmayadi Bogor. Penelitian ini digolongkan dalam
penelitian deskriptif,dapat dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk
menjelaskan karakteristik variable yang diteliti dalam suatu situasi. Berdasarkan
analisis ABC investasi terdapat obat yang masuk ke dalam kelompok A sebanyak
369 jenis obat atau 13,43% dari seluruh sampel, menyerap 69,97%investasi,
kelompok B sebanyak 485 jenis obat atau 17,66 % dari seluruh obat,menyerap
20,03% investasi. Sementara kelompok C sebanyak 1892 jenis obat atau 68,19%
dari seluruh sampel item obat hanya menyerap sebesar 10% investasi.
Achmad Fauzi Isa; FIANTI HARI PRATIWI; Lilik Sulastri
2022 · Book · Open Access
Camellia sinensis L. Kuntze yaitu daun teh, mempunyai khasiat sebagai
antioksidan, antidiabetes, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini bertujuan
mengetahui kualitas pada fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh, terdiri dari
parameter spesifik dan parameter non spesifik, berdasarkan aturan BPOM dan
Farmakope Herbal Indonesia. Fraksi air daun teh diperoleh dengan cara maserasi
menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan etil asetat dan air,
fraksi air daun teh dilakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non
spesifik. Hasil penelitian yang diperoleh pada fraksi air daun teh berbentuk kental,
warna coklat kehitaman dan bau yang khas, kadar sari larut air 77,92%, kadar sari
larut etanol 61,14%, kadar air 15,3%, bobot jenis 1,0441746 g/mL, kadar abu total
1,562%, kadar abu yang tidak larut asam 0,28%, kadar abu larut air 99,672%,
tidak tercemar logam Cd dan Hg, logam Pb 0,43 ppm, pada cemaran mikroba
ALT sebesar2,5 101
cfu/gram, kapang dan khamir < 10 cfu/gram, kadar total
fenol 419,286 mg GAE/ gram, kadar total flavonoid 270 mg/QE/gram. Fraksi air
dari ekstrak etanol 96% daun teh memiliki standar mutu yang baik untuk
dijadikan bahan obat yaitu ekstrak terstandar.
Assajadah Lizikri; Febi Ishfahani; HEVI YANA AGUSTIN
2022 · Book · Open Access
Swamedikasi merupakan salah satu dari upaya masyarakat untuk menjaga
kesehatannya sendiri. Dasar hukum swamedikasi yaitu peraturan Menteri
Kesehatan No. 919 Menkes/Per/X/1993 tentang standar obat yang dapat
diserahkan tanpa resep dokter. Sebagian besar masyarakat dapat mengatasi
demam dengan cara melakukan pengobatan sendiri di rumah dengan
menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. Oleh karena itu, pentingnya
pengetahuan pasien tentang swamedikasi mengenai demam. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan swamedikasi demam
berdasarkan sosiodemografi pada masyarakat RT.02 di Desa Sanja Kecamatan
Citeureup. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan tipe
penelitian deskriptif dan pendekatan prospektif. Besar sampel minimal dihitung
menggunakan teknik Slovin. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan
program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas karakteristik
sosiodemografi responden yaitu perempuan (122 responden, 64,2%), usia lansia
awal (46-55 tahun) (55 responden, 28,9%), pendidikan terakhir SMA (149
responden, 78,4%), serta pekerjaan karyawan (88 responden, 46,3%). Gambaran
pengetahuan responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik (skor 76-100%)
sebanyak 96 responden (50,5%), cukup (skor 60-75%) sebanyak 67 responden
(35,3%), dan kurang (skor <60%) sebanyak 27 responden (14,2%). Gambaran
tingkat pengetahuan swamedikasi demam berdasarkan sosiodemografi yang
memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu laki-laki (68 responden, 52,94%), usia
lansia awal (46-55 tahun) (69,90%), perguruan tinggi (84,38%), serta PNS
(87,50%).
Oriza Safrini; Siti Mariam; ZULHIJJAH KHOIRIYAH
2022 · Book · Open Access
Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh
bakteri Salmonella Thypi, penyakit tifus merupakan masalah kesehatan di daerah
tropis terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Gejala umum pada
pasien demam tifoid adalah gangguan kesadaran berupa penurunan kesadaran
ringan, nyeri kepala, malaise, anoreksia, nausea, myalgia, nyeri perut dan radang
tenggorokan. Antibiotik yang digunakan pada pasein demam tifoid yaitu
kloramfenikol, ampisilin, kotrimoksasol, sefriakson dan sefiksim. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien demam
tifoid anak di Rawat Inap RS Azra berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini
bersifat retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis. Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data sosiodemografi pasien demam
tifoid anak paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 49 pasien dengan
presentase (58,33%) dan pada rentang usia 0-5 tahun sebanyak 47 pasien dengan
presentase (55,95%). Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan pasien demam
tifoid anak di RS Azra adalah seftriakson dengan presentase (82,14%). Evaluasi
penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens pada pasien demam tifoid anak
yang di rawat di RS Azra dalam kategori 0 yaitu penggunaan antibiotik yang tepat
dan rasional mendapat nilai presentasi tertinggi sebesar 58,33%, kategori IIIB
29,77%, kategori IVB 7,14%, kategori IIIA 3,57%, dan kategori IVA 1,19%.
Ana Lusina; EFNI CINTIA ULANA; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan
selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Informasi akan
memberikan pengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan seseorang. Pemberian
edukasi pada penelitian ini dengan media leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah
dilakukan pemberian informasi obat dengan leaflet di Puskesmas Cipaku. Desain
penelitian ini merupakan prospektif non experimental dengan rancangan One
Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan dari data primer.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan edukasi dengan
leaflet responden dengan pengetahuan baik sebanyak 14 responden atau sebesar
47%, sedangkan responden dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 24
responden (80%). Namun setelah dilakukan edukasi dengan leaflet responden
dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 80%. Kepatuhan rendah menurun
menjadi 60%. Pada hasil uji Wilcoxon p>0,05, yaitu 0,000 untuk pengetahuan dan
0,009 untuk kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang
bermakna antara hasil kuesioner pengetahuan dan hasil kuesioner kepatuhan
dengan pemberian PIO melalui leaflet. Hasil pengujian korelasi pada penelitian
ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pemberian informasi obat dengan
leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan dengan p>0,05 dengan nilai
signifikansi 0,205.
ANETA CITRA UTAMI; Antonius Padua Ratu; Eem Masaenah
2022 · Book · Open Access
Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi, seperti email,
dentin dan sementum yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans.
Tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu rimpang temu putih dan
daun stevia. Oleh karena itu, rimpang temu putih dan daun stevia diformulasikan
kedalam sediaan pasta gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi
dan stabilitas sediaan pasta gigi yang baik. Ekstraksi rimpang temu putih
dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan ekstraksi daun
stevia menggunakan cara infusa dengan pelarut air. Ekstrak rimpang temu putih
diformulasikan menjadi 3 konsentrasi, yaitu 15%, 20% dan 25%, sedangkan infus
daun stevia dengan konsentrasi 0,2%. Sediaan pasta gigi ekstrak temu putih dan
infus daun stevia diuji mutu fisik (organoleptik, pH, homogenitas, viskositas dan
pembentukan busa) dan uji antibakteri. Hasil stabilitas pada uji pH dan uji
antibakteri formula 2 (E20% I0,2%) dan formula 4 (I0,2%) selama 28 hari dianalisis
secara statistik dengan metode ANOVA dan Kruskal-wallis, sediaan pasta gigi
ekstrak etanol 96% temu putih dan infus daun stevia 0,2% memiliki mutu fisik
yang memenuhi persyaratan mutu pada SNI 12-3254-1995 dan memiliki stabilitas
yang baik.
Ferry Effendi; Neili Apolina; Nurhayani
2022 · Book · Open Access