Lilik Sulastri; Sofyan Ramani; TSAMIRA FAUZIAH
2023 · Book · Open Access
Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (wight)
walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun pepaya
memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Daun salam memiliki
kandungan flavonoid, saponin dan tannin. Flavonoid memiliki kemampuan sebagai
antioksidan untuk menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari
ekstrak etil asetat daun pepaya dan daun salam menggunakan metode perendaman
radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etil asetat daun pepaya, daun salam serta
kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi
5,10,25,50 dan 100 ppm dilarutkan dengan aquadest dan DPPH. Kemudian diukur
absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515
nm. Ekstrak tunggal daun pepaya dan daun salam mempunyai nilai IC50 berturut-turut
sebesar 89,53 ppm dan 35.31 ppm sedangkan kombinasi ektrak etil asetat daun pepaya
dan daun salam 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai IC50 sebesar 31,91 ppm, 23,98 ppm dan 28,24
ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan
kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun salam perbandingan 1:3 memiliki nilai IC50
lebih baik dari masing-masing ekstrak tunggal.
ADE IRMA NURYANI; Febi Ishfahani; Maria Firmina Sekar Utami
2023 · Book · Open Access
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara kronis. Beberapa pasien
hipertensi memiliki penyakit penyerta ataupun komplikasi sehingga membutuhkan
kombinasi obat yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat
mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa
interaksi obat potensial pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RS Swasta
X Tangerang periode Oktober – Desember 2021. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif-observasional berdasarkan data retrospektif dari data sekunder
yang diambil dari rekam medis dan resep elektronik sebanyak 85 pasien dengan
metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan website drugs.com dan
medscape.com serta diolah dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien hipertensi terbanyak adalah laki - laki sejumlah 69% dengan
rentang usia terbanyak ialah >65 tahun sejumlah 36%. Penyakit penyerta terbanyak
adalah Coronary Artery Disease (CAD) sejumlah 40%. Jumlah terapi obat
terbanyak adalah 5 jenis obat sebanyak 51%. Golongan obat yang paling sering
digunakan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sebanyak 60 kasus. Terapi
obat penyakit penyerta terbanyak adalah Atorvastatin sebanyak 61 resep. Terdapat
80% interaksi obat potensial, dengan interaksi obat potensial terbanyak antara
Amlodipin dan Atorvastatin sebanyak 35 kasus. Tingkat keparahan terbanyak yaitu
moderat sejumlah 78%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah interaksi
farmakokinetik sejumlah 59%.
Fredy Arifta Nasel; KARIMAH; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access
Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat
menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih
sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai
10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat
inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat
deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data
dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut
di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien
yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien
(58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat
badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta
terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik
yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%).
Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk
kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0
sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%),
Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien
(2,41%).
Eem Masaenah; Harry Noviardi; INDAH SURMIA SARI
2023 · Book · Open Access
Bakteri Propionibcaterium acnes merupakan bakteri anaerob fakultatif
yang dapat menyebabkan jerawat. Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah
satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Propionibcaterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa
ekstrak etanol 96% daun sirih hijau memiliki kandungan golongan senyawa
metabolit sekunder, larutan uji memiliki aktivitas antibakteri dan ada perbedaan
aktivitas antibakteri dari lama penyimpanan larutan uji terhadap bakteri
Propionibaterium acnes. Metode meliputi serbuk simplisia daun sirih hijau
diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan pengujian aktivitas
antibakteri menggunakan difusi cakram. Larutan uji dengan konsentrasi 5%, 7,5%
dan 10% disimpan dalam waktu 0, 3, 7 dan 10 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau mengandung alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin, steroid dan fenol. Larutan uji memiliki daya hambat
terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Diameter zona hambat terbesar
ditunjukkan oleh larutan uji konsentrasi 10% berbeda signifikan dibandingkan
konsentrasi 5% dan 7,5%. Pengaruh lama penyimpanan selama 3, 7 dan 10 hari
terjadi penurunan aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat semakin
kecil. Larutan uji konsentrasi 10% pada hari ke-0, 3, 7 dan 10 berturut-turut sebesar
16,92 mm, 14,39 mm, 11,86 mm dan 10,98 mm, menurun dari kategori kuat sampai
sedang.
BRYLLIANT AULIA META ROSIANTO; Eem Masaenah; Lilik Sulastri
2023 · Book · Open Access
Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat
yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin,
triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas
antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel
facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan
facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil
menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter
uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil
evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan
7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan
menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH)
menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50
terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.
Desy Anggraini; RAIHAN LAILA ANDIKA; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Abortus incomplete adalah pengeluaran hasil konsepsi atau berakhirnya kehamilan
sebelum janin dapat hidup di dunia luar dengan berat badan <500 gram atau umur
kehamilan <20 minggu. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi abortus
incomplete yaitu usia, paritas, usia kehamilan. Penelitian ini di lakukan untuk
mengetahui sosiodemografi pasien abortus incomplete, gambaran paritas abortus
incomplete, gambaran usia kehamilan abortus incomplete, penatalaksanaan terapi
pada pasien abortus incomplete, dan obat yang digunakan. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif
diperoleh sampel sebanyak 95 pasien. Profil obat yang digunakan uterotonika
paling banyak yaitu methylergometrine (57%), antimikroba yang paling banyak
digunakan adalah cefixime (89%), analgetik yang paling banyak digunakan adalah
asam mefenamat (76%), sebanyak (90%) pasien tidak diberi vitamin atau
penambah darah. Kesesuaian terapi penatalaksanaan pasien abortus incomplete
yang sesuai dengan kemenkes 2020 pemberian uterotonika menggunakan
misoprostol sebanyak (14%), antimikroba menggunakan metronidazol sebanyak
(1%), analgetik menggunakan asam mefenamat sebanyak (76%).
Andi Ahriansyah; Ferry Effendi; SILVA YULI KARTIKA
2023 · Book · Open Access
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi, tingkatan kepatuhan, hubungan tingkat kepatuhan terhadap
kesembuhan pasien penderita TB paru Dewasa di Puskesmas Citeureup periode
Oktober-Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan prospektif. Penelitian
ini merupakan penelitian observasional (non eksperimen) dengan desain penelitian
menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data primer untuk
kepatuhan dalam minum obat melalui kuesioner yang diisi responden. Pengambilan
data rekam medik didapatkan untuk melihat pasien yang sudah sembuh. Pada hasil
penelitian ini terdapat sosiodemografi yaitu usia yang terbanyak adalah remaja
akhir dengan usia 17 – 25 tahun sebanyak 25% serta jenis kelamin yang terbanyak
adalah jenis kelamin laki – laki sebanyak 52,50%. Tingkat kepatuhan minum obat
pasien TB paru yang paling banyak dengan tingkatan kategori tinggi sebanyak 60%.
Kesembuhan pengobatan TB paru diperoleh sebanyak 95% yang sembuh. Hasil
penelitian dengan menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤
0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kesembuhan pasien
TB paru dewasa di Puskesmas Citeureup.
Silvi Nurafni; Teguh Alamsah; YUNITA YUDHITYANI
2023 · Book · Open Access
Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia Semenjak awal tahun 2020.
Dampaknya dirasakan oleh berbagai bidang tidak terkecuali pada bidang
kefarmasian yaitu pelayanan kefarmasian RSUD Palabuhanratu. Salah satu cara
untuk menekan jumlah kasus Covid-19, yaitu dengan kebijakan work from home
(WFH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jenis resep, kesesuaian
waktu tunggu, dan perbandingan waktu tunggu resep antara sebelum dan pada
waktu Covid-19 di RSUD Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan desain
penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder resep racikan dan non
racikan sebelum Covid-19 secara retrospektif pada periode Oktober-Desember
2018 dan pengambilan data resep racikan dan non racikan pada saat Covid-19
secara prospektif. Data yang diambil seluruh data resep BPJS racikan dan non
racikan. Hasil penelitian didapatkan jenis resep sebelum Covid-19, 40% resep
racikan dan 60% resep non racikan, pada waktu Covid-19 sebanyak 36,8% resep
racikan dan 63,2% resep non racikan. Kesesuaian waktu tunggu sebelum Covid-
19, sebanyak 22,5% resep racikan dan 81,7% resep non racikan, lalu pada waktu
Covid-19 sebanyak 97,1% resep racikan dan 100% resep non racikan sudah sesuai
Standar Pelayanan Minimal. Terdapat perbedaan signifikan kesesuaian waktu
tunggu resep racikan dan non racikan antara sebelum dan pada waktu Covid-19
dengan nilai signifikansi Uji Mann Whitney sebesar 0,000 < 0,05.
FRILIA PARIPURNA; Firsa Novellasari; Karuma Barza Afida
2023 · Book · Open Access
Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Banyaknya angka kejadian
dari penyakit TB paru di dunia khususnya Indonesia, menimbulkan permasalahan
seperti gangguan psikologis sehingga munculnya depresi yang akan berdampak
pada tingkat kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan
tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di
RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif
observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi yang diambil yaitu
pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 71 sampel dan
pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan
analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan
sebanyak (38%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, (49%) memiliki tingkat
kepatuhan sedang, (13%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. (34%) memiliki
tingkat depresi normal, (41%) memiliki tingkat depresi ringan, (10%) memiliki
tingkat depresi sedang, dan (11%) memiliki tingkat depresi berat. Nilai signifikansi
yang didapat sebesar 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menujukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum
obat pada pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi.
Inawati; RAMA FIRMANSYAH; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
kondisi Indonesia dengan letak geografis sebagai negara yang beriklim
tropis yang mempunyai suhu dan kelembaban cukup tinggi memudahkan fungi
untuk berkembang biak sehingga infeksi oleh fungi mudah terjadi, salah satunya
adalah Malassezia furfur penyebab penyakit panu. Salah satu tumbuhan yang bisa
dimanfaatkan sebagai antifungi adalah bawang putih (Allium sativum). Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan potensi antifungi dari perasan
bawang putih terhadap Malassezia furfur dengan menggunakan metode difusi
cakram dan difusi sumuran. Perasan bawang putih diuji fitokimia dan uji antifungi.
Pengujian antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram dan difusi sumuran.
Perasan bawang putih mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid,
saponin, dan triterpenoid. Aktivitas antifungi perasan bawang putih terhadap fungi
Malassezia furfur pada konsentrasi 40%-80% (%v/v) dengan metode difusi cakram
memiliki diameter zona hambat berkisar 14,45 mm (Kuat) -22,03 mm (Sangat kuat)
sedangkan dengan metode difusi sumuran berkisar 23,50 mm (Sangat kuat) -31,15
mm (Sangat kuat). Oleh karena itu, aktivitas antifungi terhadap Malassezia furfur
dengan metode difusi sumuran memiliki nilai yang lebih besar daripada metode
difusi cakram.
EKI CHANDRA GATAMA; Karuma Barza Afida; Meita Medina
2023 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi
kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan
yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri
dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian
kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan
teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian
didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %,
Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan
uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai
sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3
variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness
0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f
didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada
pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan
pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.
Ferry Effendi; Noneng Kurniasih; SUCI DAMAYANTI
2023 · Book · Open Access
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab penyakit utama
morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Evaluasi
Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut
(ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pada
pasien ISPA, untuk mengetahui penggunaan obat antibiotik, untuk mengetahui
ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi dan
ketepatan lama pemberian berdasarkan panduan Pharmaceutical Care 2005 dan
IDI 2017. Penelitian ini merupakan non eksperimental dengan mengambil data
secara retrosopektif menggunakan data sekunder rekam medik sebanyak 229
pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan data
sosiodemografi usia paling banyak 17-25 tahun sebanyak 57 pasien (24,57%),
jenis kelamin laki-laki lebih banyakyaitu sebanyak 118 pasien (51,53%),
diagnosa paling banyak yaitu faringitis sebanyak 138 pasien (60,26%). Obat-
obatan ISPA yang digunakan yaitu Amoksisilin (79,40%), Sefadroksil (15,58%),
Cefixime (3.02%), Siprofloksasin (2,01%), Parasetamol (8,54%), Deksametason
(1,83%), CTM (17,58%), Cetirizine (61,59%), Ambroksol (5,49%), Vitamin B
Kompleks (4,88%). Ketepatan Indikasi (89,96%), Ketepatan Obat (82,97%),
Ketepatan Dosis (99,13%), Ketepatan Frekuensi (100,00%), Ketepatan Lama
Pemberian (94,97%).
Silvi Nurafni; WINDA WIDYAWATI SIPAHUTAR; Yahya
2023 · Book · Open Access
ORNELLA MUSY; Siti Mariam; Sonia Redmana
2023 · Book · Open Access
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten tehadap insulin. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran obat yang digunakan
pasien, gambaran perubahan kadar gula darah dan perbedaan efektivitas obat
antidiabetes berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada
pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif menggunakan data yang diambil secara retrospektif dilakukan
pengamatan melalui sumber data rekam medik. Penelitian ini dilakukan terhadap 80
pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa penyakit penyerta menggunakan
metode purposive sampling. Hasil penelitian ini diperoleh data sosiodemografi paling
tinggi pada jenis kelamin perempuan sebanyak 55 pasien (68,8%), pada usia 56-65
tahun sebanyak 34 pasien (42,%), dan berdasarkan pekerjaan adalah Ibu Rumah
Tangga yaitu sebanyak 25 pasien (31,3%). Penggunaan obat tertinggi pada penelitian
ini obat antidiabetes metformin sebanyak 55 pasien (68,75%) dan obat antidiabetes
yang menurunkan kadar glukosa darah sewaktu adalah obat metformin sebanyak 23
pasien (28,75%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan efektifitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetes melitus
terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu di RSUD Kota Bogor Periode
Tahun 2021 berdasarkan uji Kruskal wallis dengan nilai signifikasi >0,05 yaitu 0,757.
Iqbal Ichsantyadi Awang; RESTU MULYANI; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus SARS-CoV 2, dapat menginfeksi manusia dan menyerang sistem
pernafasan. Penanganan Covid-19 sangat beragam, setiap negara mencoba berbagai
pengobatan yang berbeda untuk mengobati dengan mengembangkan protokol
pengobatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi pasien dan perbedaan terapi Covid-19 pada gelombang 1 dan
gelombang 2. Penelitian bersifat retrospektif dari rekam medis pasien terkonfirmasi
Covid-19 periode Maret 2020 sampai Desember 2021. Data dianalisis dengan
Microsoft excel dan disajikan secara deskriptif dengan uji proporsi 2 sampel dalam
bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan hasil yang didapatkan penderita terbanyak
didominasi perempuan pada gelombang 1 (58%) dan gelombang 2 (62%) dengan
usia 45-55 pada gelombang 1 (30%) dan gelombang 2 (32%). Perbedaan terapi
Covid-19 gelombang 1 dengan gelombang 2 terdapat perbedaan secara bermakna
berdasarkan uji proporsi 2 sampel. Hal ini dikarenakan pada gelombang 1 lebih
banyak pasien dengan derajat keparahan ringan sampai sedang dan gelombang 2
lebih banyak pasien dengan derajat sedang hingga berat
Fredy Ariefta Nasel; GINA ALMAIDA; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Indonesia merupakan negara beriklim tropis sehingga memiliki tingkat
suhu dan kelembaban yang tinggi. Kelembaban yang tinggi dapat menjadi pemicu
tumbuhnya fungi Malassezia furfur penyebab penyakit infeksi fungi seperti Tinea
versicolor atau biasa disebut panu. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan
sebagai antifungi adalah lengkuas merah (Alpinia galangal L. Swartz). Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antifungi ekstrak
etanol 96% lengkuas merah dan perasan lengkuas merah terhadap Malassezia
furfur menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Ekstrak etanol dan
perasan lengkuas merah yang digunakan adalah 20%, 40%, dan 60% lalu sampel
tersebut diuji komponen fitokimia dan uji aktivitas antifungi. Ekstrak etanol 96%
dan perasan lengkuas mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan
triterpenoid. Rata-rata nilai diameter zona hambat ekstrak etanol pada metode
difusi sumuran yaitu 14,08 mm, 17,42 mm, dan 19 mm. Rata-rata nilai diameter
zona hambat ekstrak etanol pada metode difusi cakram yaitu 8,08 mm, 10,83 mm,
dan 14,25 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat perasan lengkuas pada
metode difusi sumuran yaitu 0 mm, 5,58 mm, dan 7,5 mm. Rata-rata nilai
diameter zona hambat perasan lengkuas pada metode difusi cakram yaitu
seluruhnya 0 mm. Nilai diameter zona hambat ekstrak etanol lengkuas merah
lebih tinggi dan berbeda nyata (α<0,05) dibandingkan perasan lengkuas merah
sehingga ekstrak etanol lengkuas merah lebih berpotensi sebagai antifungi.
Berdasarkan perbandingan dua metode pengujian antifungi, metode difusi
sumuran memiliki nilai zona hambat yang lebih besar.
Karuma Barza; Kurniatatya Primanissa MUHAMAD ILYAS
2023 · Book · Open Access
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang banyak dikunjungi
oleh masyarakat. Kepuasan pelanggan adalah suatu perasaan yang timbul sebagai
akibat dari kinerja pelayanan yang diperoleh setelah pelanggan membandingkannya
dengan apa yang diharapkan. Loyalitas tidak pernah lepas dari adanya kepuasan
pelanggan dalam melakukan aktivitas kegiatan dan permintaan pada sebuah jasa
dan produk.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan
dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana Sukabumi. Desain penelitian
bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional
pengambilan data menggunakan data primer dilakukan secara prosfektif dengan
menggunakan lembar kuesioner dengan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 100 responden. Uji
hubungan tingkat kepuasan dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana
Sukabumi dianalisis menggunakan uji Somer’s D pada SPSS statistic 26. Hasil
penelitian didapatkan tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan (Reliability)
sebesar 64,0% (Sangat Puas), Daya tanggap (Responsiveness) sebesar 65,0%
(Sangat Puas), Jaminan (Assurance) sebesar 71,0% (Sangat Puas), Empati
(Empathy) sebesar 84,0% (Sangat Puas), Wujud nyata (Tangible) sebesar 86,0%
(Sangat Puas). Loyalitas pelanggan 92,0% (Loyal). Hasil uji statistic (somer’s D)
nilai signifikansi sebesar 0,000 <(0,05), hasil tersebut terdapat hubungan antara
Tingkat kepuasan dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana Sukabumi.
DESYE FITRIYANTI RAMADHA; Marthino Robinson; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh
Coronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Pada kasus Covid-19 ini
pasien dengan komorbid lebih banyak berkaitan dengan outcome klinis yang lebih
buruk dibandingkan pasien non komorbid. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana perbandingan outcome pasien Covid-19 komorbid dan non
komorbid di RSUD Kota Bogor. Penelitian dilakukan secara retrospektif melalui
data rekam medik pada 356 pasien terkonfirmasi Covid-19 dirawat inap periode
Maret 2020 – Desember 2021. Data outcome pasien Covid-19 akan dianalisis
perbedaannya pada pasien komorbid dan non komorbid. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Mann-Whitney dengan tingkat
signifikansi 0,05. Pasien Covid-19 pada penelitian ini ditemukan terbanyak pada
usia 45–55 tahun (25,56%), pada jenis kelamin perempuan (55,90%), dengan
komorbid terbanyak yaitu diabetes melitus tipe 2 (41%) dan hipertensi (34,3%),
derajat gejala klinis terbanyak yaitu gejala ringan (60,39%), lama hari rawat
terbanyak terdapat pada 8–14 hari (52,25%). Pada pasien komorbid diperoleh
outcome pulang 71,35% dan meninggal 28,65%, sedangkan pada pasien non
komorbid diperoleh outcome pulang 90,45% dan meninggal 9,55%. Terdapat
perbedaan yang signifikan antara outcome pasien pulang dan meninggal baik
dengan komorbid maupun non komorbid dilihat pada hasil nilai P-value 0,000 ≤
0,05.
FINA AFRIANA; Silvi Nurafni; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Dispepsia merupakan gangguan saluran pencernaan atas terutama dibagian
epigastrium meliputi rasa mual atau muntah, perut kembung, sendawa dan perut
terasa penuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sosiodemografi pasien
dispepsia rawat inap RSUD Kota Depok serta membandingkan lama rawat inap
pasien yang menggunakan obat dispepsia. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional secara retrospektif melalui rekam medis pasien dispepsia
periode Januari-Desember 2019. Terdapat 97 pasien yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Data disajikan dalam bentuk diagram maupun grafik. Obat
tunggal yang paling banyak digunakan adalah PPI (24%). Obat Kombinasi yang
paling banyak digunakan adalah PPI + Antasida (21%). Obat tunggal yang
digunakan berdasarkan lama rawat inap pasien dispepsia paling cepat adalah
Antasida (3,3 hari) dan paling lama PPI (3,87 hari). Sedangkan obat kombinasi
paling cepat adalah Antagonis Reseptor H2 + Sitoprotektif (3,5 hari) dan paling
lama PPI + Prokinetik + Sitoprotektif (6 hari), PPI + Antasida + Prokinetik (6 hari),
Antasida + Antagonis Reseptor H2 + Sitoprotektif (6 hari). Hasil perbandingan
lama rawat inap pada pasien yang menggunakan obat dispepsia Januari-Desember
2019 tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan
P-Value 0,253 pada uji Kruskal-Wallis.
Isma Safitri; MUHAMMAD RIDZAL; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hipertensi merupakan gangguan metabolisme
yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap
insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien,
gambaran penggunaan obat, dan perbedaan efektivitas penggunaan obat
antidiabetik berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP)
pada pasien DM tipe 2 Puskesmas Pulo Armyn. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif.
Penelitian ini dilakukan terhadap profil 80 pasien penderita Diabetes Melitus Tipe
2 dengan penyakit penyerta hipertensi menggunakan metode total sampling. Hasil
penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling banyak pada usia 56 – 65
tahun sebanyak 32 pasien (40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 52 pasien
(65%). Penggunan obat terbanyak merupakan Obat Antidiabetik metformin
sebanyak 44 pasien (55%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa
tidak terdapat perbedaan bermakna dari penggunaan obat antidiabetik oral tunggal
metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepiride pada pasien Diabetes
Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pulo Armyn periode Oktober - Desember 2021,
berdasarkan analisis Mann – Whitney dengan (p = 0,278).