Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 53 dari 125

ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT DARI DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

Lilik Sulastri; Sofyan Ramani; TSAMIRA FAUZIAH
2023 · Book · Open Access

Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (wight) walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun pepaya memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Daun salam memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tannin. Flavonoid memiliki kemampuan sebagai antioksidan untuk menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etil asetat daun pepaya dan daun salam menggunakan metode perendaman radikal bebas dengan DPPH. Ekstrak etil asetat daun pepaya, daun salam serta kombinasinya dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 5,10,25,50 dan 100 ppm dilarutkan dengan aquadest dan DPPH. Kemudian diukur absorbannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Ekstrak tunggal daun pepaya dan daun salam mempunyai nilai IC50 berturut-turut sebesar 89,53 ppm dan 35.31 ppm sedangkan kombinasi ektrak etil asetat daun pepaya dan daun salam 1:1, 1:3, 3:1 mempunyai IC50 sebesar 31,91 ppm, 23,98 ppm dan 28,24 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun pepaya dan daun salam perbandingan 1:3 memiliki nilai IC50 lebih baik dari masing-masing ekstrak tunggal.

ANALISA INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RS SWASTA X TANGERANG

ADE IRMA NURYANI; Febi Ishfahani; Maria Firmina Sekar Utami
2023 · Book · Open Access

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara kronis. Beberapa pasien hipertensi memiliki penyakit penyerta ataupun komplikasi sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa interaksi obat potensial pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RS Swasta X Tangerang periode Oktober – Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-observasional berdasarkan data retrospektif dari data sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep elektronik sebanyak 85 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan website drugs.com dan medscape.com serta diolah dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien hipertensi terbanyak adalah laki - laki sejumlah 69% dengan rentang usia terbanyak ialah >65 tahun sejumlah 36%. Penyakit penyerta terbanyak adalah Coronary Artery Disease (CAD) sejumlah 40%. Jumlah terapi obat terbanyak adalah 5 jenis obat sebanyak 51%. Golongan obat yang paling sering digunakan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sebanyak 60 kasus. Terapi obat penyakit penyerta terbanyak adalah Atorvastatin sebanyak 61 resep. Terdapat 80% interaksi obat potensial, dengan interaksi obat potensial terbanyak antara Amlodipin dan Atorvastatin sebanyak 35 kasus. Tingkat keparahan terbanyak yaitu moderat sejumlah 78%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah interaksi farmakokinetik sejumlah 59%.

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS AKUT ANAK RAWAT INAP DENGAN METODE GYSSENS DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

Fredy Arifta Nasel; KARIMAH; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Gastroenteritis Akut merupakan radang lambung dan usus serta dapat menimbulkan gejala diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit lebih sering dari biasanya. Gastroenteritis Akut menempati persentase tertinggi sebagai 10 penyakit rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien Gastroenteritis Akut anak rawat inap di RS Islam Bogor berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis pada pasien anak rawat inap dengan diagnosis gastronteritis akut di RS Islam Bogor periode Januari – Desember 2021. Data sosiodemografi pasien yang menderita gastroenteritis akut terbanyak adalah laki-laki sebanyak 45 pasien (58,44%), dengan kelompok usia 1 - 3 tahun sebanyak 53 pasien (68,83%) dan berat badan paling banyak 10 kg sebanyak 55 pasien (71,43%), Penyakit penyerta terbanyak adalah ISPA sebanyak 11 pasien (14,29%). Jenis penggunaan antibiotik yang terbanyak digunakan adalah seftriakson sebanyak 29 kasus (34,94%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens masuk kedalam kategori: Kategori III B sebanyak 44 pasien (53,01%), Kategori 0 sebanyak 18 pasien (21,69%), Kategori IV A sebanyak 16 pasien (19,28%), Kategori II A sebanyak 3 pasien (3,61%), Kategori IV C sebanyak 2 pasien (2,41%).

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes

Eem Masaenah; Harry Noviardi; INDAH SURMIA SARI
2023 · Book · Open Access

Bakteri Propionibcaterium acnes merupakan bakteri anaerob fakultatif yang dapat menyebabkan jerawat. Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibcaterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau memiliki kandungan golongan senyawa metabolit sekunder, larutan uji memiliki aktivitas antibakteri dan ada perbedaan aktivitas antibakteri dari lama penyimpanan larutan uji terhadap bakteri Propionibaterium acnes. Metode meliputi serbuk simplisia daun sirih hijau diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan difusi cakram. Larutan uji dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10% disimpan dalam waktu 0, 3, 7 dan 10 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sirih hijau mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan fenol. Larutan uji memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Diameter zona hambat terbesar ditunjukkan oleh larutan uji konsentrasi 10% berbeda signifikan dibandingkan konsentrasi 5% dan 7,5%. Pengaruh lama penyimpanan selama 3, 7 dan 10 hari terjadi penurunan aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat semakin kecil. Larutan uji konsentrasi 10% pada hari ke-0, 3, 7 dan 10 berturut-turut sebesar 16,92 mm, 14,39 mm, 11,86 mm dan 10,98 mm, menurun dari kategori kuat sampai sedang.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL 70% HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb)

BRYLLIANT AULIA META ROSIANTO; Eem Masaenah; Lilik Sulastri
2023 · Book · Open Access

Tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% herba pegagan menjadi sediaan gel facial wash dan menguji aktivitas antioksidan. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol 70%, dibuat sediaan gel facial wash dengan variasi kosentrasi ekstrak 2,5; 5; dan 7,5% menjadi sediaan facial wash dengan mutu fisik baik dan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil menunjukan ketiga formulasi memenuhi syarat mutu fisik sediaan dari parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya busa, dan daya sebar. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari ketiga kosentrasi tersebut pada kosentrasi 5% dan 7,5% tidak memenuhi syarat viskositas yang baik. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode perendaman 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) menunjukan formulasi gel facial wash dengan kosentrasi 7,5% memiliki nilai IC50 terbaik sebesar 100,243 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sedang.

KESESUAIAN PENATALAKSANAAN TERAPI PADA PASIEN ABORTUS INCOMPLETE DI RUANG RAWAT KEBIDANAN RUMAH SAKIT X BOGOR

Desy Anggraini; RAIHAN LAILA ANDIKA; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Abortus incomplete adalah pengeluaran hasil konsepsi atau berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup di dunia luar dengan berat badan <500 gram atau umur kehamilan <20 minggu. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi abortus incomplete yaitu usia, paritas, usia kehamilan. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien abortus incomplete, gambaran paritas abortus incomplete, gambaran usia kehamilan abortus incomplete, penatalaksanaan terapi pada pasien abortus incomplete, dan obat yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif diperoleh sampel sebanyak 95 pasien. Profil obat yang digunakan uterotonika paling banyak yaitu methylergometrine (57%), antimikroba yang paling banyak digunakan adalah cefixime (89%), analgetik yang paling banyak digunakan adalah asam mefenamat (76%), sebanyak (90%) pasien tidak diberi vitamin atau penambah darah. Kesesuaian terapi penatalaksanaan pasien abortus incomplete yang sesuai dengan kemenkes 2020 pemberian uterotonika menggunakan misoprostol sebanyak (14%), antimikroba menggunakan metronidazol sebanyak (1%), analgetik menggunakan asam mefenamat sebanyak (76%).

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KESEMBUHAN PASIEN TB PARU DEWASA DI PUSKESMAS CITEUREUP

Andi Ahriansyah; Ferry Effendi; SILVA YULI KARTIKA
2023 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkatan kepatuhan, hubungan tingkat kepatuhan terhadap kesembuhan pasien penderita TB paru Dewasa di Puskesmas Citeureup periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan prospektif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional (non eksperimen) dengan desain penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data primer untuk kepatuhan dalam minum obat melalui kuesioner yang diisi responden. Pengambilan data rekam medik didapatkan untuk melihat pasien yang sudah sembuh. Pada hasil penelitian ini terdapat sosiodemografi yaitu usia yang terbanyak adalah remaja akhir dengan usia 17 – 25 tahun sebanyak 25% serta jenis kelamin yang terbanyak adalah jenis kelamin laki – laki sebanyak 52,50%. Tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru yang paling banyak dengan tingkatan kategori tinggi sebanyak 60%. Kesembuhan pengobatan TB paru diperoleh sebanyak 95% yang sembuh. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kesembuhan pasien TB paru dewasa di Puskesmas Citeureup.

EVALUASI KESESUAIAN WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN SEBELUM DAN PADA WAKTU COVID-19 DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RAWAT JALAN RSUD PALABUHANRATU

Silvi Nurafni; Teguh Alamsah; YUNITA YUDHITYANI
2023 · Book · Open Access

Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia Semenjak awal tahun 2020. Dampaknya dirasakan oleh berbagai bidang tidak terkecuali pada bidang kefarmasian yaitu pelayanan kefarmasian RSUD Palabuhanratu. Salah satu cara untuk menekan jumlah kasus Covid-19, yaitu dengan kebijakan work from home (WFH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jenis resep, kesesuaian waktu tunggu, dan perbandingan waktu tunggu resep antara sebelum dan pada waktu Covid-19 di RSUD Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pengambilan data sekunder resep racikan dan non racikan sebelum Covid-19 secara retrospektif pada periode Oktober-Desember 2018 dan pengambilan data resep racikan dan non racikan pada saat Covid-19 secara prospektif. Data yang diambil seluruh data resep BPJS racikan dan non racikan. Hasil penelitian didapatkan jenis resep sebelum Covid-19, 40% resep racikan dan 60% resep non racikan, pada waktu Covid-19 sebanyak 36,8% resep racikan dan 63,2% resep non racikan. Kesesuaian waktu tunggu sebelum Covid- 19, sebanyak 22,5% resep racikan dan 81,7% resep non racikan, lalu pada waktu Covid-19 sebanyak 97,1% resep racikan dan 100% resep non racikan sudah sesuai Standar Pelayanan Minimal. Terdapat perbedaan signifikan kesesuaian waktu tunggu resep racikan dan non racikan antara sebelum dan pada waktu Covid-19 dengan nilai signifikansi Uji Mann Whitney sebesar 0,000 < 0,05.

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB PARU DI RAWAT JALAN RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

FRILIA PARIPURNA; Firsa Novellasari; Karuma Barza Afida
2023 · Book · Open Access

Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Banyaknya angka kejadian dari penyakit TB paru di dunia khususnya Indonesia, menimbulkan permasalahan seperti gangguan psikologis sehingga munculnya depresi yang akan berdampak pada tingkat kepatuhan minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi yang diambil yaitu pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 71 sampel dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak (38%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi, (49%) memiliki tingkat kepatuhan sedang, (13%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. (34%) memiliki tingkat depresi normal, (41%) memiliki tingkat depresi ringan, (10%) memiliki tingkat depresi sedang, dan (11%) memiliki tingkat depresi berat. Nilai signifikansi yang didapat sebesar 0,000 lebih kecil dari (0,05) yang menujukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di RSUD Sekarwangi Sukabumi.

PERBANDINGAN POTENSI ANTIFUNGI DARI PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP Malassezia furfur DENGAN MENGGUNAKAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN DIFUSI SUMURAN

Inawati; RAMA FIRMANSYAH; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

kondisi Indonesia dengan letak geografis sebagai negara yang beriklim tropis yang mempunyai suhu dan kelembaban cukup tinggi memudahkan fungi untuk berkembang biak sehingga infeksi oleh fungi mudah terjadi, salah satunya adalah Malassezia furfur penyebab penyakit panu. Salah satu tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai antifungi adalah bawang putih (Allium sativum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan potensi antifungi dari perasan bawang putih terhadap Malassezia furfur dengan menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Perasan bawang putih diuji fitokimia dan uji antifungi. Pengujian antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Perasan bawang putih mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Aktivitas antifungi perasan bawang putih terhadap fungi Malassezia furfur pada konsentrasi 40%-80% (%v/v) dengan metode difusi cakram memiliki diameter zona hambat berkisar 14,45 mm (Kuat) -22,03 mm (Sangat kuat) sedangkan dengan metode difusi sumuran berkisar 23,50 mm (Sangat kuat) -31,15 mm (Sangat kuat). Oleh karena itu, aktivitas antifungi terhadap Malassezia furfur dengan metode difusi sumuran memiliki nilai yang lebih besar daripada metode difusi cakram.

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD CIBINONG

EKI CHANDRA GATAMA; Karuma Barza Afida; Meita Medina
2023 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian dalam rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien. Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit dapat menggunakan lima dimensi, yang terdiri dari Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan data primer. Jumlah sampel penelitian adalah 98 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Secara keseluruhan hasil penelitian didapatkan hasil Tangibles 78%, Reliability 84 %, Responsiveness 48 %, Assurance 74, Empathy 76 % dan kepuasan pasien 85% Sedangkan berdasarkan uji t didapatkan 2 variabel memberikan pengaruh yang signifikan tangibles nilai sig. 0,000< 0,05, empathy nilai sig. 0,000< 0,05 dengan nilai sig sedangkan 3 variabel yang tidak berpengaruh reliability nilai sig 0,379> 0,05, Responsiveness 0,787>0,05 dan assurance nilai sig 0,772>0,05 sedangkan hasil dari uji f didapatkan hasil yaitu nilai sig. 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Cibinong.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS TANAH SAREAL KOTA BOGOR

Ferry Effendi; Noneng Kurniasih; SUCI DAMAYANTI
2023 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab penyakit utama morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pada pasien ISPA, untuk mengetahui penggunaan obat antibiotik, untuk mengetahui ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi dan ketepatan lama pemberian berdasarkan panduan Pharmaceutical Care 2005 dan IDI 2017. Penelitian ini merupakan non eksperimental dengan mengambil data secara retrosopektif menggunakan data sekunder rekam medik sebanyak 229 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi usia paling banyak 17-25 tahun sebanyak 57 pasien (24,57%), jenis kelamin laki-laki lebih banyakyaitu sebanyak 118 pasien (51,53%), diagnosa paling banyak yaitu faringitis sebanyak 138 pasien (60,26%). Obat- obatan ISPA yang digunakan yaitu Amoksisilin (79,40%), Sefadroksil (15,58%), Cefixime (3.02%), Siprofloksasin (2,01%), Parasetamol (8,54%), Deksametason (1,83%), CTM (17,58%), Cetirizine (61,59%), Ambroksol (5,49%), Vitamin B Kompleks (4,88%). Ketepatan Indikasi (89,96%), Ketepatan Obat (82,97%), Ketepatan Dosis (99,13%), Ketepatan Frekuensi (100,00%), Ketepatan Lama Pemberian (94,97%).

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT ANTIDIABETES ORAL BERDASARKAN PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KOTA BOGOR

ORNELLA MUSY; Siti Mariam; Sonia Redmana
2023 · Book · Open Access

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten tehadap insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran obat yang digunakan pasien, gambaran perubahan kadar gula darah dan perbedaan efektivitas obat antidiabetes berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data yang diambil secara retrospektif dilakukan pengamatan melalui sumber data rekam medik. Penelitian ini dilakukan terhadap 80 pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa penyakit penyerta menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini diperoleh data sosiodemografi paling tinggi pada jenis kelamin perempuan sebanyak 55 pasien (68,8%), pada usia 56-65 tahun sebanyak 34 pasien (42,%), dan berdasarkan pekerjaan adalah Ibu Rumah Tangga yaitu sebanyak 25 pasien (31,3%). Penggunaan obat tertinggi pada penelitian ini obat antidiabetes metformin sebanyak 55 pasien (68,75%) dan obat antidiabetes yang menurunkan kadar glukosa darah sewaktu adalah obat metformin sebanyak 23 pasien (28,75%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektifitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetes melitus terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu di RSUD Kota Bogor Periode Tahun 2021 berdasarkan uji Kruskal wallis dengan nilai signifikasi >0,05 yaitu 0,757.

PERBEDAAN TERAPI COVID-19 PADA GELOMBANG 1 COVID 2020 DENGAN GELOMBANG 2 COVID 2021 DI RSUD KOTA BOGOR

Iqbal Ichsantyadi Awang; RESTU MULYANI; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV 2, dapat menginfeksi manusia dan menyerang sistem pernafasan. Penanganan Covid-19 sangat beragam, setiap negara mencoba berbagai pengobatan yang berbeda untuk mengobati dengan mengembangkan protokol pengobatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien dan perbedaan terapi Covid-19 pada gelombang 1 dan gelombang 2. Penelitian bersifat retrospektif dari rekam medis pasien terkonfirmasi Covid-19 periode Maret 2020 sampai Desember 2021. Data dianalisis dengan Microsoft excel dan disajikan secara deskriptif dengan uji proporsi 2 sampel dalam bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan hasil yang didapatkan penderita terbanyak didominasi perempuan pada gelombang 1 (58%) dan gelombang 2 (62%) dengan usia 45-55 pada gelombang 1 (30%) dan gelombang 2 (32%). Perbedaan terapi Covid-19 gelombang 1 dengan gelombang 2 terdapat perbedaan secara bermakna berdasarkan uji proporsi 2 sampel. Hal ini dikarenakan pada gelombang 1 lebih banyak pasien dengan derajat keparahan ringan sampai sedang dan gelombang 2 lebih banyak pasien dengan derajat sedang hingga berat

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAN PERASAN LENGKUAS MERAH (Alpinia galangal L. Swartz) TERHADAP Malassezia furfur DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN DIFUSI SUMURAN

Fredy Ariefta Nasel; GINA ALMAIDA; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Indonesia merupakan negara beriklim tropis sehingga memiliki tingkat suhu dan kelembaban yang tinggi. Kelembaban yang tinggi dapat menjadi pemicu tumbuhnya fungi Malassezia furfur penyebab penyakit infeksi fungi seperti Tinea versicolor atau biasa disebut panu. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai antifungi adalah lengkuas merah (Alpinia galangal L. Swartz). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antifungi ekstrak etanol 96% lengkuas merah dan perasan lengkuas merah terhadap Malassezia furfur menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Ekstrak etanol dan perasan lengkuas merah yang digunakan adalah 20%, 40%, dan 60% lalu sampel tersebut diuji komponen fitokimia dan uji aktivitas antifungi. Ekstrak etanol 96% dan perasan lengkuas mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Rata-rata nilai diameter zona hambat ekstrak etanol pada metode difusi sumuran yaitu 14,08 mm, 17,42 mm, dan 19 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat ekstrak etanol pada metode difusi cakram yaitu 8,08 mm, 10,83 mm, dan 14,25 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat perasan lengkuas pada metode difusi sumuran yaitu 0 mm, 5,58 mm, dan 7,5 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat perasan lengkuas pada metode difusi cakram yaitu seluruhnya 0 mm. Nilai diameter zona hambat ekstrak etanol lengkuas merah lebih tinggi dan berbeda nyata (α<0,05) dibandingkan perasan lengkuas merah sehingga ekstrak etanol lengkuas merah lebih berpotensi sebagai antifungi. Berdasarkan perbandingan dua metode pengujian antifungi, metode difusi sumuran memiliki nilai zona hambat yang lebih besar.

HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN DENGAN LOYALITAS PELANGGAN DI APOTEK SURYAKENCANA SUKABUMI

Karuma Barza; Kurniatatya Primanissa MUHAMAD ILYAS
2023 · Book · Open Access

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Kepuasan pelanggan adalah suatu perasaan yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan yang diperoleh setelah pelanggan membandingkannya dengan apa yang diharapkan. Loyalitas tidak pernah lepas dari adanya kepuasan pelanggan dalam melakukan aktivitas kegiatan dan permintaan pada sebuah jasa dan produk.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana Sukabumi. Desain penelitian bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional pengambilan data menggunakan data primer dilakukan secara prosfektif dengan menggunakan lembar kuesioner dengan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 100 responden. Uji hubungan tingkat kepuasan dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana Sukabumi dianalisis menggunakan uji Somer’s D pada SPSS statistic 26. Hasil penelitian didapatkan tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan (Reliability) sebesar 64,0% (Sangat Puas), Daya tanggap (Responsiveness) sebesar 65,0% (Sangat Puas), Jaminan (Assurance) sebesar 71,0% (Sangat Puas), Empati (Empathy) sebesar 84,0% (Sangat Puas), Wujud nyata (Tangible) sebesar 86,0% (Sangat Puas). Loyalitas pelanggan 92,0% (Loyal). Hasil uji statistic (somer’s D) nilai signifikansi sebesar 0,000 <(0,05), hasil tersebut terdapat hubungan antara Tingkat kepuasan dengan loyalitas pelanggan di Apotek Suryakencana Sukabumi.

PERBANDINGAN OUTCOME PASIEN COVID-19 KOMORBID DAN NON KOMORBID DI RSUD KOTA BOGOR

DESYE FITRIYANTI RAMADHA; Marthino Robinson; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Pada kasus Covid-19 ini pasien dengan komorbid lebih banyak berkaitan dengan outcome klinis yang lebih buruk dibandingkan pasien non komorbid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan outcome pasien Covid-19 komorbid dan non komorbid di RSUD Kota Bogor. Penelitian dilakukan secara retrospektif melalui data rekam medik pada 356 pasien terkonfirmasi Covid-19 dirawat inap periode Maret 2020 – Desember 2021. Data outcome pasien Covid-19 akan dianalisis perbedaannya pada pasien komorbid dan non komorbid. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Pasien Covid-19 pada penelitian ini ditemukan terbanyak pada usia 45–55 tahun (25,56%), pada jenis kelamin perempuan (55,90%), dengan komorbid terbanyak yaitu diabetes melitus tipe 2 (41%) dan hipertensi (34,3%), derajat gejala klinis terbanyak yaitu gejala ringan (60,39%), lama hari rawat terbanyak terdapat pada 8–14 hari (52,25%). Pada pasien komorbid diperoleh outcome pulang 71,35% dan meninggal 28,65%, sedangkan pada pasien non komorbid diperoleh outcome pulang 90,45% dan meninggal 9,55%. Terdapat perbedaan yang signifikan antara outcome pasien pulang dan meninggal baik dengan komorbid maupun non komorbid dilihat pada hasil nilai P-value 0,000 ≤ 0,05.

PERBANDINGAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN YANG MENGGUNAKAN OBAT DISPEPSIA DI RSUD DEPOK TAHUN 2019

FINA AFRIANA; Silvi Nurafni; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Dispepsia merupakan gangguan saluran pencernaan atas terutama dibagian epigastrium meliputi rasa mual atau muntah, perut kembung, sendawa dan perut terasa penuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sosiodemografi pasien dispepsia rawat inap RSUD Kota Depok serta membandingkan lama rawat inap pasien yang menggunakan obat dispepsia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional secara retrospektif melalui rekam medis pasien dispepsia periode Januari-Desember 2019. Terdapat 97 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data disajikan dalam bentuk diagram maupun grafik. Obat tunggal yang paling banyak digunakan adalah PPI (24%). Obat Kombinasi yang paling banyak digunakan adalah PPI + Antasida (21%). Obat tunggal yang digunakan berdasarkan lama rawat inap pasien dispepsia paling cepat adalah Antasida (3,3 hari) dan paling lama PPI (3,87 hari). Sedangkan obat kombinasi paling cepat adalah Antagonis Reseptor H2 + Sitoprotektif (3,5 hari) dan paling lama PPI + Prokinetik + Sitoprotektif (6 hari), PPI + Antasida + Prokinetik (6 hari), Antasida + Antagonis Reseptor H2 + Sitoprotektif (6 hari). Hasil perbandingan lama rawat inap pada pasien yang menggunakan obat dispepsia Januari-Desember 2019 tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan lama hari rawat dengan P-Value 0,253 pada uji Kruskal-Wallis.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT DM TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DALAM PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PULO ARMYN

Isma Safitri; MUHAMMAD RIDZAL; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hipertensi merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan obat, dan perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 Puskesmas Pulo Armyn. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan terhadap profil 80 pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan penyakit penyerta hipertensi menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling banyak pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 32 pasien (40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 52 pasien (65%). Penggunan obat terbanyak merupakan Obat Antidiabetik metformin sebanyak 44 pasien (55%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dari penggunaan obat antidiabetik oral tunggal metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepiride pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pulo Armyn periode Oktober - Desember 2021, berdasarkan analisis Mann – Whitney dengan (p = 0,278).