Achmad Fauzi Isa; Antonius Padu Ratu; SITI MAEMUNAH
2023 · Book · Open Access
Biji buah aren atau endosperm buah aren yang biasanya dikenal masyarakat dengan
sebutan kolang-kaling. Pada kolang-kaling terkandung senyawa alkaloid dan
flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antiinflamasi. Penelitian
ini dilakukan karena sediaan gel dari kolang-kaling memiliki potensi untuk
dijadikan produk paten yang dapat dikembangkan sebagai obat di ranah industri
kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula sediaan
gel dari kolang-kaling dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
metode dipercepat dari variasi konsentrasi kolang-kaling F1(10%), F2(20%), dan
F3(30%). Dilakukan pengujian stabilitas fisik yang meliputi: Organoleptik,
homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas dengan waktu penyimpanan selama 28
hari pada suhu 4°C, 25°C, dan 40°C. Hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui
bahwa kolang-kaling dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel dan
menghasilkan formula dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas
yaitu pada F1 konsentrasi kolang-kaling 10% terhadap suhu 4°C dan 25°C selama
28 hari penyimpanan.
Firsa Novellasari; NUR’AINI AVIANTI; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
ADISTYE RIZKIA LUKMANA; Siti Mariam; Thaza Syabana Bahurreksa
2023 · Book · Open Access
Bagian yang penting untuk terlaksananya kegiatan di bidang kefarmasian
adalah pengelolaan obat. Penyimpanan obat adalah serangkaian kegiatan yang
bertujuan untuk melindungi obat yang disimpan dari risiko kehilangan, kerusakan,
pencurian, dan cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas obat. Penyimpanan
adalah salah satu hal yang penting dalam pengelolaan obat di klinik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan di
ruang pelayanan klinik dengan Peraturan CMenteri Kesehatan. Penelitian ini
termasuk jenis penelitian observasi dengan cara mengamati objek dan hasilnya
dipaparkan secara deskriptif, dan pengambilan data dilakukan secara dokumentasi
dan dikonfirmasi pada pengelola dan penanggung jawab klinik GMC Cicurug.
Hasil penelitian menunjukan penyimpanan obat dan alat kesehatan di Klinik GMC
Cicurug di pelayanan dipisahkan berdasarkan bentuk sediaan serta khasiatnya.
Penyimpanan obat di ruang pelayanan mencapai persentase 50% dan alat
kesehatan di ruang pelayanan mencapai persentase 38,46% yang sesuai dengan
Permenkes No. 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmaisan di Klinik
dan Permenkes No. 4 Tahun 2014 tentang cara distribusi alat kesehatan yang baik.
M. Kenli Kendi Tampoliu; M. Nur Alfisyahri; MAHDIYAH KARIMAH
2023 · Book · Open Access
Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak Covid-19 dengan
pola penyebaran yang masih menunjukan peningkatan dan berdampak pada
hampir seluruh provinsi. Respon terhadap adanya pandemi ini mengharuskan
adanya penyesuaian terhadap pelayanan program kesehatan termasuk pelayanan
Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan mengambil penelitian ini
dikarenakan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis pada masa pandemi Covid-
19 di puskesmas cimandala dengan kenaikan kasus sebesar 87 % hal ini
dikarenakan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Penelitian yang
digunakan adalah deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan langsung
menggunakan daftar tilik dan pengambilan data retrospektif pada tahun 2019.
Hasil penelitian menunjukan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusian obat Tuberkulosis di Puskesmas Cimandala menunjukan hasil
yang sudah sesuai standar dapat dilihat dari hasil ketepatan perencanaan, hasil
penyimpangan perencanaan, penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO,
kesesuaian fisik obat dengan kartu stok dan hasil perhitungan ITOR (Inventory
Turn Over Ratio) yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil
kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan
dan pendistribusian di Puskesmas Cimandala pada saat Covid-19 sudah berjalan
dengan baik.
DINI OKTAVIANI; Lilik Sulastri; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Indonesia merupakan negara dengan panen nanas terbesar setelah Thailand
dan Filipina. Produksi massal tanaman nanas akan menghasilkan limbah yang
berlimpah. Limbah yang berlimpah sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut
sebagai selulosa dan turunannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat metil
selulosa dari selulosa limbah daun nanas. Metil selulosa merupakan turunan
selulosa yang banyak digunakan sebagai bahan pangan. Sintesis metil selulosa ini
melalui beberapa tahap yaitu isolasi selulosa, sintesis metil selulosa, kemudian
dilakukan uji karakterisasi, meliputi identifikasi dan analisis hasil dari
spektrofotometri infra merah (FTIR). Sintesis metil selulosa dilakukan dengan
metode refluks dengan variasi waktu dan menggunakan pelarut air. Hasil yang
diperoleh yaitu didapatkan hasil terbanyak pada waktu 8 jam. Uji identifikasi
meliputi organoleptik metil selulosa daun nanas berupa serbuk berwarna putih
kecoklatan, tidak berbau, dan diuji kelarutan tidak dapat larut pada pelarut yang
digunakan. Hasil FTIR menunjukkan serapan selulosa yang khas untuk metil
selulosa daun nanas pada bilangan gelombang 3328,91 cm-1
untuk ikatan O-H dan
2917,65 cm-1
untuk ikatan C-H dan pada selulosa daun nanas yaitu 3332,51 cm-1
untuk ikatan OH dan 2913,36 cm-1
untuk ikatan C-H.
ANGGA AGUSTIAN; Karuma Barza Afida; Wahyuni Kamiswari
2023 · Book · Open Access
Hipertiroid adalah penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam
tubuh. Pasien dengan peningkatan kadar hormon tiroid yang tidak diobati akan
beresiko menurunnya kualitas hidup, oleh karena itu diperlukan terapi untuk
mengontrol kadar hormon tiroid pada batas normal dan meminimalkan gejala dari
hipertiroid, salah satunya dengan obat antitiroid. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran penggunaan obat anti tiroid pada pasien hipertiroid di
Klinik Permata Sukabumi terhadap jenis kelamin, pekerjaan, usia serta obat
tambahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan
data secara retrospektif dengan menggunakan rekam medik pasien periode
oktober-desember 2021 di rawat jalan Klinik Permata Sukabumi. Dari sebanyak
370 pasien Pasien Hipertiroid didominasi oleh Perempuan 68,1% (252 orang)
dari pada Laki-Laki 31,9% (118). Usia paling banyak untuk pasien hipertiroid
adalah pada usia lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 99 orang (26,76%). Untuk
Pekerjaan, Ibu Rumah Tangga memiliki persentase paling besar pengidap
hipertiroid yaitu sebanyak 132 pasien (35,7%) dan untuk obat tambahan yang
sering digunakan untuk pasien hiperteiroid adalah bisoprolol yaitu sebanyak
59,5% (220 Orang).
Firsa Novellasari; ISLAMIYATI; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
MAY RYAN GIGS SILABAN; Rio Julyo; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
NUR IKHSANDI; Rio Julyo; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Agia Dwi Nugraha; Ferry Effendi; GULI WARDANA
2023 · Book · Open Access
Lilik Sulastri; SUHAERIYAH; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access
Latifah Nurhidayati; Nangim Khasanah; Nuraini Yuliawati; Putri Novitasari
2023 · Book · Open Access
KEMENKES
2023 · Book · Open Access
Annas Binarjo
2023 · Book · Open Access
Rusdin Rauf
2023 · Book · Open Access
Ahmad Ainurofiq
2023 · Book · Open Access
Surjani Wonorahardjo
2023 · Book · Open Access
Septa Pratama
2023 · Book · Open Access
Max Robinson Wenno
2023 · Book · Open Access
Hasmawaty
2023 · Book · Open Access