Dyah Purwaning Rahayu; Karuma Barza Afida; SRI AYU LESTARI
2023 · Book · Open Access
NAPZA adal ah zat yang dapat me mpengaruhi kondisi keji waan/ psikol ogis
seseorang serta dapat meni mbul kan ket ergant ungan fisi k dan psi kol ogis. Banyak
fakt or yang dapat me mpengaruhi seseorang unt uk menj adi penyal ahguna NAPZA,
di antaranya fakt or i ndivi du, li ngkungan, dan NAPZA it u sendiri. Ti ngkat
penyal ahgunaan di bagi menj adi kriteria ri ngan, sedang dan berat. Penelitian i ni
bert uj uan unt uk mengetahui hubungan fakt or sosi ode mografi pasien rehabilitasi
NAPZA r a wat j alan dengan ti ngkat penyal ahgunaan NAPZA. Penelitian i ni
dilakukan dengan menggunakan met ode deskri ptif yang dilakukan secara
pr ospektif dengan pendekat an cross secti onal. Dat a penelitian i ni di a mbil
menggunakan kuesi oner yang diisi ol eh 60responden di i nstalasi ra wat j alan RSKO
Jakarta. Dat a yang di perolehselanj ut nya di olah menggunakan SPSS versi 26. Hasil
penelitian analisis uni variat menunj ukan sebanyak (65, 0%) responden berusia 36-
45 t ahun, (93, 3 %) berjenis kel a mi n l aki-laki, (46, 0 %) berpendi di kan terakhir
perguruan ti nggi, (53, 3%) bekerja sebagai wiras wast a, (81, 0 %) beragama i sla m,
(36, 7 %) berasal dari suku j a wa, ( 70, 0 %) berstat us ka wi n, (26, 7 %) berpendapat an
lebi h dari Rp. 6. 000. 000, (41, 3%) me mili ki kondisi keuangan mencukupi unt uk
kebut uhan makan sehari-hari, (68, 3 %) me mili ki tingkat penyal ahgunaan ringan.
Hasil analisis bi variat penelitiani ni yait uada hubungan yang ber makna antara usia,
pendi di kan, pekerjaan, stat us perka wi nan dan kondisi keuangan karena p val ue
kurang dari 0, 05, dan tidak ada hubungan yang ber makna ant ara j enis kel a mi n,
aga ma, suku/ras, pendapat an, karena p val ue lebih dari 0, 05.
SERLY ANGRAENI; Siti Mariam; Veronika
2023 · Book · Open Access
Diare merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah dan
perhatian bagi kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Diare juga
merupakan 3 penyebab terbesar kesakitan dan kematian anak di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien diare anak dan
mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien diare anak yang di
rawat inap dengan metode Gyssens di RS PMI Bogor pada tahun Januari 2020-
Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan dengan data
diambil secara retrospektif yaitu mengambil data rekam medis pada pasien anak
rawat inap dengan diagnosa diare di RS PMI Bogor pada tahun Januari 2020-
Desember 2021. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan dengan diagram alir
Gyssens, menggunakan standar Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. 8 Tahun
2015 Tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba Di Rumah Sakit.
Dari 107 kasus yang diperoleh menunjukkan kasus terbanyak terjadi pada anak
usia 28 hari-12 bulan (67%) dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%) dan
berat badan terbanyak pada 5-15 kg sebanyak 85 pasien (79). Antibiotik yang
terbanyak digunakan ceftriaxon injeksi (69%). Hasil evaluasi menggunakan
metode Gyssens kesesuaian penggunaan antibiotik masuk ke dalam kategori 0
sebanyak 48 pasien (44%), kategori IIA sebanyak 34 pasien (31%), kategori IIIB
sebanyak 10 pasien (9%), kategori IIIA sebanyak 7 pasien (7%), kategori IVA
sebanyak 5 pasien (5%), kategori V sebanyak 4 pasien (4%).
DICKY PRASETIA ALAM; Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
One of the natural ingredients that can be used as an alternative antifungal
treatment is papaya leaves (Carica papaya L.) and garlic bulbs (Allium sativum
L.). The purpose of this study was to determine the antifungal activity of a
combination of ethanol extract 96% of papaya leaves (Carica papaya L.) garlic
bulbs (Allium sativum L.) on the growth of Candida albicans fungi. Papaya leaves
and garlic bulbs were extracted by maceration using 96% ethanol. The extract
obtained was subjected to phytochemical tests and the determination of antifungal
activity by the well method with concentration 15%, 20% and 25%. The
phytochemical compounds contained in papaya leaves are tannins, alkaloids,
saponins and flavonoids. Meanwhile, the garlic bulbs contains phytochemical
compounds of flavonoids, alkaloids, and saponins. The diameter of the inhibition
zone of the ethanol extract of papaya leaves and garlic buls was the highest at a
concentration of 25% with a value of 13,38 mm (strong category) and 12,16 mm
(strong category). The best antifungal activity against Candida albicans was in the
combination of the ethanol extract of papaya leaves: garlic bulbs (2:1) with a
value of 13,23 mm (strong category). Therefore, the ethanol extract of papaya
leaves and garlic bulbs has potential antifungal against Candida albicans.
Fredy Arifta Nasel; Idah Widosari Nawangsih; RAHIMA KHALYA ANUGRAH
2023 · Book · Open Access
ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan
manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus
yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian.
Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini.
Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi
bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data
sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil
penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien
penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder
dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang
dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di
Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini
diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82
pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51
pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan
data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang
(35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54
pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime
sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan
dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82
sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).
AYU NUR PRATIWI; Andi Ahriansyah; Sofiati
2023 · Book · Open Access
Dispepsia adalah penyakit medis yang ditandai dengan nyeri atau ketidaknyamanan di
ulu hati atau perut bagian atas. Salah satu masalah pencernaan yang paling umum.
Salah satu penyebab masalah pencernaan adalah pola makan dan gaya hidup.Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui data sosiodemografi pasien meliputi usia, dan
jenis kelamin, penyakit penyerta, profil penggunaan obat dispepsia, dan ketepatan
penggunaan obat dispepsia meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat
frekuensi yang digunakan pada pasien penderita penyakit dispepsia. Penelitian ini
merupakan penelitian yang bersifat observasional (non eksperimental) yang dilakukan
pada periode Oktober – Desember 2021 secara retrospektif dan dianalisis secara
deskriptif. Data sekunder pada penelitian kali ini menggunakan data penelusuran rekam
medis dan resep. Hasil penelitian ini menunjukan data sosiodemografi dengan usia >
16 – 65 tahun sebanyak 195 orang yang terdiri dari laki
– laki sebanyak 75 orang (38%) dan perempuan sebanyak 120 orang (62%). Usia pasien
terbanyak mengalami Dispepsia pada rentang usia 26 - 35 tahun sebanyak 51 orang
(26%). Penyakit penyerta pasien terbanyak diagnosa Dispepsia dengan demam
sebanyak 85 orang (44%). Penggunaan obat dispepsia terbanyak ranitidin (56,67%).
Ketepatan penggunaan obat tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis sudah
menunjukan hasil 100%. Tepat frekuensi antasida 71%, ranitidin 100%, omeprazole
93%, kombinasi antasida dengan ranitidin 66%, kombinasi antasida dengan
omeprazole 75%.
Antonius Padua Ratu; FITRIA MELYANI; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access
Kolang–kaling merupakan endosperm buah aren (Arenga pinnata
(Wurmb) Merr.) yang diperoleh melalui proses perebusan. Kolang-kaling
mengandung protein, karbohidrat berupa galaktomanan, serat kasar dan kadar air
yang tinggi. Galaktomanan dari kolang-kaling dapat digunakan sebagai agen
antiinflamasi dan analgetik. Kandungan alkaloid memiliki kemampuan dalam
membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui
perbandingan gel kolang-kaling (GKK) dan gel ekstrak etanol 96% kolang-kaling
(GEEKK) terhadap efektivitas penyembuhan luka sayat pada mencit. Kolang-
kaling dibuat ekstrak dengan metode maserasi dari serbuk kolang-kaling
menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary
evaporator. Ekstrak etanol 96% kolang-kaling dan kolang-kaling halus dilakukan
penapisan fitokimia dan dibuat sediaan gel untuk uji efektivitas luka sayat
terhadap mencit jantan putih. Penapisan fitokimia kolang-kaling halus dan ekstrak
menunjukkan hasil positif pada pengujian alkaloid. Sediaan GKK dibuat variasi
konsentrasi 10%, 20%, dan 30% untuk menentukan konsentrasi optimal. GKK
10% optimal dalam penyembuhan luka sayat kemudian dilakukan uji
perbandingan dengan konsentrasi GEEKK yang setara, yaitu konsentrasi 0,027%.
Mencit yang diberikan perlakuan GKK 10% menunjukkan penyembuhan luka
sayat pada hari ke 11, GEEKK 0,027% dan kontrol (-) pada hari ke 14, dan
kontrol (+) pada hari ke 10. Kesimpulannya adalah GKK 10% menunjukkan lama
penyembuhan luka sayat mencit lebih cepat dibandingkan GEEKK 0,027%.
Antonius Padu Ratu; MUHAMMAD SAHRUL HAMDI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
VCO adalah minyak yang diperoleh dari daging buah kelapa tua yang diambil
santannya dengan cara alami, dan secara khusus tanpa pemurnian kimia diantaranya
yaitu metode pengasaman dan enzimatik, metode ini tidak mengubah komposisi
atau sifat minyak. kulit nanas hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau
menjadi limbah. Limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan menjadi Rendaman kulit
nanas. Rendaman kulit nanas memiliki karakteristik asam dan memiliki enzim yang
dapat memecahkan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan VCO
hasil sintesis secara enzimatik menggunakan kulit buah nanas, mendapatkan
rendemen VCO tertinggi pada penambahan rendaman kulit buah nanas dan
mendapatkan VCO dengan kualitas yang sesuai SNI 7381-2008 secara kualitatif
dan kuantitatif. Pembuatan VCO diawali dengan pembuatan rendaman kulit nanas
yang didiamkan selama 28 hari, lalu pembuatan santan yang didiamkan selama 2
jam akan membentuk air dan krim santan, krim santan dicampur dengan rendaman
kulit nanas dengan variasi konsentrasi 10% (formula 1), 15% (formula 2), 20%
(formula 3) selama 24 jam akan terbentuk VCO. Dilakukan uji organoleptik, kadar
air, bobot jenis, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iodium, dan
bilangan peroksida. Hasil yang terbaik terdapat pada formula 3 dengan rendemen
VCO yaitu sebesar 14%, uji organoleptik meliputi warna, rasa, bau menunjukan
hasil yang normal, kadar air sebesar 0,06%; angka asam sebesar 0,145%; angka
penyabunan sebesar 250,56 mg-KOH/g; angka iodium sebesar 5,85 g iod/100 g,
dan angka peroksida sebesar 1,13 mg ek/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa, sintesis VCO dapat dilakukan menggunakan rendaman kulit nanas, secara
kualitatif dan kuantitatif memberikan hasil sesuai dengan SNI 7381-2008.
CATRI YUSRI YUNINDA; Lilik Sulastri; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Antioksidan merupakan inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi
dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif yang membentuk
radikal bebas tidak reaktif yang stabil. Salah satu tanaman yang memiliki
potensi sebagai antioksidan yaitu mangga (Mangifera indica L.).
Kandungan mangiferin yang dimiliki daun mangga. Mangiferin
merupakan senyawa golongan polifenol yang memberikan kontribusi
terhadap aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan informasi golongan senyawa dalam ekstrak etanol 96%
daun mangga, serta untuk mendapatkan sediaan serum ekstrak etanol
96% daun mangga yang memenuhi syarat mutu fisik dan stabil selama
penyimpanan, untuk mendapatkan nilai IC50 pada ekstrak etanol 96%
daun manga dan sediaan serum daun mangga. Hasil uji fitokimia
didapatkan hasil bahwa daun mangga mengandung senyawa alkaloid,
flavonoid, tanin, saponin, fenol, triterpenoid dan kuinon. Daun mangga
(Mangifera indica L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan
pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan serum menggunakan konsentrasi
ekstrak 0,5% (F1), 0,8% (F2) dan 1,1% (F3). Karakteristik mutu fisik
sediaan serum dievaluasi meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar,
viskositas, kesukaan dan uji homogenitas. Uji aktivitas antioksidan
terhadap DPPH dan dihitung rata-rata nilai IC50 pada ekstrak daun
mangga 12,096 ppm, formulasi I, II dan III secara berturut-turut dan
didapatkan nilai IC50 yaitu 112,57 ppm, 80,00 ppm, 176,38 ppm, dari
ketiga formula didapatkan nilai IC50 yang paling baik aktifitas
antioksidan yaitu pada formulasi II. Pengukuran aktivitas antioksidan
menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan pengujian
cycling test.
DILLA PUTRI PARAMITHA; Febi Ishfahani; Fransiska Vita K
2023 · Book · Open Access
Hipertensisalah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kenaikan tekanan darah
yang >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Faktor risiko hipertensi yaitu pada
umur, jenis kelamin, keturunan, kegemukan, merokok, kurang aktivitas fisik
ataupun mengkonsumsi garam berlebih sehingga terjadinya penyakit hipertensi.
Acuan yang digunakan di Rumah Sakit Melania Bogor ini menggunakan Guideline
Join National Committee (JNC) VIII. Di JNC VIII ini memiliki alur pengobatan
yang dapat dilihat dari tekanan darah seseorang dan penyakit penyerta yang dimiliki
sehingga dapat menentukan pengobatan untuk pasien dengan tujuan tekanan darah
berdasarkan JNC VIII. Metode penelitian ini diolah secara deskriptif menggunakan
data rekam medik pada periode Agustus – Desember 2022. Hasil penelitian
mengenai karakteristik pasien hipertensi perempuan paling banyak sebesar 59%
dan usia paling banyak 56-65 tahun 36%, dengan penyakit penyerta Diabetes
Melitus (DM) sebesar 10 % dan Chronic Kidney Disease (CKD) 4%, obat paling
banyak yang digunakan gologan Calcium Channel Blocker (CCB) tunggal 44%
dan kombinasi Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) + Calcium
Channel Blocker (CCB) 16% dan memiliki hasil kesesuaian terapi berdasarkan
JNC VIII 86%, tingkat keberhasilan tujuan JNC VIII 89%. Hasil penelitian Analisis
menggunakan SPSS versi 26 dengan pengujian Chi-Square dengan hasil p-value
0,000 yang memiliki keputusan terdapat hubungan signifikan kesesuaian obat
berdasarkan JNC VIII keberhasilan target tekanan darah JNC VIII.
Anna P. Roswiem; IZMI NANDITA SULISTIA; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Rimpang lengkuas dan rimpang kencur adalah bagian dari tanaman yang
dibudidayakan, dapat digunakan sebagai obat dan mengandung senyawa yang dapat
menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit
sekunder dan kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak tunggal rimpang lengkuas
dan kencur, serta kombinasi keduanya. Rimpang lengkuas dan kencur masing-
masing diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%.
Kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui jenis metabolit sekundernya.
Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal dan
kombinasinya dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan 1,1-difenil-
2-pikrilhidrazil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang lengkuas dan
rimpang kencur mengandung metabolit sekunder golongan senyawa alkaloid,
flavonoid, dan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal lengkuas dan
kencur termasuk kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 33,84 ppm dan
23,69 ppm. Kombinasi ekstrak rimpang lengkuas dan kencur dengan perbandingan
(1:1), (1:2), dan (2:1) berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 158,19 ppm
(kategori sedang), 44,72 ppm (kategori sangat kuat), dan 89,81 ppm (kategori
kuat).Vitamin C sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 1,98 ppm. Berdasarkan
penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kombinasi lengkuas dan kencur tidak
memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak
tunggalnya.
Antonius Padu Ratu; MELITA MEICAHYANI; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Salah satu buah yang mengandung antioksidan tinggi adalah apel manalagi
(Malus sylvestris (L.) Mill.) Salah satu contoh produk pangan fungsional yang
dikembangkan oleh beberapa industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan
produk kesehatan kombucha dan cuka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
senyawa metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, nilai pH, total asam, uji hedonik,
dan uji organoleptik dari kombucha sari apel manalagi, sari apel terfermentasi dan
kombinasinya. Perbandingan antara apel dan air adalah 1:1 dimana perlakuan
diblender dan dipotong - potong dipanaskan kemudian inkubasi pada suhu 60οC
selama 15 menit, ditambahkan starter pada sari apel sebanyak 4 % dan gula masing
- masing 10 % kemudian difermentasi selama 8 hari dan dikombinasi. Proses
fermentasi dilanjut hingga ke 12 hari. Pada uji fitokimia mengandung fenol,
flavonoid dan tanin. Aktivitas antioksidan dari kombucha sari buah apel manalagi
(Malus sylvestris L.) Mill.), sari apel terfermentasi dan kombinasinya mempunyai
nilai IC50 F1 sebesar 1,46 %, F2 sebesar 2,73 %, dan F3 sebesar 1,24 %.
Berdasarkan sumber FDA nilai pH pada kombucha berkisar antara 2,5 – 4,2
sehingga semua formula pada hari ke 12 telah memenuhi standar. Total asam
tertitrasi pada hari ke 12 yaitu F1 sebesar 1,97 %, F2 sebesar 0,84 % dan F3 sebesar
1,63 %. Berdasarkan uji hedonik Formula 3 yaitu kombinasi kombucha sari buah
apel manalagi, sari apel terfermentasi (1:1) adalah formula yang paling disukai
panelis.
Ferry Effendi; INGGIT HALISTENINGRUM; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Salah satu tanaman yang berkhasiat obat adalah kopi, selain memiliki manfaat
yang dapat diolah sebagai minuman, serbuk kopi juga berkhasiat untuk mengobati
luka bakar pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan aktivitas
penyembuhan luka sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% biji kopi.
Metode penelitian ini ialah in vivo terhadap tikus jantan putih. Pada pembuatan
ekstrak dimaserasi dengan etanol 70 %, eksrak serbuk kopi dibuat sediaan gel
untuk luka bakar dilakukan percobaan pada tikus jantan putih dan dibagi menjadi
5 kelompok yaitu Kontrol Negatif, Kontrol positif, F1 (0,2%), F2 (0,3%), dan F3
(0,4%). Hasil uji aktivitas sediaan gel ekstrak kopi ditentukan berdasarkan
penyembuhan diameter luka bakar dari masing-masing perlakuan selama 14 hari,
Aktivitas penyembuhan gel ekstrak biji kopi formula ke 2 dengan konsentrasi 0,3%
menunjukan persentase kesembuhan yang lebih baik yaitu 92.67%, dengan tingkat
kesembuhan luka sembuh sempurna.
Eem Masaenah; KEMALA RESTY; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access
Selain pengobatan kimia, salah satu bahan alam secara empiris telah digunakan
sebagai penumbuh rambut adalah daun rambutan. Untuk memperoleh data
karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan meliputi uji fitokimia, organoleptis,
dan pH. Aktivitas pertumbuhan dari ekstrak daun rambutan terhadap kelinci putih
jantan dengan parameter uji tesktur, warna, panjang dan bobot rambut Penelitian ini
diperlukan tiga ekor kelinci yang masing- masing diperlakukan sama dan di bagi
menjadi 5 kelompok pengujian yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak
5%,10%,15%. perlakuan dilakukan sehari 2x pagi dan sore dijam yang
samapengamatan tekstur rambut kelinci memiliki tekstur yang kasar, warna rambut
kelinci yang berubah menjadi kecoklatan setelah diolesi esktrak daun rambutan
selama 21 hari rata- rata panjang rambut hari ke-21 ekstrak 15% rata- rata memiliki
kemampuan pertumbuhan 16,57±5,62 mm dari perpanjangan rambut setiap
perlakuan terlihat bahwa pada hari ke- 21 hasil penimbangan bobot rambut ekstrak
daun rambutan mempunyai kenaikan bobot pada disetiap kelinci. Karakteristik
ekstrak etanol 96% daun rambutan memiliki pH 5,5, pada uji organoleptis ekstrak
daun rambutan memiliki bau khas, warna hijau kecoklatan dan homogen. Pengujian
fitokimia dari ekstrak daun rambutan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil pengukuran bobot rambut masing- masing ekstrak memiliki bobot lebih baik dibandingkan kontrol negatif tetapi tidak lebih berat dibandingkan kontrol positif.
Fredy Ariefta Nasel; MUHAMMAD RIZKI; Muqfi Ali Khadafi
2023 · Book · Open Access
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah >140/90 mmHg dengan pemeriksaan
yang berulang. Dalam keberhasilan terapi, penggunaan obat rasional sangat penting.
Keberhasilan terapi ditandai dengan penurunan tekanan darah sesuai dengan standar
Joint National Committee (JNC) 8 yaitu usia >60 tahun keberhasilannya <150/90
mmHg dan usia <60 tahun keberhasilannya <140/90 mmHg. Penelitian ini bertujan
untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien, profil penggunaan obat
antihipertensi, ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan keberhasilan terapi obat
antihipertensi berdasarkan JNC 8 di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif Observasional dengan pendekatan secara
retrospektif mengumpulkan data sekunder dari rekam medik dan resep sebanyak 99
pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian, usia paling banyak 46-55
tahun sebanyak 43 pasien (43,43%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 81 pasien
(81,82%). Penggunaan Obat terbanyak yaitu kombinasi sebanyak 47 pasien
(47.47%). Ketepatan penggunaan, Tepat obat, dosis, indikasi menunjukkan hasil
100% tepat dan tepat frekuensi 79 pasien (79,80%) tepat, 20 pasien (20,20%) tidak
tepat. Keberhasilan terapi berdasarkan JNC 8, 17 pasien (17,17%) berhasil, 82 pasien
(82,83%) tidak berhasil.
Andi Ahriansyah; Fifih Maghfiroh; MUTIARA LUKITA HAKIM
2023 · Book · Open Access
Virus COVID-19 merupakan virus RNA rantai tunggal yang diberitahukan
berasal dari hewan kelelawar, kemudian bermutasi ke manusia. Karena disebabkan
oleh virus, maka pengobatan COVID-19 memerlukan antivirus seperti oseltamivir
dan favipiravir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama rawat
inap antara penggunaan oseltamivir dan favipirafir pada pasien COVID-19 di
RSUD Ciawi Bogor. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam
medis pasien COVID-19 tanpa penyakit penyerta periode Desember 2020-Februari
2021 dengan rentang usia 18-65 tahun. Dari total 67 kasus, pasien terbanyak
berjenis kelamin laki-laki (54%), dengan rentang usia 26-35 tahun (31%),
berpendidikan terakhir SMP (30%) dan bekerja sebagai karyawan swasta (25%).
Gambaran lama rawat inap pada hari ke 5-7 jumlah pasien pengguna antivirus
oseltamivir sebanyak 17 orang dan favipiravir sebanyak 12 orang, pada hari ke 8-
10 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 14 orang dan favipiravir
sebanyak 16 orang, pada pasien yang dirawat inap ≥11 hari jumlah pasien pengguna
antivirus oseltamivir sebanyak 3 orang dan favipiravir sebanyak 5 orang. Rerata
lama rawat inap pasien pengguna oseltamivir 7,74 hari dan favipiravir 9 hari.
Berdasarkan hasil pengujian dengan Mann-Whitney, nilai P-Value sebesar 0,143 >
0,05 sehingga dapat dinyatakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara lama
rawat inap pasien yang mengkonsumsi oseltamivir dan favipiravir.
Ferry Effendi; Karuma Barza; M. JENI MUSLIM
2023 · Book · Open Access
Swamedikasi adalah penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati
segala keluhan ringan pada diri sendiri atas inisiatif sendiri atau tanpa konsultasi
medis yang berkaitan dengan indikasi, dosis, dan lama penggunaan. Pengetahuan
merupakan salah satu faktor predisposisi yang sangat penting dalam mempengaruhi
terbentuknya perilaku seseorang. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui
hubungan pengetahuan tentang swamedikasi dengan pola penggunaan obat pada
masyarakat RW 006 Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur. Desain penelitian ini
adalah deskriptif non eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. alat ukur
berupa data primer yaitu menggunakan kuesioner dalam bentuk google form, untuk
mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan pola penggunaan obat secara
swamedikasi. Pengambilan dilakukan pada 115 orang sampel yang didapat dari
populasi menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dianalisis
menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa pemberian obat harus beserta dengan informasi yang tepat yaitu
pola penggunaan obat sebagian besar responden menggunakan obat dengan tepat
sebanyak 104 orang (90%). dari tingkat pengetahuan dengan kategori pengetahuan
tinggi sebanyak 104 orang (90%). Analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan
pola penggunaan obat menunjukan hasil uji statistik Chi-Square nilai p-value yang
didapat 0,000 (0,05), hasil tersebut menunjukan ada hubungan antara tingkat
pengetahuan dengan pola penggunaan obat secara swamedikasi.
DINA MEILLINE ROSNIA; Lilik Sulastri; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Streptococcus mutans adalah bakteri gram positif yang dapat kita temukan pada
rongga mulut manusia yang dapat menjadikan gangguan mulut hingga karies pada
gigi, karies gigi ini keadaan yang merusak jaringan pembentukan gigi oleh bakteri
Streptococcus mutans. Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix) (KJP) dan Daun Jambu biji
(Psidium guajava) (DJB) yang berfungsi sebagai antibakteri untuk bakteri
Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk menghambat pertumbuhan bakteri
oleh ekstrak KJP dan DJB tunggal & pengkombinasian ekstrak untuk menghambat
bakteri Streptococcus mutans. Ekstrak tunggal dan kombinasi KJP dan DJB yang
digunakan adalah 20%, DMSO sebagai kontrol negatif serta Klorheksidin sebagai
kontrol positif. Hasil uji fitokimia untuk ekstrak KJP positif memiliki kandungan
alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid. Aktivitas ekstrak tunggal
KJP dan DJB tunggal ekstrak dengan konsentrasi 20%, memiliki potensi untuk
menghambat bakteri dengan kategori kekuatan daya hambat dari 15,55 ± 0,025 mm
dan11,25 ± 0,037 mm golongan kuat untuk menghambat bakteri Streptococcus
mutans. Aktivitas ekstrak kombinasi mendapatkan hasil yang lebih sangat kuat
dengan daya hambat 28,33 ± 0,251 mm pada kombinasi KJP:DJB 3:1 untuk
menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.
ARMITHA AULIA AWING; Siti Mariam; Veronika
2023 · Book · Open Access
Penyakit dispepsia di RS PMI Bogor cukup banyak. Dispepsia yang
diderita pasien lebih sering dikarenakan pola makan dan pola hidup yang tidak
baik serta penyakit maag yang telah diderita pasien sebelumnya. Tujuan penelitian
mengetahui efektivitas obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap
berdasarkan lama hari rawat. Pengambilan data secara retrospektif. Pada data
rekam medik pasien dispepsia yang dirawat inap sesuai dengan kriteria inklusi
yang terhitung mulai dari Januari 2020 – Desember 2021 di RS PMI Bogor.
Sebanyak 100 pasien penderita dispepsia yang telah memenuhi kriteria penelitian.
Hasil penelitian diperoleh data pasien pada jenis kelamin perempuan sebanyak
69%, rata-rata usia pasien dispepsia 36-45 tahun (53%), rata-rata pendidikan
SMA/SMK sebanyak 20% dan Sarjana sebanyak 20%, pada pekerjaan yaitu ibu
rumah tangga sebanyak 34%. Obat yang digunakan pada pasien dispepsia serta
rata-rata lama hari rawat ada 8 jenis obat tunggal dan kombinasi yaitu Sukralfat
1% (4,00 hari), Sukralfat + Esomeprazole 1% (4,00 hari), Sukralfat +
Pantoprazole 2% (4,00 hari), Sukralfat + Omeprazole 56% (3,53 hari),
Omeprazole 35% (3,22 hari), Sukralfat + Omeprazole + Ranitidin 1% (3,00
hari).Antasida + Omeprazole 2% (2,50 hari), Ranitidin + Sukralfat 1% (2,00 hari).
Efektifitas kombinasi obat dispepsia yang digunakan pada pasien rawat inap di RS
PMI Bogor pada periode bulan Januari 2020 sampai Desember 2021 tidak
berbeda nyata berdasarkan lama hari rawat dengan nilai p = 0,753 pada uji
Kruskal-wallis.
Shirly Kumala
2023 · Book · Open Access
Siya Hamdani
2023 · Book · Open Access