DIKY SUGI PANGESTU; Fredy Arifta Nasel; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access
Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang
disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang
optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan
penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan
mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien
rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional
(non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil
secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan
kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam
Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total
sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil
penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata-
rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA
sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%,
pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling
banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi
diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan
0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada
hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan
pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.
IKA NURROHMAH; Lilik Sulastri; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Kombucha adalah minuman fermentasi dari campuran bakteri dan jamur
yang disebut SCOBY (Symbiotic culture of bactery and yest) dengan tambahan
gula sebagai nutrien. Daun sirsak ( Annona muricata L.) merupakan tumbuhan
yang memiliki kandungan fenol yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak cair
dan kombucha daun sirsak serbuk dan menentukan karakteristik (golongan
metabolit, total fenol, kadar vitamin C, total asam, nilai pH, total gula, dan persen
kelarutan) kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk.
Penelitian ini membuat kombucha daun sirsak dengan konsentrasi 100g/2000ml
yang dipengaruhi suhu ruang ± 25°C dengan lama waktu fermentasi 8 hari.
Pengamatan dilakukan terhadap uji fitokimia,total fenol, total asam, total vitamin
C, total gula, pH, kelaruran, uji antiokidan. Kombucha daun sirsak cair dan serbuk
dapat meredam radikal bebas DPPH masing-masing sebesar 11,93 % dan 4,48 %.
Kombucha daun sirsak cair mengandung golongan alkaloid, saponin, tannin,
steroid, kadar total fenol sebesar 199,92 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,85
(mg/100ml), total asam sebesar 0,435 % , nilai pH sebesar 4, total gula sebesar
0,045 ppm, dan larut sempurna. Kombucha daun sirsak serbuk mengandung
golongan saponin, tannin, kadar total fenol sebesar 198,78 ppm, kadar vitamin C
sebesar 0,73 (mg/100ml), total asam sebesar 0,390 %, nilai pH sebesar 4, total
gula sebesar 0,028 ppm, dan persentase kelarutan sebesar 99,87%. Kombucha
daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan kombucha
daun sirsak serbuk.
Andi Ahriansyah; IRA ARIANI; Rira Noviarianti
2023 · Book · Open Access
Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih
encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau
gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang
ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah
Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara
retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan
purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang
didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit
2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian
menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki-
laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat
badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat
diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien,
penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi
penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat
obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime
100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi
pemberian 100%
AMALIA FATMALA; Ferry Effendi; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue.
Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang
terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat
penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan
Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan
dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara
deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam
medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil
sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian
menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis
kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat
dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada
pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%;
Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat
dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.
Achmad Fauzi Isa; DEA ANGGIT FAHRENITA; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access
Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak
ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian
tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai
penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa
golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan
triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan
flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol
96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan
metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara
kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid
dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit
sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan
Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan
ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan
steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak
etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n-
Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada
ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat
(113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid
ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4
mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin
tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol
96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh
adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul
sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa
alkohol.
AUFA ALI FAJAR NANDA NASUKHA; Lilik Sulastri; Partomuan Simanjuntak
2023 · Book · Open Access
Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh
ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang ditandai dengan
hiperglikemia. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa
darah adalah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki mekanisme kerja
dengan menghambat enzim α-glukosidase, sehingga dapat menunda penyerapan
glukosa di saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang berpotensi menghambat
enzim α-glukosidase adalah daun salam. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat dan fraksi kromatografi kolom daun salam
dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui
proses partisi cair-cair dari ekstrak etanol 96%. Ekstrak etil asetat dipisahkan
dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT dengan substrat
pNPG dan kontrol positif acarbose. Pengujian aktivitas penghambatan enzim α-
glukosidase menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan
enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 87,93 ppm. Fraksi F-5.5 merupakan fraksi
terbaik dengan nilai IC50 sebesar 18,99 ppm. Aktivitas akarbosa dalam menghambat
enzim α-glukosidase memiliki nilai IC50 sebesar 18,05 ppm. Disimpulkan bahwa
fraksi F-5.5 memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat
dalam menghambat enzim -glukosidase.
DEWI SINTA FITRI ARYANI; Fredy Arifta Nasel; Tiurnani Barus
2023 · Book · Open Access
Diare adalah penyakit dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih
dari tiga kali sehari disertai perubahan bentuk dan konsistensi feses. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi pasien, mengevaluasi
penggunaan obat antidiare meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat
lama pemberian berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit 2015, Drug
Information Handbook 2009, Pediatric Drug Doses 2012, MIMS 2019. Penelitian
ini, non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis
secara deskriptif. Sampel diambil sebanyak 63 pasien dengan metode total
sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%),
kelompok usia terbanyak > 1-3 tahun (53%), berat badan terbanyak <10 kg (81%).
Penggunaan terapi obat zink sebanyak (19%), antibiotik dengan probiotik sebanyak
(13%), antibiotik sebanyak (42%). Pemberian antibiotik yang sering digunakan
yaitu kotrimoksazol (71%). Evaluasi ketepatan pemilihan obat zink, probiotik,
antibiotik didapatkan sebanyak (100%). Evaluasi ketepatan dosis zink (68%),
probiotik (70%), antibiotik (94%). Evaluasi ketepatan frekuensi zink (100%),
probiotik (100%), antibiotik (78%). Evaluasi ketepatan lama pemberian zink,
probiotik, antibiotik (100%).
Eem Masaenah; LAURA TASYHA KEMALASARI; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access
Eye shadow compact powder adalah sediaan kosmetik untuk mewarnai
kelopak mata dengan sentuhan artistic. Ekstrak mahkota kembang sepatu
(Hibiscus rosa sinensis L) mengandung pigmen alami antosianin yang berwarna
merah keunguan. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak mahkota
kembang sepatu sebagai pewarna pada formulasi eye shadow dalam bentuk
compact powder dan melakukan uji kesukan serta uji iritasi pada panelis.
Formulasi sediaan eye shadow yang dibuat dengan menggunakan zat warna
ekstrak mahkota kembang sepatu dengan konsentrasi 4% (F1), 6% (F2) dan 8%
(F3) dengan bahan tembahan talcum, titanium oksida, kaolin, parafin liquid,
nipasol, oleum rose. Pengujian yang dilakukan antara lain adalah uji organoleptik,
uji homogenitas, uji pH (derajat keasaman), uji daya oles,uji kesukaan dan uji
iritasi. Pemeriksaan organoleptis menunjukkan bahwa aroma keseluruhan sediaan
eye shadow adalah aroma oleum rose dan bentuk formulasi eye shadow adalah
berbentuk padat (compact powder) dengan warna F1 berwarna abu-abu muda, F2
berwarna abu-abu, F3 berwarna abu-abu tua. Untuk F3 adanya ketidak stabilan
warna pada saat 30 menit setelah dijadikan formulasi. Hasil uji kesukaan
menunjukkan F3 lebih disukai pada tekstur, aroma dan kecerahan warn. Hasil uji
iritasi bahwa pada sediaan eye shadow dengan ekstrak mahkota kembang sepatu
dalam bentuk compact powder tidak menunjukkan adanya iritasi pada keseluruhan
formulasi. Kesimpulan yang di dapat setelah di lakukan penelitian bahwa ekstrak
mahkota kembang sepatu dapat dijadikan formulasi eyeshadow dengan
menggunakan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder.
Dan formulasi yang dibuat tidak menunjukkan adanya iritasi pada panelis.
Aldimas Wisnuvidya; RAHMAT HIDAYATTULLOH; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan
minimal (SPM) rumah sakit merupakan jenis-jenis pelayanan rumah sakit yang
wajib dilaksanakan dengan standar kinerja yang ditetapkan dengan harapan
menjadi acuan bagi pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM pada pasien BPJS di
poli penyakit dalam Rumah Sakit Ridogalih Sukabumi. Desain penelitian ini
deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur berupa data
primer yaitu menggunakan resep dan kuesioner secara prospektif, untuk
mengetahui kesesuaian kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM.
Pengambilan dilakukan pada 291 resep yang didapat dari populasi menggunakan
metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan 81 responden
menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa kategori yang sudah sesuai adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan obat
jadi 16.52 menit, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 100%, dan rata-
rata kepuasan pasien 84,43%, dan penulisan resep sesuai formularium nasional
78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat
jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, dan kepuasan pasien sudah
sesuai dengan SPM, sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium
belum sesuai dengan SPM.
Ferry Effendi; Fransiska Vita K; NIDA ALIA
2023 · Book · Open Access
Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri
Salmonella typhi. Demam tifoid terjadi di negara berkembang dengan angka
kejadian yaitu 21 juta dan kematian 700 kasus. Pada penelitian yang berjudul
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Anak di
Rumah Sakit Melania Bogor secara retrospektif, memperoleh data periode Juli
sampai dengan Desember dengan jumlah 79 pasien. Data yang diolah meliputi
karakteristik pasien. Maka penelitian ini dapat menarik kesimpulan sebagai berikut
: dari 79 pasien berdasarkan sosiodemografi pasien berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah laki-laki 44 pasien (56%), sosiodemografi usia terbanyak yaitu
usia 0-5 tahun (Balita) yaitu 52 pasien (66%), sosiodemografi berat badan
terbanyak yaitu kurang dari 15 kg yaitu sebanyak 41 pasien (52%). Profil
penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid anak yaitu paling banyak
pada penggunaan Seftriakson dengan jumlah 57 pasien (72%). Berdasarkan hasil
evaluasi ketepatan pengobatan dari analisis di atas didapatkan hasil tepat indikasi
(100%), tepat obat (100%), tepat dosis (94,37%), tepat waktu pemberian obat
(100%) dan tepat lama pemberian (3.79%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan
penggunaan antibiotik dari analisis dengan metode DDD sebanyak 79 pasien
didapatkan angka terbesar pada Seftriakson yaitu 48,35.
Harry Noviardi; OKTAVIA DARYANI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu jenis
tumbuhan yang mengandung berbagai macam vitamin didalamnya. Tanaman
bayam merah di ketahui mengandung antosianin sebagai pigmen merah keunguan
yang terdapat pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar total
antosianin pada bayam merah dan menformulasikan bayam merah sebagai
pewarna dalam sediaan lip cream. Ekstrak diperolah melalui metode maserasi
menggunakan etanol ditambah HCl 0,1M kemudian hasil dari maserasi d jadikan
serbuk menggunakan spray drying. Hasil dari serbuk ekstrak daun bayam merah
diuji total antosianin yang menunjukkan bahwa total antosianin pada serbuk
ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar 151,95 mg/L dan total antosianin pada
sediaan lip cream ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar F1 29,692 mg/L, F2
31,547 mg/L, F3 45,086 mg/L. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik
sediaan lip cream untuk seluruh sediaan memiliki aroma oleum rosae dengan
tekstur halus, F0 memiliki warna putih kekuningan, F1 berwarna coklat muda, F2
dan F3 berwarna coklat tua. Sediaan memiliki susunan yang homogen, pH rata-
rata 5,06-6,14, sediaan dengan daya oles yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan
konsentrasi yang banyak disukai pada hasil uji kesukaan pada didapatkan dari
konsentrasi 10%, 12%, dan 14% formulasi yang paling di sukai adalah
konsentrasi 14% dengan nilai 2,69 (suka).
Achmad Fauzi Isa; Harry Noviardi; MELYKA SITI KURNIAWATI
2023 · Book · Open Access
Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki
banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti
antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan
aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh
melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol
96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak
diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak
ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2-
diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada
ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak
mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid,
saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian
metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil
asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan
daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut
memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50
semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi
pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.
FADILA ISNA NURAINA; Febi Ishfahani; Silalahi Nia Natalia
2023 · Book · Open Access
Puskesmas merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam
pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu rasionalitas obat sangat penting
digunakan dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat gambaran peresepan, gambaran indikator peresepan
obat rasional, dan kesesuaian indikator peresepan dengan Panduan
Penggunaan Obat Rasional 2011, yang meliputi: Penggunaan Antibiotik pada
ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik, Injeksi pada Myalgia, Rerata
Jumlah Item Obat Per Lembar Resep, serta Penggunaan Obat Generik.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan
pendekatan cross sectional, mengunakan data Retrospektif berupa resep pada
Agustus–Oktober 2021 serta metode total sampling dengan jumlah sebanyak
3.965 resep. Hasil penelitian menunjukkan gambaran peresepan pada penyakit
ISPA Non Pneumonia adalah 95 resep (36%) yang menggunakan Antibiotik.
Diare Non Spesifik terdapat 78 resep (66%) yang tidak menggunakan
Antibiotik. Injeksi pada Myalgia berjumlah 0 resep (0%). Indikator POR pada
peresepan Agustus-Oktober 2021 untuk Persentase Antibiotik pada ISPA Non
Pneumonia adalah 57,12%, Diare Non Spesifik 52,33%, Injeksi Pada Myalgia
0%, Rerata jumlah item obat pada tiap lembar resep 2,45. Untuk pemberian
penggunaan Obat Generik 98,47%. Kesesuaian indikator POR untuk
pengunaan antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik
penggunaan obat generik, tidak sesuai, sedangkan pada Injeksi Myalgia,
Rerata jumlah item pada resep sudah sesuai dari pedoman.
Andi Ahriansyah; SITI DIBA MAYASARI; Yuliyanti
2023 · Book · Open Access
Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering
ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena
hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran karakteristik nyeri
neuropati, gambaran bagian anggota tubuh yang nyeri, gambaran pengukuran
skala nyeri dan efektivitas penggunaan obat gabapentin terhadap pasien neuropati
diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada. Penelitian ini merupakan
penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer
menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran
skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data
sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal
peresepan gabapentin. kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil
disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa
karakteristik nyeri neuropati diabetik yang paling banyak dirasakan adalah nyeri
seperti tertusuk serta efek terapi gabapentin sebelum dan sesudah pemberian pada
47 pasien neuropati diabetik menunjukan adanya penurunan skala nyeri dengan
penurunan rata-rata sebesar 3,72. Pada hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks
Test nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan
yang signifikan antara sebelum dan sesudah minum obat gabapentin selama 2
minggu.
Elin Karlina; Ferry Effendi; RAMDAN FITRA JAYA
2023 · Book · Open Access
DM tipe 2 adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita pasien Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur. Insulin kombinasi banyak digunakan sebagai
pilihan dalam terapi pengobatan DM tipe 2 meliputi insulin kerja panjang dan
insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kedua insulin kombinasi terebut
terhadap persentase penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian
ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan metode pengambilan
data secara retrospektif yang bersumber dari 68 pasien DM tipe 2 Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur periode Juli-Desember 2021. Dari hasil penelitian
ini, DM tipe 2 terbanyak dialami perempuan (60,9%) pada kategori usia lansia
akhir (39,7%) disertai dengan penyakit penyerta (80,9%). Penggunaan insulin
kombinasi terbanyak adalah insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap
(54,4%). Berdasarkan dari rata-rata penurunan gula darah puasa insulin kerja
panjang dan insulin campuran tetap (32,31%) dinilai lebih efektif dibanding
dengan insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat (22,96%). Dari hasil uji T
Independent kedua insulin kombinasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan
nilai Asym.Sig. 0,002 < 0,05.
Harry Noviardi; MUHAMMAD ZAENAL MUTAQIEN; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan
antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah
(Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan
aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi
L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap
pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah
diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh
dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran.
Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin
dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia
flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun
belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan
45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas
antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun
belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat).
Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah
mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.
DEDEN PERMANA; Karuma Barza Afida; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access
Penularan COVID-19 begitu cepat karena mekanisme penyebarannya
melalui udara (air bone), Dalam upaya pencegahan dan perawatan infeksi
COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan buku pedoman
penggunaan herbal dan suplemen kesehatan dalam menghadapi COVID-19,
suplemen berperan penting dalam menjaga sistem imun dari serangan virus.
Dibutuhkan pengetahuan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan agar
penggunaan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan dan
pendikan terakhir) dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan penggunaan
suplemen kesehatan di Desa Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten
Bogor dalam periode April hinga Juli 2022. Metode penelitian analitik dengan
pendekatan cross sectional sample penelitian ditetapkan menggunakan metode
purposive sampling. Gambaran sosiodemografi responden paling tinggi usia
dewasa awal 43%, jenis kelamin wanita 66%, pekerjaan pegawai swasta 63% dan
pendidikan terakhir SMA 67%, pengetahuan kategori baik 41%. Hasil uji analisis
bivariat antara usia dengan tingkat pengetahuan menunjukan nilai signifikasi
sebesar 0,608<0,05 menunjukan tidak ada hubungan, tidak terdapat hubungan
antara jenis kelamin dengan pengetahuan (p-value=0,352<0,05), pekerjaan dengan
tingkat pengetahuan tidak terdapat hubungan (p-value=0,565<0,05), terdapat
hubungan antara pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan (p-
value=0,044<0,05).
ALMA DINIA TUNISA; Andi Ahriansyah; Fredy Arifta Nasel
2023 · Book · Open Access
Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di
Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan
tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi
Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara
retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara
kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling
sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien
(54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan
berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang
terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute
pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan
(87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens
masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III
B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%),
Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).
DWI IRMA SARI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Bronkopneumonia salah satu jenis pneumonia disebut juga pneumonia loburalis
ditandai bercak infiltrat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur dengan gejala
demam tinggi, sesak napas, muntah dan batuk kering sehingga antibiotik
merupakan terapi utama pneumonia. Penggunaan antibiotik yang rasional
diharapkan dapat meningkatkan efektifitas terapi dan membatasi laju resistensi.
Metode Gyssens adalah evaluasi kualitatif untuk mengukur ketepatan pemberian
antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotik
pasien bronkopneumonia anak di instalasi rawat inap RS Azra Bogor dengan
metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan
data sekunder dari rekam medis. Hasil penelitian ini berdasarkan data
sosiodemografi pasien bronkopneumonia anak yang terbanyak yaitu anak laki-laki
sebanyak 57 pasien dengan persentase (62,64%), anak perempuan sebanyak 34
pasien (37,36%), karakteristik umur paling banyak yaitu kategori balita pada usia
0-5 tahun sebanyak 82 pasien (90,11%) dan berat badan paling banyak <10kg
sebanyak 38 pasien (41,76%). Penggunaan antibiotik pasien bronkopneumonia
anak di RS Azra Bogor terbanyak yaitu seftriakson 64,84%. Evaluasi penggunaan
antibiotik menurut Gyssens kategori 0 yaitu penggunaan rasional atau tepat
mendapatkan persentase tertinggi sebesar 48,35%, kategori IVC 31,86%, kategori
IIIA 6,59%, kategori IIIB 5,49%, kategori IVB 5,49%, dan kategori IIA 2,19%.
DESI DARSIKA; Muhammad Afqary; Nuryanti
2023 · Book · Open Access
Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan
kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada
persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan
rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat
berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks
kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021
serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini
menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari
penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total
pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian
378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958,
pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B
total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp.
682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B
sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis
ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B
terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).