Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 41 dari 125

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTITUBERKULOSIS PASIEN TB PARU DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

DIKY SUGI PANGESTU; Fredy Arifta Nasel; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata- rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%, pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan 0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Annona muricata L.) CAIR DAN SERBUK

IKA NURROHMAH; Lilik Sulastri; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Kombucha adalah minuman fermentasi dari campuran bakteri dan jamur yang disebut SCOBY (Symbiotic culture of bactery and yest) dengan tambahan gula sebagai nutrien. Daun sirsak ( Annona muricata L.) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan fenol yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk dan menentukan karakteristik (golongan metabolit, total fenol, kadar vitamin C, total asam, nilai pH, total gula, dan persen kelarutan) kombucha daun sirsak cair dan kombucha daun sirsak serbuk. Penelitian ini membuat kombucha daun sirsak dengan konsentrasi 100g/2000ml yang dipengaruhi suhu ruang ± 25°C dengan lama waktu fermentasi 8 hari. Pengamatan dilakukan terhadap uji fitokimia,total fenol, total asam, total vitamin C, total gula, pH, kelaruran, uji antiokidan. Kombucha daun sirsak cair dan serbuk dapat meredam radikal bebas DPPH masing-masing sebesar 11,93 % dan 4,48 %. Kombucha daun sirsak cair mengandung golongan alkaloid, saponin, tannin, steroid, kadar total fenol sebesar 199,92 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,85 (mg/100ml), total asam sebesar 0,435 % , nilai pH sebesar 4, total gula sebesar 0,045 ppm, dan larut sempurna. Kombucha daun sirsak serbuk mengandung golongan saponin, tannin, kadar total fenol sebesar 198,78 ppm, kadar vitamin C sebesar 0,73 (mg/100ml), total asam sebesar 0,390 %, nilai pH sebesar 4, total gula sebesar 0,028 ppm, dan persentase kelarutan sebesar 99,87%. Kombucha daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan kombucha daun sirsak serbuk.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT DIARE PADA PASIEN GASTROENTERITIS BALITA RAWAT INAP DI RSUD LEUWILIANG

Andi Ahriansyah; IRA ARIANI; Rira Noviarianti
2023 · Book · Open Access

Diare adalah keadaan dimana frekuensi buang air besar meningkat dan lebih encer dari biasanya dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat Diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang tahun 2021. Pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 86 pasien. Data yang didapat dibandingkan dengan buku saku pelayanan kesehatan anak dirumah sakit 2009 dan tatalaksana pengobatan diare menurut kemenkes 2011. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pada balita dengan jenis kelamin terbanyak laki- laki 69,76% usia terbanyak yaitu 1-3 tahun dengan persentase 44,18% dan berat badan terbanyak 7-13 kg dengan persentase 61,62%. Gambaran penggunaan obat diare paling banyak menggunakan Zink 86 pasien dan Oralit 86 pasien, penggunaan antibiotik terbanyak menggunakan cefixime 92,68%. Evaluasi penggunaan obat diare diketahui tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, tepat dosis oralit 100%, Zink 94,19%,l-bio 96,10%, cefixime 100% dan metronidazole 100%, tepat lama pemberian 100% dan tepat frekuensi pemberian 100%

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN CAIRAN DAN ANTIPIRETIK PADA PASIEN ANAK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR

AMALIA FATMALA; Ferry Effendi; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue. Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.

PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN ETANOL 96% DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss)

Achmad Fauzi Isa; DEA ANGGIT FAHRENITA; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access

Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n- Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4 mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol 96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa alkohol.

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp)

AUFA ALI FAJAR NANDA NASUKHA; Lilik Sulastri; Partomuan Simanjuntak
2023 · Book · Open Access

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki mekanisme kerja dengan menghambat enzim α-glukosidase, sehingga dapat menunda penyerapan glukosa di saluran pencernaan. Salah satu tanaman yang berpotensi menghambat enzim α-glukosidase adalah daun salam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat dan fraksi kromatografi kolom daun salam dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak etil asetat diperoleh melalui proses partisi cair-cair dari ekstrak etanol 96%. Ekstrak etil asetat dipisahkan dengan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT dengan substrat pNPG dan kontrol positif acarbose. Pengujian aktivitas penghambatan enzim α- glukosidase menggunakan ELISA reader dengan panjang gelombang 405 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan IC50 sebesar 87,93 ppm. Fraksi F-5.5 merupakan fraksi terbaik dengan nilai IC50 sebesar 18,99 ppm. Aktivitas akarbosa dalam menghambat enzim α-glukosidase memiliki nilai IC50 sebesar 18,05 ppm. Disimpulkan bahwa fraksi F-5.5 memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak etil asetat dalam menghambat enzim -glukosidase.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN DIARE BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT X BOGOR

DEWI SINTA FITRI ARYANI; Fredy Arifta Nasel; Tiurnani Barus
2023 · Book · Open Access

Diare adalah penyakit dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari disertai perubahan bentuk dan konsistensi feses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi pasien, mengevaluasi penggunaan obat antidiare meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit 2015, Drug Information Handbook 2009, Pediatric Drug Doses 2012, MIMS 2019. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis secara deskriptif. Sampel diambil sebanyak 63 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%), kelompok usia terbanyak > 1-3 tahun (53%), berat badan terbanyak <10 kg (81%). Penggunaan terapi obat zink sebanyak (19%), antibiotik dengan probiotik sebanyak (13%), antibiotik sebanyak (42%). Pemberian antibiotik yang sering digunakan yaitu kotrimoksazol (71%). Evaluasi ketepatan pemilihan obat zink, probiotik, antibiotik didapatkan sebanyak (100%). Evaluasi ketepatan dosis zink (68%), probiotik (70%), antibiotik (94%). Evaluasi ketepatan frekuensi zink (100%), probiotik (100%), antibiotik (78%). Evaluasi ketepatan lama pemberian zink, probiotik, antibiotik (100%).

FORMULASI SEDIAAN EYE SHADOW DALAM BENTUK COMPACT POWDER DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK MAHKOTA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L)

Eem Masaenah; LAURA TASYHA KEMALASARI; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access

Eye shadow compact powder adalah sediaan kosmetik untuk mewarnai kelopak mata dengan sentuhan artistic. Ekstrak mahkota kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) mengandung pigmen alami antosianin yang berwarna merah keunguan. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak mahkota kembang sepatu sebagai pewarna pada formulasi eye shadow dalam bentuk compact powder dan melakukan uji kesukan serta uji iritasi pada panelis. Formulasi sediaan eye shadow yang dibuat dengan menggunakan zat warna ekstrak mahkota kembang sepatu dengan konsentrasi 4% (F1), 6% (F2) dan 8% (F3) dengan bahan tembahan talcum, titanium oksida, kaolin, parafin liquid, nipasol, oleum rose. Pengujian yang dilakukan antara lain adalah uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH (derajat keasaman), uji daya oles,uji kesukaan dan uji iritasi. Pemeriksaan organoleptis menunjukkan bahwa aroma keseluruhan sediaan eye shadow adalah aroma oleum rose dan bentuk formulasi eye shadow adalah berbentuk padat (compact powder) dengan warna F1 berwarna abu-abu muda, F2 berwarna abu-abu, F3 berwarna abu-abu tua. Untuk F3 adanya ketidak stabilan warna pada saat 30 menit setelah dijadikan formulasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan F3 lebih disukai pada tekstur, aroma dan kecerahan warn. Hasil uji iritasi bahwa pada sediaan eye shadow dengan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder tidak menunjukkan adanya iritasi pada keseluruhan formulasi. Kesimpulan yang di dapat setelah di lakukan penelitian bahwa ekstrak mahkota kembang sepatu dapat dijadikan formulasi eyeshadow dengan menggunakan ekstrak mahkota kembang sepatu dalam bentuk compact powder. Dan formulasi yang dibuat tidak menunjukkan adanya iritasi pada panelis.

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA PASIEN BPJS DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT RIDOGALIH SUKABUMI

Aldimas Wisnuvidya; RAHMAT HIDAYATTULLOH; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit merupakan jenis-jenis pelayanan rumah sakit yang wajib dilaksanakan dengan standar kinerja yang ditetapkan dengan harapan menjadi acuan bagi pengelolaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM pada pasien BPJS di poli penyakit dalam Rumah Sakit Ridogalih Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan resep dan kuesioner secara prospektif, untuk mengetahui kesesuaian kualitas pelayanan kefarmasian dengan SPM. Pengambilan dilakukan pada 291 resep yang didapat dari populasi menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan 81 responden menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori yang sudah sesuai adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi 16.52 menit, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 100%, dan rata- rata kepuasan pasien 84,43%, dan penulisan resep sesuai formularium nasional 78%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator waktu tunggu pelayanan obat jadi, tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat, dan kepuasan pasien sudah sesuai dengan SPM, sedangkan indikator penulisan resep sesuai formularium belum sesuai dengan SPM.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK DI RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

Ferry Effendi; Fransiska Vita K; NIDA ALIA
2023 · Book · Open Access

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Demam tifoid terjadi di negara berkembang dengan angka kejadian yaitu 21 juta dan kematian 700 kasus. Pada penelitian yang berjudul Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Anak di Rumah Sakit Melania Bogor secara retrospektif, memperoleh data periode Juli sampai dengan Desember dengan jumlah 79 pasien. Data yang diolah meliputi karakteristik pasien. Maka penelitian ini dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : dari 79 pasien berdasarkan sosiodemografi pasien berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 44 pasien (56%), sosiodemografi usia terbanyak yaitu usia 0-5 tahun (Balita) yaitu 52 pasien (66%), sosiodemografi berat badan terbanyak yaitu kurang dari 15 kg yaitu sebanyak 41 pasien (52%). Profil penggunaan Obat Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid anak yaitu paling banyak pada penggunaan Seftriakson dengan jumlah 57 pasien (72%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan pengobatan dari analisis di atas didapatkan hasil tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (94,37%), tepat waktu pemberian obat (100%) dan tepat lama pemberian (3.79%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dari analisis dengan metode DDD sebanyak 79 pasien didapatkan angka terbesar pada Seftriakson yaitu 48,35.

FORMULASI LIP CREAM DAN UJI ANTOSIANIN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)

Harry Noviardi; OKTAVIA DARYANI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

Tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu jenis tumbuhan yang mengandung berbagai macam vitamin didalamnya. Tanaman bayam merah di ketahui mengandung antosianin sebagai pigmen merah keunguan yang terdapat pada daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar total antosianin pada bayam merah dan menformulasikan bayam merah sebagai pewarna dalam sediaan lip cream. Ekstrak diperolah melalui metode maserasi menggunakan etanol ditambah HCl 0,1M kemudian hasil dari maserasi d jadikan serbuk menggunakan spray drying. Hasil dari serbuk ekstrak daun bayam merah diuji total antosianin yang menunjukkan bahwa total antosianin pada serbuk ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar 151,95 mg/L dan total antosianin pada sediaan lip cream ekstrak daun bayam merah yaitu sebesar F1 29,692 mg/L, F2 31,547 mg/L, F3 45,086 mg/L. Hasil penelitian uji pemeriksaan mutu fisik sediaan lip cream untuk seluruh sediaan memiliki aroma oleum rosae dengan tekstur halus, F0 memiliki warna putih kekuningan, F1 berwarna coklat muda, F2 dan F3 berwarna coklat tua. Sediaan memiliki susunan yang homogen, pH rata- rata 5,06-6,14, sediaan dengan daya oles yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan konsentrasi yang banyak disukai pada hasil uji kesukaan pada didapatkan dari konsentrasi 10%, 12%, dan 14% formulasi yang paling di sukai adalah konsentrasi 14% dengan nilai 2,69 (suka).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) MENGGUNAKAN METODE PENAMBATAN RADIKAL BEBAS

Achmad Fauzi Isa; Harry Noviardi; MELYKA SITI KURNIAWATI
2023 · Book · Open Access

Hampir semua bagian tumbuhan mimba (Azadirachta indica A. Juss) memiliki banyak kegunaan bahan obat alami untuk berbagai penyakit, seperti antiinflamasi, antirematik, antipiretik, antikanker, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan menentukan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun mimba. Ekstrak daun mimba diperoleh melalui maserasi bertingkat serbuk simplisia daun mimba dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder tiap ekstrak diidentifikasi melalui uji fitokimia dan aktivitas antiokiden tiap ekstrak ditetapkan dengan metode penambatan radikal bebas atau metode DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan uji fitokimia pada ekstrak etanol 96% pada akhir maserasi bertingkat positif lebih banyak mengandung jenis metabolit sekunder bersifat polar (alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin) dari pada yang non polar (triterpenoid dan steroid). Sebagian metabolit sekunder polar juga sudah terekstrak lebih dahulu oleh pelarut etil asetat dan n-eksan (alkaloid dan fenol). Hasil penetapan aktivitas antioksidan daun mimba pada ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksan berturut-turut memiliki nilai IC50 sebesar 79,918 ppm, 81,238 ppm, dan 73,952 ppm. Nilai IC50 semua ekstrak tergolong kuat. Sedang nilai IC50 Vitamin C yang menjadi pembanding sebesar 3,738 ppm tergolong sangat kuat.

EVALUASI INDIKATOR PERESEPAN PADA PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DI PUSKESMAS BUNAR KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

FADILA ISNA NURAINA; Febi Ishfahani; Silalahi Nia Natalia
2023 · Book · Open Access

Puskesmas merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu rasionalitas obat sangat penting digunakan dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran peresepan, gambaran indikator peresepan obat rasional, dan kesesuaian indikator peresepan dengan Panduan Penggunaan Obat Rasional 2011, yang meliputi: Penggunaan Antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik, Injeksi pada Myalgia, Rerata Jumlah Item Obat Per Lembar Resep, serta Penggunaan Obat Generik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pendekatan cross sectional, mengunakan data Retrospektif berupa resep pada Agustus–Oktober 2021 serta metode total sampling dengan jumlah sebanyak 3.965 resep. Hasil penelitian menunjukkan gambaran peresepan pada penyakit ISPA Non Pneumonia adalah 95 resep (36%) yang menggunakan Antibiotik. Diare Non Spesifik terdapat 78 resep (66%) yang tidak menggunakan Antibiotik. Injeksi pada Myalgia berjumlah 0 resep (0%). Indikator POR pada peresepan Agustus-Oktober 2021 untuk Persentase Antibiotik pada ISPA Non Pneumonia adalah 57,12%, Diare Non Spesifik 52,33%, Injeksi Pada Myalgia 0%, Rerata jumlah item obat pada tiap lembar resep 2,45. Untuk pemberian penggunaan Obat Generik 98,47%. Kesesuaian indikator POR untuk pengunaan antibiotik pada ISPA Non Pneumonia, Diare Non Spesifik penggunaan obat generik, tidak sesuai, sedangkan pada Injeksi Myalgia, Rerata jumlah item pada resep sudah sesuai dari pedoman.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT GABAPENTIN PADA PASIEN NEUROPATI DIABETIK DI INSTALASI RAWAT JALAN RS BMC MAYAPADA

Andi Ahriansyah; SITI DIBA MAYASARI; Yuliyanti
2023 · Book · Open Access

Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran karakteristik nyeri neuropati, gambaran bagian anggota tubuh yang nyeri, gambaran pengukuran skala nyeri dan efektivitas penggunaan obat gabapentin terhadap pasien neuropati diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal peresepan gabapentin. kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik nyeri neuropati diabetik yang paling banyak dirasakan adalah nyeri seperti tertusuk serta efek terapi gabapentin sebelum dan sesudah pemberian pada 47 pasien neuropati diabetik menunjukan adanya penurunan skala nyeri dengan penurunan rata-rata sebesar 3,72. Pada hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah minum obat gabapentin selama 2 minggu.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN INSULIN KOMBINASI TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PUASA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PROLANIS APOTEK KIMIA FARMA 317 CIANJUR

Elin Karlina; Ferry Effendi; RAMDAN FITRA JAYA
2023 · Book · Open Access

DM tipe 2 adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita pasien Prolanis di Apotek Kimia Farma 317 Cianjur. Insulin kombinasi banyak digunakan sebagai pilihan dalam terapi pengobatan DM tipe 2 meliputi insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kedua insulin kombinasi terebut terhadap persentase penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan metode pengambilan data secara retrospektif yang bersumber dari 68 pasien DM tipe 2 Prolanis di Apotek Kimia Farma 317 Cianjur periode Juli-Desember 2021. Dari hasil penelitian ini, DM tipe 2 terbanyak dialami perempuan (60,9%) pada kategori usia lansia akhir (39,7%) disertai dengan penyakit penyerta (80,9%). Penggunaan insulin kombinasi terbanyak adalah insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap (54,4%). Berdasarkan dari rata-rata penurunan gula darah puasa insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap (32,31%) dinilai lebih efektif dibanding dengan insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat (22,96%). Dari hasil uji T Independent kedua insulin kombinasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai Asym.Sig. 0,002 < 0,05.

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.),DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile Benth),SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

Harry Noviardi; MUHAMMAD ZAENAL MUTAQIEN; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun sirih merah (Piper cf. fragile Benth) dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun belimbing wuluh dan daun sirih merah diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam belimbing wuluh adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan daun sirih merah terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 45% dengan nilai 13,38 mm (kategori kuat) dan 13,28 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh : daun sirih merah (2:1) dengan nilai 16,78 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan daun sirih merah mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA BOJONG BARU KABUPATEN BOGOR

DEDEN PERMANA; Karuma Barza Afida; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Penularan COVID-19 begitu cepat karena mekanisme penyebarannya melalui udara (air bone), Dalam upaya pencegahan dan perawatan infeksi COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan buku pedoman penggunaan herbal dan suplemen kesehatan dalam menghadapi COVID-19, suplemen berperan penting dalam menjaga sistem imun dari serangan virus. Dibutuhkan pengetahuan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan agar penggunaan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendikan terakhir) dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan penggunaan suplemen kesehatan di Desa Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor dalam periode April hinga Juli 2022. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional sample penelitian ditetapkan menggunakan metode purposive sampling. Gambaran sosiodemografi responden paling tinggi usia dewasa awal 43%, jenis kelamin wanita 66%, pekerjaan pegawai swasta 63% dan pendidikan terakhir SMA 67%, pengetahuan kategori baik 41%. Hasil uji analisis bivariat antara usia dengan tingkat pengetahuan menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,608<0,05 menunjukan tidak ada hubungan, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan (p-value=0,352<0,05), pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tidak terdapat hubungan (p-value=0,565<0,05), terdapat hubungan antara pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan (p- value=0,044<0,05).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE ANAK DENGAN METODE GYSSENS DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

ALMA DINIA TUNISA; Andi Ahriansyah; Fredy Arifta Nasel
2023 · Book · Open Access

Penyakit diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia terutama anak. Pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat dengan tatalaksana terapi akan menimbulkan efek samping serta resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi, pola penggunaan antibiotik dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengambilan data diperoleh secara retrospektif yang berasal dari data rekam medik kemudian data dianalisis secara kualitatif dengan Metode Gyssens. Data diperoleh dengan cara total sampling sebanyak 77 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan pasien diare anak terbanyak adalah laki-laki sebanyak 42 pasien (54,55%), dengan kelompok usia 0 - 1 tahun sebanyak 35 pasien (45,45%) dan berat badan terbanyak < 10 kg sebanyak 48 pasien (62,34%). Antibiotik yang terbanyak digunakan adalah Sefotaksim sebanyak 42 kasus (54,54%) dan rute pemberian yang terbanyak digunakan adalah intravena sebanyak 67 peresepan (87,01%). Evaluasi keetepatan penggunaan antibiotik dengan Metode Gyssens masuk ke dalam kategori: Kategori 0 sebanyak 48 pasien (62,34%), Kategori III B sebanyak 13 pasien (16,88%), Kategori II A sebanyak 9 pasien (11,69%), Kategori IVA sebanyak 7 pasien (9,09%).

EVALUASI KERASIONALAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RS AZRA BOGOR DENGAN METODE GYSSENS

DWI IRMA SARI; Oriza Safrini; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Bronkopneumonia salah satu jenis pneumonia disebut juga pneumonia loburalis ditandai bercak infiltrat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur dengan gejala demam tinggi, sesak napas, muntah dan batuk kering sehingga antibiotik merupakan terapi utama pneumonia. Penggunaan antibiotik yang rasional diharapkan dapat meningkatkan efektifitas terapi dan membatasi laju resistensi. Metode Gyssens adalah evaluasi kualitatif untuk mengukur ketepatan pemberian antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotik pasien bronkopneumonia anak di instalasi rawat inap RS Azra Bogor dengan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan data sekunder dari rekam medis. Hasil penelitian ini berdasarkan data sosiodemografi pasien bronkopneumonia anak yang terbanyak yaitu anak laki-laki sebanyak 57 pasien dengan persentase (62,64%), anak perempuan sebanyak 34 pasien (37,36%), karakteristik umur paling banyak yaitu kategori balita pada usia 0-5 tahun sebanyak 82 pasien (90,11%) dan berat badan paling banyak <10kg sebanyak 38 pasien (41,76%). Penggunaan antibiotik pasien bronkopneumonia anak di RS Azra Bogor terbanyak yaitu seftriakson 64,84%. Evaluasi penggunaan antibiotik menurut Gyssens kategori 0 yaitu penggunaan rasional atau tepat mendapatkan persentase tertinggi sebesar 48,35%, kategori IVC 31,86%, kategori IIIA 6,59%, kategori IIIB 5,49%, kategori IVB 5,49%, dan kategori IIA 2,19%.

ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE ABC INDEKS KRITIS DI INSTALASI FARMASI RS MULIA PAJAJARAN KOTA BOGOR

DESI DARSIKA; Muhammad Afqary; Nuryanti
2023 · Book · Open Access

Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan kesehatan pada pasien di rumah sakit, oleh karena itu jika terjadi masalah pada persediaan perbekalan farmasi maka akan terjadi penurunan dalam hal pendapatan rumah sakit, serta dapat mengakibatkan tidak tercapainya keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelompokan obat berdasarkan analisis ABC nilai pakai, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai indeks kritis. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan penggunaan obat di tahun 2021 serta kuesioner dengan daftar ceklis obat. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling sebanyak 968 item obat. Hasil dari penelitian ini adalah nilai pakai kelompok A terdapat 51 item dengan total pemakaian 1.329.961, kelompok B terdapat 134 item dengan total pemakaian 378.594, dan kelompok C terdapat 783 item dengan total pemakaian 188.958, pada nilai investasi kelompok A total investasi Rp. 4.817.205.816, kelompok B total investasi Rp. 1.368.915.159, dan kelompok C total investasi Rp. 682.992.917, pada nilai kritis kelompok A sebanyak 98 item, kelompok B sebanyak 785 item dan kelompok C sebanyak 85 item dan berdasarkan analisis ABC indeks kritis didapatkan kelompok A terdapat 22 item (2,27%), kelompok B terdapat 376 item (38,84%), kelompok C terdapat 570 item (58,89%).