AFIAT TRI RAHMAH; Firman Perdana Putra; Neilli Apolina
2023 · Book · Open Access
Salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Farmasi adalah waktu tunggu
pelayanan resep. Waktu tunggu pelayanan resep ada dua yaitu waktu tunggu
pelayanan obat jadi dan obat racikan dengan tenggang waktu mulai pasien
menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui waktu tunggu dan persentase kesesuaian pelayanan resep obat
jadi dan obat racikan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor
pada Bulan April-Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pengambilan data secara retrospektif dimana data sampel diambil dari waktu
tunggu resep pasien rawat jalan periode April-Juni 2022 diperoleh sebanyak 952
resep untuk obat racikan dan 3.559 resep untuk obat jadi. Hasil penelitian ini
diperoleh waktu tunggu obat racikan rata-rata 32 menit dan obat jadi rata-rata 19.9
menit. Persentase kesesuaian waktu tunggu dengan standar pelayanan rumah sakit
pada bulan April 82%, Mei 79% dan Juni 83% untuk resep obat racikan, dan untuk
resep obat jadi pada bulan April 90%, Mei 88% dan Juni 92%. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan
Rumah Sakit Melania Bogor sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit sesuai dengan Profil Indikator Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008.
Abdul Rohim; Neilli Apolina; SYIFA FITRIANI
2023 · Book · Open Access
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara
menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari
pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Untuk
mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan.
Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan metode observasi. Penelitian
metode observasi ini dengan mengamati langsung dan kegiatan yang berjalan
dalam penyimpanan obat untuk memperoleh gambaran objek adanya fakta di
ruang obat. Pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan Formulir
checklist. Tata letak penyimpanan obat diruang obat hal yang penting, karena rak
penyimpanan obat di ruang obat klinik pratama rawat inap nabiya medika tidak
memadai. Penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan obat di Klinik Pratama
Rawat Inap Nabiya Medika. Di peroleh hasil ketidaksesuaian penyimpanan
bentuk sediaan solid, sediaan semi solid, dan sediaan liquid 21,73%. Hal ini
menandakan bahwa penyimpanan obat berdasarkan jenis sediaan di Ruang Obat
Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika belum sesuai dengan Peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 34 Tahun 2021 tentang standar
pelayanan kefarmasian.
Harry Noviardi; PUTRI AMALIAH; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Lilik Sulastri; Partomuan Simanjuntak; RATU NURUL AJIZAH
2023 · Book · Open Access
Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah biji sirsak
(Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dari fraksi ekstrak etil asetat biji sirsak dengan menggunakan
metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenil-1-pikril hidrazil). Penarikan
senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Hasil
ekstrak kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), fraksi yang
didapat kemudian diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman
radikal bebas DPPH, kemudian dilakukan analisa dengan kromatografi lapis tipis
(KLT) dan kromatografi kolom untuk selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas
antioksidan kembali pada fraksi hasil kolom dengan menentukan nilai IC50.
Vitamin C digunakan sebagai kontrol posiif pada pengujian aktivitas antioksidan
dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil skrining fitokimia ekstrak
biji sirsak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid.
Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan pada fraksi-2 ekstrak etil asetat
menghasilkan nilai IC50 sebesar 75,81 ppm.hal ini menunjukan bahwa fraksi ke-2
ekstrak etil asetat biji sirsak memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki
nilai IC50 <100 ppm.
Dedeh Rodiah; PRIESTA AMEALIA IRAWATY; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien
terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Cirimekar. Desain
Penelitian ini adalah Observasional dengan mengambil data pasien secara
prospektifselama periode November 2021 – Desember 2021. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin
perempuan 85%, rentang usia terbanyak 46-55 tahun 73%, tingkat pendidikan
terbanyak SMA 37% dan pekerjaan terbanyak IRT 67%. Gambaran kepatuhan
pasien hipertensi dengan tingkat kepatuhan rendah 37%, tingkat kepatuhan sedang
30% dan tingkat kepatuhantinggi 33%. Gambaran tekanan darah pasien normal 10%,
tekanan darah prehipertensi 28%, tekanan darah hipertensi derajat I 32% dan
tekanan darah hipertensi derajat II 30%. Hasil hubungan tingkat kepatuhan terhadap
tekanan darah pasien didapatkan nilai Uji Chi Square p value (0,00)<(0,05), maka
dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan
tekanan darah pasien di PuskesmasCirimekar.
Achmad Fauzi Isa; Anna P Roswiem; CAROL ZAIDA DISERA
2023 · Book · Open Access
Hiperkolesterolemia adalah keadaan yang ditandai oleh adanya peningkatan kadar
lemak dalam darah yang berbahaya bagi tubuh khususnya sering di jumpai adalah penyakit
jantung koroner .Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pola makan yang dapat
mencegah dan mengatasi masalah kardiovaskuler, antara lain dengan menggunakan bahan
tradisional yang harganya lebih terjangkau. Salah satu pengobatan alternatif menggunakan
senyawa bahan alam untuk penanganan hiperkolesterolemia adalah serat. Mengonsumsi serat
dapat menurunkan kadar kolesterol, salah satunya dengan cara menurunkan kadar kolesterol
dalam plasma darah melalui mekanisme peningkatan eksresi asam empedu ke feses serta
meningkatkan konversi kolesterol plasma menjadi asam empedu dalam hati. Serat yang
digunakan yaitu rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Rumput laut coklat (Turbinaria
ornata) dibuat menjadi tepung untuk komposisi pembuatan flakes cereal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar kolesterol total pada mencit putih melalui
adanya pemberian asupan flakes cereal rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Adapun
hewan uji yang digunakan yaitu sebanyak 25 ekor yang di induksi kuning telur puyuh dibagi
menjadi 5 kelompok perlakuan.Formulasi flakes cereal dibuat menjadi 3 formula dengan
konsentrasi 15 %, 35%, 55%. Hasil pengujian didapat pada formula ke 2 yaitu 35% memiliki
efektivitas hampir sama dengan kontrol positif yaitu Cholstiramide.
Muqfi Ali Khadafi; SHALFIGA VENI AFSENA; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Hipertensi berdasarkan etiologinya terbagi menjadi dua yaitu hipertensi
primer/esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah
jenis hipertensi yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya 90%). Sedangkan
hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang diketahui penyebabnya (10%) yaitu
dikarenakan oleh obat-obatan tertentu, dan adanya suatu penyakit penyerta.
Amlodipin yakni obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang memiliki
selektivitas tinggi, dan captopril merupakan obat golongan penghambat ACE
(Angiotensin Converting Enzym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
perbandingan efektivitas obat amlodipin dan captopril berdasarkan penurunan
tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Metode
yang dilakukan menggunakan software olah data berupa SPSS, uji pertama yang
dilakukan adalah uji normalitas kemudian uji Mann-Whitney. Sampel yang
digunakan berupa data pasien hipertensi sebanyak 103 pasien. Hasil dari penelitian
ini menunjukan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik karena
memiliki nilai sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,915, sedangkan tekanan darah
sistolik memiliki nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang menunjukan bahwa
adanya perbedaan penurunan tekanan darah.
MART NIS JAYA NDRURU; Nanang Hermawan; Vera Fatmawati
2023 · Book · Open Access
Hipertensi adalah penyakit yang disebut silent killer yang banyak menimbulkan
kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi
tentang sosiodemografi pasien, gambaran obat hipertensi yang digunakan, dan data
tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Annisa Bogor.
Penelitian ini mengambil data rekam medis pasien hipertensi tahun 2018 dan
diambil 71 sampel. Data hasil penelitan akan dianalisis secara deskriptif. Penyajian
dalam bentuk univariat. Didapatkan data sosiodemografi bahwa pasien Wanita
(72%) lebih banyak menderita hipertensi daripada pasien laki-laki (28%). Selain itu
usia yang rentan dengan hipertensi yaitu pasien kategori lansia awal atau dengan
umur 46-55 tahun (35%). Latar Pendidikan terakhir pasien yang paling banyak yaitu
SMP (35%). Katagori obat hipertensi yang diresepkan paling banyak dengan
golongan Calcium Channel Blocker (CCB) (48%) . Obat antihipertensi yang paling
sering digunakan di Rumah Sakit Annisa adalah Amlodipine (47%). Tekanan darah
pasien sebelum diberikan terapi yang masuk katagori pre hipertensi 3%, hipertensi
stage 1 49%, hipertensi stage 2 38% dan hipertensi stage 3 10%. Setelah diberikan
terapi obat antihipertensi, sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan
darah, dengan rincian tekanan darah turun sebanyak 61 pasien, tekanan darah tetap
8 pasien, dan tekanan darah naik 2 pasien.
ELSA DWI APRILIANI.; Nanang Hermawan; Pramana Sigit
2023 · Book · Open Access
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan
yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak
asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan
kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif
dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang
diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual
dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien
sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan
kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas),
kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan
rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata
gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas
dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia
ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat,
petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat
sesuai yang diminta dalam resep.
Andi Ahriansyah; Fifih Maghfiroh; RIJALULl HADID
2023 · Book · Open Access
Bedahl sesarl (sectionl caesarea)l adalahl sayatanl melaluil dindingl abdomenl
danl uterusl untukl melahirkanl janinl daril dalaml rahim.l Penelitianl inil bertujuanl
untukl mengetahuil gambaranl karakteristikl padal pasienl pascal operasil sesarl yangl
menggunakanl obatl analgetikl dilihatl daril usial danl beratl badan,l mengetahuil polal
penggunaanl obatl analgetikl padal pasienl pascal operasil sesarl danl mengetahuil
ketepatanl penggunaanl obatl analgetikl yangl digunakanl padal pasienl pascal operasil
sesarl berdasarkanl parameter,l yaitul tepatl dosis,l tepatl obat,l tepatl lamal pemberian,l
tepatl indikasil danl tepatl frekuensil dil instalasil rawatl inapl RSUDl Ciawil padal
periodel Januari-Maretl 2022.l Daril 100l populasil pasien,l diambill 90l pasienl
sebagail sampell karenal memenuhil kriterial inklusi.l Usial pasienl terbanyakl padal
usial dewasal awall denganl rentangl usial 26-35l tahunl (51%),l beratl badanl pasienl
terbanyakl padal rentangl 40-60l kgl (52%),l sedangkanl padal paritasl pasienl
terbanyakl padal anakl ke-2l (25%).l Obatl analgetikl yangl diberikanl padal pasienl
yaitul ketorolacl (17%),l ketoprofenl (10%),l danl asaml mefenamatl (73%).l Daril kel
tigal obatl tersebut,l yangl palingl banyakl diberikanl adalahl asaml mefenamat,l danl
obatl tersebutl memenuhil semual kriterial ketepatanl obatl yaitul tepatl dosisl (100%l
padal semual kategoril obat),l tepatl obatl (100%l padal semual kategoril obat),l tepatl
lamal pemberianl (100%l padal obatl as.l mefenamat),l tepatl indikasil (100%l padal
semual kategoril obat)l danl tepatl frekuensil (100%l padal semual kategoril obat)l padal
64l pasienl pascal operasil sesar.
Ferry Effendi; VANETY APRIANI SILABAN; Veronika
2023 · Book · Open Access
Dispepsia merupakan suatu sindroma berupa nyeri atau rasa tidak nyaman
pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut
merasa penuh. Obat golongan Penghambat Pompa Proton menjadi salah satu obat
yang paling umum diresepkan di RS PMI Bogor, yaitu Omeprazole dan
Pantoprazole. Golongan obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim H
+
/K+
-
ATPase yang ada di dinding lambung, sehingga produksi asam lambung bisa
berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif
dalam penggunaan obat Omeprazole dan Pantoprazole. Penelitian ini menggunakan
metode Cross Sectional terhadap data sekunder pengambilan data secara
Retrospektif dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling data
diambil dari rekam medik pasien dispepsia dengan total 80 pasien. Hasil yang
didapat dari penelitian ini yaitu pasien dispepsia instalasi rawat inap di RS PMI
Bogor yang terbanyak berjenis kelamin perempuan yaitu 50 pasien (62,50%),
dengan pasien rentang usia terbanyak 46-55 tahun yaitu 25 pasien (31,25%) dan
pasien yang mengalami hilang gejala dengan menggunakan omeprazole lebih
banyak yaitu 39 pasien (55,71%) yang berarti lebih efektif dibandingkan pasien
yang menggunakan pantoprazole hanya 31 pasien (44,29%). Hubungan dapat
dilihat dari hasil analisis statistik menggunakan Chi Square yang menunjukkan
bahwa p< 0,05 dengan nilai signifikasi 0,001 yang berarti adanya hubungan antara
penggunaan obat dengan efektivitas.
ANIPA NURSILAH; Fredy Arifta Nasel; Sunengsih
2023 · Book · Open Access
Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang ditandai adanya nyeri
dan kekakuan sendi yang biasanya banyak terjadi pada usia lanjut. Dalam
penangananya dibutuhkan antiinflamasi yaitu Natrium Diklofenak dan Piroksikam.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi pasien osteoarthritis,
profil penggunaan obat AINS, gambaran intensitas skala nyeri pada kedatangan-1
dan kedatangan-2 dalam jangka waktu 14 hari dan gambaran perubahan intensitas
skala nyeri pasien OA yang diberikan Natrium Diklofenak dan Piroksikam. Desain
penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pengukuran skala nyeri
Visual Analogue Scale (VAS) dan pengambilan data secara retrospektif berupa
rekam medik pasien osteoarthritis rawat jalan dengan jumlah sampel 60 pasien di
Klinik Rihadatul Aisy Care (RAC) Cikotok Lebak Banten. Penelitian dilaksanakan
Agustus-September 2022. Hasil penelitian ini menunjukan jenis kelamin paling
banyak perempuan sebesar (73,40%). Usia paling banyak usia 46-55 tahun (lansia
awal) sebesar (46,60%). Penggunaan obat paling banyak Natrium Diklofenak
sebesar (75%). Gambaran intensitas skala nyeri pada pasin OA yang diberi Natrium
Diklofenak pada kedatangan-1 nyeri berat sebesar (40%) dan Piroksikam
kedatangan-1 nyeri sedang sebesar (11,66%). Natrium Diklofenak kedatangan-2
nyeri ringan sebesar (35%) dan Piroksikam kedatangan-2 nyeri berat sebesar (10%).
Gambaran perubahan intensitas skala nyeri pada kedatangan-1 dan kedatangan-2
dalam jangka waktu 14 hari menunjukan bahwa obat Natrium Diklofenak
memberikan penurunan skala nyeri lebih banyak daripada obat Piroksikam.
DHEA PARAMITA; Febi Ishfahani; Yayah Rahmawati
2023 · Book · Open Access
Hipertensi ditandai dengan pengukuran tekanan darah yang menunjukan tekanan
sistolik sebesar > 140 mmHg dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmHg. Tujuan
penelitian ini untuk membandingkan efektivitas obat Amlodipin dan Captopril
terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Parung. Penelitian ini
dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Data dari
penelitian ini diambil dari data sekunder resep dan Sistem Informasi Manajemen
Puskesmas (SIMPUS) periode September - Desember 2022. Sampel yang diambil
sebanyak 78 sampel menggunakan metode purposive sampling dengan penggunaan
Amlodipin 40 pasien dan Captopril 38 pasien. Hasil penelitian ini rentang usia
terbanyak masa lansia awal 46-55 tahun yaitu sebanyak 34 pasien (43,59%), dan
jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 52 pasien (66,67%). Penggunaan obat
hipertensi yang paling banyak digunakan di Puskesmas Parung yaitu Amlodipin
sebanyak 40 pasien (51,28%) sedangkan Captopril sebanyak 38 pasien (48,72%).
Efektivitas menurut target JNC VIII, amlodipin sistolik 40 pasien (100%) efektif
dan diastolik 38 pasien (95%) efektif, 2 pasien (5%) tidak efektif, pada Captopril
sistolik 30 pasien (78,90%) efektif, 8 pasien (21,10%) tidak efektif dan diastolik 36
pasien (94,70%) efektif, 2 pasien (5,30%) tidak efektif. Terdapat perbedaan
bermakna pada efektivitas tekanan darah sistolik (p=0.000) dan tidak terdapat
perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah diastolik (p= 0.426).
Muhammad Afqary; SITI MARIYAM; Yesi Mariyana
2023 · Book · Open Access
Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian
penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan
resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan
rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang
sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain
itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl
ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl
dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo
rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep
dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar
resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum
depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober-
Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar
pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan
Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan
Formularium Nasional sebesar 100%.
DEWI UMAYA SHINTA; Muhammad Afqary; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk
mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien.
Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat
menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting
dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas
pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian
yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif,
teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data
diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang
menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan
Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak
98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden
merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang
diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor.
Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129
Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian
pada kepuasan pelanggan 80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan
metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84,
69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata
keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo
Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.
Antonius Padua Ratu; Ega Rahmawati Putri; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
CLADORA VRISKA KUNTARTO; Muhammad Afqary; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access
Pelayanan resep merupakan titik terakhir pelayanan, sehingga rumah sakit harus
memperhatikan waktu tunggu. Kecepatan waktu pelayanan resep berperan penting
dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kecepatan waktu
pelayanan resep masih menjadi kendala bagi beberapa rumah sakit. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu
pelayanan resep pasien umum dan pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI
Bogor. Mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi dan
obat racikan di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor serta kesesuaian dengan
Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini
diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan
Januari-Maret 2022, total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah
10.138 lembar resep yang terdiri dari 7.405 lembar resep obat jadi dan 2.733 lembar
resep obat racikan. Gambaran waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan
resep pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor dengan persentase
kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan umum adalah 73% untuk
resep obat jadi dan 79% untuk resep racikan sedangkan persentase kesesuaian
waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan asuransi adalah 67% untuk resep obat
jadi dan 74% untuk resep obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di
Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor adalah 25 menit untuk obat jadi dan 45 menit
untuk obat racikan dengan kesesuaian 71% untuk resep obat jadi dan 77% untuk
resep obat racikan. Jika dilihat dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kepmenkes
RI Nomor 129 tahun 2008, maka pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI
Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
Harry Noviardi; SITI NURBAETI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang dimanfaatkan dalam
industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Kandungan yang terdapat
dalam selulosa cukup banyak yaitu berkisar 66%, yang belum dimanfaatkan
secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis metil selulosa dari
selulosa daun nanas. Sintesis metil selulosa ini dilakukan melalui beberapa proses
yaitu isolasi selulosa daun nanas, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi,
uji organoleptik, uji kelarutan dan FTIR. Sintesis metil selulosa dilakukan
menggunakan metode refluks dengan pelarut aseton. Berdasarkan analisis FTIR
metil selulosa yang diperoleh, diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3303,86
untuk O-H, 2915,34 untuk C-H. Dari hasil uji organoleptik diperoleh hasil berupa
padatan berwarna coklat, tidak berbau. Pada uji kelarutan diperoleh hasil tidak
larut dalam air, NaOH 4%, dan asam asetat.
ALIEZA SEPTIANI; Binar Nursanti; Yesi Mariyana
2023 · Book · Open Access
Pengelolaan obat narkotika dan psikotropika merupakan kegiatan yang terdiri dari
tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, pencatatan dan pelaporan
obat. Pengelolaan obat dilakukan untuk menjamin ketersediaan obat dalam jumlah
dan mutu yang baik secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian pengelolaan obat narkotika dan
psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2015.
Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan
menggunakan formulir checklist dan wawancara serta telaah dokumen sebagai
pelengkap data. Wawancara dilakukan terhadap apoteker dan tenaga teknis
kefarmasian yang bertugas di RS Karya Bhakti Pratiwi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya
Bhakti Pratiwi telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan standar
Permenkes RI No. 3 Tahun 2015 dengan persentase 100% pada tahap pengadaan,
penyimpanan, distribusi dan pelaporan serta 90,9% pada tahap pencatatan. Saran
dalam penelitian ini adalah agar RS Karya Bhakti Pratiwi Bogor dapat
mempertahankan pengelolaan obat yang sudah baik dan dapat meningkatkan yang
belum memenuhi standar yang berlaku.
Muhammad Afqary; Nadia Yeni DS; WIDA TAMIA
2023 · Book · Open Access
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan
cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang
dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan
perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma
110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang
berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya
penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi
kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi
penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain
penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara
retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari
penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator
kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada
indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator
sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada
indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40
%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek
Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.