Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 38 dari 125

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

AFIAT TRI RAHMAH; Firman Perdana Putra; Neilli Apolina
2023 · Book · Open Access

Salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Farmasi adalah waktu tunggu pelayanan resep. Waktu tunggu pelayanan resep ada dua yaitu waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan dengan tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu tunggu dan persentase kesesuaian pelayanan resep obat jadi dan obat racikan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor pada Bulan April-Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dimana data sampel diambil dari waktu tunggu resep pasien rawat jalan periode April-Juni 2022 diperoleh sebanyak 952 resep untuk obat racikan dan 3.559 resep untuk obat jadi. Hasil penelitian ini diperoleh waktu tunggu obat racikan rata-rata 32 menit dan obat jadi rata-rata 19.9 menit. Persentase kesesuaian waktu tunggu dengan standar pelayanan rumah sakit pada bulan April 82%, Mei 79% dan Juni 83% untuk resep obat racikan, dan untuk resep obat jadi pada bulan April 90%, Mei 88% dan Juni 92%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit sesuai dengan Profil Indikator Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT BERDASARKAN BENTUK SEDIAAN DI RUANG OBAT KLINIK PRATAMA RAWAT INAP NABIYA MEDIKA

Abdul Rohim; Neilli Apolina; SYIFA FITRIANI
2023 · Book · Open Access

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Untuk mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan metode observasi. Penelitian metode observasi ini dengan mengamati langsung dan kegiatan yang berjalan dalam penyimpanan obat untuk memperoleh gambaran objek adanya fakta di ruang obat. Pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan Formulir checklist. Tata letak penyimpanan obat diruang obat hal yang penting, karena rak penyimpanan obat di ruang obat klinik pratama rawat inap nabiya medika tidak memadai. Penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan obat di Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika. Di peroleh hasil ketidaksesuaian penyimpanan bentuk sediaan solid, sediaan semi solid, dan sediaan liquid 21,73%. Hal ini menandakan bahwa penyimpanan obat berdasarkan jenis sediaan di Ruang Obat Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmasian.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT BIJI SIRSAK (Annona muricata L.)

Lilik Sulastri; Partomuan Simanjuntak; RATU NURUL AJIZAH
2023 · Book · Open Access

Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah biji sirsak (Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari fraksi ekstrak etil asetat biji sirsak dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-diphenil-1-pikril hidrazil). Penarikan senyawa aktif menggunakan metode maserasi dengan pelarutetanol 96%. Hasil ekstrak kemudian dipartisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1), fraksi yang didapat kemudian diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH, kemudian dilakukan analisa dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi kolom untuk selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan kembali pada fraksi hasil kolom dengan menentukan nilai IC50. Vitamin C digunakan sebagai kontrol posiif pada pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil skrining fitokimia ekstrak biji sirsak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan pada fraksi-2 ekstrak etil asetat menghasilkan nilai IC50 sebesar 75,81 ppm.hal ini menunjukan bahwa fraksi ke-2 ekstrak etil asetat biji sirsak memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki nilai IC50 <100 ppm.

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIRIMEKAR CIBINONG

Dedeh Rodiah; PRIESTA AMEALIA IRAWATY; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang. Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek terapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Cirimekar. Desain Penelitian ini adalah Observasional dengan mengambil data pasien secara prospektifselama periode November 2021 – Desember 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin perempuan 85%, rentang usia terbanyak 46-55 tahun 73%, tingkat pendidikan terbanyak SMA 37% dan pekerjaan terbanyak IRT 67%. Gambaran kepatuhan pasien hipertensi dengan tingkat kepatuhan rendah 37%, tingkat kepatuhan sedang 30% dan tingkat kepatuhantinggi 33%. Gambaran tekanan darah pasien normal 10%, tekanan darah prehipertensi 28%, tekanan darah hipertensi derajat I 32% dan tekanan darah hipertensi derajat II 30%. Hasil hubungan tingkat kepatuhan terhadap tekanan darah pasien didapatkan nilai Uji Chi Square p value (0,00)<(0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan tekanan darah pasien di PuskesmasCirimekar.

PENGEMBANGAN TEPUNG RUMPUT LAUT COKLAT (Turbinaria ornata) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BERBENTUK FLAKES UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL

Achmad Fauzi Isa; Anna P Roswiem; CAROL ZAIDA DISERA
2023 · Book · Open Access

Hiperkolesterolemia adalah keadaan yang ditandai oleh adanya peningkatan kadar lemak dalam darah yang berbahaya bagi tubuh khususnya sering di jumpai adalah penyakit jantung koroner .Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya pola makan yang dapat mencegah dan mengatasi masalah kardiovaskuler, antara lain dengan menggunakan bahan tradisional yang harganya lebih terjangkau. Salah satu pengobatan alternatif menggunakan senyawa bahan alam untuk penanganan hiperkolesterolemia adalah serat. Mengonsumsi serat dapat menurunkan kadar kolesterol, salah satunya dengan cara menurunkan kadar kolesterol dalam plasma darah melalui mekanisme peningkatan eksresi asam empedu ke feses serta meningkatkan konversi kolesterol plasma menjadi asam empedu dalam hati. Serat yang digunakan yaitu rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Rumput laut coklat (Turbinaria ornata) dibuat menjadi tepung untuk komposisi pembuatan flakes cereal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar kolesterol total pada mencit putih melalui adanya pemberian asupan flakes cereal rumput laut coklat (Turbinaria ornata). Adapun hewan uji yang digunakan yaitu sebanyak 25 ekor yang di induksi kuning telur puyuh dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan.Formulasi flakes cereal dibuat menjadi 3 formula dengan konsentrasi 15 %, 35%, 55%. Hasil pengujian didapat pada formula ke 2 yaitu 35% memiliki efektivitas hampir sama dengan kontrol positif yaitu Cholstiramide.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIAMBAR SUKABUMI

Muqfi Ali Khadafi; SHALFIGA VENI AFSENA; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Hipertensi berdasarkan etiologinya terbagi menjadi dua yaitu hipertensi primer/esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah jenis hipertensi yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya 90%). Sedangkan hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang diketahui penyebabnya (10%) yaitu dikarenakan oleh obat-obatan tertentu, dan adanya suatu penyakit penyerta. Amlodipin yakni obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang memiliki selektivitas tinggi, dan captopril merupakan obat golongan penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas obat amlodipin dan captopril berdasarkan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Metode yang dilakukan menggunakan software olah data berupa SPSS, uji pertama yang dilakukan adalah uji normalitas kemudian uji Mann-Whitney. Sampel yang digunakan berupa data pasien hipertensi sebanyak 103 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik karena memiliki nilai sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,915, sedangkan tekanan darah sistolik memiliki nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang menunjukan bahwa adanya perbedaan penurunan tekanan darah.

EVALUASI EFEKTIFITAS OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ANNISA BOGOR

MART NIS JAYA NDRURU; Nanang Hermawan; Vera Fatmawati
2023 · Book · Open Access

Hipertensi adalah penyakit yang disebut silent killer yang banyak menimbulkan kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang sosiodemografi pasien, gambaran obat hipertensi yang digunakan, dan data tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Annisa Bogor. Penelitian ini mengambil data rekam medis pasien hipertensi tahun 2018 dan diambil 71 sampel. Data hasil penelitan akan dianalisis secara deskriptif. Penyajian dalam bentuk univariat. Didapatkan data sosiodemografi bahwa pasien Wanita (72%) lebih banyak menderita hipertensi daripada pasien laki-laki (28%). Selain itu usia yang rentan dengan hipertensi yaitu pasien kategori lansia awal atau dengan umur 46-55 tahun (35%). Latar Pendidikan terakhir pasien yang paling banyak yaitu SMP (35%). Katagori obat hipertensi yang diresepkan paling banyak dengan golongan Calcium Channel Blocker (CCB) (48%) . Obat antihipertensi yang paling sering digunakan di Rumah Sakit Annisa adalah Amlodipine (47%). Tekanan darah pasien sebelum diberikan terapi yang masuk katagori pre hipertensi 3%, hipertensi stage 1 49%, hipertensi stage 2 38% dan hipertensi stage 3 10%. Setelah diberikan terapi obat antihipertensi, sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan darah, dengan rincian tekanan darah turun sebanyak 61 pasien, tekanan darah tetap 8 pasien, dan tekanan darah naik 2 pasien.

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IPA DI PUSKESMAS KABANDUNGAN KABUPATEN SUKABUMI

ELSA DWI APRILIANI.; Nanang Hermawan; Pramana Sigit
2023 · Book · Open Access

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Puskesmas merupakan perwujudan kesehatan sebagai hak asasi manusia di Indonesia. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu asuhan kesehatan yang berada di puskesmas dan merupakan salah satu peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabandungan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan secara prospektif menggunakan data primer kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 94 pasien. Metode penelitian ini dengan menggunakan servqual dan IPA untuk mengetahui apakah kenyataan dapat memenuhi harapan pasien sehingga pasien puas terhadap pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian dihasilkan kepuasan pasien pada dimensi bukti nyata 75,63% (puas), ketanggapan 73,69% (puas), kehandalan 71,99% (puas), empati 78,86% (puas), jaminan 77,15% (puas). Dengan rata-rata kepuasan sebesar 75,46% (puas). Hasil analisis servqual didapatkan rata-rata gap score sebesar (-31). Hasil analisis IPA yaitu kuadran I yang menjadi prioritas dalam penelitian ini berisikan atribut tersedia ruang tunggu yang nyaman, tersedia ruang tunggu yang cukup, petugas farmasi menjelaskan cara penyimpanan obat, petugas farmasi menjelaskan efek samping obat, dan petugas farmasi memberikan obat sesuai yang diminta dalam resep.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGETIKl PADA PASIEN PASCA OPERASI SESAR DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD CIAWI

Andi Ahriansyah; Fifih Maghfiroh; RIJALULl HADID
2023 · Book · Open Access

Bedahl sesarl (sectionl caesarea)l adalahl sayatanl melaluil dindingl abdomenl danl uterusl untukl melahirkanl janinl daril dalaml rahim.l Penelitianl inil bertujuanl untukl mengetahuil gambaranl karakteristikl padal pasienl pascal operasil sesarl yangl menggunakanl obatl analgetikl dilihatl daril usial danl beratl badan,l mengetahuil polal penggunaanl obatl analgetikl padal pasienl pascal operasil sesarl danl mengetahuil ketepatanl penggunaanl obatl analgetikl yangl digunakanl padal pasienl pascal operasil sesarl berdasarkanl parameter,l yaitul tepatl dosis,l tepatl obat,l tepatl lamal pemberian,l tepatl indikasil danl tepatl frekuensil dil instalasil rawatl inapl RSUDl Ciawil padal periodel Januari-Maretl 2022.l Daril 100l populasil pasien,l diambill 90l pasienl sebagail sampell karenal memenuhil kriterial inklusi.l Usial pasienl terbanyakl padal usial dewasal awall denganl rentangl usial 26-35l tahunl (51%),l beratl badanl pasienl terbanyakl padal rentangl 40-60l kgl (52%),l sedangkanl padal paritasl pasienl terbanyakl padal anakl ke-2l (25%).l Obatl analgetikl yangl diberikanl padal pasienl yaitul ketorolacl (17%),l ketoprofenl (10%),l danl asaml mefenamatl (73%).l Daril kel tigal obatl tersebut,l yangl palingl banyakl diberikanl adalahl asaml mefenamat,l danl obatl tersebutl memenuhil semual kriterial ketepatanl obatl yaitul tepatl dosisl (100%l padal semual kategoril obat),l tepatl obatl (100%l padal semual kategoril obat),l tepatl lamal pemberianl (100%l padal obatl as.l mefenamat),l tepatl indikasil (100%l padal semual kategoril obat)l danl tepatl frekuensil (100%l padal semual kategoril obat)l padal 64l pasienl pascal operasil sesar.

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT PANTOPRAZOLE DAN OMEPRAZOLE PADA PASIEN DISPEPSIA INSTALASI RAWAT INAP RS PMI BOGOR

Ferry Effendi; VANETY APRIANI SILABAN; Veronika
2023 · Book · Open Access

Dispepsia merupakan suatu sindroma berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut merasa penuh. Obat golongan Penghambat Pompa Proton menjadi salah satu obat yang paling umum diresepkan di RS PMI Bogor, yaitu Omeprazole dan Pantoprazole. Golongan obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim H + /K+ - ATPase yang ada di dinding lambung, sehingga produksi asam lambung bisa berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih efektif dalam penggunaan obat Omeprazole dan Pantoprazole. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional terhadap data sekunder pengambilan data secara Retrospektif dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling data diambil dari rekam medik pasien dispepsia dengan total 80 pasien. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu pasien dispepsia instalasi rawat inap di RS PMI Bogor yang terbanyak berjenis kelamin perempuan yaitu 50 pasien (62,50%), dengan pasien rentang usia terbanyak 46-55 tahun yaitu 25 pasien (31,25%) dan pasien yang mengalami hilang gejala dengan menggunakan omeprazole lebih banyak yaitu 39 pasien (55,71%) yang berarti lebih efektif dibandingkan pasien yang menggunakan pantoprazole hanya 31 pasien (44,29%). Hubungan dapat dilihat dari hasil analisis statistik menggunakan Chi Square yang menunjukkan bahwa p< 0,05 dengan nilai signifikasi 0,001 yang berarti adanya hubungan antara penggunaan obat dengan efektivitas.

GAMBARAN PERUBAHAN INTENSITAS SKALA NYERI PADA PENGGUNAAN NATRIUM DIKLOFENAK DAN PIROKSIKAM PASIEN OSTEOARTHRITIS RAWAT JALAN DI KLINIK RIHADATUL AISY CARE (RAC) CIKOTOK LEBAK BANTEN

ANIPA NURSILAH; Fredy Arifta Nasel; Sunengsih
2023 · Book · Open Access

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang ditandai adanya nyeri dan kekakuan sendi yang biasanya banyak terjadi pada usia lanjut. Dalam penangananya dibutuhkan antiinflamasi yaitu Natrium Diklofenak dan Piroksikam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi pasien osteoarthritis, profil penggunaan obat AINS, gambaran intensitas skala nyeri pada kedatangan-1 dan kedatangan-2 dalam jangka waktu 14 hari dan gambaran perubahan intensitas skala nyeri pasien OA yang diberikan Natrium Diklofenak dan Piroksikam. Desain penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pengukuran skala nyeri Visual Analogue Scale (VAS) dan pengambilan data secara retrospektif berupa rekam medik pasien osteoarthritis rawat jalan dengan jumlah sampel 60 pasien di Klinik Rihadatul Aisy Care (RAC) Cikotok Lebak Banten. Penelitian dilaksanakan Agustus-September 2022. Hasil penelitian ini menunjukan jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (73,40%). Usia paling banyak usia 46-55 tahun (lansia awal) sebesar (46,60%). Penggunaan obat paling banyak Natrium Diklofenak sebesar (75%). Gambaran intensitas skala nyeri pada pasin OA yang diberi Natrium Diklofenak pada kedatangan-1 nyeri berat sebesar (40%) dan Piroksikam kedatangan-1 nyeri sedang sebesar (11,66%). Natrium Diklofenak kedatangan-2 nyeri ringan sebesar (35%) dan Piroksikam kedatangan-2 nyeri berat sebesar (10%). Gambaran perubahan intensitas skala nyeri pada kedatangan-1 dan kedatangan-2 dalam jangka waktu 14 hari menunjukan bahwa obat Natrium Diklofenak memberikan penurunan skala nyeri lebih banyak daripada obat Piroksikam.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PARUNG

DHEA PARAMITA; Febi Ishfahani; Yayah Rahmawati
2023 · Book · Open Access

Hipertensi ditandai dengan pengukuran tekanan darah yang menunjukan tekanan sistolik sebesar > 140 mmHg dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmHg. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektivitas obat Amlodipin dan Captopril terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Parung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Data dari penelitian ini diambil dari data sekunder resep dan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) periode September - Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 78 sampel menggunakan metode purposive sampling dengan penggunaan Amlodipin 40 pasien dan Captopril 38 pasien. Hasil penelitian ini rentang usia terbanyak masa lansia awal 46-55 tahun yaitu sebanyak 34 pasien (43,59%), dan jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 52 pasien (66,67%). Penggunaan obat hipertensi yang paling banyak digunakan di Puskesmas Parung yaitu Amlodipin sebanyak 40 pasien (51,28%) sedangkan Captopril sebanyak 38 pasien (48,72%). Efektivitas menurut target JNC VIII, amlodipin sistolik 40 pasien (100%) efektif dan diastolik 38 pasien (95%) efektif, 2 pasien (5%) tidak efektif, pada Captopril sistolik 30 pasien (78,90%) efektif, 8 pasien (21,10%) tidak efektif dan diastolik 36 pasien (94,70%) efektif, 2 pasien (5,30%) tidak efektif. Terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah sistolik (p=0.000) dan tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah diastolik (p= 0.426).

EVALUASI KESESUAIAN PENULISAN RESEP RAWAT JALAN PADA PASIEN UMUM DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR

Muhammad Afqary; SITI MARIYAM; Yesi Mariyana
2023 · Book · Open Access

Salah satu standar pelayanan kefarmasian rumah sakit adalah kesesuaian penulisan resep sesuai dengan Formularium Rumah Sakit. Kesesuaian penulisan resep dengan formularium rumah sakit berpengaruh terhadap mutu pelayanan rumah sakit, dimana dapat menyebabkan adanya penumpukan stok obat yang sudah masuk kedalam formularoium namun tidak diresepkan oleh dokter, selain itu bisa menyebabkan adanya penurunan pendapatan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resepl pasien umuml di depo rawat jalanl dengan Formularium Rumahl Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Penelitianl ini merupakan penelitianl deskriptip dengan pengambilanl data secara retrospektifl dimana data sampel yang dipakai merupakan sampel resepl pasien umuml di depo rawat jalanl periode Oktober-Desember 2021 sebanyakl 377 lembar lresep. Resep dianggap sesuail dengan Formulariuml Rumah Sakitl apabila dalam satu lembar resepl tersebut seluruh item obatnya terdapat dalam Formularium Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep pasien umum depo rawat jalan dengan Formularium Rumah Sakit pada periode Oktober- Desember 2021 sebesar 94,57%. dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentasi kesesuaian resep Rumah Sakit masih belum memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit, yaitu standar kesesuaian resep berdasarkan Formularium Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi maupun sesuai dengan Formularium Nasional sebesar 100%.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASANPASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI DEPO FARMASI POLIKLINIK AFIAT RUMAH SAKIT PALANG MERAH INDONESIA BOGOR

DEWI UMAYA SHINTA; Muhammad Afqary; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan yang dilakukan secara langsung dan bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi untuk mencapai hasil terapi yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien. Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan sebab kepuasan pasien tidak dapat dipisahkan kualitas pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data prospektif, teknik mengumpulkan data menggunakan menggunakan kuesioner lalu data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excell. Populasi adalah pasien yang menebus resep dokter di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor pada bulan Maret-April 2022 sebanyak 3886 pasien dan dan sampel yang diperoleh sebanyak 98 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini dinyatakan bahwa responden merasa sangat puas terhadap pelayanan yang telah diterima atas pelayanan yang diberikan oleh petugas farmasi di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor. Jika dilihat dari standar yang telah di tetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit adalah penilaian pada kepuasan pelanggan  80%. Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode perhitungan statistik untuk katagori keandalan 80,00%, ketanggapan 84, 69%, jaminan 84,90%, empati 88,37%, dan bukti fisik 87,96% dan rata-rata keseluruhan adalah 85,18 % yang berati bahwa pelayanan kefarmasian di Depo Farmasi Poliklinik Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

ANALISA WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT JADI DAN OBAT RACIKAN DI DEPO FARMASI AFIAT RUMAH SAKIT PMI BOGOR

CLADORA VRISKA KUNTARTO; Muhammad Afqary; Ratna Juita
2023 · Book · Open Access

Pelayanan resep merupakan titik terakhir pelayanan, sehingga rumah sakit harus memperhatikan waktu tunggu. Kecepatan waktu pelayanan resep berperan penting dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Kecepatan waktu pelayanan resep masih menjadi kendala bagi beberapa rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor. Mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor serta kesesuaian dengan Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan Januari-Maret 2022, total sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 10.138 lembar resep yang terdiri dari 7.405 lembar resep obat jadi dan 2.733 lembar resep obat racikan. Gambaran waktu tunggu pelayanan resep pasien umum dan resep pasien asuransi di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor dengan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan umum adalah 73% untuk resep obat jadi dan 79% untuk resep racikan sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu pelayanan pada resep jaminan asuransi adalah 67% untuk resep obat jadi dan 74% untuk resep obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor adalah 25 menit untuk obat jadi dan 45 menit untuk obat racikan dengan kesesuaian 71% untuk resep obat jadi dan 77% untuk resep obat racikan. Jika dilihat dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kepmenkes RI Nomor 129 tahun 2008, maka pelayanan resep di Depo Farmasi Afiat RS PMI Bogor sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA TERMETILASI DARI DAUN NANAS (Ananas comosus (L) Merr) YANG DI REFLUKS MENGGUNAKAN ASETON

Harry Noviardi; SITI NURBAETI; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access

Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang dimanfaatkan dalam industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Kandungan yang terdapat dalam selulosa cukup banyak yaitu berkisar 66%, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis metil selulosa dari selulosa daun nanas. Sintesis metil selulosa ini dilakukan melalui beberapa proses yaitu isolasi selulosa daun nanas, metilasi (sintesis metil selulosa), karakterisasi, uji organoleptik, uji kelarutan dan FTIR. Sintesis metil selulosa dilakukan menggunakan metode refluks dengan pelarut aseton. Berdasarkan analisis FTIR metil selulosa yang diperoleh, diketahui puncak khas metil selulosa yaitu 3303,86 untuk O-H, 2915,34 untuk C-H. Dari hasil uji organoleptik diperoleh hasil berupa padatan berwarna coklat, tidak berbau. Pada uji kelarutan diperoleh hasil tidak larut dalam air, NaOH 4%, dan asam asetat.

GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

ALIEZA SEPTIANI; Binar Nursanti; Yesi Mariyana
2023 · Book · Open Access

Pengelolaan obat narkotika dan psikotropika merupakan kegiatan yang terdiri dari tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi, pemusnahan, pencatatan dan pelaporan obat. Pengelolaan obat dilakukan untuk menjamin ketersediaan obat dalam jumlah dan mutu yang baik secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi dengan Permenkes RI No. 3 Tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif. Data diperoleh dari hasil pengamatan menggunakan formulir checklist dan wawancara serta telaah dokumen sebagai pelengkap data. Wawancara dilakukan terhadap apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang bertugas di RS Karya Bhakti Pratiwi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Karya Bhakti Pratiwi telah berjalan dengan baik dan telah sesuai dengan standar Permenkes RI No. 3 Tahun 2015 dengan persentase 100% pada tahap pengadaan, penyimpanan, distribusi dan pelaporan serta 90,9% pada tahap pencatatan. Saran dalam penelitian ini adalah agar RS Karya Bhakti Pratiwi Bogor dapat mempertahankan pengelolaan obat yang sudah baik dan dapat meningkatkan yang belum memenuhi standar yang berlaku.

EVALUASI EFISIENSI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA 110 KEBON PEDES KOTA BOGOR

Muhammad Afqary; Nadia Yeni DS; WIDA TAMIA
2023 · Book · Open Access

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40 %. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.