Eem Masaenah; MELANIA MUSTIKA; Nanang Hermawan
2024 · Book · Open Access
Nektar cair diperoleh dari nira kelapa yang diolah menjadi nektar cair
dengan cara dievaporasi. Nektar cair memiliki kandungan sukrosa yang apabila
teroksidasi dapat menyebabkan perubahan sifat fisika. Tujuan dari penelitian ini
yaitu untuk menentukan stabilitas nektar cair dalam kurun waktu 4 minggu pada
suhu dingin (4°C), suhu ruang (25°C), dan suhu panas (40°C). Parameter
pengujian stabilitas fisika meliputi organoleptik, pH, dan viskositas yang
dilakukan pengamatan tiap minggu. Hasil pengujian yang telah dilakukan selama
4 minggu, nektar cair stabil jika disimpan pada suhu ruang (25°C) dengan nilai pH
awal 5,58 dan nilai pH akhir 4,95 serta viskositas awal dengan nilai 900 cps dan
nilai viskositas akhir 575 cps.
Andi Ahriansyah; DAUD MULYANA; Dani Setiawan
2024 · Book · Open Access
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter hewan
kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun elektronik untuk menyediakan
dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui secara deskriptif gambaran kelengkapan
resep psikotropika dan narkotika secara aspek administratif dan farmasetik di
Apotek Kimia Farma 317 Bypass Cianjur. Pengambilan data dilakukan dengan
cara retrospektif dengan menggunakan data resep pada bulan Juli - September
2022 dengan total resep psikotropika 129 lembar resep dan total resep narkotika
23 lembar resep. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kelengkapan
resep psikotropika secara administratif yaitu Nama pasien 100%, Alamat pasien
43,41%, Umur pasien 53,48%, Jenis kelamin pasien 10,85%, Berat badan 0,77%,
Nama dokter 98,44%, SIP dokter 72,86%, alamat praktek 82,17%, Nomor
Telepon dokter 79,06%, Paraf dokter 27,13%, dan Tanggal penulisan resep
74,41%. Persentase kelengkapan resep psikotropika secara farmasetik yaitu
Kekuatan obat 88,37%, Jumlah Obat 100%, Aturan pakai 100%, Dosis Obat
99,22%, dan Bentuk Sediaan Obat 100%. Persentase kelengkapan resep narkotika
secara administratif yaitu nama pasien 100%, alamat pasien 52,17%, umur pasien
78,26%, jenis kelamin 47,82%, berat badan 21,72%, nama dokter 95,65%, nomor
SIP dokter 91,3%, alamat praktek 86,95%, nomor telepon 86,95%, paraf dokter
82,6%,tanggal penulisan resep 78,26%. Persentase kelengkapan resep narkotika
secara farmasetik yaitu kekuatan obat 78,26%, jumlah obat 100%, aturan pakai
100%, dosis obat 100%, dan bentuk sediaan obat 91,3%.
Fransiska Vita K; Karuma Barza; RISKA AFRILIANA
2024 · Book · Open Access
Kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang harus
diperhatikan rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, Kualitas
pelayanan dapat dinilai dari tingkat kepuasan pasien. Aspek-aspek yang
harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain
aspek keandalan, aspek empati, aspek ketanggapan, aspek jaminan dan
aspek bukti nyata. Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan
bertanggung jawab kepada pasien terkait sediaan farmasi dengan tujuan
untuk mencapai hasil yang jelas guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional
dengan pengambilan data secara prospektif. Jenis penelitian kuantitatif
non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan
pengambilan data menggunakan kuesioner terhadap responden. Sampel
yang digunakan sebanyak 100 responden. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi
kualitas pelayanan kefarmasian di poli rawat jalan Instalasi Farmasi
Rumah Sakit Melania pada periode Februari 2023. Kualitas pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Melania Bogor berdasarkan dimensi daya
tanggap kategori puas sebanyak 73%, dimensi jaminan kategori puas
sebanyak 76%, dimensi empati kategori puas sebanyak 77%, dimensi
bukti nyata kategori puas sebanyak 78%, dan dimensi keandalan kategori
puas sebanyak 79%.
Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida; NABILA IBTHISAM
2024 · Book · Open Access
Pada era globalisasi saat ini, gawai telah menjadi alat yang umum
digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pandemi
Covid-19 telah menyebabkan perubahan dalam cara orang belanja dari
konvensional menjadi digital. Banyak bisnis telah berusaha menyesuaikan diri
dengan situasi ini dengan menyediakan metode belanja dan transaksi online,
termasuk apotek. Sebuah penelitian telah dilakukan bertujuan untuk melihat
perilaku belanja produk farmasi di Apotek Askia Bogor. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif,
dengan menggunakan data penjualan produk farmasi secara retrospektif. Hasil
penelitian menunjukan bahwa Obat Keras merupakan jenis obat yang paling
banyka terjual dengan persentase 44,7% dan metode belanja yang paling
banyak digunakan yaitu Regular dengan persentase 76,5%. Pada waktu belanja,
terdapat jumlah pelanggan terbanyak pada Malam hari dengan persentase
36,2%, dan metode pembayaran yang paling umum digunakan yaitu Tunai
dengan persentase 81,6%.
Binar Nursanti; Irmawati; RINI MULYAHARTINI
2024 · Book · Open Access
Penyimpanan obat adalah bagian dari pengelolaan obat yang sangat penting
dalam memelihara mutu obat-obatan, menjaga kelangsungan persediaan, dan
memudahkan pencarian dan pengawasan. Obat (Look alike sound alike) LASA
merupakan obat yang berpotensi untuk membingungkan staf pelaksana, sehingga
menjadi salah satu penyebab medication error yang sering terjadi. Penandaan obat
yang tergolong LASA dilakukan untuk lebih menegaskan bahwa dalam rak obat
terdapat obat LASA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian
penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi Bogor dengan Berdasarkan Peraturan
BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Nomor 24 Tahun 2021. Penelitian
ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan propekstif terhadap
penyimpanan obat LASA di Apotek Ummi dengan populasi pada penelitian ini
yaitu seluruh obat LASA di Apotek Ummi Bogor sejumlah 92 obat. Hasil penelitian
menunjukan bahwa penyimpanan golongan Obat Bebas LASA di Apotek Ummi
termasuk dalam kriteria cukup dengan hasil persentase 53,33%. Penyimpanan
golongan Obat Bebas Terbatas LASA di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria
cukup dengan hasil persentase 42,8%. Penyimpanan golongan Obat Keras LASA
di Apotek Ummi termasuk dalam kriteria baik dengan hasil persentase 70,68%.
Itha Fernandez; MUTIA DAMAYANTI; Siti Mariam
2024 · Book · Open Access
Infeksi saluran ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat
penyakit menular di dunia. Evaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA perlu
mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi penggunaan obat secara tidak
rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui obat-obat ISPA dan
mengevaluasi ketepatan obat, ketepatan dosis dan ketepatan frekuensi dengan
menggunakan metode penelitian secara deskriptif dan pengambilan data secara
retrospektif. Hasil obat-obat ISPA yang digunakan Golongan Antihistamin yaitu
CTM sebanyak 52 pasien (87%), Golongan Kortikosteroid yaitu prednison 54
pasien (90%), Dexamethasone 3 pasien (5%), Triamcinolone 3 pasien (5%),
Golongan analgetik-Antipiretik 59 pasien (98%), Golongan Mukolitik 57 pasien
(95%), Golongan Dekongestan 49 pasien (82%) dan Golongan Obat ekspektoran
30 pasien (50%). Ketepatan obat sebanyak 60 (100%) pasien sudah tepat, ketepatan
dosis sebanyak 60 resep (60 pasien) 100 % dan tepat frekuensi dalam penggunaan
aturan pakai pada resep sesuai yang tertera pada Informasi Spesialite Obat (ISO).
Ferry Effendi; Kartika Yuliani; YULIA ANISA ROSADI
2024 · Book · Open Access
Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan
pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau
kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat
pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan
pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan
penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152
responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis
dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi
dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia
terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%,
pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta
47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia
0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada
hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di
Rumah Sakit Annisa Bogor.
ANNISA DAMAYANTI; Ratna Juita; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Diabetes Mellitus dengan karakteristik hiperglikemia terjadi karena adanya
resistensi reseptor insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menalisis efektivitas
pengguaan obat antidiabetika pada pasien (CHF) Congestive Heart Failure di
Rumah Sakit PMI Bogor. Desain pnelitian ini non eksperimeental observasional
dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah
pasien congestive heart failure (CHF) pada penyakit penyerta diabetes yang
memiliki nilai kadar glukosa darah sewaktu yang tinggi yang di berikan
penggobatan antidiabetika periode Oktober 2022 – Maret 202. Jumlah subjek dalam
penelitian ini adalah 81 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk
diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada
pasien CHF yang mendapatkan pengobatan antidiabetika rata-rata paling banyak
pada usia lansia sebesar 70,7%. Jenis kelamin yang paling terbanyak yaitu
perempuan sebesar 58%. Pekerjaan terbanyak yaitu pekerjaan lainya atau tidak
berkerja sebanyak 38,3%. Gambaran obat yang digunakan sebanyak 61,7% yaitu
dengan pengobatan Tunggal oral. Pada jenis obat sebanyak 62, 96% yaitu dengan
obat metformin golongan biguanide. Terdapat pengaruh terhadap perbandingan
efektivitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetika dengan hasil
penurunan kadar glukosa darah sewaktu di Rumah Sakit PMI Kota Bogor karena
hasil uji Kruskal Walis menunjukan adalah < 0,05 yaitu (P-Value = 0.636).
ELKA AYU PRAWESTI; Harry Noviardi; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access
Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurologis progresif yang
ditandai oleh degenerasi neuron penghasil dopamin di otak. Pilihan pengobatan
yang tersedia saat ini terbatas dan seringkali menimbulkan efek samping, sehingga
menekankan perlunya strategi terapeutik baru. Flavonoid, senyawa alami yang
ditemukan dalam berbagai tumbuhan, telah menunjukkan potensi dalam
melindungi sel-sel saraf dan memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang memiliki manfaat terapi untuk
penyakit Parkinson melalui pendekatan penambatan molekul. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan perangkat lunak Autodock Vina yang merupakan suatu
program yang dapat melakukan penambatan molekul ligan pada makromolekul
reseptor. Kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Studi 2021 serta
dilakukan analisis Lipinski’s Rule of Five, ADMET menggunakan situs pkCSM
online tool dan Toxtree lalu dilakukan analisis simulasi dinamika molekuler
menggunakan perangkat lunak Desmond. Hasil penelitian menunjukkan reseptor
6CM4, 2V5Z dan 3BWM dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2 Å.
Dilanjutkan proses penambatan dengan 100 senyawa flavonoid. 75 senyawa
memenuhi aturan Lipinski dan diperoleh 3 senyawa terbaik yaitu daidzin, silibinin
dan fisetin yang memiliki nilai afinitas pengikatan yang lebih rendah dibandingkan
dengan native ligannya. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang
baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 kategori creamer rules yang artinya
dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi. Berdasarkan hasil
simulasi dinamika molekuler, senyawa daidzin dan silibinin memiliki kestabilan
yang baik pada waktu simulasi 100 ns.
DELA AMELIA; Harry Noviardi; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access
Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara dengan jumlah
penderita diabetes melitus terbanyak di dunia, dengan meningkatnya prevalensi
penyakit menyebabkan peningkatan penggunaan obat sintetik dengan berbagai efek
samping, maka pengobatan dengan tanaman herbal dapat menjadi alternatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dari daun
stevia (Stevia Rebaudiana Bertoni) dan bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L)
dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 70% serta menentukan
aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase sebagai antidiabetes menggunakan
instrument microplate reader dengan panjang gelombang 410 nm. Nilai absorbansi
diperoleh untuk menghitung % inhibisi serta nilai IC50. Hasil penelitian ini dengan
uji lanjut Duncan menyatakan bahwa nilai rara-rata % inhibisi kombinasi ekstrak
etanol 70% bunga rosella dan daun stevia pada tiap perbandingan berbeda nyata
dengan kontrol positif yaitu akarbosa. Nilai IC50 yang diperoleh pada ekstrak
tunggal daun stevia 2610,5 ppm, ekstrak tunggal bunga rosella 65229,74 ppm,
kombinasi stevia:rosella perbandingan 1:1 3041,068 ppm, perbandingan 1:3
3791,95 ppm, perbandingan 3:1 2636,741 ppm, dan akarbosa 0,221907 ppm. Nilai
IC50 semua perlakuan ekstrak >100 ppm termasuk dalam kategori tidak aktif
sebagai antidiabetes, dengan demikian ekstrak etanol 70% daun stevia dan bunga
rosella baik tunggal maupun kombinasi ekstrak tergolong tidak aktif sebagai
antidiabetes.
FATWA LAILA NIVA; Siti Mariam; Triyani Sumiati
2023 · Book · Open Access
Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa
darah melebihi normal. Banyak jenis tanaman yang selama ini dipercaya dapat
mengobati diabetes melitus diantaranya yaitu daun salam (Syzygium polyanthum)
dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk menguji
aktivitas antihiperglikemia dari infusa kombinasi daun salam dan daun stevia.
Daun salam dan daun stevia didapatkan dalam bentuk serbuk simplisia dilakukan
ekstraksi menggunakan metode infusa. Mencit yang digunakan pada penelitian ini
yaitu 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing
kelompok terdiri dari 5 mencit. Pengukuran kadar glukosa dilakukan tiap 3 hari
selama 14 hari menggunakan alat glukometer Easy Touch. Golongan senyawa
metabolit sekunder yang terdapat pada daun salam yaitu flavanoid, saponin dan
tanin. Pada daun stevia yaitu flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Pada
setiap kelompok perlakuan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Pada kelompok
perlakuan kontrol negatif terjadi penurunan 26,11%, kontrol positif 48,18%,
infusa kombinasi 1:1 39,56%, kombinasi 2:1 48,84% dan pada kombinasi 3:1
46,82%. Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak normal dan tidak homogen,
dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai p-value < α
menyatakan tidak berbeda nyata atau semua perlakuan kombinasi infusa tidak ada
perbedaan yang bermakna dengan kontrol positif.
DIA SRI LESTARI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari
makanan hewani. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru
agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat
menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Untuk menurunkan
kolesterol dalam tubuh bisa menggunakan tanaman tradisional seperti daun sambiloto
(Andrographis paniculata) dan daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik infus daun sambiloto dan daun salam
yang memiliki aktivitas antikolesterol yang lebih baik dari infus tunggal. Ekstrak
diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan dengan pereaksi
Lieberman-Burchard secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis
pada λ 670 nm. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam infus daun
sambiloto yaitu Flavonoid dan Tanin sedangkan untuk infus daun salam yaitu
Alkaloid, Flavonoid, Saponin, dan Tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Kombinasi infus 3:1 (Sambiloto : Salam) yaitu sebesar 47,16% lebih baik
dibandingkan infus tunggal sambiloto yaitu sebesar 21,87% dan infus tunggal salam
yaitu sebesar 16,15% dan hasil uji Kruskal-Wallis antara infus salam, kombinasi 1:1
dan 1:3 dengan infus sambiloto dan kombinasi 3:1 nilainya berbeda nyata (p-value
0,01 < 0,05).
Enrawani Damanik; Fredy Arifta Nasel; SUCI NUR APRIYANTI
2023 · Book · Open Access
Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolit dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja
insulin atau keduanya. Pada pasien Diabetes Melitus umumnya mendapatkan terapi
dalam jangka panjang sehingga menyebabkan peningkatan resiko terjadinya DRPs.
Drug Related Problems (DRPs) adalah suatu peristiwa atau keadaan pada masalah
farmakoterapi yang memiliki dampak besar terhadap hasil kesehatan yang
diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien, profil
penggunaan obat dan mengetahui adanya DRPs dengan metode Pharmaceutical
Care Network Europe (PCNE) V9.1 2020 pada pasien Diabetes melitus tipe 2 di
instalasi rawat inap RS Medika Dramaga Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Data
sekunder pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari data rekam medik
pasien rawat inap periode Januari – Juni 2022 sebanyak 51 pasien. Pengambilan
sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin
paling banyak yaitu perempuan sebanyak 55 %, usia paling banyak yaitu dengan
rentang usia 46-56 tahun sebanyak 39 %, penyakit penyerta paling banyak yaitu
Hipertensi sebanyak 32 %. Profil penggunaan obat antihiperglikemia paling banyak
yaitu kombinasi insulin – insulin sebanyak 49%. Pasien yang mengalami DRPs
sebanyak 45%. Berdasarkan hasil analisis DRPs kategori Pemilihan Obat (C1)
sebanyak 27 % dan kategori Pemilihan dosis Obat (C3) sebanyak 18%.
Ida Roland Marsaulina Sitohang; NABILLA MUTIARA SRI REJEKI; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Di seluruh dunia Diabetes Melitus tipe 2 merupakan kategori penyakit
peningkatan kadar glukosa darah yang paling banyak dialami (>90%) oleh
masyarakat. Daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana) dibuat menjadi sediaan teh herbal agar mudah pemakaiannya dan
dapat menjadi alternatif dalam menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder, aktivitas inhibisi enzim α-
glukosidase dan perbedaan nyata dengan akarbosa 0,0001% serta penilaian
terhadap formula sediaan kombinasi teh herbal. Teh herbal kombinasi daun pare
(Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi
formula 3,5:0,5, 3:1, 2,5:1,5, 2:2 dan 1,5:2,5 dimasukkan ke dalam kantung teh
celup serta diseduh dengan air panas pada suhu 80-90°C selama ±15 menit untuk
diuji fitokimia, aktivitas daya hambat enzim α-glukosidase menggunakan ELISA
reader pada panjang gelombang 410 nm dan penilaian rasa suka menggunakan
skala hedonik (0-6). Hasil menunjukan bahwa secara umum semua formula
memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin-polifenol. Formula (I,II,III,IV,V)
1% b/v dan akarbosa 0,0001% menginhibisi enzim α-glukosidase berturut-turut
sebesar 20,03%, 36,73%, 44,26%, 53,84%, 57,91%, 67,95% yang berbeda nyata
nilainya (p-value 0,00<0,05). Berdasarkan penilaian uji kesukaan Formula(IV)
merupakan sediaan teh herbal yang paling disukai oleh panelis dengan nilai
penerimaan keseluruhan 3,35, kemudian Formula(III) senilai 3,25 dan Formula(V)
senilai 3,1.
Ferry Effendi; Nanang Hermawan; SALMA SYIFA ASTIANINGSIH
2023 · Book · Open Access
Di seluruh dunia Diabetes Melitus tipe 2 merupakan kategori penyakit
peningkatan kadar glukosa darah yang paling banyak dialami (>90%) oleh
masyarakat. Daun pare (Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia
rebaudiana) dibuat menjadi sediaan teh herbal agar mudah pemakaiannya dan
dapat menjadi alternatif dalam menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder, aktivitas inhibisi enzim α-
glukosidase dan perbedaan nyata dengan akarbosa 0,0001% serta penilaian
terhadap formula sediaan kombinasi teh herbal. Teh herbal kombinasi daun pare
(Momordica charantia L) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dibuat menjadi
formula 3,5:0,5, 3:1, 2,5:1,5, 2:2 dan 1,5:2,5 dimasukkan ke dalam kantung teh
celup serta diseduh dengan air panas pada suhu 80-90°C selama ±15 menit untuk
diuji fitokimia, aktivitas daya hambat enzim α-glukosidase menggunakan ELISA
reader pada panjang gelombang 410 nm dan penilaian rasa suka menggunakan
skala hedonik (0-6). Hasil menunjukan bahwa secara umum semua formula
memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin-polifenol. Formula (I,II,III,IV,V)
1% b/v dan akarbosa 0,0001% menginhibisi enzim α-glukosidase berturut-turut
sebesar 20,03%, 36,73%, 44,26%, 53,84%, 57,91%, 67,95% yang berbeda nyata
nilainya (p-value 0,00<0,05). Berdasarkan penilaian uji kesukaan Formula(IV)
merupakan sediaan teh herbal yang paling disukai oleh panelis dengan nilai
penerimaan keseluruhan 3,35, kemudian Formula(III) senilai 3,25 dan Formula(V)
senilai 3,1.
DESY HARYANTI; Kartika Yuliani; Neilli Apolina
2023 · Book · Open Access
Antibiotik merupakan senyawa yang mempunyai efek menghentikan suatu proses
infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat
menyebabkan resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kondisi saat bakteri
tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik. Evaluasi penggunaan
antibiotik dilakukan guna mengendalikan resistensi terhadap antibiotik, salah
satunya dapat dilakukan secara kuantitatif menggunakan perhitungan ATC/DDD.
Metode ATC merupakan klasifikasi obat berdasarkan farmakologi, senyawa kimia
dan fungsi terapeutik. DDD adalah asumsi rata-rata dosis per hari yang digunakan
sesuai dengan indikasi utama. Hasil dari perhitungan DDD selanjutnya dapat
digunakan untuk DU 90% yaitu untuk mengelompokkan obat-obatan dengan
penggunaan tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
penggunaan antibiotik dalam satuan jumlah ATC/DDD dan mengetahui antibiotik
yang termasuk kedalam DU 90% pada pasien rawat jalan. Penelitian ini dilakukan
secara retrospektif dengan pengambilan data pada Oktober-Desember 2022 dengan
metode total sampling. Hasil penelitian Penggunaan antibiotik tertinggi adalah
Cefixime dengan kode ATC J01DD08 nilai DDD 2104,75. Sedangkan yang
terendah adalah Amoxicillin kode ATC J01CA01 nilai DDD 8,33. DU 90% pada
penelitian ini Cefixime (56,03%), Cefadroxil (16,16%) dan Ciprofloxacin
(14,94%).
Ratna Juita; Siti Mariam; YULIA SEPTYA SARI
2023 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan penyakit umum yang dapat didefinisikan sebagai
peningkatan tekanan darah arteri secara terus–menerus salah satu faktor resiko yang
paling signifikan yaitu pada penyakit ginjal. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan
suatu kondisi dimana terdapat penurunan fungsi ginjal, salah satu terapi ginjal yang
dilakukan yaitu dengan cara hemodialisa (HD). Tujuan penelitian yaitu untuk
mengetahui perbandingan efektivitas penurunan tekanan darah obat amlodipine dan
kombinasi amlodipine dengan candesartan pada pasien hipertensi dengan gagal
ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa di RS PMI. Desain penelitian ini
menggunakan metode retrospektif observasional dengan pengambilan data rekam
medik berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, serta tekanan darah. Sampel pada
penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisa di rawat inap RS PMI Bogor Periode Oktober – Maret 2023. Jumlah
subyek penelitian ini adalah 90 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk
tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata usia pasien
terbanyak 46 – 55 tahun yaitu 32%. Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yaitu
50%. Pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tangga (IRT) yaitu 36 %. Gambaran
penurunan tekanan darah pada penggunaan amlodipin yaitu sistolik 6,96 mmHg
dan diastolik 2,59 mmHg, sedangkan pada penggunaan amlodipine dengan
candesartan yaitu sistolik 10,46 mmHg dan diastolik 4,0 mmHg. Tidak adanya
perbedaan efektivitas obat amlodipine dan kombinasi amlodipine dengan
candesartan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan gagal
ginjal kronik dengan hemodialisa yang dilihat dari nilai P- value > 0,05.
Eem Masaenah; IFFA HERLINA PUTRI; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan
serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang
diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan
berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan
komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan
loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan
data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada
SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase
terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan
(77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan
sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness
(87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas
pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho)
diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat
hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani
Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian
semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan
loyalitas pasien.
Rakhmat Ramdhani Alwie; SITI FAUZIAH; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat okisidasi molekul lain. Daun
keji beling (Strobilanthes sp) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin
dan steroid. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daunkeji beling
diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Lotion adalah sediaan cair
berupa suspensi atau dispersi yang digunakan untuk pemakaian luar kulit.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70%
dan ekstrak etanol 96% daun keji beling, antioksidan terbaik di formulasikan
kedalam sediaan lotion minyak dalam air, mengetahui stabilitas lotionekstrak daun
keji beling. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak
etanol 70% karena memiliki nilai IC50 25,178 ppm (sangat kuat), sediaan dibuat
dalam 100 mL. Uji stabilitas lotion antioksidan mencakup tiga suhuyang berbeda
yaitu suhu 4oC, 27oC dan 40oC yang disimpan selama 4 minggu. Evaluasi stabilitas
lotion diuji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas)
serta uji aktivitas lotion. Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik semua sedian lotion
memenuhi yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk setengah padat, berbau green
tea, homogen, daya sebar 4,5 – 6,9, pH 5 - 7, viskositas 6.916 – 10.916 cps. Hasil
antioksidan lotion minggu ke 1 dan minggu ke 4 stabil.
Ferry Effendi; IFTA MUHKAMAT; Irmin
2023 · Book · Open Access
Kepuasan merupakan penilaian pasien terhadap kualitas mutu kinerja layanan
serta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dengan manfaat pelayanan yang
diterima, dimana semakin baik kualitas pelayanan jasa yang diterima akan
berpotensi meningkatkan loyalitas pasien itu sendiri. Loyalitas merupakan
komitmen pasien untuk melakukan pembelian produk/jasa secara berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan dengan
loyalitas pasien di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observational dengan metode cross sectional. Pengambilan
data secara prospektif menggunakan metode non probability sampling dengan
teknik purposive sampling untuk dianalisis menggunakan uji Spermans’ Rho pada
SPSS 26 dengan jumlah sampel sebesar 93 pasien. Hasil penelitian persentase
terbesar sosiodemografi usia dewasa awal (47,31%), jenis kelamin perempuan
(77,42%), SMA (49,46%), dan wiraswasta (39,78%). Pada tingkat kepuasan
sangat puas pada dimensi tangible (80,6%), reliability (87,1%), responsiveness
(87,1%), assurance (83,9%), dan empathy (83,9%) dengan persentase loyalitas
pasien 100,0% loyal pada semua dimensi. Pengujian hubungan (spearmans’rho)
diperoleh hasil signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi 0.626 artinya terdapat
hubungan antara tingkat kepuasan dengan loyalitas pasien di Klinik Insani
Citeureup Bogor dengan tingkat keeratan hubungan yang kuat, dengan demikian
semakin baik atau tinggi tingkat kepuasan pasien akan berpotensi meningkatkan
loyalitas pasien.