Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 22 dari 125

HUBUNGAN KEJADIAN EFEK SAMPING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

AURELIA AZAHRA; Rio Julyo; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat guna mencegah efek samping dan terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian observasional rancangan cross sectional study dengan cara mengumpulkan data primer pada kuesioner. Metode perhitungan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 88 pasien kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian pasien tuberkulosis paru dengan kategori usia terbanyak 36-45 (dewasa akhir) sebanyak 26 pasien (29,55%), jenis kelamin terbanyak pada laki- laki 58 pasien (65,91%), pekerjaan terbanyak pegawai swasta 29 pasien (32,95%), dan pendidikan terbanyak SMA/Sederajat 40 pasien (45,45%). Kejadian efek samping OAT yang paling banyak pada kategori ringan sebanyak 48 responden (54,55%), kejadian kepatuhan minum OAT yang paling banyak yaitu kepatuhan sedang sebanyak 49 responden (55,68%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,019.

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT SEBELUM DAN SESUDAH DIEDUKASI TENTANG DAGUSIBU DI DESA BATU GEDE KABUPATEN BOGOR

HERNI SULAWATI; Nanang Hermawan; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) merupakan suatu program edukasi kesehatan yang dibuat oleh IAI dalam upaya mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) sebagai langkah konkrit untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat sehingga kualitas hidup masyarakat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai komitmen dalam melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang DAGUSIBU obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan pengambilan sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara Stratifed sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sebelum diedukasi dan setelah diedukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu 64,71%, berdasarkan usia terbanyak lansia awal 36,47%, berdasarkan pendidikan terbanyak SMA 68,24% dan berdasarkan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga 31,76%. Gambaran tingkat pengetahuan responden sebelum diedukasi kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut sebanyak 28,24%, 60%, dan 11,76%. Setelah diedukasi tingkat pengetahuan responden kategori kurang, cukup dan baik berturut-turut menjadi 4,71%, 20% dan 75,29%. Variabel tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diedukasi tentang DAGUSIBU.

HUBUNGAN KESESUAIAN TERAPI OBAT DENGAN TARGET TEKANAN DARAH BERDASARKAN JOINT NATIONAL COMMITTEE VIII PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

DELA NOPIYANTI; Dewa Asmara; Febi Ishfahani
2025 · Book · Open Access

Hipertensi adalah gangguan sistem peredaran darah dimana tekanan darah meningkat melebihi nilai normal yaitu 140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Jawa Barat tahun 2018 sebanyak 39,6%. Hipertensi menempati urutan kelima dalam kasus penyakit tertinggi di Puskesmas Cigudeg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian terapi obat hipertensi berdasarkan Joint National Committee (JNC) VIII pada pasien hipertensi di Puskesmas Cigudeg Kabupaten Bogor. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dengan kategori pasien yang mendapat pengobatan rutin selama 2 bulan yaitu Juli - Desember 2023. Hasil penelitian berdasarkan total sampel sebanyak 89 pasien, paling banyak mayoritas perempuan (70%), dengan usia terbanyak berumur 46-55 tahun (36%). Obat yang paling umum digunakan adalah amlodipin (93%). Hasil evaluasi kesesuaian terapi yang sesuai sebanyak (21%), dan tercapainya tujuan terapi sebanyak (38%) berdasarkan Joint National Committee (JNC) VIII . Hasil analisis statistik dengan menggunakan Chi-square terdapat adanya hubungan bermakna antara kesesuaian terapi obat berdasarkan JNC VIII dengan tercapainya target tekanan darah dengan p value (0,000) < (0,05).

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT INJEKSI OMEPRAZOLE DAN RANITIDINE BERDASARKAN WAKTU HILANGNYA GEJALA PADA PASIEN DISPEPSIA DI KLINIK AL-BAROKAH CIBINONG

NIko Rupoko Putro; ROZA DWI SHINTIA; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Dispepsia adalah kondisi yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman di wilayah perut bagian atas atau ulu hati. Dispepsia dapat dipicu oleh gaya hidup, konsumsi makanan, dan faktor psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan obat dispepsia berdasarkan waktu hilangnya gejala. Jenis penelitian adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional dengan metode pengambilan data secara prospektif yang bersumber dari data rekam medis pada 162 pasien yang berobat di Klinik Al- Barokah Cibinong periode November 2023-Januari 2024. Data yang diambil dari hasil penelitian ini yaitu data sosiodemografi (jenis kelamin, usia dan pekerjaan), obat injeksi dispepsia (injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine), dan waktu hilangnya gejala. Dari hasil penelitian ini penyakit dispepsia terbanyak dialami oleh perempuan 90 pasien (56%), rata-rata usia 26-35 tahun 48 pasien (30%), pekerjaan yaitu Swasta 65 pasien (40%). Gambaran penggunaan obat dispepsia yang terbanyak yaitu menggunakan Injeksi Omeprazole yaitu sebanyak 103 pasien (64%). Waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia yang paling terbanyak yaitu selama 30 menit sebanyak 65 pasien (40%). Dari hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai Asym.Sig. 0,000 (<P-Value 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan obat injeksi omeprazole dan injeksi ranitidine terhadap waktu hilangnya gejala pada pasien dispepsia di Klinik Al-Barokah Cibinong.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

Febi Ishfahani Lani Nopika; NURUL HIDAYAH TANJUNG
2025 · Book · Open Access

Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33 responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden (48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan kuat.

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP HASIL PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

ELIADA ANGELA PANJAITAN; Lani Nopika; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

TBC (tuberkulosis) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tubeculosis. Pengobatan tuberkulosis biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, seringkali paling tidak selama enam bulan atau lebih tergantung seberapa baik pasien patuh terhadap meminum obat. Hasil pengobatan tuberkulosis paru meliputi sembuh, pengobatan lengkap, gagal, meninggal, putus berobat, dan tidak evaluasi. dikatakan sembuh apabila pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhri pengobatan menjadi negatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan cross sectional . Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 80 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan rekam medik. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji phi cramer’s V. hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Bogor Timur dengan nilai signifikan 0,000.

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN BPJS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI APOTEK KIMIA FARMA 221 DEGUNG KOTA SUKABUMI

DINI AUDINA GUNAWAN; Karuma Barza Afida; Yulia Yasmin
2025 · Book · Open Access

Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi metabolik jangka panjang yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh gangguan dalam penggunaan insulin, produksi insulin, atau kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah pada pasien BPJS Diabetes Mellitus tipe 2 di Apotek Kimia Farma 221 Degung Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan total 85 responden. Hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah dianalisis menggunakan korelasi Somers’d dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 35-45 tahun (35,30%), dengan jenis kelamin perempuan mendominasi (55,30%), pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/sederajat (41,20%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,50%). Dari segi gaya hidup, 48,20% responden memiliki gaya hidup yang baik, sementara kadar gula darah sewaktu responden sebagian besar berada dalam rentang normal (47,06%). Uji statistik Somers’d menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05, menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Koefisien Somers’d sebesar 0,575 menunjukkan bahwa hubungan tersebut memiliki tingkat keeratan sedang.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PARASETAMOL DI RT 01 RW 03 DESA JABON MEKAR KABUPATEN BOGOR

Febi Ishfahani; IWANG RIDWAN; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non- narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi (49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik (42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUANG RAWAT INAP RSJ dr H MARZOEKI MAHDI BOGOR

DEFI SANTIKA; Euis Pujasari Hardjadipura; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Pneumonia adalah infeksi akut atau inflamasi pada jaringan paru-paru yang diakibatkan oleh bermacam mikroorganisme, antara lain bakteri, virus, parasit, jamur, paparan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru-paru. Metode Gyssens dipakai untuk mengevaluasi rasionalitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan antibiotik pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif, dari data sekunder berupa rekam medis pasien. Dari hasil penelitian pasien pneumonia yang di rawat di RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Periode Agustus 2022- Agustus 2023 sebanyak 87 pasien. Hasil penelitian memperlihatkan pasien pneumonia paling tinggi dialami oleh Laki-laki sebanyak 50 pasien dengan persentase (57,47%), kelompok usia terbanyak lansia awal 46-60 tahun sebanyak 24 pasien dengan persentase (27,60%). Profil penggunaan antibiotik pasien pneumonia yang digunakan di rawat inap Ceftriaxone (54,02%), Levofloxacine (32,18%), dan Azithromycin (13,79%). Ketepatan penggunaan antibiotik pasien pneumonia rawat inap dengan memakai metode Gyssens, yang termasuk kategori IIIa (durasi pemberian terlalu lama) (5,75%), kategori IIIb (durasi pemberian terlalu singkat) (4,60%), kategori IIa (Dosis tidak tepat) (4,60%) dan kategori 0 (penggunaan antibiotik tepat atau rasional) (89,65%).

POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

ANGGIE PUJI LESTARI; Euis Pujasari Hardjadipura; Fredy Arifta Nasel
2025 · Book · Open Access

Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa berat dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu dengan gejala positif dan negatif. Obat yang diberikan dapat berupa obat tunggal maupun kombinasi. Penggunaan kombinasi obat antipsikotik dalam pengobatan skizofrenia meningkatkan potensi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin dan usia, penggunaan kombinasi obat, kejadian interaksi, tingkat keparahan dan mekanisme potensi interaksi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pada bulan November 2023 – Mei 2024. Sampel penelitian yang digunakan adalah rekam medis pasien skizofrenia yang masuk ke dalam kriteria inklusi berupa pasien rawat inap skizofrenia, menerima obat antipsikotik, berusia 20-60 tahun. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian dari 49 sampel menunjukkan bahwa pasien skizofrenia terbanyak merupakan pasien laki-laki 38 pasien (77%), dan rentang usia terbanyak di 26- 35 tahun yaitu 19 pasien (39%). Pemberian antipsikotik sejumlah 6 pasien (12%) mendapatkan kombinasi 2 obat, 27 pasien (55%) dengan kombinasi 3 obat, dan 16 pasien (33%) sisanya mendapatkan kombinasi 4 obat. Ditemukan seluruhnya berpotensi mengalami kejadian interaksi obat sejumlah 153 kejadian (100%). Mekanisme potensi interaksi obat yang ditemukan sebanyak 24 (14%) potensi kejadian farmakokinetik dan 129 (86%) potensi kejadian farmakodinamik. Tingkat keparahan potensi interaksi sebanyak 19 (12%) termasuk ke dalam kategori mayor dan 134 (88%) kejadian berpotensi memiliki interaksi moderat.

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL 96% HERBA SELEDRI (Apium graveolens) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SECARA IN VITRO

MUHAMAD FAHMI AZRA; Rakhmat Ramdhani Alwie; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh dan juga berasal dari makanan hewani. Kolesterol membantu tubuh memproduksi hormon tertentu, vitamin D, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Dalam kadar yang sesuai dapat membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi dengan normal. Peningkatan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitasnya pada ekstrak etanol 96% herba seledri (Apium graveolens) dan daun salam (Syzygium polyanthum) baik tunggal maupun kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 670 nm Absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung persen inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak etanol herba seledri alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenol. Sedangkan untuk ekstrak etanol daun salam antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak Tunggal herba seledri sebesar 58,38 ppm dan daun salam sebesar 99,61 ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1 ekstrak etanol tanaman seledri dan daun salam diperoleh nilai IC50 sebesar 78,35 ppm, 140,76 ppm dan 190,57 ppm.

POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN RAWAT INAP SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

Euis Pujasari Hardjadipura; LOLA DWI AYU AGUS PUTERI; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Pasien skizofrenia menggunakan obat dalam jangka panjang sehingga ketika terjadi penyakit lain terdapat tambahan obat lain yang berpotensi menyebabkan peluang terjadinya interaksi obat semakin tinggi. Yang dapat memperberat efek samping, dan meningkatkan atau menurunkan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi interaksi obat pada pasien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode pengambilan sampel secara total sampling berdasarkan data rekam medis dari 108 pasien memenuhi kriteria iklusi dan ekslusi. Hasil ini menunjukan penderita penyakit skizofrenia terbanyak yaitu pria (51%) dengan usia terbanyak 36-45 tahun (29%). Penyakit penyerta paling banyak yaitu hipertensi (87,96%). Penggunaan obat skizofrenia golonggan tunggal (27%), dua obat kombinasi (62%), dan tiga obat kombinasi (11%). Obat golongan tipikal terbanyak yaitu obat Haloperidol (56,48%) dan obat golongan atipikal terbanyak yaitu Risperidone (35%). Penggunaan obat selain skizofrenia terbanyak yaitu golongan obat CCB (Calcium Channel Blockers) (amlodipine) (49%). Terdapat 48 potensi interaksi obat dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik (77%) dan level keparahan major (70%).

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT BAGIAN ATAS ( ISPAa ) ANAK DI PUSKESMAS KEDUNG BADAK

Lani Nopika; PUTRI AZHRI NURAINI; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari yang bersifat kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh berbagai penyebab dan dapat mengenai sepanjang saluran pernafasan. Laporan Tahunan Puskesmas Kedung Badak Tahun 2021 menunjukan ISPA merupakan penyakit yang paling banyak. Pengobatan ISPA sering kali menggunakan antibiotik sehingga memerlukan evaluasi ketepatan pada penggunaan antibiotik untuk ISPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskemas Kedung Badak pada tahun 2021. Penelitian ini dilakukan secara retsrospektif dengan berdasarkan Rekam medis pasien tahun 2021. Hasil Penelitian menunjukan bahwa profil pasien ISPA anak bagian atas di Puskesmas Kedung Badak tahun 2021 berdasarkan karakteristik jenis kelamin terbanyak kategori laki – laki (56%), karakteristik usia terbanyak kategori 0-5 tahun (64%) dan kategori berat badan terbanyak kategori 10 – 15kg (45%). Antibiotik yang digunakan adalah Amoxicillin syrup 125 mg/5 ml (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik ISPA anak bagian atas diketahui tepat indikasi (64%), tepat dosis (67%), tepat frekuensi pemberian (100%), dan tepat lama pemberian (8%).

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT KELASI BESI PADA PASIEN TALASEMIA DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

Febi Ishfahani; Firsa Novellasari; RETNO SHAFITRI
2025 · Book · Open Access

Talasemia adalah kelainan darah genetik atau diturunkan, dimana kemampuan tubuh untuk menghasilkan hemoglobin terganggu. Kurangnya pengetahuan orang tua talasemia mengenai pentingnya kelasi besi dapat mengakibatkan pasien kurang patuh dalam penggunaan obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kepatuhan Minum Obat Kelasi Besi Pada Pasien Talasemia Di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data diambil secara prospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 48 responden dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin responden laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang sama yaitu 24 responden (50%), usia 5-6 tahun 26 responden (54,2%), pendidikan SD 24 responden (50%), lama menderita talasemia 25 responden (52,08%) dengan tingkat pengetahuan baik 43 responden (89,6%), kepatuhan tinggi sebanyak 27 responden (56,3%). Nilai signifikasi yang didapat sebesar 0,021 < 0,05 yang menunjukan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat kelasi besi pada pasien talasemia di RSUD Sekarwangi.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wigh) Walp) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia oli DAN Staphylococcus aureus

AMELIA KUSUMASARI; Sitaresmi Yuningtyas; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Kombucha merupakan suatu produk minuman hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menambahkan starter mikroba kombucha yaitu Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir atau jamur kombucha. Penelitian ini untuk menentukan aktivitas kombucha daun salam terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini akan membuat kombucha daun salam dengan variasi konsentrasi daun salam. Kombucha daun salam yang diperoleh akan diuji komponen golongan senyawa kimia, pH, dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun salam 1,25%-5% memiliki kisaran pH 2,90-3,17. Kombucha daun salam konsentrasi 1,25% - 5% memiliki kisaran diameter zona hambat antara 5,51 mm (kategori sedang) - 8,81 mm (kategori sedang) terhadap Escherichia coli. Diameter zona hambat kombucha daun salam konsentrasi 1,25% - 5% terhadap Staphylococcus aureus berkisar 4,97 (kategori lemah) -7,25 mm (kategori sedang). Oleh sebab itu, kombucha daun salam dengan konsentrasi 1,25%, 2,5%, 3,75%, dan 5% (b/v) dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

INTERAKSI OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK GEMA MEDICAL CENTER CICURUG

Andi Ahriansyah; NITA RIZKIYANI; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu yang lama, yang dapat menyebabka] n kematian. Pada penyakit hipertensi membutuhkan pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko terjadinya interaksi obat hipertensi dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi obat hipertensi di Klinik Gema Medical Center Cicurug periode bulan Januari – Maret 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara total sampling. Hasil penelitian terhadap 84 pasien menunjukan, sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 pasien (63,09%) dengan rentang usia 46 – 55 tahun sebanyak 36 pasien (42,85%). Penyakit penyerta terbanyak yang diderita adalah Myalgia sebanyak 44 pasien (27,16%). Sebanyak 47 pasien (55,95%) mendapatkan 4 obat dengan obat hipertensi paling banyak diresepkan yaitu amlodipin sebanyak 77 pasien (94%). Obat penyakit penyerta yang paling banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 37 pasien (15%). Obat yang berpotensi terjadi interaksi paling banyak yaitu amlodipin dengan ibuprofen sebanyak 24 pasien (30,76%). Kejadian interaksi obat yang terjadi pada pasien, yaitu amlodipine dengan ibuprofen sebanyak 7 kasus (18%), amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 6 kasus (16%), amlodipin dengan meloxicam sebanyak 4 kasus (22%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 1 kasus (21%) dan amlodipin dengan captropil sebanyak 1 kasus (30%). Kejadian interaksi obat yang terjadi secara farmakodinamik dengan level keparahan moderat.

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP EMBRIO IKAN ZEBRA (Danio rerio)

Adelia; Rakhmat Ramdhani; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Daun binahong dan daun sirsak telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang bermanfaat membantu pengobatan penyakit sepeti demam, antiinflamasi dan kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui toksisitas, mendapatkan nilai LC50 dari ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak serta kombinasinya, dengan menggunakan metode Zebra Fish Embryo Test (ZFET) dan uji Skrining fitokimia untuk mengetahui adanya senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Pada hasil uji skrining fitokimia menunjukkan daun binahong mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, sedangkan pada daun sirsak memiliki senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun binahong mempunyai nilai LC50 sebesar 328,144 ppm dengan kategori toksik sedang, pada ekstrak etanol 96% daun sirsak mempunyai nilai LC50 sebesar 0,0050 ppm kategori sangat toksik dan nilai LC50 untuk kombinasi ekstrak etanol 96% daun binahong dan daun sirsak menggunakan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 diperoleh nilai LC50 berturut-turut sebesar 4,0891 ppm, 3,4561 ppm dan 82,2403 ppm dengan kategori sangat toksik. Berdasarkan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelima sampel tersebut memiliki potensi sebagai anti kanker.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP DI RSKIA SAWOJAJAR BOGOR

Anggraeni Dwi W; Ferry Effendi; Rina Karina
2025 · Book · Open Access

Preeklampsia adalah Hipertensi dalam kehamilan yang terjadi diatas 20 minggu usia kehamilan dan disertai dengan adanya protein dalam urin (proteinuria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien berdasarkan pada usia pasien, usia kehamilan, hasil laboratorium protein dalam urin (proteinuria), status gravida, dan lama rawat. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data secara retrospektif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 57 sampel. Hasil penelitian didapatkan data sosiodemografi berdasarkan usia pasien terbanyak adalah usia 26 – 35 tahun sebanyak 27 pasien (47%), usia kehamilan terbanyak pada usia kehamilan trimester 3 sebanyak 55 pasien (96%), hasil pemeriksaan laboratorium protein urin terbanyak adalah positif 1 atau dipstick 1 + sebanyak 50 pasien (89 %), status gravida terbanyak adalah multigravida sebanyak 43 pasien (75%), jumlah hari perawatan terbanyak yaitu 3- 4 hari sebanyak 95%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah kombinasi 3 obat ( Metildopa + MgSO4 + Nifedipin) sebanyak 36 pasien (36%). Obat antihipertensi yang memiliki efektivitas tertinggi yaitu kombinasi 4 obat (Metildopa + MgSO4 + Nifedipin + Nikardipin) karena mampu menurunkan tekanan darah sistolik dengan rata-rata sebesar 54 mmHg dan tekanan darah diastolik dengan rata-rata sebesar 14 mmHg. Perbedaan efektivitas obat antihipertensi berdasarkan SPSS terdapat perbedaan untuk penurunan tekanan darah sistolik sig 0,000. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk penurunan tekanan darah sistolik dan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah diastol karena hasil SPSS penurunan tekanan diastolik sig 0,171.

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON PADA PASIEN TIFOID DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK

Muhammad Afqary; RINTAN AJENG PRATIWI; Siti Rubiah
2025 · Book · Open Access

Tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini tifoid masih menjadi masalah kesehatan di Negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan antibiotik seftriakson pada pasien tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan di analisis secara deskriptif dengan data sekunder dari rekam medis pasien. Dari sampel 86 pasien dewasa tifoid menunjukkan bahwa pasien laki-laki sebesar 28% dan perempuan sebesar 72%, jumlah pasien tertinggi berada pada rentang usia 17-25 tahun sebesar 30%. Efektifitas seftriakson dilihat dari lama perawatan 1-3 hari sebesar 87% berdasarkan dua parameter penurunan suhu tubuh dan penurunan kadar leukosit. Kesimpulan yang diperoleh penggunaan antibiotik seftriakson pada tifoid dewasa di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sudah efektif.