PEMETAAN KEJADIAN EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TB-MDR (MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS) DI RUMAH SAKIT PARU DR.M. GOENAWAN PARTOWIDIGDO CISARUA BOGOR
Multi Drug Resistant Tuberculosis atau TB-MDR adalah TB resistan obat terhadap minimal 2 obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Rifampisin secara bersama sama atau disertai resistan terhadap obat anti TB lini pertama lainnya seperti Etambutol, Streptomisin dan Pirazinamid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemetaan kejadian efek samping OAT pada pasien TB-MDR di RSPG Cisarua Bogor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional yang dianalisis dan hasilnya dipaparkan secara deskriptif dengan metode pengambilan data secara purposive sampling pada rekam medik pasien. Hasil penelitian dari 67 pasien secara total sampling diperoleh: 26-35 tahun sebanyak 24 pasien (36%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 40 pasien (60%); OAT yang paling sering digunakan Levofloksasin 750mg sebanyak 55 orang (11,96%); efek samping OAT yang paling banyak dikeluhkan adalah mual muntah ringan sebanyak 60 pasien (25,32%); efek samping berdasarkan OAT paling banyak diterima adalah Etionamid (Eto) dengan efek samping mual muntah sebanyak 55 pasien (13,16%), disertai ruam kulit sebanyak 4 pasien (0,96%), sakit kepala sebanyak 21 pasien (5,02%), dan gangguan penglihatan sebanyak 5 pasien (1,20%); penggunaan OAT berdasarkan efek samping paling banyak dikeluhkan pasien TB-MDR adalah mual muntah dengan pemberian Etionamid (Eto) sebanyak 55 pasien (13,55%); waktu kejadian efek samping diperoleh data terbanyak pada bulan 1 sampai 6 yaitu sebanyak 96 keluhan (25,33%); total keluhan selama 20 bulan yang paling banyak adalah mual muntah ringan sebanyak 126 keluhan (33,25%).