Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

PROFIL PENGGUNAAN OBAT KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BOGOR PADA PERIODE OKTOBER - DESEMBER 2020

No.153 Kanker disebut juga dengan tumor atau neoplasma ganas merupakan jaringan abnormal yang terbentuk oleh sekumpulan sel (jaringan) yang pertumbuhannya terus-menerus tidak terbatas dan tidak terkoordinasi dibandingkan dengan jaringan normal yang berada di sekitarnya. Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan sitostatik dalam terapi kanker yang dapat menghambat proliferasi sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan kemoterapi yang ada di RSUD Kota Bogor periode Oktober-Desember 2020, gambaran sosiodemografi umur, jenis kelamin, dan diagnosa serta regimen obat kanker tertinggi yang menjalani pengobatan kemoterapi. Penelitian ini bersifat Retrospektif, data diperoleh dari rekam medis pasien. Populasi yang di dapat sebanyak 525 pasien, diolah sesuai dengan cara purposive sampling menggunakan rumus slovin diperoleh 227 sampel. Hasil terbanyak yaitu untuk jenis kelamin perempuan 204 pasien (89,87%), umur 36-45 tahun 78 pasien (34,36%), diagnosa ca mamae (kanker payudara) 161 pasien (70,93%), regimen monoterapi zoledronic acid 12 pasien (5,29%) regimen kombinasi FAC (5-FU+ Adriamicin + Cyclophospamide) 147 pasien (64,76%).

Profil pengobatan dan reaksi obat merugikan pasien one day care kanker payudara usia produkif di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor bulan Juli-Desember 2017

No. 492 Kanker payudara (Carsinoma mammae) adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara (kelenjar susu, saluran air susu, dan jaringan penunjang payudara). Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendali. Tujuan penelitian yaitu mengetahui demografi pasien (umur dan stadium), regimen obat, dan reaksi obat merugikan pada pasien kanker payudara di Rumah sakit Umum Daerah Kota Bogor Bulan Juli–Desember 2017. Data yang diteliti sebanyak 198 pasien dengan rentang usia 15–64 Tahun. Hasil penelitian menunjukkan : interval umur yang tertinggi adalah pada usia 45–55 tahun (49,49%) dan berdasarkan stadium tertinggi yaitu stadium 2 (52,02%). Berdasarkan penggunaan obat kanker yang tertinggi yaitu pada regimen kombinasi injeksi yaitu terapi kombinasi (87,5%), pada regimen penggunaan oral yaitu monoterapi (91,4%), dan pada penggunaan oral dan injeksi yaitu terapi kombinasi (93,7%). Hasil penelitian regimen yang terbanyak digunakan pada penggunaan injeksi yaitu EC (Epirubicin dan Cyclophosphamide) sebanyak 15,18% CAF (Cyclophosphamide, Doxorubicin, dan 5-FU) sebanyak 15,18%. Pada regimen penggunaan obat oral yang terbanyak pada penggunaan xeloda (27,14%), dan pada penggunaan kombinasi oral dan injeksi penggunaan obat injeksi (paklitaksel dan epirubicin (doxorubicin)) dan xeloda (25%). Berdasarkan reaksi obat merugikan regimen yang paling banyak efek samping pada regimen zoladex yaitu dengan reaksi gastrointestinal, gangguan umum, hematologi, gangguan ginjal dan disfungsi hati.