Sebanyak 11 item atau buku ditemukan

GAMBARAN PENGKAJIAN RESEP PASIEN PSIKIATRI DI RUMAH SAKIT JIWA dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

no.151 Pengkajian resep adalah suatu kegiatan yang sangat penting dalam pelayanan resep untuk meminimalkan terjadinya medication error terdiri dari 3 (tiga) aspek yaitu pengkajian secara administrasi, farmasetik dan klinis. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui persentase kelengkapan pengkajian resep secara farmasetik pada resep pasien psikiatri rawat jalan dan rawat inap di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian bersifat deskriftif dan pengambilan datanya secara restrosfektif . Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu random sampling sebanyak 212 (dua ratus dua belas) sampel berupa arsip resep konfirmasi pasien psikiatri rawat jalan dan rawat inap periode Juli-Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan terdapat ketidaklengkapan farmasetik yaitu pada bentuk sediaan obat 2%, nama obat 7%, jumlah obat 27%, aturan pakai obat 32% dan dosis obat 35%

KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS MULYAHARJA

No.775 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab kematian pada anak berusia lima tahun setiap tahunnya. Evaluasi ketepatan pada penggunaan obat khusunya pasien yang terdiagnosa ISPA perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi ketidakrasionalan pada penggunaan obatnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui obat-obat ISPA dan mengevaluasi ketepatan indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan lama pemberian dengan metode penelitian secara deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Hasil obat-obatan ISPA yang digunakan yaitu Amoxicillin (14%), terapi penunjang yang digunakan yaitu Paracetamol (83%), Dexamethason (1%), dan Klorfeniramine maleat (2%). Ketepatan Indikasi (98%), tepat obat (98%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), tepat lama pemberian (37%)

ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TERHADAP BEBAN KERJA DI DEPO RAWAT INAP INSTALASI FARMASI RSUD CIAWI

No.776 Seiring dengan adanya peningkatan jumlah resep yang dilayani di Depo Rawat Inap RSUD Ciawi, serta adanya peningkatan kasus Covid-19 yang semakin bertambah, mengakibatkan tenaga teknis kefarmasian mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan, karena jumlah pasien melonjak dalam waktu singkat. Beban kerja yang berlebih memicu kelelahan dan kurangnya konsentrasi pegawai dalam menjalankan pelayanan kefarmasian. Hal ini akan mengakibatkan penurunan mutu pelayanan di Depo Rawat Inap RSUD Ciawi serta meningkatnya angka medication errors. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan tenaga teknis kefarmasian di Depo Rawat Inap RSUD Ciawi Berdasarkan beban kerjanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel seluruh aktifitas tenaga teknis kefarmasian. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi work sampling. Data dianalisis menggunakan metode WISN (Workload Indicator Staffing Need). Hasil penelitian menunjukan aktifitas produktif langsung sebesar 65,05% dan kegiatan produktif tidak langsung sebesar 15,13% sehingga total Beban Kerja di Depo Rawat Inap RSUD Ciawi yaitu 80,18% dengan kategori tekanan beban kerja tinggi. Jumlah tenaga teknis kefarmasian saat ini 7 orang dengan perbandingan kenyataan dan kebutuhan (ratio) tenaga adalah 0,76 yang menunjukan jumlah kebutuhan tenaga teknis kefarmasian tidak sesuai dengan beban kerja dan membutuhkan 2 orang tenaga teknis kefarmasian agar pelayanan kefarmasian dapat berjalan dengan optimal

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD CIAWI

No.777 Seiring dengan adanya peningkatan jumlah pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Ciawi periode Oktober – Desember 2020. Prevelensi dari data rekam medik penyakit penyakit ginjal kronik masuk ke dalam kategori 10 daftar penyakit terbesar pada urutan ke 7. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola penggunaan obat anemia dan mengevaluasi penggunaan obat anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yang dilihat dari empat aspek ketepatan yaitu, tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data secara restrospektif melalui rekam medik pasien RSUD Ciawi periode Oktober- Desember 2020. Hasil penelitian pada kelompok usia 46-55 tahun yang paling mendominasi, yaitu berjumlah 27 pasien (36,49%). Jika dilihat dari jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki 45 pasien (60,81%) dibandingkan perempuan 29 pasien (39,19%). Pada pola penggunaan obat anemia lebih banyak jenis terapi kombinasi (90,54%) dibandingkan jenis terapi tunggal (9,46%). Obat yang digunakan Epoetin alfa, Transfusi PRC, Asam Folat, Iron Sucrose, SF dan Neurobion 5000 injeksi. Evaluasi penggunaan obat anemia dilihat dari empat aspek ketepatan yaitu tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (85,14%) dan tepat dosis (100%)

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA MASA KEHAMILAN PASIEN RAWAT JALAN DI KIA TIARA BUNDA SUKABUMI PERIODE MEI - JUNI 2020

No.779 Kehamilan, persalinan, dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita. Penggunaan obat pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian, karena banyak obat dapat melintasi plasenta sehingga dapat mempengaruhi janin. Obat mengalami proses biotransformasi didalam plasenta, dimana obat tersebut dapat bersifat menguntungkan dan juga dapat membentuk senyawa yang reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan obat pada ibu hamil dan resiko obat terhadap janin menurut kategori FDA (Food and Drug Administration). Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data sekunder dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik pasien rawat jalan di KIA Tiara Bunda Sukabumi Periode Mei-Juni 2020. Hasil penelitian dari kategori usia pasien ibu hamil yakni kelompok usia 20-35 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 80 pasien (83,33%). Pada kategori fase kehamilan terbanyak yang memeriksakan kehamilan yaitu pada trimester ketiga sebanyak 39 kasus (40,63%), kategori diagnosa penyakit yaitu pada keluhan abortus Imminens sebanyak 15 keluhan (15,63%). Pada kelas terapi obat dan golongan obat yang paling banyak digunakan adalah obat vitamin dan mineral sebesar 131 obat (51,57%). Cara pemberian obat yang paling banyak digunakan secara oral sebesar 238 (93,70%), dan kategori resiko menurut FDA yaitu kategori A sebesar (51,57%).

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI POLI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SALAK BOGOR

No.781 Hipertensi adalah penyakit yang ditandai dengan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi dan farmakologi. Terapi farmakologi golongan obat yang sering diberikan yaitu: penghambat RAS (ACEI dan ARB), CCB, beta blocker, alpha blocker dan diuretik. Adapun penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien poli rawat jalan di Rumah Sakit Salak Bogor. Metode pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Total penderita hipertensi sebanyak 426 pasien selanjutnya diambil sampel sebanyak 81 pasien. Karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 54,32% dan perempuan 45,68%. Karakteristik berdasarkan umur yang terbanyak adalah kelompok manula (lebih dari 65 tahun) 37%, lansia awal 32,10%, lansia akhir 21%, dewasa akhir 9,90%. Dengan pola penggunaan obat antihipertensi secara monoterapi 29,63%, kombinasi 2 obat 43,57%, kombinasi 3 obat 24,69% dan kombinasi 4 obat 11,11%. Selain itu, dilakukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi di Rumah Sakit Salak Bogor periode Oktober – Desember 2020 dengan literatur Indonesia Society of Hypertension (InaSH) tahun 2019, yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 77,78% dan tepat dosis 95,06%.