Ayi Munawaroh; Karuma Barza; SOPIANINGSIH
2022 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian di Indonesia selama ini dinilai oleh banyak
pengamat masih di bawah standar. Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016
merupakan standar pelayanan kefarmasian yang menjadi pedoman bagi tenaga
kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan kefarmasian di
Apotek Paradise Sukahati Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data menggunakanm metode
purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98
responden. Kualitas pelayanan kefarmasian diukur berdasarkan lima dimensi
pelayanan jasa yaitu, ketanggapan 90,63%, keaandalan 90,37%, kepedulian
90,05%, bukti langsung 89,48%, jaminan 89,37%, dengan nilai rata-rata
persentase sebesar 89,98%. Hasil ini menunjukan bahwa gambaran kualitas
pelayanan kefarmasian di Apotek Paradise Pharmacy Sukahati Cibinong dinilai
sudah sangat baik.
Harry Noviardi; INTAN DELLAMARTI; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Penyakit degeneratif diabetes melitus adalah penyakit metabolit akibat resistensi
insulin pada sel pankreas sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Inhibitor
α-glukosidase adalah salah satu terapi antidiabetes dalam mengurangi kenaikan
glukosa darah postprandial. Serbuk sari jahe merah adalah serbuk yang
mengandung sari jahe merah sebagai zat aktif dengan kombinasi bubuk kayu
manis dan sari serai yang dikonsumsi sebagai minuman tradisional untuk
antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes
formulasi serbuk sari jahe merah dengan mekanisme hambatan enzim
α-glukosidase yang dibandingkan dengan akarbosa (kontrol positif). Hasil
pengujian menunjukan bahwa formulasi serbuk sari jahe merah memiliki aktivitas
inhibisi enzim α-glukosidase dengan kategori sangat lemah, dimana nilai IC50
pada F1 adalah 25204.055 μg/mL dan F2 adalah 10996.380 μg/mL sedangkan
pada akarbosa adalah 0.232 μg/mL kategori sangat kuat. Oleh karena itu, aktivitas
inhibisi formulasi serbuk sari jahe merah pada F1 dan F2 belum memiliki daya
hambat yang setara dengan akarbosa. Nilai persen inhibisi mengalami
peningkatan seiring dengan naiknya konsentrasi dibuktikan dengan nilai sig 0.001
< 0.05 dimana terdapat perbedaan daya hambat yang signifikan dalam
penambahan konsentrasi pada sampel.
Eem Masaenah; KARTIKA SOVA SUMARNI; M. Ikhwan Setiawan
2022 · Book · Open Access
Trichophyton mentagrophytes merupakan jamur yang dapat menyebabkan
peradangan. Salah satu tipe peradangan pada kulit yang disebabkan oleh
Trichophyton mentagrophytes ialah tinea pedis yang biasa menimpa sela jari serta
telapak kaki. Minyak nilam dan minyak pala sudah banyak digunakan sebagai
antijamur dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelompok
senyawa fitokimia yang terkandung dalam minyak nilam dan minyak pala.
Memperoleh sediaan lotion kombinasi minyak nilam dan minyak pala dengan
stabilitas mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antijamur terhadap
Trichophyton mentagrophytes. Formulasi lotion kombinasi minyak nilam dan
minyak pala dibuat perbandingan 1:1 dengan konsentrasi 15% (F1), 25% (F2), dan
35% (F3). Uji Stabilitas mutu fisik lotion dilakukan secara cycling test dan uji
aktiivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia
menunjukkan minyak nilam mengandung flavonoid, steroid, dan terpenoid. Minyak
pala mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan terpenoid. Stabilitas
lotion semua formula menunjukkan mutu fisik sesuai persyaratan untuk parameter
organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar dan viskositas. Zona hambat F1, F2,
dan F3 berturut-turut sebesar 23,6 mm; 28,3 mm, dan 35,9 mm, semuanya termasuk
kategori sangat kuat. Zona hambat terbesar terdapat pada F3. Hal ini menunjukan
bahwa semakin tinggi konsentrasi semakin besar zona hambat yang dihasilkan.
Muhammad Afqary; RIANI GUSMARIANI KEKE; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Berdasarkan Permenkes RI No.73 tahun 2016 penyimpanan sediaan obat
disusun memakai sistem FEFO dan FIFO untuk meminimalkan kerusakan serta
hilangnya jenis obat. Selain itu obat disusun berdasarkan alfabetis untuk
memudahkan dalam pengawasan serta pencarian jenis obat ketika dalam distribusi
obat ke pasien. Penyimpanan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusakan
pada obat, kadaluwarsa dan mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran penyimpanan obat dan kesesuaian penyimpanan obat di Apotek Sartika
Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan
data secara prospektif pada bulan Maret 2021. Hasil penelitian ini menerangkan
bahwa sistem penyimpanan obat di Apotek Sartika berdasarkan kelas terapi,
bentuk sediaan, suhu dan alfabetis. Penyimpanan obat bebas mencapai persentase
98,6%, penyimpanan obat bebas terbatas mencapai 97,8% dan penyimpanan obat
tradisional mencapai persentase 80% sehingga sudah sesuai dengan Permenkes
No 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
Harry Noviardi; Lilik Sulastri; SRI WULANA
2022 · Book · Open Access
Jahe merah merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang tergolong kedalam
jenis rempah-rempahan. Pada sediaan minuman serbuk sari jahe mengandung senyawa
alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa ini dapat berpotensi sebagai antikanker. Uji
toksisitas digunakan untuk mendeteksi aktivitas/ potensi sebagai antikanker. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui nilai toksisitas dari formulasi minuman serbuk sari jahe
merah (Zingiber officinale Roscoe). Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
digunakan untuk penafsiran aktivitas antikanker dari formulasi minuman serbuk sari
jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Nilai LC50 dari formulasi 1 diperoleh
sebanyak 240,552 ppm dan formulasi 2 diperoleh sebesar 154,132 ppm. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa formulasi 1 dan 2 termasuk kedalam kategori toksik
sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel tersebut berpotensi sebagai
antikanker.
Harry Noviardi; JULIA NUR KUSMARANTI; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Kulit merupakan penghalang untuk melindungi tubuh dari dunia luar, dan
kelembaban bibir dijaga oleh kulit. Salah satu penyebab bibir menjadi kering dan
pecah-pecah adalah karena perlindungan bibir yang buruk. Lip balm merupakan
sediaan kosmetik dekoratif yang melembabkan bibir dan membantu mencegahnya
mengering dan pecah-pecah. Diantara tanaman yang bisa digunakan sebagai
pewarna alami adalah bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) karena mempunyai
kandungan antosianin. Eksperimen ini bertujuan untuk membuat formulasi
sediaan Lip Balm yang mengandung ekstrak bunga rosella sebagai pewarna alami
dengan mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang baik. Sediaan Lip Balm dibuat
dengan variasi ekstrak bunga rosella 5%, 10%, dan 15%. Formulasi yang
dihasilkan kemudian di evaluasi sediaan dan dilakukan stabilitas dengan metode
Cycling Test selama 6 siklus. Evaluasi tersebut meliputi uji orgnoleptis, uji pH, uji
homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji titik lebur dan uji daya oles. Hasil
penelitian sebelum dan setelah dilakukan stabilitas menunjukkan bahwa sediaan
Lip balm degan konsentasi ekstrak 15% mempunyai mutu fisik dan stabilitas yang
baik, kecuali pada pH dan daya sebar yang tidak memenuhi persyaratan.
ILHAM GURUN SUGARA; Karuma Barza; Yudesti
2022 · Book · Open Access
Hipertensi menjadi salah satu kasus dengan prevalensi cukup tinggi. Kepatuhan1adalah derajat dimana pasien mengikuti anjuran klinis dari dokter
yang mengobatinya maupun berupa terapi non-farmakologi sebagai modifikasi
gaya hidup. Terapi farmakologi dan non-farmakologi pada pengobatan hipertensi
dengan adanya hubungan dengan karakteristik responden1seperti usia, jenis
kelamin, pekerjaan, Pendidikan terakhir hal tersebut mempengaruhi tingkat
kepatuhan untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Penelitian ini
bertujuan1untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan2pasien hipertensi di
wilayah Gedong Panjang Kota Sukabumi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pendekatan yang dilakukan dengan cara cross senctional study. Penelitian ini
menggunakan2Teknik purposive sampling. data diperoleh dari pengamatan
langsung dan pengisian kuesioner. Wawancara dilakukan pada pasien2hipertensi
di wilayah Gedong Panjang. Hasil penelitian ini2menunjukan bahwa dari 100
responden yang diteliti pada tingkat kepatuhan terapi farmakologi dengan tingkat
kepatuhan tinggi yaitu 7 (7,00%), tingkat kepatuhan sedang yaitu 61 (61,00%), dan tingkat kepatuhan rendah yaitu 32 (32,00%) Responden. Sedangkan pada
terapi non-farmakologi menunjukan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 5 (5,00%), tingkat kepatuhan sedang menunjukan 66 (66,00%), dan tingkat kepatuhan rendah
sebanyak 29 (29,00%) responden. Menunjukan bahwa tingkat kepatuhan pasien
hipertensi di wilayah Gedong Panjang Kota Sukabumi mayoritas berada pada
tingkat kepatuhan sedang, bahwa perlu adanya peningkatan seperti edukasi, dorongan dari lingkungan
Assajadda Lizikri; IVAN ZULMY NASUTION; Nanang Hermawan
2022 · Book · Open Access
Swamedikasi adalah upaya yang paling sering dilakukan oleh masyarakat untuk
mengatasi gejala penyakit sebelum mencari bantuan dari tenaga kesehatan.
Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan- keluhan dan penyakit
ringan seperti batuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
tingkat pengetahuan swamedikasi santri Madrasah Aliyah terhadap penyakit batuk
di Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 86 responden
dengan kriteria pernah melakukan swamedikasi batuk. Kuesioner terdiri dari 20
item pernyataan pilihan benar salah yang terbagi menjadi 8 indikator. Pengambilan
sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan
menggunakan persentase dan pembahasan. Hasil penelitian ini adalah 39,5%
berjenis kelamin laki-laki, 60,5% berjenis kelamin perempuan, usia paling banyak
16-19 tahun 70,9%, tingkat kelas paling banyak 11 Aliyah 57%, pengetahuan
swamedikasi batuk responden berdasar indikator yang menjawab dengan benar
tentang definisi batuk (70,9%), jenis - jenis batuk (97,65%), penyebab dan cara
mencegah batuk (93,9%), aturan minum obat batuk (91,06%), terapi farmakologis
dan non farmakologis (93,96%), stabilitas obat (84,85%), penyakit lain yang
berhubungan dengan batuk (95,35%) dan efek samping obat batuk (88,4%). Dari
hasil 8 indikator yang diperoleh menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat
pengetahuan baik tentang swamedikasi batuk sebesar 96,5%, dan responden dengan
tingkat pengetahuan cukup sebesar 3,5 %.
Febi Ishfahani; Fredy Arifta Nasel; KUSWANDA
2022 · Book · Open Access
Tuberkulosis adalah jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman
Mycobacterium Tuberkulosis. Bakteri Tuberkulosis menginfeksi paru-paru, serta
sebagian organ tubuh lainya. Bakteri ini masuk tubuh manusia melalui paru-paru,
kemudian bakteri tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain
melalui darah, kelenjar getah bening, saluran pernapasan, dan menyebar langsung
ke organ tubuh yang lain. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan
oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat. Prevalensi penderita tuberkulosis di
daerah citeureup dan sekitarnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien rawat jalan penderita tuberkulosis
dalam melakukan pengobatan tuberkulosis yang dideritanya. Jenis penelitian ini
merupakan penelitian non eksperimental dengan data prospektif yaitu data primer
yang berhubungan dengan sosiodemografi pasien. Hasil penelitian ini menurut
sosiodemografi berdasarkan umur pasien terbesar didapatkan dari kelompok usia
36 – 45 tahun dengan 24%. Berdasarkan jenis kelamin persentas terbesar adalah
jenis kelamin laki-laki dengan 62%. Berdasarkan tingkat pekerjaan persentase
terbesar adalah jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 41% dan
persentase pasien terbesar berdasarkan tingkat pendidikan adalah tingkat
pendidikan setara SMA sebanyak 47%. Kuesioner MMAS-8 digunakan untuk
mengukur tingkat kepatuhan pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian dari 80
responden didapatkan sebanyak 63% mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi,
36% sedang dan hanya 1% mempunyai tingkat kepatuhan yang rendah dalam
melakukan pengobatan tuberkulosis.
Achmad Fauzi Isa; Lilik Sulastri; NABIILA RACHMA WARDHANI
2022 · Book · Open Access
Daun kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan salah satu tanaman yang
berkhasiat sebagai antioksidan. Daun kelor mengandung senyawa metabolit
sekunder antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid.
Flavonoid dalam daun kelor mampu mengurangi efek buruk radikal bebas
penyebab kerusakan kulit. Tujuan penelitian ini membuat formulasi sediaan
masker gel peel-off dari ekstrak etanol 70% daun kelor serta mengevaluasi
sediaan masker gel peel-off melalui uji mutu fisik yang menjadi persyaratan
masker gel peel-off yang baik. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi
menggunakan pelarut etanol 70% selama 3×24 jam, lalu diuapkan menjadi
ekstrak kental dan dibuat formulasi masker gel peel-off dengan variasi
konsentrasi ekstrak 3% (F1), 5% (F2), dan 7% (F3). Pengujian mutu fisik yang
dilakukan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya
sebar, dan uji waktu kering. Hasil evaluasi menunjukkan ketiga formulasi telah
memenuhi persyaratan mutu fisik, F2 dengan konsentrasi ekstrak daun kelor 5%
merupakan formulasi terbaik dengan nilai pH 5,0, viskositas 2700 Cps, daya
sebar 5,79 cm dan waktu kering selama 25 menit.
Antonius Padua Ratu; ELSA PUTRI AGUSTIN; Halimatussa'diyah
2022 · Book · Open Access
Daun Gaharu (Gyrinop verteegii) adalah daun mempunyai senyawa metabolit
sekunder yaitu senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan
sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh stabilitas sediaan
gel pada suhu 40°C, 4°C dan 25°C serta mengetahui kadar flavanoid total dari
sediaan gel. Dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar flavanoid total
ekstrak daun gaharu (Gyrinop verteegii) dan hasil menunjukkan sebesar sebesar
4,7227%, sedangkan pada sediaan gel pada konsentrasi 8% yaitu 3,6572%.
Kemudian sediaan di uji stabilitas dengan metode dipercepat selama 5 minggu
meliputi uji organoleptik, uji Ph, Viskositas, Homogenitas, dan daya sebar.
Didapatkan hasil bahwa sediaan gel pada suhu 25°C menunjukkan bahwa stabil
pada hasil evaluasi parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar dan tidak
stabil pada viskositas .Dan hasil kadar flavanoid sediaan gel selama stabilitas
bahwa suhu 25°C menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar flavanoid yang
rendah.
ARIS WACHYUNINGSIH; Halimatussa'adiyah; Kuandi Tandiara Tan
2022 · Book · Open Access
9 Maret 2020 World Health Organization menetapkan virus corona
(Covid-19) sebagai pandemi. Prinsip pencegahan dan pengendalian Covid-19
dilakukan dengan selalu menerpakan protokol kesehatan antara lain konsumsi gizi
seimbang agar daya tahan tubuh tetap terjaga dengan mengkonsumsi vitamin.
Pemerintah menganjurkan untuk selalu mengkonsumsi multivitamin yang
mengandung vitamin C, D, E, Zink dan Selenium. Perilaku konsumen yang
berubah selama masa pandemi menyebabkan terjadinya kelangkaan stok vitamin.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dari data retrospektif
bulan Juli -Desember 2020 untuk mengetahui pengaruh jumlah persediaan vitamin
C, D, E, Zink dan Selenium terhadap volume penjualan. Berdasarkan hasil
penelitian disimpulkan bahwa Jumlah persediaan dan volume penjualan vitamin
yang mengandung vitamin atau mineral C, D, E, Zink dan Selenium dalam bentuk
sediaan tunggal dan campuran mengalami kenaikan. Dari hasil persamaan regresi
diperoleh nilai korelasi sebesar 0,837 yang berarti terdapat hubungan yang positif
yang sangat kuat dan nilai signifikasi sebesar 0,03 yang berarti jumlah persediaan
multivitamin untuk terapi Covid-19 mempunyai pengaruh signifikan terhadap
volume penjualan.
ALVIRA PEBRIANTI; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2022 · Book · Open Access
Daun ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.) merupakan salah satu tanaman
yang memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid.
Flavonoid merupakan senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan, senyawa ini
diperlukan oleh kulit untuk mencegah dan mengurangi efek radikal bebas pada
kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi basis
PVA dan HPMC terhadap karakteristik fisik sediaan masker peel-off. Metode
penelitian ini adalah formulasi masker peel-off ekstrak etanol 70% daun ubi jalar
ungu (Ipomea batatas L.) dengan menggunakan kombinasi basis PVA dan HPMC.
Tiga formula sediaan masker peel-off yaitu F1 (10%:2%), F2 (9%:3%) dan F3
(8%:4%). Formulasi yang didapat diuji karakteristik masker peel-off meliputi uji
organoleptis, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta waktu mengering.
Berdasarkan hasil penelitian F3 menghasilkan karakteristik masker peel-off dengan
viskositas yang sesuai syarat yaitu 2700 cps, pH 6, daya sebar 5,77 cm dan waktu
mengering 20'19". Berdasarkan hasil evaluasi fisik semua formula dapat
diformulasikan menjadi sediaan masker peel-off tetapi pada F1 dan F2 daya
sebarnya tidak memenuhi persyaratan.
M. Ikhwan Setiawan; SRI RAHAYU; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Hand sanitizer cair adalah sediaan dengan berbagai kandungan yang cepat
membunuh mikroorganisme yang ada di kulit tangan. Ekstrak etanol daun jambu
air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) sudah diketahui berpotensi besar sebagai
antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sediaan hand
sanitizer ekstrak daun jambu air yang menghasilkan mutu fisik dan stabilitas
terbaik dari variasi konsentrasi ekstrak. Metode penelitian ini adalah pengujian
fitokimia daun jambu air dan formulasi hand sanitizer cair ekstrak etanol 96%
daun jambu air Syzygium aquem (Brum.f) Alston) dengan lima formulasi sediaan
hand sanitizer yaitu F1 (kontrol negatif), F2 (5%), F3 (10%), F4 (15%), dan F5
(kontrol positif). Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap sediaan hand sanitizer
cair meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, cycling test, dan stabilitas pada
suhu penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jambu air
mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol, dan tannin. Pada F2 dengan
konsentrasi 5% menghasilkan pH yaitu sebesar 4,5 memenuhi syarat standar pH
kulit, sedangkan pada pengujian homogenitas tidak ada yang memenuhi
persyataran homogenitas. Pada uji stabilitas dengan metode cycling test dan
stabilitas suhu penyimpanan semua parameter pengujian mutu fisik menghasilkan
tidak ada perubahan secara signifikan.
AGUSTINUS YELIPELE; Antonius Padua Ratu; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang
berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup
atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau
keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium)
merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan
kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau
dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai
pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan
mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji
pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan
daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah
terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova.
Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki
kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.
AHABBANAS; Achmad Fauzi Isa; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Senyawa antioksidan dapat menghambat oksidasi dengan cara menangkap
radikal bebas. Salah satu sumber antioksidan adalah kombucha yang merupakan
hasil fermentasi cairan teh dan gula. Tujuan penelitian ini untuk menentukan
aktivitas antioksidan dari kombucha kombinasi daun jambu mawar (Syzygium
jambos) dan daun jambu bol (Syzygium malaccense) (1:3) dengan variasi waktu
fermentasi. Kombinasi serbuk simplisia diekstraksi dengan cara infusa dan
difermentasi dengan SCOBY (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) selama 4, 6 dan 8 hari.
Kombucha, masing-masing hasil fermentasi diuji komponen fitokimia secara
kualitatif dan aktivitas antioksidannya diuji dengan metode DPPH. Hasil uji
fitokimia menunjukkan semua hasil fermentasi kombinasi daun jambu mawar dan
daun jambu bol (1:3) mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tannin,
sedang hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan hasil fermentasi kombucha
kombinasi daun jambu mawar dan daun jambu bol (1:3) pada hari ke -6 lebih
tinggi (43,59%) dari pada hari ke-8 (39,86%) dan hari ke-4 (9,23%).
Inawati; MILA JULIANA; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Lip balm yaitu pelembab bibir dalam bentuk sediaan semi solid dalam bentuk
bahan utama yaitu minyak, lemak dan lilin serta berfungsi untuk memberikan
perawatan pada kulit bibir dengan anggapan akan memberikan wajah yang lebih
percaya diri. Lip balm sendiri yaitu sediaan kosmetik dengan basis hamper sama
dengan formulasi lipstick, namun tanpa adanya warna atau trasparan. Banyaknya
lip balm yang sudah terdapat warna di mendorong peneliti membuat sediaan lip
balm ekstrak kayu secang sebagai pewarna alami dari ekstrak kayu secang
(Caesalpinia Sappan L) untuk menghindari pewarna sintetik. Tujuan dari penelitian
kali ini membuat sediaan lip balm dengan metode infusa dan konsentrasi warna
alami. Dibuat 3 formulasi yaitu 0,3%, 0,6% dan 0,9% dengan ekstrak kering kayu
secang lalu dilakukan evalusi sediaan meliputi uji homogenitas, uji pH, uji daya
lekat, uji organoleptik dan uji kesukaan. Hasil pengujian evaluasi menunjukan hasil
yang baik denganp pengamatan selama 14 hari dan hasil uji kesukaan menunjukan
konsentrasi 0,6% yang paling disukai.
RAHMAH FEBIANTI; Sitaresmi Yuningtyas; Triyani Sumiati
2022 · Book · Open Access
Daun..Ubi..Jalar Ungu”(Ipomoea..batatas..L.)..mengandung”senyawa saponin,
flavonoid, polifenol,”tanin,..dan”antioksidan yang tinggi. Salah satu pemanfaatan
daun ubi jalar ungu secara topikal sebagai antioksidan adalah diformulasikan ke
dalam bentuk sediaan farmasi.”Penelitian..ini..bertujuan..untuk”menghasilkan
sediaan peeling krim wajah ekstrak..etanol 70% daun ubi jalar ungu dan
memperoleh informasi mengenai karakteristik kualitas fisik sediaan peeling krim
wajah ekstrak..etanol 70% daun..ubi..jalar..ungu meliputi organoleptik,
homogenitas, daya sebar, viskositas dan pH yang sesuai standar mutu sediaan
farmasi. Sediaan peeling krim wajah ekstrak..etanol 70% daun ubi jalar ungu dibuat
dalam 2 formulasi dengan konsentrasi asam stearat F1 6% dan F2 8%. Evaluasi
sediaan meliputi pengamatan organoleptik,”uji..homogenitas,..uji..daya
sebar,..uji..viskositas,..dan..uji..pH.”Kedua”formulasi”memenuhi syarat evaluasi
fisik sediaan peeling krim wajah. Namun, uji daya sebar tidak memenuhi kriteria.
F1 memberikan hasil yang lebih baik dari F2 dengan hasil uji daya sebar mencapai
4,48 cm, uji viskositas sebesar 28.500 Cps, dan uji pH sebesar 6,4.
Lilik Sulastri; SHINTA OCTAVIA; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Antioksidan merupakan zat yang dapat menangkal atau mencegah reaksi
oksidasi dari radikal bebas. Daun kelor mengandung tanin, steroid, triterpenoid,
flavonoid, saponin, antraquinon, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antioksidan.
Untuk mempermudah penggunaan antioksidan dalam penelitian ini dibuat dalam
bentuk sediaan lotion dengan menggunakan ekstrak etanol 96% daun kelor 0,1%,
dengan memvariasikan gliserin sebagai pelembab. Penelitian ini bertujuan untuk
membuat formulasi sediaan lotion dari ekstrak daun kelor 0,1% dengan variasi
konsentrasi gliserin 5%, 10% dan 15% dan menguji stabilitas fisiknya dengan
metode cycling test yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas,
uji pH, daya sebar, daya lekat, uji efektivitas lotion sebagai pelembab dengan
menggunakan alat skin analyzer, uji aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol 96%
daun kelor pada konsentrasi ekstrak sebesar 0,1% dengan metode peredamanradikal
bebas DPPH, uji iritasi dari lotion. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor dibuat
deret konsentrasi 12,5, 25, 50, 100, dan 200 ppm, kemudian diukur absorbansinya
menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 514,5 nm. Lotion
ekstrak etanol 96% daun kelor memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50
sebesar 135,072 μg/mL. Lotion ekstrak etanol 96% daun kelor dengan variasi
konsentrasi gliserin 5%, 10% dan 15% memiliki nilai efektivitas kelembaban
sebesar 44,56%, 50,05% dan 66,26%.
ALMA PUSPITA; Eem Masaenah; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Perona pipi merupakan salah satu kosmetika dekoratif yang digunakan untuk
memberikan warna rona pada pipi. Salah satu bahan alam yang dapat dijadikan
pewarna alami adalah kayu secang (Caesalpinia sappan L). Ekstrak kayu secang
dapat memberikan warna merah sampai dengan merah keunguan karena
mengandung pigmen brazilein. Tujuan penelitian ini membuat sediaan krim
perona pipi dari ekstrak kayu secang dan mengevaluasi mutu fisik sediaan serta
menguji kesukaan (hedonik). Ekstrak kayu secang diperoleh dengan cara infusa
dan metode freeze drying. Sediaan krim perona pipi dibuat 3 formula dengan
konsentrasi 2,5%, 3%, dan 3,5% ekstrak kering kayu secang. Hasil pengujian
organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan viskositas menunjukkan mutu fisik
yang baik sesuai dengan SNI (16-4399-1996). Hasil pengujian hedonik
menunjukkan bahwa sediaan krim perona pipi dengan ekstrak kayu secang
konsentrasi 3,5% yang paling disukai.