COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Mikrobiologi & Parasitologi untuk mahasiswa farmasi
Kimia Analitik untuk mahasiswa farmasi
Keracunan, Alergi dan Intoleran Makanan
Sediaan & Dosis Obat
Buku Ajar Pendidikan Kewargenagaraan Dan Pancasila
Analisis Farmakognosi untuk Mahasiswa Farmasi
Etika Profesi Kefarmasian dan Hukum Kesehatan
Metodologi Penelitian Kualitatif : Case Study
Pengantar Pendidikan Kewargenagaraan untuk Mahasiswa/ Siswi Kesehatan
Kokristalisasi: Modifikasi Padatan farmasi sebagai strategi perbaikan sifat fisikokimia obat
Metabolisme
Pedoman Praktikum Farmasetika Dasar
Kimia: Bahan Kimia Organik, Alam dan Umum
Farmakognosi I
Laboratorium Kimia Pengelolaan dan Manajemen
Teknik Laboratorium Kimia Organik
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT KORTIKOSTEROID PADA PASIEN SUDDEN DEAFNESS DI RS KHUSUS THT BEDAH KL PROKLAMASI JAKARTA PUSAT
Sudden Deafness adalah penurunan kemampuan pendengaran mendadak, hilangnya sensitifitas pendengaran ≥ 30 dB pada pengukuran lebih dari tiga frekuensi berturut- turut dalam waktu 3 hari. Pengobatan tuli mendadak meliputi terapi obat dan non obat. Pada umumnya terapi awal yang diberikan adalah kortikosteroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan evaluasi penggunaan kortikosteroid pada pasien di RS Khusus THT Bedah KL Proklamasi Jakarta Pusat. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Dari 375 orang penderita sudden deafness selanjutnya diambil sampel sebanyak 79 pasien. Karakteristik pasien sudden deafness berdasarkan jenis kelamin adalah laki- laki 60,76%, perempuan 39,24%. Karakteristik berdasarkan umur dari yang terbanyak adalah kelompok dewasa awal 37,97%, dewasa akhir 29,13%, lansia awal 12,65%, remaja akhir 11,29%, lansia akhir 6,32% dan manula 2,54%. Penggunaan obat kortikosteroid terbanyak dengan penggunaan oral adalah methylprednisolone 80,70% dan penggunaan injeksi/intratimpanik adalah triamcinolone 60%. Hasil evaluasi penggunaan obat kortikosteroid di RS Khusus THT Bedah KL Proklamasi Jakarta Pusat dengan pedoman penggunaan kortikosteroid tahun 2012, yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 88,60%, tepat obat 100%, tepat dosis 95%, tepat waktu pemberian 81%, dan tepat frekuensi pemberian 79,70%.
ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN OBAT OVER THE COUNTER (OTC) TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI APOTEK TARA FARMA BOGOR
Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yaitu apotek harus memberikan kualitas pelayanan kepada setiap konsumen sesuai dengan harapan mereka dalam pelayanan pembelian obat over the counter (OTC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam kualitas pelayanan OTC yang diberikan oleh Apotek Tara Farma Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dan memiliki sifat deskriptif dan pengambilan kuesioner yang dilakukan dengan cara prosfektif secara profesional. Analisis ini menggunakan metode Servqual dengan menentukan nilai gap. Hasil yang didapatkan diketahui bahwa nilai rata-rata gap pada dimensi reliability yaitu -0,15, assurance yaitu -0,17 dan emphaty yaitu - 0,12 dengan hasil responden belum merasa puas karena nilai gap negatif (-) dan pada dimensi responsiveness yaitu 0,2 dan tangibles yaitu 0,01 dengan hasil responden merasa puas karena nilai gap positif (+). Rata-rata gap pada keseluruhan dimensi didapatkan hasil -0,1. Pada hasil analisa diagram kartesius yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya ada pada kuadran I yaitu atribut A2 obat tersedia dengan lengkap, atribut A3 Obat dijual dengan harga wajar, atribut A4 konsumen mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti, atribut C1 petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam bekerja, atribut C2 petugas melayani dengan ramah dan tersenyum.
GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TABLET FE TERHADAP PENINGKATAN HB PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR
Seorang wanita yang di dalam rahimnya terdapat embrio disebut kondisi hamil. Perilaku hidup sehat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan kehamilan dan kesehatan calon bayi. Salah satu penyakit yang menyerang pada masa kehamilan yaitu anemia. Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 37,1% dan proporsi ibu hamil di perkotaan 36,4% hampir sama dengan proporsi ibu hamil di perdesaan 37,8%. Wanita hamil dengan kadar Hb < 10 gr/100 ml disebut menderita anemia dalam kehamilan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur dan untuk mengetahui gambaran efektivitas penggunaan tablet Fe bagi ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur. Metode obsevasional survey digunakan dalam penelitian dengan mengambil data pasien secara retrospektif dalam jangka waktu satu tahun dengan populasi sampel 92 pasien, dan dievaluasi dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang berusia 26-35 tahun sebesar 46%, mayoritas pekerjaan sebagai IRT sebanyak 48%, dan mayoritas tingkat pendidikan SMA sebanyak 56%. Efektivitas tablet Fe ditunjukkan dengan adanya penurunan pasien penderita anemia, pada Hb I pasien anemia sebanyak 59 dan pada Hb III menjadi 15 pasien. Seiring dengan menurunkan penderita anemia, maka pasien yang tidak menderita anemia mengalami peningkatan dari Hb I ke Hb III, yaitu 33 pasien menjadi 77 pasien.