Meita Medina; RESTIANA; Silvi Nurafni
2022 · Book · Open Access
Menurut KEMENKES RI tahun 2018, penyakit diare merupakan penyakit
endemis dan juga merupakan penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa
(KLB) disertai dengan kematian. Pengobatan diare pada anak dapat menimbulkan
Drug Related Problems (DRP’s). DRP’s yaitu kejadian yang sangat tidak
diinginkan oleh pasien terkait terapi obat, yang secara nyata ataupun potensial
berpengaruh pada outcome yang diinginkan oleh pasien. Penelitian ini dilakukan
di Puskesmas Cirimekar Cibinong yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau
tidaknya kejadian DRP’s pada pasien pediatri yang menderita diare. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observasional . Data yang digunakan adalah data
sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep pasien diare pada anak.
Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah sampel 119 resep diperoleh kejadian
DRP’s sebanyak 25 kasus diantaranya kejadian DRP’s terbanyak yaitu pada dosis
subterapeutik 18 kejadian (15,1%), terapi tanpa indikasi 5 kejadian (4,2%),
indikasi tanpa terapi 2 kejadian (1,7%), dan yang tidak mengalami DRP’s yaitu
interaksi obat dan over dosis sebanyak 94 kejadian (79%). Profil penggunaan obat
yang paling banyak digunakan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yaitu Zink
sebanyak 112 pasien (94,11%).
Adrian Christianus; Febi Ishfahani; VERONICA HANDAYANI SETIAWATI
2022 · Book · Open Access
Propofol adalah obat hipnotik-sedatif yang dapat menyebabkan perubahan
stabilitas hemodinamik yang signifikan berupa hipotensi. Oleh sebab itu, untuk
menjaga stabilitas hemodinamik diperlukan kombinasi propofol. Di RS Siloam Bogor
propofol sering dikombinasikan dengan fentanyl-midazolam dan ketamin-midazolam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan stabilitas hemodinamik obat
kombinasi propofol-ketamin-midazolam dan kombinasi propofol-fentanyl-midazolam
pada induksi anestesi pasien operasi di RS Siloam Bogor. Penelitian yang dilakukan
merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dan statistik dengan
pengambilan data sekunder dari data rekam medik secara retrospektif sebanyak 70
pasien dengan Rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini menunjukan efek stabilitas hemodinamik pasien yang
menggunakan induksi propofol-fentanyl-midazolam menyebabkan penurunan
Tekanan Arteri Rerata (TAR) sebanyak 3,34 ± 3,44 mmHg, untuk pengguna induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami penurunan sebanyak 3,52 ± 3,05 mmHg.
Penurunan denyut nadi untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
sebanyak 1,03 ± 1,55 x/menit, sedangkan untuk induksi propofol-ketamin-midazolam
juga mengalami penurunan denyut nadi sebanyak 6,03 ± 3,25 x/menit. Pada
Respiratory Rate (RR) untuk penggunaan induksi propofol-fentanyl-midazolam
mengalami kenaikan sebanyak 1,53 ± 0,51 x/menit, dan untuk penggunaan induksi
propofol-ketamin-midazolam mengalami kenaikan sebanyak 0,55 ± 1,41 x/menit. tidak
ada perbedaan bermakna pada variabel efek stabilitas hemodinamik berdasarkan
parameter TAR, denyut nadi, dan RR pada kedua kelompok induksi dari P>0,05
(0,154) untuk TAR, P>0,05 (P=0,558) untuk denyut nadi, dan P>0,05 (P=0,075) untuk
RR.
Febi Ishfahani; MUTIA PUTRI SALFATIERA; Vera Fatmawati
2022 · Book · Open Access
Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan pelayanan yang diberikanApoteker
kepada pasien guna meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan resiko terjadinya
efek samping. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik dan
terkenal sebagai the silent killer. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi PIO yang
diberikan kepada pasien Diabetes melitus (DM) tipe 2 di RS Annisa. Penelitian
bertujuan untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien mengetahui gambaran PIO
terhadap pasien DM tipe 2 rawat jalan RS Annisa dan mengetahui gambaran kesesuaian
PIO terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di RS Annisa.
Penelitian dilakukan secara prospektif dimulai bulan Mei-Juni 2021 dengan databerupa
pengisian formchecklist dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan
terdapat 141 sampel dengan jenis kelamin perempuan terbanyak yaitu 72,34% dan usia
dengan pasien terbanyak yaitu usia lansia akhir 40%. Indikator PIO yang digunakan
berupa nama obat, sediaan obat, indikasi obat, cara penggunaan obat, frekuensi
pemakaian dan waktu sesudah atau sebelum makan sudah mencapai nilai 100%,
selanjutnya untuk indikator PIO waktu konsumsi obat mencapai 96,45%, jumlahobat
69,50% dan dosis obat 46,80%, juga terdapat indikator PIO yang belum disampaikan
berupa, cara penyimpanan, interaksi obat dan efek samping obat. Rata- rata kesesuaian
PIO dengan SOP RS Annisa sebesar 67,70%.
Ferry Effendi; NURWIDYA; Wieka Tyfani
2022 · Book · Open Access
Diabetes melitus adalah suatukelompok penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau
keduanya. Penyakit DM tipe 2 merupakan lima penyakit dengan jumlah penderita
terbanyak yang ditangani oleh Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi.
Metformin dan Glibenklamid merupakan dua obat antidiabetik oral dengan
mekanisme yang berbeda tetapi menjadi pilihan untuk terapi DM tipe 2 sehingga
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas kedua obat
tersebut terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian
ini adalah penelitian observasional dengan metode pengambilan data secara
retrospektif yang bersumber dari pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan di
Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi periode Oktober-Desember 2020. Dari
penelitian ini diperoleh hasil pasien berjenis kelamin perempuan (59%), dengan
kategori usia lansia akhir (40%), dan dengan IMT normal (85,86%). Pengobatan
terapi antidiabetik oral metformin lebih banyak diberikan pada pasien berjenis
kelamin perempuan (51%), dengan kategori usia lansia akhir (63,89%) dan IMT
normal (52,50%). sedangkan glibenklamid lebih banyak diberikan pada pasien
berjenis kelamin perempuan (49%), dengan kategori usia lansia awal (36,11%)
dan IMT normal (47,50%). Hasil uji Independent Sample T-test menunjukan nilai
Asym.Sig. 0,00 < 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna antara efektivitas
metformin dan glibenklamid terhadap penurunan gula darah puasa pasien DM tipe
2. Berdasarkan persentase rata-rata efektivitas obat, glibenklamid (91%) dinilai
lebih efektif dibandingkan dengan metformin (73%).
Harry Noviardi; Linda Lusiana; Siti Mariam
2022 · Book · Open Access
ANDI VIRGIAWAN; Lilik Sulastri; Sofyan Ramani
2022 · Book · Open Access
Pengobatan herbal telah digunakan sebagai pengobatan utama oleh 95% populasi
pada sebagian negara berkembang. Penelitian mengenai tanaman herbal terus
mengalami perkembangan terutama pada tanaman yang memiliki potensi aktivitas
antioksidan. Daun Garcinia mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang
memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan erat kaitannya dalam memelihara dan
menjaga kesehatan manusia dengan cara menangkap radikal bebas. Radikal bebas
dapat secara signifikan menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit
kardiovaskular, kanker, disfungsi otak dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau dan daun gugur
dari tanaman Garcinia forbesii King, serta untuk mengetahui perbedaan aktivitas
antioksidan dari kedua jenis sampel daun. Pengujian aktivitas antioksidan
dilakukan menggunakan metode DPPH dengan instrumen pengukuran yang
digunakan yaitu Spektrofotometer UV-Vis. Masing-masing simplisia daun hijau
dan daun gugur diesktraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol
70%. Masing-masing ekstrak kemudian dilakukan pengujian fitokimia untuk
mengetahui metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Keduanya
memberikan hasil positif untuk beberapa golongan senyawa kimia yaitu alkaloid,
flavonoid, tanin, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan esktrak etanol daun hijau
memberikan hasil IC50 sebesar 98,657 μg/mL dan ekstrak etanol daun gugur
memberikan hasil IC50 sebesar 106,637 μg/mL. Berdasarkan analisis data % inhibisi
kedua ekstrak menggunakan uji statistik t-Test, perbedaan kondisi daun hijau dan
daun gugur tidak memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas antioksidan.
Andi Ahriansyah; Dewi Legianawati; ERNI KARTINI
2022 · Book · Open Access
Penyakit ginjal kronik adalah penurunan progresif fungsi ginjal dalam
beberapa bulan atau tahun yang didefinisikan juga sebagai kerusakan ginjal dan/
atau penurunan Glomerulal Filtration Rate (GFR) kurang dari 60ml/menit/1,73m2
selama minimal 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi
ketepatan penggunaan obat pada pasien penyakit ginjal kronik dengan
hemodialisa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross- sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mencatat data
yang bersumber pada rekam medik pasien Instalasi Hemodialisa di RSUD
Cimacan dengan diagnosa Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa
periode tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan 77 pasien yang dianalisis
diketahui bahwa persentase terbesar pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 64%
yang terdistribusi pada kelompok usia pasien paling banyak usia 20-60 tahun
(dewasa) sebanyak 84%, dengan nilai LFG terbanyak pada stadium 5 (93,5%)
dengan berat badan pada rentang 31-60kg (83%) dan tekanan darah terbanyak
pada hipertensi tingkat 2 (38%) . Hasil analisis 77 pasien sampel yang diperoleh
hasil 85% tepat pemilihan obat dan 100% tepat dosis.
Febi Ishfahani; LOLA DWI ANASTASYA; Lani Nopika
2022 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan
tekanan darah meningkat diatas normal atau kurang dari 140/90 mmHg. Dalam
penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Kedung Badak, obat yang digunakan
terdiri dari amlodipin dan kaptopril. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi
penggunaan obat antihipertensi melalui ketepatan penggunaan obat dan
kesesuaian target tekanan darah. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif, dan
bersifat observasi yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil
dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September –
November 2021. Sampel yang diambil sebanyak 83 pasien dengan metode
purposive sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak
46-55 tahun sebanyak 39 pasien (47%), jenis kelamin perempuan sebanyak 69
pasien (75%), penggunaan amlodipin sebanyak 79 pasien (95%), dan obat
kaptopril yang diubah menjadi amlodipin sebanyak 4 pasien (5%). Hasil evaluasi
penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan; Evaluasi tepat
pemilihan obat 51% sudah tepat; Evaluasi tepat pemberian dosis 100% tepat
dosis; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat interval/frekuensi 95% sudah
tepat; Waspada efek samping 5% ada efek samping. Kesesuaian target tekanan
darah berdasarkan JNC VIII 33 pasien (40%) sudah sesuai target.
LALA MEILAN SARI; Nanang Hermawan; Sitaresmi Yuningtyas
2022 · Book · Open Access
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif
pengobatan antifungi adalah daun sirsak (Anonna muricata Linn) dan daun pepaya
(Carica papaya Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas
antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun sirsak (Annona muricata Linn)
dan daun pepaya (Carica papaya Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida
albicans dan Pityrosporum ovale. Daun sirsak dan Daun pepaya diekstraksi dengan
maserasi menggunakan etanol 96%. Kedua ekstrak dilakukan penapisan fitokimia
dan uji aktivitas antifungi dengan menggunakan difusi cakram. Ekstrak etanol 96%
daun sirsak dan daun pepaya mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid,
saponin, dan tanin. Kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya dapat
menghambat pertumbuhan Candida albicans dan Pityrosporum ovale dengan
kategori sedang. Variasi kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya
dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1, 1:3 dan 3:1 memiliki daya hambat yang tidak
beda nyata (α>0,05) satu sama lain terhadap pertumbuhan Candida albicans dan
Pityrosporum ovale.
H. Bayley
2022 · Book · Open Access
B.P Tissot; D.H. Welte
2022 · Book · Open Access
Rosette M. Roat-Malone
2022 · Book · Open Access
Nicholas P. Farrell
2022 · Book · Open Access
Stern; Arthur C
2022 · Book · Open Access
Alex Williams; Helmut Giinzle
2022 · Book · Open Access
George Lunn
2022 · Book · Open Access
Barbara G. Wells; Joseph T. DiPiro; Terry L. Schwinghammer
2022 · Book · Open Access
Karen Baxter
2022 · Book · Open Access
Gary C. Yee; Joseph T. DiPiro; Robert L. Talbert
2022 · Book · Open Access
Sarfaraz K. Niazi
2022 · Book · Open Access