COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Handbook of Preformulation
Generic Drug Formulations
ENCYCLOPEDIA OF CHEMISTRY
EVALUASI PENATALAKSANAAN DAN KEBERHASILAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang. Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek terapinya. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sosiodemografi pasien, gambaran pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gambaran penggunaan obat antihipertensi, mengetahui kesesuaian, keberhasilan dan hubungan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional menggunakan data retrospektif dengan data sekunder yang diambil dari SIMPUS berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini, usia paling tinggi 56 – 65 tahun sebanyak 38 pasien (47,5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 pasien (85%). Hipertensi tanpa diabetes melitus sebanyak 70 pasien (87,5%). Obat yang terbanyak digunakan yaitu Amlodipin sebanyak 79 pasien (98,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 sebanyak 41 pasien (51,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 yang berhasil sebanyak 26 pasien (32,5%). Hasil statistika, uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kesesuaian dengan keberhasilan terapi.
ESSENTIAL MATH and CALCULATIONS for PHARMACY TECHNICIANS
PEDOMAN DASAR DISPENSING SEDIAAN STERIL
ABSORPTION AND DRUG DEVELOPMENT
A Guide to Pharmaceutical Particulate Science
PRINCIPLES OF BIOCHEMISTRY
Encyclopedia of PHARMACEUTICAL TECHNOLOGY Volume 1
Dermatologic, Cosmeceutic, and Cosmetic Development
FORMULASI DAN STABILITAS GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL 96 % JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli
Tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki senyawa komponen flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, saponin, dan polifenol yang merupakan zat antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui stabilitas karakteristik gel hand sanitizer dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan variasi konsentrasi ekstrak jahe merah pada formulasi hand sanitizer Formula 1(0,1%); Formula 2 (0,3%); dan Formula 3 (0,5%). Uji karakteristik gel yang dilakukan yaitu organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan hand sanitizer F1 memiliki karakteristik gel dan aktivitas antibakteri terbaik yaitu pH 5,8; viskositas 2241cPs; daya sebar 60,08 mm; zona hambat S.aureus 17,79 mm; zona hambat Echerichia coli 15,57 mm. Untuk mengetahui stabilitas produk, hand sanitizer Formula 1 disimpan selama 28 hari dengan suhu 4°C, 25°C, dan 40°C kemudian dilakukan pengujian kembali. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik dan aktivitas antibakteri hand sanitizer Formula 1 terhadap Staphylococcus aureus dan Echerichia coli memiliki stabilitas yang baik.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK PERTIWI DEPOK
Hipertensi merupakan faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, serta penyakit kardiovaskular lain yang menjadi penyebab banyak kematian di dunia. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting untuk tercapainya efek terapi pengobatan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap tekanan darah pasien. Desain penelitian ini bersifat prospektif non eksperimental pengambilan data selama periode April – Mei 2022 sebanyak 62 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 71%, rentang usia terbanyak usia 56 – 65 tahun sebanyak 56,5%, tingkat pendidikan terbanyak SMA sebanyak 66,1% dan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak 61,3%. Gambaran tekanan darah normal (<120/80 mmHg) sebanyak 3,2%, prahipertensi (120-139/80-89 mmHg) sebanyak 14,5%, hipertensi tahap 1 (140- 159/90-99 mmHg) sebanyak 40,3% dan hipertensi tahap 2 (>160/100 mmHg) sebanyak 41,9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan kepatuhan rendah sebanyak 37,1%, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 46,8% dan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 16,1%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai signifikasi, p-value (0,267) > (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Pertiwi 1 Depok.
EVALUASI KEJADIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL
Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskular lainnya. Pada hipertensi pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi di Puskesmas Tanah Sareal periode Januari–Desember 2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian terhadap 290 pasien menunjukkan, sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 192 pasien (66,21%) dengan rentang usia terbanyak 56–65 tahun sebanyak 117 pasien (40%). Penyakit penyerta terbanyak adalah myalgia sebanyak 73 pasien (20%). Pasien mayoritas mendapatkan 2–4 obat dengan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan, yaitu amlodipin sebanyak 284 pasien (91,03%), sedangkan obat penyakit penyerta yang paling banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 171 pasien (17%). Kejadian interaksi obat terjadi pada 29,70% dari obat antihipertensi maupun obat- obat penyakit penyerta. Interaksi obat yang terjadi pada pasien, yaitu amlodipin dengan ibuprofen sebanyak 16 kasus (27%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 26 kasus (38%), dan amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 7 kasus (44%). Ketiga kejadian interaksi obat terjadi secara farmakodinamik dengan level keparahan moderat.
EVALUASI DRPs PADA TERAPI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK AZKA KECAMATAN CICURUG SUKABUMI
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian DRP pada penatalaksanaan pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi. Penelitian ini bersifat retrospektif dilakukan dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021 menggunakan metode deskriptif dan analisis dengan menggunakan klasifikasi DRP menurut Pharmaceutical Care Practice : The Clinician’s Guide yang telah dimodifikasi yaitu dosis rendah, dosis tinggi, obat tanpa indikasi dan indikasi tanpa obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak 18,19%, dosis tinggi sebanyak 33,33%, obat tanpa indikasi sebanyak 48,48% dan indikasi tanpa obat sebanyak 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi Drug Related Problems (DRPs) pada pengobatan infeksi saluran pernapasan akut terhadap pasien anak di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021.
EVALUASI PENGOBATAN DIARE AKUT NONSPESIFIK RAWAT JALAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK INSANI CITEUREUP
Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak 56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi 95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%, tepat frekuensi pemberian 98,74%.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO RAWAT JALAN RSUD KOTA BOGOR DENGAN METODE ATC/DDD
Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia terus meningkat sehingga menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antibiotik yang berdampak negatif meliputi peningkatan angka kesakitan dan kematian, biaya dan lama perawatan, serta efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di Depo Rawat Jalan RSUD Kota Bogor. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental (observasi) dengan rancangan deskriptif evaluatif, data berasal dari resep terdahulu dikumpulkan dan dihitung pada periode Oktober-November 2020. Hasil dari penelitian ini diperoleh 3 antibiotik terbesar yang dipakai yaitu cefixime 35,31%, cefadroxil 29,38% dan azitromycin 12,48% sedangkan antibiotik cotrimoxazol sirup adalah antibiotik yang paling sedikit digunakan yaitu 0,16%. Terdapat ketidaksesuaian DDD hitung dengan DDD WHO. DDD hitung cefixime 1185 sedangkan DDD WHO 400 dan DDD hitung azitromycin 391,67 sedangkan nilai DDD WHO 300.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS PASIEN ANAK DI APOTEK KIMIA FARMA 202 KEJAYAAN DEPOK
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88 pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS 2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki 57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37 resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%, parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%, ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.
ANALISIS BIAYA MEDIK LANGSUNG OBAT RANITIDIN DAN LANSOPRAZOL PADA PASIEN DISPEPSIA RAWAT JALAN DI KLINIK INSANI CITEUREUP BOGOR
Dispepsia merupakan suatu gangguan lambung yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman diulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut terasa perih. Gejala ini dapat muncul bersamaan dengan tukak doudeni dan kanker lambung tapi umumnya tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Dispepsia dan untuk mengetahui biaya medik langsung pasien yang menggunakan Ranitidin dan Lansoprazol di Klinik Insani Citeureup Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan cara pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia dewasa awal dan dewasa akhir sebanyak 23,8%, jenis kelamin perempuan sebanyak 60%, pendidikan SMA sebanyak 75%, pekerjaan karyawan swasta sebanyak 32,1%, dan untuk biaya medik langsung Lansoprazol dengan total biaya yang di keluarkan sebesar Rp.44.000,00, sedangkan Ranitidin sebesar Rp. 27.059,20.