Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 40 dari 125

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) DENGAN PELARUT ETANOL 96%,ETIL ASETAT, DAN n-HEKSAN TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

ARIFAH RAHAYU; Achmad Fauzi Isa; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access

Bakteri Escherichia coli menyebabkan diare dan bakteri Staphylococcus aureus menyebabkan infeksi kulit. Tumbuhan mimba dapat diambil khasiatnya dengan diolah menjadi ekstrak, minyak, atau direbusan airnya. Daun mimba memiliki sifat antibakteri yang kuat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan pelarut dalam pembuatan simplisia yang berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun mimba. Mengetahui kandungan zat bioaktif dalam ekstrak etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan yang ditetapkan melalui uji fitokimia. Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak n-Heksan, ekstrak etil asetat, dan etanol 96% pada konsentrasi ekstrak yang digunakan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium meliputi maserasi daun mimba dalam n-Heksan, etil asetat, etanol 96%. Kemudian diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif, kontrol negatif, variabel bebas (konsentrasi ekstrak daun mimba yang diujikan) , variabel terikat (pertumbuhan koloni dari Escherichia coli dan Staphylococcus aureus) didapatkan hasil aktivitas antibakteri terdapat perbedaan antara Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang menunjukkan hasil rata-rata pada bakteri Escherichia coli pelarut etanol 96% didapatkan nilai terbesar 12,20 mm (kuat), etil asetat 13,33 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat) pada bakteri Staphylococcus aureus pelarut etanol 96% didapatkan nilai terbesar 11,80 mm (kuat), etil asetat 13,56 mm (kuat), n-heksan 16,27 mm (kuat). setelah didapatkan data zona hambatnya data diolah menggunakan spss versi 26 dan didapatkan hasil zona hambat berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikan uji kruskal wallis 0.011 < 0.05. Sehingga disimpulkan adanya perbedaan signifikan rata- rata persentase zona hambat pada masing-masing koloni dan pelarut ekstrak.

ANALISIS EFEKTIVITAS-BIAYA OBAT KAPTOPRIL DAN AMLODIPIN PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK RAWAT JALAN PERTIWI 1 KOTA DEPOK

Ferry Effendi; Selpina; YULIANA KARTIKA
2023 · Book · Open Access

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 90 mmHg. Penelitian farmakoekonomi merupakan proses identifikasi, pengukuruan dan perbandingan biaya, akibat dan keuntungan suatu program pelayanan dan terapi, serta menentukan pilihan mana yang memberikan outcomes kesehatan terbaik untuk sumber yang diinvestasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril, biaya terapi yang dikeluarkan pasien, dan antihipertensi yang paling efektif biaya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, subyek penelitian adalah pasien hipertensi yang menggunakan terapi Amlodipin dan Kaptopril sebanyak 102 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data diolah menggunakan ACER dan ICER Hasil penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan sosiodemografik pada pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebanyak 44 pasien dengan presentase 43,1% dan perempuan sebanyak 58 pasien dengan presentase 58,9%. Dengan usia terbanyak usia >65 sebanyak 41 pasien dengan presentase 40,2 %. Efektivitas pengobatan Amlodipin 74 % dan Kaptopril 58%. Berdasarkan nilai rasio efektivitas biaya rata-rata (ACER) yang paling cost effective terdapat pada kelompok terapi amlodipin dengan nilai Rp.7.901 dan rasio efektivitas biaya tambahan (ICER) yaitu Rp.6.811. Dapat disimpulkan bahwa terapi Amlodipin lebih cost effective.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN ALGORITMA TERAPI HIPERTENSI JNC 8 DI KLINIK BUDHI PRATAMA GEDONG JAKARTA TIMUR

DEVI DWI RUSTAMININGRUM; Marita Isti; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg untuk dua kali pengukuran dan pasien diukur pada keadaan tenang. Terdapat lima golongan utama obat antihipertensi yaitu Antagonis Converting Enzym Inhibitor, Antagonis Reseptor Bloker, beta bloker, Calcium Chanel Bloker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, penyakit penyerta, gambaran tekanan darah, profil penggunaan obat dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan algoritma terapi hipertensi Joint Commite National Eight (JNC 8)di Klinik Budhi Pratama Gedong periode Januari – Maret 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Data sekunder pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari rekam medik pasien periode Januari-Maret 2021. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah secara total sampling dengan jumlah sampel 75 pasien. Hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 48 pasien (64%), usia terbanyak adalah manula lebih 65 tahun 30 pasien (40 %), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi stage1 sebanyak 50 pasien (66.67 %) dan pasien hipertensi dengan diabetes mellitus sebanyak 24 pasien (32%) . Profil penggunaan obat antihipertensi secara tunggal sebanyak 48 pasien (64%). Evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman Joint Commite Nasional Eight (JNC 8) tahun 2014, yaitu sesuai sebanyak 64 pasien (85.33%) dan tidak sesuai sebanyak 11 pasien (14.67%).

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIENDI APOTEK KIMIA FARMA CIPAYUNG BOGOR

ARI SUSILO; Muhammad Afqary; Ulpatul Millah
2023 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas pelayanan yang mereka terima. Kualitas pelayanan ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang melayani saja, tetapi lebih banyak ditentukan oleh pihak yang dilayani. Kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima. Mutu pelayanan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pelayanan terhadap kepuasan paisen di apotek Kimia Farma Cipayung Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 95 pasien. Teknik pengambilan sampel adalah puposive sampling. Data primer diperoleh dari survei kepada pasien dengan menggunakan kusioner. Metode yang digunakan yaitu IPA (Importance Performance Analysis). Hasilnya dijabarkan dan dibagi pada empat bagian pada diagram kartesius. Hasil dari penelitian dengan metode Importance Performance Analysis dari 15 atribut kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di apotek kimia farma cipayung didapat rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 92,06 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apotek kimia farma cipayung.

EVALUSI KETEPATAN OBAT PADA PASIEN DIARE ANAK DI KLINIK UTAMA RAWAT INAP dr. YATI ZARNUDJI

DESTI PURNAMASARI; Febi Ishfahani; Idah Widosari Nawangsih
2023 · Book · Open Access

Diare akut pada anak adalah buang air besar pada bayi atau anak yang lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Penggunaan obat yang tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Peresepan obat tanpa indikasi yang jelas, penentuan dosis, cara, dan lama pemberian yang keliru, serta peresepan obat yang mahal merupakan sebagian contoh dari ketidakrasionalan peresepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien meliputi umur, jenis kelamin dan berat badan, profil pengobatan, ketepatan pengobatan meliputi tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat cara pasien, tepat dosis, tepat lama pemberian obat dan tepat frekuensi obat pada pasien diare anak di Klinik Utama dr. Yati Zarnudji periode 2021 – Juli 2022. Hasil penelitian diperoleh pasien penderita diare didominasi oleh umur batita 2-3 tahun yaitu sebanyak 47 pasien dengan persentase 54% dan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 65%. Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cotrimoxazole sebanyak 53%. Evaluasi ketepatan obat yaitu 62%, ketepatan dosis yaitu 100%, evaluasi ketepatan obat yaitu 100% dan evaluasi ketepatan indikasi 100% dan evaluasi ketepatan frekuensi 100%.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNAAN ANALGETIK PADA SWAMEDIKASI NYERI GIGI DI APOTEK KIMIA FARMA SILIWANGI DEPOK

ALIFFIA ADIEM HAYA; Finy Khoirina; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan upaya masyarakat dalam menangani keluhan penyakit yang dialami. Dalam prakteknya, pengobatan sendiri akan menimbulkan masalah terhadap obat (Drug related problem), hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai obat dan fungsinya. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempermudah perilaku swamedikasi yang tepat. Salah satu penyakit yang sering diswamedikasi adalah nyeri gigi dengan menggunakan obat analgetik. Analgetik merupakan golongan obat untuk mengatasi rasa nyeri ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan konsumen terhadap penggunaan analgetik pada swamedikasi nyeri gigi di Apotek Kimia Farma Siliwangi Depok. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 103 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan dengan metode total sampling. Hasil penelitian diperoleh data sosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbesar adalah laki-laki sebanyak 51,5%, usia 26-35 tahun sebanyak 35,8%, pendidikan S-1 sebanyak 49,5%, pekerjaan pegawai swasta sebanyak 49,5%, obat analgetik yang sering dibeli untuk swamedikasi nyeri gigi adalah asam mefenamat sebesar 36,9%, tempat pembelian obat di apotek sebanyak 88,3%, dan sebanyak 83,5% tidak mengalami efek samping. Hasil penelitian ini menunjukan responden memiliki pengetahuan tergolong kurang sebesar 11,7%, 32% responden tergolong cukup, dan 56,3% tergolong baik.

EVALUASI PERENCANAAN OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA BERDASARKAN ANALISIS ABC INDEKS KRITIS DI RSUD KOTA BOGOR PERIODE JANUARI-JUNI 2022

Andi Ahriansyah; Dessi Maulani Effendy; INA VALESTINE
2023 · Book · Open Access

Perencanaan obat adalah upaya penetapan jenis dan jumlah obat sesuai dengan kebutuhan serta anggaran. Perencanaan obat yang baik perlu dilakukan analisis perencanaan. Obat narkotika dan psikotropika merupakan obat yang jumlahnya paling sedikit di RSUD Kota Bogor. Analisis ABC Indeks Kritis merupakan analisis perencanaan berdasarkan nilai ekonomis serta memilih obat narkotika dan psikotropika yang menjadi prioritas sangat penting (kelompok A), penting (kelompok B), dan kurang penting (kelompok C). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis metode ABC Indeks Kritis dengan menentukan nilai pemakaian, nilai investasi, nilai kritis, dan nilai ABC Indeks Kritis dan mengetahui perencanaan obat narkotika dan psikotropika sudah sesuai dengan kebutuhan perbekalan farmasi di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan jenis analisis deskriptif. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara retrospektif yaitu pengambilan data diambil berdasarkan data yang telah ada yaitu sebanyak 35 sampel sediaan psikotropika dan narkotika yang ada di RSUD Kota Bogor periode Januari–Juni 2022. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari 16 sediaan obat narkotika, 3 item merupakan kelompok A (18,75%), 9 item kelompok B (56,25%), dan 4 item kelompok C (25%) dan 19 sediaan obat psikotropika , 2 item kelompok A (8%), 16 item kelompok B (64%), 7 item kelompok C (28%).

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) RAWAT INAP DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

Ferry Effendi; Nidaul Hasanah YOLA YOLANTI
2023 · Book · Open Access

Demam Berdarah Dangue adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue biasanya ditandai dengan Demam Berdarah Dengue demam 2-7 hari yang disertai dengan penurunan trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk Mengevaluasi penggunaan obat pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU Jampangkulon Sukabumi meliputi tepat obat, tepat dosis, dan tepat indikasi sesuai dengan Pedoman Komprehensif untuk Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah dan Demam Bedarah Dengue oleh WHO tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada periode Juli – Desember 2021 sebanyak 132 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sosiodemografi pasien jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 53 pasien (53%), usia terbanyak yaitu 5 – 11 tahun (Kanak – kanak) dengan 39 pasien (39,40%), Pasien Demam Beradarah Dengue (DBD) juga mendapatkan terapi lainya untuk mengobati gejala maupun diagnosis yang ada. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien DBD diatas sebanyak 99 pasien didapatkan tepat obat (100 %), tepat dosis (89,89%), dan tepat indikasi (100 %).

AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban), RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Candida albicans

ABDUL AZIS KAMPAI; Eem Masaenah; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif pengobatan antifungi adalah daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antifungi dari ektrak etanol 96% daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dan daun Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). dan kombinasinya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit diekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan penentukan aktivitas antifungi dengan metode sumuran. Senyawa fitokimia yang terkandung dalam Pegagan adalah tanin, saponin dan flavanoid. Sedangkan Rimpang Kunyit terdapat kandungan senyawa fitokimia flavanoid, alkoloid, tannin, dan saponin. Diameter zona hambat ekstrak etanol daun Pegagan dan Rimpang kunyit yang tertinggi pada konsentrasi 40% dan 40% dengan nilai 13,26 mm (kategori kuat) dan 13,36 mm (kategori kuat). Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans terbaik pada kombinasi ekstrak etanol daun Pegagan:dan Rimpang Kunyit (2:1) dengan nilai 13,36 mm (kategori kuat). Oleh karena itu, ekstrak etanol daun pegagan dan dan Rimpang Kunyit mempunyai potensi antifungi terhadap Candida albicans.

PROFIL METABOLIT SEKUNDER MINYAK ATSIRI DAUN JINTEN (Coleus amboinicus Lour.) DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

Eem Masaenah; SUTRISNO; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Tanaman jinten (Coleus amboinicus Lour.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat tumbuh di daerah pegunungan atau tempat lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam minyak atsiri daun jinten dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Minyak atsiri daun jinten diperoleh secara metode destilasi uap dan air. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,066% mL/gram. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya dianalisis karakteristik fisik berupa pengukuran bobot jenis dan penetapan nilai Rf melalui kromatografi lapis tipis (KLT), analisis profil senyawa menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jinten memiliki karakteristik fisik bobot jenis sebesar 0,937 dan nilai Rf 0,71. Senyawa mayor minyak atsiri daun jinten yang terdeteksi pada GC-MS yaitu Durenol (40,43%), γ-Terpinene (12,50%), o-Cymene (11,33%), Caryophyllene (5,00%), 2-Carene (3,97%), Terpinen-4-ol (3,44%), Trans-α- Bergamotene (3,29%), Caryophyllene oxide (2,53%), β-Myrcene (2,20%), dan Humulene (1,81%). Pada uji antibakteri minyak atsiri daun jinten memberikan zona hambat pada konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 6% secara berurutan sebesar 1,361 mm (lemah), 1,733 mm (lemah), 3,339 mm (lemah) dan 5,033 mm (sedang). Minyak atsiri daun jinten konsentrasi 6% memberikan nilai zona hambat tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (P > 0,05).

PROFIL METABOLIT, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK KOMBUCHA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) CAIR DAN SERBUK

Nina Imaniar; RAHMAH JAMILAH; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh dan gula oleh starter SCOBY (Symbiotic Cultur of Bacteria and Yeast). Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) yaitu jenis tanaman yang mengandung senyawa fenol yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan profil metabolit, aktivitas antioksidan dan karakteristik dari kombucha daun salam cair dan kombucha daun salam serbuk. Penelitian ini membuat kombucha daun salam dengan konsentrasi 50 g/L yang difermentasi selama 8 hari pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan terhadap profil metabolit, aktivitas antioksidan, uji karakteristik meliputi alkohol, total fenol, kadar vitamin C, total asam, pH, total gula dan persentase kelarutan. Hasil GC-MS kombucha cair teridentifikasi 2 senyawa metabolit dengan tingkat probabilitas >80% yaitu 4H-Pyran-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl- persentase 81,3% dan 5-Hydroxymethylfurfural persentase 93,5%. Karakteristik yang didapatkan oleh kombucha daun salam cair yaitu total fenol 41,67 ppm, vitamin C 80,37 mg/100ml, total asam 0,19%, pH 4,82, total gula 0,018 ppm dan alkohol 0,48%. Sedangkan kombucha daun salam serbuk yaitu total fenol 9,90 ppm, vitamin C 74,50 mg/100ml, total asam 0,15%, pH 5,67%, total gula 0,045 ppm dan persentase kelarutan 98,96%. Aktivitas antioksidan kombucha daun salam cair sebesar 72,61%, sedangkan kombucha serbuk 44,27%. Oleh karena itu, kombucha daun salam cair memiliki aktivitas antioksidan lebih unggul dibandingkan kombucha daun salam serbuk.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI KELURAHAN KEBON PEDES SUKABUMI 2022

ABDULLAH ALFI; Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Ketidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi antibiotik. Dalam pelaksanaan pengobatan sendiri banyak sering terjadi kesalahan dalam pengobatan, dimana kesalahan ini disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan dari masyarakat terhadap cara penggunaan obat, informasi lain terkait obat yang digunakan maupun melakukan pengobatan secara mandiri dengan antibiotik tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik di Kelurahan Kebon Pedes Sukabumi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data menggunakan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner, untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari jumlah populasi 1.790 menggunakan metode purposive sampling. kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan tentang antibiotik sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 63% dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik sebagian besar berkategori cukup sebanyak 76%. Dari hasil uji Chi-square diperoleh p-value 0,032 (<0,05). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik.

EVALUASI KETEPATAN OBAT ANTIEMETIK PADA PASIEN IBU HAMIL DENGAN DIAGNOSIS HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI KLINIK UTAMA RAWAT INAP dr. YATI ZARNUDJI

Febi Ishfahani; Idah Widosari Nawangsih; TRI ARDI YANTI
2023 · Book · Open Access

Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar dapat tercapainya persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat. Gejala yang mudah dikenali pada kehamilan yaitu mual muntah berlebih atau disebut Hiperemesis Gravidarum (HEG). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi obat antiemetik berdasarkan tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis obat, dan tepat frekuensi pemberian pada pasien ibu hamil yang didiagnosis Hiperemesis Gravidarum (HEG) di poli rawat inap kebidanan Klinik Utama Rawat Inap dr. Yati Zarnudji periode 2019-2021. Jenis penelitian ini bersifat retrospektif dan merupakan data sekunder. Hasil penelitian 128 pasien didapati karakteristik pasien dengan usia pasien 26-35 tahun 60,16%, Trimester I 75%, Primigravida 53,91% dan pasien dengan tidak ada penyakit lain 86,72%. Jenis penggunaan obat antiemetik didapati pemakaian tertinggi Ondansetron 4mg injeksi (39,27%), Vomil B6 9,95%, Domperidone 3,14%, Metoclopramide injeksi 14,14%, Ondansetron 8mg injeksi 33,51% dan ketepatan penggunaan obat antiemetik untuk pasien HEG 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 90,1%, dan tepat frekuensi pemberian 85,9%.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum (L.)), DAN KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

CARINA DYAH AULIANI; Eem Masaenah; Rakhmat Ramdhani Alwie
2023 · Book · Open Access

Streptococcus mutans merupakan bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi. Daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu diduga mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dari masing-masing ekstrak dan kombinasinya. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan tritepenoid. Zona hambat ekstrak etanol 96% daun sirih hutan konsentrasi 10% dan 20% termasuk kategori sedang, sementara konsentrasi 40% hingga 100% termasuk kategori kuat. Zona hambat ekstrak etanol 96% kulit buah nanas madu konsentrasi 10% hingga 100% termasuk kategori kuat. Kombinasi diambil dari masing-masing konsentrasi ekstrak 40%. Zona hambat kombinasi ekstrak etanol 96% daun sirih hutan dan kulit buah nanas madu perbandingan 1:1; 1:3; dan 3:1 masing-masing sebesar 15,627 mm; 17,387 mm; dan 14,527 mm, semua termasuk kategori kuat. Kombinasi 1:3 menunjukkan zona hambat terbesar, namun berdasarkan analisis statistik nilainya masih lebih kecil dan berbeda bermakna (p<0,05) dibandingkan zona hambat kontrol positif chlorhexidine 0,2% sebesar 22,472 mm.

GAMBARAN KEJADIAN EFEK SAMPING OBAT DAN KEPATUHAN PASIEN MENGGUNAKAN OBAT ANTI PSIKOTIK DI RSUD KOTA DEPOK

Diana Papayungan; KRISTIAN JUNY; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Antipsikotik adalah golongan obat untuk mengendalikan dan mengurangi gejala psikosis yang bisa dialami oleh penderita gangguan mental. Efek samping ektrapiramidal sering dilaporkan dari penggunaan obat ini, dan pemakaian obat antipsikotik membutuhkan kepatuhan untuk mendapatkan outcome yang diharapkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran kejadian efek samping obat antipsikotik dan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat antipsikotik. Data dikumpulkan dari kuisioner meliputi data sosiodemografi pasien (umusr, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan), obat yang digunakan, efek samping yang terjadi serta pengukuran kepatuhan berdasarkan MMAS (Morisky Medication Adherence Scale). Hasil penelitian diperoleh pasien paling banyak; usia 36-45 tahun (masa dewasa akhir) 34%, jenis kelamin laki-laki 54%, tingkat pendidikan SMA 47,2% dan pekerjaan ibu rumah tangga 27%. Obat yang digunakan adalah kombinasi sebesar 70,8% obat yang paling banyak digunakan adalah Klozapin sebesar 52,8%. Efek samping terjadi pada 60,7% pasien dengan efek samping paling banyak yaitu berat badan naik sebesar 33,7%. Tingkat kepatuhan paling besar 57% dengan kategori kepatuhan rendah. Pasien yang mengalami efek samping tetapi dikategorikan kepatuhan tinggi sebesar 71,4%, dari total 7 pasien. Pasien yang tidak mengalami efek samping paling banyak dengan kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 54,8% dari total 31 pasien.

HUBUNGAN FAKTOR USIA, JENIS KELAMIN, DAN KOMORBID TERHADAP TINGKAT KEMATIAN PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

LIDYA KRISTIN MARBUN; Nanang Hermawan; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Wabah penyakit Covid-19 telah menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat di dunia, penyebab penyakit ini adalah SARS-Cov-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Menurut beberapa penelitian sebelumnya terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingginya tingkat kematian pasien Covid- 19 diantaranya adalah faktor usia, jenis kelamin, dan komorbid. Dan banyak penelitian yang telah menemukan bahwa faktor komorbid adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara faktor usia, jenis kelamin dan komorbid terhadap tingkat kematian pasien Covid-19 di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik berdasarkan data retrospektif dari data sekunder yang diambil dari data rekam medis sebanyak 154 pasien dengan metode total sampling, kemudian data dianalisis dengan uji chi-square menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia dan faktor komorbid hipertensi memiliki hubungan terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value yang diperoleh melalui uji Chi-Square <0,05. Nilai p-value pada faktor usia adalah 0,032 <0,05. Dan nilai p-value pada faktor komorbid hipertensi adalah 0,049 <0,05. Sedangkan faktor jenis kelamin dan komorbid lainnya tidak memiliki hubungan dengan tingginya kasus kematian pasien Covid- 19, hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value >0,05.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix D C), MINYAK BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP Streptococcus mutans

Ferry Effendi; Rakhmat Ramdhani Alwie; SEFTIA NOVANI
2023 · Book · Open Access

Penggunaan tumbuh-tumbuhan alami tanaman obat sedang populer pada saat ini. Salah satu bahan yang berpotensi adalah kulit buah jeruk purut dan biji pala yang digunakan sebagai antibakteri. Minyak atsiri yang terkandung pada kulit buah jeruk purut dan minyak biji pala mengandung senyawa turunan fenol dan terpenoid yang dimana pada kulit buah jeruk purut terbentuk kompleks protein fenol yaitu sitroneal sedangkan biji pala terdapat β-pinen senyawa terpenoid, yang memiliki aktivitas antibakteri. Maka dari itu perlu adanya pengujian untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak kulit buah jeruk purut (citrus hystrix d c), minyak biji pala (myristica fragrans houtt) serta kombinasinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Data diperoleh berupa uji karakteristik minyak atsiri, analisis data dengan Gas Kromatografi dan mendapatkan nilai rata-rata zona hambat yang didapatkan dari tiga pengulangan pada sampel tunggal minyak kulit buah jeruk purut dan biji pala pada konsentrasi 1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 100%. Kontrol positif mengunakan chlorhexidine 0,2% dan kontrol negative DMSO 10%. Sampel kombinasi diambil dari masing-masing sampel tunggal 4%, dengan nilai zona hambat tungga minyak kulit buah jeruk purut 11,290 mm dan tunggal minyak biji pala 14,203 mm, serta pada kombinasi 1:1, 1:3 dan 3:1 dengan nilai zona hambatnya yang paling tinggi 1:3 yaitu 17,387 mm, jika dilihat pada ketiga konsentrasi tersebut masuk kedalam kategori zona hambat kuat.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLAMASI NON STEROID PADA PASIEN LBP (LOW BACK PAIN) DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

AAN AMBARWATI; Febi Ishfahani; Rio Julyo
2023 · Book · Open Access

Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, antara tulang rusuk bagian bawah dan sacrum. Low Back Pain menempati posisi ke-6 dari sepuluh besar penyakit yang ada di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosiodemografi meliputi jenis pekerjaan, usia dan jenis kelamin dan untuk mengevaluasi penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien Low Back Pain di Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini bersifat kualitatif observasional dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data dari rekam medis dan instalasi farmasi pada pasien dewasa awal 26-35 tahun rawat jalan dengan diagnosis Low Back Pain di Rumah Sakit Islam Bogor periode Oktober – Desember 2021 sebanyak 49 pasien. Evaluasi ketepatan penggunaan obat meliputi : ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi pemberian obat dan waspada terhadap efek samping. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan April – Juni 2022. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien LBP yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Oktober – Desember 2021, penentuan sampel dapat dilakukan dengan cara perhitungan statistik yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien yang menderita Low Back Pain terbanyak adalah perempuan sebanyak 29 pasien (59%), dengan kelompok usia lansia akhir 56- 65 tahun sebanyak 15 pasien (31%), dengan jenis pekerjaan terbanyak ada pada ibu rumah tangga sebanyak 25 pasien (51%) dan jenis penggunaan obat antiinflamasi non steroid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol sebanyak 33 pasien (45%). Hasil penelitian ini dari 49 pasien dengan diagnosa Low Back Pain didapatkan hasil yaitu tepat indikasi sebesar 100% (49 pasien), tepat obat 93,88% (46 pasien), tepat dosis 44,90% (22 pasien), tepat frekuensi pemberian obat 43% (21 pasien) dan adanya efek samping sebanyak 77,55% (38 pasien).

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) W.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Ferry Effendi; RIFKY ABDUL WAHAB; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi merupakan penyakit paling umum di Indonesia. Prevalensi penyakit karies di Indonesia menunjukkan angka yang tinggi. Penyebab utama terjadinya karies gigi adalah adanya bakteri Streptococcus mutans. Daun sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) W.) adalah daun yang mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakeri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi terbaik dari masing-masing ekstrak tunggal etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang akan digunakan untuk membuat kombinasi. Serta mengetahui perbandingan ekstrak etanol 96% daun sereh wangi dan daun salam yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Secara tunggal atau kombinasi masing-masing dimaserasi dengan etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat 3 konsentrasi dan 3 perbandingan diuji dengan menggunakan metode kertas cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sereh wangi dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut- turut sebesar 8,09 mm, 9,45 mm dan 11,18 mm. dan untuk ekstrak daun etanol salam dengan konsentrasi 15%, 30%, dan 60% beturut-turut sebesar 10,82 mm, 12,27 mm dan 13,05 mm. Dari masing-masing ekstrak konsentrasi terbaik untuk dibuat kombinasi yaitu pada konsentrasi 60%. dengan diameter zona hambat rata- rata sebesar 11,18 mm untuk daun sereh wangi dan 13,05 mm untuk daun salam yang menunjukkan memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Dan untuk kombinasi yang memiliki nilai diameter zona hambat terbesar pada perbandingan 1:3 (sereh:salam) dengan diameter zona hambat rata-rata 15,64 mm yang berarti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.

EVALUASI KEBERHASILAN TATALAKSANA TERAPI ESA (ERYTHROPOIETIN STIMULATING AGENT) PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD CIAWI

SITI SAMSIAH; Silvi Nurafni; Tri Desminingrum
2023 · Book · Open Access

Anemia komplikasi GGK terjadi 80-90% karena defisiensi eritropoietin. Terapi Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) pilihan utama di RSUD Ciawi. Gagal Ginjal Kronik (GGK) termasuk 10 penyakit terbesar ke 7 di RSUD Ciawi. Tujuan penelitian mengevaluasi keberhasilan tatalaksana Erythropoietin Stimulating Agent (ESA) pasien Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi. Penelitian bersifat deskriptif, pengumpulan data retrospektif dari data sekunder rekam medis, data laboratorium Hb pasien. Pengambilan sampel dengan metode total sampling yaitu seluruh pasien rawat jalan Hemodialisa (HD) di RSUD Ciawi periode Oktober- Desember 2021 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 47 pasien. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran sosiodemografi pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) dengan komplikasi anemia rentang usia terbanyak 46-55 tahun 18 pasien (38,30%), jenis kelamin terbanyak laki-laki 25 pasien (53,19%). Gambaran lama terapi Hemodialisa (HD) yaitu terbanyak ≤ 12 bulan 27 pasien (57,45%). Gambaran frekuensi pemberian ESA terbanyak pada frekuensi 2 kali sebulan bulan Oktober 26 pasien (55,31%), bulan November 33 pasien (70,21%) dan bulan Desember 32 pasien (68,08%). Gambaran kadar rata-rata Hemoglobin (Hb) pasien selama 3 bulan terapi ESA bulan Oktober 8,1 g/dl, November 7,9 g/dl, Desember 8,4 g/dl. Gambaran keberhasilan terapi ESA kategori Hb meningkat sebanyak 28 pasien (59,57%), kategori tetap sebanyak 4 pasien (8,52%), kategori menurun sebanyak 15 pasien (31,91%).