Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 37 dari 125

GAMBARAN HASIL PENGOBATAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS CIPAKU KECAMATAN BOGOR SELATAN TAHUN 2019

Ana Lusina; Ferri Setiadi; TRISNA SYAFNUR
2023 · Book · Open Access

Tuberkulosis paru (TBC paru) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). Bakteri tersebut menyerang parenkim (jaringan) paru. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran sosiodemografi penyakit TBC, gambaran karakteristik jenis BTA pada pasien TBC, gambaran karakteristik tipe pasien TBC dan gambaran pengobatan penyakit TBC, gambaran hasil pengobatan pasien TBC di Puskesmas Cipaku Kecamatan Bogor Selatan. penelitian ini menggunakan metode retrospektif mengenai gambaran pengobatan penyakit TBC dan pengambilan data dilakukan dengan melihat rekam medik pasien penyakit TBC, Hasil penelitian ini dapat dikaitkan bahwa kelompok umur 36-45 tahun dan kelompok umur 17-25 tahun termasuk kedalam kelompok usia produktif yang mempunyai mobilitas yang sangat tinggi sehingga kemungkinan untuk terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosis paru lebih besar, BTA negatif dengan presentase 55,6% sedangkan BTA positif dengan presentase 44,4%, Tipe pasien terbanyak yaitu kasus baru dengan presentase 91,7% sedangkan kasus rujukan dengan presentase yaitu 8,3%, Pengguna obat kategori I yaitu dengan presentase 88.89%, kategori II sebesar 8,33% dan kategori OAT Anak sebesar 2,78%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Proporsi karakteristik pasien berdasarkan sosiodemografi yang tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki laki 25%, berdasarkan usia adalah remaja 33,33%, proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan hasil BTA tertinggi ialah BTA negatif 55,6%dan positif 44,4%, Proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan tipe pasien tertinggi ialah kasus baru sebanyak 91,7%, Proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan hasil akhir pengobatan di nyatakan sembuh sebanyak 44,4%.

METODE BIOANALISIS DAN VALIDASI PARSIAL ESOMEPRAZOL 20 mg DALAM PLASMA MANUSIA MENGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI TANDEM SPEKTROMETRI MASSA (KCKT-SM/SM)

DENNI WAHYU IRWANTO; Lilik Sulastri; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Esomeprazol adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Untuk studi Bioekivalensi Esomeprazol, diperlukan suatu metode untuk menentukan kadar esomeprazol dalam plasma manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil validasi parsial dari penetapan kadar esomeprazol 20 mg dalam plasma manusia. Penelitian ini menggunakan instrumen KCKT Spektrometri massa yang cepat dan sederhana. Sampel plasma diekstraksi dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut diklorometana. Pemisahan kromatografi ekstrak plasma manusia dilakukan menggunakan kolom Xbridge C18 (3 x 100 mm) 3,5 μm dengan elusi isokratik menggunakan kombinasi fase gerak metanol dan asam format 0,2% (70:30). Kecepatan aliran diatur 0,5 ml/menit. Pemantauan reaksi ganda didasarkan pada transisi m/z = 346,990→199,100 untuk esomeprazol dan 359,073→ 280,100 untuk etoricoxib (Internal Standard). Hasil validasi parsial menunjukan bahwa kurva kalibrasi dengan rentang 0.005 – 2 ppm diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,99929380 dengan Nilai % deviasi pada LLOQ 0.005 ppm yaitu 14,48% dan titik di laur LLOQ yaitu 1,73-13,31%. Nilai rata-rata %deviasi yang diperoleh uji akurasi yaitu LLOQ 8,64%, QC bawah 9,78% QC tengah 10,70% dan QC Atas 10,71%. Nilai rata-rata %CV yang diperoleh uji presisi yaitu LLOQ 7,54%, QC bawah 1,81% QC tengah 2,60% dan QC Atas 2,02%. Validasi metode bioanalisis penelitian ini mengacu pada pedoman EMA dari semua data diperoleh masih memenuhi syarat sebagai metode bioanalisis yang digunakan untuk penetapan kadar obat esomeprazol 20 mg dalam plasma manusia.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KIMIA FARMA SUKAHATI CIBINONG

Dolly martha; M. Kenli Kendi Tampoliu; RIA ANGGELINA NASUTION
2023 · Book · Open Access

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan dan hal terpenting yang harus dicapai oleh setiap fasilitas kesehatan. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian di apotek. Kualitas pelayanan adalah suatu bentuk penilaian pasien terhadap pelayanan yang diterima. Beberapa studi menggunakan indikator kepuasan untuk menilai kualitas pelayanan. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan membuat sosiodemografi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel dengan metode non propability sampling dengan Teknik accidental sampling. Berdasarkan tingkat kepuasan pasien BPJS di Apotek Kimia Farma Sukahati kepuasan pasien terhadap indikator Kehandalan (reability) 76.04%, Ketanggapan (responsiveness) 70.31%, Jaminan (assurance) 60.42%, Empati (emphaty) 57.03%, Bukti Fisik (tangibles) 65.63%. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan BPJS di masyarakat secara umum dan khususnya di Apotek Kimia Farma Sukahati Cibinong yang belum efisien.

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK KIMIA FARMA KUSMAYADI CIBINONG

Binar Nursanti; Deni Setiawan; RITA RAHAYU
2023 · Book · Open Access

Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016 merupakan pedoman bagi tenaga kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di apotek. Standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang di pergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi di Apotek Kimia Farma Kusmayadi Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan alat kuisioner. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Kualitas pelayanan ini diukur dengan persentase (analisa univariat) dengan hasil pelayanan cukup puas 44%, waktu pelayanan cukup puas 45%, ketersediaan obat tidak puas 41%, dan sarana dan prasarana sangat puas 35%.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TIMOLOL DAN KOMBINASI TIMOLOL-LATANOPROST PADA PASIEN GLAUKOMA SUDUT TERBUKA DI KLINIK MATA BOGOR

ERNA KURNIAWATI; Purnama Hendrotanto; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Glaukoma adalah penyakit mata akibat kerusakan saraf mata dan dapat menyempitkan lapang pandang serta hilangnya fungsi penglihatan. Faktorpenyebab utama glaukoma adalah peningkatan tekanan intraokular (TIO) pada mata. Timolol dan Latanoprost adalah obat yang sering digunakan dalam terapi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan efektivitas obat Timolol dan Timolol-Latanoprost. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif selama 1 tahun dengan menggunakan data rekam medis pada pasien glaukoma sudut terbuka. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 78 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien rentang usia paling banyak pada penggunaan obat Timolol dan kombinasi Timolol-Latanoprost usia 56-65 tahun sebanyak 14 pasien (36%), jenis kelamin paling banyak yaitu perempuan sebanyak 20 pasien (51%) pada obat Timolol dan sebanyak 21 pasien (54%) pada obat Timolol-Latanoprost. Gambaran rata-rata perubahan penurunan TIO pada obat Timolol 29,3% dan kombinasi Timolol-Latanoprost 32,7%. Gambaran efektivitas Timolol 67% dan obat kombinasi Timolol-Latanoprost 62%, sehingga tidak ada perbedaan efektivitas antara obat Timolol dan kombinasi Timolol-Latanoprost dengan nilai P-value > (P- value = 0,639).

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK SITI AKSAR DEPOK

ERIKA SEPTIANA; Ferry Effendi; Tikamadanti
2023 · Book · Open Access

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan istirahat atau tenang. Penelitian ini bersifat prospektif data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil pemberian kuesioner, jumlah sampel 59 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner HK-LS dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian pasien hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 responden (64%), usia 56-65 tahun (lansia akhir) sebanyak 17 responden (29%), pendidikan terakhir Tamat SMA/SMK sebanyak 26 responden (44%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 26 responden (44%). Hasil kuesioner tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 46 responden (78%), dan hasil tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden (51%). Hasil analisis data statistik Ada hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Klinik Siti Aksar Depok yang dapat dilihat dari uji Chi Square dengan nilai Signifikasi p value 0,011 < 0,05 yang berarti H0 ditolak, H1 diterima.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT MONOTERAPI DAN POLITERAPI TERHADAP KESEMBUHAN PASIEN EPILEPSI ANAK DI KLINIK KIMIA FARMA 08 KOTA SUKABUMI

Imas Ayu Puspitasari; Nanang Hermawan; RISA RAHMATUL ZAHRA
2023 · Book · Open Access

Epilepsi adalah suatu gangguan kondisi medis yang menyerang saraf dengan ditandai adanya epileptik yang berulang pada sebagian atau seluruh tubuh tanpa penyebab yang jelas. Pengobatan epilepsi dilakukan dengan 2 jenis terapi yaitu monoterapi.dan politerapi. Monoterapi yaitu pemberian obat tunggal pada pasien yang biasanya awal didiagnosa epilepsi sedangkan politerapi penggunaan dua obat atau lebih pada pasien yang biasanya tidak bereaksi pada pengobatan monoterapi. Pengobatan monoterapi diklaim menjadi pengobatan yang lebih baik pada penyakit epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat data sosiodemografi, melihat kesembuhan pasien setelah pemberian jenis terapi obat dan lama pengobatan. Desain penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data secara prospektif dan metode total sampling pada sampel penelitian yang menjalani pengobatan monoterapi dan politerapi. Dari hasil penelitian ini didapatkan 60 sampel dengan 30 sampel yang menjalani pengobatan monoterapi dan 30 sampel yang menjalani pengobatan politerapi dengan sampel terbanyak berjenis kelamin laki-laki (63,3%) dengan kategori usia anak 5-11 tahun (36,7%), jumlah kesembuhan sampel (26,6%) untuk sampel yang menjalani pengobatan monoterapi dan (6,6%) untuk sampel yang menjalani pengobatan politerapi. Uji Mann-Whitney dihasilkan nilai p-Value sebesar 0,039 atau <0,05 dimana terdapat perbedaan bermakna dari efektivitas pengobatan monoterapi dan politerapi terhadap kesembuhan pasien epilepsi, sehingga dinyatakan H0 ditolak dan H1 diterima.

GAMBARAN EFEK SAMPING TERAPI RADIOTIROABLASI PADA PASIEN KANKER TIROID DI KOMUNITAS INSPIRASIEN SRIKANDI INDONESIA

Andi Ahriansyah; Fredy Arifta Nasel; INDAH PERTIWI
2023 · Book · Open Access

Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel tiroid yang tidak terkendali dan dapat menyebar pada kelenjar getah bening di sekitarnya maupun organ lain. Salah satu terapi yang digunakan adalah radiotiroablasi yang meliputi pemberian obat I-131(Iodium Radioaktif) yang fungsinya untuk menghancurkan sel tiroid. Efek samping terapi radiotiroablasi dikelompokkan ke dalam efek samping yang timbul segera (early effect) dan yang timbul kemudian hari (late effect).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran profil pasien kanker tiroid yang meliputi usia, jenis kelamin, dan stadium kanker, Untuk mengetahui gambaran efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul segera dan timbul kemudian hari. Desain penelitian bersifat deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional pengambilan data menggunakan data primer berupa kuesioner yang terdiri atas data profil pasien dan efek samping terapi radiotiroablasi. Sampel yang diperoleh sebanyak 60 pasien. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji univariat pada SPSS versi 26. Hasil penelitian didapatkan profil pasien pada usia tertinggi 24-35 tahun (43,33%), jenis kelamin tertinggi pada perempuan (86,67%), stadium kanker tertinggi pada stadium 1 (73,33%), efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul segera (early effect) tertinggi pada mual sebesar (56,7%), efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul kemudian hari (late effect) tertinggi pada gangguan menstruasi sebesar (46,7%).

EVALUASI POTENSI INTERAKSI OBAT RESEP RACIKAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK PANDAWA RAYA BOGOR

ANA JULITA SARI; Febi Isfahani; Fellyza Yunisari
2023 · Book · Open Access

Di Indonesia, masih banyak dokter yang memberikan obat dalam bentuk racikan. Peracikan obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji evaluasi potensi interaksi obat berdasarkan mekanisme kerja dan tingkat keparahan menggunakan aplikasi Medscape.com pada resep obat racikan anak di Klinik Pandawa Raya Bogor. Data yang digunakan adalah lembar resep, yang dilakukan secara retrospektif pada pasien anak yang mendapatkan resep racikan periode September – Oktober 2021. Penelitian ini bersifat observasional (non eksperimental) retrospektif dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan data yang sudah ada dari penelusuran lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien anak yang mendapatkan resep racikan paling banyak berjenis kelamin laki- laki sebanyak 53,19% dengan rentang usia terbanyak 1-5 tahun sebanyak 62,77%. Obat yang pailng banyak diresepkan kedalam obat racikan yaitu ciproheptadin sebanyak 26,59%. Jumlah obat yang di gunakan dalam racikan terbanyak adalah 3-4 obat 57,44%. Interaksi obat yang terjadi dari 53 resep sebanyak 56,39% mengalami interaksi obat dan tidak berinteraksi sebanyak 43,61%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah farmakokinetik sebanyak 56,73% dan farmakodinamik 43,27%. Keparahan interaksi kategori moderate 48,08%, major sebanyak 47,12%, dan minor 4,80%.

VINEGAR BERBAHAN DASAR KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Antonius Padu Ratu; FITRIA LISMAYANTI; Harry Noviardi
2023 · Book · Open Access

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal pengaruh radikal bebas. Buah nanas mengandung banyak gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Selain buahnya yang mempunyai kandungan gizi kulit nanas juga memiliki cukup gizi. Kulit nanas memiliki tekstur yang tidak rata dan berduri kecil pada permukaan luarnya. Kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal kulit nanas mengandung vitamin C, karotenoid, antosianin, flavonoid. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pembuatan dari vinegar kulit buah nanas (Ananas comosus L), Untuk membuat dan mengevaluasi sediaan vinegar kulit buah nanas (Ananas comosus L) berdasarkan lama fermentasi, untuk menganalisis aktivitas antioksidan, Ph, asam asetat dari vinegar kulit buah nana (Ananas comosus L). Kulit buah nanas yang sudah dicuci sebanyak 600 gram, selanjutnya disiapkan air dan gula aren yang sudah dilakukan proses perajangan dan dipanaskan diatas hotplate suhu 90 ̊C selama 30 menit sampai gula terlarut secara merata. Larutan sampel yang diperoleh dari vinegar dibuat seri konsentrasi F1,F2,F3,F4,F5 dan F6. Dilakukan evaluasi karakteristik fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji asam asetat dan uji antioksidan. Uji aktivitas antioksidan terhaadap DPPH dihitung nilai rata-rata persentase pada formulasi 1 sampai formulasi 6. Dari ke-6 formulasi yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu formula III pada hari ke-28. Pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dilakukan uji hedonik.

VIABILITAS Lactobacillus plantarum YANG TERENKAPSULASI KOMBINASI MALTODEKSTRIN & ALGINAT DI DALAM SARI BUAH SIRSAK PADA SIMULASI CAIRAN ASAM LAMBUNG

M. Ikhwan Setiawan; NIHAYATUL QORIBAH; Nina Imaniar
2023 · Book · Open Access

Minuman probiotik dengan bahan dasar sari buah mampu di konsumsi oleh orang yang intoleran terhadap susu, alergi dan vegetarian. Teknik enkapsulasi dapat meningkatkan viabilitas bakteri probiotik pada saat berada dalam kondisi asam lambung. Matriks maltodextrin – alginat merupakan polimer yang biasa digunakan pada pembuatan enkapsulasi probiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan malodextrin – alginat dalam mempertahankan viabilitas L.plantarum dalam sari buah sirsak (Annona muricata L) terhadap simulasi cairan asam lalmbung. Penelitian ini diawali dengan mencampurkan suspensi bakteri ke dalam matriks maltodextrin – alginat sebagai bahan penyalut, selanjutnya dilakukan metode ekstruksi, kemudian kapsul probiotik di campurkan ke dalam sari buah sirsak untuk di uji viabilitasnya dalam simulasi cairan asam lambung. Jumlah L.plantarum viabilitas yang terenkapsulasi dalam matriks maltodekstrin – alginat pada konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 berturut – turut yaitu 8,2 x 1010 CFU/gram, 7,6 x 1010 CFU/gram dan 7,3 x 1010 CFU/gram. Nilai efisiensi untuk ketiga konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 yaitu kurang dari 1%. Selain dilakukan uji terhadap cairan simulasi asam lambung kapsul probiotik dengan koonsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 mampu mempertahankan viabilitas sebesar 3,2 x 109 CFU/mL, 3,6 x 109 CFU/mL dan 3,4 x 109 CFU/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik enkapsulasi L.plantarum dengan bahan polimer maltodekstrin – alginiat dalam sari buah sirsak probiotik mampu mempertahankan jumlah sel L.plantarum setelah diuji terhadap cairan asam lambung.

KESESUAIAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP UMUM NON RACIKAN DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA LOKET UTAMA PERIODE JULI 2021

Kuandi Tandiara Tan; MARSIDAH; Nanang Hermawan
2023 · Book · Open Access

Apotek Kimia Farma Juanda memiliki standar waktu pelayanan untuk obat non racikan < 15 menit, tetapi waktunya masih melebihi dari waktu yang ditetapkan sehingga menimbulkan keluhan dari pasien dan keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep umum non racikan di loket utama Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah sesuai dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP Kimia Farma. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan observasi. Pengambilan data dilakukan secara Cluster Sampling. Metode untuk menentukan jumlah sampel yaitu Cluster Sampling dengan menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel yang didapatkan adalah 365 resep. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep umum non racikan di loket utama Apotek Kimia Farma Juanda Bogor adalah 22.26 menit untuk 1 lembar resep umum non racikan. Waktu tersebut belum sesuai dengan Permenkes No. 58 Tahun 2014 dan SOP dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melayani 1 lembar resep non racikan mulai resep diterima kasir sampai obat diserahkan kepada pasien yang meliputi proses Skrining, penyiapan dan penyerahan selama < 15 menit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memberikan waktu tunggu pelayanan resep yang lebih baik.