Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 33 dari 125

AKTIVITAS INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE INFUSA DAN KOMBUCHA BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

AYU DINI RAHMAWATI; Abdul Aziz Setiawan; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access

Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia dan air pada bunga rosela dan stevia dapat menurunkan kadar gula darah pada suhu 90°C selama 15 menit. Bunga rosella dan daun stevia dapat dimanfaatkan sebagai minuman Kesehatan yang dapat berpotensi sebagai minuman antidiabetes, seperti antioksidan yaitu diolah menjadi “Teh kombucha” hasil fermentasi the dengan larutan gula menggunakan starter mikroba SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeasts). Penelitian ini bertujuan menentukan golongan metabolit sekunder, pH, dan aktivitas inhibisi α-glukosidase dari infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia. Infusa serta kombucha bunga rosella dan daun stevia dibuat dengan berbagai variasi bunga rosella (20-100 g/L), daun stevia 5% (%b/v) dan gula 5% (%b/v). Kedua sampel ditentukan golongan metabolit, nilai pH, dan aktivitas α-glukosidase secara in vitro. Hasil uji fitokimia menunjukkan infusa rosella dan daun stevia mengandung flavonoid, tannin dan saponin sedangkan sediaan kombuchanya mengandung flavonoid dan saponin. Infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia menghasilkan pH sekitar 3-4. Pada infusa kombinasi bunga rosella dan daun stevia, aktivitas inhibisi α-glukosidase yang optimum pada konsentrasi 80 g/L sebesar 83,47%. Sedangkan pada sediaan kombucha mempunyai aktivitas inhibisi α-glukosidase yang optimum pada konsentrasi 40 g/L sebesar 91,74%. Aktivitas inhibisi α- glukosidase infusa 80 g/L dan kombucha 40 g/L berbeda nyata sig (p<0,05) satu sama lain. Oleh karena itu, infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia dapat sebagai sediaan penghambat α-glukosidase.

POTENSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL

Achmad Fauzi Isa; Nanang Hermawan; SHAREN ANGGITA
2023 · Book · Open Access

Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50). Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%) dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm) yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm) dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.

AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA INFUSA KOMBINASI DAUN PARE (Momordica charantia L) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SECARA IN VIVO

DYAH AYU PARAMITHA; Nina Imaniar; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia menjadi salah satu tanda khas penyakit diabetes melitus.Diabetes Melitus sendiri merupakan suatu kelompok penyakit metabolik, hiperglikemia yang terjadi pada pasien penderita diabetes terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes melitus salah satunya yaitu daun Pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui senyawa kimia apa yang terkandung didalam infusa kombinasi daun pare dan daun stevia dan apakah infusa kombinasi daun pare dan daun stevia memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa secara in vivo pada mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak diperoleh menggunakan metode infusa. Pengukuran kadar glukosamenggunakan alat glukometer Nesco selama 15 hari. Senyawa Metabolit sekunder daun pare memiliki kandungan fitokimia seperti flavanoid, saponin dan tanin. Sedangkan pada daun stevia mengandung flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil Penelitian menunjukkan kombinasi terbaik infus daun stevia dan daun pare yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang lebih baik dari kombinasi lainnya yaitu kombinasi 3:1 (pare:stevia) dengan penurunan kadar glukosa setelah 15 hari sebesar 123,20 mg/dL dari glukosa induksi 332,00 mg/dL.

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN GASTROENTERITIS ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT FMC BOGOR

Febi Ishfahani; ILHAM EKA SAPUTRA; Olvina Margaretta
2023 · Book · Open Access

Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung, usus kecil dan usus besar dari saluran gastrointestinal dengan gejala diare, mual atau muntah, serta ketidaknyamanan abdomen. Pada gastroenteritis, diare merupakan suatu keadaan dengan peningkatan frekuensi, konsistensi feses yang lebih cair, feses dengan kandungan air yang banyak, dan feses bisa disertai dengan darah atau lendir. Gastroenteritis ditandai dengan mual, muntah, diare dan kram perut. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, darah atau nanah dalam feses, kehilangan nafsu makan, kembung, lesu dan nyeri tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pengunaan obat dan ketepatan dengan melihat tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik. Sampel yang diambil 151 pasien dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik terbanyak terjadi pada usia 0-5 tahun (94%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 90 pasien (60%), berat badan yang paling banyak ditemui yaitu <10 kg (53%), dan lama hari rawat yang paling banyak yaitu 1-3 hari (78%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antibiotik yaitu ceftriaxone, cefixime, cefadroxil, dan cefotaxime (100%) tepat obat, tepat dosis sebanyak 98 obat (65%), tepat frekuensi (100%), tepat lama pemberian sebanyak 106 pasien (70%) tidak tepat.

PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

Fredy Arifta Nasel; Nia Juniawati; SRI INTAN UTAMI
2023 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus

Antonius Padua Ratu; ERINA ANGGIE LESTARI; Eem Masaenah
2023 · Book · Open Access

Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing- masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70% daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400 mg/kgBB.

HUBUNGAN TINGKAT KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida; SRI HANDAYANI
2023 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak 26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9% (baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik), dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017 < (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor. Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d sebesar 0,249.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG MAWAR 1 RSPI PROF. DR. SULIANTI SAROSO DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90 % TAHUN 2022

Febi Ishfahani; Memy Aviatin; SUSKA SINUNGSARI
2023 · Book · Open Access

Covid-19 adalah penyakit infeksi jenis baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan dan kuantitas penggunaan antibiotik yang diberikan pada pasien Covid-19 di ruang Mawar 1 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode Januari-Desember 2022. Data diambil secara retrospektif meneliti kebelakang dengan menggunakan data sekunder malalui rekam medik pasien Covid-19 tahun 2022. Data dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD/100 patient-days dan Drug Utilization (DU) 90% menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan dari 171 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan karakteristik pasien Covid–19 terbanyak yaitu jenis kelamin laki–laki sebanyak 88 pasien (51%), usia pasien usia manula >65 tahun sebanyak 48 pasien (28%), derajat keparahan sedang sebanyak 131pasien (77%), satu komborbid sebanyak 63 pasien (36,84%), hipertensi sebanyak 56 pasien (32% ), rute pemberian parentral sebanyak 157 pasien (65 %), kombinasi sebanyak 104 pasien (60,82%) kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah golongan sefalosporin yakni seftriaxon dengan nilai DDD sebesar 49,29 DDD/100 patient days. Antibiotik yang termasuk dalam segmen diatas DU 90% pada penelitian ini adalah seftriaxon (49,29) DDD/100 patient days), semakin tinggi nilai DDD maka semakin tinggi kuantitas antibiotik yang digunakan maka semakin besar kemungkinan resistensi antibiotik terjadi.

ANALISIS PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPI DENGAN TABLET TAMBAH DARAH PADA ANEMIA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUKAKARYA SUKABUMI

INES KALISSA HERMAWAN; Maya Aprilia; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access

Anemia pada kehamilan merupakan kondisi dimana konsentrasi hemoglobin pada ibu hamil di bawah 11g/dL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah diterapi dengan tablet tambah darah di Puskesmas Sukakarya Sukabumi. Desain ‘penelitian ini nnon ‘eksperimental observasional dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang terkena anemia periode Januari 2022 – Maret 2023. Jumlah subyek penelitian ini adalah 52 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien anemia ibu hamil dengan rata - rata usia pasien terbanyak 26 – 45 tahun yaitu (53,85%). Pekerjaan terbanyak yaitu Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 47 pasien (90,6%). Pendidikan terbanyak yaitu SD sebanyak 28 pasien (53,85%). Penggunaan obat tebanyak yaitu tablet tambah darah dan vitamin B komplek sebanyak 52 pasien. Sedangkan untuk kombinasi terbanyak yaitu tablet tambah darah dan vitamin B komplek sebanyak 39 pasien. Gambaran kadar Hb sebelum diterapi dengan rata-rata nilai kadar Hb 9,921 g/dL dan sesudah diterapi menunjukkan kenaikan dengan rata-rata nilai kadar Hb 11,117 g/dL pasien yang mengalami peningkatan kadar Hb setelah diterapi sebanyak 50 pasien (96,15%). Adanya perbedaan kadarPHb sebelum”dan’sesudah diterapi dengan tablet tambah darah yang dilihat dari nilaiiP-Value ≤ 0,05 ( P-Value = 0,000).

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PERILAKU PENGGUNAAN AMOXICILLIN DI APOTEK GEMA PHARMA SUKABUMI

Hilman Budiman; Silvi Nurafni; TRISKA PUJI HARTATI
2023 · Book · Open Access

Amoxicillin termasuk antibiotik spektrum luas dan memiliki bioavabilitas oral yang tinggi. Di apotek Gema Pharma Sukabumi sering terjadi pembelian amoxicillin tanpa resep dokter. Hal ini menyebabkan terjadinya resiko resistensi bagi masyarakat yang kurang pengetahuan dan edukasi tentang penggunaan antibiotik khususnya amoxicillin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku,serta meneliti hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku masyarakat dalam penggunaan amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi. Penelitian ini merupakan peneletian dalam bentuk deskriptif observasional dengan pendakatan secara Cross Sectional. Pengambilan sampel menggugunakan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel 75 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner yang berisi tentang tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku penggunaan amoxicillin. Analisis data menggunakan analisis Chi Square. Hasil yang didapat yakni mayoritas berjenis kelamin perempuan (60%), usia terbanyak dewasa awal 26- 35 tahun (27%). pendidikan terakhir terbanyak mayoritas SMA/SMK (44%). Pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga (27%). Tingkat pengetahuan masyarakat kurang baik (41,3%), cukup baik (32%), dan baik (26,7%). Tingkat perilaku penggunaan amoxicillin kurang baik (41,3 %), cukup baik (33,3%) dan baik (25,3%), Hasil uji Chi Square diperoleh p-value 0,019 < dari 0,05 menunjukan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku penggunaan amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi.

EVALUASI HASIL TERAPI OBAT ANTIDIABETIK ORAL TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK PRATAMA PT ANTAM PONGKOR

Andi Ahriansyah; Jumaida Gustini; WENY ANGGRAENI
2023 · Book · Open Access

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolisme, ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat rendahnya sekresi insulin oleh pankreas dan penurunan resistensi insulin atau kepekaan terhadap insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran profil pasien diabetes melitus tipe 2 yang meliputi usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Untuk mengetahui profil pengobatan antidiabetik oral dan keberhasilan terapi obat antidiabetik oral yang diberikan mencapai target penurunan kadar glukosa darah. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional serta pengambilan data sekunder dilakukan secara retrospektif pada periode Juli-Desember 2022. Pengambilan data berupa data rekam medis yang terdiri atas data profil pasien, profil pengobatan pasien dan keberhasilan terapi antidiabetik oral. Sampel yang diperoleh sebanyak 63 pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan program Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian didapatkan profil pasien pada usia tertinggi yaitu 46-65 tahun sebanyak 43 pasien (68,25%), jenis kelamin tertinggi pada laki-laki sebanyak 45 pasien (71,43%). Berdasarkan pekerjaan tertinggi pada Karyawan BUMN sebanyak 37 pasien (58,73%), jumlah pasien diabetes dengan penyakit penyerta hipertensi sebanyak 22 pasien (25,88%). Obat antidiabetik oral dengan penyakit penyerta hipertensi adalah golongan Calcium Channel Blocker yaitu amlodipin, obat antidiabetik oral tertinggi yaitu monoterapi pada 44 pasien (69,84%). Obat antidiabetik oral tertinggi golongan biguanida (metformin) sebanyak 38 pasien (60,32%). Serta keberhasilan pengobatan diabetes melitus tipe 2 sebanyak 24 pasien (38,10%), yang mencapai target penurunan glukosa darah puasa sesuai dengan PERKENI 2021.

AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM ALFA- GLUKOSIDASE EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) SECARA In vitro

Antonius Padua Ratu; Eem Masaenah; RAYHAN RAZIF TAUFIQ
2023 · Book · Open Access

Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase. Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi. Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

ERWIN MUNANDAR; Febi Ishfahani; Nia Juniawati
2023 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri yang sering menyerang saluran pernafasan baik saluran pernafasan atas maupun bawah, umumnya terjadi pada anak. Penggunaan antibiotik pada ISPA harus diperhatikan dengan benar, terutama pada anak karena penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil sosiodemografi, mengetahui gambaran penyakit ISPA anak, mengetahui gambaran penggunaan antibiotik, mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik dengan melihat tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medik. Sampel yang diambil 222 pasien dengan (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 0-5 tahun (55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 137 pasien (62%), dan berat badan yang paling banyak ditemui yaitu 9,7-19 kg (48%). Jenis ISPA di Puskesmas Curug Bogor terdapat 167 pasien (75%) faringitis dan 55 pasien (25%) tonsilitis, Penggunaan antibiotik adalah amoksisilin pada seluruh pasien ISPA (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan amoksisilin 100% tepat obat, tepat dosis sebanyak 162 pasien (73%), tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 0% tidak tepat.

PENAPISAN VIRTUAL SENYAWA BIOAKTIF TANAMAN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI INHIBITOR DNA GYRASE UNTUK PENGOBATAN TIPES

Harry Noviardi; Lilik Sulastri; SHILVIA MAULINA
2023 · Book · Open Access

Tipes merupakan salah satu penyakit terbanyak di setiap negara. Tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi. DNA gyrase adalah enzim pengatur supercoiling DNA. Tujuan Penelitian ini untuk menentukan aktivitas dari senyawa Ocimum basilicum terhadap bakteri Salmonella typhi secara in silico dengan protein DNA gyrase. Dengan metode penambatan molekul menggunakan perangkat. Berdasarkan hasil penambatan tersebut didapatkan 10 kandidat senyawa terbaik dan mempunyai potensi sebagai penyakit tipes. Berdasarkan hasil visualisasi, hasil penambatan senyawa tersebut menunjukan adanya interaksi terhadap asam amino protein DNA gyrase. Penyiapan penambatan molekul didapatkan nilai grid box dengan center_x = -11.902, center_y = 35.617, center_z = 28.271 dan size 58 x 86 x 66 dengan spacing 1,000. Validasi penambatan molekuler didapatkan hasil RMSD 1,232 yang mendekati ligan pembanding. Visualisasi 2D terdapat 10 kandidat terbaik diantaranya secoisolariciresinol menunjukan adanya 5 ikatan hidrogen, 15 van der waals dan 6 ikatan lainnya, dan 10 senyawa lainnya. Analisis Lipinski’s rule of Five didapatkan 10 kandidat terbaik yaitu secoisolariciresinol, beta-bourbonene, beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadiene, d-carvone, copaene, alpha terpineol, fenchol, I- menthol dan limonene. Analisis toksisitas didapatkan imunotoksik sebanyak 3 dari 10 senyawa terbaik beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadinene. Hasil penambatan molekul dengan 5 perangkat lunak masih memiliki aktivitas yang lebih rendah dibanding dengan senyawa pembanding yaitu Ciproloxacin.

EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DENGAN METODE GYSSENS DI KLINIK NAYAKA HUSADA 02 GATOT SUBROTO JAKARTA SELATAN

Debby Anggraita; Karuma Barza Afida; MUTIA RAMADHANI
2023 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu penyakit infeksi yang dapat menyerang salah satu atau lebih bagian dari saluran pernafasan. ISPA atas terdiri dari rhinitis, faringitis, sinusitis, otitis media, tonsilitis, dan laringitis. ISPA disebabkan oleh bakteri dapat diterapi menggunakan obat antibiotik. Pemberian obat antibiotik yang tidak rasional dan tidak memenuhi dosis regimen dapat meningkatkan resistensi antibiotik. Kerasionalan penggunaan antibiotik dianalisis dengan metode Gyssens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerasionalan penggunaan obat antibiotik pada pasien penderita ISPA dengan metode Gyssens di Klinik Nayaka Husada 02 Gatot Subroto Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 101 data rekam medik pasien rawat jalan selama bulan Juli-Desember 2022. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Kesimpulan dari penelitian ini, jenis kelamin pasien yang menderita ISPA faringitis terbanyak adalah laki-laki 59% dan usia 26-35 tahun sebanyak 37%. Jenis antibiotik yang terbanyak digunakan pada pasien penderita ISPA faringitis adalah Cefixime sebanyak 46%. Terdapat kategori 0 (rasional) sebanyak 88% dan pada kategori III B (Penggunaan antibiotik terlalu singkat) sebanyak 12%.

PERBANDINGAN STABILITAS DIPERCEPAT PIRACETAM 800 MG TABLET SALUT MENGGUNAKAN PELARUT SALUT ORGANICBASE DAN WATERBASE

PUTRI SRY RATIH; Rakhmat Ramdhani Alwie; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access

Pada saat ini untuk proses pelapisan atau coating sediaan obat sudah banyak beralih menggunakan pelarut salut waterbase ketimbang organicbase. Sehingga banyak industri farmasi yang juga megikuti perubahan ini. Selain dikarenakan cost yang dikeluarkan untuk proses produksi menjadi murah juga untuk tingkat keamanan yang lebih maksimal karena yang digunakan umumnya dichlormethane yang memiliki batas konsumsi 6 mg/hari. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan obat diperlukan data stabilitas. Untuk proses registrasi minimal dibutuhkan data stabilitas obat piracetam 800 mg tablet salut dengan menggunakan pelarut salut organicbase dan waterbase. Penelitian ini termasuk penelitian longitudinal atau retrospektif, dimana saat proses pengajuan penelitian, analisa sudah sebagian dilakukan. Analisa yang dilakukan menggunakan waktu stabilitas dipercepat 0, 1, 2, 3 dan 6 bulan. Pemeriksaan kadar mengacu kepada Farmakope China edisi 2014, menggunakan metode analisa HPLC. Sedangkan pemeriksaan disolusi menggunakan metode spektrofotometri yang dilakukan pengembangan internal. Analisis data yang digunakan meliputi data kadar, disolusi dan waktu hancur yang diolah menggunakan SPSS 26. Hasil analisis dari kadar dan waktu hancur menunjukkan data yang berbeda pada sampel waterbase ulangan pertama karena di dapat hasil p-value di bawah 0,05%. Sedangkan pada hasil dissolusi didapatkan data yang homogen karena memiliki nilai p-value di atas 0,05%. Artinya hasil stabilitas piracetam dengan pelarut air dan pelarut organik menunjukkan perbedaan. Hasil kadar, disolusi dan waktu hancur masih memenuhi syarat spesifikasi yang ditetapkan farmakope.

POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI RS MARZOEKI MAHDI BOGOR

ATIKA FITRI ISNAINI SIREGAR; Ida Roland M.S; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Penderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan menggunakan Antiretroviral (ARV). Umumnya terapi ARV diberikan dalam bentuk kombinasi obat sehingga dapat menimbulkan potensi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat ARV dan non-ARV, dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medik periode Oktober - Desember 2022. Interaksi obat HIV/AIDS dianalisis menggunakan aplikasi drugs.com , Medscape dan buku Stockley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 96 pasien (72,73%), rentang usia terbanyak yaitu 36-45 tahun dengan 54 pasien (40,91%), penyakit penyerta terbanyak adalah TBC dengan 58 pasien (48,74%), penggunaan jumlah obat terbanyak yaitu 5 jumlah obat sebanyak 49 pasien (37,12%). Obat ARV yang paling banyak digunakan yaitu Tenofovir 3 in 1 (TDF + 3TC + EFV) 67 pasien (50,76%), obat non-ARV paling banyak yaitu golongan OAT 182 obat (52,45%). Terdapat potensi interaksi obat pada 104 pasien (78,79%) dengan kasus terbanyak lamivudine + Efavirenz 69 kasus. Level keparahan terbanyak moderate 252 kasus (83,17%) dan mekanisme interaksi terbanyak farmakokinetik 301 kasus (99,34%)

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SERUM EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH JERUK LEMON (Citrus limon (L.) Osbeck) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne

Ferry Effendi; NITA FEBRIANI; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access

Propionibacterium acnes adalah bakteri yang dapat menyebabkan jerawat melalui peradangan kronis pada lapisan folikel pilosebasea disertai sumbatan dan penumpukan bahan keratin. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol 96% kulit jeruk lemon yang berfungsi sebagai antibakteri, menentukan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dari ekstrak kulit jeruk lemon dan sediaan serum. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, fenolik, glikosida, saponin dan tritepenoid. Formulasi serum ekstrak etanol kulit jeruk lemon dibuat dengan konsentrasi bervariasi 20%, 25% dan 30%. Zona hambat antibakteri yang diperoleh dengan konsentrasi terbaik ada pada formula 30% adalah sediaan serum dengan nilai 14,40 mm dan ekstrak kulit jeruk lemon dengan nilai 12,76 mm keduanya masuk dalam kategori kuat karena >10 mm. Stabilitas fisik dilakukan pada semua formula sediaan serum dan diuji dengan organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Adapun formula yang stabil setelah uji stabilitas adalah formulasi 1 selama 12 hari pada suhu 4°C dan 40°C. Pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol 96% kulit jeruk lemon semakin tinggi diameter zona hambat. Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak dalam efek formula adalah signifikan (p<0,05) pada aktivitas antibakteri.