AYU DINI RAHMAWATI; Abdul Aziz Setiawan; Sitaresmi Yuningtyas
2023 · Book · Open Access
Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia dan air
pada bunga rosela dan stevia dapat menurunkan kadar gula darah pada suhu 90°C
selama 15 menit. Bunga rosella dan daun stevia dapat dimanfaatkan sebagai
minuman Kesehatan yang dapat berpotensi sebagai minuman antidiabetes, seperti
antioksidan yaitu diolah menjadi “Teh kombucha” hasil fermentasi the dengan
larutan gula menggunakan starter mikroba SCOBY (Symbiotic Culture Of
Bacteria and Yeasts). Penelitian ini bertujuan menentukan golongan metabolit
sekunder, pH, dan aktivitas inhibisi α-glukosidase dari infusa dan kombucha
kombinasi bunga rosella dan daun stevia. Infusa serta kombucha bunga rosella
dan daun stevia dibuat dengan berbagai variasi bunga rosella (20-100 g/L), daun
stevia 5% (%b/v) dan gula 5% (%b/v). Kedua sampel ditentukan golongan
metabolit, nilai pH, dan aktivitas α-glukosidase secara in vitro. Hasil uji fitokimia
menunjukkan infusa rosella dan daun stevia mengandung flavonoid, tannin dan
saponin sedangkan sediaan kombuchanya mengandung flavonoid dan saponin.
Infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan daun stevia menghasilkan pH
sekitar 3-4. Pada infusa kombinasi bunga rosella dan daun stevia, aktivitas inhibisi
α-glukosidase yang optimum pada konsentrasi 80 g/L sebesar 83,47%. Sedangkan
pada sediaan kombucha mempunyai aktivitas inhibisi α-glukosidase yang
optimum pada konsentrasi 40 g/L sebesar 91,74%. Aktivitas inhibisi α-
glukosidase infusa 80 g/L dan kombucha 40 g/L berbeda nyata sig (p<0,05) satu
sama lain. Oleh karena itu, infusa dan kombucha kombinasi bunga rosella dan
daun stevia dapat sebagai sediaan penghambat α-glukosidase.
Achmad Fauzi Isa; Nanang Hermawan; SHAREN ANGGITA
2023 · Book · Open Access
Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita
hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang
mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat
tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma
longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak
tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh
dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara
kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan
pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga
diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50).
Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan
senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%)
dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol
menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm)
yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada
kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai
potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm)
dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi
ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.
DYAH AYU PARAMITHA; Nina Imaniar; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa
dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia menjadi salah satu tanda khas
penyakit diabetes melitus.Diabetes Melitus sendiri merupakan suatu kelompok
penyakit metabolik, hiperglikemia yang terjadi pada pasien penderita diabetes
terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya.
Tanaman yang dipercaya dapat mengobati diabetes melitus salah satunya yaitu
daun Pare (Momordica charantia L.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana).
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui senyawa kimia apa yang terkandung
didalam infusa kombinasi daun pare dan daun stevia dan apakah infusa kombinasi
daun pare dan daun stevia memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa
secara in vivo pada mencit hiperglikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak
diperoleh menggunakan metode infusa. Pengukuran kadar glukosamenggunakan
alat glukometer Nesco selama 15 hari. Senyawa Metabolit sekunder daun pare
memiliki kandungan fitokimia seperti flavanoid, saponin dan tanin. Sedangkan
pada daun stevia mengandung flavanoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil
Penelitian menunjukkan kombinasi terbaik infus daun stevia dan daun pare yang
memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang lebih baik
dari kombinasi lainnya yaitu kombinasi 3:1 (pare:stevia) dengan penurunan kadar
glukosa setelah 15 hari sebesar 123,20 mg/dL dari glukosa induksi 332,00 mg/dL.
Febi Ishfahani; ILHAM EKA SAPUTRA; Olvina Margaretta
2023 · Book · Open Access
Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung, usus kecil dan usus
besar dari saluran gastrointestinal dengan gejala diare, mual atau muntah,
serta ketidaknyamanan abdomen. Pada gastroenteritis, diare merupakan suatu
keadaan dengan peningkatan frekuensi, konsistensi feses yang lebih cair,
feses dengan kandungan air yang banyak, dan feses bisa disertai dengan
darah atau lendir. Gastroenteritis ditandai dengan mual, muntah, diare dan
kram perut. Gejala lain termasuk demam, sakit kepala, darah atau nanah dalam
feses, kehilangan nafsu makan, kembung, lesu dan nyeri tubuh. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pengunaan obat dan ketepatan
dengan melihat tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian,
dan tepat frekuensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non
observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam
medik. Sampel yang diambil 151 pasien dengan teknik total sampling. Hasil
penelitian menunjukan karakteristik terbanyak terjadi pada usia 0-5 tahun
(94%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 90 pasien (60%), berat
badan yang paling banyak ditemui yaitu <10 kg (53%), dan lama hari rawat
yang paling banyak yaitu 1-3 hari (78%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan
obat antibiotik yaitu ceftriaxone, cefixime, cefadroxil, dan cefotaxime (100%)
tepat obat, tepat dosis sebanyak 98 obat (65%), tepat frekuensi (100%), tepat
lama pemberian sebanyak 106 pasien (70%) tidak tepat.
Fredy Arifta Nasel; Nia Juniawati; SRI INTAN UTAMI
2023 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
Antonius Padua Ratu; ERINA ANGGIE LESTARI; Eem Masaenah
2023 · Book · Open Access
Daun gaharu merupakan bagian dari tanaman gaharu yang memiliki aktivitas dalam
menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 70% daun gaharu dan
menganalisis aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan
yang diinduksi aloksan. Ekstrak etanol 70% daun gaharu dosis 100 mg/kgBB (P1),
200 mg/kgBB (P2), 400 mg/kgBB (P3), dan glibenklamid dosis 0,65 mg/kgBB
sebagai kontrol positif diberikan kepada mencit putih jantan selama 14 hari. Kadar
glukosa darah puasa (GDP) diukur tiap 3 hari sekali. Hasil uji fitokimia
menunjukkan bahwa ekstrak daun gaharu mengandung golongan senyawa
flavonoid, tanin, polifenol serta steroid dan triterpenoid. Rerata persentase
penurunan kadar GDP dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-
masing sebesar 27,52%; 41,05%; 52,08%, dan 50%. Pemberian ekstrak etanol 70%
daun gaharu selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar
GDP. Penurunan kadar GDP dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan
kontrol positif. Dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDP yaitu 400
mg/kgBB.
Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida; SRI HANDAYANI
2023 · Book · Open Access
Kualitas pelayanan merupakan persepsi pelanggan tentang seberapa baik tingkat
pelayanan yang diberikan mampu mewujudkan harapan pelanggan. Kualitas
pelayanan Apotek merupakan hal krusial dalam memotivasi pelanggan untuk
memutuskan membeli di Apotek tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
hubungan tingkat kualitas pelayanan kefarmasian dengan keputusan pembelian
pelanggan di Apotek Askia Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif
observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan
rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan
menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling dengan jumlah 99 responden. Uji hubungan tingkat kualitas pelayanan
kefarmasian dengan keputusan pembelian dianalisis menggunakan korelasi
Somers’d pada SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Askia usia terbanyak
26-35 tahun (44,4%), jenis kelamin terbanyak perempuan (58,6%), pendidikan
terakhir terbanyak perguruan tinggi (74,8%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta
(34,4%), dan pendapatan terbanyak lebih dari Rp. 6.000.000 (38,4%). Hasil
penelitian didapatkan tingkat kualitas pelayanan dimensi bukti langsung 91,9%
(baik), dimensi keandalan 89,9% (baik), dimensi ketanggapan 85,9% (baik),
dimensi jaminan 82,8% (baik), dimensi empati 86,9% (baik) dan keputusan
pembelian 66,7% (sangat setuju). Hasil uji statistika Somers’d nilai ρ-value 0,017
< (0,05) mengindikasi terdapat hubungan signifikan tingkat kualitas pelayanan
kefarmasian dengan keputusan pembelian pelanggan di Apotek Askia Bogor.
Keeratan hubungan rendah dan searah, ditunjukan dengan nilai koefisien Somers’d
sebesar 0,249.
Febi Ishfahani; Memy Aviatin; SUSKA SINUNGSARI
2023 · Book · Open Access
Covid-19 adalah penyakit infeksi jenis baru yang disebabkan oleh Severe Acute
Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian bertujuan untuk
mengetahui profil penggunaan dan kuantitas penggunaan antibiotik yang diberikan
pada pasien Covid-19 di ruang Mawar 1 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode
Januari-Desember 2022. Data diambil secara retrospektif meneliti kebelakang
dengan menggunakan data sekunder malalui rekam medik pasien Covid-19 tahun
2022. Data dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD/100 patient-days
dan Drug Utilization (DU) 90% menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian
menunjukkan dari 171 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi,
didapatkan karakteristik pasien Covid–19 terbanyak yaitu jenis kelamin laki–laki
sebanyak 88 pasien (51%), usia pasien usia manula >65 tahun sebanyak 48 pasien
(28%), derajat keparahan sedang sebanyak 131pasien (77%), satu komborbid
sebanyak 63 pasien (36,84%), hipertensi sebanyak 56 pasien (32% ), rute
pemberian parentral sebanyak 157 pasien (65 %), kombinasi sebanyak 104 pasien
(60,82%) kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah golongan
sefalosporin yakni seftriaxon dengan nilai DDD sebesar 49,29 DDD/100 patient
days. Antibiotik yang termasuk dalam segmen diatas DU 90% pada penelitian ini
adalah seftriaxon (49,29) DDD/100 patient days), semakin tinggi nilai DDD maka
semakin tinggi kuantitas antibiotik yang digunakan maka semakin besar
kemungkinan resistensi antibiotik terjadi.
INES KALISSA HERMAWAN; Maya Aprilia; Silvi Nurafni
2023 · Book · Open Access
Anemia pada kehamilan merupakan kondisi dimana konsentrasi hemoglobin pada
ibu hamil di bawah 11g/dL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan
kadar Hb sebelum dan sesudah diterapi dengan tablet tambah darah di Puskesmas
Sukakarya Sukabumi. Desain ‘penelitian ini nnon ‘eksperimental observasional
dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah
ibu hamil yang terkena anemia periode Januari 2022 – Maret 2023. Jumlah
subyek penelitian ini adalah 52 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam
bentuk diagram lingkaran dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukan
bahwa pasien anemia ibu hamil dengan rata - rata usia pasien terbanyak 26 – 45
tahun yaitu (53,85%). Pekerjaan terbanyak yaitu Ibu Rumah Tangga (IRT)
sebanyak 47 pasien (90,6%). Pendidikan terbanyak yaitu SD sebanyak 28 pasien
(53,85%). Penggunaan obat tebanyak yaitu tablet tambah darah dan vitamin B
komplek sebanyak 52 pasien. Sedangkan untuk kombinasi terbanyak yaitu tablet
tambah darah dan vitamin B komplek sebanyak 39 pasien. Gambaran kadar Hb
sebelum diterapi dengan rata-rata nilai kadar Hb 9,921 g/dL dan sesudah diterapi
menunjukkan kenaikan dengan rata-rata nilai kadar Hb 11,117 g/dL pasien yang
mengalami peningkatan kadar Hb setelah diterapi sebanyak 50 pasien (96,15%).
Adanya perbedaan kadarPHb sebelum”dan’sesudah diterapi dengan tablet tambah
darah yang dilihat dari nilaiiP-Value ≤ 0,05 ( P-Value = 0,000).
Hilman Budiman; Silvi Nurafni; TRISKA PUJI HARTATI
2023 · Book · Open Access
Amoxicillin termasuk antibiotik spektrum luas dan memiliki bioavabilitas
oral yang tinggi. Di apotek Gema Pharma Sukabumi sering terjadi pembelian
amoxicillin tanpa resep dokter. Hal ini menyebabkan terjadinya resiko resistensi
bagi masyarakat yang kurang pengetahuan dan edukasi tentang penggunaan
antibiotik khususnya amoxicillin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku,serta meneliti hubungan antara
pengetahuan terhadap perilaku masyarakat dalam penggunaan amoxicillin di
Apotek Gema Pharma Sukabumi. Penelitian ini merupakan peneletian dalam
bentuk deskriptif observasional dengan pendakatan secara Cross Sectional.
Pengambilan sampel menggugunakan teknik purposive sampling sehingga
jumlah sampel 75 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner yang berisi
tentang tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku penggunaan amoxicillin.
Analisis data menggunakan analisis Chi Square. Hasil yang didapat yakni
mayoritas berjenis kelamin perempuan (60%), usia terbanyak dewasa awal 26-
35 tahun (27%). pendidikan terakhir terbanyak mayoritas SMA/SMK (44%).
Pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga (27%). Tingkat pengetahuan masyarakat
kurang baik (41,3%), cukup baik (32%), dan baik (26,7%). Tingkat perilaku
penggunaan amoxicillin kurang baik (41,3 %), cukup baik (33,3%) dan baik
(25,3%), Hasil uji Chi Square diperoleh p-value 0,019 < dari 0,05 menunjukan
adanya hubungan bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku penggunaan
amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi.
Andi Ahriansyah; Jumaida Gustini; WENY ANGGRAENI
2023 · Book · Open Access
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolisme,
ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes melitus
tipe 2 disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat rendahnya sekresi
insulin oleh pankreas dan penurunan resistensi insulin atau kepekaan terhadap
insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran profil pasien diabetes
melitus tipe 2 yang meliputi usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Untuk mengetahui
profil pengobatan antidiabetik oral dan keberhasilan terapi obat antidiabetik oral
yang diberikan mencapai target penurunan kadar glukosa darah. Desain penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) yang
bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional serta pengambilan data
sekunder dilakukan secara retrospektif pada periode Juli-Desember 2022.
Pengambilan data berupa data rekam medis yang terdiri atas data profil pasien,
profil pengobatan pasien dan keberhasilan terapi antidiabetik oral. Sampel yang
diperoleh sebanyak 63 pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan
menggunakan program Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian didapatkan profil
pasien pada usia tertinggi yaitu 46-65 tahun sebanyak 43 pasien (68,25%), jenis
kelamin tertinggi pada laki-laki sebanyak 45 pasien (71,43%). Berdasarkan
pekerjaan tertinggi pada Karyawan BUMN sebanyak 37 pasien (58,73%), jumlah
pasien diabetes dengan penyakit penyerta hipertensi sebanyak 22 pasien (25,88%).
Obat antidiabetik oral dengan penyakit penyerta hipertensi adalah golongan
Calcium Channel Blocker yaitu amlodipin, obat antidiabetik oral tertinggi yaitu
monoterapi pada 44 pasien (69,84%). Obat antidiabetik oral tertinggi golongan
biguanida (metformin) sebanyak 38 pasien (60,32%). Serta keberhasilan
pengobatan diabetes melitus tipe 2 sebanyak 24 pasien (38,10%), yang mencapai
target penurunan glukosa darah puasa sesuai dengan PERKENI 2021.
Antonius Padua Ratu dan Muhammad Afqary
2023 · Book · Open Access
Iskandar Junaidi
2023 · Book · Open Access
Antonius Padua Ratu; Eem Masaenah; RAYHAN RAZIF TAUFIQ
2023 · Book · Open Access
Hiperglikemia atau dikenal sebagai diabetes melitus adalah gangguan metabolisme
yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan gangguan dalam
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Salah satu cara dalam mengobati
diabetes melitus adalah dengan menghambat aktivitas enzim alfa glukosidase.
Tanaman gaharu merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas untuk
menghambat alfa-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan
senyawa yang terkandung terhadap ekstrak etanol 70% daun gaharu secara
kualitatif dan menentukan aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase dari
ekstrak etanol 70% daun gaharu. Penarikan golongan senyawa aktif daun gaharu
menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan dengan metode maserasi.
Penghambatan enzim alfa-glukosidase dilakukan dengan cara In vitro dengan
menggunakan ELISA Reader. Golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak
etanol 70% adalah flavonoid, tanin, polifenol, steroid dan triterpenoid. Hasil
pengujian aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase menunjukan aktif
dengan nilai IC50 sebesar 36,91 ppm. Sedangkan pada akarbosa menunjukan sangat
aktif dengan nilai IC50 sebesar 9,92 ppm.
ERWIN MUNANDAR; Febi Ishfahani; Nia Juniawati
2023 · Book · Open Access
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang disebabkan
oleh virus ataupun bakteri yang sering menyerang saluran pernafasan baik saluran
pernafasan atas maupun bawah, umumnya terjadi pada anak. Penggunaan
antibiotik pada ISPA harus diperhatikan dengan benar, terutama pada anak karena
penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui profil sosiodemografi, mengetahui gambaran
penyakit ISPA anak, mengetahui gambaran penggunaan antibiotik, mengetahui
ketepatan penggunaan antibiotik dengan melihat tepat obat, tepat dosis, tepat
frekuensi, tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan
data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam
medik. Sampel yang diambil 222 pasien dengan (total sampling). Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 0-5 tahun
(55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 137 pasien (62%), dan
berat badan yang paling banyak ditemui yaitu 9,7-19 kg (48%). Jenis ISPA di
Puskesmas Curug Bogor terdapat 167 pasien (75%) faringitis dan 55 pasien (25%)
tonsilitis, Penggunaan antibiotik adalah amoksisilin pada seluruh pasien ISPA
(100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan amoksisilin 100% tepat obat, tepat
dosis sebanyak 162 pasien (73%), tepat frekuensi 100%, dan tepat lama
pemberian 0% tidak tepat.
Harry Noviardi; Lilik Sulastri; SHILVIA MAULINA
2023 · Book · Open Access
Tipes merupakan salah satu penyakit terbanyak di setiap negara. Tipes merupakan
penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi. DNA gyrase adalah enzim pengatur
supercoiling DNA. Tujuan Penelitian ini untuk menentukan aktivitas dari senyawa
Ocimum basilicum terhadap bakteri Salmonella typhi secara in silico dengan protein
DNA gyrase. Dengan metode penambatan molekul menggunakan perangkat.
Berdasarkan hasil penambatan tersebut didapatkan 10 kandidat senyawa terbaik dan
mempunyai potensi sebagai penyakit tipes. Berdasarkan hasil visualisasi, hasil
penambatan senyawa tersebut menunjukan adanya interaksi terhadap asam amino
protein DNA gyrase. Penyiapan penambatan molekul didapatkan nilai grid box dengan
center_x = -11.902, center_y = 35.617, center_z = 28.271 dan size 58 x 86 x 66 dengan
spacing 1,000. Validasi penambatan molekuler didapatkan hasil RMSD 1,232 yang
mendekati ligan pembanding. Visualisasi 2D terdapat 10 kandidat terbaik diantaranya
secoisolariciresinol menunjukan adanya 5 ikatan hidrogen, 15 van der waals dan 6
ikatan lainnya, dan 10 senyawa lainnya. Analisis Lipinski’s rule of Five didapatkan 10
kandidat terbaik yaitu secoisolariciresinol, beta-bourbonene, beta-bourbonene,
methoxyphenyl, gamma cadiene, d-carvone, copaene, alpha terpineol, fenchol, I-
menthol dan limonene. Analisis toksisitas didapatkan imunotoksik sebanyak 3 dari 10
senyawa terbaik beta-bourbonene, methoxyphenyl, gamma cadinene. Hasil
penambatan molekul dengan 5 perangkat lunak masih memiliki aktivitas yang lebih
rendah dibanding dengan senyawa pembanding yaitu Ciproloxacin.
Debby Anggraita; Karuma Barza Afida; MUTIA RAMADHANI
2023 · Book · Open Access
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu penyakit infeksi yang dapat menyerang salah
satu atau lebih bagian dari saluran pernafasan. ISPA atas terdiri dari rhinitis, faringitis,
sinusitis, otitis media, tonsilitis, dan laringitis. ISPA disebabkan oleh bakteri dapat diterapi
menggunakan obat antibiotik. Pemberian obat antibiotik yang tidak rasional dan tidak
memenuhi dosis regimen dapat meningkatkan resistensi antibiotik. Kerasionalan penggunaan
antibiotik dianalisis dengan metode Gyssens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kerasionalan penggunaan obat antibiotik pada pasien penderita ISPA dengan metode Gyssens
di Klinik Nayaka Husada 02 Gatot Subroto Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan
metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 101 data rekam
medik pasien rawat jalan selama bulan Juli-Desember 2022. Pengambilan sampel
menggunakan Total Sampling. Kesimpulan dari penelitian ini, jenis kelamin pasien yang
menderita ISPA faringitis terbanyak adalah laki-laki 59% dan usia 26-35 tahun sebanyak
37%. Jenis antibiotik yang terbanyak digunakan pada pasien penderita ISPA faringitis adalah
Cefixime sebanyak 46%. Terdapat kategori 0 (rasional) sebanyak 88% dan pada kategori III
B (Penggunaan antibiotik terlalu singkat) sebanyak 12%.
PUTRI SRY RATIH; Rakhmat Ramdhani Alwie; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access
Pada saat ini untuk proses pelapisan atau coating sediaan obat sudah banyak beralih
menggunakan pelarut salut waterbase ketimbang organicbase. Sehingga banyak
industri farmasi yang juga megikuti perubahan ini. Selain dikarenakan cost yang
dikeluarkan untuk proses produksi menjadi murah juga untuk tingkat keamanan
yang lebih maksimal karena yang digunakan umumnya dichlormethane yang
memiliki batas konsumsi 6 mg/hari. Sedangkan untuk mengetahui keefektifan obat
diperlukan data stabilitas. Untuk proses registrasi minimal dibutuhkan data
stabilitas obat piracetam 800 mg tablet salut dengan menggunakan pelarut salut
organicbase dan waterbase. Penelitian ini termasuk penelitian longitudinal atau
retrospektif, dimana saat proses pengajuan penelitian, analisa sudah sebagian
dilakukan. Analisa yang dilakukan menggunakan waktu stabilitas dipercepat 0, 1,
2, 3 dan 6 bulan. Pemeriksaan kadar mengacu kepada Farmakope China edisi 2014,
menggunakan metode analisa HPLC. Sedangkan pemeriksaan disolusi
menggunakan metode spektrofotometri yang dilakukan pengembangan internal.
Analisis data yang digunakan meliputi data kadar, disolusi dan waktu hancur yang
diolah menggunakan SPSS 26. Hasil analisis dari kadar dan waktu hancur
menunjukkan data yang berbeda pada sampel waterbase ulangan pertama karena di
dapat hasil p-value di bawah 0,05%. Sedangkan pada hasil dissolusi didapatkan data
yang homogen karena memiliki nilai p-value di atas 0,05%. Artinya hasil stabilitas
piracetam dengan pelarut air dan pelarut organik menunjukkan perbedaan. Hasil
kadar, disolusi dan waktu hancur masih memenuhi syarat spesifikasi yang
ditetapkan farmakope.
ATIKA FITRI ISNAINI SIREGAR; Ida Roland M.S; Siti Mariam
2023 · Book · Open Access
Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain
yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan
atau menurunkan efeknya. Penderita HIV/AIDS memerlukan pengobatan
menggunakan Antiretroviral (ARV). Umumnya terapi ARV diberikan dalam
bentuk kombinasi obat sehingga dapat menimbulkan potensi interaksi obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat ARV dan non-ARV,
dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat. Penelitian ini dilakukan
dengan jenis penelitian observasional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data
dilakukan secara retrospektif menggunakan rekam medik periode Oktober -
Desember 2022. Interaksi obat HIV/AIDS dianalisis menggunakan aplikasi
drugs.com , Medscape dan buku Stockley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pasien dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 96 pasien (72,73%), rentang
usia terbanyak yaitu 36-45 tahun dengan 54 pasien (40,91%), penyakit penyerta
terbanyak adalah TBC dengan 58 pasien (48,74%), penggunaan jumlah obat
terbanyak yaitu 5 jumlah obat sebanyak 49 pasien (37,12%). Obat ARV yang paling
banyak digunakan yaitu Tenofovir 3 in 1 (TDF + 3TC + EFV) 67 pasien (50,76%),
obat non-ARV paling banyak yaitu golongan OAT 182 obat (52,45%). Terdapat
potensi interaksi obat pada 104 pasien (78,79%) dengan kasus terbanyak
lamivudine + Efavirenz 69 kasus. Level keparahan terbanyak moderate 252 kasus
(83,17%) dan mekanisme interaksi terbanyak farmakokinetik 301 kasus (99,34%)
Ferry Effendi; NITA FEBRIANI; Sofyan Ramani
2023 · Book · Open Access
Propionibacterium acnes adalah bakteri yang dapat menyebabkan jerawat melalui
peradangan kronis pada lapisan folikel pilosebasea disertai sumbatan dan
penumpukan bahan keratin. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan
metabolit sekunder ekstrak etanol 96% kulit jeruk lemon yang berfungsi sebagai
antibakteri, menentukan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes
dari ekstrak kulit jeruk lemon dan sediaan serum. Pengujian aktivitas antibakteri
menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak
mengandung flavonoid, fenolik, glikosida, saponin dan tritepenoid. Formulasi
serum ekstrak etanol kulit jeruk lemon dibuat dengan konsentrasi bervariasi 20%,
25% dan 30%. Zona hambat antibakteri yang diperoleh dengan konsentrasi terbaik
ada pada formula 30% adalah sediaan serum dengan nilai 14,40 mm dan ekstrak
kulit jeruk lemon dengan nilai 12,76 mm keduanya masuk dalam kategori kuat
karena >10 mm. Stabilitas fisik dilakukan pada semua formula sediaan serum dan
diuji dengan organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan
uji viskositas. Adapun formula yang stabil setelah uji stabilitas adalah formulasi 1
selama 12 hari pada suhu 4°C dan 40°C. Pada penelitian ini dapat diambil
kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol 96% kulit jeruk lemon
semakin tinggi diameter zona hambat. Analisis statistik menunjukkan bahwa
peningkatan konsentrasi ekstrak dalam efek formula adalah signifikan (p<0,05)
pada aktivitas antibakteri.