Antonius Padua Ratu; SILVIA MAKDALIVA ALMUNG; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Daun kelor dan daun stevia merupakan tanaman obat tradisional yang
secara empiris dimanfaatkan untuk dijadikan antibakteri alami sebagai alternatif pengganti bahan sintesis dalam mencegah infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman, mendapatkan sediaan obat kumur kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia, dan mendapakan nilai zona hambat sediaan obat kumur dari kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia dengan menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini dibuat dengan 6 formulasi dan 1 sediaan pembanding yaitu infusa daun kelor, infusa daun stevia,
kombinasi infusa daun kelor dan daun stevia perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1,
sediaan pembanding adalah obat kumur enkasari sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Pada penelitian ini masing-masing mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid dan tanin. Data diperoleh dari hasil uji organoleptis, uji pH, dan pengujian antibakteri dengan diukur zona hambat dari sediaan infusa. Hasil data antibakteri kontrol positif (19,58 mm), kontrol negatif (0 mm), infusa daun kelor (19,526 mm), infusa daun stevia (13,126 mm), kombinasi 1:1 (14,463 mm), kombinasi 1:3 (17,387 mm) dan kombinasi 3:1 (22,386 mm). Kandungan senyawa seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai antibakteri.
Dini Diyaningsih; NURUL AMALIA; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access
Gagal Ginjal (renal atau kidney failure) merupakan kasus penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara akut (kambuhan) maupun kronik (menahun). Gagal kronik gejala awalnya muncul secara bertahap biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga penurunan fungsi ginjal tersebut tidak sering dirasakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji ketepatan obat berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi, pada pasien rawat jalan penderita gagal
ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Data yang digunakan adalah data
rekam medik, dengan data yang diambil meliputi , usia, jenis kelamin dan jenis obat yang digunakan pada pasien rawat jalan penderita gagal ginjal kronik periode Januari – Maret 2022. Data dianalisis dengan menggunakan data deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang ketepatan penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik di RS. RST Dompet Dhuafa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang diambil sebanyak 103 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan
data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 55,3%, usia terbanyak 56-65 tahun 31,1%, berat badan terbanyak 51,60 kg 35%. Distribusi pasien berdasarkan diagnosis penyakit penyerta terbanyak yaitu penyakit hipertensi dengan persentase 72,82%. Evaluasi ketepatan pengobatan berdasarkan tepat pasien diperoleh hasil sebanyak 99%, pada tepat obat sebanyak 98%, pada tepat dosis diperoleh sebanyak 83%, dan tepat frekuensi sebanyak 99%.
Nanang Hermawan; Nanda Auzia; SITI MASRIAH
2025 · Book · Open Access
Kepuasan pasien merupakan kepuasan yang dirasakan pasien setelah menerima pelayanan. Kualitas pelayanan terdiri dari 5 dimensi yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti langsung. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien, analisis tingkat kepuasan pasien serta kualitas pelayanan yang diberikan di Poli Rawat Jalan Eksekutif Rumah Sakit Kartika Kasih Sukabumi. Desain penelitian menggunakan metode ServQual
pengukuran tingkat kepuasan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Jumlah sampel penelitian adalah 100 pasien dengan instrumen kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitas. Sosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 56%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 38%, pendidikan terbanyak perguruan tinggi 54%, dan pekerjaan
terbanyak pegawai swasta 35%. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI) dari lima dimensi kehandalan (80,73%) ketanggapan (80,47%), jaminan (81,19%) empati (79,77%), dan bukti langsung (81,94%). Hal-hal yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki pada kuadran I meliputi; kecepatan pelayanan terhadap pasien, obat tersedia dengan lengkap, petugas cepat tanggap terhadap keluhan pasien tentang obat atau
pengobatan, pasien mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dimengerti tentang pelayanan yang diberikan selama berobat di Poli Rawat Jalan Eksekutif, obat yang diberikan sesuai dengan resep, lokasi Poli Rawat Jalan Eksekutif mudah dijangkau.
ANISA EKA NOVALIANSI PUTRI; Nanang Hermawan; Siti mariam
2025 · Book · Open Access
Neuropati diabetik adalah salah satu komplikasi kronis yang paling sering ditemukan pada penderita diabetes melitus. Neuropati diabetik terjadi karena hiperglikemia serta dapat melukai saraf di seluruh tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran nyeri neuropati, lokasi nyeri dan perbedaan efektivitas penggunaan obat pregabalin dan gabapentin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien neuropati diabetik di instalasi rawat jalan RS BMC Mayapada Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale for Pain (NRS Pain), data sekunder diambil dari data rekam medis yaitu no. RM, profil penyakit dan awal peresepan pregabalin dan gabapentin. Kemudian data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan hasil disajikan dengan bentuk tabel atau grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada penggunaan pregabalin didapatkan penurunan
skala nyeri dengan rata-rata sebesar 0,87 dan pada penggunaan gabapentin didapatkan penurunan rata-rata sebesar 0,78. Pada hasil ujistatistik U-Mann-Whitney nilai P-value = 0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan adanya perbedaan efektivitas pregabalin dan gabapentin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien neuropati diabetik selama
2 minggu.
Ferry Effendi; Harry Noviardi; RISTI APRIYANI
2025 · Book · Open Access
Antioksidan adalah suatu zat yang berperan dalam penundaan atau perlambatan proses oksidasi molekul oleh oksidan sehingga dalam hal ini dapat mencegah terjadinya kerusakan organ atau jaringan akibat stress oksidatif. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) dan daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak tunggal
dan menentukan aktivitas antioksidan kombinasi dari ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan metode peredaman radikal bebas. Kombinasi ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dan daun sirih merah dengan perbandingan 1:1, 1:3 dan 3:1 dibuat deret konsentrasi 12,5; 50; 100; 200 dan 400 ppm lalu direaksikan dengan pelarut etanol dan DPPH, kemudian menggunakan spektrofotometri UV-Vis
untuk mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 517,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dan daun sirih merah memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan nilai IC50 sebesar 34,08 ppm dan daun sirih merah dengan nilai IC50 sebesar 17,04 ppm serta pada kombinasi dengan perbandingan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 21,40 ppm, 1:3 nilai IC50 sebesar 13,03
ppm dan pada 3:1 sebesar 26,01 ppm. Kesimpulan penelitian bahwa ekstrak kombinasi 1:3 memberikan aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
Antonius Padua Ratu; DIMAS SETYADI PUTRA; Harry Noviardi
2025 · Book · Open Access
Peradangan atau inflamasi adalah respons sistem kekebalan terhadap
rangsangan berbahaya, seperti patogen, sel yang rusak, senyawa beracun, atau
radiasi, dan bertindak dengan menghilangkan rangsangan yang merugikan dan
memulai proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendapatkan
senyawa kandidat obat dari senyawa alam kayu manis yang memiliki aktivitas
inhibitor protein pro inflamasi untuk pengobatan anti radang yang lebih baik dari
kontrol positif dengan toksisitas rendah; dan Menentukan nilai binding affinity dan
konstanta inhibisi serta analisis interaksi antara ligan ( kandidat senyawa potensial)
dengan reseptor. Metode penelitian ini dilakukan secara in silico dengan melakukan
penambatan molekuler untuk mengetahui nilai binding affinity serta perhitungan
konstanta inhibisi, yang kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery
Visualizer 2021 dan Pymol. Potensi senyawa uji dianalisis berdasarkan kriteria
Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakokinetik senyawa
tersebut. Setelah itu, dilakukan uji toksisitas melalui situs online ProTox-II. Dari
penelitian ini diperoleh 3 kandidat senyawa potensial sebagai antiinflmasi, yaitu
Procyanidin B1, Prosianidin B2, Prosianidin C1, dengan nilai binding affinity -11,4
kkal/mol, -11,5 kkal/mol, dan -13,4 kkal/mol. Semua senyawa tersebut memiliki afinitas ikatan yang lebih kecil dari pada Deksametason (-9,8 kkal/mol) sebagai ligan
pembanding.
Lilik Sulastri; Ni Wayan Sri Agustini; UCI LESTARI
2025 · Book · Open Access
Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis diatom yang dominan
di laut dan tumbuh subur diperairan sekitar pantai terutama setelah musim hujan.
Skeletonema costatum mempunyai potensi menghasilkan senyawa antibakteri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteriterbaik
dari ekstrak etanol 96%, n-heksana dan etil asetat mikroalga S.costatum terhadap
E.coli dan S.aureus dan identifikasi fraksi terbaik dari ekstrak mikroalga
S.costatum. S.costatum diekstraksi dengan etanol kemudian dipartisi dengan n-
heksana dan etil asetat. Masing-masing ekstrak diuji aktivitasnya hingga
diperoleh fraksi terbaik serta didentifikasi senyawa menggunakan GCMS. Hasil
pengukuran bahwa ekstrak etil asetat terbaik dalammenghambat E.coli dan
S.aureus dengan zona hambatsebesar 8,31 mm, 8,91mm, 9,9 mm dan 6,93 mm,
7,63 mm, 8,33 mm. Hasil Kromatografi kolom didapatkan 83 fraksi dan hasil
KLT didapatkan 11 fraksi hanya 2 fraksi yang menunjukan aktivitas antibakteri.
Dari hasil zona hambat antibakteri dipilih ekstrak etil asetat adalah fraksi 2 dan
fraksi 11 dianalisis dengan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan ekstrak etil asetat
pada fraksi 2 diduga mengandung senyawa Neophytadiene dengan kemiripan 95
% dan fraksi 11 diduga mengandung senyawa n-Hexadecanoid acid dengan
persantese kemiripan 99 %.
LIRA SUKMA DJUNIAR; Nanang Hermawan; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access
Bayam brazil (Althernanthera sisso) mengandung karetenoid, vitamin C,
vitamin K, vitamin B6, asam folat, zat besi, kalsium dalam jumlah tinggi dan
berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah fungsi neuronal dan
kognitif otak. Daun Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif alkaloid,
flavonoid, dan polifenol. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal
bebas, mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskular,
karsinogenik dan penyakit lainnya. Bayam brazil dan daun murbei dibuat dalam
bentuk ekstrak etanol 96% yang dimana metode yang digunakan adalah
peredaman radikal bebas dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl).
Tujuannya untuk melihat aktivitas antioksidan terbaik, diantara tunggal dan
kombinasinya yang nilai perbandinganya adalah (1:1), (1:3) dan (3:1) diantara
daun murbei dan bayam brazil. Pengujian direaksikan dimana sampel dan larutan
DPPH sebagai radikal bebas yang diinkubasi selama 30 menit dan dilihat nilai
absorbansinya dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa
ektrak kombinasi daun murbei dan bayam brazil menghasilkan aktivitas
antioksidan kategori sangat kuat yang dimana IC50 dari masing-masing
perbandingan berturut-turut (1:1) 12,78 ppm, (1:3) 6,37 ppm, (3:1) 8,29 ppm yang
menurut Molyneux berada di konsentrasi kurang dari 50 ppm. Begitupun dengan
ekstrak tunggalnya yang berada dikategori sangat kuat dengan nilai IC50 daun
murbei 6,70 ppm dan bayam brazil 4,98 ppm. Semakin tinggi konsentrasi sampel,
semakin besar kemampuan untuk menghambat radikal bebas dengan menurunnya
nilai absorbansi .
ANNISA SITI NURJANAH; Eem Masaenah; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
Fredy Arifta Nasel; Nanang Hermawan; TASYYA MUTIARA
2025 · Book · Open Access
Nyeri haid adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi
saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang
dapat disembuhkan dengan swamedikasi. Swamedikasi berarti mengobati segala
keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat sederhana yang dibeli bebas di apotik atau
toko obat, atas inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi swamedikasi nyeri haid, gambaran tingkat
pengetahuan, gambaran perilaku, dan hubungan tingkat pengetahuan dengan
perilaku swamedikasi nyeri haid pada siswi SMK Insan Medika Kota Depok.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross
sectional dengan pendekatan prospektif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan
Februari – Mei tahun 2023. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Insan Medika
Kota Depok. Alat ukur berupa kuesioner, dengan jumlah sampel 85 secara Purposive
Sampling. Responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu siswi yang mengalami
nyeri haid dan pernah melakukan swamedikasi nyeri haid. Hasil penelitian
menunjukan sosiodemografi: usia paling banyak yaitu kategori remaja awal (12-16
tahun) sebesar 64,71%, kelas dengan responden terbanyak kelas X sebesar
(52,94%), gambaran tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebesar(85,88%), dan
gambaran perilaku dengan kategori perilaku cukup baik sebesar (82,35%).
Pengujian hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku menggunakan uji chi-square
diperoleh hasil signifikansi dengan nilai p-value yaitu sebesar 0,791 dimana p –
Value > α (0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri haid.
Eem Masaenah; Triyani Sumiati; ULFA MAIDA
2025 · Book · Open Access
Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umum yang mempunyai
sifat antioksidan, namun pemanfaatannya masih jarang.Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% umbi bit merah (Beta
vulgaris L.) sebagai sediaan body gel dan mengevaluasi aktivitas antioksidan.
Umbi bit merah diekstrasi dengan etanol 70%. Pengukuran aktivitas antioksidan
dilakukan dengan metode DPPH dan dianalisis menggunakan spektrofotometri
UV-Vis dengan panjang gelombang 515,5 nm. Hasil penelitian umbi bit merah
mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid. Pada hasil uji aktivitas
aktioksidan pada esktrak umbi bit menunjukkan nilai IC50 74.43 μg/mL. aktivitas
sediaan body gel diformulasikan dengan memvariasikan ekstrak etanol 70%
dengan variasi 5% (F1), 7,5% (F2) dan 10% (f3). Aktivitas antioksidan sediaan
body gelmenunjukkan nilai IC50 masing-masing 8267.02 (F1), 5275.12 (F2),
2608.03 (F3). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol 70%,
umbi bit merah dapat diformulasikan menjadi sediaan body gel namun aktivitas
antioksidan tergolong kategori lemah.
Helena Mei Riawati; SHENY SHAFIRA; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama
kematian. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140
mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran
dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup tenang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian obat dengan keberhasilan terapi
menurut JNC VIII di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor. Penelitian ini
menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional dengan pengambilan data
retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 64 pasien hipertensi di Klinik Denti Sari
periode Juli-Agustus 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total
Sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan terbanyak (71,90%), rentang usia
terbanyak 55-65 tahun (50%), penggunaan amlodipin 5 mg terbanyak (62,5%),
kesesuaian terapi obat sebanyak (75%) dan keberhasilan terapi obat sebanyak
(67,20%) .Hasil analisis didapatkan ( nilai P-Value = 0,000). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kesesuaian
dengan keberhasilan terapi yang ditandai dengan P-Value = 0,000.
Nanang Hermawan; Ria Puspita Wardhani; WAHYUNI PERMATASARI
2025 · Book · Open Access
Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei,
yang penularannya terjadi secara kontak langsung. Penyakit skabies umumnya
menyerang individu yang hidup berkelompok seperti asrama dan pesantren.
Prevalensi skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor terlihat meningkat
pada Tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau
tidaknya hubungan perilaku santri putra terhadap kejadian skabies di Pondok
Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung. Penelitian ini menggunakan
metode deskripstif untuk melihat hubungan perilaku santri putra terhadap
kejadian skabies di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor . Total populasi 933
santri putra. 300 santri putra sebagai sampel diambil berdasarkan rumus Slovin.
Analisis data menggunakan metode Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawacara mulai dari
kebiasaan mandi,kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur dan kebersihan
pakaian. Kesimpulan dari penelitian ini meliputi sosiodemografi santri, distribusi
frekuensi dan terdapat hubungan perilaku santri terhadap kejadian skabies di
Pondok Pesantren Darul Muttaqien Kecamatan Parung dengan nilai p value yaitu
sebesar 0,032 dimana p < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna
antara perilaku terhadap kejadian skabies.
KHOERUNISA; Karuma Barza Afida; Putri Marani Permata Sari
2025 · Book · Open Access
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular melalui udara yang disebabkan
mikroogranisme Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang pada hampir
seluruh bagian dalam tubuh seperti kelenjar di leher, kulit, tulang, ginjal, nodus
limfe, selaput otak dan organ tubuh lainnya. Media leaflet bisa membantu publik
menerima informasi lebih mudah, membangun komunikasi dalam upaya
mendukung keberhasilan program pengobatan dan pencegahan TB paru. Tujuan
penelitian untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan leaflet terhadap
tingkat pengetahuan pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang. Penelitian ini
menggunakan penelitian kuantitatif observasional yang besifat prospektif. Teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden
55 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner. Analisis data
menggunakan metode Wilcoxon dengan taraf signifikansi 0,05. Kesimpulan dari
penelitian ini menunjukan terdapat perpedaan signifikan antara tingkat
pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan menggunakan media leaflet
dilihat dari nilai p value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
edukasi kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan
pasien TB Paru di Puskesmas Leuwiliang.
ASTARI HAMID; Febi Ishfahani; Pritha Listya Anggraini
2025 · Book · Open Access
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
Abdul Hafidz; MOKHAMAD ALWAN RAKHDIYANSYAH; Sofyan Ramani
2025 · Book · Open Access
Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi
untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan
pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu
dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu
industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow
proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi
5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif.
Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran
ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di
gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase
kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu
sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang
mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan
Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini,
penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat
generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan
perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area
penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu
100 Lux.
Iryan Desti; Nanang Hermawan; VINANDA ARLIANI
2025 · Book · Open Access
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan
meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap.
Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode
ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis
(IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian
antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian
adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang
telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%,
pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%.
Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas
dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%),
jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan
harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan
dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan
(95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara
harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan
dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20),
dan daya tanggap (-1,17).
Binar Nursanti; EGI SAPIKI; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access
Insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit
Karya Bhakti Pratiwi dapat terjadi karena beban kerja yang tinggi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja petugas farmasi yang dapat
mengakibatkan insiden di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti
Pratiwi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur berupa data
sekunder yaitu menggunakan dokumen Sumber Daya Manusia dan dokumen
Komite Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi. Data dianalisis
menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil
penelitian menunjukan kebutuhan petugas farmasi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan
Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi berdasarkan metode Analisis Beban Kerja
Kesehatan (ABK Kes) diperoleh hasil kebutuhan yaitu 19 orang sedangkan petugas
yang tersedia yaitu 14 orang. Hasil penelitian patient safety Kejadian Nyaris Cedera
(KNC) terjadi sebanyak 2 insiden dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) terjadi
sebanyak 1 insiden.
EVI TRI RAHMAYANTI; Ferry Effendi; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk
pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid.
Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan
hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh
SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari
daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan
aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada
penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat
dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam
yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji
fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas
antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol
infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas
Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97
sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L
berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin,
saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g.
Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan
total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha
daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.
Karuma Barza Afida; RESTU ROBY ISLAMIATY; Rita Kartikawati
2025 · Book · Open Access
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.