Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 21 dari 125

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DIPLOMA TIGA STTIF BOGOR MENGENAI SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

ERMA PERMATASARI; Karuma Barza Afida; M. Kenli Kendi Tampoliu
2025 · Book · Open Access

Suplemen kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mengenai suplemen kesehatan pada masa pandemi Covid-19 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 107 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi pada mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak jenis kelamin perempuan sebesar 75,70%, usia terbanyak remaja akhir sebesar 82,24%, pekerjaan disamping sebagai mahasiswa terbanyak sebagai asisten tenaga kesehatan sebesar 98,13%, tahun masuk STTIF Bogor terbanyak pada tahun 2019 sebesar 38,32%, riwayat penyakit Covid-19 sebagai penyintas Covid-19 sebesar 57,01%. Mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mempunyai pengetahuan baik sebesar 77,57%, cukup sebesar 8,41% dan kurang sebesar 14,02%. Sikap positif sebesar 74,77% dan sikap negatif sebesar 25,23%.

EVALUASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT JERUK MANIS (Citrussinensis L) KOMBINASI DENGAN SARI LIDAH BUAYA (Aloe vera L)

ALVINA FIRLI ANISA; Halimatussa’diyah; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Masker peel-off merupakan masker gel yaitu penggunaannya mudah, tidak perlu dibilas dan mudah diangkat. Dalam kulit jeruk mengandung minyak atsiri dan vitamain C yang memberi efek baik pada kulit wajah. Lidah buaya dimanfaatkan untuk kosmetika sebagai pelembab kulit wajah. Penelitian ini bertujuan membuat formulasi dan mengevaluasi ekstrak dari kulit jeruk manis (Citrus sinensis) kombinasi dengan sari lidah buaya (Aloe vera) dapat dalam bentuk sediaan maskeriigel peel off dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Metode yang digunakan untuk kulit jeruk manis adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, lidah buaya yang dipotong dan diblender lalu diperas, kemudian dilanjutkan membuat sediaan formulasi masker gel peel off, pengujian terhadap sediaan yang dibuat meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji dayaiisebar,uji waktu mengering, uji iritasi. Hasil penelitian sediaan masker gel peel off untuk uji organoleptis menunjukkan adanya warna coklat tua dan berbau khas perpaduan antara ekstrak kulit jeruk maniis dan lidah buaya, nilai uji pH menunjukkan 5,77 sampai 6,64. Uji daya sebar sediaan yang dihasilkan 7,0 sampai 7,5cm, uji waktu kering pada sediaan menunjukkan 8-12 menit, dan pada uji iritasi terhadap 20 orang sukarelawan hasilnya tidak ada yang mengiritasi pada kulit.

GAMBARAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DI LINGKUNGAN RW 05 KELURAHAN KARADENAN CIBINONG BOGOR

DWIPHIA APRILIYANTHI; M. Kenli Kendi Tampoliu; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Demam Berdarah merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue tipe 1-4. Virus ini lebih dominan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jumlah kasus Demam Berdarah di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan Rw 05 Kelurahan Cibinong Kabupaten Bogor berdasarkan karakteristik responden. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode sample random sampling dengan jumlah sample 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisis univariate. Hasil dari 100 orang karakteristik diantaranya mayoritas responden berumur 36-45 tahun sebesar 37%, berjenis kelamin perempuan berjumlah 57%, pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) 49%, pekerjaan karyawan swasta 43%. Hasil penilitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik (76,48%) sebesar 54%.

GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN CILANGKAP KECAMATAN TAPOS KOTA DEPOK PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2023

AHMAD MIFTAHUL KHOER; M. Kenli Kendi Tampoliu; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Pengetahuan seseorang tentang penyakit hipertensi meliputi penyebabnya, gejala yang menyertainya dan pentingnya melakukan pengobatan yang teratur dan terus menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya jika tidak minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat, hasil penelitian bahwa dari 100 responden berdasarkan sosiodemografi diantaranya mayoritas responden berumur 17- 25 tahun (33%) dengan jenis kelamin perempuan (58%), pendidikan SMA (48%), pekerjaan karyawan swasta (49%) dan tingkat penghasilan lebih besar dari Rp. UMK Kota Depok (57%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa total keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik mengenai penyakit hipertensi (79,5%).

PERBANDINGAN TINGKAT MINAT KONSUMEN TERHADAP OBAT GENERIK DAN GENERIK BERMEREK DALAM SWAMEDIKASI DI APOTEK KEMANG FARMА BOGOR

EKA INDRIYANTI PUTRI; Irdawati; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

ingkat minat merujuk pada keinginan yang timbul di dalam diri seseorang sebelum melakukan pembelian terhadap suatu produk atau layanan, yang dipertimbangkan secara seksama sebelum proses pembelian dimulai. Obat generik merupakan obat yang menggunakan nama sesuai dengan International Nonproprietary Names Modified yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sementara itu, obat generik bermerek ialah obat yang memiliki nama merek dagang yang mengandung zat aktif dengan rute pemberian, komposisi, kekuatan, bentuk sediaan, indikasi, dan dosis yang sama dengan obat asli yang telah disetujui di Indonesia.Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan generik bermerek dalam swamedikasi. Metode pada penelitian ini ialah kuantitatif dengan menggunakan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil penelitian diperoleh 90 responden dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan 58,89%, usia terbanyak yaitu remaja akhir dan dewasa awal dengan persentase 40,0% serta pendidikan terbanyak yaitu SMA/sederajat atau 60%, dan tingkat minat konsumen terhadap obat generik paling banyak yaitu dengan kategori tingkat minat cukup berarti (17-49%) sebanyak 31,1% responden, sedangkan pada generik bermerek tingkat minat paling banyak yaitu kategori tinggi atau kuat (50-80%) sebanyak 63,3% responden. Adapun perbandingan tingkat minat obat generik dalam swamedikasi sebanyak 24,76% dan generik bermerek sebanyak 75,24%. Hasil dari uji man-whitney menujukan terdapat perbedaan tingkat minat konsumen terhadap obat generik dan generik bermerek dalam swamedikasi di Apotek Kemang Farma Bogor bulan Desember 2023 dengan hasil p value sebesar 0,00 (<0,005).

KOMBINASI SEDUHAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL SECARA IN VITRO

Eem Masaenah; Lilik Sulastri; MUHAMMAD AGUNG ISMATULLAH
2025 · Book · Open Access

Kolesterol merupakan suatu alkohol steroid atau sterol utama yang tersebar luas di dalam semua sel tubuh khususnya pada jaringan saraf, dimana berperan penting sebagai pembentuk membran plasma, vitamin D, dan asam empedu. Beberapa tumbuhan seperti daun salam dan daun stevia dinilai tepat sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik dari seduhan teh daun salam (Syzygium polyanthum (Wight.)Walp) dan daun stevia (Stevia rebaudiana) dalam menghambat pembentukan kolesterol baik secara tunggal atau kombinasi. Pengujian aktivitas antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada  670 nm, nilai absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Sampel diperoleh dengan metode seduhan. Kandungan fitokimia pada daun salam antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Tanin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Sedangkan untuk daun stevia antara lain senyawa Alkaloid pereaksi Mayer dan Dragendorff, Saponin, Fenol, Flavonoid, Triterpenoid, dan Steroid. Hasil penelitian aktivitas antikolesterol yang diperoleh dari nilai IC50 seduhan tunggal daun salam dan daun stevia sebesar 85,15ppm dan 100,2ppm. Sedangkan kombinasi terbaik dalam perbandingan masing-masing 1 :1, 1:3, dan 3:1 terdapat pada kombinasi daun salam dan daun stevia 1:1 dengan nilai IC50 sebesar 60,8ppm.

PENGARUH SUPLEMENTASI TABURIA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DESA LEMAH DUHUR WILAYAH KERJA PUSKESMAS CARINGIN, KABUPATEN BOGOR

ANNISA ILLAHI; Eem Masaenah; Nanang Hermawan
2025 · Book · Open Access

Stunting adalah kondisi gangguan tumbuh kembang pada anak yang diakibatkan oleh kekurangan nutrisi, infeksi, atau terbatasnya stimulasi yang mencukupi. Jika seorang anak kekurangan vitamin dan mineral,dapat menyebabkan cepat sakit dan pertumbuhannya melambat. Suplementasi vitamin dan mineral dalam penelitian ini berupa taburia. Taburia yaitu suplemen mikronutrien yang terdiri dari 12 jenis vitamin dan 4 jenis mineral. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh suplementasi taburia terhadap kejadian stunting di Desa Lemah Duhur Wilayah Kerja Puskesmas Caringin, Kabupaten Bogor. Desain pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control periode Desember 2023 – Februari 2024. Data primer diperoleh langsung dari kegiatan posyandu. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan 68 balita yaitu 34 anak kasus stunting dan 34 anak sebagai kontrol (tidak stunting). Pada hasil uji regresi logistik p-value = 0,000 < α = 0,05, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara suplementasi taburia dengan kejadian stunting. Nilai Exp(B) 0,000007 yang menunjukkan pengaruh suplementasi taburia memberikan pengaruh sebanyak 0,000007 kali terhadap kejadian stunting.

PERBEDAAN SELISIH PENURUNAN SKOR WOMAC PADA TERAPI ANTINYERI PASIEN OSTEOARTRITIS DI RUMAH SAKIT MULIA PAJAJARAN BOGOR

Febi Ishfahani; MAULIDINA YULIASTRI; Nuryanti
2025 · Book · Open Access

Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif progresif, tidak teratur, yang disebabkan oleh kerusakan biokimia pada tulang rawan artikular (tulang rawan hialin) lutut.Penyakit ini ditandai dengan degenerasi tulang rawan artikular dan terbentuknya tulang baru (osteofit) di ujung sendi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis di Rumah Sakit Pajajaran Bogor dan mengetahui perbedaan penurunan skor WOMAC dengan pemberian obat antinyeri. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Kuesioner dan rekam medis akan digunakan sebagai bahan evaluasi. Sebanyak 91 responden diwawancarai dengan menggunakan metodologi survei sumatif. Berdasarkan pertimbangan tersebut, mayoritas responden yang mengikuti survei Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) berusia 65 tahun ke atas (47,25%) dan berjenis kelamin perempuan (78,02%). Skor keparahan osteoartritis tertinggi adalah grade 3 (38,46%) dengan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga (51,65%), oat antinyeri yang paling direkomendasikan adalah meloxicam (41,76%), dan skor standar survei WOMAC yang diperoleh setelah pengobatan dengan obat adalah “sedang” (73,63%). Standar setelah pengobatan adalah “ringan” (84,62%). Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis untuk perbedaan penurunan skor kuesioner WOMAC ditentukan nilai kritis sebesar 0,537 (>0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan efikasi yang signifikan antara terapi obat antinyeri pada pasien penderita osteoartritis di Rumah Sakit Mulia Pajajaran Bogor.

FORMULASI STABILITAS SEDIAAN LOTION ACNE EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas (L) ) SEBAGAI ANTI BAKTERI Propionibacterium acne DAN Staphylococcus epidermidis

ELMA MARLINA; Harry Noviardi; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Jarak pagar (Jatropha curcas L) telah banyak digunakan masyarakat luas untuk dijadikan tanaman berkhasiat bagi kesehatan. Senyawa bersifat antibakteri, sehingga daun jarak pagar ini dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa fitokimia dan aktivitas antibakteri. Ekstrak daun jarak pagar diformulasikan dalam sediaan lotion untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne, Stoplycocccus epidermidis dengan 3 konsentrasi 10,15 dan 20%. Metode penelitian menggunakan difusi cakram, hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun jarak pagar mengandung flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, fenol. Hasil penelitian aktivitas bakteri Propionibacterium acne pada esktrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L) memiliki daya hambat 9,23 mm, 11,13 mm dan bakteri Stoplycocccus epidermidis memiliki daya hambat 5,6 mm, 10,83 mm, 12,7 mm. Sediaan lotion esktrak daun jarak pagar pada formula 1 memiliki daya hambat 19,89 mm, formula 2 21,46 mm, formula 3 memiliki daya hamba 19,74 mm, formula 2 memiliki zona hambat paling besar dan lanjut untuk diujimutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas). Hasil evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan lotion memenuhi syarat mutu fisik yaitu berwarna coklat kehijauan, aroma khas ekstrak, tekstur lotion, homogen, pH 6.Hasil analisa menunjukan bahwa data normal dan homogen, dilakukan uji One Way ANOVA. Hasil uji One Way Anova diperoleh (p<0,05) yang menunjukan semua sample memiliki perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas zona hambat paling terbaik pada formula F2.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI REBUSAN DAUN BIDARA PUTSA (Ziziphus mauritiana Lam.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

ALISE BELSE LUTURMAS; Eem Masaenah; Sitaresmi Yuningtyas
2025 · Book · Open Access

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan membahayakan kesehatan manusia dan hewan yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Bidara putsa (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui golongan metabolit sekunder dalam rebusan daun bidara putsa yang ditetapkan melalui uji fitokimia serta mengetahui aktivitas antibakteri dari rebusan daun bidara putsa terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 30% (%b/v) diekstraksi dengan cara perebusan pada suhu 90oC selama 15 menit dan ditentukan golongan senyawa fitokimia secara kualitatif. Selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Metabolit sekunder yang terkandung dalam rebusan daun bidara putsa konsentrasi 30% adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun bidara putsa dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas terbaik dengan diameter zona hambat 13,22 mm. Namun, aktivitas antibakteri rebusan daun bidara putsa 30% masih rendah dan berbeda nyata (α<0,05) dengan kontrol positif kloramfenikol 0,1%. Berdasarkan diameter zona hambat tersebut dapat disimpulkan bahwa rebusan daun bidara putsa memiliki potensi untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus.

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK PENDERITA ISPA DI KLINIK AL-BAROKAH BOGOR PERIODE FEBRUARI – JULI 2023

ALYA NABILA JAYADI; NIko Rupoko Putro; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas meliputi rhinitis, sinusitis, otitis media, faringitis, laringitis, dan tonsilitis. Balita dan anak-anak paling rentan terkena ISPA. Tingginya prevalensi penyakit ISPA berdampak pada peresepan dan konsumsi antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita ISPA meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien anak dengan usia 0 – 11 tahun yang terdiagnosis ISPA dan mendapatkan terapi antibiotik di Klinik Al- Barokah Bogor periode Februari - Juli 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel 81 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 46 pasien (56,8%), rentang usia 0 - 5 tahun 44 pasien (54,3%), rentang berat badan (BB) 14-30 kg 55 pasien (67,90%), dan jenis ISPA faringitis 31 pasien (38,3%). Antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu amoxicillin 71 pasien (87,70%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi 81 (100%), tepat obat 81 (100%), tepat pasien 81 (100%), tepat dosis 63 (77,8%), tepat frekuensi 80 (98,80%), dan tepat lama pemberian 18 (22,2%).

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

DEA YUSPITA OCTAVIA; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000 sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan (96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan, Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.

HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN TERAPI PASIEN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENDERITA ASMA DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

NADYA FADILAH AZZAHRA; Rio Julyo; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Asma merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi fungsi penderitanya baik dari gejala, keterbatasan aktivitas, gangguan tidur dan fungsi emosi, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas hidup pasien penderita asma dan hubungan antara karakteristik pasien dan terapi asma yang digunakan dengan kualitas hidup pasien penderita asma di Rumah Sakit Islam Bogor. Metode penelitian menggunakan cross sectional yang bersifat observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ), dan penelusuran rekam medis sebanyak 53 pasien asma yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil penelitian menunjukkan gambaran karakteristik terbanyak pasien berusia 46-55 tahun 30%, jenis kelamin perempuan 77%, pekerjaan IRT 47%, durasi asma >10 tahun 47%, tidak ada riwayat keluarga 57%. Terapi obat asma terbanyak digunakan Agonis β-2 adrenergik, Kortikosteroid dan Metilxantin 41%. Gambaran kualitas hidup pasien asma sebesar 62,26% kurang baik dan 37,74% baik. Berdasarkan hasil uji Chi-Square terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik jenis kelamin dengan kualitas hidup pasien penderita asma nilai p-value < 0,05, sedangkan untuk karakterstik pasien (usia, pekerjaan, durasi asma, riwayat keluarga, riwayat alergi) tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p-value > 0,05. Untuk hubungan terapi asma dengan kualitas hidup tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p-value > 0,05.

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KULTUR JAMUR ENDOFIT KKBT-2.1 DARI TANAMAN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

Andria Agusta; Lilik Sulastri; NISYA SAPUTRIYANTI
2025 · Book · Open Access

Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan tanaman hidup yang sehat serta dapat menghasilkan senyawa aktif dengan aktivitas beragam termasuk senyawa antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa bioaktif dan pengujian aktivitas antioksidan dan antibakteri isolat murni jamur endofit KKBT-2.1 dari tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fermentasi jamur endofit, ekstraksi, isolasi, uji aktivitas antioksidan dan uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kultivasi jamur endofit KKBT-2.1 pada medium GYP (14 L) secara statis menghasilkan 12.685 mg ekstrak etil asetat. Isolasi ekstrak etil asetat secara kromatografi kolom sephadex LH-20 menghasilkan 9 fraksi (F1 – F9). Pemurnian F5 menggunakan kolom silika gel menghasilkan F5.6.8 yang memiliki aktivitas dalam meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 17,20 ± 0,71 μg/mL dan nilai AAI sebesar 3,58 ± 0,14. Dipihak lain fraksi 5.6.8 memiliki aktivitas antibakteri lemah dengan nilai KHM 512 μg/mL terhadap E.coli sedangkan KHM terhadap S.aureus sebesar 512 μg/mL.

ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DALAM PELAYANAN RESEP TUNAI DI APOTEK KIMIA FARMA 8 SUKABUMI

Elin Karlina; Fredy Arifta Nasel; MUHAMAD RIZKY FEBRIANSYAH
2025 · Book · Open Access

Kepuasan pelanggan memegang peranan penting dalam kelancaran suatu bisnis dan mempengaruhi strategi bisnis, dengan cara mengukur nilai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Ketika kualitas pelayanan melebihi harapan, tentu akan menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pelayanan resep tunai merupakan bagian pelayanan kefarmasian di Apotek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan yang akan diprioritaskan dalam perbaikan pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma 8 Sukabumi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian sebanyak 95 pelanggan yang merupakan pasien atau keluarga pasien secara purposive sampling yang memuat kriteria inklusi dan ekslusi. Metode yang digunakan yaitu Servqual (Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis). Gambaran sosiodemografi berdasarkan usia 36-45 tahun yaitu dewasa akhir (36%), jenis kelamin perempuan (55%), pekerjaan swasta (56%), pendidikan SMA/SMK (66%). Hasil berdasarkan rata-rata metode Servqual kelima dimensi kualitas pelayanan menunjukan tingkat kepuasan pelanggan sangat puas (84,13). Berdasarkan metode IPA, prioritas perbaikan berada di kuadran I pada atribut P12 “Obat yang dibutuhkan pelanggan tersedia diapotek” (bagian dimensi Assurance) dan atribut P16 “Petugas melakukan 3S Senyum, Sapa, Salam” (bagian dimensi Empathy).

HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM SWAMEDIKASI OBAT DEMAM ANAK DI RW 005 DESA SALABENDA KABUPATEN BOGOR

FITRI JAYANTI; Febi Ishfahani; Muhammad Afqary
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi adalah upaya menjaga kesehatan dan salah satu penyakit yang dapat di swamedikasi adalah demam. Demam merupakan penyakit yang sering dialami terutama pada anak. Tidak terlepas dari pengaruh media sosial akses informasi pengobatan dapat menyebabkan terjadinya kesalahan jika tidak dibekali pengetahuan yang cukup, sehingga masyarakat terutama ibu harus memiliki pengetahuan yang baik dalam swamedikasi demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam anak di RW 005 Desa Salabenda Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini adalah prospektif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Dari jumlah populasi sebanyak 278 dengan teknik Cluster random sampling didapat sampel sebanyak 74 responden. Hasil Penelitian didapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (45,9%), pendidikan SMA/SMK (41,9%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (68,9%). Tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi demam menunjukan presentase cukup baik yaitu 48,6 % dan tingkat keterpaparan media sosial menujukan 93,2 % ibu terpapar media sosial. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dengan nilai signifikansi 0,261 (>0,05) maka dapat tidak ada hubungan signifikan antara paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam pada anak.

KESESUAIAN TERAPI INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PASIEN HIV/AIDS DI RUMAH SAKIT dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

ANISA WIJAYANTI; Euis Pujasari Hardjadipura; Siti Mariam
2025 · Book · Open Access

Penyakit infeksi yang menyebabkan kematian salah satunya ialah infeksi yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Apabila sel limfosit T-helper rusak menyebabkan imun tubuh manusia menjadi lemah. Infeksi oportunistik (IO) adalah infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan tubuh. IO dapat menyebabkan kematian lebih dari 90% pasien HIV/AIDS. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan terapi infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari – Desember 2023. Metode yang digunakan observasional yang bersifat deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Adapun data yang diteliti diantaranya data sosiodemografi (umur dan jenis kelamin), data infeksi oportunistik, data pengobatan, dan penatalaksanaan terapi infeksi oportunistik. Penelitian ini memiliki manfaat untuk lebih mengetahui kesesuaian terapi obat infeksi oportunistik dari penyakit HIV/AIDS. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 130 pasien HIV/AIDS rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari - Desember 2023 dapat disimpulkan bahwa pasien HIV/AIDS terbanyak adalah laki-laki 101 pasien (78%) sedangkan perempuan 29 pasien (22%) semua dalam rentang usia 26-35 tahun. Terapi obat infeksi oportunistik yang banyak digunakan oleh pasien HIV/AIDS yaitu antibiotik (56%). Jenis infeksi oportunistik terbanyak adalah Isosporiasis 54 pasien (37,76%), Kandidiasis 50 pasien (34,97%), Toxoplamosis 24 pasien (16,78%) dan Pneumonia 15 pasien (10,49%).

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

Eem Masaenah; NADIA RAMADANTI WAHYUDIN; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI RW 04 KAMPUNG MANGGIS DRAMAGA KABUPATEN BOGOR

Antonius Padua Ratu; DINI INDAH WULANDARI; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access

Penggunaan obat tradisional semakin berkembang di dunia, baik digunakan sebagai terapi alternatif maupun terapi utama pengobatan. Tingginya penggunaan obat tradisional ditunjukan pada fenomena COVID-19, kecenderungan masyarakat memilih pengobatan tergantung pada kepercayaan itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dengan tingkat kepercayaan dan pengalaman masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional. Jenis penelitian observasional menggunakan desain Cross Sectional dilakukan di RW 04 Kampung Manggis Dramaga Kabupaten Bogor menggunakan alat bantu kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara Stratified Proportional Random Sampling terhadap 110 orang dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis statistika Somers’d dan Cramer’s V. Hasil analisis sosiodemografi yaitu mayoritas responden dengan usia 36-45 tahun (30,0%), jenis kelamin laki-laki dan perempuan (50%), pendidikan akhir SMA (50,9%), pekerjaan ibu rumah tangga (40,9%), dan pendapatan rendah < 3.000.000 (68,2%). Tingkat kepercayaan terhadap obat tradisional sebanyak 67 orang (60,9%) responden percaya dan mayoritas responden memiliki pengalaman menggunakan obat tradisional (94,5%). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara sosiodemografi usia dengan tingkat kepercayaan (p-value = 0,015 < 0,05), sedangkan sosiodemografi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan tidak ada hubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan dan terdapat hubungan signifikan pengalaman menggunakan obat tradisonal dengan Tingkat kepercayaan (p-value = 0,000 < 0,05).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM EKSTRAK ETANOL 70% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.)

Eem Masaenah; TITI HIDAYATI; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Selain mengandung antioksidan bonggol nanas memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi menjaga kesehatan kulit dan memperbaiki sel kulit yang rusak dan menutrisi kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode yang dilakukan adalah memformulasikan ekstrak etanol 70% bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam bentuk sediaan serum dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menjadi sdiaan sediaan serum dan menguji aktivitas antioksidannya. Evaluasi sediaan serum meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pengukuran daya sebar, pH, viskositas, daya lekat, dan uji kesukaan . pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian, formula dengan konsentrasi 5%, dan 10%, berturut- turut memiliki nilai IC50 sebesar 311,5 ppm dan 263,33 ppm, yang tergolong antioksidan yang sangat lemah sedangkan formulasi serum dengan konsentrasi 15% memiliki nilai IC50 sebesar 177,42 ppm yang tergolong antioksidan yang lemah namun semua konsentrasi formula memiliki nilai mutu fisik yang memenuhi syarat sediaan serum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak bonggol nanas dapat dijadikan sediaan serum dengan formula yang mengandung gelling agent Carbopol P940 namun memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.