Euis Pudjasari Hardjadipura; Muhammad Luth Pratama; WIDYA AGUSTIN
2025 · Book · Open Access
Penyimpanan obat tidak daat dipisahkan dari seluruh operasional kefarmasian bak
apotek rumah sakit atau apotek komunitas. Penyimpanana adalah suatu kegiatan
menyimpan dan memelihara obat yang diterima pada tempat yang dianggap aman
dan dapat menjaga mutu obat. Apotek Kimia Farma Juanda merupakan salah satu
apotek besar dan cukup ramai di kota Bogor dengan beragam obat yang
disediakan yang tentunya penyimpan obatnya perlu diperhatikan. Penelitian ini
memiliki tujuan untuk mengetahui cara penyimpanan obat dan kesesuaian cara
penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda berdasarkan Permenkes No. 73
Tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan metode observasi kemudian hasilnya
dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Apotek Kimia
Farma Juanda Bogor telah memenuhi cara penyimpanan obat berdasarkan data
ceklist Permenkes No. 73 Tahun 2016. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah 100 %
sesuai dan memenuhi atuaran yang tercantum dalan Peraturan Menteri Kesehatan
No. 73 Tahun 2016.
Ajat Sudrajat; Karuma Barza Afida; RITA SUGIARTO
2025 · Book · Open Access
Kepuasan pelanggan merupakan perasaan puas atau kecewa seorang pelanggan
terhadap pelayanan setelah membandingkan persepsi atau kesannya terhadap
kinerja atau hasil suatu kulaitas produk dan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran sosiodemografi pelanggan meliputi: usia, jenis kelamin,
pendidikan, pekerjaan, pendapatan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor,
dan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan
di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor berdasarkan 5 dimensi. Penelitian
menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non
eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data
secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Uji gambaran
tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dianalisis menggunakan SPSS 26.
Sosiodemografi pelanggan di Apotek Amira usia terbanyak 26-35 tahun (32,0%),
jenis kelamin terbanyak perempuan (59,0%), pendidikan terakhir terbanyak
SD/Sederajat (30,0%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (30,0%), dan
pendapatan terbanyak kurang dari Rp. 1.500.000 (40,0%). Hasil penelitian didapat
tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti
fisik dikategorikan tinggi (100,0%), keandalan dikategorikan tinggi (100,0%),
ketanggapan dikategorikan tinggi (100,0%), jaminan dikategorikan tinggi
(100,0%), empati dikategorikan tinggi (100,0%).
Andry Dwi Cahya; Binar Nursanti; SITI NURYANTI
2025 · Book · Open Access
Pengelolahan vaksin yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan
kerusakan vaksin dan mengurangi potensinya. Kegagalan rantai distribusi atau
penyimpanan vaksin pada suhu yang tidak sesuai adalah salah satu dari banyak
penyebab masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan
kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri
Bogor sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021.
Dengan menggunakan metode penelitian cross-sectional, penelitian observasional
deskriptif ini narasumber di wawancarai melalui kuesioner dari lembar checklist
dan observasi secara langsung. Sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan di
ruang gudang farmasi, instalasi farmasi dan poliklinik. Tiga indikator menunjukkan
kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di RSIA Pasutri Bogor. Yaitu
Indikator kegiatan distribusi vaksin, keadaan lemari es dan pemeliharaan rantai
dingin (cold chain) yang berada dalam kategori baik dan sangat baik dengan
presentase antara 80 % - 100 %. Namun demikian, masih ada kekurangan. seperti
petugas yang tidak memiliki pelatihan yang cukup, peralatan yang tidak memadai,
pencatatan yang tidak lengkap, dan ruang yang tidak memadai. Kemudian, tidak
ada laporan atau catatan yang menunjukkan bahwa setiap orang yang bertanggung
jawab telah melakukan distribusi dan penyimpanan vaksin. Kesimpulan yang
diperoleh dari gambaran kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi
farmasi RSIA Pasutri Bogor sudah sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di
Fasyankes tahun 2021.
Binar Nursanti; Kelistiana Duha; SITA KRISTIANA PURBA
2025 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi,
dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut
World Health Organization (WHO, 2023) lebih dari 30% populasi pada orang
dewasa di seluruh dunia mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat gambaran kesesuaian pemberian terapi obat antihipertensi di Klinik Pelita
Sehat Pomad berdasarkan standar (JNC) VIII berdasarkan sosiodemografi pasien
berdasarkan usia dan jenis kelamin, klasifikasi hipertensi, gambaran penggunaan
obat antihipertensi dan mengambarkan tingkat kesesuaian pemeberian terapi obat
antihipertensi berdasarkan JNC VIII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
purposive sampling dengan menganalisa data pasien secara retrospektif dari data
rekam medis pasien dengan penyajian data secara deskriptif. Pasien dengan rentang
usia lansia awal atau rentang usisa 45-56 tahun memiliki jumlah pasien terbanyak
yatitu 26 pasien (33%). Pasien hipertensi berjenis kelamin perempuan memiliki
hasil presentase terbanyak yaitu 48 pasien (60,8%). Gambaran Karakteristik Pasien
Hipertensi dengan klasifikasi hipertensi tingkat 1 memiliki hasil presentase
tertinggi sebanyak 54 pasien (68,4%). Amlodipin merupakan pengobatan
monoterapi atau tunggal yang sering diberikan kepada pasien hipertensi dengan
persentase sebesar 78,5%. Terdapat ketidaksesuaian pemberian terapi sebesar
6,33%, dan kesesuaian pemberian dosis mencapai persentase 100%.
Abdul Aziz Setiawan; FITRIA ADISTI NUR HIKMAH; Halimatussa’diyah
2025 · Book · Open Access
Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah
Brazil, Vietnam, dan Kolombia, karena hasil perkebunan kopinya cukup melimpah
dan memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Kopi banyak diminati oleh
masyarakat Indonesia sebagai minuman yang dikonsumsi setiap hari. Minat
masyarakat terhadap minuman kopi semakin tinggi terutama kalangan muda karena
salahsatu manfaatnya yaitu mampu membakar lemak dalam tubuh. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik dan kandungan asam
klorogenat pada kopi hijau jenis robusta yang didapatkan di BALITRO dan di
pasaran. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji kadar air, uji pH,
skrining fitokimia, dan penetapan kadar asam klorogenat pada kopi hijau jenis
robusta. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada uji penentuan kadar air
sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 8,54%,
12,3% dan 10,6%. Pada pengujian skrining fitokimia, senyawa metabolit sekunder
yang terkandung dalam sampel antara lain Alkaloid, Saponin, dan Tanin. Pada
penetapan kadar asam klorogenat yang terkandung dalam seduhan sampel serbuk,
biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 3,20%; 0,64%; dan 1,28%.
Hasil perbandingan dari ketiga sampel tersebut disimpulkan bahwa seduhan kopi
hijau dalam bentuk serbuk memiliki kandungan asam klorogenat paling tinggi.
Ayu Lestari; Euis Pudjasari Hardjadipura; HESTIE ANGGRAENI
2025 · Book · Open Access
Obat high alert adalah obat yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan
kesalahan serius (sentinel event). Dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien,
Rumah Sakit harus membuat kebijakan dalam pengelolaan obat salah satunya obat high
alert sesuai yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun
2016, tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, terutama untuk obat
yang memiliki resiko tinggi yang dapat menyebabkan efek yang serius jika terjadi
kesalahan dalam penggunaannya. Memperbaiki sistem penyimpanannya adalah salah
satu cara yang paling efektif untuk mengurangi kesalahan pemberian obat high alert.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian penyimpanan obat
high alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan. Penelitian ini merupakan
penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif kualitatif dengan metode
observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh obat high alert
yang ada di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan. Sistem penyimpanan obat high
alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan terdiri dari 3 golongan yaitu obat
dengan resiko tinggi/high alert dengan rata-rata presentase 99% termasuk kriteria
sangat baik, pada high alert kategori LASA dengan presentase rata-rata 88% dengan
kriteria sangat baik, dan high alert kategori elektrolit konsentrat tinggi dengan
presentase rata-rata 93% dengan kriteria sangat baik. Secara keseluruhan sistem
penyimpanan obat high alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan sudah
sesuai dengan peraturan menteri kesehatan No, 72 Tahun 2016.
HESTI KUSTINI; Harry Noviardi; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Bunga telang (Clitoria ternate L.) salah satu tanaman yang memiliki
aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak
bunga telang menjadi sabun mandi cair dengan variasi minyak zaitun dan CMC
(5%:1%, 7,5%:2%, 7,5%:1%, 5%:2%) untuk melihat stabilitas fisik sediaan sabun
mandi cair. Hasil pengujian fitokimia menggunakan ekstrak etanol 96% bunga
telang mengandung golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid,
terpenoid. Pengujian stabilitas dilakukan menggunakan metode cyling test dengan
6 siklus pengujian stabilitas itu sendiri yaitu untuk mengetahui stabilitas sediaan
sabun mandi cair. Parameter stabilitas yang meliputi organoleptik, homogenitas,
pH, tinggi busa dan viskositas. Formulasi terbaik pada formula 1 dengan
konsentrasi minyak zaitun (5%) dan CMC (1%) stabil pada suhu cyling test 4°C,
40°C dengan 6 siklus selama 12 hari.
ELISA AGUSTIN; Halimatussa’diyah; Nina Imaniar
2025 · Book · Open Access
Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai
penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan
senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan
menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih
jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji
kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan
simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14
hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah
dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa
ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid
dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1,
P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%,
dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada
mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol
dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang
berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.
Deby Dhabrigeni Yuza; EKA MAULIDA HERRYANTI; Febi Ishfahani
2025 · Book · Open Access
Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan
kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat
kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan
pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus
resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian
sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara
deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan,
ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai
kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya
data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak
berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA
(78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%).
Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat
kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi
ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi
empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil
penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada
8 jenis berdasarkan kuadran 1.
ENGGAR NASTANTI; Neilli Apolina; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access
Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang menilai
setiap jenis pelayanan yang diberikan. Pelayanan resep yang lama dapat
menyebabkan ketidakpuasan bagi pasien dan bisa berdampak buruk bagi rumah
sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asal dan jumlah resep
farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan, mengetahui gambaran
waktu tunggu pada tiap tahapan proses pelayanan dan mengevaluasi waktu tunggu
resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan. Penelitian ini
bersifat deskriptif menggunakan metode observasi dengan jumlah sampel sebanyak
100 sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan gambaran
asal resep pasien umum 73% , pasien jaminan perusahaan 27%, jumlah resep pasien
umum obat jadi 54%, racikan 19% dan jumlah resep pasien jaminan perusahaan
obat jadi 18%, racikan 9%, Gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan yang paling
lama pada saat proses ambil rata-rata 6,5 menit, evaluasi waktu resep racikan pasien
umum rata-rata 31 menit, racikan pasien perusahaan rata-rata 22 menit dan obat jadi
pasien umum 25 menit, Obat jadi pasien perusahaan 24 menit. Waktu tunggu
pelayanan resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan sudah
sesuai dengan surat keputusan direktur rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor
tahun 2022 untuk obat jadi ≥30 menit. obat racikan ≤60 menit.
Lilik Sulastri; TAZKIA AULIA; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access
Nira adalah cairan bening yang terdapat dalam tandan kelapa yang belum
terbuka nira diperoleh dari pohon kelapa hasil dengan menyadap tandan bunga
jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning.
Nira kelapa yang tidak mengalami proses fermentasi memiliki kandungan yang
kaya akan nutrisi dan terkenal sebagai minuman sehat dengan indeks glikemik
gula yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kandungan senyawa
aktif pada nektar kristal yang berasal dari nira kelapa melalui uji fitokimia, sifat
Organoleptis, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, uji
gula pereduksi, dan cemaran mikroba berdasarkan aturan SNI gula palma (1995)
dan BPOM 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa nektar kristal secara
organoleptis berbentuk serbuk, berwarna coklat muda, bau yang khas seperti gula
aren, dan rasa manis dengan after taste seperti gula aren. Kadar Air 0,83%, kadar
abu total 1,9%, kadar sari larut air 89,3%, kadar sari larut etanol 90,6%, cemaran
mikroba kapang khamir TBUD dan ALT 3,3 x 101 koloni/gram. Dengan demikian
hasil standarisasi gula nektar kristal sudah sesuai dengan SNI dari gula palma dan
BPOM 2019 tentang persyaratan dan Mutu Obat Tradisional.
Andi Ahriansyah; Bintari Setyaningsih; KRISTIA ANGGRAENI
2025 · Book · Open Access
Obat high alert adalah obat yang memiliki resiko tinggi membahayakan keselamatan
pada pasien jika tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016
kategori high alert menjadi 3 diantaranya LASA (Look Alike Sound Alike), Elektrolit
konsentrasi tinggi dan sitostatik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran
dan kesesuaian penyimpanan obat high alert di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan
Anak Pasutri Bogor.
Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah
seluruh obat high alert yang ada di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak
Pasutri Bogor. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, karena semua
populasi dijadikan sampel. Alat penelitian pengumpulan data yang digunakan pada
hasil penelitian ini adalah lembar observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian
menunjukkan penyimpanan obat high alert sesuai dengan standar prosedur
operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor dengan prosentase kesesuaian
100% pada penyimpanan obat high alert, penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound
Alike) atau NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) dan penyimpanan obat
Elektrolit Konsentrat Pekat.
M. Kenli Kendi Tampoliu; NOVIA APRILIANTI SUNARYA; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access
Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita seJawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 64%. Memiliki anak dengan usia paling banyak 2-5 tahun sebesar 51,09%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 75% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 48,91%. Sumber informasi yang didapat responden 73,91% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 76,09% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.
AGRIOLA PERTIWI; Bernadus Tatag P; Muhammad Afqary
2025 · Book · Open Access
Dalam menentukan persediaan obat yang baik maka perlu adanya
pengelolaan obat yang baik pula. Kegiatan stock opname merupakan suatu kegiatan
pemeriksaan terhadap persediaan barang sebagai salah satu bentuk pengawasan
farmasi yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian jumlah barang yang tersedia
sama dengan jumlah barang yang tercatat di komputer.Berdasarkan data Stock
Opname perbulan di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarta Karawang, persentase
akurasi Stock Opname masih belum bisa tercapai sesuai kebijakan manajemen RS
Bayukarata Karawang yaitu minimal 97%.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran stock opnamefaktor
apa saja dalam melakukan stock opname yang mempengaruhi akurasi stock opname
di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarata Karawang tidak tercapai. Penelitian
menngunakan data stock opname bulan Septrmber-Oktober 2020 untuk selanjutnya
dilakukan observasi penelitian di Instalasi Farmasi IGD meliputi pengelolaan
perbekalan farmasi, alat kesehatan, Barang Medis Habis Pakai (BMHP), dan proses
stock opname.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Stock Opname di
Instalasi Farmasi Khusus IGD RS Bayukarta Karawang dilakukan oleh 6 petugas
dengan data rata-rata akurasi yaitu 93,53% dengan faktor yang mempengaruhi
akurasi stok opname yaitu diakibatkan karena kejadian yang diakibatkan pada saat
pentimpanan dan pengemasan (44,0%), kejadian kesalahan input pada saat
transaksi (28,8%), kejadian kesalahan penerimaan barang dari logistik farmasi
(16,8%), dan kejadian salah hitung stock dan input stock (10,4%). Kejadian tersebut
terjadi karena petugas belum seluruhnya memahami danmensosialisasikan SPO
yang sudah ada.
MARIA ULFA SOLIHAT; Muhammad Afqary; Nurfitriyana
2025 · Book · Open Access
Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).
Febi Ishfahani; VIVI ANDRIYATININGSIH; Wahyu Candra Andri Putranto
2025 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik
berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data
Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia
disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan
pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel
sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum
obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan
minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling
banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin
sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi
di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.
ANGGI RAHMADANI; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access
Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik dapat mengakibatkan persediaan
obat mengalami kelebihan persediaan obat dan kekurangan persediaan obat. Obat
yang mengalami kelebihan persediaan obat beresiko kadaluarsa dan kerusakan
bila tidak disimpan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui prioritas barang yang perlu diadakan berdasarkan kontribusinya
terhadap penjualan di Apotek Askia. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian
Deskriptif Retrospektif untuk melihat gambaran suatu keadaan secara objektif
dengan melihat data ke belakang. Populasi dalam penelitian ini dari data
penjualan di Apotek Askia pada periode Oktober 2021-Oktober 2022 kemudian
dilakukan analisis data dengan metode Analisis ABC Penjualan. Hasil penelitian
ini menunjukan bahwa dari total 2592 item barang, yang masuk pada kelompok A
memiliki jumlah 551 item 21,26% dengan nilai penjualan sebesar 79,98%. Obat
yang masuk kelompok B memiliki jumlah 786 item 30,32% dengan nilai
penjualan sebesar 15,02%. Obat yang masuk kelompok C memiliki jumlah 1.255
item 48,42% dengan nilai penjualan sebesar 5,00%. Diharapkan Apotek Askia
dapat menerapkan metode analisis ABC penjualan untuk menentukan prioritas
obat yang akan diadakan.
Binar Nursanti; LISTIANAWATI; Tri Desminingrum
2025 · Book · Open Access
HIV yaitu virus yang menyerang sel darah putih yang mengakibatkan turunnya sistem imun tubuh manusia, AIDS kumpulan tanda gejala yang muncul karena rusaknya system kekebalan tubuh akibat virus HIV. Pengobatan ARV bertujuan mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, memperbaiki kualitas hidup ODHIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ARV pada pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dilakukan secara prospektif menggunakan data dari rekam medis pasien HIV/AIDS. Sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian ini Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV mayoritas usia produktif kelompok usia dewasa awal (26-35) (40,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak (71,4%), berlatar belakang pendidikan SMA (68,8%), pada umumnya bekerja sebagai karyawan swasta (63,3%), dan berstatus belum menikah (55,8%), sumber penularannya melalui hubungan seksual dan pasangan seksual dominasi yaitu homoseksual (LSL) sebanyak (43,5%), rata-rata pasien tidak memiliki infeksi oportunistik atau penyakit penyerta sebanyak (55,8%), serta pasien berada pada tahap stadium klinis III (58,4%) Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV di Poliklinik Edelweiss RSUD Ciawi terbagi menjadi 6. Regimen yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi FDC (fixed Dose Combinasion) TDF+3TC+DTG (42,9%), kombinasi FDC TDF+3TC+EFV (41,6%), kombinasi AZT+3TC+NVP sebanyak (6,5%), kombinasi ABC+3TC+DTG (3,9%), pada kombinasi TDF+3TC+NVP dan kombinasi TDF+3TC+ALL (lini 2) dengan hasil masing-masing sebanyak (2,6%).
Muhammad Afqary; Naufal Mu'tashim; RIMA HANDAYANI
2025 · Book · Open Access
Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.
Andi Ahriansyah; MUHAMAD FIRDAUS; Nazmi
2025 · Book · Open Access
hernia inguinalis adalah penonjolan organ intra abdomen melalui fossa
atau lubang yang berada didalam rongga abdomen sehingga benjolan tidak
tampak dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik
pada pasien operasi hernia di Rumah Sakit Ummi Bogor. Menggunakan data
sosiodemografi yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penggunaan antibiotik.
dilakukan secara deskriptif observasional dengan pengambilan data secara
retrospektif dari data sekunder berupa rekam medik pasien, penelitian ini diambil
dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan jenis
kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki sebesar 95,2 % (119 pasien), dan
berdasarkan usia yang paling banyak 45-55 tahun sebesar 66,4% (83 pasien),
Bedasarkan status pekerjaan yang paling banyak yaitu buruh sebesar 37,6% (47
pasien), Berdasarkan jenis obat antibiotik yang banyak digunakan yaitu
seftriaxone sebesar 54,4% (68 pasien).