Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.482 item publik

Publikasi

Halaman 20 dari 125

"EVALUASI PENYIMPANAN OBAT ETHICAL DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO.73 TAHUN 2016"

Euis Pudjasari Hardjadipura; Muhammad Luth Pratama; WIDYA AGUSTIN
2025 · Book · Open Access

Penyimpanan obat tidak daat dipisahkan dari seluruh operasional kefarmasian bak apotek rumah sakit atau apotek komunitas. Penyimpanana adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara obat yang diterima pada tempat yang dianggap aman dan dapat menjaga mutu obat. Apotek Kimia Farma Juanda merupakan salah satu apotek besar dan cukup ramai di kota Bogor dengan beragam obat yang disediakan yang tentunya penyimpan obatnya perlu diperhatikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui cara penyimpanan obat dan kesesuaian cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016. Penelitian dilakukan dengan metode observasi kemudian hasilnya dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah memenuhi cara penyimpanan obat berdasarkan data ceklist Permenkes No. 73 Tahun 2016. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor telah 100 % sesuai dan memenuhi atuaran yang tercantum dalan Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN DI APOTEK AMIRA DAERAH CIGUDEG KABUPATEN BOGOR

Ajat Sudrajat; Karuma Barza Afida; RITA SUGIARTO
2025 · Book · Open Access

Kepuasan pelanggan merupakan perasaan puas atau kecewa seorang pelanggan terhadap pelayanan setelah membandingkan persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu kulaitas produk dan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pelanggan meliputi: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor, dan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di Apotek Amira daerah Cigudeg kab. Bogor berdasarkan 5 dimensi. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara pendekatan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Uji gambaran tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dianalisis menggunakan SPSS 26. Sosiodemografi pelanggan di Apotek Amira usia terbanyak 26-35 tahun (32,0%), jenis kelamin terbanyak perempuan (59,0%), pendidikan terakhir terbanyak SD/Sederajat (30,0%), pekerjaan terbanyak karyawan swasta (30,0%), dan pendapatan terbanyak kurang dari Rp. 1.500.000 (40,0%). Hasil penelitian didapat tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti fisik dikategorikan tinggi (100,0%), keandalan dikategorikan tinggi (100,0%), ketanggapan dikategorikan tinggi (100,0%), jaminan dikategorikan tinggi (100,0%), empati dikategorikan tinggi (100,0%).

GAMBARAN KESESUIAN DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN BERDASARKAN PEDOMAN PENGELOLAAN VAKSIN DI FASYANKES TAHUN 2021 DI INSTALASI FARMASI RSIA PASUTRI BOGOR

Andry Dwi Cahya; Binar Nursanti; SITI NURYANTI
2025 · Book · Open Access

Pengelolahan vaksin yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan kerusakan vaksin dan mengurangi potensinya. Kegagalan rantai distribusi atau penyimpanan vaksin pada suhu yang tidak sesuai adalah salah satu dari banyak penyebab masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri Bogor sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021. Dengan menggunakan metode penelitian cross-sectional, penelitian observasional deskriptif ini narasumber di wawancarai melalui kuesioner dari lembar checklist dan observasi secara langsung. Sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan di ruang gudang farmasi, instalasi farmasi dan poliklinik. Tiga indikator menunjukkan kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di RSIA Pasutri Bogor. Yaitu Indikator kegiatan distribusi vaksin, keadaan lemari es dan pemeliharaan rantai dingin (cold chain) yang berada dalam kategori baik dan sangat baik dengan presentase antara 80 % - 100 %. Namun demikian, masih ada kekurangan. seperti petugas yang tidak memiliki pelatihan yang cukup, peralatan yang tidak memadai, pencatatan yang tidak lengkap, dan ruang yang tidak memadai. Kemudian, tidak ada laporan atau catatan yang menunjukkan bahwa setiap orang yang bertanggung jawab telah melakukan distribusi dan penyimpanan vaksin. Kesimpulan yang diperoleh dari gambaran kesesuaian distribusi dan penyimpanan vaksin di instalasi farmasi RSIA Pasutri Bogor sudah sesuai dengan pedoman pengelolaan vaksin di Fasyankes tahun 2021.

GAMBARAN KESESUAIAN PEMBERIAN TERAPI OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK PELITA SEHAT POMAD BERDASARKAN JNC VIII

Binar Nursanti; Kelistiana Duha; SITA KRISTIANA PURBA
2025 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi, dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut World Health Organization (WHO, 2023) lebih dari 30% populasi pada orang dewasa di seluruh dunia mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kesesuaian pemberian terapi obat antihipertensi di Klinik Pelita Sehat Pomad berdasarkan standar (JNC) VIII berdasarkan sosiodemografi pasien berdasarkan usia dan jenis kelamin, klasifikasi hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi dan mengambarkan tingkat kesesuaian pemeberian terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC VIII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian purposive sampling dengan menganalisa data pasien secara retrospektif dari data rekam medis pasien dengan penyajian data secara deskriptif. Pasien dengan rentang usia lansia awal atau rentang usisa 45-56 tahun memiliki jumlah pasien terbanyak yatitu 26 pasien (33%). Pasien hipertensi berjenis kelamin perempuan memiliki hasil presentase terbanyak yaitu 48 pasien (60,8%). Gambaran Karakteristik Pasien Hipertensi dengan klasifikasi hipertensi tingkat 1 memiliki hasil presentase tertinggi sebanyak 54 pasien (68,4%). Amlodipin merupakan pengobatan monoterapi atau tunggal yang sering diberikan kepada pasien hipertensi dengan persentase sebesar 78,5%. Terdapat ketidaksesuaian pemberian terapi sebesar 6,33%, dan kesesuaian pemberian dosis mencapai persentase 100%.

"KARAKTERISTIK DAN KADAR ASAM KLOROGENAT DARI KOPI HIJAU JENIS ROBUSTA (Coffea Canephora)"

Abdul Aziz Setiawan; FITRIA ADISTI NUR HIKMAH; Halimatussa’diyah
2025 · Book · Open Access

Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, karena hasil perkebunan kopinya cukup melimpah dan memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Kopi banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai minuman yang dikonsumsi setiap hari. Minat masyarakat terhadap minuman kopi semakin tinggi terutama kalangan muda karena salahsatu manfaatnya yaitu mampu membakar lemak dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik dan kandungan asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta yang didapatkan di BALITRO dan di pasaran. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji kadar air, uji pH, skrining fitokimia, dan penetapan kadar asam klorogenat pada kopi hijau jenis robusta. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada uji penentuan kadar air sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 8,54%, 12,3% dan 10,6%. Pada pengujian skrining fitokimia, senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam sampel antara lain Alkaloid, Saponin, dan Tanin. Pada penetapan kadar asam klorogenat yang terkandung dalam seduhan sampel serbuk, biji kopi, dan biji kopi di pasaran berturut-turut sebesar 3,20%; 0,64%; dan 1,28%. Hasil perbandingan dari ketiga sampel tersebut disimpulkan bahwa seduhan kopi hijau dalam bentuk serbuk memiliki kandungan asam klorogenat paling tinggi.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI DEPO FARMASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIMACAN

Ayu Lestari; Euis Pudjasari Hardjadipura; HESTIE ANGGRAENI
2025 · Book · Open Access

Obat high alert adalah obat yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kesalahan serius (sentinel event). Dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien, Rumah Sakit harus membuat kebijakan dalam pengelolaan obat salah satunya obat high alert sesuai yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016, tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, terutama untuk obat yang memiliki resiko tinggi yang dapat menyebabkan efek yang serius jika terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Memperbaiki sistem penyimpanannya adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi kesalahan pemberian obat high alert. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian penyimpanan obat high alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif kualitatif dengan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh obat high alert yang ada di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan. Sistem penyimpanan obat high alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan terdiri dari 3 golongan yaitu obat dengan resiko tinggi/high alert dengan rata-rata presentase 99% termasuk kriteria sangat baik, pada high alert kategori LASA dengan presentase rata-rata 88% dengan kriteria sangat baik, dan high alert kategori elektrolit konsentrat tinggi dengan presentase rata-rata 93% dengan kriteria sangat baik. Secara keseluruhan sistem penyimpanan obat high alert di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Cimacan sudah sesuai dengan peraturan menteri kesehatan No, 72 Tahun 2016.

STABILITAS SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternate L) DENGAN VARIASI MINYAK ZAITUN DAN CMC

HESTI KUSTINI; Harry Noviardi; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Bunga telang (Clitoria ternate L.) salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak bunga telang menjadi sabun mandi cair dengan variasi minyak zaitun dan CMC (5%:1%, 7,5%:2%, 7,5%:1%, 5%:2%) untuk melihat stabilitas fisik sediaan sabun mandi cair. Hasil pengujian fitokimia menggunakan ekstrak etanol 96% bunga telang mengandung golongan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid. Pengujian stabilitas dilakukan menggunakan metode cyling test dengan 6 siklus pengujian stabilitas itu sendiri yaitu untuk mengetahui stabilitas sediaan sabun mandi cair. Parameter stabilitas yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa dan viskositas. Formulasi terbaik pada formula 1 dengan konsentrasi minyak zaitun (5%) dan CMC (1%) stabil pada suhu cyling test 4°C, 40°C dengan 6 siklus selama 12 hari.

AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT DENGAN DIET TINGGI LEMAK

ELISA AGUSTIN; Halimatussa’diyah; Nina Imaniar
2025 · Book · Open Access

Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14 hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1, P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%, dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.

"ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE IMPORTANCE PERFOMANCE ANALYSIS DI APOTEK 99 KOTA BOGOR"

Deby Dhabrigeni Yuza; EKA MAULIDA HERRYANTI; Febi Ishfahani
2025 · Book · Open Access

Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria pasien tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi dan menganalisis tingkat kepuasan pasien dengan metode IPA. Penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan prospektif dengan menyebarkan kuesioner pada pasien yang menebus resep obat di Apotek 99 pada bulan Februari- Maret 2024. Sampel pada penelitian sebanyak 72 responden dengan purposive sampling dan data di analisis secara deskriptif. Pengukuran kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. yang dilakukan dengan mengukur nilai kepuasan harapan dan kenyataan dari layanan yang di terima oleh pasien. Selanjutnya data di analisis dengan metode Service Quality dan IPA. kriteria pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin wanita (71%), usia 36-45 tahun (33%), pendidikan SMA (78%), pekerjaan ibu rumah tangga (41%), serta frekuensi ke apotek > 5 kali (39%). Rata- rata kepuasan berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas (88,20%). Tingkat kepuasan berdasarkan dimensi kehandalan sangat puas (86,26%), dimensi ketanggapan sangat puas (88,25%), dimensi jaminan sangat puas (92,21%), dimensi empati sangat puas (91,33%), dan dimensi bukti fisik sangat puas (82,97%). Dari hasil penelitian di dapat Berdasarkan metode IPA atribut yang prioritas di perbaiki ada 8 jenis berdasarkan kuadran 1.

EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP FARMASI RAWAT JALAN PASIEN UMUM DAN JAMINAN PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR

ENGGAR NASTANTI; Neilli Apolina; Yesi Mariyana
2025 · Book · Open Access

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang menilai setiap jenis pelayanan yang diberikan. Pelayanan resep yang lama dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi pasien dan bisa berdampak buruk bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asal dan jumlah resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan, mengetahui gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan proses pelayanan dan mengevaluasi waktu tunggu resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode observasi dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan gambaran asal resep pasien umum 73% , pasien jaminan perusahaan 27%, jumlah resep pasien umum obat jadi 54%, racikan 19% dan jumlah resep pasien jaminan perusahaan obat jadi 18%, racikan 9%, Gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan yang paling lama pada saat proses ambil rata-rata 6,5 menit, evaluasi waktu resep racikan pasien umum rata-rata 31 menit, racikan pasien perusahaan rata-rata 22 menit dan obat jadi pasien umum 25 menit, Obat jadi pasien perusahaan 24 menit. Waktu tunggu pelayanan resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan sudah sesuai dengan surat keputusan direktur rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor tahun 2022 untuk obat jadi ≥30 menit. obat racikan ≤60 menit.

STANDARISASI NEKTAR KRISTAL DARI NIRA KELAPA

Lilik Sulastri; TAZKIA AULIA; Triyani Sumiati
2025 · Book · Open Access

Nira adalah cairan bening yang terdapat dalam tandan kelapa yang belum terbuka nira diperoleh dari pohon kelapa hasil dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Nira kelapa yang tidak mengalami proses fermentasi memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi dan terkenal sebagai minuman sehat dengan indeks glikemik gula yang rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kandungan senyawa aktif pada nektar kristal yang berasal dari nira kelapa melalui uji fitokimia, sifat Organoleptis, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar air, kadar abu, uji gula pereduksi, dan cemaran mikroba berdasarkan aturan SNI gula palma (1995) dan BPOM 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa nektar kristal secara organoleptis berbentuk serbuk, berwarna coklat muda, bau yang khas seperti gula aren, dan rasa manis dengan after taste seperti gula aren. Kadar Air 0,83%, kadar abu total 1,9%, kadar sari larut air 89,3%, kadar sari larut etanol 90,6%, cemaran mikroba kapang khamir TBUD dan ALT 3,3 x 101 koloni/gram. Dengan demikian hasil standarisasi gula nektar kristal sudah sesuai dengan SNI dari gula palma dan BPOM 2019 tentang persyaratan dan Mutu Obat Tradisional.

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PASUTRI BOGOR

Andi Ahriansyah; Bintari Setyaningsih; KRISTIA ANGGRAENI
2025 · Book · Open Access

Obat high alert adalah obat yang memiliki resiko tinggi membahayakan keselamatan pada pasien jika tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016 kategori high alert menjadi 3 diantaranya LASA (Look Alike Sound Alike), Elektrolit konsentrasi tinggi dan sitostatik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian penyimpanan obat high alert di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh obat high alert yang ada di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, karena semua populasi dijadikan sampel. Alat penelitian pengumpulan data yang digunakan pada hasil penelitian ini adalah lembar observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan obat high alert sesuai dengan standar prosedur operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor dengan prosentase kesesuaian 100% pada penyimpanan obat high alert, penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) atau NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) dan penyimpanan obat Elektrolit Konsentrat Pekat.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU YANG MELAKUKAN SWAMEDIKASI PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DESA KARANG ASEM TIMUR KECAMATAN CITEUREUP KABUPATEN BOGOR

M. Kenli Kendi Tampoliu; NOVIA APRILIANTI SUNARYA; Silvi Nurafni
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita seJawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 64%. Memiliki anak dengan usia paling banyak 2-5 tahun sebesar 51,09%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 75% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 48,91%. Sumber informasi yang didapat responden 73,91% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 76,09% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB AKURASI STOCK OPNAME TIDAK TERCAPAI DI INSTALASI FARMASI KHUSUS IGD RS BAYUKARTA KARAWANG

AGRIOLA PERTIWI; Bernadus Tatag P; Muhammad Afqary
2025 · Book · Open Access

Dalam menentukan persediaan obat yang baik maka perlu adanya pengelolaan obat yang baik pula. Kegiatan stock opname merupakan suatu kegiatan pemeriksaan terhadap persediaan barang sebagai salah satu bentuk pengawasan farmasi yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian jumlah barang yang tersedia sama dengan jumlah barang yang tercatat di komputer.Berdasarkan data Stock Opname perbulan di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarta Karawang, persentase akurasi Stock Opname masih belum bisa tercapai sesuai kebijakan manajemen RS Bayukarata Karawang yaitu minimal 97%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran stock opnamefaktor apa saja dalam melakukan stock opname yang mempengaruhi akurasi stock opname di Instalasi Farmasi IGD RS Bayukarata Karawang tidak tercapai. Penelitian menngunakan data stock opname bulan Septrmber-Oktober 2020 untuk selanjutnya dilakukan observasi penelitian di Instalasi Farmasi IGD meliputi pengelolaan perbekalan farmasi, alat kesehatan, Barang Medis Habis Pakai (BMHP), dan proses stock opname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Stock Opname di Instalasi Farmasi Khusus IGD RS Bayukarta Karawang dilakukan oleh 6 petugas dengan data rata-rata akurasi yaitu 93,53% dengan faktor yang mempengaruhi akurasi stok opname yaitu diakibatkan karena kejadian yang diakibatkan pada saat pentimpanan dan pengemasan (44,0%), kejadian kesalahan input pada saat transaksi (28,8%), kejadian kesalahan penerimaan barang dari logistik farmasi (16,8%), dan kejadian salah hitung stock dan input stock (10,4%). Kejadian tersebut terjadi karena petugas belum seluruhnya memahami danmensosialisasikan SPO yang sudah ada.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK VICTORIA

MARIA ULFA SOLIHAT; Muhammad Afqary; Nurfitriyana
2025 · Book · Open Access

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker sebagai sarana pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu selain menjadi tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik minat pelanggan terhadap pembelian obat di apotek. Kepuasan pelanggan menggunakan jasa apotek merupakan cerminan hasil dari kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Victoria Babakan Madang Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prosfektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Data hasil penelitian menghasilkan tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan dimensi keandalan 84,70% (sangat puas), ketanggapan 85,27% (sangat puas), jaminan 87,10% (sangat puas), empati 85,15% (sangat puas) dan bukti fisik 80,80% (puas). Secara keseluruhan diperoleh hasil 84,60% (sangat puas).

GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK MEDISTIRA 2

Febi Ishfahani; VIVI ANDRIYATININGSIH; Wahyu Candra Andri Putranto
2025 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.

ANALISIS ABC PENJUALAN DI APOTEK ASKIA KOTA BOGOR

ANGGI RAHMADANI; Dian Puspaningrum; Karuma Barza Afida
2025 · Book · Open Access

Manajemen pengelolaan obat yang kurang baik dapat mengakibatkan persediaan obat mengalami kelebihan persediaan obat dan kekurangan persediaan obat. Obat yang mengalami kelebihan persediaan obat beresiko kadaluarsa dan kerusakan bila tidak disimpan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas barang yang perlu diadakan berdasarkan kontribusinya terhadap penjualan di Apotek Askia. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Retrospektif untuk melihat gambaran suatu keadaan secara objektif dengan melihat data ke belakang. Populasi dalam penelitian ini dari data penjualan di Apotek Askia pada periode Oktober 2021-Oktober 2022 kemudian dilakukan analisis data dengan metode Analisis ABC Penjualan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari total 2592 item barang, yang masuk pada kelompok A memiliki jumlah 551 item 21,26% dengan nilai penjualan sebesar 79,98%. Obat yang masuk kelompok B memiliki jumlah 786 item 30,32% dengan nilai penjualan sebesar 15,02%. Obat yang masuk kelompok C memiliki jumlah 1.255 item 48,42% dengan nilai penjualan sebesar 5,00%. Diharapkan Apotek Askia dapat menerapkan metode analisis ABC penjualan untuk menentukan prioritas obat yang akan diadakan.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI POLIKLINIK EDELWEISS RSUD CIAWI KABUPATEN BOGOR

Binar Nursanti; LISTIANAWATI; Tri Desminingrum
2025 · Book · Open Access

HIV yaitu virus yang menyerang sel darah putih yang mengakibatkan turunnya sistem imun tubuh manusia, AIDS kumpulan tanda gejala yang muncul karena rusaknya system kekebalan tubuh akibat virus HIV. Pengobatan ARV bertujuan mengurangi laju penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, memperbaiki kualitas hidup ODHIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ARV pada pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dilakukan secara prospektif menggunakan data dari rekam medis pasien HIV/AIDS. Sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus slovin dan diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi sampel sebanyak 77 pasien. Hasil penelitian ini Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV mayoritas usia produktif kelompok usia dewasa awal (26-35) (40,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak (71,4%), berlatar belakang pendidikan SMA (68,8%), pada umumnya bekerja sebagai karyawan swasta (63,3%), dan berstatus belum menikah (55,8%), sumber penularannya melalui hubungan seksual dan pasangan seksual dominasi yaitu homoseksual (LSL) sebanyak (43,5%), rata-rata pasien tidak memiliki infeksi oportunistik atau penyakit penyerta sebanyak (55,8%), serta pasien berada pada tahap stadium klinis III (58,4%) Pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV di Poliklinik Edelweiss RSUD Ciawi terbagi menjadi 6. Regimen yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi FDC (fixed Dose Combinasion) TDF+3TC+DTG (42,9%), kombinasi FDC TDF+3TC+EFV (41,6%), kombinasi AZT+3TC+NVP sebanyak (6,5%), kombinasi ABC+3TC+DTG (3,9%), pada kombinasi TDF+3TC+NVP dan kombinasi TDF+3TC+ALL (lini 2) dengan hasil masing-masing sebanyak (2,6%).

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP ASPEK ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI APOTEK KIMIA FARMA PARUNG BOGOR

Muhammad Afqary; Naufal Mu'tashim; RIMA HANDAYANI
2025 · Book · Open Access

Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PASCA OPERASI HERNIA DI RUMAH SAKIT UMMI BOGOR

Andi Ahriansyah; MUHAMAD FIRDAUS; Nazmi
2025 · Book · Open Access

hernia inguinalis adalah penonjolan organ intra abdomen melalui fossa atau lubang yang berada didalam rongga abdomen sehingga benjolan tidak tampak dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien operasi hernia di Rumah Sakit Ummi Bogor. Menggunakan data sosiodemografi yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penggunaan antibiotik. dilakukan secara deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder berupa rekam medik pasien, penelitian ini diambil dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki sebesar 95,2 % (119 pasien), dan berdasarkan usia yang paling banyak 45-55 tahun sebesar 66,4% (83 pasien), Bedasarkan status pekerjaan yang paling banyak yaitu buruh sebesar 37,6% (47 pasien), Berdasarkan jenis obat antibiotik yang banyak digunakan yaitu seftriaxone sebesar 54,4% (68 pasien).