Sebanyak 215 item atau buku ditemukan

ANALISIS DRPs (DRUG RELATED PROBLEMS) PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP FATMAWATI PERIODE JULI - DESEMBER 2018

No.608 Drug Related Problems (DRPs) atau Masalah Terkait Obat adalah bagian dari asuhan kefarmasian (Pharmaceutical Care) yang menggambarkan suatu keadaan,dimana profesional kesehatan (Apoteker) menilai adanya ketidaksesuaian pengobatan dalam mencapai terapi yang sesungguhnya. Salah satu masalah terkait obat adalah interaksi obat dengan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi DRPs berdasarkan kategori PCNE pada pasien gagal jantung di instalasi rawat niap RSUP Fatmawati periode Juli-Desember 2018. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dengan jumlah sampel 103. Pengambilan sampel pada penelitian ini berdasarkan non Probability sampling dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat secara deskriptif menggunakan program Statistic Packagefor the Social Science (SPSS)25. Dari jumlah 103 kasus pasien gagal jantung di instalasi rawat inap RSUP Fatmawati periode Juli-Desember 2018, diambil 82 kasus sebagai bahan penelitian. Berdasarkan rentang usia yang paling banyak menderita gagal jantung yaitu usia 56-65 tahun sebanyak 32,9%; usia antara >65 tahun sebanyak 28%; dan usia 46-55 tahun sebanyak 23,2%. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin yaitu sebanyak 52,4% merupakan pasien perempuan dan 47,6% adalah pasien laki- laki. Dari 82 sampel penelitian, terdapat 47 pasien yang mengalami DRPs dan 35 pasien tidak mengalami DRPs. Jadi berdasarkan sampel penelitian terdapat 57% kejadian DRPs dan 43% yang tidak mengalami kejadian DRPs.

PERBEDAAN EFEKTIVITAS MINOXIDIL DAN MINOXIDIL DENGAN FLUOSINOLON ASETONIDA PADA PASIEN ALOPESIA ANDROGENIKA DI ERHA CLINIC BOGOR

No. 603 Alopesia androgenika merupakan penipisan rambut akibat berlebihnya hormon dihidrotestoteron (DHT) sehingga terjadi pemendekan fase anagen dan penurunan matrix rambut. Pada Erha Clinic Bogor pengobatan alopesia androgenetika yaitu menggunakan minoxidil dan kombinasi minoxidil dengan fluosinolon asetonida. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan perbedaan efektivitas obat antara minoxidil dan minoxidil + fluosinolon asetonida di Erha Clinic Bogor. Dilakukan secara retrospektif data tahun 2014 – 2019, dimulai bulan Mei – Juli 2019. Responden yang memenuhi kriteria inklusi 91 sampel. Profil karakteristik yang diambil laki-laki, pada Usia 46-55 (48,4%), Pendidikan S1 (60,4%), wiraswasta (49,45%), menikah (69,9%). Rata-rata derajat kebotakan sebelum pengobatan minoxidil 3,82 (54,57%) dan sesudah pengobatan derajat 3,41 (48,71%). Minoxidil + fluosinolon asetonida rata-rata derajat kebotakan sebelum pengobatan 4,04 (57,71%), sesudah pengobatan derajat 3,48 (49,71%). Pada pengobatan minoxidil dari 46 sampel efektif (56,53%) dan tidak efektif (43,47%). Dengan kombinasi minoxidil + fluosinolon asetonida dari 45 sampel efektif 68,88% dan tidak efektif 31,12%. Hasil analisis statistik adalah tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah pengobatan pada minoxidil dan minoxidil + fluosinolon asetonida