Sebanyak 65 item atau buku ditemukan

SKRINING BAKTERI ASAM LAKTAT PROTEOLITIK INDIGENOUS PULAU ENGGANO DAN POTENSINYA DALAM PENGURAIAN PROTGEIN TEPUNG PASTA SEREALIA DAN UMBI LOKAL

No: 365 Protease merupakan enzim golongan hidrolase yang memecah protein menjadi molekul yang lebih sederhana, yaitu oligopeptida pendek dan asam amino, yang reaksi hidrolisisnya terjadi pada ikatan peptida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Bakteri Asam Laktat (BAL) proteolitik indigenous Pulau Enggano terseleksi yang memproduksi protease dengan aktivitas tertinggi, karakterisasi pertumbuhannya dan potensinya dalam penguraian protein pada tepung pasta serealia dan umbi lokal. Seleksi BAL proteolitik indigenous Pulau Enggano dari 25 isolat BAL diuji secara kualitatif dan kuantitatif. BAL penghasil protease terseleksi ditentukan karakteristik pertumbuhannya. Analisis kandungan protein terdegradasi tepung pasta serealia dan umbi lokal dengan dan tanpa penambahan BAL proteolitik terseleksi diuji menggunakan metode titrasi formol (U.S.P, 1989 dalam Nilsang et al 2005) sedangkan uji total asamnya menggunakan metode titrasi asam basa (AOAC, 1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAL proteolitik terseleksi dengan aktivitas tertinggi teridentifikasi sebagai Fructobacillus fructosus EN 17-20 dengan nilai sebesar 1,196 U/ml. Pertumbuhan optimum F. fructosus EN 17-20 terjadi pada pH 6,5, suhu 34oC dan substrat dengan penambahan fruktosa 3%. Kenaikan kadar protein terdegradasi tertinggi pada tepung pasta terigu dengan penambahan 50 µl (2,5 x 107 CFU/ml) F. fructosus EN 17-20 sebesar 0,35% dengan total asam 0,14%. Kadar protein terdegradasi tertinggi pada tepung pasta ubi ungu dengan penambahan 200 µl (10 x 107 CFU/ml) F. fructosus EN 17-20 sebesar 0,17% dengan kadar total asam 0,30%. Kadar protein terdegradasi pada tepung pasta jagung dengan penambahan 200 µl (10 x 107 CFU/ml) F. fructosus EN 17-20 sebanyak 0,61% dengan kadar total asam sebesar 0,12%.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DARI DAUN LABU AIR (Lagenaria siceraria) DENGAN METODE PEREDAMAN DPPH

No: 363 Daun labu air (Lagenaria siceraria) merupakan salah satu sumber antioksidan karena mengandung senyawa Vitamin C dan flavonoid. Antioksidan memiliki peran penting dalam tubuh untuk menstabilkan radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan aktivitas antioksidan ekstrak labu air(Lagenaria siceraria) daripelarut etanol 96% dan etil asetatyang dapat dilihat dengan nilai IC50.Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman DPPH.Ekstrak daun labu air diekstraksi menggunakaan etanol 96% dan etil asetat menggunakan metode remaserasi selama 3 kali 24 jam.Dilanjutkan dengan kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis untuk melihat pola pemisahan senyawa.Kemudian diukur aktivitas antioksidannya dengan mereaksikan larutan sampel dengan reagen DPPH.Hasil pengukuran aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol 96% dan etil asetat daun labu air diperoleh nilai IC50 ekstrak etanol 96% sebesar 692,178 ppm dan IC50 etil asetat sebesar 701,209 ppm.Kemudian ekstrak etanol 96% dilakukan kromatografi kolom dan diperoleh 65 fraksi.Hasil ujiaktivitas antioksidan fraksi 1 sampai dengan fraksi 7 diperoleh nilai IC50 berturut-turut sebesar 349,0379 ppm, 313,7419 ppm, 277,0115 ppm, 285,2292 ppm, 297,7739 ppm, 324,5824 ppm, dan 399,4845 ppm. Aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 terbaik berada pada fraksi 3 dengan nilai IC50 sebesar 277,0115ppm.Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% mengalami peningkatan setelah dilakukan fraksinasi dengan kromatografi kolom.

PERBANDINGAN EKFEKTIVITAS DIURETIK DARI EKSTRAK AIR DAN ETANOL TONGKOL JAGUNG MUDA (Zea mays L.) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) SECARA IN VIVO

No: 354 Diuretik adalah senyawa yang dapat meningkatkan ekskresi urin baik pembentukan maupun volumenya. Bahan tradisional yang memiliki efek diuretik yang digunakan dalam pengobatan batu ginjal salah satunya adalah tongkol jagung muda. Rebusan tongkol jagung muda mengandung senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai obat tradisional peluruh air seni atau diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas diuretik ekstrak air dan etanol tongkol jagung muda (Zea mays L.) secara in vivo terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sparague Dawley. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi, dengan menggunakan konsentrasi 75 mg/mL, 150 mg/mL dan 300 mg/mL untuk ekstrak air dan etanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian ditentukan kandungan senyawanya dengan uji fitokimia. Pengukuran efek diuretik pada tikus putih (Rattus novergicus) dilakukan selama 8 jam dengan interval waktu 30 menit. Ekstrak air dan etanol tongkol jagung muda mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil yang diperoleh dari ekstrak tongkol jagung muda konsentrasi 75 mg/mL, 150 mg/mL dan 300 mg/mL untuk ekstrak air dan etanol didapat persentase peluruhan urin masing masing sebesar 53,96%, 60,00%, 60,34%, 68,00%, 81,36%, 97,01% selama interval waktu 8 jam. Kontrol positif yaitu furosemid 0,72 mg/200 g BB tikus dapat meluruhkan urin persentase 99,18% selama interval 8 jam. Analisis data dengan uji ANOVA one way menunjukan perbedaan yang signifikan (sig: 0,000< a:0,05) yaitu ada pengaruh yang nyata pada pemberian ekstrak air dan etanol tongkol jagung muda sebagai diuretik pada tikus putih Rattus novergicus. Oleh karena itu, rebusan tongkol jagung muda konsentrasi 300 mg/mL memiliki efektivitas diuretik yang tidak beda nyata dengan kontrol positif.

AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK AIR DAN HEKSANA DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)

No: 345 Diabetes mellitus adalah salah satu gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah atau hiperglikemia. Hiperglikemia merupakan keadaan dimana jumlah glukosa dalam darah melebihi batas normal (>200 mg/dL). Banyak tanaman yang berpotensi sebagai penurun kadar glukosa darah, salah satunya daun pandan (Pandanus amaryllifolius). Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi golongansenyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak air dan heksana daun pandan serta menentukan aktivitas ekstrak air dan heksana daun pandan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus novergicus) dengan hiperglikemia. Simplisia daun pandan diekstraksi dengan metode maserasi. Ekstrak kental ditentukan kandungan senyawanyadan diuji secara in vivo pada tikus hipergikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak air daun pandan (EADP) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak heksana daun pandan (EHDP) mengandung senyawa alkaloid dan steroid. Pengukuran kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer selama 15 hari dengan interval waktu setiap 3 hari. Perlakuan kontrol negatif dengan Na-CMC 1% meningkatkan kadar glukosa darah sebesar 137,50%. Perlakuan kontrol positif dengan metfomin 9 mg menurunkan kadar glukosa darah sebesar 66,41%. Perlakuan dengan pemberian EADP 300, EADP 600, EHDP 300 dan EHDP 600 dapat menurunkan kadar glukosa berturut-turut sebesar 42,38, 60,25, 26,99 dan 24,81%.Ekstrak air dan heksana daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dapat menurunkan kadar glukosa darah secara invivo.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 70% BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP Propionibacterium acnes SECARA IN VITRO

No: 326 Jerawat merupakan gangguan estetika pada kulit yang terjadi pada masa remaja . Ekstrak bawang putih sudah diketahui berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanol 70% bawang putih terhadap Propionibacterium acnes yakni bakteri penyebab utama pada jerawat. Pada penelitian ini, proses pembuatan ekstrak etanol 70% bawang putih dilakukan dengan cara maserasi selama 2 x 24 jam yang selanjutnya dipekatkan menggunakan Rotary Vacum Evaporator, kemudian hasil ekstrak dilakukan uji fitokimia dan diformulasikan kedalam sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20% dan 30% kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar sumuran. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol 70% bawang putih mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin dan steroid. Formulasi sediaan gel ekstrak etanol 70% bawang putih memiliki tekstur yang homogen, berwarna kuning sampai kuning kecoklatan dan memiliki bau khas bawang putih. Diameter zona hambat pada Propionibacterium acnes dengan menggunakan ekstrak etanol 70% bawang putih 10%, 20% dan 30% masing – masing sebesar 0 mm, 6,96 mm dan 8,54 mm sedangkan pada kontrol positif sebesar 9,75 mm. Berdasarkan uji Anova One Way yang dilanjutkan dengan uji Duncan menunjukan adanya perbedaan yang signifikan (berpengaruh nyata) antar konsentrasi karena didapatkan nilai sig lebih kecil dari ɑ (0,05). Dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol 70% yang memilki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes yang maksimal berada pada konsentrasi 30%.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR PUTIH (Ipomoea batatas (L.) Lam) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) JANTAN

No: 310 Kolesterol adalah suatu jenis sterol (Zoosterol)yang banyak dijumpai pada jaringan hewan, kuning telur, dan air susu serta merupakan zat yang berguna untuk menjalankan fungsi tubuh. Kolesterol bila terdapat dalam jumlah terlalu banyak di dalam darah >200 mg/dL)dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan aterosklerosis. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai penurun kadar kolesterol, yaitu daun ubi jalar putih (Ipomoea batatas (L.) Lam).Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan aktivitas ekstrak etanol daun ubi jalar putih (Ipomoea batatas (L.) Lam)terhadap penurunan kadar kolesterol pada tikus putih (Rattus novergicus). Simplisia daun ubi jalar putih diekstraksi dengan etanol menggunakan metode maserasi. Ekstrak kental diidentifikasi senyawa kimianya dan diuji secara in vivo pada tikus putih yang telah diinduksi kuning telur puyuh.Ekstrak etanol daun ubi jalar putih mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin.Tikus sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok,kelompok I (kontrol negatif) pemberian akuades, kelompok II (kontrol positif) pemberian simvastatin dengan dosis 0,9mg/kgBB, kelompok III pemberian ekstrak etanol daun ubi jalar putih dengan dosis 200 mg/kgBB, kelompok IV pemberian ekstrak etanol daun ubi jalar putih dosis 400 mg/kgBB dan kelompok V pemberian ekstrak etanol daun ubi jalar putih dosis 600 mg/kgBB. Persentase penurunan kolesterol total masing-masing perlakuan berturut-turut dari kelompok I hingga kelompok V,yaitu 4,40, 25,37, 8,74, 16,54 dan 18,16 %. Oleh sebab itu, ekstrak etanol daun ubi jalar putih dapat menurunkan kadar kolesterol darah.

PRODUKSI α-AMILASE Leuconostoc mesenteroides EN 17-11 DAN Lactobacillus plantarum B110 BESERTA STABILITASNYA PADA BERBAGAI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN

No: 308 Enzim amilase merupakan salah satu produk industri yang bernilai ekonomis cukup tinggi, diantaranya amilase dari BAL. Beberapa jenis BAL seperti Lactobacillus plantarum dan Leuconostoc sp. telah dilaporkan menghasilkan amilase. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produksi dan stabilitas α-amilase Lactobacillus plantarum B110 dan Leuconostoc mesenteroides EN 17-11 diberbagai waktu dan suhu penyimpanan. Media produksi BAL penghasil α-amilase menggunakan MRS broth. Produksi α-amilase L.plantarum B110 dan Lc.mesenteroides EN 17-11 dilakukan dengan sentrifugasi. Penentuan stabilitas α-amilase L.plantarum B110 dan Lc.mesenteroides EN 17-11 dilakukan pada waktu penyimpanan 0, 7, 14, 21 dan 28 hari, diberbagai suhu penyimpanan : 27oC (suhu ruang), 4oC (suhu dingin) dan -20oC (suhu beku). Uji aktivitas α-amilase menggunakan metode Bernfield (1955 dalam Kanpiengjai et al, 2015). Aktivitas relatif α-amilase ≥ 50% dinyatakan sebagai aktivitas α-amilase dalam kondisi stabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi α-amilase L.plantarum B110 sebesar 0,4138 U/ml sedangkan hasil produksi α-amilase Lc.mesenteroides EN 17-11 sebesar 3,1545 U/ml. Aktivitas α-amilase L.plantarum B110 diberbagai suhu bernilai antara 0,4138-1,0143 U/ml. Aktivitas α-amilase Lc.mesenteroides EN 17-11 diberbagai suhu bernilai antara 2,8-5,0646 U/ml. Aktivitas relatif α-amilase L.plantarum B110 pada penyimpanan diberbagai suhu bernilai sebesar 52,41%-100%. Aktivitas relatif α-amilase Lc.mesenteroides EN 17-11 pada penyimpanan diberbagai suhu bernilai sebesar 58,46%-100%. Berdasarkan stabilitas waktu dan suhu penyimpanan aktivitas tertinggi α-amilase L.plantarum B110 terjadi pada waktu penyimpanan 14 hari (1,0143 U/ml) dengan aktivitas relatif 100% pada suhu beku, sedangkan stabilitas waktu dan suhu penyimpanan aktivitas tertinggi α-amilase Lc.mesenteroides EN 17-11 terjadi pada waktu penyimpanan 7 hari (5,0646 U/ml) dengan aktivitas relatif 100% pada suhu beku (P < 0,05).

UJI INHIBISI EKSTRAK ETIL ASETAT DAN ETANOL UMBI LAPIS BAWANG MERAH (Allium cepa) TERHADAP ENZIM α-GLUKOSIDASE

No: 296 Umbi lapis bawang merah (Allium cepa) berguna sebagai bahan obat anti diabetes. Salah satu mekanisme kerja obat diabetes adalah dengan cara menghambat aktivitas enzim α-Glukosidase dalam mengurai karbohidrat menjadi glukosa di dalam sel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya inhibisi ekstrak etil asetat dan etanol umbi lapis bawang merah (Allium cepa) terhadap aktivitas enzim α-Glukosidase. Ekstrak etil asetat dan etanol umbi lapis bawang merah didapatkan dengan metode maserasi dan masing-masing dibuat dalam konsentrasi 2% dan 4%, yang selanjutnya akan digunakan untuk uji inhibisi aktivitas enzim α-Glukosidase dengan alat Microplate Spectrophotometer pada λ 410 nm. Hasil pengukuran inhibisi ekstrak etil asetat 2% dan 4% menunjukkan nilai yang lebih tinggi (99,56% dan 99,75%) dibandingkan dengan hasil pengukuran akarbosa 1% (97,51%) dan ekstrak etanol 2% dan 4% (93,60% dan 98,56%). Hasil uji statistika anova menunjukkan hasil inhibisi ekstrak etil asetat 2% tidak berbeda nyata (p<0,05) dengan akarbosa 1% sebagai kontrol positif. Sehingga ekstrak etil asetat 2% umbi lapis bawang merah (Allium cepa) dinilai memiliki aktivitas optimal dalam menginhibisi aktivitas enzim α-Glukosidase.

OPTIMASI PRODUKSI EKSOPOLISAKARIDA DARI Lactobacillus fermentum DAN Leuconostoc mesenteroides PADA MEDIA LIMBAH KEJU (WHEY) SERTA POTENSINYA SEBAGAI ANTIMIKROBA

No: 278 Eksopolisakarida (EPS) diproduksi oleh bakteri asam laktat. EPS merupakan polimer gula pereduksi dengan berat molekul tinggi yang disekresikan oleh mikroorganisme ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media yang optimum untuk produksi EPS dari Lactobacillus fermentum dan Leuconostoc mesenteroides pada media MRS yang mengandung whey. EPS diuji potensi sebagai senyawa antimikroba. EPS dianalisis kandungan glukosa dan proteinnya. Optimasi produksi EPS Lf digunakan media 100% whey (5,733 gram). Optimasi produksi EPS Lm digunakan media 75% whey (8,167 gram). Pada konsentrasi 10.000 ppm EPS Lf menunjukkan aktivitas antimikroba tertinggi terhadap Staphylococcus aureus (4,27 mm) sementara terhadap Candida albicans pada konsentrasi 5.000 ppm (3,30 mm). Pada konsentrasi 10.000 ppm EPS Lm terhadap Staphylococcus aureus (4.11 mm). Dengan demikian, EPS dari Lactobacillus fermentum dan Leuconostoc mesenteroides memiliki aktivitas antimikroba dengan kategori lemah.

AKTIVITAS REBUSAN TONGKOL JAGUNG MUDA (Zea Mays L.) SEBAGAI DIURETIK PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) SECARA IN VIVO

No: 267 Diuretik adalah obat yang bekerja pada organ ginjal untuk meningkatkan ekskresi air dan natrium klorida. Masyarakat Jawa Barat banyak menggunakan rebusan tongkol jagung muda sebagai obat diuretik tetapi belum ada informasi ilmiah mengenai aktivitas diuretik dari tongkol jagung muda. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas diuretik dari tongkol jagung muda (Zea mays L.) secara in vivo. Penelitian ini menggunakan metode rebusan, dengan menggunakan konsentrasi 15 g/200 mL, 30 g/200 mL dan 60 g/200 mL. Rebusan yang diperoleh kemudian ditentukan kandungan senyawanya dengan metode uji fitokimia, dari hasil uji didapatkan flavonoid. Pengukuran efek diuretik pada tikus putih (Rattus novergicus) dilakukan selama 8 jam dengan interval waktu 30 menit. Hasil yang diperoleh dari rebusan tongkol jagung muda konsentrasi 60 g/200 mL, 30 g/200 mL dan 15 g/200 mL didapat volume urin masing-masing 6,50 mL, 4,90 mL dan 4,26 mL selama interval waktu 8 jam. Kontrol positif yaitu furosemida 0,72 mg/kgBB dapat meluruhkan urin sebanyak 5,46 mL selama interval 8 jam. Oleh karena itu, rebusan tongkol jagung muda konsentrasi 60 g/200 mL memiliki aktivitas diuretik tertinggi.