Sebanyak 54 item atau buku ditemukan

UJI DAYA HAMBAT MADU KLENGKENG (Mel depuratum), DAUN KEMANGI (Ocimum americanum) EKSTRAK dan FRAKSI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP Staphylococcus aureus

No: 109 Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dan berpotensi tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Tanaman atau obat herbal Indonesia yang berpotensi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat adalah madu klengkeng, daun kemangi dan buah mengkudu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dari tiga macam herbal yaitu Madu Klengkeng (Mel depuratum), Daun Kemangi (Ocimum americanum) dan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia). Pengujian dilakukan secara kualitatif menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan madu klengkeng dan fraksi pelarut buah mengkudu tidak memberikan penghambatan terhadap bakteri S. aureus, tetap1 daun kemangi. dan ekstrak buah mengkudu menunjukkan penghambatan. Efek penghambatan terbesar ditunjukkan oleh ekstrak buah mengkudu sebesar rata-rata 12.18 mm pada konsentrasi 1%. Adanya kandungan fitokimia alkaloid dan antrakuinon pada ekstrak buah mengkudu dimungkinkanmerupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap penghambatan pada S. aureus.

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa billimbi Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

No: 105 Tanaman belimbing wuluh (Averrhoa billimbi Linn.) adalah salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, baik bagian batang, buah dan daun semuanya mempunyai manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia (zat aktif) dan aktivitas ekstrak etanol dan ekstrak etilasetat daun belimbing wuluh terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Tujuan digunakan dua pelarut adalah untuk melihat mana yang memiliki daya hambat yang lebih baik, apakah ekstrak etanol atau etilasetat. Pengujian fitokimia dilakukan secara kualitatif dan pengujian daya hambat menggunakan metode difusi cakram. Dengan kontrol positif Kloramfenikol dan etanol serta etilasetat sebagai kontrol negatif. Daya hambat ditunjukkan dengan adanya zona bening disekeliling cakram. Berdasarkan hasil uji fitokimia dan ekstrak daun belimbing wuluh kandungan zat aktif adalah Flavonoid, Tanin dan Triterpenoid. Hasil uji daya hambat antara ekstrak etanol dan etilasetat ternyata ekstrak etanol memiliki daya hambat yang lebih bak, dimana Diameter zona Hambat (DZH) terbesar adalah terhadap bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus dengan diameter hambat terbesar terdapat pada konsentrasi 100% (DZH = 13mm) dan 75% (DZH= 10,5mm) dibandingkan dengan bakteri gram negatif yaitu Escherichia coli pada konsentrasi 100% dan 75% hanya (DZH= 7,7mm). Namun_ diameter zona hambat Staphylococcus aureus dan Eschericia coli masih dibawah diameter zona hambat kloramfenikol 0.003% (DZH= 17,7mm).