Sebanyak 528 item atau buku ditemukan

Ketepatan penggunaan antibiotika dengan metode Gyssens pada pasien sepsis neonatal rawat inap di Rumah Sakit Salak Bogor Periode Maret-Juni 2018

No. 490 Sepsis neonatal merupakan disfungsi organ yang mengancam kehidupan yang disebabkan oleh disregulasi imun terhadap infeksi. Jumlah sepsis neonatal di RSAD Salak meningkat, dibuktikan pada semester pertama tahun 2017 jumlah sepsis neonatal mencapai angka 102 bayi dari 625 bayi yang lahir. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran profil pasien, gambaran peresepan dan ketepatan penggunaan antibiotika dengan metode Gyssens pada pasien neonatal rawat inap RS Salak. Penelitian dilakukan secara prospektif dengan mengumpulkan data pasien berdasarkan rekam medis pasien sepsis neonatal yang menggunakan antibiotika periode Maret sampai Juni 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien sespsis neonatal berdasarkan jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki 22 orang atau 65% dan perempuan 12 orang atau 35%. Jumlah pasien sespsis neonatal berdasarkan kelompok usia tertinggi adalah pada usia 1-7 hari (SAD) dengan jumlah 19 (55.88%), usia > 7 hari (SAL) berjumlah 15 (44.12%). Pasien sepsis neonatal dengan riwayat persalinan normal 20 (58.82%) dan SC 14 (41.18%). Ketepatan antibiotika pada kategori IVa (pemberian antibiotika lain yang lebih efektif) 21 pasien atau 48.84%, kategori IIIb (pemberian terlalu singkat) 1 pasien atau 2.33%, kategori IIa( pemberian antibiotika tidak tepat dosis) 13 pasien 30.23% dan kategori 0 atau tepat sebanyak 8 pasien 18.6%.

Evaluasi perbedaan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi ke 1-4 dan ke 5-8 di RSUD Ciawi Kabupaten Bogor

No. 489 Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang kelenjar payudara. Jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu) dan jaringan penunjang payudara. Kanker payudara sangat berhubungan dengan penurunan kualitas hidup pasien. Penurunan kualitas hidup disebabkan oleh diagnosis, terapi dan efek samping kemoterapi. Tujuan penelitian ini ntuk mengevaluasi perbedaan kualitas hidup pasien Kanker Payudara yang menjalani kemoterapi ke 1-4 dan ke 5-8 dari dimensi kesehatan Fisik dan psikologis di RSUD Ciawi Kabupaten Bogor.Penelitian ini dilakukan dengan metode prospektif non eksperimen pada 81 orang pasien kemoterapi yang terbagi kedalam kemoterapi ke 1-4 sebanyak 40 orang dan kemoterapi ke 5-8 sebanyak 41 orang. Kualitas Hidup pada kelompok kemoterapi ke 1-4 lebih baiksecara fisik dan psikologis dibandingkan pada kelompok kemoterapi ke 5-8, akan tetapi perbedaan tersebut tidak bermakna yang dapat dilihat dari nilai pvalue> 0,05 (p-value 0,386) (fisik) dan nilai p-value> 0,05 (p-value 0,532) (Psikologis).

Analisis tingkat kepuasan pasien hipertensi lanjut usia terhadap pelayanan informasi obat di rumah sakit kepresidenan RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat

No. 488 Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien hipertensi lansia terhadap pelayanan informasi obat di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto jakarta pusat ditinjau dari dimensi mutu pelayanan kefarmasian. Responden yang diteliti adalah pasien penderita hipertensi lanjut usia pada usia 60 tahun. Teknik pengambilan sampelnya dengan purposive sampling, melalui survey dengan lembar kuesioner jumlah 46 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis dengan analisis korelasi, skala Likert, univerat dan analisis bivarate, regresi linier. Hasil penelitian bahwa 63,0% pasien menyatakan sangat puas, berdasarkan hasil uji korelasi terdapat hubungan positif yang signifikan antara pelayanan informasi obat terhadap kepuasan dengan nilai korelasi 0,533, hasil rata-rata korelasi kelima dimensi diperoleh interpretasi 1,063 pada tingkat kepuasan sangat puas. Berdasarkan hasil uji F didapat nilai hitung lebih besar dari F tabel, Artinya H0 ditolak dan Ha diterima, berarti pelayanan informasi obat mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien hipertensi lansia. Berdasarkan uji T dimensi keandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti fisik terdapat pengaruh dengan kepuasan pasien.

Uji aktivitas dan stabilitas formula gel hand sanitizer dari ekstrak etanol 96% buah pare (Momordica charantia L) sebagai antibakteri

No. 487 Buah pare (Momorica charantia L) merupakan bagian dari tanaman yang mengandung zat aktif antibakteri dan berpontensi dibuat formulasi hand sanitizer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri hand sanitizer ekstrak buah pare terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escheria coli, daya antiseptiknya serta uji mutu fisik formulasi hand sanitizer ekstraknya pada konsentrasi 30%. Ekstraksi buah pare dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Kandungan senyawa ekstrak diidentifikasi dengan uji fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri formulasi hand sanitizer ekstrak dengan konsentrasi 30% dilakukan dengan metode difusi cakram. Uji mutu fisik formulasi hand sanitizer antara lain organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar dan viskositas. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% buah pare mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Diameter zona hambat pada ekstrak etanol 96% dan hand sanitizer ekstrak etanol 96% kosentrasi 30% terhadap bakteri Staphylococcus aureus yaitu 11,7 mm dan 10,6. Sedangkan terhadap bakteri Escherichia coli yaitu 10,9 mm dan 10,2 mm. Selain itu, hand sanitizer ini memiliki aktivitas antibakteri. Hasil uji mutu fisik formulasi hand sanitizer ekstrak etanol 96% buah pare memiliki warna coklat, bentuk semisolid dan berbau khas ekstrak, homogen, pH 5, viskositas (3200-3300 cps), daya sebar (5,10-5,14 cm). Setelah uji cyling test didapat hasil, warna coklat, bentuk semisolid dan berbau khas ekstrak, homogen, pH 5, viskositas (3100-3500 cps), daya sebar (5,10-5,18 cm).

Toksisitas Ekstrak kulit kopi arabika (coffee arabica) dengan metode brine shrimp lethality test

No. 486 Kulit kopi Arabika merupakan bahan tidak terpakai (limbah) dari hasil pengolahan biji kopi. Kulit kopi mengandung senyawa bahan alam seperti antosianin, polifenol, betakaroten, dan vitamin C. Senyawa polifenol diketahui berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toksisitas dari ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 70%, dan akuades dari kulit kopi Arabika (Coffea arabica) dengan metode BSLT. Proses ekstraksi kulit kopi arabika dilakukan dengan cara maserasi. Metode toksisitas yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 70%, dan akuades dari kulit kopi Arabika (Coffea arabica) memiliki efek toksik terhadap Artemia salina L. Nilai LC5 dari ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol 70% dan akuades masing-masing sebesar 132 ppm (sangat toksik), 166 ppm (sangat toksik), 309 ppm (toksik), dan 708 ppm (toksik sedang). Ekstrak n-heksana kulit kopi memberikan efek toksik yang paling tinggi dengan komponen kimia yang terkandung yaitu alkaloid dan triterpenoid.

Analisis kebutuhan tenaga kefarmasian terhadap beban kerja di instalasi farmasi rawat jalan RS PMI Bogor

No. 485 Peningkatan jumlah pelayanan resep di Intalasi Farmasi Rawat Jalan RS PMI Bogor mempunyai dampak terhadap beban kerja tenaga kefarmasian baik apoteker maupun tenaga teknis kefarmasian yang ada di Instalasi Farmasi. Beban kerja yang berlebih memicu kelelahan dan kurangnya konsentrasi petugas dalam pelayanan kefarmasian. Hal tersebut akan mengakibatkan penurunan mutu pelayanan IFRS PMI Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan tenaga kefarmasian di IFRS PMI Bogor berdasarkan beban kerjanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel seluruh aktifitas tenaga kefarmasian. Teknik pengumpulan data dengan observasi menggunakan work sampling dan wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja (ABK Kes). Hasil penelitian untuk tenaga kefarmasian pada apoteker dari perbandingan ratio beban kerja 0.67 membutuhkan tenaga 3 orang. Tenaga teknis kefarmasian menghasilkan ratio beban kerja 0.92 membutuhkan tenaga 13 orang. Jumlah apoteker saat ini terdapat 2 orang dengan kategori tekanan beban kerja tinggi. Jumlah tenaga kefarmasian saat ini terdapat 12 orang dengan kategori tekanan beban kerja rendah. Jumlah tenaga kefarmasian saat ini lebih kecil daripada yang dibutuhkan, untuk mengatasi beban kerja yang ada maka dibutuhkan 1 tenaga apoteker dan 1 tenaga teknis kefarmasian.

Evaluasi beban kerja sumber daya manusia kesehatan terhadap insiden keselamatan pasien di instalasi farmasi rawat jalan RS PMI Bogor

No. 484 Potensi kejadian insiden keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS PMI Bogor dapat timbul akibat meningkatnya beban kerja tenaga kefarmasian. Beban kerja berlebih memicu kelelahan dan kurangnya konsentrasi petugas dalam pelayanan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui beban kerja tenaga kefarmasian yang menimbulkan insiden keselamatan pasien di IFRS PMI Bogor. Hal tersebut akan mengakibatkan penurunan mutu pelayanan di IFRS PMI Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel seluruh sumber daya manusia tenaga kefarmasian. Teknik pengumpulan data dengan observasi menggunakan work sampling dan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK Kes). Hasil penelitian menunjukkan ratio beban kerja 0,67 untuk tenaga Apoteker sehingga dibutuhkan 1 orang tenaga Apoteker. Ratio beban kerja 0,92 untuk Tenaga Teknis Kefarmasian sehingga dibutuhkan 1 orang Tenaga Teknis Kefarmasian . Hasil penelitian untuk insiden keselamatan pasien Kejadian Nyaris Cidera (KNC) terjadi sebanyak 4 insiden dan Kejadian Potensial Cidera (KPC) sebanyak 70 insiden

Uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah (Rosa galica L) terhadap bakteri Propionibacterium acnes

No. 482 Jerawat merupakan suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustule, nodus dan kista. Salah satu penyebab terjadinya jerawat karena adanya infeksi bakteri patogen dari bakteri Propionibacterium acnes. Mahkota bunga mawar merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dari mahkota bunga mawar merah, menguji aktivitas antibakteri dari sediaan gel yang dibuat dan mengetahui mutu fisik dari sediaan gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah. Pada penelitian ini ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah diformulasikanmenjadi bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Berdasarkan hasil penelitian pada mahkota bunga mawar merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada hasil uji mutu fisik sediaan gel memiliki hasil uji mutu fisik yang sesuai dengan syarat sediaan gel yang baik. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak mahkota bunga mawar merah 5%, 10% dan 15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes, memiliki hasil secara berturut-turut 14,4 mm, 16,2 mm dan 19,2 mm yang termasuk dalam kategori aktivitas yang kuat. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan ANOVA RAL pada tingkat kepercayaan 90% dengan taraf α 0,1 menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah berpengaruh terhadap bakteri Propionibacterium acnes.

Analisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan informasi obat (PIO) di Puskesmas Cileungsi kabupaten Bogor periode Otober- November tahun 2018

No. 481 Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker untuk memberikan informasi secara akuran, tidak bias dan terkini kepada dokter, perawat, profesi kesehatan lainnya dan pasien, untuk mencegah penggunaan obat yang salah dan adanya interaksi obat yang tidak dikehendaki. Kepuasan pelanggan merupakan perbedaan antara harapan dan hasil kerja yang diterimanya, jika hasil kerja yang diterima melebihi harapan maka terdapat kepuasan pasien terhadap pelayanan informasi obat (PIO) di Puskesmas Cileungsi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, hasil pengolahan data menggunakan skala Linkert dengan bantuan SPSS versi 16.00. Responden pada pelayanan informasi obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Cileungsi berusia 36-49 tahun sebanyak 39 responden, dengan tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 55 responden dan status pekerjaan bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 41 responden. Berdasarkan hasil uji skala Linkert didapatkan hasik presentasi sebesar 60,8%,yang termasuk dalam kriteria sangat puas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa responden merasa puas terhadap pelayanan informasi obat (PIO) di Puskesmas Cileungsi