Sebanyak 528 item atau buku ditemukan

Formulasi dan evaluasi fisik sediaan lotion ekstrak umbi lobak (Raphatus sativus L.) sebagai tabir surya

No. 510 Penggunaan kosmetika tabir surya menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan dalam upaya melindungi dari radiasi matahari. Kosmetika berbahan tanaman lebih sering diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan senyawa kimia. Umbi lobak (Raphatus Sativus L) salah satu tanaman yang kandungan kimianya dapat dijadikan sebagai tabir surya. Kandungan tersebut adalah flavonoid yang mampu mencegah efek berbahaya dari sinar UV atau paling tidak dapat mengurangi kerusakan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lotion tabir surya dari ekstrak umbi lobak yang memiliki mutu fisik dan SPF yang stabil. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat dengan tingkat kepolaran yang berbeda-beda yaitu n-heksana, etil asetat, etanol 96%, dan air. Masingmasing pelarut dibuat menjadi ekstrak kental, dan di uji SPF dengan spektrofotometri selanjutnya hasil SPF terbesar dari ekstrak dibuat sediaan lotion tabir surya dengan konsentrasi 5%, 15% dan 25%. Lotion yang telah dibuat, kemudian dilakukan uji kontrol kualitas meliputi uji organoleptik, uji pH, daya sebar, viskositas, stabilitas, dan penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF). Berdasarkan pada hasil penelitian ekstrak umbi lobak dengan pelarut n-heksana diperoleh nilai SPF 5,51, ekstrak pelarut etil asetat diperoleh nilai SPF 13,40, ekstrak pelarut etanol 96% diperoleh nilai SPF sebesar 5,40, dan ekstrak pelarut air diperoleh nilai SPF sebesar 21,63. Semua sediaan lotion tabir surya yang dibuat yang memenuhi persyaratan pengujian dan memiliki kestabilan secara fisik. Nilai SPF pada lotion 5% yaitu 4,07, lotion 15% yaitu 6,96 dan lotion 25% yaitu 7,23. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formulasi 25% memenuhi persyaratan mutu fisik lotion dan memiliki nilai SPF tertinggi sebesar 7,23 dengan proteksi ultra. Pada uji stabilitas lotion yang mempunyai stabilitas yang baik adalah lotion yang penyimpanan pada suhu kamar (28±2oC).

uji efek analgesik fraksi air, etil asetata dan n- heksana dari ekstrak etanol 70% daun ranti (solanum nigrum L.) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) galur DDY

No. 509 Tumbuhan ranti (Solanum nigrum L.) biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia secara tradisional sebagai pereda nyeri. Daun ranti mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan efek analgesik fraksi air, etil asetat dan n-heksana dari ekstrak etanol 70% daun ranti (Solanum nigrum L.) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) galur Deutche Denken Yoken yang berumur 2-3 bulan dengan berat badan 20-30 g. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode Sigmund (metode geliat) yang diinduksi dengan asam asetat 0,5%. Dosis yang digunakan untuk ketiga fraksi adalah 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB dan serbuk antalgin 65 mg/kg BB sebagai kontrol positif. Penurunan jumlah geliat setiap kelompok dianalisis dengan menggunakan uji statistik RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji fitokimia ekstrak etanol, fraksi air dan fraksi etil asetat menunjukkan adanya senyawa flavonoid, sedangkan pada fraksi n-heksana menunjukkan tidak adanya senyawa flavonoid. Pada efek analgesik daya proteksi yang paling besar terdapat pada fraksi air dosis 200 mg/kg BB (52,55%) yang diikuti oleh fraksi etil asetat dosis 200 mg/kg BB (36,86%), fraksi air dosis 100 mg/kg BB (36,13%), fraksi etil asetat dosis 100 mg/kg BB (29,75%), fraksi n-heksana dosis 200 mg/kg BB (22,99%) dan fraksi n-heksana dosis 100 mg/kg BB (8,21%). Semakin besar dosis yang diberikan maka semakin baik efek analgesiknya.

Formulasi daun uji stabilitas sediaan Lipcream menggunakan bahan pewarna alami dari kayu secang (Caesalpinia sappan Linn.)

No. 508 Lipcream termasuk pewarna bibir seiring perkembangan jaman. Kayu secang (Caesalpinia sappan Linn.) dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak kayu secang dapat digunakan sebagai pewarana alami sediaan lipcream dan memiliki stabilitas yang baik. Ekstraksi dilakukan dengan dimaserasi air mendidih selama 15 menit kemudian dipekatkan dengan alat mikrowave. Sediaan lipcream dibuat dengan formula yang terdiri dari konsentrasi ekstrak kayu secang 0,2%, 0,4% dan 0,6%. Evaluasi fisik yang dilakukan antara lain uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya oles, uji daya lekat, uji viskositas, uji daya sebar, uji kesukaan, uji cycling test dan uji mekanik (sentrifugasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kayu secang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lipcream. Sediaan berupa lipcream mempunyai pH sekitaran 4-5, viskositas pada kisaran 16900- 17400 cps, pada uji kesukaan formula dengan 0,6% mempunyai nilai tertinggi, begitupun pada daya lekat, hasil uji cycling test formula dengan ekstrak 0,4% dan 0,6% stabil, pada uji mekanik semua sediaan tidak ada pemisahan fase menandakan sediaan stabil selama 1 tahun penyimpanan suhu kamar.

uji aktivitas antidiabetes ekstrak daun the hijau (Camellia sinensis Linn.), daun kersen (Muntingia calabura Linn.) dan kombinasi keduanya terhadap penghambatan enzim α- glukosidase

No. 507 Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah diatas normal . Salah satu tipe DM adalah DM tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus), salah satu pengobatannya dengan cara menghambat enzim α-glukosidase yang memungkinkan dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase terhadap ekstrak etanol 96% dan larutan infusa daun teh hijau, daun kersen dan kombinasi keduanya serta mengetahui jenis kinetika penghambatan enzim α-glukosidase. Penghambatan enzim α-glukosidase dilakukan secara in vitro dengan menggunakan Microplate reader. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai IC50 dari kombinasi larutan infusa daun kersen dan daun teh hijau dengan kombinasi 1:3 memiliki nilai 1,177 ppm yang lebih besar dibandingkan dengan akarbose dengan nilai IC50 3,15 ppm. Dengan jenis penghambatan campuran sehingga tidak dapat menghambat enzim αglukosidase.

Aktivitas antibakteri dari ekstrak batang biduri (calotropis gigantea[Willd.]) terhadap Sthapylococcus aureus dan escherichia coli

No. 506 Tumbuhan biduri (Calotropis gigantea [Willd.]) merupakan tumbuhan liar. Bagian seperti daun, kulit akar, getah dan bunganya banyak dimanfaatkan sebagai obat. Akan tetapi, untuk batang kurang dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Padahal dalam segi memperoleh bahan baku, batang lebih mudah didapat dari pada kulit akar. Selain itu, bila mengambil kulit akar harus mencabut tumbuhan biduri terlebih dahulu yang artinya tumbuhan biduri akan mati. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menentukan aktivitas antibakteri dari ekstrak heksana, etil asetat, dan etanol 96% pada batang biduri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan pengukuran diameter zona hambat. Ekstrak batang biduri diperoleh dengan metode maserasi. Senyawa aktif ekstrak diidentifikasi melalui uji fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri ekstrak pada konsentrasi 25 mg/mL, 50 mg/mL, 75 mg/mL, dan 100 mg/mL dilakukan dengan metode difusi cakram. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% batang biduri mempunyai aktivitas antibakteri. Ekstrak etanol 96% batang biduri 100 mg/mL mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi (katagori antibakteri kuat) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan nilai diameter zona hambat masing – masing 17,70 mm dan 12,40 mm. Senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak etanol 96% batang biduri adalah flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid.

Uji Aktivitas pertumbuhan rambut dari sediaan hair tonic ekstrak etanol 96% daun leunca ( Solanum Nigrum L) terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley

No. 505 Daun leunca (Solanum nigrum L) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa flavonoid dan saponin serta banyak juga mengandung protein, asam amino, mineral, vitamin A dan C. Senyawa-senyawa tersebut memiliki peran penting dalam aktivitas partumbuhan rambut pada tikus putih jantan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas pertumbuhan pada tikus putih jantan galur Sprague dawley yang diberi sediaan hair tonic yang mengandung ekstrak etanol 96% daun leunca (Solanum nigrum L.). Sediaan hair tonic dibuat dalam tiga konsentrasi yaitu 10%,15% dan 20% untuk menguji aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengukur panjang rambut, bobot rambut dan kelebatan rambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan hair tonic pada konsentrasi 20% memiliki aktivitas pertumbuhan panjang, bobot dan kelebatan rambut yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif (minoxidil 2%).

Pola Peresepan pengobatan pasien bipolar di instalasi rawat jalan rumah sakit ketergantungan obat Jakarta

No. 504 Gangguan bipolar merupakan salah satu perilaku abnormal yang kurang dipahami dan dikenal masyarakat. Gangguan bipolar adalah gangguan jiwa bersifat episodik dan ditandai oleh gejala-gejala manik, hipomanik, depresi dan campuran, serta dapat berlangsung seumur hidup. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola peresepan, serta kesesuaian pengobatan gangguan bipolar pasien rawat jalan RS Ketergantungan Obat Jakarta 2017 dengan KepMesKes RI Nomor HK.02.02/MenKes/73/2015 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengambilan data retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data penggunaan obat pada resep pasien bipolar di Instalasi Farmasi RS Ketergantungan Obat Jakarta tahun 2017. Subyek penelitian berjumlah 65 pasien. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif yang mendiskripsikan obyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% pasien gangguan bipolar di RS Ketergantungan Obat Jakarta adalah laki-laki berusia 26-35 tahun (dewasa awal), sebanyak 40 pasien mengalami gangguan bipolar jenis F31.9 atau gangguan afektif bipolar yang tidak tergolongkan. Terapi pengobatan yang banyak diresepkan adalah golongan Mood Stabilizer jenis divalproat, golongan antidepresan SSRI jenis fluoxetine dan golongan antipsikotik atipik jenis risperidon. Selain itu, evaluasi kesesuaian pengobatan menurut KepMesKes RI Nomor HK.02.02/MenKes/73/2015 pada pasien gangguan bipolar jenis F31 hanya 33%, pada jenis F31.0 dan F31.5 100%, jenis F31.2 hanya 67%, pada jenis F31.3 tidak ada kesesuaian, sedangkan pada jenis F31.9 75%.

evaluasi ketepatan pengobatan diare pada balita usia 0-5 tahun di instalasi rawat inap rumah sakit azra Bogor periode Januari-Juli 2018

No. 503 Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi Buang Air Besar lebih dari 3 kali dalam satu hari disertai dengan konsistensi tinja cair dan disertai ada atau tidaknya darah atau lendir. Penatalaksanaan diare balita terdiri dari terapi rehidrasi oral, terapi suplemen Zink, Probiotik dan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antidiare dan antibiotik pada pasien balita diare di instalasi rawat inap Rumah Sakit Azra. Penelitian ini termasuk penelitian non-eksperimental, pengambilan data dilakukan secara retrospektif observasional dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22 dengan uji frekuensi. Pengambilan sampel sebanyak 93 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian evaluasi ketepatan pengobatan di Rumah Sakit Azra tepat pasien sebanyak 99%, tepat obat sebanyak 96.8%, dan tepat dosis sebanyak 100%. Hasil evalusi penggunaan antidiare zink dengan probiotik sebanyak 70%. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik golongan sefalosforin sebanyak 57%.

Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan heksana bawang hitam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa

No. 502 Penyakit infeksimerupakan penyakit pada manusia yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dan parasit.Bawang hitam merupakan produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan pada suhu 70ºC selama 40 hari. Zat aktif allicin yang terkandung dalam bawang hitam memiliki efek bakteriostatik dan bakterisidal yang berkhasiat terhadap pengobatan penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentalyang bertujuan untuk menentukan potensi antibakteri dari ekstrak etanol 70% dan heksana bawang hitam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan 3 konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, kontrol positif amoksisilin 0,1% b/v, dan kontrol negatif akuades.Hasil penelitiandianalisis statistik dengan uji Anovayang dilanjutkan dengan uji Duncan menunjukkan perbedaan nyata antara perlakuan dan kontrol. Bawang hitam pada ekstrak etanol 70% memiliki kandungan kimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin dan ekstrak heksana bawang hitam mengandung senyawa tanin dan saponin. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bawang hitam lebih tinggi dibandingkan ekstrak heksana bawang hitam namun masih lebih rendah dari kontrol positif (amoksisilin 0,1%).Ekstrak etanol 70% dan ekstrak heksana bawang hitam memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.

evaluasi program dots terhadap penderita tuberkulosis di rawat jalan RS Salak Bogor tahun 2017

No. 401 Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Salah satu terget program pemberantasan tuberkulosis paru ialah pencapaian angka kesembuhan minimal 85%, angka ini didapat setelah pengobatan minimal 6 bulan. Di RS Salak Bogor pencapaian angka kesembuhan sebesar 85%, angka ini didapat dari total pasien sembuh sebesar 65 pasien dari total 76 pasien yang mengikuti program DOTS (directly observed treatment, shortcourse chemotherapy). Telah dilakukan penelitian dengan metode deskriptif penggunaan obat antituberkulosis (OAT) kombipak dosis tetap (KDT) pada seluruh pasien baik kategori 1 maupun kategori anak yaitu seluruh pasien dengan persentase 100% menggunakan OAT KDT. Angka Drop Out sebesar 14,4% tidak memehuhi target nasional yaitu >5%.