Sebanyak 528 item atau buku ditemukan

isolasi, uji aktivitas antibakteri dan atioksidan dari senyawa a bioaktif ekstrak daun sitahe (Leuconotis eugenifolia (Wall. Ex G. Don) A. DC)

No. 418 Infeksi adalah masuknya bakteri ke dalam tubuh yang menyebabkan penyakit. Radikal bebas yang diproduksi oleh metabolisme tubuh dan dari luar dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Antibiotik diperlukan untuk mengatasi penyakit infeksi, sementara pencegahan penyakit degeneratif karena radikal bebas diperlukan antioksidan. Salah satu sumber antibakteri dan antioksidan adalah tanaman obat. Tanaman Sitahe (Leuconotis eugenifolia) telah digunakan untuk obat tradisional termasuk obat-obatan untuk infeksi kulit dan menyegarkan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah khasiat ekstrak daun sitahe, dan mengisolasi senyawa bioaktifnya. Ekstrak yang diuji dalam penelitian ini adalah ekstrak n-heksana, diklorometana, etil asetat, metanol dan air. Dalam penelitian ini, skrining fitokimia ekstrak juga dilakukan. Isolasi dan pemurnian ekstrak etil asetat daun Sitahe dilakukan menggunakan kromatografi kolom. Fraksi dan senyawa murni diuji untuk aktivitas antioksidan dan antibakteri. Kandungan fenolik dan flavonoid total ekstrak ditentukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan diukur dengan menentukan IC50 dan Indeks Aktivitas Antioksidan (AAI). Aktivitas antibakteri ditentukan dengan mengukur nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Hasil penelitian menunjukkan total nilai fenolik tertinggi dalam ekstrak etil asetat (259,0416 mg GAE / g ekstrak), dan nilai total tertinggi flavonoid adalah ekstrak diklorometana (84,6575 mg QE / g ekstrak). Ekstrak etil asetat dari daun Sitahe memiliki kategori sedang sebagai antibakteri terhadap bakteri S. aureus, dan lemah terhadap E.coli. sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak diklorometana relatif lemah terhadap S.aureus, dan sedang terhadap E.coli. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etil asetat, metanol dan air dari daun Sitahe memiliki potensi sangat kuat meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 5,25-11,46 μg / mL (nilai AAI> 2).

Sitotoksisitas kombinasi ekstrak etanol daun petai cina (Leucaena Leucoceephala (Lam.) de wit) dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack) L. C. Nielsen) terhadap sel kanker payudara MCF-7

No. 417 Daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dan kulitjengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) merupakan tumbuhan suku polongpolongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid.Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker.Uji sitotoksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai sitotoksisitas dari kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkol.Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Perbandingan kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkolyang digunakan secara berturut-turut 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9. Metode sitotoksisitas yang digunakan adalah MTT assay dengan kultur sel kanker payudara MCF-7. Parameter yang diukur adalah nilaiinhibition concentration (IC50). Kombinasi ekstrak daunpetaicinadankulitjengkoldengan perbandingan 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 menunjukkan aktivitassitotoksisitas terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 37,35; 28,57; 11,69; 7,5; dan 1,92 ppm. Berdasarkan kriteria sitotoksisitas National Cancer Institute (NCI) kombinasi ekstrak 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 termasuk dalam kategori sitotoksisitas potensial. Oleh sebab itu, kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.

Sitotoksisitas ekstrak etanol 70% kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack). L.C. Nielsen) terhadap penghambatan sel kanker payudara MCF-7 dan kanker serviks hela

No. 416 Kulit Jengkol (Archidendron jiringa (Jack). I.C. Nielsen) selama ini tergolong limbah organik yang tidak memberikan nilai ekonomis. Kandungan senyawa bahan alam pada kulit jengkol antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Beberapa senyawa tersebut struktur molekulnya diduga berpotensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek sitotoksisitas ekstrak etanol 70% kulit jengkol sebagai antikanker. Kulit jengkol dimaserasi dalam etanol 70%, ekstraknya dipekatkan dengan rotary vacuum evaporator dan waterbath. Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan sel MCF-7 (kanker payudara) dan sel HeLa (kanker serviks) berdasarkan metode MTT assay. Parameter yang diukur adalah nilai inhibition concentration (IC50). Ekstrak kulit jengkol menunjukkan aktivitas sitotoksisitas terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 sebesar 51,76 μg/mL dan terhadap sel HeLa nilai IC50 sebesar 39,618 μg/mL. Nilai IC50 dari kedua sel kurang dari 100 μg/mL menunjukkan kategori sitotoksisitas potensial, maka ekstrak kulit jengkol dapat digunakan sebagai agen antikanker.

formulasi dan uji sediaan pelembab ekstrak daun jambu biji putih (Psidium guajava L) dalam basis vanishing cream yang dikombinasi dengan gliserin dan propilen glikol

No. 415 Daun jambu biji putih (Psidium guajava L) mengandung senyawa aktif tanin, minyak atsiri, minyak lemak, damar, zat penyamak, triterpenoid, asam malat dan asam apfel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan krim pelembab daun jambu biji dengan humektan gliserin dan propilen glikol dalam basis vanishing cream yang berbeda dengan konsentrasi 3, 5, dan 10%. Sediaan akan diuji terhadap mutu fisik, keamanan, daya sebar, viskositas dan stabilitas sediaan krim pelembab ekstrak Psidium guajava L dalam basis vanishing cream untuk mengetahui hasil terbaik yang dapat meningkatkan hidrasi pada kulit dalam sediaan krim pelembab Psidium guajava L berbasis vanishing cream. Hasil uji yang didapat pada uji mutu fisik dilihat dari warna coklat, bentuk sediaan setengah padat, dan bau krim khas oleum rosae, uji homogenitas krim dengan konsentrasi 3, 5, dan 10% tidak mengalami penggumpalan atau pemisahan fase, uji daya sebar krim berkisar dari 2,6 – 4,1 cm, uji pH krim berkisar 6 – 7, tidak terjadi perubahan pada uji stabilitas, uji viskositas berkisar 8.000 – 11.600 Cp, uji keamanan kosmetik yang dilakukan terhadap 15 panelis selama 3 x 24 jam dengan konsentrasi cream terbaik yaitu 10 % , terdapat tiga panelis mengalami alergi dan sisanya normal. Krim ekstrak daun jambu biji putih dengan tipe M/A memenuhi uji kualitas krim yaitu uji homogenitas, uji daya sebar, uji pH, stabilitas, viskositas, uji keamanan kosmetik dan penetapan kadar total fenol dengan menggunakan reagen Folin Ceocalteu dan asam galat sebagai standar. Kandungan kadar total fenol pada sediaan krim pelembab ditentukan dengan menggunakan alat spektofotometer, kadar fenol yang terdapat pada ekstrak daun jambu biji sebesar 49,71 mg GAE/gram, dan kadar fenol yang terdapat pada sediaan krim pelembab 10 % sebesar 30,55 mg GAE/gram.

Uji Aktivitas Kombinasi ekstrak daun kacang panjang (Vigna unguculata (L.) Walp.) dan daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) terhadap pertumbuhan rambut pada tikus jantan galur Sparague Dawley

No.414 Ekstrak daun kacang panjang (Vigna unguiculata (L) Walp.) dan ekstrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg) secara empiris telah banyak digunakan untuk pertumbuhan rambut dan telah terbukti secara ilmiah mampu mempercepat pertumbuhan rambut, dan aktivitasnya setara dengan hair tonic yang terdapat di pasaran. Namun aktivitas dari kombinasi kedua ekstrak tersebut terhadap pertumbuhan rambut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi kedua ekstrak tersebut yang dapat memberikan aktivitas paling baik untuk menumbuhkan rambut. Kedua ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kacang panjang dan ekstrak daun mangkokan dengan perbandingan (1:1) mempunyai aktivitas pertumbuhan panjang rambut lebih tinggi dibandingkan kontrol positif (minoksidil), sedangkan aktivitas bobot rambutnya lebih ringan dari kontrol positif (minoksidil).

Analisis Efektivitas obat dan efesiensi biaya dalam penggunaan antibiotik tiamfenikol dan sefiksim pada pasien rawat jalan demam tifoid anak di kilinik Yapida Bogor periode Januari-Desember 2017

No. 413 Antibiotik merupakan pilihan obat utama untuk pengobatan demam tifoid, sehingga perlu dilakukan analisis efektivitas biaya agar dapat membantu mengambil keputusan untuk pemilihan antibiotik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antibiotik yang lebih efektif dan efisien, yang digunakan dalam terapi demam tifoid anak di Klinik Yapida periode JanuariDesember 2016. Penelitian ini merupakan studi observasi analisis, dengan pengambilan data secara retrospektif yang dilakukan pada bulan Mei-Juli 2017. melalui data rekam medis pasien demam tifoid anak yang mendapatkan terapi antibiotik tiamfenikol dan sefiksim. Data yang diambil untuk analisis adalah data karakteristik pasien dan data biaya langsung dan menghitung biaya transportasi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa secara statistik terdapat hubungan antara output/kesembuhan dengan pasien yang menerima terapi obat antibiotik tiamfenikol dan sefiksim dengan p < 0,05 dengan nilai signifikasi 0,006. Rata-rata total biaya terapi menggunakan antibiotik tiamfenikol sebesar Rp 1,217,828, - dengan waktu bebas demam lebih dari 4 hari sedangkan rata-rata total biaya terapi antibiotik sefiksim sebesar Rp 885,387, - dengan waktu bebas demam pada hari ke4. Dapat disimpulkan bahwa terapi antibiotik sefiksim lebih efektif untuk penurunan suhu pada hari ke-4 dan lebih efisien dalam segi biaya dibandingkan dengan terapi antibiotik tiamfenikol.

Evaluasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS terhadap pasien hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 di klinik medistira 2

No.412 Hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang tidak menyebabkan kematian secara langsung. Tetapi apabila pengelolaannya tidak tepat maka akan menimbulkan komplikasi yang dapat menyebabkan kematian dan menurunnya kualitas hidup pasien. Oleh sebab itu, pemerintah mengadakan kegiatan melalui BPJS Kesehatan yaitu PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan pasien, fasilitas kesehatan dan BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien PROLANIS, mengetahui gambaran tekanan darah dan kadar gula darah pasien PROLANIS serta mengetahui perbedaan tekanan darah dan kadar gula darah pasien PROLANIS. Penelitian ini menggunakan metode observasi yang dilakukan secara prospektif dan longitudinal. Sampel yang digunakan sebanyak 120 orang yang menjadi 4 kelompok. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada pasien hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 dari uji regresi diperoleh nilai p < 0,05 yaitu 0,000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan PROLANIS berpengaruh terhadap tekanan darah dan kadar gula darah.

Perbandingan Kombinasi Daun Pepaya (Carica papaya L.) Hook.f. & Thomson) yang memiliki aktivitas penambah nafsu makan pada mencit putih jantan

No. 411 Daun pepaya dan batang brotowali sudah digunakan oleh masyarakat sebagai ramuan yang dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan. Masyarakat biasanya menggunakan daun pepaya dan batang brotowali segar ini dengan cara direbus kemudian diminum sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis optimal dari kombinasi antara daun pepaya dan batang brotowali yang memiliki aktivitas penambah nafsu makan pada mencit putih jantan. Penapisan fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam masing-masing tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan metode infusa dan maserasi yang berlangsung selama 28 hari dengan menggunakan 12 kelompok perlakuan yaitu akuades (kontrol negatif), curvit® (kontrol positif), dosis tunggal dari infusa dan ekstrak masing-masing tanaman, kombinasi infusa dan ekstrak dari daun pepaya dan batang brotowali dengan perbandingan 3:1, 2:2, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang memberikan aktivitas penambah nafsu makan tertinggi dibandingkan dengan curvit® (kontrol positif) yaitu ekstrak kombinasi 1:3 dan infusa batang brotowali dengan kenaikan berat bdan sebesar 15,92 gram dan 15,71 gram. Analisis data dengan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Nemenyi diketahui bahwa masing-masing perlakuan memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan Pengetahuan Anggota Keluarga Tentang Penanganan Diare Pada Pasien Balita sebelum dan setelah Pelayanan Informasi obat di Instansi Rawat inap RS. Dr Hafiz Cianjur

No. 410 Apoteker berperan dalam mengoptimalkan pengetahuan tentang penanganan diare khususnya pada pasien balita. Dimana apoteker diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang terapi yang benar pada diare anak. Pelayanan kefarmasian yang menjadi salah satu komponen untuk meningkatkan hasil terapi adalah pelayanan informasi obat, agar dapat memaksimalkan pananganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan perbedaan pengetahuan anggota keluarga tentang penanganan diare pada pasien balita antara sebelum dan setelah pelayanan informasi obat di instalasi rawat inap RS.DR Hafiz Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode non experimental dengan rancangan penelitian analitik observasional dengan desain Pretest-Posttest Design. Analisis menggunakan Paired sample t test merupakan uji beda dua sampel berpasangan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna antara hasil pre-test dengan post-test dimana data signifikan dari kedua kelompok data adalah 0,000 (p < 0,05) yang menyatakan bahwa adanya perbedaan tingkat pengetahuan anggota keluarga tentang penanganan diare pada balita sebelum dan setelah pelayanan informasi obat di instalasi rawat inap RS DR Hafiz.

Aktivitas Fraksi n-Heksana, Etil Asetat, dan Air dari Ekrak Etanol 96% Daun Landep (Barleria pronitis L.) terhadap penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan

No. 409 Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional hiperurisemia adalah daun landep (Barleria prionitis L.). Daun landep mengandung flavonoid dan alkaloid yang dapat berkhasiat sebagai antihiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperurisemia fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari ekstrak etanol 96% daun landep tehadap penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan hiperurisemia yang diinduksi jus hati ayam. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan galur Spargue Dawley dengan umur 3-4 bulan, berat badan 150-200 g. Hewan uji dibagi menjadi 11 kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif) diberi Na-CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) diberi allopurinol, kelompok III dosis 250 mg/kg BB, kelompok IV dosis 375 mg/kg BB, kelompok V dosis 500 mg/kg BB masingmasing diberi fraksi ekstrak n-heksan, kelompok VI dosis 250 mg/kg BB, kelompok VII dosis 375 mg/kg BB, kelompok VIII dosis 500 mg/kg BB masing-masing diberi fraksi ekstrak etil asetat, kelompok IX dosis 250 mg/kg BB, kelompok X dosis 375 mg/kg BB, kelompok XI dosis 500 mg/kg BB masing-masing diberi fraksi ekstrak air, dan semua kelompok sebelumnya diinduksi jus hati ayam. Penurunan kadar asam urat ditetapkan setelah hari ke-21 dengan alat strip tes asam urat Easy touch® GCU Multi Function Monitoring System (Analyzer). Kadar asam urat setiap kelompok dianalisis dengan menggunakan uji statistik FRAL (Faktorial Rancangan Acak Lengkap). Hasil penelitian ini menunjukan penurunan kadar asam urat yang terbaik diperoleh pada pemberian fraksi etil asetat dari ekstrak etanol dosis 375 mg/kg BB dengan penurunan sebesar 2,5 mg/dL tidak berbeda nyata dengan pembanding (allopurinol) terjadi penurunan sebesar 2,7 mg/dL.