Sebanyak 177 item atau buku ditemukan

UJI MUTU FISIK DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (Momordica charantia) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT 2 PADA TIKUS PUTIH JANTAN Galur Sprague Dawley

No: 295 Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan dan atau kehilangan jaringan disebabkan kontak dengan sumber yang memiliki suhu yang sangat tinggi. Daun pare dapat digunakan untuk pemakaian luar seperti luka bakar daun pare digiling halus lalu dibubuhkan pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun pareterhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan dan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel tersebut yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji viskositas dan uji pH. Hasil penelitian formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun parememiliki tekstur yang homogen, berwarna coklat sampai hitam pekat, berbau khas gelatin dan memiliki pH sebesar 5. Persentase pengurangan diameter luka bakar pada tikus putih jantan dengan menggunakansediaan gel ekstrak etanol daun pare 2,5%; 5%;7,5% dan 10% masing – masing sebesar 88%, 92%, 76% dan 76,80%, sedangkan pada kontrol positif bioplacenton gel sebesar 92%. Oleh sebab itu, ekstrak etanol daun pare dapat menyembuhkan luka bakar

UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN DUKU (Lansium domesticum) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR DDY

No: 293 Diare secara umum didefinisikan sebagai bentuk tinja abnormal (cair) yang disertai dengan peningkatan frekuensi buang air besar yakni lebih dari tiga kali per hari.Daun Duku adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat diare.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun duku sebagai antidiare.Senyawa aktif yang teridentifikasi dalam Daun Duku, yaitu alkaloid, saponin dan tanin.Simplisia kering daun duku diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian efek antidiare dilakukan dengan mempuasakan terlebih dahulu hewan uji kemudian diberikan oleum ricini sebagai penginduksi diare pada mencit jantan galur DDY. Dosis yang digunakan sebesar 200 mg, 400 mg, dan 600 mg/kg BB diberikan secara oral dan dilakukan pengamatan terhadap saat mulai terjadinya diare, konsistensi feses, frekuensi diare dan lama terjadinya diare. Sebagai pembanding digunakan Loperamid HCl. Hasil pengamatan dosis 200 mg/kg BB memiliki efek paling kecil sedangkan dosis 600 mg/kg BB memiliki efek paling kuat dan hampir sama dengan Loperamid HCl. Dosis 400 mg/kg BB memiliki efek antidiare yang tidak terlalu kuat. Ekstrak etanol daun duku memiliki efek sebagai antidiare.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans DALAM SEDIAAN KRIM

No: 292 Jamur adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dan tidak memiliki klorofil. Bawang putih (Allium sativum L.) memiliki khasiat sebagai anti jamur karena kandungan sulfur organik yaitu Allicin. Penelitian ini bertujuan membandingkan tiga konsentrasi ekstrak etanol 5%, 10%, dan 15% dari umbi bawang putih untuk menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Ekstrak etanol dengan konsentrasi yang paling besar aktivitasnya menghambat pertumbuhan jamur dibuat sediaan krim dan diuji daya hambatnya terhadap jamur Candida albicans. Hasil pengujian fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang putih mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pengujian aktivitas penghambatan pertumbuhan jamur Candida albicans menggunakan aquades sebagai kontrol negatif dan krim ketokonazol sebagai kontrol positif. Hasil uji menggunakan metode difusi cakram menunjukkan bahwa konsentrasi yang paling besar aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans adalah ekstrak 15% dengan diameter daya hambat sebesar 11,100 mm. Hasil pengujian krim yang mengandung ekstrak etanol 15% menunjukkan kemampuan penghambatan pertumbuhan jamur Candida albicans dengan diameter daya hambat 10,133 mm, sedangkan krim ketokonazol memiliki diameter daya hambat sebesar 18,167 mm. Tidak ada perbedaan signifikan antara ekstrak 15% dengan krim ekstrak 15% terhadap penghambatan pertumbuhan jamur Candida albicans.

FORMULASI FAST DISSOLVING TABLET SALBUTAMOL SULFAT MENGGUNAKAN VARIASI JUMLAH CROSPOVIDONE SEBAGAI SUPERDISINTEGRAN

No: 291 Salbutamol sulfat membutuhkan onset yang cepat karena digunakan untuk pengobatan asma yang memerlukan reaksi kerja obat yang cepat. Fast dissolving tablet (FDT) merupakan tablet yang dapat hancur dalam waktu singkat sehingga dapat menjadi alternatif untuk mempercepat kerja obat sehingga meningkatkan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi crospovidone sebagai bahan superdisintegran terhadap kecepatan waktu hancur dari FDT salbutamol sulfat. Dibuat tiga formula FDT yang masing-masing mengandung 5% (F1), 15% (F2), dan 25% (F3) crospovidone. Pembuatan FDT dilakukan dengan metode kempa langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa tablet FDT yang dibuat memenuhi persyaratan fisik sediaan FDT meliputi keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu pembasahan, waktu disintegrasi termodifikasi, keseragaman kandungan dan stabilitas. Formula F1 (crospovidone 5%) memiliki waktu disintegrasi termodifikasi 135,115 � 0,806 detik, formula 2 (crospovidone 15%) memiliki waktu disintegrasi termodifikasi 101,405 � 1,069 detik, dan formula 3 (crospovidone 25%) memiliki waktu disintegrasi termodifikasi 93,950 � 0,628 detik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi crospovidone maka akan menghasilkan tablet dengan waktu disintegrasi yang semakin cepat.

O[PTIMASI AKTIVITAS PEMBERSIHAN BIOFILM Pseumonas aeruginosa OLEH EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DALAM FORMULASI SABUN CAIR

No: 290 Infeksi pneumonia nosokomial, mata, kulit, telinga, saluran urin disebabkan oleh bakteri P. aeruginosa. Daun pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antibiofilm karena adanya kandungan senyawa aktif misalnya alkaloid, flavonoid, saponin dan juga tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak etanol daun pepaya dalam membersihkan biofilm P. aeruginosa, mengetahui kondisi optimum proses pembersihan biofilm oleh ekstrak etanol daun pepaya yang akan dijadikan sabun cair dan menguji sabun cair ekstrak etanol daun pepaya dalam membersihkan biofilm P. aeruginosa. Sabun cair dibuat dengan menggunakan basis sabun sodium lauril sulfat, natrium klorida, asam sitrat, propilenglikol dan air. Ekstraksi daun pepaya dengan metode maserasi selama 3 hari menggunakan pelarut etanol 70% dengan pergantian pelarut dilakukan setiap 24 jam.Evaluasi sabun cair ekstrak etanol daun pepaya meliputi organoleptis dan uji pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi sabun cair ekstrak etanol daun pepaya 1, 2 dan 3% memiliki aktivitas pembersih terhadap P. aeruginosa. Daya uji aktivitas ekstrak etanol daun pepaya lebih rendah dibandingkan dengan sabun cair ekstrak etanol dengan konsentrasi 3% sebesar 91,273% pada waktu kontak 15 menit dan pada suhu 440C.

PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DAN UJI STABILITAS FISIK EMULGEL EKSTRAK BATANG PISANG AMBON (Musa acuminata AAA)

No: 289 Batang pisang Ambon (Musa acuminata AAA) mengandung senyawa antioksidan golongan flavonoid yang memiliki aktivitas fotoprotektif. Flavonoid dalam batang pisang Ambon dapat memberikan efek perlindungan terhadap radiasi sinar UV dengan menyerap sinar UV karena adanya gugus kromofor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak dan sediaan emulgel ekstrak batang pisang Ambon (Musa acuminata AAA), serta mengetahui stabilitas fisik formula emulgel yang memiliki nilai SPF tertinggi. Emulgel diformulasikan menjadi 4 formula yaitu dengan konsentrasi ekstrak kental 0% (F0), 0,03% (F1), 0,3% (F2) dan 3% (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang pisang Ambon memiliki aktivitas tabir surya dengan nilai 15,72. Sediaan emulgel F3 memiliki nilai SPF sebesar 17,56 yang lebih tinggi dibandingkan F1 dan F2. Hasil stabilitas selama 4 minggu emulgel F3 menunjukkan warna, bau, pH (6,15-6,22) dan homogenitas pada suhu 4�C yang relatif stabil dibandingkan suhu kamar (30�C) dan suhu tinggi (40�C). Ekstrak dan sediaan emulgel ekstrak etanol batang pisang Ambon memiliki aktivitas sebagai tabir surya dengan proteksi ultra.

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL SUNTIK DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETATE (DMPA) DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS JASINGA KECAMATAN JASINGA KABUPATEN BOGOR TAHUN 2016

No: 288 Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang mengandung estrogen danprogesteron. Depo Medroxy Progesterone Asetat(DMPA) adalah kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron dan tidak mengandung estrogen dan disuntikan setiap tiga bulan sekali. Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang paling banyak di minati, data kependudukan dan hasil susenas KB tahun 2015 sebesar 59,57% untuk peserta KB suntik , dikarenakan akses lebih mudah dan biaya lebih murah, namun ada efek samping yang ditimbulkan oleh kontrasepsi tersebut , salahsatu efek samping tersebut adalah peningkatan beratbadan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal suntik DMPA dengan peningkatan beratbadan.Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling berdasarkan ciri-ciri yang telah ditentukan dalam kriteria inklusi. Analisis yang dilakukan adalah uji dengan Chi Square.Analisis Chi Square menunjukkan nilai Asymp. Sig. (1-tailed) adalah 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak , yang bartinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan KB DMPA dengan peningkatan berat badan .

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL HAND SANITIZER DARI EKSTRAK ETANOL BIJI MANGGA HARUM MANIS (Mangifera indica L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

No: 287 Mangifera indica L. atau mangga merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Salah satu bagian tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri pada mangga adalah biji. Kandungan antibakteri alami berupa tanin yang terdapat pada ekstrak etanol biji mangga harum manis diketahui efektif terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, yakni bakteri penyebab utama pada diare dan infeksi kulit lainnya. Tujuan dari Penelitian ini adalah memperoleh formulasi yang baik dan efektif untuk membunuh bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus agar dapat menghasilkan sediaan gel antiseptik tangan berbahan dasar alami. Diameter zona bening yang dihasilkan oleh sediaan gel hand sanitizer ekstrak etanol biji mangga pada bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi gel 2; 2.5 dan 5% masing – masing sebesar 10.86, 1.74dan 13.15 mm sedangkan pada kontrol positif sebesar 7.47 mm. Diameter zona bening pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi gel 2; 2.5 dan 5% masing – masing sebesar 10.14, 10.58 dan 12.83mm sedangkan pada kontrol positif 7.43 mm.Berdasarkan uji Anova one way yang dilanjutkan dengan uji Duncan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (berpengaruh nyata) antar konsentrasi. Dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak etanol 70% yang memilki efektifitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan hasil evaluasi sediaan gel dengan kekentalan sediaan yang paling baik terdapat pada konsentrasi 2,5 %.

PENETAPAN DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL DALAM SEDIAAN SUSPENSI INJEKSI MEDROKSIPROGESTERON ASESTAT 50 mg/mL DENGAN MENGGUNAKAN MASTERSIZER 3000

No: 286 Suspensi injeksi memiliki ukuran partikel yang berdampak signifikan terhadap kecepatan disolusi, bioavailabilitas, dan atau stabilitas. Pengujian distribusi ukuran partikel harus dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sesuai. Tujuan penelitian untuk menetapkan distribusi ukuran partikel Dv (10), Dv (50), dan Dv (90) pada sediaan suspensi Injeksi medroksiprogesteron asetat 50 mg/ mL dengan menggunakan mastersizer 3000 yang memiliki metode Laser Diffraction. Penetapan dilakukan menggunakan Purified water sebagai medium, lama pengukuran 7 detik, stabilitas pengukuran sampel 7 menit, kecepatan pompa dan pengaduk 1500 rpm, dan obscuration 15. Metode ini memberikan presisi baik dengan RSD untuk Dv (10) sebesar 2,57, Dv (50) sebesar 1,21, dan Dv (90) sebesar 1,74. Metode ini memberikan presisi antara baik dengan RSD gabungan dari Dv (50) sebesar 0,82. Hasil menunjukkan Dv (10) bahan uji A 4,48 mikron, B 4,15 mikron, dan C 4,12 mikron, Dv (50) bahan uji A 11,7 mikron, B 11,2 mikron, dan C 11,1 mikron, dan Dv (90) bahan uji A 21,6 mikron, B 21 mikron, dan C 20,9 mikron. Hasil penelitian kondisi penyimpanan 40�C � 2�C / RH 75 �5% menunjukkan F hitung (0,13454) < F tabel (3,47805) dan 30�C � 2�C / RH 75 �5 % menunjukkan F hitung (0,29712) < F tabel (3,47805).

UJI FARMAKOLOGIS EKSTRAK KENTAL DAUN MENIRAN (Phyllanthus niruri Linn) UNTUK MEMBANTU PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain Sprague-Dawley)

No: 285 Masyarakat sering menggunakan tanaman obat sebagai alternatif untuk penyembuhan yaitu luka. Luka sering dialami oleh tubuh manusia baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Luka sayat adalah luka yang disebabkan karena sayatan dari benda tajam, kayu dan lain sebagainya. Salah satu tumbuhan yang sering digunakan sebagai terapi obat tradisional adalah daun meniran yang dapat membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak kental daun meniran (Phyllanthus niruri Linn) dalam mempercepat waktu penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan galur Sprague-Dawley. Ekstrak kental daun meniran diperoleh dari proses infusa dengan pelarut air pada suhu dibawah 60oC selama 15 menit. Pengujian ini dibuat 6 kelompok dengan kontrol negatif (luka dibiarkan), kontrol positif (diberi betadine) dan diberi ekstrak kental daun meniran konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Ekstrak kental daun meniran diberikan secara topikal dalam empat tingkatan konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%, Ekstrak dioleskan menggunakan kassa steril dengan luka sayat sepanjang 2 cm dan kedalaman 0,2 cm pada punggung tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiap perlakuan konsentrasi mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan luka sayat, tetapi mempunyai nilai yang berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kental daun meniran yang paling cepat untuk penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan galur SpragueDawley adalah konsentrasi 100% dan 75%.